• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

Bab ini menjelaskan hasil penelitian tentang tata ruang perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi Tahun 2017 dengan penelitian deskriptif kualitatif. Sasaran dalam penelitian ini adalah kepala perpustakaan, pustakawan dan pemustaka di perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar. Penelitian ini menggunakan wawancara untuk mendeskripsikan data yang peneliti peroleh dari informan. Peneliti memperoleh data lapangan dengan mengadakan pendekatan langsung dengan cara mendatangi objek yang diteliti di perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar untuk memperoleh data dan keterangan yang diperlukan pada penelitian ini.

Tata Ruang Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar berdasarkan Standar Nasional Perpustakaan Perguruan Tinggi Tahun 2017

1. Gedung/luasan ruang

Berdasarkan SNP Perguruan Tinggi Tahun 2017 gedung perpustakaan perguruan tinggi paling sedikit 0,5 m² x jumlah seluruh mahasiswa. Adapun data yang diperoleh diketahui bahwa luas gedung perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar adalah 1215.5m² dan jumlah mahasiswa diketahui melalui wawancara bersama informan kepala perpustakaan berikut pernyataannya:

”jumlah mahasiswa 19.000” (wawancara bersama Nursinah, S.Hum., M.I.P.

selaku kepala perpustakaan, pada tanggal 23 Maret 2022, waktu: 10.20) Berikut adalah perhitungan yang dilakukan untuk mengetahui apakah gedung perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar telah memenuhi atau belum.

Yaitu dengan cara 0,5 m² x 19.000 = 9.500m². Maka dapat diketahui bahwa luas

gedung perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar yang sesuai berdasarkan standar nasional perpustakaan perguruan tinggi seharusnya adalah 9.500m².

2. Ruang

a) Komposisi Ruang

Dalam sebuah gedung perpustakaan terdapat ruang perpustakaan yang sudah dibagi kegunaannya masing-masing karena di dalam perpustakaan memerlukan ruang dalam segala kegiatan yang ada di perpustakaan Uversitas Muhammadiyah Makassar. Penataan ruangan perpustakaan perlu diperhatikan agar ruangan yang terbagi terlihat rapi dan nyaman bagi pemustaka.

Berdasarkan SNP Perguruan Tinggi Tahun 2017, komposisi ruang terbagi 4 area, area koleksi yaitu sebanyak 45%, area pemustaka yaitu 25%, area kerja yaitu 10% dan area lain/toilet, ruang tamu, seminar/teater,lobi/area ruang ekspresi publik. Area Untuk mengetahui kesesuaian komposisi ruang pada perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar dengan SNP Perguruan Tinggi.

Sebagaimana wawancara peneliti dengan kepala perpustakaan sebagai informan 1 menyatakan bahwa:

”bagian ruang disini sudah terbagi dengan kegunaannya masing-masing dan terstruktur dengan baik. Akan tetapi kalau masalah sesuai dengan standar nasional itu belum, karena ruang baca disini masih kurang pada saat penilaian akreditasi. Kita membuat ruang-ruang baca di fakultas untuk memenuhi standar nasional dan untuk memenuhi kemudahan pemustaka dalam mencari koleksi lewat ruang-ruang baca. Dan perpustakaan ini rencana akan dipindahkan karena luas perpustakaan masih kurang mengingat perpustakaan ini dulunya hanya 1 lantai tapi setelah ruang rektorat di pindahkan ke gedung B maka perpustakaan bertambah ruangannya yaitu ruangan digital library yang berada di lantai 2”(wawancara bersama bersama

Nursinah, S.Hum., M.I.P. selaku kepala perpustakaan, pada tanggal 23 Maret 2022, waktu: 10.20)

Pernyataan kepala perpustakaan di atas, juga ditambahkan oleh informan 2 mengatakan bahwa:

”jadi seperti itu konsepnya ruang-ruang perpustakaan sudah dibagi tetapi yang tidak sesuai dengan standar itu hanya pada area pemustaka karena ruang bacanya itu kurang. Tapi pada saat penilaian akreditasi di perpustakaan ini, ruang-ruang baca digabungkan dengan ruang baca yang ada di perpustakaan fakultas lain” (wawancara bersama Muh. Fakhruddin, S, S.I.P. selaku pustakawan, pada tanggal 24 Maret 2022, waktu: 10.30)

Selanjutnya ditambahkan oleh informan 3 mengatakan bahwa:

