• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE"

Copied!
103
0
0

Teks penuh

(1)

commit to user

PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE DIINTEGRASIKAN DENGAN GUIDED NOTE TAKING (GNT)

DISERTAI OPTIMALISASI PENGGUNAAN ALAT PERAGA TERHADAP HASIL BELAJAR

BIOLOGI SISWA

SKRIPSI

OLEH:

ANNISA NUR KHASANAH K4308070

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA JULI 2012

(2)

commit to user ii

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN

Saya yang bertanda tangan dibawah ini

Nama : Annisa Nur Khasanah

NIM : K4308070

Jurusan / Program Studi : P.MIPA / Pendidikan Biologi

menyatakan bahwa skripsi saya berjudul ”PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE DIINTEGRASIKAN DENGAN GUIDED NOTE TAKING (GNT) DISERTAI OPTIMALISASI PENGGUNAAN ALAT PERAGA TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA” ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri. Selain itu, sumber informasi yang dikutip dari penulis lain telah disebutkan dalam teks dan dicantumkan dalam daftar pustaka.

Apabila pada kemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan skripsi ini hasil jiplakan, saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan saya.

Surakarta, 24 Juli 2012 Yang membuat pernyataan

Annisa Nur Khasanah

(3)

commit to user iii

PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE DIINTEGRASIKAN DENGAN GUIDED NOTE TAKING (GNT)

DISERTAI OPTIMALISASI PENGGUNAAN ALAT PERAGA TERHADAP HASIL BELAJAR

BIOLOGI SISWA

OLEH:

ANNISA NUR KHASANAH K4308070

Skripsi

Ditulis dan diajukan untuk memenuhi syarat guna mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan Program Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan Matematika dan

Ilmu Pengetahuan Alam

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA JULI 2012

(4)

commit to user iv

PERSETUJUAN

Skripsi ini telah disetujui untuk dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Surakarta, Juli 2012

Pembimbing I Pembimbing II

Drs. Slamet Santosa, M.Si Meti Indrowati, S.Si, M.Si NIP. 19591220 198601 1 002 NIP. 19781001 200112 2 002

(5)

commit to user v

PENGESAHAN

Skripsi ini telah dipertahankan di hadapan Tim Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta dan diterima untuk memenuhi persyaratan mendapatkan gelar Sarjana Pendidikan.

Pada hari : Selasa Tanggal : 24-Juli-2012

Tim Penguji Skripsi

Nama Terang Tanda Tangan

Ketua : Puguh Karyanto, S.Si, M.Si, Ph.D .…………..

Sekretaris : Dr. Maridi, M.Pd ………….

Anggota I : Drs. Slamet Santosa, M.Si ...

Anggota II : Meti Indrowati, S.Si, M.Si ...

Disahkan oleh

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta a.n. Dekan,

Pembantu Dekan 1

Prof. Dr. rer. nat. Sajidan, M.Si NIP. 19660415 199103 1 002

(6)

commit to user vi MOTTO

“Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan), kerjakanlah

dengan sungguh-sunguh (urusan) yang lain”

(QS. Al Insyiroh 6-7)

Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal itu amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu, Allah mengetahui sedang

kamu tidak mengetahui.

(QS. Al Baqarah: 216)

Ketahuilah, kewajiban itu lebih banyak daripada waktu yang tersedia, maka bantulah saudaramu untuk menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya dan jika

anda punya kepentingan atau tugas selesaikan segera (Hasan Al Banna)

Jangan Bilang Menyerah Sebelum Kamu Mencobanya!!!

(Penulis)

Belajarlah dengan ikhlas melepas sesuatu yang sangat kamu cintai, karena kelak TuhanMu akan menggantikannya

dengan yang lebih baik (Penulis)

(7)

commit to user vii

PERSEMBAHAN

Ku persembahkan karya sederhana ini untuk:

 Ibuku Retnaning Handriyani yang tak pernah lelah berhenti memanjatkan do’a kepada-Nya demi keberhasilanku, terima kasih ketulusan hatimu membuatku membesarkan hati sebagai seorang muslimah sejati. Semoga aku bisa membanggakanmu.

 Ayahku Edy Paryata yang telah mendidikku dengan ketegasanmu hingga menjadikanku menjadi sosok yang hebat, engkau yang selalu menjadikan masalah adalah peluang demi keberhasilan putri-putrimu, semoga pelajaran hidup ini selalu tertanam dihatiku.

 Adik-adikku Lolyta Nur Hanifah, Erlina Nur Istiqomah, Laila Endah Safitri yang selalu memberiku kebahagiaan yang tak terlukiskan, tangis, canda, tawa itu penyemangatku, jadilah anak yang selalu membanggakan orang tua dengan prestasimu.

 Simbahku tersayang mbah Parto Atmojo yang selama 4 Tahun dengan iklhas engkau ajari perjuangan dan arti hidup yang sebenarnya, semua ceritamu akan selalu aku kenang sebagai pengiring perjuanganku yang masih panjang ini, I Love You Simbah.

 Mbak Enis, Dik Nunung, PMH dan seluruh keluarga besarku, terima kasih untuk motivasi dan dukungannya.

 Bapak Slamet Santosa yang menjadi bapak, pembimbing sekaligus guru bagi hidupku yang selalu engkau sisipkan makna kehidupan dalam setiap nasihat- nasihat itu.

 Ibu Meti Indrowati sosok ibu yang membanggakan, sabar, terima kasih sudah menjadi ibuku dalam bimbingan, semua pesanmu akan selalu aku ingat.

 Bapak Paidi, Bapak Ngadi Mulyanto, Ibu Endang, guru biologi yang hebat yang memberikan kebahagian dan makna guru sejati. Terima kasih sudah membimbingku di SMAN 2 Boyolali dari PPL sampai tersusunnya skripsi ini.

 Bapak Sarono, terima kasih sudah memberikan ijin dari awal PPL sampai akhir penelitian.

 Bapak Muzazin, Bapak Tejo, Bapak Edy, Bapak Sawiji, terima kasih sudah menerima semua kenakalanku, Wakasek yang selalu mengembangkan senyum ini dengan segala canda dan nasihat-nasihat masa depan.

 Seluruh Guru dan Karyawan SMA Negeri 2 Boyolali yang sudah menjadi keluarga baru, dengan ramah menerimaku, memberikan pengarahan jika salah, selalu membantu dalam penyelesaian penelitian ini.

 Pak Saryono, Pak Sriyono, Pak Dodo, Mas Dedy yang sudah memberikan cerita-cerita seru di SMAN 2 Boyolali.

(8)

commit to user viii

 Murid-muridku kelas XI IPA 1, XI IPA 2, XI IPA 3, XI IPA 4 yang dengan semangat dan antusias mengikuti pelajaran biologi dikelas. Kalian semangat itu dek, Solo-Tlatar terasa dekat karena kalian.

 Ihda Nuria Afidah, si kecil manja yang sudah menjadi tempat bertukar pikiran, menjadi observer setia, penyemangat hingga skripsi ini terselesaikan.

 Dyah Erlina Sulistyaningrum, terima kasih untuk persahabatan sejati itu, cita- cita itu semoga segera terwujud.

 Feriana, Amalia, mbak Parmi, Anggun, terima kasih untuk persahabatan dan keceriaan yang indah ini.

 Dwi Istriani, Aji Mahenggar Keliwanjani, Tutik Fitri Wijayanti, Persahabatan itu semoga untuk selamanya.

 Faisal, Winda, Vita, Desy, Ratih, Alan, Sinta, Novia, Ami, Yuang, Latif teman sebimbingan bapak, terima kasih untuk segala masukan dan semangatnya.

 Abrori, Taufik, Pandu, Hantyan, Dwito, Dani, Ana, Meta, Diana, Dimas teman sebimbingan ibu Meti, karena kalian canda tawa itu selalu hadir.

 Asisten ANFISMAN (Afi, Resty, Fatim, Isna, Novita) kelelahan itu hasil kerja keras kita.

 FISTUM 18 (Vita, Fatim, Wawan, Pandu) kangen bisa kompak seperti dulu, masih ada janji yang tertinggal.

 Teman-teman Pendidikan Biologi kelas B yang gokil dan selalu saja menciptakan hal baru yang lucu. 4 Tahun bersama kalian kutemukan indahnya kebersamaan.

 Teman-teman pendidikan Biologi UNS Angkatan 2008 yang menorehkan banyak kenangan, terima kasih untuk kerjasamanya selama ini semoga kesuksesan selalu menyertai kita.

 Adik-adik tingkat pendidikan Biologi UNS Angkatan 2009 yang lucu, nakal, tapi karena kalianlah semangatku itu ada.

 Adik-adik tingkatku pendidikan Kimia 2010 kelas B, dan pendidikan Matematika 2011 kelas A. Terima kasih sudah menjadi bagian dalam semangatku.

