METODE PENELITIAN
D. Teknik Pengambilan Sampel
Pengambilan sampel harus dilakukan sedimikian rupa sehingga diperoleh sampel yang benar-benar dapat mewakili dan menggambarkan keadaan populasi yang sebenarnya (Riduwan, 2004). Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah cluster random sampling dimana sampel yang dipilih secara random bukan secara individual, tetapi kelompok-kelompok yang anggotanya memiliki karakteristik sama (Darmadi, 2011). Teknik tersebut unit analisisnya bukan individu tetapi kelompok yang terdiri atas sejumlah individu. Empat kelas pada kelas XI IPA di SMA Negeri 2 Boyolali dilakukan pengambilan secara random atau acak yang mana dipilih dua kelas untuk dijadikan sampel yaitu satu kelompok eksperimen dan satu kelompok kontol (Sudjana dan Ibrahim, 2010).
Pengujian untuk mengetahui apakah sampel memiliki karakteristik yang sama dilakukan sebelum pengambilan sampel. Pengujian dilakukan dengan cara menguji data sekunder berupa dokumen nilai ulangan semester gasal pada mata
commit to user
40 pelajaran biologi menggunakan anova yang didahului dengan uji prasyarat berupa uji normalitas dan uji homogenitas.
Uji normalitas dilakukan dengan uji Kolmogorov-Smirnov (α = 0,050) dengan menggunakan bantuan program SPSS 16. H0 dirumuskan bahwa data berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan H1 dirumuskan bahwa data berasal dari populasi yang tidak berdistribusi normal. Keputusan uji dinyatakan bahwa H0 diterima apabila harga koefisien Dhitung ≤ nilai kritis Dtabel(α,n) (Sudarmanto, 2005) atau apabila nilai Sig > tingkat α yang ditetapkan yaitu 0,050 (Pramesti, 2011). Hasil uji normalitas untuk semua kelompok dalam populasi disajikan pada Tabel 3.2 dan pada Lampiran 4 (halaman 281).
Tabel 3.2 Uji normalitas data dokumen ulangan semester gasal
Kelas
Hasil pengolahan data sekunder menunjukan bahwa setiap kelompok dalam populasi kelas XI IPA SMA Negeri 2 Boyolali memiliki harga koefisien Dhitung ≤ Dtabel(α,n) dan nilai Sig > 0,050 sehingga menunjukan data berasal dari populasi yang berdistribusi normal.
Data sekunder yang berupa dokumen nilai ulangan semester pada kelompok-kelompok dalam populasi kemudian diuji dengan uji Levene’s (α = 0,050) menggunakan bantuan program SPSS 16 untuk mengetahui apakah populasi bersifat homogen atau tidak. H0 dirumuskan bahwa data populasi bervariansi homogen. H1 dirumuskan bahwa data populasi tidak bervariansi homogen. Keputusan uji dinyatakan apabila harga koefisien Flevene’s (Fhitung) ≤
commit to user
nilai kritis Ftabel(α,df1,df2) atau apabila nilai Sig > tingkat α yang ditetapkan yaitu 0,050 maka H0 diterima (Sudarmanto, 2005). Hasil uji homogenitas disajikan pada Tabel 3.3 dan pada Lampiran 4 (halaman 282).
Tabel 3.3 Uji homogenitas data dokumen ulangan semester gasal Kelas Ftabel(0,050;4;107) dan nilai Sig > 0,050 sehingga dapat diketahui bahwa kelompok-kelompok dalam populasi memiliki varians yang tidak berbeda nyata sehingga populasi bersifat homogen (Pramesti, 2011).
Uji anova bisa dilakukan karena data tiap kelompok dalam populasi telah memenuhi persyaratan yaitu data berdistribusi normal dan homogen. Uji anova dilakukan menggunakan bantuan program SPSS 16 dengan H0 dirumuskan bahwa tidak ada perbedaan nilai rata-rata antar kelompok dalam populasi dan H1
dirumuskan bahwa ada perbedaan nilai rata-rata antar kelompok dalam populasi (Wijaya, 2009). Hasil dari uji anova dapat dilihat pada Tabel 3.4 dan pada Lampiran 4 (halaman 283).
