• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.3 Populasi dan Sampel

3.3.3 Teknik Pengambilan Sampel

Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling. Nonprobability sampling adalah tenik yang tidak

memberi kesempatan/peluang yang sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Jenis teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Purposive Sampling. Purposive Sampling adalah teknik

n= 𝑁

1+𝑁𝑒2

penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. (Sugiyono, 2012). Pertimbangan yang dimaksud dalam penelitian ini ialah responden yang diminta untuk mengisi kuesioner harus memenuhi kriteria, yaitu:

1. Konsumen My Burger Coffee

2. Konsumen yang pernah datang ke My Burger Coffee sebanyak minimal 2 kali.

3. Konsumen yang berusia minimal 16 tahun 3.4 Hipotesis

Menurut Suharsimi (2006) hipotesis adalah suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap suatu permasalahan penelitian sampai terbukti melalui data yang terkumpul, setelah menetapkan anggaran dasar, dengan demikian kebenaran dari teori ini masih perlu diuji. Hipotesis yang akan di ajukan dalam penelitian ini adalah :

Hipotesis 1:

H0: Variabel Diferensiasi Produk (X1) tidak berpengaruh terhadap Loyalitas konsumen (Y) pada My Burger Coffe.

Ha: Variabel Diferensiasi Produk (X1) berpengaruh terhadap Loyalitas konsumen (Y) pada My Burger Coffe

Hipotesis 2:

Ha: Variabel Inovasi Produk (X2) tidak berpengaruh terhadap Loyalitas konsumen (Y) pada My Burger Coffe.

H0: Variabel Inovasi Produk (X2) berpengaruh terhadap Loyalitas konsumen (Y) pada My Burger Coffe.

Hipotesis 3:

H0: Variabel Diferensiasi Produk (X1) dan Variabel Inovasi Produk (X2) tidak berpengaruh terhadap Loyalitas konsumen (Y) pada My Burger Coffe.

Ha: Variabel Diferensiasi Produk (X1) dan Variabel Inovasi Produk (X2) berpengaruh terhadap Loyalitas konsumen (Y) pada My Burger Coffe.

3.5 Defenisi Konsep

Variabel penelitian adalah obyek penelitian/apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian (Suharsimi, 2006). Dalam penelitian ini variabel- variabelnya adalah sebagai berikut:

1. Variabel Terikat ( Y )

Loyalitas konsumen merupakan kesediaan konsumen untuk terus

berlangganan pada suatu perusahaan dalam jangka panjang, dengan membeli dan menggunakan barang atau jasanya secara berulang-ulang, serta dengan sukarela merekomendasikannya kepada orang lain

2. Variabel Bebas ( X )

Adalah sesuatu yang mempengaruhi variabel terikat. Dalam penelitian ini, variabel bebasnya adalah :

a. Diferensiasi (X1)

Diferensiasi adalah penciptaan suatu produk atau citra produk yang cukup berbeda dengan produk-produk yang telah beredar dengan maksud untuk menarik konsumen. Indikator-indikator dari diferensiasi produk adalah : Bentuk (Form), keistmewaan/fungsi (feature), kualitas kinerja (perfonmance quality), daya tahan (durability), keandalan (reliability), gaya (style), rancangan (design), dan keunikan (unique).

b. Inovasi Produk (X2)

Inovasi produk adalah Inovasi yang digunakan dalam keseluruhan operasi perusahaan dimana sebuah produkbaru diciptakan dan dipasarkan, termasuk inovasi di segala proses fungsionil/kegunaannya. Indikator-indikator dari inovasi produk adalah : Perluasan lini (line extensions), Produk baru (me too – product), Produk benar – benar baru (new – to – the – world - product), Teknologi ( technology), dan keunggulan (excellence)

c. Loyalitas Konsumen (Y)

Loyalitas konsumen adalah suatu komitmen yang sangat mendalam dari pelanggan untuk membeli kembali suatu produk yang disukai secara konsiten dimasa yang akan dating. Lovelock dan Wright dalam (Jasfar, 2012) mengemukakan bahwa loyalitas konsumen merupakan kesediaan konsumen untuk terus berlangganan pada suatu perusahaan dalam jangka panjang, dengan membeli dan menggunakan barang atau jasanya secara berulang-ulang, serta dengan sukarela merekomendasikannya kepada orang lain. Indikator loyalitas konsumen menurut Tjiptono 2000 yaitu: Melakukan pembelian secara konsisten konsumen membeli kembali produk yang sama yang ditawarkan oleh perusahaan, merekomendasikan produk perusahaan kepada oarang lain konsumen melakukan komukasi dari mulut kemulut berkenaan dengan produk tersenut kepada orang lain, konsumen tidak akan beralih ke produk pesaing konsumen tidak tertarik terhadap produk sejenis dari perusahaan lain.