 Fajar, Nurul, Mbak Suci, Farid Terima kasih sudah menjadi penyemangatku selama ini. Kalian sahabat yang hebat, menemani dalam setiap gelisahku dengan kesabaran.

 Seseorang yang menyemangatiku, menjadi teman berbagi suka duka selama aku sekolah sampai kuliah ini dan telah memberiku kesempatan untuk memilih yang lebih baik. Terima kasih untuk semua kebaikan dan kesabaranmu.

 Sahabat-sahabatku yang langsung maupun tidak langsung memotivasi, membantu dan mendoakanku, yang tidak dapat tertuliskan satu-persatu semoga Allah membalas kebaikan kalian.

 Almamater tercinta, semoga aku bisa membanggakanmu.

(9)

commit to user ix ABSTRACT

Annisa Nur Khasanah. THE EFFECT OF PICTURE AND PICTURE APPLICATION INTEGRATED WITH GUIDED NOTE TAKING (GNT) THROUGH THE OPTIMALIZATION OF TEACHING AIDS TO STUDENTS' BIOLOGY LEARNING ACHIEVEMENT. Thesis, Surakarta:

Teacher Training and Education Faculty. Sebelas Maret University Surakarta, July 2012

The objective of this research is to know the effect of Picture and Picture application integrated with Guided Note Taking (GNT) through the optimalization of teaching aids to the students’ biology learning achievement.

The research belongs to quasi experiment. The design of the research which is used are Posttest Only Control Group Design with group experiment which implements Picture and Picture application integrated with Guided Note Taking (GNT) through the optimalization of the use of teaching aids and control group which implements discussion method, speech and presentation. The population in the research is class XI IPA of the students in SMA N 2 Boyolali in the academic year of 2011/2012. The sample in the research is class XI IPA 4 as the group experiment and class XI IPA 3 as the control group. The technique for collecting the sample which is cluster random sampling. The technique for collecting the data are multiple choice test, questionnaire, observation form and documentation. The hypothesis test used t-test.

The conclusion of this research is Picture and Picture application integrated with Guided Note Taking (GNT) through the optimalization of teaching aids use have a effect to the students’ biology learning achievement in cognitive, affective, and psychomotor.

Keywords: Picture and Picture, Guided Note Taking, Teaching Aids, Biology Learning Achievement.

(10)

commit to user x

ABSTRAK

Annisa Nur Khasanah. PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE DIINTEGRASIKAN DENGAN GUIDED NOTE TAKING (GNT) DISERTAI OPTIMALISASI PENGGUNAAN ALAT PERAGA TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret Surakarta, Juli 2010.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh penerapan pembelajaran Picture and Picture diintegrasikan dengan Guided Note Taking (GNT) disertai optimalisasi penggunaan alat peraga terhadap hasil belajar biologi siswa.

Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen semu. Desain penelitian yang digunakan adalah Posttest Only Control Group Design dengan kelompok eksperimen yang menerapkan metode pembelajaran Picture and Picture diintegrasikan dengan Guided Note Taking (GNT) disertai optimalisasi penggunaan alat peraga dan kelompok kontrol yang menerapkan metode diskusi, ceramah, dan presentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Boyolali tahun pelajaran 2011/2012. Sampel dalam penelitian ini adalah kelas XI IPA 4 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI IPA 3 sebagai kelompok kontrol. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda, angket, lembar observasi, dan dokumen sekolah. Uji hipotesis menggunakan uji-t.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembelajaran Picture and Picture diintegrasikan dengan Guided Note Taking (GNT) disertai optimalisasi penggunaan alat peraga berpengaruh terhadap hasil belajar biologi siswa pada ranah kognitif, afektif, dan psikomotor.

Kata Kunci: Picture and Picture, Guided Note Taking, Alat Peraga, Hasil Belajar Biologi.

(11)

commit to user xi

KATA PENGANTAR

Segala Puji dan Syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang, atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul ”PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE DIINTEGRASIKAN DENGAN GUIDED NOTE TAKING (GNT) DISERTAI OPTIMALISASI PENGGUNAAN ALAT PERAGA TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA”.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi persyaratan dalam mendapatkan gelar sarjana pada program Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Pendidikan dan Keguruan Universitas Sebelas Maret Surakarta. Selama pembuatan skripsi ini, tidak terlepas dari bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang telah memberi ijin dan kesempatan dalam penyusunan skripsi.

2. Ketua Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

3. Ketua Program Pendidikan Biologi Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta.

4. Bapak Drs. Slamet Santosa, M.Si, selaku Pembimbing I yang selalu memberikan bimbingan dan motivasi dalam menyelesaikan penyusunan skripsi.

5. Ibu Meti Indrowati, S.Si, M.Si, selaku Pembimbing II yang selalu memberikan bimbingan dan motivasi dalam menyelesaikan penyusunan skripsi.

6. Bapak Drs. Sarono selaku Kepala SMA Negeri 2 Boyolali yang telah memberi ijin dalam penelitian.

(12)

commit to user xii

7. Bapak Paidi S.Pd dan Bapak Ngadi Mulyanto, S.Pd selaku guru mata pelajaran Biologi yang telah memberi bimbingan dan bantuan selama penelitian.

8. Para siswa SMA Negeri 2 Boyolali yang telah bersedia berpartisipasi dalam penelitian ini.

9. Berbagai pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini yang tidak mungkin disebutkan satu persatu.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih belum sempurna karena keterbatasan penulis. Meskipun demikian, penulis berharap semoga skripsi ini dapat bermanfaat bagi semuanya.

Surakarta, Juli 2012

Penulis

(13)

commit to user xiii DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN SAMPUL ... i

HALAMAN PERNYATAAN... ii

HALAMAN PENGAJUAN ... iii

HALAMAN PERSETUJUAN ... iv

HALAMAN PENGESAHAN ... v

HALAMAN MOTTO ... vi

HALAMAN PERSEMBAHAN ...vii

ABSTRACT ... ix

ABSTRAK ... x

KATA PENGANTAR ... xi

DAFTAR ISI ... xiii

DAFTAR TABEL ...xvii

DAFTAR GAMBAR ... xviii

DAFTAR LAMPIRAN ... xix

BAB I. PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Rumusan Masalah ... 5

C. Tujuan Penelitian... 6

D. Manfaat Penelitian ... 6

BAB II. KAJIAN PUSTAKA A. Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan ... 8

1. Kajian Teori ... 8

a. Hasil Belajar Biologi ... 8

1) Belajar ... 8

2) Pembelajaran ... 10

3) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar ... 11

4) Hasil Belajar Biologi ... 12

a) Ranah Kognitif ... 14

(14)

commit to user xiv

b) Ranah Afektif ... 15

c) Ranah Psikomotor ... 16

b. Pembelajaran Picture and Picture ... 17

1) Metode Pembelajaran... 17

2) Pembelajaran Picture and Picture ... 18

c. Pembelajaran Guided Note Taking ... 21

1) Pengertian Pembelajaran Aktif ... 21

2) Pembelajaran Guided Note Taking ... 23

d. Integrasi Picture and Picture dan Guided Note Taking ... 25

1) Kelebihan dan Kekurangan Picture and Picture ... 25

2) Kelebihan dan Kekurangan Guided Note Taking ... 25

e. Alat Peraga ... 27

2. Hasil Penelitian yang Relevan ... 29

B. Kerangka Berpikir ... 31

C. Hipotesis ... 34

BAB III. METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian ... 35

1. Tempat Penelitian ... 35

2. Waktu Penelitian ... 35

B. Desain Penelitian ... 36

1. Rancangan Penelitian ... 36

2. Variabel Penelitian ... 37

a. Variabel Bebas ... 37

b. Variabel Terikat ... 37

C. Populasi dan Sampel... 39

1. Populasi Penelitian ... 39

2. Sampel Penelitian ... 39

D. Teknik Pengambilan Sampel ... 39

E. Pengumpulan Data ... 43

1. Metode Pengumpulan Data ... 43

a. Teknik Tes ... 43

(15)

commit to user xv

b. Teknik Dokumentasi ... 43

c. Teknik Observasi ... 43

d. Teknik Angket... 44

2. Teknik Penyusunan Instrumen ... 45

a. Pengukuran Ranah Kognitif... 45

b. Pengukuran Ranah Afektif ... 45

c. Pengukuran Ranah Psikomotor ... 45

F. Validasi Instrumen Penelitian ... 46

1. Uji Validitas ... 46

2. Uji Reliabilitas ... 49

3. Analisis Butir Soal ... 50

a. Uji Taraf Kesukaran Soal ... 50

b. Daya pembeda Soal ... 51

G. Analisis Data ... 52

1. Uji Prasyarat ... 52

a. Uji Normalitas ... 53

b. Uji Homogenitas ... 53

2. Uji Hipotesis ... 54

H. Prosedur Penelitian ... 55

BAB IV. HASIL PENELITIAN A. Deskripsi Data ... 59

1. Deskripsi Data Hasil Belajar Biologi Ranah Kognitif ... 59

2. Deskripsi Data Hasil Belajar Biologi Ranah Afektif ... 60

3. Deskripsi Data Hasil Belajar Biologi Ranah Psikomotor ... 61

B. Pengujian Persyaratan Analisis ... 63

1. Uji Normalitas ... 63

2. Uji Homogenitas ... 64

C. Pengujian Hipotesis ... 66

1. Hasil belajar Biologi Ranah Kognitif ... 67

2. Hasil belajar Biologi Ranah Afektif ... 68

3. Hasil belajar Biologi Ranah Psikomotor ... 69

(16)

commit to user xvi

D. Pembahasan Hasil Analisis Data ... 70

1. Hasil Belajar Biologi Ranah Kognitif ... 73

2. Hasil Belajar Biologi Ranah Afektif ... 75

3. Hasil Belajar Biologi Ranah Psikomotor ... 77

BAB V. SIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN A. Simpulan ... 80

