BAB III METODOLOGI PENELITIAN
C. Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan mengamati seluruh variabel berikut:
a. Variabel Bebas = Model pembelajaran
Model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang digunakan sebagai pedoman dalam melakukan pembelajaran. Model pembelajaran berdasarkan masalah pada kelompok eksperimen dan model ekspositori pada kelompok kontrol.
b. Variabel Terikat = Hasil Belajar Akuntansi
Hasil belajar akuntansi merupakan tingkat keberhasilan yang dicapai siswa setelah mengikuti proses pembelajaran.
2. Sumber Data
Pengumpulan data dimaksudkan untuk membuktikan kebenaran hipotesis serta memperoleh informasi atau bukti yang valid serta reliabel. Untuk memperoleh data yang valid dan reliabel diperlukan teknik pengumpulan data yang tepat dan handal. Teknik pengumpulan data yang digunakan akan mempengaruhi tingkat keberhasilan suatu penelitian. Menurut Suharsimi Arikunto
(2002: 124) ”Ada beberapa metode pengumpulan data yaitu: Metode Tes, Metode
Kuisioner, Metode Interview, Metode Observasi, dan Metode Dokumentasi”.
Dalam penelitian ini digunakan dua metode pengumpulan data, yaitu Metode tes dan Metode Dokumentasi.
a. Metode Tes
Metode tes adalah pengumpulan data yang bertujuan untuk mengetahui hasil dari suatu perlakuan. Menurut Nana Sudjana (2002: 35) tes sebagai penilaian adalah pertanyaan-pertanyaan yang diberikan kepada siswa untuk mendapat jawaban dari siswa dalam bentuk lisan (tes lisan), dalam bentuk tulisan (tes tulisan), atau dalam bentuk perbuatan (tes tindakan). Dalam penelitian ini yang digunakan adalah tes tulisan.
commit to user b. Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi adalah cara mengumpulkan data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, legger agenda dan sebagainya (Arikunto, 1996 : 234). Metode ini digunakan untuk memperoleh daftar nama siswa dan nilai akhir ulangan blok kelas XI semester 1. Skor inilah yang akan dimanfaatkan untuk menguji kesamaan kualitas kelompok kontrol dan kelompok eksperimen pada tahap pendahuluan (sebelum perlakuan).
3. Instrumen Penelitian
Instrumen adalah alat pengumpul data dalam penelitian. Instrumen dalam penelitain ini adalah berupa tes. Soal tes dibuat sama untuk kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Setelah soal disusun, dilakukan uji coba terlebih dahulu pada kelas XI IPS 1 dengan asumsi bahwa peserta didik dikelas tersebut telah mendapatkan materi yang sama, sehingga pengukuran dan penelitian akan menghasilkan data yang benar-benar mencerminkan keadaan yang sebenarnya. Untuk mengetahui kelayakan instrumen yang digunakan dalam penelitian ini, maka perlu ditinjau beberapa aspek kelayakannya.
a. Taraf Kesukaran Suatu Item
Tingkat kesukaran soal dapat ditunjukan dengan indeks kesukaran yang menunjukan sukar mudahnya soal. Harga tingkat kesukaran untuk soal uraian dapat dihitung dengan menggunakan rumus seperti yang dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto (2005: 208) sebagai berikut:
P =
Keterangan :
P : Indeks kesukaran
B : Banyaknya siswa yang menjawab item dengan benar
commit to user
Kriteria yang digunakan adalah semakin kecil indeks kesukaran, makin sukar soal tersebut, sebaliknya semakin besar indeks kesukaran yang diperoleh maka semakin mudah soal tersebut. Kriteria indeks kesukaran soal seperti yang telah dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto (2005: 210) adalah sebagai berikut :
P : 0,00 – 0,30 = soal sukar
P : 0,31 – 0,70 = soal sedang
P : 0,70 – 1,00 = soal mudah
Hasil uji taraf kesukaran suatu item pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 3 dibawah ini:
Tabel 3. Rangkuman Hasil Uji Taraf Kesukaran Suatu Item