3.6 Definisi Operasional

Definisioperasional merupakan pemaparan definisi variabel san indikator penelitian yakni uraian dari konsep yang sudah dirumuskan berupa indikator yang menguji suatu variabel. Berikut merupakan tabel definisi operasional penelitian ini:

Tabel 3. 1 Definisi Operasional

Variabel Definisi variabel Indikator Sumber Diferensiasi berbeda dengan produk produk pesaing dengan maksud untuk menarik konsumen. inovasi di segala proses fungsionil/kegunaan. konsumen untuk terus berlangganan pada suatu perusahaan dalam jangka panjang dengan

membeli atau

1. Melakukan pembelian secara konsisten.

3.7 Skala Pengukuran Variabel

Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif. Dengan skala pengukuran, maka nilai variabel yang dapat diukur dengan instrument tertentu dapat dinyatakan dalam bentuk angka sehingga akan lebih akurat, efisien dan komunikatif. Dalam penelitian yang dilakukan, peneliti menggunakan pengukuran skala variabel dengan skala ikert. Skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompak orag tentang fenomena sosial. Dalam penelitian, fenomena sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel peneliti Sugiyono (2010).

Dengan skala likert, maka variabel yang diukur akan dijabarkan menjadi indicator variabel. Kemudian indicator tersebut dijadikan titik tolak untuk menyusun item-item instrument yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan.

Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif yang berupa kata kata, Sangat Setuju (SS), Setuju (S), Netral (N), Tidak Setuju (TS), Sangat Tidak Setuju (STS). Untuk keperluan analisis kuantitatif, maka dapat diberi skor yang ditunjukkan pada tabel 3.2.

Tabel 3. 2 Tabel Penentuan Skor No Alternative Jawaban Skor

1 Sangat Setuju 5

2 Setuju 4

3 Netral 3

4 Tidak Setuju 2

5 Sangat Tidak Setuju 1

Sumber : Sugiono (2010:94)

3.8 Teknik Pengumpulan Data

1. Data Primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data Sugiyono (2010). Data responden diperoleh peneliti dari kuesioner yang di berikan kepada seluruh responden penelitian.

2. Data Sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data Sugiyono (2010). Data sekunder merupakan data mengenai jurnal, buku-buku, penelitian terdahulu, tulisan-tulisan yang ada relevansinya dengan masalah yang diteliti, dan studi dokumentasi.

3. Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab Sugiyono (2010).

3.9 Metode Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kuantitatif dengan mengguakan aplikasi statistic (SPSS). Adapun metode statistik yang digunakan adalah:

3.9.1 Uji Instrumen

Uji instrumen penelitian memiliki peran penting dalam penelitian kuantitatif karena kualitas data ditentukan oleh kualitas instrumen yang digunakan dengan maksud data yang digunakan dapat mewakili keadaan yang sedang diukur pada diri sampel penelitian. Pengujian instrumen mempunyai dua dimensi yaitu validitas daata dan reliabilitas data. Suatu penelitian yang bermutu haruslah didukung oleh ke dua pengujian tersebut agar dapat meyakinkan pihak eksternal (Sinulingga, 2015).

3.9.1.1 Uji Validitas

Validitas data ialah suatu ukuran yang mengacu kepada derajat kesesuaian antara data yang dikumpulkan dan data sebenarnya dalam sumber data. Uji validitas dilakukan dengan analisis korelasi menggunakan rumus Korelasi Product Moment yang dikembangkan oleh Pearson (Sinulingga, 2015) yaitu sebagai berikut:

οƒ₯ οƒ₯ οƒ₯ οƒ₯ οƒ₯ οƒ₯ οƒ₯

keterangan, n = jumlah data observasi

rxy = koefisien korelasi antara X dan Y xi = skor variabel independen X yi = skor variabel dependen Y pengambilan keputusan :

1) H0 diterima, apabila sig < 0.05 (5%), dapat dikatakan valid.