Tabel 3.4 Uji ANOVA data dokumen ulangan semester gasal Kelas Ftabel(α;df1;df2) atau apabila nilai Sig < tingakt α yang ditetapkan yaitu 0,050, maka H0 diterima yang berarti tidak ada perbedaan nilai rata-rata antar kelompok dalam
commit to user
42 populasi, begitu pula sebaliknya (Hartono, 2010). Pengolahan data pada Tabel 3.4 tersebut menunjukan bahwa harga koefisien Fhitung ≥ Ftabel(0,050;4;107)dan nilai Sig <
0,050, sehingga H0 ditolak dan menerima H1 yang berarti bahwa ada perbedaan nilai rata-rata antar kelompok dalam populasi, oleh karena itu perlu dilakukan uji lanjut untuk mengetahui letak perbedaan nilai rata-rata antar kelompok tersebut.
Uji lanjut menggunakan metode Scheffe, karena asumsi homogenitas telah terpenuhi dan ukuran sampel setiap kelompok tidak sama. Hasil uji Scheffe disajikan pada Tabel 3.5 dan pada Lampiran 4 (halaman 284).
Tabel 3.5 Uji lanjut metode Scheffe data dokumen ulangan semester gasal
Kelas N Mean sub kelompok untuk α = 0,05
1 2
XI IPA 2 27 61.1111
XI IPA 1 28 61.5714 61.5714
XI IPA 3 28 65.1786 65.1786
XI IPA 4 28 69.0714
Sig 0,534 0,064
Hasil uji lanjut metode Scheffe pada Tabel 3.5 tersebut menunjukkan adanya dua kelompok yang memiliki nilai rata-rata berbeda. Kelompok satu memiliki nilai rata-rata yang berbeda dengan kelompok dua, namun kedua kelompok tersebut memiliki nilai sig > 0,050 yang berarti nilai rata-rata homogen dalam sub kelompok sehingga kelompok atau kelas yang diambil dapat digunakan apabila dalam sub kelompok yang sama. Sampel yang digunakan untuk penelitian harus berada dalam sub kelompok yang sama karena sampel dalam penelitian harus memiliki kemampuan awal yang seimbang atau sama. Berdasarkan hasil tersebut maka penelitian ini mengambil 2 kelas sebagai sampel, pengambilan sampel dilakukan secara acak dan didapatkan 2 kelas yaitu kelas XI IPA 3 sebagai kelompok kontrol dan kelas XI IPA 4 sebagai kelompok eksperimen.
commit to user E. Pengumpulan Data 1. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data merupakan teknik yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data (Riduwan, 2004). Teknik pengumpulan data merupakan pekerjaan yang penting dalam penelitian (Arikunto, 2006). Teknik yang digunakan dalam metode pengumpulan data sebagai berikut:
a. Teknik tes
Tes sebagai instrumen pengumpul data adalah serangkaian pertanyaan yang digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki individu atau kelompok (Riduwan, 2004). Tes merupakan prosedur sistematik dimana individual yang di tes dihadapkan pada suatu set stimuli jawaban mereka yang dapat ditunjukkan dalam angka (Darmadi, 2011). Tes yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah tes prestasi (achievement test) yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu (Riduwan, 2004). Teknik tes digunakan untuk mengambil data hasil belajar siswa ranah kognitif. Tes berbentuk tes objektif yaitu bentuk pilihan ganda sebanyak 25 soal pilihan ganda.
b. Teknik Dokumentasi
Teknik dokumentasi dilakukan untuk memperoleh data langsung dari tempat penelitan yang berbentuk data yang relevan dengan penelitan (Riduwan, 2004). Teknik dokumentasi pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data sekunder berupa dokumen nilai hasil ujian semester gasal siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Boyolali tahun pelajaran 2011/2012 pada mata pelajaran biologi yang digunakan untuk mengetahui keseimbangan hasil belajar biologi pada populasi penelitian.
c. Teknik Observasi
Observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung ke obyek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan (Riduwan, 2004). Observasi sebagai alat penilaian digunakan untuk mengukur tingkah
commit to user
44 laku individu ataupun proses terjadinya suatu kejadian yang diamati;
observasi dapat mengukur hasil dan proses belajar misalnya tingkah laku siswa pada waktu belajar, partisipasi siswa, dan penggunaan alat peraga dalam mengajar (Sudjana, 2010). Teknik observasi ini digunakan untuk mengukur hasil belajar ranah psikomotor dan afektif serta keterlaksanaan rancangan pembelajaran. Penilaian dilakukan oleh observer dan peneliti dengan melakukan checklist (√) pada lembar observasi. Skala yang digunakan pada lembar observasi keterlaksanaan rancangan pembelajaran adalah skala Guttman dengan skala Ya yang bernilai 1 dan Tidak yang bernilai 0. Skala yang digunakan pada lembar observasi ranah psikomotor dan afektif adalah skala numerical rating scale (Sugiyono, 2011).
