• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.9 Metode Analisis Data

3.9.4 Uji Hipotesis

3.9.4.2 Uji Simultan (Uji-F)

Uji F atau uji koefisien regresi secara secara serentak atau keseluruhan, untuk mengetahui adanya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen (Priyanto, 2014).

Adapun kriteria sebagai berikut :

1. Jika F hitung > F tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima 2. Jika F hitung < F tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak 3.9.4.3 Uji koefisien Determinasi (𝑹𝟐)

Menurut (Ghozali, 2009) koefisien determinasi (goodness of fit) yang dinotasikan dengan R2 merupakan suatu ukuran yang penting dalam regresi.

Determinasi mencerminkan kemampuan variabel dependen. Tujuan analisis ini yaitu untuk menghitung besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai R2 menunjukkan seberapa besar proporsi dari total variasi variabel tidak bebas yang dapat dijelaskan oleh variabel penjelasnya. Semakin tinggi nilai R2 maka semakin besar proporsi dari total variasi dependen yang dapat dijelaskan oleh variabel independen. Adapun rumus koefisien determinasi yaitu:

KD= r2 x 100%

Keterangan :

KD : Koefisien Determinasi 𝑟2 : Koefisien Korelasi Produk

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum

4.1.1 Gambaran Perusahaan

My Burger Coffee adalah suatu usaha bisnis yang bergerak dalam bidang cafe yang sudah berdiri sejak tahun 2016 ini. Awal berdirinya My Burger Coffee menjadi pusat perhatian bagi masyarakat disebabkan karena bangunan dari My Burger Coffee yang begitu menarik dengan konsep bangunan Belanda. My Burger Coffee juga menyediakan berbagai konsep yang dibilang sangat menarik untuk semua kalangan masyarakat dan juga menyediakan berbagai suatu fasilitas yang lengkap. My Burger Coffee juga memilki senjata pemasaran yang sangat cukup efektif untuk dilaksanakan oleh pemilik My Burger Coffee supaya semakin menarik minat konsumen yaitu dengan cara menghadirkan suatu menu andalan yang sangat berbeda dari cafe-cafe yang lainnya, salah satunya yaitu menu Burger Hitam yang dimana proses pembuatannya terbilang sangat menarik dikarenakan burger hitam tersebut terbuat dari tinta cumi yang digunakan untuk bahan pewarna pada roti, dan kemudian dilengkapi berbagai olahan isi burger yang menjadi ciri khas dari My Burger Coffee. “Burger Hitam” menjadi Diferensiasi Produk yang dimiliki cafe My Burger Coffe untuk membedakan tawarannya dengan para pesaing di bidang kuliner lainnya.

Disamping itu konsep dari tempat tersebut menyediakan tema vintage klasik didalam ruangan maupun diluar ruangan dengan berbagai ornamen-ornamen yang sangat menarik di setiap sudut ruangan My Burger Coffee dan menyediakan berbagai konsep-konsep unik yang bertemakan hallowen, bajak laut, Gatsby Night,

Pinky Night, dan sebagainya. Sehingga banyak masyarakat terutama kaum anak

muda di Kota Medan yang tertarik untuk datang berfoto dan menikmati makanan dan minimuan yang unik yang telah disajikan oleh My Burger Coffee. Jika berada disini kita juga akan mendapat banyak fasilitas sebagai hiburan seperti wifi, live music yang akan ada setiap hari terkecuali malam senin, hingga karokean pada salah satu rungan yang sudah disediakan ataupun para pekerja yang memakai kostum sesuai dengan tema yang sudah ditentukan sehingga suasana akan bervariasi setiap harinya. Disini juga tepat untuk merayakan perayaan kecil-kecilan bersama teman-teman atau jika kalian kebetulan sadang berulang tahun tepat saat berada disini maka akan mendapatkan potongan harga special. Selain itu, My Burger Coffee juga meyediakan ruangan VIP untuk para konsumen yang ingin menikmati waktunya tanpa diganggu maupun difungsikan sebagai ruangan rapat kerja.

My Burger Coffee sudah berdiri kurang lebih 3 tahun, dan terus mengalami perkembangan, tidak pernah sepi pengunjung dan sudah memiliki 18 karyawan yang bekerja dengan sistem shift yang terdiri dari 2 shift yaitu pagi dan malam.

