METODE PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian
G. Data dan Sumber Data 1.Jenis Data
1. Teknik Tes
a. Instrumen Soal Tes
Tes adalah suatu alat atau prosedur yang sistematis dan objektif untuk memperoleh data-data atau keterangan yang diinginkan tentang seseorang, dengan cara yang boleh dikatakan tepat dan cepat.3 Secara umum, fungsi tes ada dua, yaitu:4
3
H.M. Daryanto, Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2007), hlm.35.
4
Anas Sudijono, Pengantar Evaluasi Pendidikan, (Jakarta: Raja Grafindo persada, 2008), hlm.67.
1) Sebagai alat pengukur terhadap peserta didik. Dalam hubungan ini tes berfungsi mengukur tingkat perkembangan atau kemajuan yang telah dicapai oleh peserta didik setelah mereka menempuh proses belajar mengajar dalam jangka waktu tertentu
2) Sebagai alat pengukur keberhasilan, sebab melalui tes tersebut akan dapat diketahui sudah benarkah program pembelajaran yang telah ditentukan, telah dapat dicapai.
Tes ini harus dapat mengukur keseluruhan kemampuan berpikir atau penguasaan aspek kognitif peserta didik yang di kembangkan dalam pembelajaran. Penguasaan yang dimaksud adalah penguasaan aspek kognitif menurut taksonomi Bloom. Tes tertulis diberikan diakhir siklus posttest yang digunakan untuk mengukur penguasaan aspek kognitif peserta didik sesudah mengikuti pembelajaran IPS materi koperasi dengan metode kooperatif tipe snowball throwing. Sebelum soal tes digunakan untuk memperoleh data penelitian, terlebih dahulu soal tersebut diuji validitas, reliabilitas, daya beda dan tingkat kesukarannya. Untuk pengujian soal peneliti melakukannya dengan melibatkan siswa kelas V untuk dijadikan sebagai acuan dalam pengujian soal ujicoba sehingga setelah dianalisis menggunakan rumus pearson dengan memanfaatkan
Microsoft excel peneliti hanya mengambil soal-soal yang dianggap valid.
Teknik Tes ini dilakukan dengan tujuan mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Hasil tes akhir ini akan digunakan untuk mengetahui tingkat pencapaian pemahaman siswa terhadap materi sekaligus tolak ukur keberhasilan pembelajaran pada mata pelajaran IPS materi koperasi melalui penerapan model pembelajaran Kooperatif tipe Snowball Throwing.
b. Proses Penyusunan Instrument Tes
Agar sebuah instrument dapat dipercaya mengukur hasil belajar siswa . Peneliti melakukan ujicoba soal terlebih dahulu. Soal
diujicobakan kepada siswa kelas V yang berjumlah 24 siswa. Uji coba soal dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama ujicoba dilakukan untuk soal pilihan ganda sebanyak 25 soal, tahap kedua soal isian sebnayak 20 soal. Soal yang telah diujicoba kemudian diperiksa dan di uji validitas, reliabilitas, daya beda dan tingkat kesukaranya menggunakan rumus-rumus sebagai berikut:
1) Uji Validitas
Sebuah instrumen pengukuran dikatakan memiliki validitas jika hasilnya sesuai dengan kriteria tertentu, dalam arti memiliki kesejajaran antara hasil pengukuran dengan kriteria tersebut.5 Cara yang digunakan untuk mengetahui kesejajaran adalah dengan mengorelasikan hasil pengukuran . Dalam penelitian ini teknik korelasi yang digunakan adalah teknik korelasi product moment dengan angka kasar dari Carl Pearson dengan rumus korelasi sebagai berikut:6
Rumus Korelasi product moment dengan angka kasar
∑ ∑ ∑ √[ ∑ ∑ ][ ∑ ∑ ] Keterangan : N = Jumlah Siswa X = Skor Item Y = Skor Soal XY = Perkalian Skor X² = Kuadrat dari X Y² = Kuadrat dari Y 5
Eko Putro Widoyoko, Evaluasi Program Pembelajaran, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010), hal. 134.
