• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Pengumpulan Data

Dalam dokumen Skripsi. oleh. Lailia Mawaddah NIM (Halaman 57-62)

METODELOGI PENELITIAN

E. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi.

1. Observasi

Observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. Apabila objek penelitian bersifat perilaku, tindakan manusia, dan fenomena alam (kejadian-kejadian yang ada di alam sekitar), proses kerja, dan penggunaan responden kecil. Observasi atau pengamatan merupakan suatu teknik atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Observasi dapat dilakukan dengan partisipasi ataupun nonpartisipasi. Dalam observasi (participatory observation) pengamat ikut serta dalam kegiatan yang sedang berlangsung, pengamat ikut sebagai peserta rapat atau peserta pelatihan. Dalam observasi nonpartisipasi (nonparticipatory observastion) pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan, dia hanya berperan mengamati kegiatan.4

Observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi nonpartisipasi. Peneliti tidak ikut dalam kegiatan yang sedang berlangusng, peneliti hanya mengamati kegiatan yang sedang berlangsung. Observasi yang peneliti lakukan pada saat sedang melakukan kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan sambil mengamati kegiatan-kegiatan di sekolah untuk penelitian ini.

3 Sandu Siyoto dan Ali Sodik, Dasar Metodologi Penelitian, (Yogyakarta: Literasi Media Publishing, 2015), h. 78.

4 Sudaryono, Metodologi Penelitian, (Depok: Rajawali Press, 2018), h. 216.

2. Wawancara

Nasution dalam Sudaryono, wawancara adalah suatu bentuk komunikasi verbal, jadi semacam percakapan yang bertujuan memperoleh informasi. Bila guru menanyakan siswa tentang keadaan rumah atau petani menanyakan seluk beluk pertanian, itu namanya wawancara.5

Wawancara atau interview yang sering dinamakan kuesioner lisan yaitu sebuah dialog yang dilaksanakan oleh pewawancara untuk mendapatkan informasi dari orang yang diwawancarai. Wawancara digunakan oleh peneliti untuk mendapatkan data tertentu, seperti variabel pendidikan orang tua siswa, kompetensi guru, kemampuan manajerial kepala sekolah.6

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan wawancara untuk memperoleh data-data yang menyangkut gambaran tentang metode yang digunakan oleh guru Bahasa Indonesia pada pembelajaran menulis puisi.

Adapun daftar wawancara untuk guru Bahasa Indonesia dan peserta didik sebagai berikut:

Tabel 1.1

Wawancara dengan Peserta Didik

No. Daftar Pertanyaan Wawancara

1 Bagaimana persiapan kamu sebelum memulai pelajaran?

Apakah sebelumnya kamu telah belajar di rumah?

2 Apakah materi yang terdapat di PPT sulit?

3 Apakah kamu paham dengan materi tersebut?

4 Menurut kamu, apakah materi yang disampaikan dalam PPT sama dengan materi yang diberikan oleh Guru Bahasa Indonesia?

5 Ibid., h. 212.

6 Asep Kurniawan, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2018), h. 168.

5 Ketika kamu belajar di kelas? Apakah kamu sebelumnya pernah menggunakan media pembelajaran audio visual berupa film pendek sebagai bahan pelajaran selain buku wajib di sekolah?