4.1.2. Logo Perusahaan

Gambar 4.1

4.2 Penyajian Data

Data pada penelitian ini dikumpulkan oleh peneliti dengan cara menyebarkan kuesioner kepada seluruh konsumen My Burger Coffee di Medan.

Kuesioner yang disebarkan sebanyak 99 kuesioner. Tingkat pengembalian sebanyak 100%, dari 99 kuesioner yang terkumpul peneliti menggunakan seluruh kuesioner yang terkumpul karena jawaban dari responden sudah lengkap dan layak untuk dijadikan sebagai data untuk melanjutkan penelitian. Berikut tabel data dari responden dalam penelitian ini.

4.2.1 Jenis Kelamin Responden

Berdasarkan jenis kelamin responden dalam penelitian ini dibedakan menjadi dua bagian yaitu pria dan wanita. Hasil analisis data berdasarkan jenis kelamin ditunjukkan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.1

Identitas Responden Berdasarkan Jenis Kelamin No Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%)

1 Laki – Laki 56 56,56%

2 Perempuan 43 43,43%

Total 99 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 99 responden, konsumen My Burger Coffee di Kota Medan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 56,56%

dan perempuan sebanyak 43,43%.

4.2.2 Usia Responden

Berdasarkan usia responden dalam penelitian ini dibedakan menjadi lima bagian,yaitu 16-20 tahun, 21-25 tahun, 26-30 tahun, 31-35 tahun, dan > 35 tahun.

Hasil analisis data berdasarkan usia ditunjukkan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.2

Identitas Responden Berdasarkan Usia

No Usia Jumlah Persentase (%)

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 99 responden, konsumen My Burger Coffee Kota Medan secara dominan berada pada golongan usia 21-25 tahun, hal ini dikarenakan pada usia 21-25 tahun banyak didominasi mahasiswa dan mahasiswa lebih banyak menghabiskan waktu nongkrong sambil beraktifitas di My Burger Coffee.

4.2.3 Pendidikan Terakhir Responden

Berdasarkan pendidikan terakhir responden dalam penelitian ini dibedakan menjadi empat bagian, yaitu SMA, D3, S1, dan lainnya. Hasil analisis data berdasarkan pendidikan terakhir ditunjukkan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.3

Identitas Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir No Pendidkan

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 99 responden, konsumen My Burger Coffee di Kota Medan memiliki pendidikan terakhir pada jenjang Sarjana

S1, hal ini berbanding lurus dengan usia dominan konsumen My Burger Coffee yang berada pada kalangan mahasiswa.

4.2.4. Pembelian Produk

Berdasarkan berapa kali melakukan pembelian produk dalam penelitian ini dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu 2 kali, 3-5 kali, dan > 6 kali. Hasil analisis data berdasarkan melakukan pembelian produk ditunjukkan pada tabel berikut ini:

Tabel 4.4

Indentitas Responden Berdasarkan Berapa Kali Melakukan Pembelian Produk

No Pembelian Produk Jumlah Persentase (%)

1 2 Kali 20 20,20%

2 3-5 Kali 37 37,37%

3 >6 Kali 42 42,42%

Total 99 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 99 responden penelitian ini didominasi oleh responden yang melakukan pembelian produk sebanyak >6 kali, di karenakan My Burger Coffee menyajikan makanan dan minuman sesuai dengan keinginan konsumen sehingga My Burger Coffee memiliki pelanggan yang datang berulang kali.

4.2.5 Diferensiasi (X1)

Berikut ini akan disajikan tabel-tabel pendistribusian dari pernyataan yang diajukan didalam kuesioner penelitian. Tabel distribusi tersebut merupakan hasil pendistribusian pernyataan yang termasuk dalam variabel Diferensiasi (X1).

Tabel 4.5

Jawaban Responden tentang produk My Burger Cofee mempunyai ciri yang khas

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 21 21,2%

2 Setuju 67 67,7%

3 Netral 7 7,1%

4 Tidak Setuju 2 2%

5 Sangat Tidak Setuju 2 2%

Total 99 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 99 responden, konsumen memilih setuju sebanyak 67,7% di karenakan My Burger Coffe memilki makanan yang khas seperti Burger Hitam.

Tabel 4.5

Jawaban responden tentang produk My Burger Coffee memiliki citra rasa yang unik

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 19 19,2%

2 Setuju 71 71,7%

3 Netral 4 4,0%

4 Tidak Setuju 3 3,0%

5 Sangat Tidak Setuju 2 2,0%

Total 99 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 99 responden, konsumen My Burger Coffee memilih satuju sebanyak 71,7% di karenakan citra rasa yang di sajikan oleh My Burger Coffee berbeda dengan pesaing.