B. Implikasi ... 80

C. Saran ... 81

DAFTAR PUSTAKA ... 82

LAMPIRAN ... 86

(17)

commit to user xvii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1. Ciri-ciri umum pendidikan, belajar dan perkembangan ... 9

Tabel 2.2. Perbedaan taksonomi Bloom lama dan baru ... 14

Tabel 3.1. Rancangan penelitian Posttest Only Control Design ... 36

Tabel 3.2. Uji normalitas data dokumen ulangan semester gasal ... 40

Tabel 3.3. Uji homogenitas data dokumen ulangan semester gasal ... 41

Tabel 3.4. Uji ANOVA data dokumen ulangan semester gasal ... 41

Tabel 3.5. Uji lanjut metode Scheffe data dokumen ulangan semester gasal .. 42

Tabel 3.6. Skor penilaian berdasarkan skala Likert ... 44

Tabel 3.7. Rangkuman hasil Try Out uji validitas ... 48

Tabel 3.8. Skala penilaian reliabilitas butir soal atau item ... 49

Tabel 3.9. Rangkuman hasil Try Out uji reliabilitas ... 50

Tabel 3.10. Skala penilaian indeks kesukaran butir soal atau item ... 51

Tabel 3.11. Rangkuman hasil Try Out uji taraf kesukaran ... 51

Tabel 3.12. Skala penilaian daya pembeda butir soal. ... 52

Tabel 3.13. Rangkuman hasil Try out uji daya beda. ... 52

Tabel 4.1. Deskripsi data hasil belajar ranah kognitif ... 59

Tabel 4.2. Deskripsi data hasil belajar ranah afektif... 60

Tabel 4.3. Deskripsi data hasil belajar ranah psikomotor ... 61

Tabel 4.4. Uji Normalitas data hasil belajar biologi siswa ... 64

Tabel 4.5. Uji Homogenitas data hasil belajar biologi siswa ... 65

Tabel 4.6. Hasil uji pengeruh PAP + GNT disertai optimalisasi penggunaan alat peraga terhadap hasil belajar kognitif... 67

Tabel 4.7. Hasil uji pengaruh PAP + GNT disertai optimalisasi penggunaan alat peraga terhadap hasil belajar afektif ... 68

Tabel 4.8. Hasil uji pengaruh PAP + GNT disertai optimalisasi penggunaan alat peraga terhadap hasil belajar psikomotor ... 69

(18)

commit to user xviii

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1. Skema hubungan antara guru dan siswa dalam pembelajaran ... 20

Gambar 2.2 Efektifitas model pembelajaran ... 22

Gambar 2.3. Kerangka pemikiran ... 33

Gambar 3.1. Rincian waktu pelaksanaan kegiatan penelitian ... 35

Gambar 3.2. Skema paradigma penelitian ... 38

Gambar 3.3. Prosedur penelitian ... 57

Gambar 4.1. Perbandingan hasil belajar biologi kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. ... 62

Gambar 4.2. Nilai hasil belajar afektif siswa. ... 77

(19)

commit to user xix

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN 1. INSTRUMEN PENELITIAN

a. Perangkat Pembelajaran Kelas Kontrol Halaman

1) Silabus Kelas Kontrol ... 86

2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Kontrol ... 90

3) Kisi-Kisi Lembar Observasi Hasil Belajar Ranah Psikomotor Kelas Kontrol ... 116

4) Lembar Observasi Ranah Psikomotor Kelas Kontrol ... 117

5) Rubrik Kriteria Penilaian Psikomotor Kelas Kontrol ... 118

6) Lembar Observasi Penilaian Ranah Afektif Kelas Kontrol ... 120

7) Rubrik Kriteria Penilaian Afektif Kelas Kontrol ... 122

8) Lembar Kerja Siswa Kelas Kontrol ... 124

9) Lembar Observasi Keterlaksanaan Langkah Pembelajaran Kelas Kontrol ... 129

b. Perangkat Pembelajaran Kelas Eksperimen 1) Silabus Kelas Eksperimen ... 135

2) Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kelas Eksperimen ... 140

3) Kisi-Kisi Lembar Observasi Hasil Belajar Ranah Psikomotor Kelas Eksperimen ... 168

4) Lembar Observasi Ranah Psikomotor Kelas Eksperimen ... 169

5) Rubrik Kriteria Penilaian Psikomotor Kelas Eksperimen ... 171

6) Lembar Observasi Penilaian Ranah Afektif Kelas Eksperimen ... 173

7) Rubrik Kriteria Penilaian Ranah Afektif Kelas Eksperimen... 175

8) Lembar Kerja Siswa Kelas Eksperimen ... 177

9) Lembar Observasi Keterlaksanaan Langkah Pembelajaran Kelas Eksperimen ... 182

10) Handout Guided Note Taking ... 190

c. Tes Hasil Belajar Biologi 1) Kisi-Kisi Ranah Kognitif Soal Try Out ... 212

(20)

commit to user xx

2) Soal Try Out Hasil Belajar Ranah Kognitif... 214

3) Kunci Jawaban Soal Try Out ... 222

4) Lembar Jawab Try Out Ranah Kognitif ... 223

5) Kisi-Kisi Ranah Kognitif Soal Posttest ... 224

6) Soal Posttest Hasil Belajar Ranah Kognitif ... 226

7) Kunci Jawaban Soal Posttest ... 231

8) Lembar Jawab Posttest Hasil Belajar Ranah Kognitif ... 232

9) Kisi-Kisi Angket Kemampuan Afektif Siswa ... 233

10) Angket Kemampuan Afektif Siswa ... 235

LAMPIRAN 2. DATA HASIL PENELITIAN a. Tabel Uji Validitas, Reliabilitas, Daya Beda, dan Tes Kesukaran Kognitif ... 238

b. Tabel Uji Validitas dan Reliabilitas Angket ... 246

c. Data Nilai Hasil Belajar Kognitif Siswa pada Kelas Kontrol ... 253

d. Data Nilai Hasil Belajar Kognitif Siswa pada Kelas Eksperimen ... 254

e. Data Hasil Observasi Ranah Psikomotor Siswa Kelas Kontrol ... 255

f. Data Hasil Observasi Ranah Psikomotor Siswa Kelas Eksperimen ... 256

g. Data Hasil Observasi Ranah Afektif Siswa Kelas Kontrol ... 257

h. Data Hasil Observasi Ranah Afektif Siswa Kelas Eksperimen ... 258

i. Deskripsi dan Distribusi Data Nilai Hasil Belajar ... 259

LAMPIRAN 3. HASIL ANALISIS DATA a. Rekapitulasi Uji Coba Hasil Belajar Siswa ... 264

b. Uji Normalitas Data Tes Hasil Belajar Siswa ... 265

c. Uji Homogenitas Data Tes Hasil Belajar Siswa ... 266

d. Uji Hipotesis Penelititan ... 267

e. Output Perhitungan SPSS (Uji Prasyarat dan Uji Hipotesis) Kognitif ... 268

f. Output Perhitungan SPSS (Uji Prasyarat dan Uji Hipotesis) Afektif ... 270

g. Output Perhitungan SPSS (Uji Prasyarat dan Uji Hipotesis) Psikomotor.272 h. Histogram Hasil Belajar Ranah Kognitif ... 274

i. Histogram Hasil Belajar Ranah Afektif ... 275

j. Histogram Hasil Belajar Ranah Psikomotor ... 276

(21)

commit to user xxi

LAMPIRAN 4. DOKUMENTASI PENELITIAN a. Daftar Nilai Peserta Didik Ulangan Semester Gasal