”iya, ruang-ruang di perpustakaan ini sudah terbagi. Bisa dilihat dari ruangan disini ada bagian sirkulasi, ruang baca untuk pemustaka dan ruang kerja untuk pustakawan. Dan pada ruangan digital library terdapat ruangan area kerja pustakawan serta ruang yang berisikan beberapa unit komputer guna memenuhi kebutuhan pemustaka” (wawancara bersama Nuraeni selaku pustakawan, pada tanggal 24 Maret 2022, waktu: 11.00)

Berkaitan dengan komposisi ruang, berikut pernyataan pemustaka tentang penataan ruangan di perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar. Berikut pernyataan informan ke 4 mengatakan bahwa:

”penataan ruang kurang rapi karena masih ada batas-batasan dari meja membaca, karena seharusnya bisa keluar masuk dari ruang koleksi referensi dan ruangan terfavorit yaitu di ruangan koleksi umum karena bisa diakses oleh siapapun, mudah diakses tempatnya, dan tidak memakai kartu anggota”(wawancara bersama Dian Ayu Miftahul Jannah selaku pemustaka, pada tanggal 25 Maret 2022, waktu: 10.00)

Pernyataan pemustaka di atas, juga ditambahkan oleh informan 5 mengatakan bahwa:

”penataan ruang sudah bagus apalagi di ruang membaca karena bisa mengerjakan tugas bersama teman-teman, ruangan terfavorit yaitu di ruangan membaca karena selain di ruangan ini harus

menggunakan kartu perpustakaan” (wawancara bersama Hasniah selaku pemustaka, pada tanggal 25 Maret 2022, waktu: 10.15)

Selajutnya ditambahkan oleh informan 6 mengatakan bahwa:

”pengaturan pada penataan ruang disini sudah rapi dan nyaman dilihat karena buku tersusun dengan rapi. Ruangan terfavorit ketika berkunjung ke perpustakaan yaitu di ruang membaca” (wawancara bersama Sukardi selaku pemustaka, pada tanggal 25 Maret 2022, waktu, 20.25)

Berdasarkan keterangan kepala perpustakaan, ruang perpustakaan sudah terstruktur dan terbagi sesuai dengan kegunaannya masing-masing.

Akan tetapi, bicara tentang SNP bagian area pemustaka masih belum sesuai dengan SNP yang telah ditetapkan. Hal ini juga diungkapkan oleh pustakawan bahwa konsep ruang-ruang perpustakaan sudah dibagi, tetapi yang tidak sesuai dengan standar hanya pada area pemustaka karena ruang bacanya yang kurang. Hal ini juga diakui oleh pemustaka bahwa penataan ruang perpustakaan sudah rapi dan ketiga informan pemustaka memilih ruang membaca sebagai tempat favoritnya.

Berdasarkan hasil wawancara di atas, komposisi ruang perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar belum sesuai dengan SNP Perguruan Tinggi Tahun 2017.

b) Pengaturan Kondisi Ruangan 1) Pencahayaan

Pencahayaan di dalam ruangan perpustakaan sangat diperlukan karena untuk mendukung kegiatan di dalam ruang perpustakaan.

Menurut Rusina Sjahrial Pamuntjak, pencahayaan ruang yang kurang terang juga dapat membuat mata menjadi cepat lelah untuk pemustaka perpustakaan dan pustakawan yang bekerja di perpustakaan, selain dari

kesehatan manusia, kesehatan dari koleksi-koleksi perpustakaan juga dapat terpengaruhagar ruang tidak terlalu lembab yang menyebabkan timbulnya binatang perusak koleksi, maka dibutuhkan sebuah pencahayaan yang ideal untuk masing-masing di ruang perpustakaan.

Untuk mengetahui apakah perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar telah memenuhi SNP Perguruan Tinggi Tahun 2017 dapat dilihat melalui pernyataan informan.

Sebagaimana wawancara peneliti dengan kepala perpustakaan sebagai informan 1 menyatakan bahwa:

”Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar mengikuti standar nasional perpustakaan dalam pengaturan cahayanya dan cahaya yang digunakan langsung dari jendela (cahaya alami). Tetapi hanya dari bagian ruangan yang dekat dengan ruang BI Corner yang langsung terkena langsung oleh cahaya matahari dan bagian ruangan koleksi umum itu tidak menggunakan jendela karena mengigat cahaya matahari itu juga tidak baik untuk bahan pustaka dan saya rasa lampunya bagus untuk kenyamanan mata bagi pemustaka”

(wawancara bersama Nursinah, S.Hum., M.I.P. selaku kepala perpustakaan, pada tanggal 23 Maret 2022, waktu: 10.20)

