BAB 2 KONTEKS WILAYAH PENELITIAN
2.9 Teknologi Dan Peralatan
Desa Sei Antu adalah salah satu Desa yang tergolong amat terpencil yang ada di wilayah administrasi kecamatan Belitang Hulu di Kabupaten Sekadau. Keterpencilan Desa Sei Antu itu lebih dikarenakan letaknya yang memang berada di tengah-tengah kawasan hutan, selain topografi wilayahnya yang berbukit-bukit serta akses jalan yang sangat tidak memadai untuk dijadikan transportasi rutin warga desa untuk berhubungan dan berinteraksi dengan warga di lain desa. Keadaan ini diperburuk dengan terbatasnya fasilitas listrik yang bisa dinikmati oleh warga desa Sei Antu, serta ketiadaan sinyal dan prasarana komunikasi yang memadai. Kondisi ini memaksa penduduk desa Sei Antu untuk tetap menggunakan teknologi dan peralatan yang masih terbilang sederhana.
82
Gambar 2.10
Berbagai jenis parang yang digunakan etnis Dayak Mualang Sumber : Dokumentasi Peneliti
Penduduk desa Sei Antu masih terbiasa menggunakan peralatan yang sederhana untk kegiatan sehari-harinya seperti halnya parang, arit, alat toreh karet, anyaman-anyaman rotan, alu dan lesung sebagai alat menumbuk beras dan alat kisar untuk menggiling beras. Menurut mereka, peralatan tersebut lebih bergunaketimbang peralatan yang modern. Untuk parang,bentuknya membengkok dari bagian tengah kebagian pangkalnya. Ini dimaksudkan untuk mempermudah menebas menurut mereka sesuai dengan gerak pergelangan tangan.dan salah satu cirri khas dari parang disana adalah gagangnya yang yang mempunyai semacam ‘taji’ yang berguna sebagai penahan jari agar parang tidak licin dan terlepas begitu saja
Penggunaan gelas, piring, ceret, baskom yang terbuat dari kaleng masih mendominasi penggunaan peralatan makan bagi warga di desa Sei Antu. Mereka berpendapat peralatan dari kaleng tersebut lebih tahan dan lebih kuat ketimbang yang terbuat dari bahan beling. Ditinjau dari sisi kesehatan, peralatan sehari-hari ini masih dibilang bisa menimbulkan penyakit, terutama zoonosis baik secara langsung maupun tidak secara langsung. Seperti halnya, peralatan makan bagi manusia ini terkadang juga dipakai sebagai wadah atau tempat makan bagi binatang peliharaannya seperti anjing, ayam dan babi. Mereka tidak risih dengan hal itu karena menurut pendapat mereka, peralatan tersebut bersih karena dicuci dengan sabun sebelum digunakan.
83 Jika diperhatikan dengan seksama, ada yang unik dalam penggunaan sabun ini. Dengan alasan penghematan dan sama-sama berbusa serta bisa membersihkan, seringkali warga Desa Sei Antu menggunakan sabun yang sama untuk semua kegiatan pembersihan. Seperti halnya menggunakan sabun detergen untuk mencuci baju yang digunakan juga untuk membersihkan piring, mangkuk dan peralatan makan lainnya termasuk juga membersihkan peralatan dapur. Bahkan tidak jarang warga menggunakan sabun mandi untuk membersihkan peralatan yang ada. Sarana pembersihannya pun berbarengan dengan sarana mandi dan cuci di sungai.Contoh lain yang sering terlihat bisa menyebabkan penyakit adalah penggunaan parang. Parang yang biasa digunakan sebagai alat untuk menebas pohon dan semak, terkadang dipakai juga untuk menyembelih hewan dan memotong-motong daging hewan tanpa dicuci terlebih dahulu. Bahkan terkadang parang tersebut dipakai juga untuk mencacah sayuran yang akan dijadikan masakan untuk makan. Memang ada parang yang khusus digunakan untuk menyembelih dan memotong daging. Bentunya lebih pipih dan lebih kecil dari parang yang biasa dipakai untuk menebas kayu dan semak. Tapi tidak banyak orang di desa Sei Antu yang mempunyai parang semacam itu. Mereka umumnya hanya mempunyai parang dengan tipe dan bentuk yang sama dengan yang dipergunakan untuk menebas semak.
Namun itu semua bukan berarti mereka tidak menggunakan perlatan modern sama sekali. Telepon genggam menjadi peralatan modern yang diminati, terutama oleh kaum muda meski kebanyakan penggunaannya masih sebatas sebagai media hiburan seperti pemutar musik, bukan difungsikan sebagai alat komunikasi seperti fungsi yang sebenarnya sebagai alat komunikasi. Mereka menggunakan telepon genggam tersebut sebagai alat komunikasi pada saat mereka ada diluar wilayahdesa Sei Antu yang bisa menerima sinyal dari provider komunikasi yang ada, seperti di daerah ibukota kecamatan Belitang Hulu yang ada di Balai Sepuak. Jika memang mereka merasa perlu sekali untuk berkomunikasi dengan pihak luar, mereka mencari lokasi-lokasi yang sekiranya bisa untuk menerima sinyal meski penerimaan sinyalnya kurang bagus. Untuk mensiasati keadaan ini, ada beberapa warga desa Sei Antu, terutama yang berada di dusun Sebelantau yang
84
memasang antenna tinggi dari batang bambu dengan harapan bisa menangkap sinyal lebih banyak.
Gambar 2.10
Berbagai jenis parang yang digunakan etnis Dayak Mualang Sumber : Dokumentasi Peneliti
Peralatan modern lain yang dimiliki warga desa Sei Antu adalah gergaji mesin yang dipuyai oleh beberapa warga Desa. Gergaji mesin ini berguna untuk membantu pekerjaan warga dalam hal memotong-motong kayu menjadi belahan-belahan yang rata dan rapi serta sama ukurannya. Warga Desa menyebut gergaji mesin ini dengan sebutan ‘ sinso’ yang merupakan pemudahan ucapan dari kata ‘chain saw’.
Genset listrik ukuran 3 liter juga menjadi peralatan modern berikutnya yang ada di desa Sei Antu. Namun penggunaan mesin ini sebagai alat bantu penghasil tenaga listrik hanya dipunyai oleh warga yang mempunyai status perekonomian yang melebihi rata-rata status ekonomi warga Desa Sei Antu secara keseluruhan. Kepemilikan genset ini hampir dibarengi dengan kepemilikan pesawat televisi dan antene parabola untuk menangkap sinyal sebagai sarana hiburan bagi warga. Genset, televisi dan antenna parabola merupakan termasuk barang mahal bagi ukuran Desa Sei Antu. Satu set televisi merek local ukuran 20” dan antenna parabola berdiameter 1,5 meter ditambah bonus kabel antenna sepanjang 20 meter harus ditebus oleh warga dengan harga sekitar 3,6 juta rupiah. Itupun harus di beli di daerah Sekadau sekitar 6 jam perjalanan dari desa Sei Antu jika ingin ada pilihan model dan warna lainnya.
85