Tahun Ajaran 2011/2012 Kelas XI IPA 1 ... 277

b. Daftar Nilai Peserta Didik Ulangan Semester Gasal Tahun Ajaran 2011/2012 Kelas XI IPA 2 ... 278

c. Daftar Nilai Peserta Didik Ulangan Semester Gasal Tahun Ajaran 2011/2012 Kelas XI IPA 3 ... 279

d. Daftar Nilai Peserta Didik Ulangan Semester Gasal Tahun Ajaran 2011/2012 Kelas XI IPA 4 ... 280

e. Uji Normalitas Data Dokumen Ulangan Semester Gasal ... 281

f. Uji Homogenitas Data Dokumen Ulangan Semester Gasal ... 282

g. Uji ANOVA Data Dokumen Ulangan Semester Gasal ... 283

h. Output Hasil Perhitungan SPSS (Uji Keseimbangan) ... 285

i. Dokumentasi Hasil Observasi ... 287

j. Dokumentasi Kondisi Kelompok Kontrol ... 288

k. Dokumentasi Kondisi Kelompok Eksperimen ... 289

l. Dokumentasi Try Out dan Hasil Posttest ... 290

LAMPIRAN 5. TABEL DISTRIBUSI a. Tabel Kolmogorov-Smirnov Test ... 291

b. Tabel Presentase Distribusi F (α = 0,05) ... 292

c. Tabel Presentase Distribusi T ... 297

LAMPIRAN 6. SURAT-SURAT PENELITIAN a. Surat PermohonanValidasi Instrumen Penelitian ... 302

b. Surat Keterangan Validasi Instrumen ... 304

c. Surat Permohonan Mengadakan Observasi ... 306

d. Surat Permohonan Ijin Menyusun Skripsi ... 307

e. Surat Ijin Penyusunan Skripsi ... 308

f. Surat Permohonan Ijin Research/ Try Out ... 309

g. Surat Permohonan Surat Pengantar Ijin Penelitian ... 314

h. Surat Pemberian Ijin Penelitian ... 316

(22)

commit to user xxii

i. Surat Keterangan Telah Mengadakan Penelitian ... 318 j. Validasi Instrumen Guru Mata Pelajaran ... 319

(23)

commit to user 1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya. Pendidikan pada dasarnya adalah usaha sadar untuk meningkatkan potensi sumber daya manusia (peserta didik) dengan cara memberikan yang terbaik dalam kegiatan belajar mereka. Secara detail, dalam Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab 1 Pasal 1 (1), pendidikan didefinisikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses belajar agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara (Syah, 2009). Berdasarkan pernyataan ini diperlukan adanya proses belajar yang terarah dan terencana baik dari peserta didik maupun pendidik itu sendiri, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai. Upaya perubahan dan perbaikan dalam pendidikan bertujuan membawa kualitas pendidikan Indonesia yang lebih baik.

Upaya peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari diri sendiri terutama pendidik dan peserta didik. Faktor yang sangat penting untuk ditinjau adalah belajar dan proses pembelajaran. Belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interkasi dengan lingkungannya (Slameto, 2003). Pembelajaran dapat diartikan usaha sadar dan aktif dari pendidik terhadap peserta didik, agar peserta didik berkeinginan untuk belajar, yaitu terjadi perubahan tingkah laku sesuai dengan keadaan dan kemampuan peserta didik. Proses perubahan tingkah laku tersebut dapat dilihat dari aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Proses perubahan tingkah laku yang dicapai melalui pengalaman belajar ini yang disebut dengan hasil belajar.

Biologi sebagai salah satu cabang Ilmu Pengetahuan Alam yang memfokuskan pembahasan pada masalah-masalah biologi di alam sekitar melalui

(24)

commit to user

2 proses dan sikap ilmiah. Sebagai cabang IPA, maka dalam pembelajaran biologi yaitu pembelajaran yang berorientasi pada hakikat Sains yang meliputi produk, proses, dan sikap ilmiah melalui keterampilan proses. Berdasarkan uraian di atas jelas bahwa pembelajaran biologi lebih menekankan pada pendekatan keterampilan proses sehingga siswa menemukan fakta-fakta, membangun konsep- konsep, teori dan sikap ilmiah di pihak siswa yang dapat berpengaruh positif terhadap kualitas maupun produk pendidikan. Pembelajaran biologi selama ini lebih banyak menghafalkan fakta, prinsip, dan teori saja. Pembelajaran sains menekankan pada pemberian pengalaman langsung (Wenno, 2008). Untuk mengantisipasi hal tersebut perlu dikembangkan pembelajaran biologi yang dapat melibatkan siswa secara aktif dalam kegiatan pembelajaran untuk menemukan dan menerapkan ide-ide mereka, diharapkan siswa bisa mendapatkan pengalaman langsung.

Picture and Picture merupakan metode pembelajaran aktif untuk mengarahkan perhatian peserta didik terhadap materi yang dipelajarinya (Suprijono, 2011). Metode pembelajaran Picture and Picture mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini menjadi faktor utama dalam proses pembelajaran. Sehingga sebelum proses pembelajaran guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau dalam bentuk carta dalam ukuran besar, jika di sekolah sudah menggunakan ICT dapat menggunakan power point atau software yang lain (Kurniadi, 2010).

Picture and Picture merupakan metode pembelajaran dimana guru akan menyediakan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi, meminta siswa untuk memasang gambar-gambar menjadi urutan yang logis, menanyakan alasan pemasangan gambar tersebut, kemudian siswa menanamkan konsep sesuai kompetisi yang akan dicapai (Suprijono, 2011).

Picture and Picture mengajak pada pemberian pengalaman langsung, siswa yang akan menjadi center dalam pembelajaran. Siswa yang akan membangun sendiri pengetahuannya dan akan selalu berperan aktif secara sosial dalam pembelajaran. Picture and Picture mempunyai kelebihan dapat melatih berfikir logis dan sistematis, menumbuhkan peran aktif siswa dalam pembelajaran

(25)

commit to user

(Fauzan, 2011). Terdapat kekurangan pada Picture and Picture yaitu memakan banyak waktu dan banyak siswa pasif karena siswa hanya akan menguasai materi sesuai dengan sub materi yang didapatkan, untuk mengantisipasi hal tersebut maka akan dibantu dengan Guided Note Taking agar semua materi dapat didapatkan oleh siswa dan bukan hanya sub materi yang didapatkannya.

Guided Note Taking atau catatan terbimbing merupakan salah satu strategi pembelajaran active learning yang dipilih untuk membantu penyampaian materi ajar. Guided Note Taking menggunakan handout dengan menyimpulkan poin-poin penting dari sebuah pelajaran yang disampaikan (Silberman, 2007).

Guided Note Taking atau catatan terbimbing adalah strategi pembelajaran dimana seorang guru menyiapkan suatu bagan, skema (handout) sebagai media yang dapat membantu siswa membuat catatan dalam meyimpulkan materi pelajaran.

Kelebihan dari strategi Guided Note Taking diantaranya memungkinkan siswa belajar lebih aktif secara berfikir karena memberikan kesempatan mengembangkan diri, fokus pada handout dan materi sehingga diharapkan mampu memecahkan masalah sendiri dengan menemukan (discovery). Terdapat kekurangan dari strategi Guided Note Taking sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa (Muttaqien, 2010). Kekurangan dalam Guided Note taking ini akan diantisipasi dengan pembelajaran Picture and Picture dimana Picture and Picture mampu mengetahui kemampuan masing-masing siswa (Fauzan, 2011).

Pembelajaran Picture and Picture yang diintergrasikan dengan Guided Note Taking (GNT) merupakan salah satu alternatif pembelajaran yang akan dikembangkan dimana siswa diminta untuk tetap aktif secara sosial dengan mengurutkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi, menanyakan alasan urutan gambar tersebut, kemudian siswa menanamkan konsep sesuai dengan kompetisi yang ingin dicapai. Tahap penanaman konsep disini akan menggunakan Guided Note Taking yang diterapkan sebagai catatan terbimbing, diharapkan selama penanaman konsep siswa terus aktif secra berfikir membangun sendiri pengetahuannya dengan melengkapi poin-poin yang kosong dalam handout.

Pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan keaktifan siswa, perhatian siswa, serta hasil belajar biologi.

(26)

commit to user

4 Pembelajaran Picture and Picture yang diintegrasikan dengan Guided Note Taking (GNT) ini akan dilengkapi dengan optimalisasi penggunaann alat peraga sehingga diharapkan siswa dapat lebih mudah memahami pelajaran biologi serta dapat meningkatkan hasil belajar biologi siswa. Kenyataan yang ada penggunaan alat peraga kurang dimaksimalkan oleh guru. Salah satu observasi yang dilakukan peneliti pada SMA Negeri 2 Boyolali, masih banyak guru yang kurang mengoptimalkan penggunaan alat peraga dalam kegiatan pembelajaran.

