METODOLOGI PENELITIAN
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang dapat ditempuh untuk memperoleh data sesuai dengan jenis data yang dibutuhkan. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan data yang digunakan adalah:
1. Kuesioner
Kuesioner adalah metode pengumpulan data dengan menggunakan sejumlah daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden yang sebenarnya. Melalui cara ini dimaksudkan untuk memperoleh data tentang kecerdasan emosional, prestasi belajar siswa, status sosial ekonomi orang tua, dan status sekolah.
2. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan metode pengumpulan data dengan menggunakan catatan atau dokumen. Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data prestasi belajar yang berupa nilai rapor siswa.
G. Pengujian Instrumen Penelitian
1. Uji Validitas
Sebuah instrumen dapat dikatakan valid bila dapat mengungkap data yang diteliti dengan tepat. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud. Suatu instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Untuk pengujian validitas butir instrumen, dalam penelitian ini menggunakan rumus korelasi product
{ ∑ ∑
−∑ ∑ ∑}{ ∑
−∑ }
− = 2 2 2 2 ) ( ) ( ) )( ( Y Y N X X N Y X XY N rxy Keterangan :rxy = Koefisien korelasi antara X dan Y N = banyaknya sampel yang diujicobakan ? X = Jumlah skor dalam sebaran X
? Y = Jumlah skor dalam sebaran Y ? XY = Jumlah hasil kali antara X dan Y ? X² = Jumlah kuadrat nilai X
? Y² = Jumlah kuadrat nilai Y
Untuk mengetahui apakah instrumen penelitian tersebut valid atau tidak, maka ketentuannya sebagai berikut :
a. Jika nilai rhitung > rtabel dengan taraf keyakinan 95 % maka instrumen penelitian dikatakan valid.
b. Jika nilai rhitung < rtabel dengan taraf keyakinan 95 % maka instrumen penelitian dikatakan tidak valid.
Hasil Uji Validitas dilakukan terhadap item- item pernyataan variabel kecerdasan emosional. Uji validitas ini dilakukan untuk 30 butir pernyataan kecerdasan emosional. Rangkuman uji validitas untuk kecerdasan emosional adalah sebagai berikut:
Tabel 3.6
Rangkuman Uji Validitas Variabel Kecerdasan Emosional
Butir No Korelasi dengan Koreksi Status
1 0,5875 Valid 2 0,5855 Valid 3 0,7408 Valid 4 0,6378 Valid 5 0,6282 Valid 6 0,6479 Valid 7 0,5349 Valid
8 0,5101 Valid 9 0,6924 Valid 10 0,5385 Valid 11 0,5060 Valid 12 0,3678 Valid 13 0,4322 Valid 14 0,5180 Valid 15 0,5082 Valid 16 0,6343 Valid 17 0,6041 Valid 18 0,5290 Valid 19 0,3998 Valid 20 0,3800 Valid 21 0,4678 Valid 22 0,6817 Valid 23 0,7432 Valid 24 0,6412 Valid 25 0,5811 Valid 26 0,5017 Valid 27 0,4746 Valid 28 0,4700 Valid 29 0,5250 Valid 30 0,6236 Valid
Dari tabel di atas terlihat bahwa seluruh item pertanyaan pada variabel kecerdasan emosional menunjukkan bahwa sebanyak tiga puluh butir pertanyaan sahih. Pengambilan keputusan ini dilakukan dengan membandingkan nilai rhitung dengan nilai rtabel. Dengan jumlah data (n) sebanyak 35 responden dan derajat keyakinan (α) = 5% atau 0,05 maka diperoleh nilai rtabel sebesar 0,344. Dari hasil perhitungan diperoleh bahwa keseluruhan nilai rhitung menunjukkan angka yang lebih besar daripada nilai rtabel (rhitung>0,344). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semua butir dalam pertanyaan kecerdasan emosional adalah valid.