Pernyataan kepala perpustakaan di atas, juga ditambahkan oleh informan 2 mengatakan bahwa:

”kalau masalah cahaya sudah sesuai dengan standar nasional perpustakaan karena telah diukur oleh bagian teknisi menggunakan alat pengukur cahaya, dan cahaya dari jendela sudah cukup untuk menerangi ruang-ruang perpustakaan apalagi pintu depan itu dibuat dari kaca agar cahayanya langsung masuk ke ruangan perpustakaan”

(wawancara bersama Muh. Fakhruddin, S, S.I.P. selaku pustakawan, pada tanggal 24 Maret 2022, waktu: 10.30)

Selanjutnya ditambahkan oleh informan 3 mengatakan bahwa:

”pencahayaan atau penerangan di sini ya sudah bagus. Warna cat dinding di perpustakaan ini menggunakan cat berwarna putih yang tidak buat sakit mata serta lampunya tidak membuat silau para

pembaca yang datang ke perpustakaan” (wawancara bersama Nuraeni selaku pustakawan, pada tanggal 24 Maret 2022, waktu: 11.00)

Untuk membuktikan pernyataan informan di atas, bahwa pencahayaan sudah bagus dan nyaman berikut pernyataan informan 4 sebagai pemustaka. Berikut pernyataannya:

”pencahayaannya bagus karena tidak bikin sakit mata apalagi disaat membaca referensi atau sedang mengerjakan tugas disini sangat nyaman” (wawanca bersama Dian Ayu Miftahul Jannah selaku pemustaka, pada tanggal 25 Maret 2022, waktu: 10.00)

Pernyataan pemustaka di atas, juga ditambahkan oleh informan 5 mengatakan bahwa:

”pencahayaan pada ruangan perpustakaan ini nyaman karena tidak redup dan tidak terlalu terang” (wawancara bersama Hasniah selaku pemustaka, pada tanggal 25 Maret 2022, waktu: 10.15)

Selajutnya ditambahkan oleh informan 6 mengatakan bahwa:

”pencahayaannya itu sudah bagus, membuat mata nyaman ketika membaca di ruangan ini dan tidak silau” (wawancara bersama Sukardi selaku pemustaka, pada tanggal 25 Maret, waktu 10.25)

Berdasarkan keterangan kepala pustakawan bahwa pencahayaan perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar mengikuti SNP dalam pengaturan cahayanya. Hal demikian diungkapkan oleh pustakawan bahwa pencahayaannya sudah sesuai karena telah diukur oleh bagian teknisi menggunakan alat pengukur cahaya serta penerangan sudah bagus karena tidak membuat silau bagi pembaca. Hal ini juga diakui oleh pemustaka bahwa pencahayaannya bagus karena tidak bikin sakit mata dan pencahayaannya tidak terlalu gelap dan tidak terlalu terang.

Pengaturan Kondisi Cahaya Ruangan Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar

Tabel 4.1 No Kondisi

Ruang

Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar

SNP Perguruan Tinggi Tahun 2017 1. Penca-

hayaan

1. Area baca (majalah dan surat kabar) 200 lumen 2. Meja baca (ruang baca

umum) 400 lumen 3. Meja baca (ruang baca

rujukan) 600 lumen 4. Area sirkulasi 600 lumen 5. Area pengolahan 400

lumen

6. Area akses tertutup (closed access) 100 lumen

7. Area koleksi buku 200 lumen

8. Area kerja 400 lumen 9. Area pandang dengar

100 lumen

1. Area baca (majalah dan surat kabar 200 lumen

2. Meja baca (ruang baca umum) 400 lumen

3. Meja baca (ruang baca rujukan) 600 lumen

4. Area sirkulasi 600 lumen

5. Area pengolahan 400 lumen

6. Area akses tertutup (closed access) 100 lumen

7. Area koleksi buku 200 lumen

8. Area kerja 400 lumen

9. Area pandang dengar 100 lumen Dapat dilihat dari hasil uraian diatas untuk pengaturan cahaya ruang perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar sudah sesuai dengan SNP Perpustakaan Perguruan Tinggi Tahun 2017 karena sudah diukur oleh bagian teknisi yang berpedoman pada SNP yang telah ditetapkan.