Adanya alat peraga diharapkan siswa lebih mudah mamahami konsep- konsep biologi, obyek yang sesungguhnya atau benda model yang mirip sekali dengan benda nyatanya, akan memberikan rangsangan yang amat penting bagi siswa untuk mempelajari tugas yang menyangkut keterampilan psikomotor (Anderson, 1987). Penanaman konsep disini dengan bantuan alat peraga diharapkan akan meningkatkan perhatian siswa. Asmani (2011) menyatakan jika dalam proses belajar perhatian siswa terpusat pada pesan yang dipelajari, maka proses dan hasil belajar akan semakin baik. Perhatian memegang peranan penting dalam kegiatan belajar berdasarkan pernyataan tersebut penggunaan alat peraga diharapkan akan membuat perhatian siswa meningkat.

Alat pelajaran yang lengkap dan tepat akan memperlancar penerimaan bahan pelajaran yang diberikan kepada siswa. Jika siswa mudah menerima pelajaran dan menguasainya, maka belajarnya akan menjadi lebih giat dan lebih maju (Slameto, 2003) sehingga hasil belajar juga akan meningkat. Alat merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pengajaran. Apabila alat pelajaran kurang dioptimalkan maka tujuan dari pengajaran menjadi kurang optimal (Fathurrohman dan Sutikno, 2007).

Pembelajaran Picture and Picture yang diintegrasikan dengan Guided Note Taking (GNT) merupakan salah satu solusi untuk membuat siswa lebih aktif dalam menerima pelajaran. Beberapa penelitian yang dilakukan Armana (2011) bahwa model Guided Note Taking mampu menarik perhatian siswa, siswa lebih berani dan termotivasi untuk bertanya dan memahami suatu konsep berdasarkan kreatifitas yang dimiliki. Penelitian Titsworth dan Kiewra dalam Makany (2009) bahwa penerapan catatan terbimbing menyumbang setengah dari varians dalam

(27)

commit to user

nilai akhir tes siswa. Sedangkan penelitian Blackwell (2005) bahwa sebuah catatan terbimbing dapat membuat siswa menjadi lebih aktif merespon selama kuliah atau pelajaran berlangsung sehingga catatan terbimbing dapat meningkatkan skor kuis siswa sehari-hari. Penelitian Wood dan Tinajero (2002) sebuah gambar dapat membangkitkan citra mental untuk membantu pembelajar mengingat istilah atau konsep, gambar dapat digunakan untuk memperkuat harfiah, berpikir kritis, dan kreatif. Eliaa, et al (2010) dalam penelitiannya menemukan bahwa buku gambar secara keseluruhan memiliki potensi kognitif.

Hasil penelitian bahwa semua gambar melayani dua fungsi yaitu representasi atau informasi dan menampilkan konten numerik.

Pembatasan masalah pada subyek penelitian siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Boyolali semester genap tahun pelajaran 2011/2012 dengan materi sistem reproduksi pada manusia. Integrasi pembelajaran Picture and Picture dengan Guided Note Taking yang disertai kelebihan dan kekurangan masing- masing dengan optimalisasi penggunaan alat peraga diharapkan dapat menjadi alternatif pembelajaran yang digunakan guru dalam mengajar biologi di kelas guna meningkatkan siswa dalam penguasaan konsep biologi sehingga meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hal tersebut di atas, maka perlu diteliti sejauh mana PENGARUH PENERAPAN PEMBELAJARAN PICTURE AND PICTURE DIINTEGRASIKAN DENGAN GUIDED NOTE TAKING (GNT) DISERTAI OPTIMALISASI PENGGUNAAN ALAT PERAGA TERHADAP HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas maka disusun sebuah rumusan masalah yaitu adakah pengaruh penerapan pembelajaran Picture and Picture diintegrasikan dengan Guided Note Taking (GNT) disertai optimalisasi penggunaan alat peraga terhadap hasil belajar biologi siswa?

(28)

commit to user

6 C. Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penerapan pembelajaran Picture and Picture diintegrasikan dengan Guided Note Taking (GNT) disertai optimalisasi penggunaan alat peraga terhadap hasil belajar biologi siswa.

D. Manfaat Penelitian 1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan tambahan pengetahuan pada tingkat teoritis kepada pembaca dan guru untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran Picture and Picture diintegrasikan dengan Guided Note Taking (GNT) disertai optimalisasi penggunaan alat peraga terhadap hasil belajar biologi siswa.

2. Manfaat Praktis

Penelitian ini dapat memberikan solusi nyata berupa langkah–langkah untuk mengetahui pengaruh penerapan pembelajaran Picture and Picture diintegrasikan dengan Guided Note Taking (GNT) disertai Optimalisasi penggunaan alat peraga terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk guru, siswa, sekolah dan penulis.

a. Bagi siswa, penelitian ini diharapkan dapat berguna memberikan suatu pengalaman belajar yang baru untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran biologi dan memberikan suasana belajar yang menyenangkan sehingga pelajaran biologi menarik dan tidak membosankan.

b. Bagi guru, penelitian ini merupakan masukan dalam memperluas pengetahuan dan wawasan mengenal metode dan strategi pembelajaran yang efektif dalam rangka meningkatkan hasil belajar biologi siswa pada ranah kognitif, afektif dan psikomotor.

c. Bagi sekolah, penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan dalam rangka perbaikan pembelajaran biologi yang mampu meningkatkan hasil belajar biologi siswa SMA Negeri 2 Boyolali.

(29)

commit to user

d. Bagi penulis, dapat memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan proses pembelajaran biologi melalui penerapan pembelajaran Picture and Picture diintegrasikan dengan Guided Note Taking (GNT) disertai optimalisasi penggunaan alat peraga.

(30)

commit to user 8 BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Teori dan Hasil Penelitian yang Relevan 1. Kajian Teori

a. Hasil Belajar Biologi 1) Belajar

Belajar merupakan bagian pokok dari sebuah pendidikan.

Melalui belajar inilah akan terjadi proses usaha yang berguna untuk mencapai tujuan hidupnya. Terdapat beberapa istilah mengenai belajar.

Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri yang dilakukannya secara terus- menerus dalam interkasi dengan lingkungannya (Slameto, 2003). Belajar merupakan tindakan dan perilaku siswa yang kompleks. Belajar hanya dialami oleh siswa sebagai tindakan, dimana siswa merupakan penentu terjadi atau tidaknya proses belajar. Proses belajar terjadi berkat siswa memperoleh sesuatu yang ada di lingkungan sekitar, tindakan belajar tentang suatu hal tersebut tampak sebagai perilaku belajar yang tampak dari luar (Dimyati dan Mudjiono, 2009).

Secara psikologi belajar adalah adanya perubahan kematangan bagi anak didik sebagai akibat belajar, sedangkan secara proses belajar adalah adanya interaksi antara peserta didik dengan pendidik sebagai proses pembelajaran. Perubahan kematangan ini akibat dari adanya proses pembelajaran, dan perubahan ini tampak pada perubahan tingkah laku yang dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan yang diperolehnya dari proses belajar (Sagala, 2003). Belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan oleh diri siswa tersebut yang berasal dari pengalamanya sendiri dengan interaksi lingkungan sekitar yang mengakibatkan perubahan kematangan yang tampak pada perubahan perilaku. Penjelasan tentang belajar diatas sejalan dengan pernyataan (Djamarah, 2011)

(31)

commit to user

bahwa belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungannya yang menyangkut ranah kognitif, afektif dan psikomotor. Dimyati dan Mudjiono (2009) memaparkan ciri-ciri umum pendidikan, belajar dan perkembangan yang dijelaskan melalui Tabel 2.1.