2. Pengujian Reliabilitas Kuesioner
Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Reliabilitas menunjuk pada tingkat keterandalan sesuatu. Reliabel artinya dapat dipercaya dan dapat diandalkan. Pengujian reliabilitas dalam penelitian ini didasarkan pada rumus Alpha (Arikunto,2002:171) : − − =
∑
2 2 11 1 ) 1 ( t b k k r σ σ Keterangan : r11 = reliabilitas instrumenk = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal
∑
2b
σ = jumlah varians butir
2
t
σ = varians total
Untuk pengujian dilakukan dengan cara membandingkan antara koefisien nilai alpha yang berasal dari pengujian reliabilitas variabel yang diteliti dengan taraf signifikansi 5%. Jika nilai koefisien alp ha lebih besar dari 0,60, maka kuesioner tersebut dinyatakan reliabel (dapat dipercaya) atau handal. Sebaliknya, jika nilai kofisien alpha lebih kecil dari 0,60, maka kuesioner tersebut dinyatakan tidak reliabel atau tidak handal (Nunnally, 1967 dalam Imam Ghozali, 2006:41). Hasil uji reliabilitas instrumen dilakukan dengan berdasarkan rumus Alpha Cronbach dan dikerjakan menggunakan program SPSS for Windows Versi 11. Dari tiga puluh pertanyaan pada variabel kecerdasan emosional ini diperoleh nilai koefisien korelasi (rtt) sebesar 0,9338. Pengambilan kesimpulan dilakukan dengan membandingkan nilai
koefisien korelasi dengan 0,60. Dari hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien korelasi lebih besar dari pada 0,60 (0,9338>0,60) (lampiran 2, hal 107). Ini berarti bahwa kuesioner variabel kecerdasan emosional dapat dikatakan andal.
H. Teknik Analisis Data
1. Deskripsi Data
Analisis ini dipergunakan untuk mengetahui, mendeskripsikan, dan menyajikan data variabel kecerdasan emosional, status sosial ekonomi orang tua, dan status sekolah dalam bentuk tabel. Dalam analisa ini dihitung mean, median, modus, dan standar deviasi.
2. Pengujian Normalitas dan Liniearitas. a. Pengujian normalitas
Uji normalitas digunakan untuk mengetahui apakah sebaran data yang digunakan dalam penelitian berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas didasarkan pada uji satu sampel dari Kolmogorov-Smirnov.
Uji Kolmogorov-Smirnov bisa dipakai untuk uji keselarasan data yang
berskala minimal ordinal (Singgih Santoso, 2005:389). Adapun rumus
uji Kolmogorov-Smirnov untuk normalitas adalah sebagai berikut:
Rumus : D = Maximum F0 ( X ) – Sn ( X) Dimana :
D : Deviasi maksimum
F0 : Fungsi distribusi frekuensi kumulatif yang ditentukan Sn : Distribusi frekuensi kumulatif yang diobservasi
Pengujian ini dengan dua pihak dengan kesalahan Bila nilai probabilitas (? ) yang diperoleh melalui perhitungan lebih kecil dari taraf signifikansi 5% berarti sebaran data variabel tidak normal, begitu juga sebaliknya.
b. Uji Linieritas
Pengujian linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah ada sifat hubungan linear antara variabel bebas dengan variabel terikat dari data yang diperoleh. Rumus yang digunakan adalah rumus persamaan garis regresi dengan menghitung nilai F atau analisis varians untuk uji linearitas (Sudjana,2005:332). Rumus F = e TC S S 2 2 2 ) ( 2 − = k TC JK S TC dan n k E JK S e − = ( ) 2 Keterangan :
F = harga bilangan F untuk garis regresi
TC
S2 = varians tuna cocok e
S2
= varians kekeliruan
JK(TC) = jumlah kuadrat tuna cocok JK(E) = jumlah kuadrat kekeliruan
Untuk distribusi F yang digunakan diambil dk pembilang = (k-2) dan dk penyebutan = (n-k) jika Fhitung lebih kecil dari Ftabel pada taraf signifikansi 5% maka hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat tersebut dapat dikatakan linier, begitu juga sebaliknya jika nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel pada taraf signifikansi 5%, maka hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat dapat dikatakan tidak linear.
3. Pengujian Hipotesis 1 a. Rumusan Hipotesis 1
Ho : Tidak ada pengaruh positif kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar ditinjau dari tingkat pendapatan orang tua. Ha : Ada pengaruh positif kecerdasan emosional terhadap prestasi
belajar ditinjau dari tingkat pendapatan orang tua. b. Pengujian Hipotesis 1
Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan model persamaan regresi yang dikembangkan Chow (Gujarati,1995:512) dengan rumus : Yi = a 0 +ß 1X1 + ß2 X2 +ß 3(X1X2)+U1
Dimana :
Yi = variabel prestasi belajar a 0 = konstanta
X1 = variabel kecerdasan emosional
X2 = variabel tingkat pendapatan orang tua
X1X2 = nilai interaksi antara variabel kecerdasan emosional dengan variabel tingkat pendapatan orang
tua
ß1/ ß2/ ß3 = koefisien regresi (besaran pengaruh) U1 = pengganggu regresi
Untuk mengukur tingkat signifikan koefisien regresi dari interaksi variabel X1X2 terhadap Yi, maka dilakukan perbandingan nilai signifikasi koefisien regresi (ß3) dengan taraf signifikasi (a) yang digunakan dalam penelitian ini yakni 0,05. Hipotesis penelitian ini akan diterima bila nilai koefisien regresi (ß3) adalah positif dan nilai signifikansi koefisien regrasi (ß3) lebih rendah dari taraf signifikasi (a) 0,05.