6 Apakah dalam pembelajaran Bahasa Indonesia selalu menggunakan audio visual?

7 Apakah kamu menyimak dan memperhatikan ketika Guru menayangkan media film pendek dan menangkap isi dari film tersebut?

8 Bagaimana perasaan kamu ketika guru memerintahkan untuk menonton film pendek Kinetik?

9 Apakah kamu paham maksud dari film pendek Kinetik tersebut?

10 Apakah tanggapan kamu dengan digunakannya media film pendek dalam pembelajaran Bahasa Indonesia?

11 Apakah kamu menyukai film pendek Kinetik?

12 Apakah film pendek Kinetik dapat menginspirasi kamu?

13 Apakah penggunaan media film pendek Kinetik dapat memudahkan kamu dalam membuat puisi?

14 Bagaimana perasaan kamu ketika dapat menulis puisi melalui film pendek Kinetik?

Tabel 1.2

Wawancara dengan Guru Bahasa Indonesia

No. Daftar Pertanyaan Wawancara

1 Apakah sebelum mengajar Bapak membuat RPP?

2 Ketika mengajar di kelas, apakah Bapak menggunakan media?

3 Media apa yang sering Bapak gunakan?

4 Apakah Bapak pernah menggunakan media audio visual untuk pembelajaran di kelas?

5 Jika pernah, pada kelas berapa Bapak menerapkan media audio visual? dan pada materi apa?

6 Apakah di sekolah SMK Triguna Utama pernah diadakan pelatihan untuk guru menerapkan pengajaran menggunakan media?

7 Apakah ada tuntutan dari sekolah untuk memanfaatkan media pembelajaran ketika mengajar?

8 Apakah ada sangsi bagi guru yang tidak memanfaatkan media pembelajaran dalam mengajar?

9 Menurut Bapak, adakah manfaat bagi siswa dalam menggunakan media audio visual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia?

10 Bagaimana persiapan kelas dan situasi siswa saat Bapak mulai mengajar menggunakan media audio visual?

11 Kendala apa saja yang dihadapi dalam proses belajar mengajar dengan menggunakan media audio visual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia?

12 Bagaimana menyikapi masalah tersebut?

13 Apakah ada waktu rutin menggunakan media audio visual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia?

14 Apakah sebelumnya Bapak pernah menggunakan media film pendek di kelas?

15 Jika pernah, bagaimana situasi siswa ketika mengetahui bahwa pembelajaran hari ini akan menggunakan media menonton film pendek?

16 Menurut Bapak, apakah menggunakan media film pendek dapat efektif dalam pembelajaran puisi?

17 Apa harapan Bapak dengan digunakannya media audio visual dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas?

3. Tes

Gronlund dalam Burhan Nugiyantoro mengemukakan bahwa, tes merupakan sebuah instrument atau prosedur yang sistematis untuk mengukur suatu sampel tingkah laku, misalnya untuk menjawab pertanyaan “seberapa baik (tinggi) kinerja seseorang”. Tes adalah salah satu bentuk pengukuran, dan tes “hanyalah” merupakan salah satu cara untuk mendapatkan informasi (kompetensi, pengetahuan, keterampilan) tentang peserta didik. Informasi tentang peserta didik juga dapat diperoleh lewat berbagai cara selain tes, misalnya dengan cara atau nontes, tergantung data apa yang dibutuhkan.7

Penulis memberikan tes tertulis secara individual kepada peserta didik. Penulis meminta peserta didik untuk menulis sebuah puisi bertema “Begerak untuk Perubahan” setelah menonton film pendek Kinetik. Tes dilakukan untuk menilai keterampilan peserta didik dalam menulis puisi dengan penerapan media film pendek Kinetik.

4. Dokumentasi

Dokumentasi adalah pengumpulan data yang berupa catatan yang ditulis, tercetak atau dipindai dengan optik (dengan bahasa lain, untuk data yang sifatnya benda mati). Contoh: notulen rapat guru, catatan harian, dan lain-lain.8

Dokumentasi dilakukan secara daring dan langsung di sekolah.

Kondisi saat peneliti melakukan penelitian, yaitu sedang terjadi wabah virus corona-19 yang menyebabkan peserta didik tidak dapat belajar di sekolah. Maka, peneliti melakukan pengajaran melalui google meet dan whatsapp group. Dokumentasi saat pembelajaran menggunakan whatsapp group di screen shoot sebagai menjadi bukti dalam penelitian ini. Dapat dilihat dilampiran. Selanjutnya, dengan aplikasi google meet bukti dokumentasi difoto saat pelaksanaan lalu dicetak hasilnya sebagai

7 Burhan Nurgiyantoro, Penilaian Pembelajaran Bahasa Berbasis Kompetensi, edisi 2, (Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta, 2016), cet. ke-7, h. 123.

8 Ibid., h. 179.

wujud konkret pembelajaran jarak jauh dalam pengambilan data.

Namun, peneliti juga melakukan wawancara secara langsung di SMK Triguna Utama dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

Bukti dokumentasi wawancara telah terlampir dilampiran.

Dalam dokumen Skripsi. oleh. Lailia Mawaddah NIM (Halaman 57-62)

Dokumen terkait