Tabel 2.1. Ciri-ciri umum pendidikan, belajar dan perkembangan

Unsur-unsur Pendidikan Belajar Perkembangan 1. Perilaku Guru sebagai

pelaku mendidik dan siswa yang terdidik

Siswa yang bertindak belajar atau pelajar

Siswa yang mengalami perubahan 2. Tujuan Membantu siswa

untuk menjadi pribadi yang utuh

Memperoleh hasil belajar dan pengalaman hidup

Memperoleh perubahan mental 3. Proses Proses interaksi

sebagai faktor eksternal belajar

Internal pada diri pebelajar

Internal pada diri pebelajar 4. Tempat Lembaga

pendidikan sekolah dan luar sekolah

Sembarang tempat

Sembarang tempat 5. Lama

waktu

Sepanjang hayat dan sesuai jenjang lembaga

Sepanjang hayat Sepanjang hayat 6. Syarat

terjadi

Guru memiliki kewibawaan pendidikan

Motivasi belajar kuat

Kemauan mengubah diri 7. Ukuran

keber- hasilan

Terbentuk pribadi terpelajar

Dapat

memecahkan masalah

Terjadinya perubahan positif 8. Faedah Bagi masyarakat

mencedaskan kehidupan bangsa

Bagi pebelajar mempertinggi martabat pribadi

Bagi pebelajar memperbaiki kemajuan mental 9. Hasil Pribadi sebagai

pembangun yang produktif dan kreatif

Hasil belajar sebagai dampak pengajaran dan pengiring

Kemajuan ranah kognitif, afektif dan psikomotor

(32)

commit to user

10

Berdasarkan Tabel 2.1 bahwa perbuatan dan hasil belajar itu dapat dimanifestasikan dalam wujud: pertambahan materi pengetahuan;

penguasaan pola-pola perilaku kognitif, perilaku afektif dan perilaku psikomotor; perubahan dalam sifat-sifat kepribadian. Setiap perilaku belajar tersebut selalu ditandai oleh ciri-ciri perubahan yang spesifik antara lain seperti yang dikemukakan berikut ini: belajar menyebabkan perubahan pada aspek-aspek kepribadian yang berfungsi terus-menerus yang berpengaruh pada proses belajar selanjutnya, belajar hanya terjadi melalui pengalaman yang bersifat individual, belajar merupakan kegiatan yang bertujuan yaitu arah yang ingin dicapai melalui proses belajar, belajar menghasilkan perubahan yang menyeluruh melibatkan keseluruhan tingkah laku secara integral, belajar adalah proses interaksi dari yang paling sederhana sampai pada kompleks (Sagala, 2003).

2) Pembelajaran

Pembelajaran merupakan tindakan membelajarkan siswa menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar yang merupakan penentu utama keberhasilan pendidikan. Pembelajaran merupakan proses komunikasi dua arah, proses mengajar yang dilakukan oleh guru sebagai pendidik sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik (Sagala, 2003).

Pembelajaran merupakan salah satu unsur penentu baik tidaknya lulusan yang dihasilkan oleh suatu sistem pendidikan, pembelajaran ibarat jantung dari proses pendidikan, pembelajaran yang baik cenderung menghasilkan lulusan yang baik, demikian pula sebaliknya pembelajaran yang kurang baik cenderung menghasilkan lulusan yang kurang baik pula (Asmani, 2011).

Pembelajaran dan pengajaran merupakan salah satu hal yang sangat berhubungan erat. Pembelajaran mempunyai makna leksikal yaitu proses, cara dan perbuatan mempelajari. Perbedaan yang mendasar pada pembelajaran dan pengajaran adalah pada tindak ajar. Pada pengajaran guru mengajar dan peserta didik belajar, sementara pada pembelajaran guru mengajar diartikan sebagai upaya guru mengorganisir lingkungan

(33)

commit to user

terjadinya pembelajaran. Guru yang mengajar dalam pandangan pembelajaran adalah guru yang menyediakan fasilitas belajar bagi peserta didikn untuk mempelajarinya. Subyek pembelajaran adalah peserta didik dan pembelajaran berpusat pada peserta didik. Pembelajaran merupakan dialog interaktif yang merupakan proses organik dan konstruktif, bukan mekanis seperti halnya pengajaran (Suprijono, 2010). Berbagai pengertian diatas mendasari bahwa pembelajaran merupakan komunikasi dua arah antara guru dan peserta didik dengan guru mengorganisir lingkungan terjadinya pembelajaran sehingga merupakan penentu keberhasilan pendidikan.

Langkah-langkah pembelajaran berdasarkan teori kondisioning operon sebagai berikut: mempelajari keadaan kelas, guru mencari dan menemukan perilaku siswa yang positif dan negatif, perilaku positif diperkuat dan perilaku negatif diperlemah atau dikurangi; langkah selanjutnya membuat daftar penguat positif, guru mencari perilaku yang lebih disukai oleh siswa, perilaku yang kena hukuman, dan kegiatan luar sekolah yang dapat dijadikan sebagai penguat; kemudian memilih dan menentukan urutan tingkah laku yang dipelajari serta jenis penguatnya dan membuat program pembelajaran (Dimyati dan Mujiono, 2009).

3) Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Belajar

Banyak faktor yang mempengaruhi belajar, sehingga terkadang hasil belajar kurang optimal dikarenakan adanya satu atau beberapa faktor yang belum terlaksana dengan baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi belajar siswa adalah faktor internal, faktor eksternal dan faktor pendekatan belajar. Faktor internal yaitu faktor dari dalam diri siswa yang meliputi keadaan atau kondisi jasmani dan rohani siswa.

Faktor eksternal yaitu faktor dari luar siswa yang meliputi kondisi lingkungan di sekitar siswa. Faktor pendekatan belajar (approach to learning), yaitu jenis upaya belajar siswa yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran materi-materi pembelajaran (Syah, 2009).

(34)

commit to user

12

Faktor yang mempengaruhi belajar dibagi menjadi 2 yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang ada dalam diri individu meliputi faktor jasmaniah, faktor psikologis, dan faktor kelelahan. Faktor jasmaniah meliputi kesehatan dan cacat tubuh.

Faktor psikologis meliputi intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, kesiapan dan faktor kelelahan meliputi kelelahan fisik dan kelelahan rohani. Faktor eksternal adalah faktor yang ada diluar individu meliputi faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat. Faktor keluarga meliputi cara orang tua mendidik, relasi antara anggota keluarga, suasana rumah, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orang tua dan latar belakang kebudayaan. Faktor sekolah meliputi metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran diatas ukuran, keadaan gedung, metode mengajar, tugas rumah. Faktor masyarakat meliputi kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul, bentuk kehidupan masyarakat (Slameto, 2003).

Berdasarkan kedua pendapat diatas terdapat kesamaan prinsip dalam hal faktor yang mempengaruhi belajar, (Syah, 2009) yang membagi menjadi 3 yaitu faktor internal, eksternal dan pendekatan belajar diringkas dalam 2 faktor yang mempengaruhi belajar menurut (Slameto, 2003) yaitu faktor internal dan eksternal, dalam hal ini faktor pendekatan belajar yang meliputi strategi dan metode yang digunakan siswa untuk melakukan kegiatan pembelajaran dimasukkan dalam faktor eksternal karena faktor pendekatan belajar merupakan faktor yang terdapat di luar individu siswa.

4) Hasil Belajar Biologi

Hasil belajar merupakan pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan ketrampilan (Suprijono, 2010). Hasil belajar pada hakikatnya adalah perubahan tingkah laku yang diperlihatkan setelah mereka menempuh pengalaman belajarnya melalui proses belajar mengajar. Perubahan tingkah laku sebagai hasil belajar

(35)

commit to user

mencakup ranah kognitif, afektif dan psikomotor (Sudjana, 2010).

Perubahan tingkah laku meliputi: perubahan yang terjadi secara sadar, bersifat kontinu dan fungsional, bersifat positif dan aktif, bukan bersifat sementara, bertujuan atau terarah, mencakup seluruh aspek tingkah laku, perubahan tingkah laku berdasarkan perubahan-perubahan tersebut merupakan hasil belajar (Slameto, 2003).

Biologi merupakan salah satu bagian dari Ilmu Pengetahuan Alam (Sains) yang pokok konsepnya adalah alam dan sekitarnya. Sains pada dasarnya mencari hubungan kausal antara gejala-gejala alam yang diamati. Pembelajaran sains mengembangkan kemampuan bernalar dan berfikir sistematis. Sains tidak hanya belajar dalam wujud pengetahuan deklaratif berupa fakta, konsep, prinsip, hukum, tetapi juga belajar tentang pengetahuan prosedural berupa cara memperoleh informasi, cara sains dan teknologi bekerja, kebiasaan bekerja ilmiah, dan ketrampilan berfikir. Belajar sains memfokuskan kegiatan pada penemuan dan pengolahan informasi melalui kegiatan mengamati, mengukur, mengajukan pertanyaan, mengklasifikasi, memecahkan masalah dan sebagainya. Pembelajaran sains menekankan pada pemberian pengalaman langsung. Terdapat tiga unsur utama dalam sains yaitu sikap manusia, proses atau metodologi, dan hasil atau produk yang satu sama lain tidak dapat dipisahkan (Wenno, 2008).

Hasil belajar biologi seperti didasarkan pada pembelajaran sains dapat diklasifikasikan menjadi tiga ranah afektif (sikap), psikomotor (proses) dan kognitif (produk). Ketiga ranah hasil belajar ini tidak dapat dipisahkan karena merupakan unsur penyusun sains (Wenno, 2008).

Pernyataan berikut mendasari bahwa pengambilan penilaian hasil belajar tidak boleh hanya diambil satu ranah saja seperti hanya kognitif, melainkan diambil tiga ranah secara menyeluruh baik kognitif, afektif maupun psikomotor.