2) H1 ditolak, apabila sig > 0.05 (5%), dapat dikatakan valid.

Uji validitas kuesioner penelitian ini juga menggunakan bantuan software

bantuan program SPSS version 20.0 Linux for windows. Pengambilan keputusan berdasarkan nilai p value signifikan kurang dari 0,05 (5%) maka item pertanyaan tersebut dinyatakan valid dan sebaliknya jika nilai p value atau signifikasi sama dengan atau lebih dari 0,05 (5%) dinyatakan tidak valid.

Kriteria pengujian validitas menurut Husein umar (2000) adalah sebagai berikut : 1. Jika r hitung > r tabel, maka pernyataan tersebut valid.

2. Jika r hitung < r tabel, maka pernyataan tersebut tidak valid.

3.9.1.2 Uji Realibilitas

Uji realibilitas adalah alat ukur berkenaan dengan derajat konsistensi dan stabilitas data yang dihasilkan dari proses pengumulan data dengan menggunakan instrumen tersebut (Sinulingga, 2015). Suatu instrumen dapat dikatakan valid reliable bila jawaban sampel terhadap pernyataan adalah stabil dan konsisten dari

waktu ke waktu. Butir kuesioner yang dinyatakan valid dalam uji validitas kemudian ditentukan reliabilitasnya dengan kriteria:

1. Jika nilai koefisien reliabilitas (alpha) > 0.6 maka dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut memiliki reliabilitas yang baik.

2. Jika nilai koefisien reliabilitas (alpha) < 0.6 maka dapat disimpulkan bahwa instrumen tersebut memiliki reliabilitas yang tidak baik.

3.9.2 Uji Asumsi Klasik

Syarat asumsi klasik yang harus dipenuhi model regresi berganda sebelum data tersebut dianalisis adalah sebagai berikut:

3.9.2.1 Uji Normalitas

Uji Normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah distribusi sebuah data mengikuti atau mendekati distribusi normal, yaknni distribusi data dengan bentuk

lonceng dan distribusi data tersebut tidak menceng ke kiri atau menceng ke kanan.Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan pendekatan Kolmogorov-smirvov dan pendekatan grafik plot. Kolmogorov-Kolmogorov-smirvov dengan menggunakan tingkat signifikan 5% (0,05) maka jika nilai Asymp.Sig.2-tailed) di atas nilai signifikan 5% artinya variabel residual berdistribusi normal dan uji normalitas dengan pendekatan grafik plot atau Normal P-P Plot of Regresion Standarized Residual adalah jika data menyabar di sekitar garis dan mengikuti arah garis

diagonal maka data berdistribusi normal.

3.9.2.2 Uji Multikolineritas

Multikolinearitas berarti adanya hubungn linear yang sempurna atau pasti di antara beberapa atau semua variabel yang menjelaskan dari model regresi. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas dapat dilakukan dengan melihat toleransi variabel dan VarianteInflation Factor (VIF) dengan membandingkan sebagai berikut :

1. Mempunyai angka tolerance mendekati 1 2. VIF < 10 maka tidak terdapat multikolinearitas

3.9.2.3 Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah sebuah grup mempunyai varian yang sama di antara anggota grup tersebut. Artinya, jika varian variabel independen adalah konstan (sama) untuk nilai tertentu variabel independen disebut homoskedastisitas. Sedangkan, heteroskedastisitas di uji dengan menggunakan uji gleyser dengan pengambilan keputusan jika variabel independen signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen, maka ada indikasi

terjadi heteroskedastisitas. Jika probabilitas signifikan di atas tingkat kepercayaan 5% (0,05) dapat disimpulkan model regresi tidak mengarah adanya heteroskeda

3.9.3 Analisis Regresi Linear Berganda

Metode analisis data penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Metode analisis linear berganda digunakan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas Diferensiasi dan Inovasi terhadap variabel terikat loyalitas konsumen akan diketahui mengunakan metode ini.