Tabel 4.6

Jawab responden tentang anda merasakan perbedaan kualitas yang lebih baik dari produk My Burger Coffee dibandingkan produk serupa dari

tempat lain

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 11 11,1%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan 4.7 diketahui bahwa apakah anda merasakan perbedaan kualitas yang lebih baik dari produk My Burger Coffee dibandingkan produk serupa dari tempat lain, hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuesoner yang dianalisis dan disebarkan mayoritas responden menjawab 42,4% setuju dengan perbedaan kualitas yang lebih baik dari produk My Burger Coffee dibandingkan produk serupa dari tempat lain, dikarenakan produk ditawarkan My Burger Coffee memiliki produk baru yang tidak ada ditempat lain.

Tabel 4.7

Jawaban responden tentang produk My Burger Coffee memiliki daya tahan yang lama

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 12 12,1%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan 4.8 diketahui bahwa apakah produk My Burger Coffee

dianalisis dan disebarkan mayoritas responden menjawab 54,5% setuju dengan produk My Burger Coffee memiliki daya tahan yang lama, dikarenakan daya tahan sesuai dengan produk yang disajikan.

Tabel 4.8

Jawaban responden tentang produk My Burger Coffee memiliki keunggulan dari produk lain yang dijual oleh pesaing

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 31 31,3%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan 4.9 diketahui apakah produk My Burger Coffee memiliki keunggulan dari produk lain yang dijual oleh pesaing, hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuesoner yang dianalisis dan disebarkan mayoritas responden menjawab 59,6% setuju dengan produk My Burger Coffee memiliki keunggulan dari produk lain yang dijual oleh pesaing, dikarenakan produk yang ditawarkan My Burger Coffee cita rasa dan desain yang berbeda.

Tabel 4.9

Jawaban responden tentang produk My Burger Coffee mempunyai nilai plus di mata konsumen

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 23 23,2%

Berdasarkan tabel 4.10 apakah produk My Burger Coffee mempunyai nilai plus di mata konsumen, hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuesoner yang dianalisis dan disebarkan mayoritas responden menjawab 65,7% setuju dengan produk My Burger Coffee mempunyai nilai plus di mata konsumen, dikarenakan My Burger Coffee memiliki pelayanan yang baik sesuai keinginan para konsumen.

Tabel 4.10

Jawaban responden tentang produk My Burger Coffee memiliki tampilan bervariasi yang dapat mempengaruhi selera konsumen

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 18 18,2%

2 Setuju 64 64,6%

3 Netral 12 12,1%

4 Tidak Setuju 5 5,1%

5 Sangat Tidak Setuju - -

Total 99 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan tabel 4.10 apakah produk My Burger Coffee memiliki tampilan bervariasi yang dapat mempengaruhi selera konsumen, hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuesoner yang dianalisis dan disebarkan mayoritas responden menjawab 64,6% setuju dengan produk My Burger Coffee memiliki tampilan bervariasi yang dapat mempengaruhi selera konsumen, dikarenakan tampilan yang disajikan My Burger Coffee terhadap produk yang disajikan menarik para konsumen.

|

Tabel 4. 11

Jawaban responsen tentang produk My Burger Coffee memiliki bentuk yang berbeda dengan produk lain

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 18 18,2%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan tabel 4.12 apakah produk My Burger Coffee memiliki bentuk yang berbeda dengan produk lain, hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuesoner yang dianalisis dan disebarkan mayoritas responden menjawab 71,7% setuju dengan produk My Burger Coffee memiliki bentuk yang berbeda dengan produk lain, dikarenakan bentuk produk yang disajikan berbeda dengan produk pesaing.

4.2.6 Inovasi (X2)

Berikut ini akan disajikan tabel-tabel pendistribusian dari pernyataan yang diajukan didalam kuesioner penelitian. Tabel distribusi tersebut merupakan hasil pendistribusian pernyataan yang termasuk dalam variabel Inovasi (X2).

Tabel 4. 12

Jawaban responden tentang produk My Burger Coffee merupakan hal yang baru di kota Medan

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 28 28,3%

Berdasarkan tabel 4.13 apakah produk My Burger Coffee merupakan hal yang baru di kota Medan, hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuesoner yang dianalisis dan disebarkan mayoritas responden menjawab 58,6% setuju dengan produk My Burger Coffee merupakan hal yang baru di kota Medan, dikarenakan produk burger yang ditawarkan My Burger Coffee berbeda burger yang ditawarkan pesaing.