(36)

commit to user

14

a) Ranah kognitif

Belajar kognitif bersentuhan dengan masalah mental. Obyek- obyek yang diamati dihadirkan dalam diri seseorang melalui tanggapan, gagasan, atau lambang yang merupakan sesuatu yang bersifat mental. Belajar kognitif sangat penting dan seseorang tidak dapat melepaskan diri dari belajar ini, karena kegiatan mental ketika berproses akan memberikan tanggapan terhadap objek-objek yang diamati (Djamarah, 2011).

Belajar kognitif merupakan peristiwa mental bukan peristiwa behavioral meskipun hal-hal yang bersifat behavioral tampak lebih nyata hampir dalam setiap peristiwa belajar, namun perilaku individu bukan semata-mata respons terhadap yang ada melainkan yang lebih penting karena dorongan mental yang diatur oleh otaknya (Suprijono, 2011).

Ranah kognitif berkenaan dengan hasil belajar intelektual yang terdiri dari enam aspek, yaitu: pengetahuan atau ingatan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi. Pengetahuan dan pemahaman merupakan kognitif tingkat rendah, sedangkan aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi merupakan kognitif tingkat tinggi (Sudjana, 2010). Tingkatan taksonomi Bloom yang meliputi pengetahuan, pemahaman, aplikasi, sintesis, dan evaluasi tersebut adalah taksonomi lama dan taksonomi Bloom yang baru meliputi mengingat, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta ditunjukkan pada Tabel 2.2.

Tabel 2.2. Perbedaan taksonomi Bloom lama dan baru

Tingkatan Lama Baru

C1 Pengetahuan (Knowledge) Mengingat (Remember) C2 Pemahaman (Understand) Memahami (Understand) C3 Penerapan (Apply) Menerapkan (Apply) C4 Analisis (Analyze) Menganalisis (Analyze) C5 Sintesis (Synthesis) Mengevaluasi (Evaluate) C6 Evaluasi (Evaluate) Mencipta (Create)

(37)

commit to user

Revisi taksonomi Bloom pada ranah kognitif (C) terdiri dari enam tingkatan. Tingkatan yang pertama yaitu C1 (mengingat) peserta didik diharapkan dapat mengambil pengetahuan dari memori jangka panjang yang meliputi mengenali dan mengingat kembali. Tingkatan C2 (memahami) yaitu mengkonstruksi makna dari materi pembelajaran, termasuk apa yang diucapkan, ditulis, dan digambar oleh guru yang meliputi menafsirkan, mencontohkan, mengklasifikasikan, merangkum, menyimpulkan, menjelaskan dan membandingkan. Tingkatan C3 (mengaplikasikan) yaitu menerapkan atau menggunakan suatu prosedur dalam keadaan tertentu yang meliputi mengeksekusi/melaksanakan dan mengimplementasikan.

Tingkatan C4 (menganalisis) yaitu memecah-mecah materi menjadi bagian penyusunnya kemudian menentukan hubungan-hubungan antar bagian itu serta hubungan antara bagian-bagian tersebut dan keseluruhan struktur atau tujuan yang meliputi membedakan, mengorganisasi, dan mengatribusikan. Tingkatan C5 (mengevaluasi) yaitu mengambil keputusan berdasarkan kriteria atau standar yang meliputi memeriksa dan mengkritik. Tingkatan C6 (mencipta) yaitu memadukan bagian-bagian untuk membentuk sesuatu yang baru dan koheren atau membuat produk yang orisinal yang meliputi merumuskan, merencanakan, dan memproduksi (Anderson dan Krathwohl, 2010).

b) Ranah afektif

Ranah afektif berkenaan dengan sikap yang terdiri dari lima aspek meliputi: penerimaan, jawaban atau reaksi, penilaian, organisasi dan internalisasi. Ranah afektif berkenaan dengan sikap dan nilai, tipe hasil belajar afektif tampak pada siswa pada berbagai perilaku diantaranya: perhatian terhadap pelajaran, disiplin, motivasi belajar, menghargai guru dan teman, kebiasaan belajar dan hubungan sosial (Sudjana, 2010). Kawasan afektif merupakan tujuan yang berhubungan dengan perasaan, emosi, sistem nilai, dan sikap hati

(38)

commit to user

16

(attitude) yang menunjukkan penerimaan atau penolakan terhadap sesuatu (Yamin, 2008).

Kategori ranah afektif sebagai hasil belajar dimulai dari kategori tingkat dasar sampai pada tingkat yang komplek. Jenis kategori ranah afektif sebagai hasil belajar adalah receiving atau attending, responding, valuing, organisasi dan karakterisasi nilai atau internalisasi nilai. Receiving atau attending, merupakan kepekaan dalam menerima rangsangan atau stimulasi dari luar yang datang kepada siswa dalam bentuk masalah, situasi atau gejala, hasil belajar penerimaan merupakan kemampuan untuk membedakan dan menerima perbedaan. Responding atau jawaban yaitu reaksi yang diberikan oleh seseorang terhadap stimulasi yang datang dari luar, hasil belajar penanggapan merupakan suatu komitmen yang berperan serta berdasarkan penerimaan. Valuing (penilaian) berkenaan dengan nilai dan kepercayaan terhadap gejala ataupun stimulus, hasil belajar penilaian merupakan keinginan untuk diterima, diperhitungkan dan dinilai orang lain. Organisasi yaitu perkembangan dari nilai ke dalam satu sistem organisasi, termasuk hubungan satu nilai dengan nilai yang lain dan hasil belajarnya merupakan kemampuan mengatur dan mengelola secara harmonis dan konsisten. Karakteristik nilai atau internalisasi nilai yaitu keterpaduan semua sistem nilai yang telah dimiliki seseorang yang mempengaruhi pola kepribadian dan tingkah lakunya, hasil belajarnya merupakan perilaku seimbang, harmonis dan bertanggung jawab (Sudjana, 2010; Yulaelawati, 2004).

c) Ranah psikomotor

Ranah psikomotor berkenaan dengan hasil belajar keterampilan (skill) dan kemampuan bertindak yang memerlukan koordinasi antara syaraf dan otot. Kawasan psikomotor adalah kawasan yang berhubungan dengan semua yang berhubungan dengan otot-otot oleh fikiran sehingga memperoleh tingkat keterampilan fisik tertentu (Yamin, 2008). Terdapat enam aspek ranah psikomotor

(39)

commit to user

meliputi gerakan refleks, keterampilan gerakan dasar, kemampuan perseptual, keharmonisan atau ketepatan, keterampilan kompleks, dan gerakan ekspresif interpretatif (Sudjana, 2010).

Gerakan refleks yaitu keterampilan pada gerakan yang tidak sadar ditunjukkan tanpa belajar dalam menanggapi stimulus.

Keterampilan pada gerakan-gerakan dasar, merupakan pola gerakan yang diwarisi dan terbentuk berdasarkan campuran gerakan refleks dan gerakan yang lebih kompleks. Kemapuan perseptual termasuk didalamnya membedakan visual, auditif dan motoris, hasil belajarnya berupa kewaspadaan berdasarkan perhitungan dan kecermatan.

Keterampilan di bidang fisik misalnya kekuatan, keharmonisan dan ketepatan. Gerakan-gerakan skill mulai dari keterampilan sederhana sampai keterampilan kompleks. Kemampuan yang berkenaan dengan komunikasi non-decursive seperti gerakan ekspresif dan interpretatif.

Hasil belajar ranah psikomotor ini tidak berdiri sendiri tetapi selalu berhubungan satu sama lain, bahkan ada dalam kebersamaan.

Seseorang yang berubah tingkat kognisinya sebenarnya dalam kadar tertentu telah beubah pula sikap dan perilakunya (Sudjana, 2010;

Yulaelawati, 2004).

b. Pembelajaran Picture and Picture 1) Metode pembelajaran

Keterampilan guru yang memegang peranan penting dalam pengajaran adalah pemilihan metode. Metode pembelajaran merupakan cara menyajikan bahan pelajaran kepada peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Berdasarkan pernyataan tersebut mendasari bahwa semakin tepat metode yang digunakan guru dalam proses belajar mengajar diharapkan semakin menambah keefektifan pencapaian tujuan pembelajaran. Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pengajaran akan menjadi kendala dalam pencapaian tujuan pembelajaran yang akan telah dirumuskan (Fathurrohman dan Sutikno, 2007). Metode

(40)

commit to user

18

pembelajaran merupakan cara melakukan ataupun menyajikan, menguraikan, memberi contoh, dan memberi latihan kepada siswa untuk mencapai tujuan tertentu (Yamin, 2008). Berbagai pengertian diatas mendasari bahwa metode pembelajaran adalah cara guru dalam menyajikan materi pembelajaran, menguraikan, memberi contoh dan latihan kepada peserta didik yang bertujuan untuk mencapai tujuan pembelajaran.