6
Hasil yang diperoleh dikonsultasikan dengan product
moment dengan α = 5%. Jika maka butir soal dinyatakan valid. Namun apabila < maka butir soal dinyatakan tidak valid. Berdasarkan hasil analisis uji coba instrumen dari 25 soal pilihan ganda dan 20 soal uraian yang diujikan, diperoleh 21 soal pilihan ganda dan 14 soal uraian dinyatakan valid. Validitas tiap-tiap butir dihitung dengan menggunakan rumus korelasi product moment kemudian dikonsultasikan dengan tabel r product moment dengan n = 24
dan α = 0,05 sehingga diperoleh = 0,329. Apabila maka butir soal dikatakan valid dan apabila sebaliknya, maka dikatakan butir soal tidak valid. Berdasarkan hasil analisis tes uji coba instrumen, diperoleh bahwa soal pilihan ganda yang tidak valid adalah soal nomor 10, 12, 13, dan 24 sedangkan untuk soal uraian yang tidak valid adalah soal nomor 2,3,4,10 dan 12. Oleh karena itu, soal-soal tersebut tidak akan digunakan sebagai instrument soal dalam penelitian ini. Perhitungan selanjutnya dapat dilihat pada Lampiran. (lembar uji pemeriksaan keterpercayaan soal)
2) Uji Reliabilitas
Kata reliabilitas diambil dari kata reliability dalam bahasa Inggris, berasal dari kata reliable yang artinya dapat dipercaya. Instrumen tes dikatakan dapat dipercaya jika memberikan hasil yang tetap apabila diteskan berkali-kali. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:
( ) ( )
keterangan:
= reliabilitas instrument
k = banyaknya butir soal atau butir pertanyaan
M = skor rata-rata = varians total.
Setelah diperoleh harga kemudian dibandingkan dengan produk moment dengan α = 5%. Instrumen dikatakan reliabel jika . Berdasarkan hasil analisis uji instrumen diperoleh hasil = 0,797. Harga tersebut dikonsultasikan dengan dengan n = 24, diperoleh = 0,329. Jadi > . Dengan demikian dapat dikatakan alat ukur tersebut adalah reliabel. Perhitungan selanjutnya dapat dilihat pada Lampiran . (lembar uji pemeriksaan keterpercayaan soal)
3) Tingkat kesukaran
Tingkat kesukaran (TK) didefinisikan sebagai proporsi individu peserta tes yang menjawab benar. Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut:7
∑
∑ Keterangan :
TK = Tingkat kesukaran
ΣB = Jumlah peserta didik yang menjawab benar
ΣP = Jumlah peserta tes
Kriteria tingkat kesukaran sebagai berikut:
Interval P Kriteria 0,00 < IK ≤0,30 0,30 < IK ≤0,70 0,70 < IK ≤1,00 Sukar Sedang Mudah
Menurut ketentuan yang sering diikuti, indeks kesukaran sering diklasifikasikan
sebagai berikut:
1. Soal dengan P 1,00 sampai 0,30 adalah soal sukar 2. Soal dengan P 0,30 samapai 0,70 adalah soal sedang 3. Soal dengan P 0,70 sampai 1,00 adalah soal mudah
7
Soal-soal yang diujicobakan memiliki tingkat kesukaran yang berbeda-beda. Hasil dari uji coba instrumen menunjukkan bahwa tidak ada soal pilihan ganda yang berkriteria sukar dari 21 soal yang valid . Soal pilihan ganda yang berkriteria sedang adalah soal nomor 2, 4, 8, 9, 10, 11, 12, 14, 15, 16, 17, 19, 20, 22, dan 23. Sedangkan soal yang lainnya berkriteria mudah. Sedangkan untuk soal uraian dari 14 soal yang valid juga tidak ada yang berkriteria sukar, ada 9 soal berkriteria sedang yakni soal nomor 8,9,11,14,15,16,17,19 dan 20. Sedangkan soal nomor 1,5,6,7 dan 18 berkriteria mudah. Perhitungan selanjutnya dapat dilihat pada Lampiran.