Tabel 4. 13

Jawaban responden tentang My Burger Coffee sering mengeluarkan produk baru

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 16 16,2%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan tabel 4.14 apakah My Burger Coffee sering mengeluarkan produk baru, hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuesoner yang dianalisis dan disebarkan mayoritas responden menjawab 71,7% setuju dengan My Burger Coffee sering mengeluarkan produk baru, dikarenakan My Burger Coffee sering mengeluarkan produk baru yang ditawarkan kepada konsumen.

Tabel 4. 14

Jawaban responden tentang My Burger Coffee mampu menciptakan produk yang benar-benar baru di pasar

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 16 16,2%

2 Setuju 46 46,5%

3 Netral 28 28,3%

4 Tidak Setuju 9 9,1%

5 Sangat Tidak Setuju - -

Total 99 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan tabel 4.15 apakah My Burger Coffee mampu menciptakan produk yang benar-benar baru di pasar, hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuesioner yang dianalisis dan disebarkan mayoritas responden menjawab 71,7%

setuju dengan My Burger Coffee mampu menciptakan produk yang benar-benar baru di pasar, dikarenakan tidak terdapat produk yang serupa dengan produk yang disajikan pesaing.

Tabel 4. 15

Jawaban responden tentang My Burger Coffee memberikan fasilitas seperti ruangan ber-AC dan Wi-Fi yang memadai

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 25 25,3%

2 Setuju 65 65,7%

3 Netral 6 6,1%

4 Tidak Setuju 3 3%

5 Sangat Tidak Setuju - -

Total 99 100%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan tabel 4.16 apakah My Burger Coffee memberikan fasilitas seperti ruangan ber-AC dan Wi-Fi yang memadai, hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuesoner yang dianalisis dan disebarkan mayoritas responden menjawab 65,7% setuju dengan My Burger Coffee memberikan fasilitas seperti ruangan ber-AC dan Wi-Fi yang memadai, dikarenakan koneksi internet yang diberikan stabil dan ruangan My Burger Coffee nyaman untuk para konsumen.

Tabel 4. 16

Jawaban responden tentang My Burger Coffee memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh pesaingnya

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 5 5,1%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan tabel 4.17 apakah My Burger Coffee memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh pesaingnya, hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuesoner yang dianalisis dan disebarkan mayoritas responden menjawab 52,5% setuju dengan My Burger Coffee memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh pesaingnya, dikarenakan banyak konsumen yang suka dengan produk yang disajikan My Burger Coffee.

Tabel 4. 17

Jawaban responden tentang Anda membeli produk My Burger Coffee lebih dari satu kali

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 31 31,3%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan tabel 4.18 apakah Anda membeli produk My Burger Coffee lebih dari satu kali, hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuesoner yang dianalisis dan disebarkan mayoritas responden menjawab 64,6% setuju dengan Anda membeli

responden penelitian ini sebanyak 1 % Sedangkan yang menjawab tidak setuju hanya sebanyak 3%. dikarenakan para konsumen My Burger Coffe suka dengan produk yang disajiakan My Burger Coffe.

Tabel 4. 18

Jawaban responden tentang Anda akan merekomendasikan produk My Burger Coffee kepada orang-orang yang ada di sekitar Anda

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 12 12,1%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan tabel 4.19 Apakah Anda akan merekomendasikan produk My Burger Coffee kepada orang-orang yang ada di sekitar Anda, hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuesoner yang dianalisis dan disebarkan mayoritas responden menjawab 70,1% setuju dengan Anda akan merekomendasikan produk My Burger Coffee kepada orang-orang yang ada di sekitar Anda.

Tabel 4. 19

Jawaban responden tentang produk My Burger Coffee merupakan pilihan utama bagi anda

No Jawaban Responden Frekuensi Persentase (%)

1 Sangat Setuju 13 13,1%

Sumber: Hasil Pengolahan Data Primer, 2019

Berdasarkan tabel 4.20 apakah produk My Burger Coffee merupakan pilihan utama bagi Anda, hal tersebut dapat dilihat dari hasil kuesoner yang dianalisis dan disebarkan mayoritas responden menjawab 64,6% setuju dengan produk My Burger Coffee merupakan pilihan utama bagi anda.