2) Kelembaban dan temperatur

Kondisi temperatur dan kelembaban ruang merupakan salah satu faktor penting yang berkaitan dengan masalah tata ruang. Faktor temperatur dan kelembaban sangat mempengaruhi kenyamanan bagi para pemustaka maupun pustakawan dalam aktivitasnya masing-masing dalam suatu ruang. Disamping itu, kelembaban dan temperatur ruang juga sangat mempengaruhi kondisi koleksi perpustakaan.

Untuk mengetahui apakah perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar telah memenuhi SNP Perguruan Tinggi Tahun 2017 dapat dilihat melalui pernyataan informan berikut.

Sebagaimana wawancara peneliti dengan kepala perpustakaan sebagai informan 1 menyatakan bahwa:

”pengaturan pada suhu ruangan dan temperatur di perpustakaan sudah bagus, tidak terlalu panas karena kan sudah ada AC (air conditioner) di setiap ruangan. Begitu juga dengan bagian ruangan koleksi bahan pustaka di perpustakaan ini pengaturan suhunya tidak lembab karena tidak bagus untuk buku” (wawancara bersama Nursinah, S.Hum., M.I.P. selaku kepala perpustakaan, pada tanggal 23 Maret 2022, waktu: 10.30)

Pernyataan kepala perpustakaan di atas, juga ditambahkan oleh informan 2 mengatakan bahwa:

”pengaturan temperatur dan kelembaban pada perpustakaan ini diatur senyaman mungkin untuk pengguna perpustakaan dan semua ruangan itu suhunya sama saja. Oh iya kalau terkhusus pada ruangan area baca pemustaka, area kerja dan area koleksi suhu nya itu berkisar 22-24°C sesuai dengan standar nasional. Dan untuk kelembaban ruangan juga sudah sesuai standar ya terkhusus juga pada ruangan pada koleksi buku berkisar 51 rh dan di ruang koleksi microfilm berkisar 20 rh. (wawancara bersama Muh. Fakhruddin, S, S.I.P. selaku pustakawan, pada tanggal 24 Maret 2022, waktu: 10.30) Selanjutnya ditambahkan oleh informan 3 mengatakan bahwa:

”mengenai temperatur dan sirkulasi udara, ruangan ini kan tertutup jadi hanya perlu menggunakan AC (air conditioner) agar tetap menyesuaikan dengan standar nasional perpustakaan dan pemustaka yang berkunjung ke perpustakaan merasa nyaman dan sejuk”

(wawancara bersama Nuraeni selaku pustakawan, pada tanggal 24 Maret 2022, waktu: 11.00)

untuk mengetahui kenyamanan pemustaka dengan suhu ruangan yang digunakan pada perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar, berikut pernyataannya informan 4:

”ruangan ini tidak terlalu dingin dan tidak panas jadi nyaman. Tapi biasanya jika ruangan ini terlalu ramai oleh pengunjung saya biasa merasa agak panas sedikit karena kan jendela tertutup juga”

(wawancara bersama Dian Ayu Miftahul Jannah selaku pemustaka, pada tanggal 25 Maret 2022, waktu: 10.00)

Pernyataan pemustaka di atas, juga ditambahkan oleh informan 5 mengatakan bahwa:

”saya rasa ruangannya di sini sudah bagus, pas tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas jadi nyaman ketika sedang mengerjakan tugas atau mencari referensi” (wawancara bersama Hasniah selaku pemustaka, pada tanggal 25 Maret 2022, waktu: 10.15)

Selajutnya ditambahkan oleh informan 6 mengatakan bahwa:

”suhu ruangan ini bagus karena ketika kami berada di perpustakaan sangat betah dengan pengaturan suhu yang digunakan” (wawancara

bersama Sukardi selaku pemustaka, pada tanggal 25 Maret 2022, waktu: 10.25)

Berdasarkan keterangan kepala perpustakaan, bahwa pengaturan kelembaban dan temperatur sudah bagus karena menggunakan AC (air conditioner). Hal demikian diungkapkan oleh pustakawan bahwa kelembaban dan temperatur diatur senyaman mungkin untuk pengguna perpustakaan agar pemustaka merasa nyaman. Hal ini juga diakui oleh pemustaka bahwa ruangan di perpustakaan tidak terlalu dingin dan tidak terlalu panas sehingga merasa nyaman ketika sedang mengerjakan tugas atau mencari bahan pustaka.

Kelembaban dan Temperatur Ruang Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar

Tabel 4.2 No. Nama

Ruang

Perpustakaan Universitas Muhammadiyah

Makassar

SNP Perguruan Tinggi Tahun 2017

1.