Secara umum regresi berganda antara variabel bebas (X) dan variabel terkait (Y) mengikuti persamaan Y = a + b1X1 + b2X2 + e

Keterangan Y = Variabel Loyalitas konsumen a = Konstanta Regresi

b1,b2 = Koefisien Regresi untuk masing-masing variabael bebas X1 = Diferensiasi produk

X2 = Inovasi produk 3.9.4 Uji Hipotesis

3.9.4.1 Uji Persial (Uji-T)

Untuk mengetahui kebenaran penerimaan hipotesa maka dilakukan uji T yaitu dnega membandingkan t-hitung dengan t-tabel. Dalam perhiyungan dipakai signifikansi 5% dan rumus t-hitung yang digunakan adalah:

π‘Ÿπ’™π’š = π’“π’™π’šβˆšπ’βˆ’πŸ 𝟏 βˆ’ π’“π’™π’šπŸ

Apabila:

1. Jika t hitung > t tabel hipotesis diterima (Ha)

3.9.4.2 Uji Simultan (Uji-F)

Uji F atau uji koefisien regresi secara secara serentak atau keseluruhan, untuk mengetahui adanya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Priyanto, 2014).

Adapun kriteria sebagai berikut :

1. Jika F hitung > F tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima 2. Jika F hitung < F tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak 3.9.4.3 Uji koefisien Determinasi (π‘ΉπŸ)

Menurut (Ghozali, 2009) koefisien determinasi (goodness of fit) yang dinotasikan dengan R2 merupakan suatu ukuran yang penting dalam regresi.

Determinasi mencerminkan kemampuan variabel dependen. Tujuan analisis ini yaitu untuk menghitung besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai R2 menunjukkan seberapa besar proporsi dari total variasi variabel tidak bebas yang dapat dijelaskan oleh variabel penjelasnya. Semakin tinggi nilai R2 maka semakin besar proporsi dari total variasi dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen. Adapun rumus koefisien determinasi yaitu:

KD= r2 x 100%

Keterangan :

KD : Koefisien Determinasi π‘Ÿ2 : Koefisien Korelasi Produk

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum

4.1.1 Gambaran Perusahaan

My Burger Coffee adalah suatu usaha bisnis yang bergerak dalam bidang cafe yang sudah berdiri sejak tahun 2016 ini. Awal berdirinya My Burger Coffee menjadi pusat perhatian bagi masyarakat disebabkan karena bangunan dari My Burger Coffee yang begitu menarik dengan konsep bangunan Belanda. My Burger Coffee juga menyediakan berbagai konsep yang dibilang sangat menarik untuk semua kalangan masyarakat dan juga menyediakan berbagai suatu fasilitas yang lengkap. My Burger Coffee juga memilki senjata pemasaran yang sangat cukup efektif untuk dilaksanakan oleh pemilik My Burger Coffee supaya semakin menarik minat konsumen yaitu dengan cara menghadirkan suatu menu andalan yang sangat berbeda dari cafe-cafe yang lainnya, salah satunya yaitu menu Burger Hitam yang dimana proses pembuatannya terbilang sangat menarik dikarenakan burger hitam tersebut terbuat dari tinta cumi yang digunakan untuk bahan pewarna pada roti, dan kemudian dilengkapi berbagai olahan isi burger yang menjadi ciri khas dari My Burger Coffee. β€œBurger Hitam” menjadi Diferensiasi Produk yang dimiliki cafe My Burger Coffe untuk membedakan tawarannya dengan para pesaing di bidang kuliner lainnya.

Disamping itu konsep dari tempat tersebut menyediakan tema vintage klasik didalam ruangan maupun diluar ruangan dengan berbagai ornamen-ornamen yang sangat menarik di setiap sudut ruangan My Burger Coffee dan menyediakan berbagai konsep-konsep unik yang bertemakan hallowen, bajak laut, Gatsby Night,

Pinky Night, dan sebagainya. Sehingga banyak masyarakat terutama kaum anak

muda di Kota Medan yang tertarik untuk datang berfoto dan menikmati makanan dan minimuan yang unik yang telah disajikan oleh My Burger Coffee. Jika berada disini kita juga akan mendapat banyak fasilitas sebagai hiburan seperti wifi, live music yang akan ada setiap hari terkecuali malam senin, hingga karokean pada salah satu rungan yang sudah disediakan ataupun para pekerja yang memakai kostum sesuai dengan tema yang sudah ditentukan sehingga suasana akan bervariasi setiap harinya. Disini juga tepat untuk merayakan perayaan kecil-kecilan bersama teman-teman atau jika kalian kebetulan sadang berulang tahun tepat saat berada disini maka akan mendapatkan potongan harga special. Selain itu, My Burger Coffee juga meyediakan ruangan VIP untuk para konsumen yang ingin menikmati waktunya tanpa diganggu maupun difungsikan sebagai ruangan rapat kerja.

