• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

3.7 Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Analisis data diartikan sebagai upaya mengolah dan menjadi informasi, sehingga karakteristik atau sifat-sifat data tersebut dapat dengan mudah dipahami dan bermanfaat untuk menjawab masalah-masalah yang berkaitan dengan kegiatan penelitian.

Dengan demikian, teknik pengolahan analisis data dapat diartikan sebagai cara melaksanakan analisis terhadap data, dengan tujuan mengolah data tersebut menjadi informasi sehingga karakteristik atau sifat-sifat datanya dapat dengan mudah dipahami dan bermanfaat untuk menjawab masalah–masalah yang berkaitan dengan kegiatan penelitian, baik berkaitan dengan deskripsi data maupun untuk membuat induksi, atau menarik kesimpulan tentang karakteristik populasi (parameter) berdasarkan data yang diperoleh dari sampel.

Teknik analisis data dalam penelitian dibedakan menjadi dua, yaitu teknik analisis data deskriptif dan teknik analisis data inferensial. Teknik analisis data penelitian secara deskriptif, yaitu statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat generalisasi hasil penelitian.

Sementara itu teknik analisis dan interfensi dilakukan dengan cara statistik interfersial, yaitu statistik yang digunakan untuk menganalisis data dengan membuat kesimpulan yang berlaku umum. Ciri analisis data inferensial adalah digunakan rumus statistik tertentu misalnya uji f, dan sebagainya. Hasil dari perhitungan rumus statistik inilah yang menjadi dasar pembuatan generalisasi dari sampel bagi populasi. Dengan demikian, statistik inferensial berfungsi untuk menggeneralisasikan hasil penelitian sampel bagi populasi.

Teknik pengolahan dan analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis data statistik inferensial, dimana statistik inferensial ini berkenaan dengan permodelan data dan melakukan pengambilan keputusan berdasarkan analisis data, yaitu dengan melakukan pengujian hipotesis dengan membuat permodelan pengaruh (regresi) menggunakan rumus statistik uji f.

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan permodelan analisis regresi dimana salah satu metode untuk menggunakan hubungan sebab akibat antara satu variabel dengan variabel lainnya. Variabel penyebab disebut variabel independen, variabel bebas, atau variabel X. Sedangkan variabel terkena akibat dikenal sebagai variabel yang dipengaruhi, variabel dependen, variabel terikat, atau variabel Y.

Statistik inferensial juga bisa disebut sebagai statistik induk yang dipergunakan untuk menganalisis data dari sampel dan hasilnya akan diberlakukan untuk populasi. Statistik ini tepat digunakan bila sampel yang diambil dari populasi jelas dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara sensus dan kesimpulan yang diberlakukan untuk populasi, kebenarannya akan bersifat peluang yang ditanyakan dengan prosentase. Peluang kesalahan ini

disebut dengan taraf signifikasi dari hasil analisis yang digunakan. Dengan kata lain signifikasi adalah kemampuan generalisasi dengan tingkat kesalahan tertentu.

3.7.1 Koefisien Korelasi Product Moment

Pengujian terhadap pengaruh stres terhadap kinerja pegawai pada KPP Pratama Serang menggunakan koefisien korelasi menurut product moment dengan rumus seperti dibawah ini.

Rumus Product Moment :

r

xy = n∑XiYi–(∑Xi)(∑Yi)

n∑Xi2 –(∑Xi)2n∑Yi2 –(∑Yi)2

Keterangan :

r

xy = koefisien korelasi butir pernyataan variabel X dengan variabel Y

∑X = Jumlah nilai skor X

∑Y = Jumlah skor Y

∑XY = Jumlah hasil kali skor X dan Y yang berpasangan

∑X2

= Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran X

∑Y2

= Jumlah skor yang dikuadratkan dalam sebaran Y N = jumlah responden

Dengan demikian, untuk dapat memberikan interpretasi terhadap kuat atau tidaknya hubungan tersebut, maka dapat digunakan pedoman seperti yang tertera pada tabel berikut :

Tabel 3.4

Pedoman Untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 0,20 – 0,399 0,40 – 0,599 0,60 – 0,799 0,80 – 1,000 Sangat rendah Rendah Sedang Kuat Sangat kuat Sumber : Sugiyono (2009:184) 3.7.2 Regresi Sederhana

Analisis regresi dipergunakan untuk menelaah hubungan antara dua variabel atau lebih, terutama untuk menelusuri pola hubungan yang modelnya belum diketahui dengan sempurna, atau untuk mengetahui bagaimana variasi dari beberapa variabel independen mempengaruhi variabel dependen dalam suatu fenomena yang kompleks.