Kelembaban

1. Ruang koleksi buku 51 rh

2. Ruang koleksi AV/microfilm 20 rh

1. Ruang koleksi buku 45-55 rh 2. Ruang koleksi AV/microfilm 20-21 rh 2.

Temperatur

1. Area baca pemustaka, area koleksi dan ruang kerja 22-24°C

1. Area baca pemustaka, area koleksi dan ruang kerja 20-25°C

Berdasarkan penjabaran di atas, kelembaban dan temperatur yang digunakan pada perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar sudah memenuhi atau sesuai dengan SNP Perguruan Tinggi Tahun 2017 yang telah di tetapkan oleh Perpustakaan Nasional Indonesia.

3. Lokasi Perpustakaan

Berdasarkan penelitian awal penulis melalui tahap wawancara untuk mengetahui lokasi perpustakaan dengan SNP Perguruan Tinggi Tahun 2017 di perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar. Peneliti melakukan wawancara bersama informan untuk mengetahui lokasi perpustakaan apakah sudah sesuai dengan SNP Perguruan Tinggi Tahun 2017 atau tidak.

Sebagaimana wawancara peneliti dengan kepala perpustakaan sebagai informan 1 menyatakan bahwa:

”lokasi perpustakaan mudah dijangkau oleh pemustaka karena tepat berada di samping gerbang utama dan merupakan bangunan pertama pada saat masuk di Universitas Muhammadiyah Makassar jadi mahasiswa bisa melihat perpustakaan dan melewatinya setiap hari pada saat ke kampus”(Wawancara bersama Nursinah, S.Hum., M.I.P. selaku kepala perpustakaan, pada tanggal:

23 Maret 2022, waktu: 10.30)

Pernyataan kepala perpustakaan di atas, juga ditambahkan oleh informan 2 mengatakan bahwa:

”jika berbicara strategis, lokasi perpustakaan ini sudah strategis karena tempat keluar masuknya mahasiswa pas berada di samping perpustakaan”

(wawancara bersama Muh. Fakhruddin, S, S.I.P. selaku pustakawan, pada tanggal: 24 Maret 2022, waktu: 10.30)

Selanjutnya ditambahkan oleh informan 3 mengatakan bahwa:

”lokasi perpustakaan ini sangat strategis menurut saya karena berada dalam kampus dan mahasiswa selalu melewati perpustakaan tersebut. Terlebih lagi perpustakaan berhadapan dengan perpustakaan daerah jadi mahasiswa

mempunyai pilihan untuk mengunjungi perpustakaan yang berada di dekat kampus” (wawancara bersama Nuraeni selaku pustakawan, pada tanggal 24 Maret 2022, waktu: 11.00)

Selanjutnya berikut pernyataan pemustaka tentang lokasi perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar. Berikut pernyataan informan ke 4 mengatakan bahwa:

”perpustakaan mudah di jangkau karena perpustakaan dekat dengan pintu masuk dan masih dalam ruang lingkup kampus” (wawancara bersama Dian Ayu Miftahul Jannah selaku pemustaka, pada tanggal 25 Maret 2022, waktu:10.00)

Pernyataan pemustaka di atas, juga ditambahkan oleh informan 5 mengatakan bahwa:

”mudah diakses karena masih dalam ruang lingkup kampus” (wawancara bersama Hasniah selaku pemustaka, pada tanggal 25 Maret 2022, waktu:

10.15)

Selajutnya ditambahkan oleh informan 6 mengatakan bahwa:

”mudah diakses karena perpustakaan dekat dengan fakultas saya”

(wawancara bersama Sukardi selaku pemustaka, pada tanggal 25 Maret 2022, waktu: 10.25)

Berdasarkan keterangan kepala perpustakaan, bahwa lokasi perpustakaan mudah dijangkau oleh pemustaka karena tepat berada di samping gerbang utama. Jadi mahasiswa melewatinya setiap hari. Hal demikian juga diungkapkan oleh pustakawan bahwa lokasi perpustakaan strategis karena tempat keluar masuknya mahasiswa karena pas berada di samping perpustakaan. hal ini juga diakui oleh pemustaka bahwa lokasi perpustakaan mudah dijangkau dan mudah diakses karena dekat dengan fakultas dan masih dalam ruang lingkup kampus.

Berdasarkan hasil wawancara di atas, lokasi perpustakaan Universitas Muhammadiyah Makassar sudah sesuai dengan SNP perguruan Tinggi Tahun 2017 dimana lokasi perpustakaan harus berada di pusat kegiatan pembelajaran dan mudah dijangkau oleh sivitas akademika.

Dokumen terkait