4) Daya Beda
Daya beda (DB) adalah kemampuan butir soal dalam membedakan peserta didik yang mempunyai kemampuan tinggi dan rendah.8 Rumus yang digunakan adalah:
Keterangan :
D = Daya pembeda soal
= Jumlah yang benar pada butir soal kelompok atas = Jumlah yang benar pada butir soal kelompok bawah = Banyaknya peserta didik pada kelompok atas
= Banyaknya peserta didik pada kelompok bawah Kriteria pada daya beda adalah sebagai berikut :
Interval DB Kriteria DB ≤0,00 0,00 < DB ≤0,20 0,20 < DB ≤0,40 0,40 < DB ≤0, 70 0,70 < DB ≤1,00 Sangat jelek Jelek Cukup Baik Sangat baik 8 Ibid., hal. 102.
Untuk menganalisis daya pembeda pada soal-soal uji coba digunakan lima kriteria yaitu sangat jelek, jelek, cukup, baik, dan sangat baik. Berdasarkan analisis tes soal uji coba tidak diperoleh soal pilihan ganda yang berkriteria sangat baik. Sedangkan soal yang berkriteria baik adalah soal nomor 2, 8, 14,15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, dan 24. Soal yang berkriteria cukup adalah soal nomor 1, 3, 4, 5, 6, 9, 10, 11, 25. Soal berkriteria jelek adalah soal nomor 12 sedangkan soal yang berkriteria sangat jelek adalah soal nomor 13. maksudnya adalah soal tersebut kurang baik untuk dapat membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang kurang pandai. Untuk soal uraian hampir semua soal uraian yang valid yakni 13 soal memiliki kriteria sangat baik, hanya satu soal yakni nomor 7 yang berkriteria baik.
Dalam perrhitungan uji validitas, reliabilitas tingkat kesukaran dan daya beda dalam penelitian ini peneliti tidak melakukan secara manual secara keseluruhan namun sebagai sampel peneliti melakukan penghitungan secara manual selebihnya menggunakan rumus pearson menggunakan Microsof Excel. Sebagaimana terlampir. c. Kisi-kisi instrumen soal tes hasil belajar
Setelah soal-soal tes diujicobakan maka dari soal-soal tersebut dipilih berdasarkan materi pokoknya, berikut adalah kisi-kisi soal yang telah dianggap valid dan bisa digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa, sehingga dapat dipergunakan untuk melakukan kegiatan tes akhir ( posttest)
Tabel 3.2 Kisi-kisi Instrumen Soal Tes Hasil belajar Siklus I Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Pencapaian Nomor Soal Bentuk instrumen 2.2 Mengenal Pentingnya koperasi dalam meningkatkan Kesejahteraan masyarakat. Koperasi Indonesia 2.2.1 Menjelaskan Pengertian koperasi 1 1 1. PG 2. Essay
2.2.2 Menjelaskan sejarah koperasi 2,3,4 2 1. PG 2. Essay 2.2.3 Mendeskripsikan arti lambang koperasi 5,6 3 1. PG 2. Essay 2.2.4 Menjelaskan sifat dan tujuan koperasi 7, 8 4 1. PG 2. Essay 2.2.5 Menemukan Perbedaan koperasi dengan badan usaha Lainnya 9, 10 5 1. PG 2. Essay
Sedangkan kisi-kisi instrumen soal tes hasil belajar siklus II adalah sebagaimana tabel 3.3 berikut:
Tabel 3.3. Kisi-kisi Instrumen Soal Tes Hasil belajar Siklus II Kompetensi Dasar Materi Pokok Indikator Pencapaian Nomor Soal Bentuk instr 2.2 Mengenal pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Penting-nya koperasi dalam meningkat kan kesejah-teraan masyara-kat 2.2.6 Mengidentifi-kasi macam-macam koperasi 1,2,3,4,5 1,2 1. PG 2. Essay 2.2.7 Menjelaskan manfaat dari setiap jenis koperasi 6,7 ,8,9 3,4 1. PG 2. Essay 2.2.8 Menjelaskan pentingnya usaha bersama dalam koperasi 10 5 1. PG 2. Essay
Kisi-kisi soal yang sama akan digunakan pada siklus berikutnya jika diperlukan.
d.Instrumen Pedoman Observasi
Teknik observasi adalah metode pengumpulan data dengan jalan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap kenyataan-kenyataan yang diselidiki. Pengamatan atau observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan .
