• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pada bagian teknik pengumpulan data didalamnya menguraikan data yang telah didapat dari lapangan meliputi data observasi, data wawancara dan

35 UIN KHAS Jember, Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Jember: UIN KHAS Jember, 2021), 95.

dokumentasi kesemuanya dideskripsikan dengn teknik tersebut. 36 Data penelitian kualitatif berupa teks, foto, cerita, dokumentasi dan tidak berupa angka.

Ada berbagai cara dalam mengumpulkan data. Jika melihat sumber datanya, maka pemgumpulan data dapat menggunakan sumber primer maupun sekunder. Melihat dari teknik pengumpulannya data diperoleh dengan observasi, wawancara dan dokumentasi.37

Peneliti mengumpulkan data menggunakan teknik berikut ini:

1. Observasi

Observasi merupakan dasar dari semua ilmu pengetahuan menurut Nasution. Para pakar ilmu hanya bisa bekerja setelah melakukan observasi dan mendapat fakta yang ada. 38 Yang paling penting dalam menggunakan teknik ini yaitu dengan mengandalkan pengamatan terhadap objek dan ingatan.

Adapaun peneliti disini menggunakan observasi partisipasi pasif, yang mana peneliti tidak terlibat langsung melainkan sebagai pengamat.39

Dalam penelitian ini, peneliti telah melakukan observasi dengan mengamati lokasi penelitian di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Ebqory Tegal Besar Kaliwates Jember. Berikut ini data yang didapat dari pengamatan peneliti:

36 Tim, Penyusun, Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah, (Jember: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan UIN Khas, 2021), 95.

37 Hayat Ruhyat, Resume Buku Metode Penelitian Pendekatan Kuantitatif, kualitatif, dan R&D, (Cirebon: Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon, 2013), 5.

38 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif, (Bandung: Alfabeta, 2016), 145.

39 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2016), 226.

a. Faktor Individu Dalam Mengembangkan Kemampuan menghafal Al-Qur’an Santri Pondok Pesantren Tahfidzul Al-Qur’an (PPTQ) Ebqory Tegal Besar Kaliwates Jember yakni peneliti mengamati bahwa di pesantren ini, terdapat ngaji kitab tafsir jalalain yang di isi langsung oleh pengasuh, untuk mempelajari kitab ini sngat tidak mudah, butuh pemahaman yang sangat mendalam harus mendapat penjelasan dari guru yang benar-benar memahami. para santri memberi makna kitab dengan penuh semangat setelah pengasuh memaknai.

b. Faktor Perilaku Dalam Mengembangkan Kemampuan Menghafal Al-Qur’an Santri Pondok Pesantren Tahfidzul Al-Qur’an (PPTQ) Ebqory Tegal Besar Kaliwates Jember yakni peneliti mengamati bahwa dalam kegiatan setoran hafalan santri mereka saling mengantri satu sama lain, namun sebelum itu mereka telah mempersiapkan hafalan untuk disetorkan.

c. Faktor Lingkungan Dalam Mengembangkan Kemampuan Menghafal Al-Qur’an Santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Ebqory Tegal Besar Kaliwates Jember yakni peneliti menyaksikan bahwa santri dengan teman yang lain sama-sama memberi semangat dalam hal ngaji, begitu juga dengan ustadzah memberikan motivasi pada santri yang pada waktu setoran muroja’ah tidak lancar.

2. Wawancara

Wawancara adalah kegiatan pengumpulan data dengan tanya jawab antara peneliti dan informan yang diwawancarai mengenai apa yang ingin diteliti sehingga memperoleh data yang dibutuhkan.40

Adapun jenis wawancara dalam penelitian yaitu semi terstruktur yang mana pelaksanaanya lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur. Tujuan dari wawancara ini untuk mendapatkann data secara terbuka. 41.

Berdasarkan wawancara yang peneliti lakukan terdapat data yang diperoleh yaitu :

a. Faktor Individu Dalam Mengembangkan Kemampuan menghafal Santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur;an’an Ebqory Tegal Besar Kaliwates Jember yakni santri memiliki tujuan yang jelas seperti menghafal al-Qur’an harus sampai khatam dan harus mengatur waktu dengan baik antara ngaji dan kuliah.

b. Faktor Perilaku Dalam Mengembangkan Kemampuan menghafal Santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur;an’an Ebqory Tegal Besar Kaliwates Jember yakni santri harus mampu menilai kemampuan dirinya dalam menghafal memiliki target dalam menghafal, merespon dengan positif pada waktu hafalan tidak lancar.

c. Faktor Lingkungan Dalam Mengembangkan Kemampuan Menghafal Santri Pondok Pesantren Tahfidzul Qur;an’an Ebqory Tegal Besar

40 Umrati dan Hengki Wijaya, Analisis Data Kualitatif (Makassar : Sekolah Tinggi Theologia Jaffray, 2020), 84.

Kaliwates Jember yakni adanya relasi yang baik antara guru dan santri, teman yang saling mendukung pada saat semangat lagi down.