Kriteria Nomor Item Jumlah
Cukup (sedang) 1,2,6,8,10,13,14,17,20,21,24,25 12
Mudah 3,4,5,7,9,11,12,15,16,18,19,22,23 13
Jumlah Item 25
b. Taraf Pembeda Suatu Item
Menurut Suharsimi Arikunto (2005: 211) taraf pembedaan item adalah kemampuan suatu item untuk membedakan antara siswa yang berkemampuan tinggi (pandai) dengan siswa yang berkemampuan rendah (kurang pandai). Rumus untuk menentukan daya pembeda sesuai dengan telah yang ditemukan oleh Suharsimi Arikunto adalah sebagai berikut :
D = - = PA - PB
Keterangan :
D : indeks diskriminasi
J : jumlah peserta tes
JA : jumlah siswa dari kelompok atas
JB : jumlah siswa dari kelompok bawah
BA :banyaknya peserta dari kelompok atas yang menjawab soal dengan benar
commit to user
BB
: banyaknya peserta dari kelompok atas yang menjawab soal dengan benar
PA
: proporsi peserta dari kelompok atas yang menjawab soal dengan benar
PB : proporsi peserta dari kelompok bawah yang menjawab soal dengan
benar
Klasifikasi daya pembedaan soal adalah sebagai berikut :
0,08 – 1,00 = sangat membedakan (SM)
0,60 – 0,79 = lebih membedakan (LB)
0,40 – 0,59 = cukup membedakan (CM)
0,20 – 0,39 = kurang membedakan (KM)
0,00 – 0,19 = sangat kurang membedakan (SKM)
(Masidjo, 1995:201) Hasil uji taraf pembeda suatu item pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel 4 dibawah ini:
Tabel 4. Rangkuman Hasil Uji Taraf Pembeda Suatu Item
Kriteria Nomor Item Jumlah
Baik (good) 3,4,11,17,18,22 6
Cukup (satisfactory) 1,2,5,6,7,8,9,10,12,13,14,15,16,19,20,21,23,25 18
Jelek (poor) 24 1
Jumlah Item 25
c. Validitas Instrumen Penelitian
Validitas adalah ukuran yang menunjukan tingkat kevalidan suatu instrument (Suharsimi Arikunto,2005: 72), adapun untuk menguji validitas
item pertanyaan digunakan rumus teknik korelasi product moment yang
dikemukakan oleh Pearson, sebagai berikut :
r
xy=
commit to user Keterangan :
rxy : koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y
X : skor item soal
Y : skor total soal
N : jumlah subjek
Kriteria pengujian :
Jika rxy > rtotal (taraf signifikansi 5%) maka item dinyatakan valid
Jika rxy < rtotal (taraf signifikansi 5%) maka item dinyatakan tidak valid
Klasifikasi validitas soal (Masidjo,1995: 243) adalah sebagai berikut :
0,91 – 1,00 = sangat tinggi (ST)
0,71 – 0,90 = tinggi (T)
0,41 – 0,70 = cukup (C)
0,21 – 0,40 = rendah (R)
0,00 – 0,20 = sangat rendah (SR)
Hasil uji validitas instrumen dari 25 soal yang telah diujikan pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 5. Rangkuman Hasil Uji Validitas Instrumen Penelitian
Kriteria Nomor Item Jumlah
Valid 1,2,3,4,5,6,7,9,10,11,12,13,14,15,16,18,19,20,21,23,
24,25 22
Tidak Valid 8,17,22 3
Jumlah Item 25
d. Reabilitas Instrumen Penelitian
Reliabilitas test berhubungan dengan masalah ketepatan hasil test, dalam arti instrument tersebut apabila digunakan akan memberikan hasil yang relative sama. Untuk mencari reliabilitas test dapat digunakan rumus dari Kurder Richardson (KR-20) dalam Suharsimi Arikunto (2005: 100) sebagai berikut :
commit to user
r
11=
Keterangan : r11 : koefisien reabilitas n : jumlah item S : deviasi standarp : proporsi subyek yang menjawab item dengan benar
t :
q : proporsi yang mendapat skor 0 (1 – p)
Klasifikasi reliabilitas soal (Masidjo,1995: 243) adalah sebagai berikut :
0,91 – 1,00 = sangat tinggi (ST)
0,71 – 0,90 = tinggi (T)
0,41 – 0,70 = cukup (C)
0,21 – 0,40 = rendah (R)
0,00 – 0,20 = sangat rendah (SR)
Hasil uji validitas instrumen dari 25 soal yang telah diujikan pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel dibawah ini:
Tabel 6. Rangkuman Hasil Uji Reabilitas Instrumen Penelitian
Jumlah Soal S2 r11 Keterangan
25 24,8616 4,8554 0,83823 Tinggi