My Burger Coffee sudah berdiri kurang lebih 3 tahun, dan terus mengalami perkembangan, tidak pernah sepi pengunjung dan sudah memiliki 18 karyawan yang bekerja dengan sistem shift yang terdiri dari 2 shift yaitu pagi dan malam.

4.1.2. Logo Perusahaan

Gambar 4.1

4.2 Penyajian Data

Data pada penelitian ini dikumpulkan oleh peneliti dengan cara menyebarkan kuesioner kepada seluruh konsumen My Burger Coffee di Medan.

Kuesioner yang disebarkan sebanyak 99 kuesioner. Tingkat pengembalian sebanyak 100%, dari 99 kuesioner yang terkumpul peneliti menggunakan seluruh kuesioner yang terkumpul karena jawaban dari responden sudah lengkap dan layak untuk dijadikan sebagai data untuk melanjutkan penelitian. Berikut tabel data dari responden dalam penelitian ini.

4.2.1 Jenis Kelamin Responden

Berdasarkan jenis kelamin responden dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua bagian yaitu pria dan wanita. Hasil analisis data berdasarkan jenis kelamin ditunjukkan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.1

Identitas Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%)

1 Laki – Laki 56 56,56%

2 Perempuan 43 43,43%

Total 99 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 99 responden, konsumen My Burger Coffee di Kota Medan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 56,56%

dan perempuan sebanyak 43,43%.

4.2.2 Usia Responden

Berdasarkan usia responden dalam penelitian ini dibedakan menjadi lima bagian,yaitu 16-20 tahun, 21-25 tahun, 26-30 tahun, 31-35 tahun, dan > 35 tahun.

Hasil analisis data berdasarkan usia ditunjukkan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.2

Identitas Responden Berdasarkan Usia

No Usia Jumlah Persentase (%)

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 99 responden, konsumen My Burger Coffee Kota Medan secara dominan berada pada golongan usia 21-25 tahun, hal ini dikarenakan pada usia 21-25 tahun banyak didominasi mahasiswa dan mahasiswa lebih banyak menghabiskan waktu nongkrong sambil beraktifitas di My Burger Coffee.

4.2.3 Pendidikan Terakhir Responden

Berdasarkan pendidikan terakhir responden dalam penelitian ini dibedakan menjadi empat bagian, yaitu SMA, D3, S1, dan lainnya. Hasil analisis data berdasarkan pendidikan terakhir ditunjukkan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.3

Identitas Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir No Pendidkan

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 99 responden, konsumen My Burger Coffee di Kota Medan memiliki pendidikan terakhir pada jenjang Sarjana

S1, hal ini berbanding lurus dengan usia dominan konsumen My Burger Coffee yang berada pada kalangan mahasiswa.

4.2.4. Pembelian Produk

Berdasarkan berapa kali melakukan pembelian produk dalam penelitian ini dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu 2 kali, 3-5 kali, dan > 6 kali. Hasil analisis data berdasarkan melakukan pembelian produk ditunjukkan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.4

Indentitas Responden Berdasarkan Berapa Kali Melakukan Pembelian Produk

No Pembelian Produk Jumlah Persentase (%)

1 2 Kali 20 20,20%

2 3-5 Kali 37 37,37%

3 >6 Kali 42 42,42%

Total 99 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 99 responden penelitian ini didominasi oleh responden yang melakukan pembelian produk sebanyak >6 kali, di karenakan My Burger Coffee menyajikan makanan dan minuman sesuai dengan keinginan konsumen sehingga My Burger Coffee memiliki pelanggan yang datang berulang kali.

4.2.5 Diferensiasi (X1)

Berikut ini akan disajikan tabel-tabel pendistribusian dari pernyataan yang diajukan didalam kuesioner penelitian. Tabel distribusi tersebut merupakan hasil pendistribusian pernyataan yang termasuk dalam variabel Diferensiasi (X1).

Tabel 4.5

Jawaban Responden tentang produk My Burger Cofee mempunyai ciri yang khas

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 21 21,2%

2 Setuju 67 67,7%

3 Netral 7 7,1%

4 Tidak Setuju 2 2%

5 Sangat Tidak Setuju 2 2%

Total 99 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 99 responden, konsumen memilih setuju sebanyak 67,7% di karenakan My Burger Coffe memilki makanan yang khas seperti Burger Hitam.