Berkaitan dengan analisis regresi ini, sedikitnya ada empat kegiatan yang dapat dilaksanakan dalam analisis regresi, diantaranya : (1) mengadakan estimasi terhadap parameter berdasarkan data empiris, (2) menguji beberapa besar variasi variabel dependen dapat diterangkan oleh variasi variabel independen, (3) menguji apakah estimasi parameter tersebut signifikasi atau tidak, dan (4) melihat apakah tanda dari estimasi parameter yang cocok dengan teori.

Regresi linier adalah metode statistik yang digunakan untuk membentuk model hubungan antara variabel terikat (independen, respon : Y) dengan satu atau lebih variabel bebas (independen, prediktor: X).

Apabila banyaknya variabel bebas hanya ada satu, disebut sebagai regresi linier sederhana, sedangkan apabila terdapat lebih dari satu variabel bebas, disebut sebagai regresi linier berganda, pada penelitian ini, peneliti menggunakan regresi linier sederhana dimana peneliti mencantumkan variabel bebeas hanya satu.

Regresi sederhana bertujuan untuk mempelajari hubungan antara dua variabel. Analisis regresi lebih akurat dalam melakukan analisis korelasi, karena pada analisis itu kesulitan dalam menunjukan slop (tingkat perubahan suatu variabel terhadap variabel lainnya dapat ditentukan), dengan demikian maka melalui analisis regresi, peramalan nilai variabel terikat pada nilai variabel bebas lebih akurat pula. Model regresi sederhana adalah sebagai berikut :

Y = a + bx

Keterangan :

Y = Variabel tak bebas (terikat) x = Variabel bebas

a = Penduga bagi intersap (α)

b = Penduga bagi koefisien regresi (β)

α , β = Parameter yang nilainya tidak diketahui sehingga diduga menggunakan statistik sampel

Tujuan dari menggunakan analisis regresi ini adalah membuat estimasi rata-rata dan nilai variabel tergantung dengan didasarkan pada nilai variabel bebas, menguji hipotesis karakteristik dependensi dan untuk

meramalkan nilai rata-rata variabel bebas dan dengan didasarkan pada nilai variabel bebas diluar jangkauan sampel.

3.7.3 Uji Signifikansi

Rumusan uji signifikansi korelasi product moment digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh antara dua variabel, untuk itu harus di tes apakah korelasi antara stres kerja (variabel X) dan kinerja (variabel Y) signifikansi atau tidak, dengan demikian diperlukan uji t.

Uji signivikansi dapaat di tes melalui thitung yang terdapat pada tabel regresi sederhana dengan ttabel, sehingga dari perbandingan tersebut dapat kita ketahui letak dimana daerah penerimaan dan penolakan H0 dan dapat digambarkan melalui liner uji signivikansi dua pihak. Sehingga apabila thitung>ttabel maka Ho ditolak dan jika thitung < ttabel maka Ho diterima.

3.7.4 Uji Keberartian Regresi

Pemerikasaan keberartian regresi dilakukan melalui pengujian hipotesis nol, bahwa koefisien regresi b sama dengan nol (tidak berarti) melawan hipotesis tandingan bahwa koefisien arah regrasi tidak sama dengan nol.

Untuk mempermudah dalam mengelola data peneliti menggunakan alat bantu SPSS veris 16.0. Setelah dari uji keberartian regresi diperoleh, maka tahap selanjutnya adalah :

1. membandingkan nilai uji f dengan uji tabel f dengan kriteria uji,

apabila nilai f hitung lebih besar atau sama dengan (≥) nilai tabel f,

maka Ho ditolak. 2. Membuat kesimpulan.

3.7.5 Uji Koefisien Determinasi

Untuk menghitung besarnya pengaruh antara variabel X (stres kerja), kemudian dapat dilakukan dengan cara menghitung koefisien determinasi, dengan cara mengkuadratkan koefisien yang ditemukan. Jadi, koefisien determinasinya adalah sebagai berikut :

Keterangan :

Kd = Koefisien Derteminasi

R = Korelasi Koefisien Product Moment

Dokumen terkait