Metode observasi ini digunakan untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar siswa. Untuk menilai aktivitas siswa alam proses belajar mengajar, diamati melalui poto proses kegiatan pembelajaran.
Pedoman observasi digunakan untuk memperoleh data aktifitas belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model kooperatif tipe snowball throwing.
Alat non tes tersebut berupa lembar pengamatan sebagaimana terdapat pada tabel 3.4 dibawah ini:
Tabel 3.4 : Instrumen observasi persepsi keantusiasan siswa No Sikap Siswa Jumlah Siswa Prosentase
1 Sangat Antusias 2 Sedang
3 Biasa Saja 4 Tidak Antusias
Dalam lembar observasi diatas peneliti bersama observer memberikan kuisioner berupa pertanyaan kepada siswa seberapa antusias mereka dalam mengikuti pembelajaran IPS sebelum dan setelah tindakan, jawaban siswa pada lembar kuisoner akan dimasukan ke dalam tabel 3.4 sesuai jawaban yang diberikan.
Untuk observasi aktivitas belajar siswa digunakan lembar pengamatan sebagaimana terdapat pada tabel 3.5 dibawah ini:
Tabel 3.5 Lembar Observasi Pengamatan Aktivitas Siswa
No. Aspek yang diamati
Jumlah Siswa Pertemuan Presentasi
%
1 2
1 Keantusiasan siswa mengikuti pembelajaran
2 Keaktifan siswa dalam bertanya kepada guru
3
Keberanian siswa dalam mempresentasikan hasil diskusinya
4 Kemampuan siswa bekerja sama dalam Kelompok
5
Keberanian siswa dalam
mengemukakan tanggapan atau pendapat
Rata-rata aktivitas siswa
Pada lembar observasi di atas peneliti menggunakan bantuan observer untuk mencatat setiap butir pengamatan, dengan cara mencatat nama siswa dan kegiatan yang dilakukan, data kemudian dijumlah dan dicari berapa rata-rata keaktifan individu tiap siswa secara rata-rata. Karena penelitian ini menggunakan model pembelajaran kooperatif maka instrumen pengamatan siswa secara kelompok pun dilakukan, untuk mengamati aktifitas siswa dalam kelompok maka lembar pengamatan yang digunakan seperti yang terdapat pada tabel 3.6 dibawah ini:
Tabel 3.6
Instrumen Pengamatan Aktifitas Siswa dalam Kelompok KELOMPOK 1 No Nama Siswa Pertemuan I Pertemuan II Nilai Awal Nilai Akhir Skor Nilai Awal Nilai Akhir Skor 1 A 2 B 3 C 4 D Jumlah Skor Rata-rata Penghargaan Kelompok
Untuk mengisi instrumen diatas dilakukan pada saat siswa melaksanakan kegiatan kelompok, observer mengamati siswa dalam tiap kelompok dan setiap aktifitas yang dilakukan dihargai dengan nilai awal dan nilai akhir di tiap pertemuan dengan rentang nilai 10-100. Nilai awal tidak menentukan hanya sebagai patokan apakah akan terjadi peningkatan atau penurunan aktifitas individu dalam kelompok, dengan rincian sebagai berikut:
- Setiap peningkatan aktifitas yang terjadi antara rentang 0-10 dihargai skor 20
- Setiap peningkatan aktifitas yang terjadi antara rentang 15 dan seterusnya dihargai skor 30
- Jika terjadi penurunan aktifitas dihargai skor 5 e. Instrumen Pedoman Dokumentasi
Untuk pendokumentasian bahwa kegiatan penelitian itu ada dan benar-benar telah dilaksanakan maka peneliti membuat pedoman dokumentasi sebagaimana tabel 3.7 berikut :
Tabel 3.7 Instrumen Dokumentasi
No. Data Yang diperlukan Dokumen Yang Diperlukan
1. Partisipasi siswa Absensi
2. Aktifitas Belajar Siswa Foto
3. Aktifitas Mengajar Guru Lembar Observasi I. Teknik Analisis Data