Tabel 4.5

Jawaban responden tentang produk My Burger Coffee memiliki citra rasa yang unik

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 19 19,2%

2 Setuju 71 71,7%

3 Netral 4 4,0%

4 Tidak Setuju 3 3,0%

5 Sangat Tidak Setuju 2 2,0%

Total 99 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 99 responden, konsumen My Burger Coffee memilih satuju sebanyak 71,7% di karenakan citra rasa yang di sajikan oleh My Burger Coffee berbeda dengan pesaing.

Tabel 4.6

Jawab responden tentang anda merasakan perbedaan kualitas yang lebih baik dari produk My Burger Coffee dibandingkan produk serupa dari

tempat lain

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 11 11,1%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan 4.7 diketahui bahwa apakah anda merasakan perbedaan kualitas yang lebih baik dari produk My Burger Coffee dibandingkan produk serupa dari tempat lain, hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuesoner yang dianalisis dan disebarkan mayoritas responden menjawab 42,4% setuju dengan perbedaan kualitas yang lebih baik dari produk My Burger Coffee dibandingkan produk serupa dari tempat lain, dikarenakan produk ditawarkan My Burger Coffee memiliki produk baru yang tidak ada ditempat lain.

Tabel 4.7

Jawaban responden tentang produk My Burger Coffee memiliki daya tahan yang lama

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 12 12,1%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan 4.8 diketahui bahwa apakah produk My Burger Coffee

dianalisis dan disebarkan mayoritas responden menjawab 54,5% setuju dengan produk My Burger Coffee memiliki daya tahan yang lama, dikarenakan daya tahan sesuai dengan produk yang disajikan.

Tabel 4.8

Jawaban responden tentang produk My Burger Coffee memiliki keunggulan dari produk lain yang dijual oleh pesaing

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 31 31,3%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan 4.9 diketahui apakah produk My Burger Coffee memiliki keunggulan dari produk lain yang dijual oleh pesaing, hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuesoner yang dianalisis dan disebarkan mayoritas responden menjawab 59,6% setuju dengan produk My Burger Coffee memiliki keunggulan dari produk lain yang dijual oleh pesaing, dikarenakan produk yang ditawarkan My Burger Coffee cita rasa dan desain yang berbeda.

Tabel 4.9

Jawaban responden tentang produk My Burger Coffee mempunyai nilai plus di mata konsumen

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 23 23,2%

Berdasarkan tabel 4.10 apakah produk My Burger Coffee mempunyai nilai plus di mata konsumen, hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuesoner yang dianalisis dan disebarkan mayoritas responden menjawab 65,7% setuju dengan produk My Burger Coffee mempunyai nilai plus di mata konsumen, dikarenakan My Burger Coffee memiliki pelayanan yang baik sesuai keinginan para konsumen.

Tabel 4.10

Jawaban responden tentang produk My Burger Coffee memiliki tampilan bervariasi yang dapat mempengaruhi selera konsumen

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 18 18,2%

2 Setuju 64 64,6%

3 Netral 12 12,1%

4 Tidak Setuju 5 5,1%

5 Sangat Tidak Setuju - -

Total 99 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan tabel 4.10 apakah produk My Burger Coffee memiliki tampilan bervariasi yang dapat mempengaruhi selera konsumen, hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuesoner yang dianalisis dan disebarkan mayoritas responden menjawab 64,6% setuju dengan produk My Burger Coffee memiliki tampilan bervariasi yang dapat mempengaruhi selera konsumen, dikarenakan tampilan yang disajikan My Burger Coffee terhadap produk yang disajikan menarik para konsumen.

|

Tabel 4. 11

Jawaban responsen tentang produk My Burger Coffee memiliki bentuk yang berbeda dengan produk lain

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 18 18,2%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan tabel 4.12 apakah produk My Burger Coffee memiliki bentuk yang berbeda dengan produk lain, hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuesoner yang dianalisis dan disebarkan mayoritas responden menjawab 71,7% setuju dengan produk My Burger Coffee memiliki bentuk yang berbeda dengan produk lain, dikarenakan bentuk produk yang disajikan berbeda dengan produk pesaing.

4.2.6 Inovasi (X2)

Berikut ini akan disajikan tabel-tabel pendistribusian dari pernyataan yang

Berikut ini akan disajikan tabel-tabel pendistribusian dari pernyataan yang

Dokumen terkait