d. Teknik Angket
Angket merupakan daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden sesuai dengan permintaan pengguna. Tujuan penyebaran angket ialah mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah (Riduwan, 2004). Angket digunakan untuk mengambil data hasil belajar siswa ranah afektif. Pengukuran hasil belajar ranah afektif menggunakan angket dalam bentuk checklist yaitu bentuk angket dimana pengisi angket tinggal memberi tanda check (√) pada kolom yang telah disediakan. Skor penilaian angket menggunakan skala Likert (Arikunto,2010; Sugiyono, 2011; Sudjana, 2010) yang dapat dilihat pada Tabel 3.6.
Tabel 3.6 Skor penilaian berdasarkan skala Likert
Skor untuk aspek yang dinilai Nilai
(+) (-)
commit to user 2. Teknik Penyusunan Instrumen
a. Pengukuran Ranah Kognitif
Pengukuran ranah kognitif dengan menggunakan teknik tes.
Beberapa langkah dapat dilakukan dalam penyusunan instrumen tes ranah kognitif. Langkah pertama adalah pemilihan materi berdasarkan kurikulum sesuai dengan Kompetensi Dasar. Langkah kedua adalah penyusunan indikator dan tujuan pembelajaran ranah kognitif. Langkah ketiga adalah pembuatan alat ukur sesuai indikator dilanjutkan pembuatan kisi-kisi soal sesuai dengan indikator yang diharapkan. Langkah keempat adalah soal-soal yang disusun menyangkut soal-soal yang mencakup 6 jenjang kemampuan yaitu C1 (mengingat), C2 (memahami), C3 (menerapkan), C4 (menganalisis), C5 (mengevaluasi), dan C6 (mencipta) (Anderson dan Krathwohl, 2010). Langkah kelima adalah penyusunan item soal ranah kognitif. Langkah keenam adalah pengujian kesahihan item dilakukan dengan uji validitas dan reliabilitas. Langkah akhir adalah soal digunakan untuk posttest berdasarkan pengujian-pengujian yang dilakukan.
b. Pengukuran Ranah Afektif
Pengukuran ranah afektif menggunakan angket dengan melakukan pengamatan langsung terhadap sikap siswa selama berlangsungnya proses pembelajaran. Penilaian dilakukan oleh siswa dengan memberikan checklist (√) pada angket dan lembar observasi. Angket dibuat menggunakan skala Likert dengan lima respon yang menunjukkan tingkatan tertentu sebagai alat ukurnya (Arikunto, 2010). Lembar observasi menggunakan penilaian numerical rating scale (Sugiyono (2011).
Ranah afektif meliputi lima jenjang kemampuan yaitu receiving (penerimaan), responding (menanggapi), valuing (penilaian), organization (mengorganisasi), dan characterization by a value (karakteristik atau internalisasi suatu nilai) (Sudjana, 2010).
c. Pengukuran Ranah Psikomotor.
Pengukuran ranah psikomotor menggunakan lembar observasi dengan melakukan pengamatan langsung atau observasi terhadap
commit to user
46 keterampilan siswa selama berlangsungnya proses pembelajaran. Penilaian dilakukan oleh observer dan peneliti dengan melakukan checklist (√) pada lembar observasi. Lembar observasi keterlaksanaan rencana pembelajaran menggunakan skala Guttman dengan skala Ya yang bernilai 1 dan Tidak yang bernilai 0. Sedangkan skala yang digunakan pada lembar observasi adalah skala numerical rating scale (Sugiyono (2011).
Ranah psikomotor meliputi meliputi gerakan refleks, keterampilan gerakan dasar, kemampuan perseptual, keharmonisan atau ketepatan, keterampilan kompleks, dan gerakan ekspresif interpretatif. Penilaian ranah psikomotor meliputi penilaian keterampilan yang harus dikuasai siswa selama pembelajaran berlangsung (Sudjana, 2010).