3. Dokumentasi

Dokumentasi memiliki arti barang-barang tertulis. Alat pengumpulan datanya disebut from pecatatan dokumen, sedangkan sumber datanya berupa dokumen atau catatan. Bentuk dari dokumentasi sendiri berupa tulisan, gambar atau karya-karya. Pelengkap dari metode observasi, dan wawancara dalam penelitian kualittaif yaitu dokumentasi tersebut.42

Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi mempunayi keuntungan biaya yang relative murah, tenaga dan waktu yang efisien.

Data dari hasil dokumentasi merupakan data sekunder. Berikut data yang didapat dari dokumentasi:

a. Foto kegiatan ngaji kitab tafsir jalalain b. Foto kegiatan setoran hafalan

c. Foto kegiatan muroja’ah

d. Catatan berupa hasil wawancara e. Profil PPTQ Ebqory Jember

f. Letak geografis PPTQ Ebqory Jember g. Sejarah berdirinya PPTQ Ebqory Jember h. Struktur kepengurusan PPTQ Ebqory Jember i. Visi dan misi PPTQ Ebqory Jember

j. Program Kegiatan PPTQ Ebqory Jember

42 Farida Ihza Amalia, Internalisasi Nilai-Nilai Akhlakul Karimah Melalui Metode Pembiasaan Sholat Dhuha Berjamaa’ah di Madrasah Tsanawiyah Negeri Jember, (Skripsi: Jember, Institut Agama Islam Negeri Jember, 2020), 46.

k. Data Santri PPTQ Ebqory Jember

l. Data Sarana dan Prasarana PPTQ Ebqory Jember E. Analisis Data

Analisis data adalah proses menyusun, membagi dan menetapkan suatu temuan mengacu pada fokus masalah yang ada. Data yang diperoleh diawal biasanya masih berantakan dan harus disederhanakan agar mudah dipahami.

Sebelum mengenalisi data pastikan data yang terkumpul valid.43

Peneliti menganalisis data menggunakan analisis model interaktif Miles, Huberman dan Saldana. Analisis dapat dilakukan dengan Tiga tahapan yaitu:44 1. Kondensasi Data

Miles, Huberman dan Saldana mengungkapakan tahapan dalam kondensasi yaitu:

Kondenasai data merujuk pada proses penentuan, memfokuskan, menyederhanakan, mengabstraksikan data yang ada baik berupa catatan lapangan, transkip wawancara, dokumentasi dan elemen empiris lannya.

Adanya kondensasi data, data yang diperoleh menjadi kuat.

Data yang diperoleh dilapangan sangat banyak adanya proses kondensasi memudahkan dalam mendapatkan data yang diperlukan. Sehingga perlu adanya proses menyederhanakan.

43 Eko Murdiyanto, Metode Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta: Lembaga Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat “UNP” Veteran Yogyakarta Press, 2020), 67.

44 Mattew B. Milles dan A. Michael Huberman, Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Model-Model Baru, Terjemah. Tjetcep Rohendi Rohidi (Jakarta: UI-Perssm 2014), 15.

2. Penyajian Data

Miles, Huberman dan Saldana mengemukakan terkait penyajian data sebagaimana dibawah ini:

Penyajian data adalah sebuah proses mengorganisasikan, menggabungkan beberapa informasi yang memungkinkan untuk diambil sebuah kesimpulan dan tindakan.

Penyajian data adalah proses pemaparan hasil kajian yang terstruktur. Pemaparan data diatas kemudian di lakakukan analisis dan dikaji kemudian mengkaitakan dengan teori yang digunakan. Penyajian data dapat ditunjukkan peneliti dalam bentuk uraian deskripsi yang telah menggambarkan objek kajian penelitian dan indikator yang telah digunakan sehingga memudahkan pembaca dalam memahami arah penelitian.

3. Penarikan Simpulan

Proses akhir dalam analisis data kualitatif yaitu adanya kesimpulan.

Kesimpulan didapatkan berdasarkan data yang ada di lapangan yaitu di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Ebqory Jember.