Beberapa ciri metode yang baik untuk pembelajaran diantaranya meliputi berpadunya metode dari segi tujuan dan alat; bersifat luwes, fleksibel, dan memiliki daya sesuai dengan watak siswa dan materi;

bersifat fungsional dalam menyatukan teori dengan praktek dan mengantarkan siswa pada kemapuan praktis; tidak mereduksi materi justru sebaliknya mampu mengembangkan materi; memberikan keleluasan pada siswa untuk menyatakan pendapatnya; mampu menempatkan guru dala posisi yang tepat, terhormat dalam keseluruhan proses pembelajaran (Fathurrohman dan Sutikno, 2007).

Metode pembelajaran menempati urutan kedua dalam proses pengajaran, setelah penguasaan materi (Asmani, 2011). Pemilihan metode dalam kegiatan belajar mengajar diharapkan memperhatikan beberapa prinsip yang mendasari pentingnya metode dalam proses belajar mengajar meliputi: prinsip motivasi dan tujuan belajar, prinsip kematangan dan perbedaan individual, prinsip penyediaan peluang dan pengalaman praktis, integrasi pemahaman dan pengalaman, prinsip fungsional, dan prinsip menggembirakan. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan metode diantaranya: tujuan yang hendak dicapai, materi pelajaran, peserta didik, situasi, fasilitas dan guru (Fathurrohman dan Sutikno, 2007).

2) Pembelajaran Picture and Picture

Picture and Picture merupakan metode pembelajaran aktif, hakikat pembelajaran aktif adalah untuk mengarahkan perhatian peserta didik terhadap materi yang dipelajarinya. Langkah-langkah pembelajaran

(41)

commit to user

Picture and Picture meliputi guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai, kemudian guru menyajikan materi sebagai pengantar. Tahap selanjutnya yaitu guru menunjukkan atau memperlihatkan gambar- gambar kegiatan yang berkaitan dengan materi, kemudian guru menunjuk atau memanggil siswa secara bergantian dan memberikan instruksi untuk memasang atau mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis. Langkah berikutnya yaitu guru menanyakan alasan atau dasar pemikiran urutan gambar tersebut, dari alasan atau urutan gambar tersebut guru mulai menanamkan konsep atau materi sesuai dengan kompetisi yang ingin dicapai. Langkah akhir dari pembelajaran ini adalah memberikan kesimpulan atau rangkuman (Suprijono, 2010;

Asmani, 2011).

Pembelajaran Picture and Picture ini dilakukan dengan memodifikasi langkah pembelajaran dengan berdasarkan pada hakikat pembelajaran Sains yang menekankan pada konstruktivisme.

Konstruktivisme menekankan bahwa pengetahuan bukan seperangkat fakta, konsep atau kaidah yang harus selalu di terima siswa dan harus diingat, siswa harus membangun pengetahuannya sendiri sehingga mampu memberi makna melalui pengalaman yang nyata. Batasan konstruktivisme memberikan penekanan bahwa konsep bukanlah tidak penting dalam pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa, akan tetapi bagaimana setiap konsep tersebut memberikan pedoman yang nyata terhadap siswa untuk diaktualisasikan dalam dunia nyata (Rusman, 2011). Lingkungan pembelajaran konstruktivisme mengutamakan dan memfasilitasi peran aktif siswa. Lingkungan pembelajaran konstruktivisme mengubah fokus penyebaran informasi dari guru yang mendorong peran pasif siswa menjadi otonomi dan refleksi siswa yang mendorong peran aktif siswa, dengan mengembangkan sendiri pengetahuan yang dimilikinya (Jacobsen, et al, 2009).

Ciri-ciri konstruktivisme adalah belajar merupakan pembangunan pengetahuan berdasarkan pengalaman atau pengetahuan

(42)

commit to user

20

yang telah ada sebelumnya, belajar merupakan penafsiran seseorang tentang dunia, belajar merupakan proses yang aktif dimana pengetahuan dikembangkan berdasarkan pengalaman dan perundingan serta belajar perlu diaktualisasikan dalam dunia yang nyata (Yulaelawati, 2004).

Berdasarkan beberapa pernyataan tentang konstruktivisme maka dalam pembelajaran Picture and Picture ini pada tahap keenam dimodifikasi dari guru menanamkan konsep atau materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai dari alasan urutan gambar menjadi guru meminta siswa untuk membangun sendiri konsep pembelajaran dengan alasan atau dasar pengurutan gambar tersebut.

Pembelajaran ini mengandalkan gambar sebagai media dalam proses pembelajaran. Gambar-gambar ini merupakan faktor utama dalam proses pembelajaran Picture and Picture, sebelum proses pembelajaran guru sudah menyiapkan gambar yang akan ditampilkan baik dalam bentuk kartu atau dalam bentuk carta dalam ukuran besar, jika di sekolah sudah menggunakan ICT dalam menggunakan Power Point atau software yang lain dapat juga dimanfaatkan (Kurniadi, 2010). Penerapan metode pembelajaran Picture and Picture berdasar pada teori bahwa pembelajaran yang dilakukan antara guru dan siswa harus mengacu pada peningkatan aktivitas siswa. Pembelajaran dengan melibatkan siswa untuk berperan dalam kegiatan pembelajaran akan mengembangkan kapasitas belajar dan potensi siswa. Hubungan antara siswa dan guru menurut (Yamin, 2007) dapat dilihat pada Gambar 2.1.

Gambar 2.1. Skema hubungan antara guru dan siswa dalam pembelajaran

Guru Siswa

Merangsang peran aktif dan partisipasi

(43)

commit to user c. Pembelajaran Guided Note Taking

1) Pengertian pembelajaran aktif

Selama ini proses pembelajaran lebih sering diartikan sebagai guru menjelaskan materi dan siswa mendengarkan secara pasif. Telah banyak ditemukan bahwa kualitas pembelajaran akan meningkat jika para siswa mengalami proses pembelajaran dan memperoleh kesempatan yang luas untuk bertanya, berdiskusi, dan menggunakan secara aktif pengetahuan baru yang diperoleh, dengan demikian materi pembelajaran cenderung dapat dipahami dan dikuasai secara lebih baik. Pembelajaran aktif merupakan suatu pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk belajar secara aktif, ketika peserta didik aktif berarti mereka yang mendominasi pembelajaran. Mereka akan menggunakan otak secara aktif baik untuk menemukan ide pokok dari materi pembelajaran, memecahkan persoalan atau mengaplikasikan apa yang mereka pelajari kedalam kehidupan nyata. Pembelajaran aktif ini mengajak peserta didik turut serta dalam pembelajaran, tidak hanya mental tetapi juga melibatkan fisik. Pembelajaran aktif diharapkan merupakan pembelajaran yang menyenangkan, sehingga siswa akan lebih bersemangat dalam belajar sehingga diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar siswa (Zaini, dkk, 2008).

Pembelajaran aktif tidak terlepas dari belajar aktif siswa itu sendiri. Belajar aktif sangat diperlukan seorang siswa untuk mendapatkan hasil belajar secara maksimum. Kecenderungan siswa untuk mudah melupakan materi pelajaran yang diberikan guru akan terjadi jika siswa pasif dalam menerima pelajaran. Belajar aktif adalah salah satu cara untuk mengikat informasi yang baru kemudian menyimpannya ke dalam otak. Berikut ini karena salah satu faktor yang menyebabkan informasi cepat dilupakan adalah faktor kelemahan otak manusia itu sendiri, belajar yang hanya mengandalkan indera pendengaran mempunyai beberapa kelemahan padahal hasil belajar seharusnya disimpan pada waktu yang lama (Zaini, dkk, 2008). Kegiatan belajar merupakan belajar aktif

Referensi

Dokumen terkait

MELALUI PENERAPAN GUIDED NOTE TAKING DENGAN BANTUAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS VIIC SMP NEGERI 24 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2008/2009”..

Eksperimentasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Dengan Guided Note Taking (GNT) Pada Materi Bangun Ruang Sisi Datar Ditinjau Dari Kemampuan Penalaran

Kesimpulan dalam penelitian adalah penerapan model pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPA SMA YABT Manokwari..

Angket dalam penelitian ini digunakan untuk memperoleh data tentang kecerdasan emosional siswa pada model pembelajaran GNT (Guided Note Taking) dan discovery yang

Berdasarkan pembahasan hasil penelitian yang telah dilakukan, ditarik simpulan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Picturen And Picture dapat meningkatkan

PENGGARUH MODEL PEMBELAJARAN GUIDED NOTE TAKING GNT BERBANTUKAN MEDIA VIDEO TERHADAP HASIL BELAJAR MATERI BAGIAN-BAGIAN TUMBUHAN KELAS IV SD NEGERI TANAH BARA Skripsi Diajukan

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan implementasi strategi pembelajaran aktif tipe Guided Note Taking GNT pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam di SMAN Darussholah

SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan model pembelajaran Guided Note Taking GNT terhadap hasil belajar