4.3 Uji Instrumen

Uji instrumen dilakukan terhadap indikator masing-masing variabel agar dapat diketahui tingkat validitas dan kepercayaan indikator sebagai alat ukur variabel yang digunakan dalam penelitian.

4.3.1 Uji Validitas

Uji validitas merupakan salah satu uji intrumen yang digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid apabila pernyataan dalam kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang dapat diukur oleh hasil kuesioner tersebut

1. Uji Validitas Variabel Diferensiasi (X1) Tabel 4. 20

Hasil Uji Validitas Variabel Diferensiasi (X1)

Pernyataan r Hitung r Tabel Keterangan

Pernyataan X1.1 0,475

0,197

Valid

Pernyataan X1.2 0,396 Valid

Pernyataan X1.3 0,282 Valid

Pernyataan X1.4 0,289 Valid

Pernyataan X1.5 0,541 Valid

Pernyataan X1.6 0,560 Valid

Pernyataan X1.7 0,568 Valid

Pernyataan X1.8 0,668 Valid

Sumber : Hasil Pengolahan Data (2019)

Berdasarkan tabel 4.21 dapat dilihat bahwa dari 8 pertanyaan kuesioner untuk indikator variabel Diferensiasi(X1) yang di uji validitasnya, semua item pertanyaan kuesioner dinyatakan valid karena r hitung lebih besar dari r tabel yaitu 0,197, dapat ditarik kesimpulan bahwa 8 item pernyataan valid dalam melakukan Loyalitas Konsumen.

2. Uji Validitas variabel Inovasi Produk (X2) Tabel 4. 21

Hasil Uji Validitas Variabel Inovasi Produk (X2)

Pernyataan r Hitung r Tabel Keterangan

Pernyataan X2.1 0,558

Sumber : Hasil Pengolahan Data (2019)

Berdasarkan tabel 4.22 dapat dilihat bahwa dari 5 pertanyaan kuesioner untuk indikator variabel Inovasi Produk (X2) yang di uji validitasnya, semua item pertanyaan kuesioner dinyatakan valid karena r hitung lebih besar dari r tabel yaitu 0,197, dapat ditarik kesimpulan bahwa 5 item pertanyaan valid dalam melakukan Loyalitas Konsumen.

3. Uji Validitas Variabel Loyalitas Konsumen (Y) Tabel 4. 22

Hasil Uji Validitas Variabel Loyalitas Konsumen (Y)

Pernyataan r hitung r table Keterangan

Pernyataan Y.1 0,449

0,197

Valid

Pernyataan Y.2 0,636 Valid

Berdasarkan tabel 4.23 dapat dilihat bahwa dari 3 pertanyaan kuesioner untuk indikator variabel Loyalitas Konsumen (Y) yang di uji validitasnya, semua item pertanyaan kuesioner dinyatakan valid karena r hitung lebih besar dari r tabel yaitu 0,197, dapat ditarik kesimpulan bahwa 3 item pertanyaan valid dalam mempengaruhi konsumen sebelum melakukan Loyalitas Konsumen.

4.3.2 Uji Reliabilitas

Uji instrumen yang lain dikenal uji Reliabilitas yang akan menunjukan pertanyaan pada kuesioner realiabel atau tidak. Dalam menentukannya dinilai melalui nilai koefisien reliabilitas > 0,6 maka instrumen tersebut reliabel yang baik dan terpercaya. Berdasarkan pembagian kuesioner, peneliti menetapkan jumlah responden sebanyak 99 responden. Kuesioner berisi 3 variabel yaitu variabel Diferensiasi (X1) dibagi menjadi 8 indikator dengan 8 pertanyaan, variabel Inovasi Produk (X2) dibagi menjadi 5 indikator dengan 5 pertanyaan, dan Loyalitas Konsumen (Y) dibagi menjadi 3 indikator dengan 3 pernyataan0

1. Uji Reliabilitas Variabel Diferensiasi (X1) Tabel 4. 23

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Diferensiasi (X1)

Cronbach's Alpha N of Items

.753 8

Sumber : Hasil Pengolahan Data (2019)

Berdasarkan tabel 4.24 bahwa pengujian reliabilitas terhadap 8 pertanyaan kuesioner variabel Diferensiasi (X1) didapatkan hasil Cronbach’s Alpha sebesar 0,753 dan lebih besar dari 0,6, sehingga dapat disimpulkan 8 pertanyaan kuesioner variabel Diferensiasi (X1) dalam penelitian ini reliable