4. Pengujian Hipotesis 2 a. Rumusan Hipotesis 2
Ho : Tidak ada pengaruh positif kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua.
Ha : Ada pengaruh positif kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar ditinjau dari tingkat pendidikan orang tua.
b. Pengujian Hipotesis 2
Pengujian hipotesis pnelitian ini menggunakan model persamaan regresi yang dikembangkan Chow (Gujarati,1995:512) dengan rumus : Yi = a 0 +ß 1X1 + ß2 X2 + ß 3(X1X2)+U1
Dimana :
Yi = variabel prestasi belajar a 0 = konstanta
X1 = variabel kecerdasan emosional X2 = variabel tingkat pendidikan orang tua
X1X2 = nilai interaksi antara variabel kecerdasan emosional dengan variabel tingkat pendidikan
orang tua
ß1/ ß2/ ß3 = koefisien regresi (besaran pengaruh) U1 = pengganggu regresi
Untuk mengukur tingkat signifikan koefisien regresi dari interaksi variabel X1X2 terhadap Yi, maka dilakukan perbandingan nilai signifikasi koefisien regresi (ß3) dengan taraf signifikasi (a) yang digunakan dalam penelitian ini yakni 0,05. Hipotesis penelitian ini akan diterima bila nilai koefisien regresi (ß3) adalah positif dan nilai signifikansi koefisien regrasi (ß3) lebih rendah dari taraf signifikasi (a) 0,05.
5. Pengujian Hipotesis 3 a. Rumusan Hipotesis 3
Ho : Tidak ada pengaruh positif kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar ditinjau dari jenis pekerjaan orang tua.
Ha : Ada pengaruh positif kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar ditinjau dari jenis pekerjaan orang tua
b. Pengujian Hipotesis 3
Pengujian hipotesis pnelitian ini menggunakan model persamaan regresi yang dikembangkan Chow (Gujarati,1995:512) dengan rumus : Yi = a 0 +ß 1X1 + ß2 X2 +ß 3(X1X2)+U1
Dimana :
Yi = variabel prestasi belajar a 0 = konstanta
X1 = variabel kecerdasan emosional X2 = variabel jenis pekerjaan orang tua
X1X2 = nilai interaksi antara variabel kecerdasan emosional dengan variabel jenis pekerjaan orang
tua
ß1/ ß2/ ß3 = koefisien regresi (besaran pengaruh) U1 = pengganggu regresi
Untuk mengukur tingkat signifikan koefisien regresi dari interaksi variabel X1X2 terhadap Yi, maka dilakukan perbandingan nilai signifikasi koefisien regresi (ß3) dengan taraf signifikasi (a) yang digunakan dalam penelitian ini yakni 0,05. Hipotesis penelitian ini akan diterima bila nilai koefisien regresi (ß3) adalah positif dan nilai signifikansi koefisien regrasi (ß3) lebih rendah dari taraf signifikasi (a) 0,05.
6. Pengujian Hipotesis 4 a. Rumusan Hipotesis 4
Ho : Tidak ada pengaruh positif kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar ditinjau dari status sekolah.
Ha : Ada pengaruh positif kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar ditinjau dari status sekolah.
b. Pengujian Hipotesis 4
Pengujian hipotesis penelitian ini menggunakan model persamaan regresi yang dikembangkan Chow (Gujarati,1995:512) dengan rumus : Yi = a 0 +ß 1X1 + ß2 X2 +ß 3(X1X2)+U1
Dimana :
Yi = variabel prestasi belajar a 0 = konstanta
X1 = variabel kecerdasan emosional X2 = variabel status sekolah
X1X2 = nilai interaksi antara variabel kecerdasan emosional dengan variabel status sekolah
ß1/ ß2/ ß3 = koefisien regresi (besaran pengaruh) U1 = pengganggu regresi
Untuk mengukur tingkat signifikan koefisien regresi dari interaksi variabel X1X2 terhadap Yi, maka dilakukan perbandingan nilai signifikasi koefisien regresi (ß3) dengan taraf signifikasi (a) yang digunakan dalam penelitian ini yakni 0,05. Hipotesis penelitian ini akan diterima bila nilai koefisien regresi (ß3) adalah positif dan nilai signifikansi koefisien regrasi (ß3) lebih rendah dari taraf signifikasi (a ) 0,05.
46
BAB IV