2. Uji Reliabilitas Variabel Inovasi Produk (X2) Tabel 4. 24

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Inovasi Produk (X2) Cronbach's Alpha N of Items

.754 5

Sumber : Hasil Pengolahan Data (2019)

Berdasarkan tabel 4.25 bahwa pengujian reliabilitas terhadap 5 pertanyaan kuesioner variabel Inovasi Produk (X2) didapatkan hasil Cronbach’s Alpha sebesar 0,754 dan lebih besar dari 0,6, sehingga dapat disimpulkan 5 pertanyaan kuesioner variabel Inovasi Produk (X2) dalam penelitian ini reliable.

3. Uji Reliabilitas Variabel Loyalitas Konsumen (Y) Tabel 4. 25

Hasil Uji Reliabilitas Variabel Loyalitas Konsumen (Y) Cronbach's Alpha N of Items

.721 3

Sumber : Hasil Pengolahan Data (2019)

Berdasarkan tabel 4.26 bahwa pengujian reliabilitas terhadap 3 pertanyaan kuesioner variabel Loyalitas Konsumen (Y) didapatkan hasil Cronbach’s Alpha sebesar 0,721 dan lebih besar dari 0,6, sehingga dapat disimpulkan 3 pertanyaan kuesioner variabel Loyalitas Konsumen (Y) dalam penelitian ini reliable.

4.4 Uji Asumsi Klasik 4.4.1 Uji Normalitas

Data penelitian yang digunakan dalam uji normalitas menggunakan perhitungan regresi yang dideteksi melalui dua pendekatan dengan uji

Kolmogorov-distribusi yang mendekati Kolmogorov-distribusi normal. Adapun pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah :

1. Uji Kolmogorov-Smirnov

Pedoman loyalitas konsumen tentang data distribusi normal berdasarkan uji Kolmogorov-smirnov adalah jika nilai signifikan > 0,05 maka distribusi data normal dan berlaku sebaliknya.

Tabel 4. 26

Hasil Uji Normalitas Kolmogorov – Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Predicted Value

N 99

Normal Parametersa,b

Mean 11.9494949

Std. Deviation .94700409

Most Extreme Differences

Absolute .083

Positive .075

Negative -.083

Test Statistic .083

Asymp. Sig. (2-tailed) .086c

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

c. Lilliefors Significance Correction.

Sumber : Hasil Pengolahan Data (2019)

Berdasarkan hasil pengolahan data pada tabel 4.27 diperoleh besarnya Kolmogorov-smirnov sebesar 0,086. Nilai tersebut lebih besar dari 0,05, maka dapat

dikatakan bahwa nilai residual terstandarisasi dan data memenuhi asumsi uji normalitas. Berhubungan dengan uji normalitas sudah memenuhi asumsi yang berakibat signifikan antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya.

2. Grafik Histogram

Berdasarkan data dapat diketahui bahwa data berdistribusi normal, dimana hal tersebut dapat dilihat dari grafik histogram, dimana grafik tersebut tidak miring ke samping kanan maupun ke samping kiri,

Gambar 4. 2 Histogram

Sumber : Hasil Pengolahan Data (2019)

Berdasarkan gambar 4.1 dapat dilihat bahwa data tersebut berdistribusi normal. Hal ini ditunjukan oleh distribusi pada data grafik histogram tersebut.

3. Grafik P-Plot

Grafik P-Plot dilihat melalui titik-titik yang tersebar sepanjang garis diagonal pada p-plot, jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka dapat disimpulkan data berdistribusi normal.

Gambar 4. 3 Grafik Uji Normalitas

Sumber : Hasil Pengolahan Data (2019)

Berdasarkan gambar 4.2 dapat dilihat bahwa data menyebar disekitar garis diagonal mengikuti arah garis diagonal, dimana hal ini menunjukan bahwa data p-plot dinyatakan berdistribusi normal.

4.4.2 Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan memiliki hubungan satu sama lainnya atau tidak antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Uji multikolineritas perlu dilakukan karena jumlah variabel independen dalam penelitian ini berjumlah lebih dari satu. Mendeteksi adanya

Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan memiliki hubungan satu sama lainnya atau tidak antar variabel independen. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Uji multikolineritas perlu dilakukan karena jumlah variabel independen dalam penelitian ini berjumlah lebih dari satu. Mendeteksi adanya

Dokumen terkait