Anggaran pada Tahun Ke- Ke-Uraian
ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.2. Telaah Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
Visi Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah terpilih Tahun 2017 – 2022, adalah “Terwujudnya Lampung Barat Hebat dan Sejahtera “. HEBAT
adalah Mengoptimalkan potensi yang ada dan Sangat Besar Bagi Kesejahteraan Masyarakat Lampung Barat.
Untuk selanjutnya dilakukan analisis terhadap berbagai faktor penghambat dan faktor pendorong pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sebagaimana dituangkan ke dalam tabel berikut:
Tabel 3.1 Faktor Penghambat dan Pendorong Pelayanan OPD Terhadap Pencapaian Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Visi: LAMPUNG BARAT HEBAT DAN SEJAHTERA
No. KDH dan Wakil KDHMisi dan Program
Terpilih Permasalahan Pelayanan OPD
Faktor
Penghambat Pendorong
1 2 3 4 5
MISI 3.
Meningkatkan perekonomian yang berorientasi pada agro-bisnis dan agro-wisata berbasis sumberdaya lokal. PROGRAM UNGGULAN:
Meningkatkan produksi dan daya saing potensi unggulan daerah
1. Program Peningkatan Produksi, Produktivitas dan Mutu Hasil
Tanaman Pangan.
1. Potensi produksi dan produktivitas komoditas tanaman pangan belum dapat dicapai secara optimal.
-Pembinaan terhadap peningkatan produk, produktivitas dan mutu hasil pertanian belum tersebar merata -Tidak meratanya peredaran pupuk
bersubsidi dari pemerintah akibat terbatasnya sistem pengawasan peredaran pupuk bersubsidi.
-Beredarnya pupuk dan pestisida palsu yang secara langsung berakibat pada tingkat pertumbuhan dan produksi tanaman pangan.
-Penyediaan benih unggul yang masih terbatas
- Tersedia teknologi, sumber daya manusia dan dukungan anggaran dari pusat dan daerah untuk peningkatan produksi, produktivitas dan mutu hasil pertanian khususnya tanaman pangan.
- Tersedianya peraturan/ hukum tentang peredaran dan pengawasan pupuk bersubsidi, termasuk pupuk dan pestisida palsu serta sumber daya manusia guna melakukan pengawasan di tingkat lapangan - Berkembangnya penangkaran benih
tanaman pangan dalam rangka penyediaan benih yang cukup, 2. Serangan hama dan penyakit
tanaman. -Ledakan/serangan hama/penyakit yang tidak dapatpopulasi diprediksi waktu dan tempat terjadinya sebagai bagian dari dampak perubahan iklim ekstrim.
- Tersedia anggaran guna penyediaan stok pestisida guna stimulan kepada masyarakat bila terjadi serangan hama/penyakit serta tersedianya
gudang penyimpanan stock
pestisida.
pertanian sebagai pupuk masih
terbatas. dukungan pemerintah pusat dandaerah.
4. Kemampuan petani pengendalian organisme pengganggu tanaman sesuai prinsipkeberlanjutan dan lingkungan hidup
-Tingkat keyakinan petani terhadap
pengendalian hama/penyakit
tanaman secara terpadu masih rendah
- Pengendalian serangan
hama/penyakit dalam satu areal hamparan kerapkali dilakukan secara spot-spot.
- Tersedia teknologi pengendalian hama secara terpadu.
- Tersedianya wadah kelompok tani guna fasilitasi peningkatan kapasitasnya.
5. Sarana pengendalian organisme
pengganggu tanaman -Ketersediaan sarana pengendalianorganisme pengganggu tanaman terbatas.
- Tersedia dukungan anggaran dari pemerintah daerah.
6. Tingkat kehilangan hasil produksi tanaman pangan yang masih cukup tinggi.
-Ketersediaan sarana penanganan panen komoditas tanaman pangan masih belum tersebar secara merata.
- Tersedia teknologi dan dukungan anggaran baik dari pusat maupun daerah untuk penyediaan sarana penanganan panen produk tanaman pangan.
7. Pemantauan dan evaluasi harga
komoditas tanaman pangan -Belum terpantaunya tingkat produksidan harga komoditas tanaman pangan - Tersusunnya pola produksi danharga komoditas tanaman pangan serta potensi peningkatan harga produk sepanjang musim/tahun. 2. Program Peningkatan
Produksi dan Mutu Tambah Hortikultura
1. Potensi produksi dan produktivitas
komoditas hortikultura -Terbatasnya kemampuan masyarakattani dan keterbatasan benih unggul dalam pengembangan potensi produksi tanaman hortikultura
- Tersedia teknologi, dukungan anggaran wadah kelompok tani dan
penyediaan benih melalui
penangkaran guna fasilitasi
pengembangan produksi dan
produktivitas tanaman hortikultura. 2. Pengendalian organisme pengganggu
tanaman secara terpadu komoditas hortikultura
-Keterbatasan kemampuan petani dalam pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu.
- Tersedia dukungan anggaran dari pemerintah daerah dan potensi peluang pasar yang cukup besar bagi produk-produk hortikultura bebas residu pestisida anorganik 3. Pengembangan kemitraan dan usaha
komoditas hortikultura -Ketersediaan prasarana dan saranaberupa packing house dan grading house untuk komoditas hortikultura.
- Peningkatan posisi tawar petani dan harga jual komoditas
4. Promosi potensi dan produk
komoditas hortikultura -Akses petani terhadap informasi pasarmasih sangat terbatas - Terbuka peluang akses pasar yangsangat luas baik dalam skala nasional maupun internasional pada even-even promosi di luar daerah. 3.Program Penyediaan
dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian
1. Prasarana dan sarana peningkatan produksi dan produktivitas pertanian tanaman pangan.
-Ketersediaan prasarana dan sarana pertanian berupa infrastruktur pengairan belum merata di seluruh wilayah pengembangan produksi
- Tersedia dukungan anggaran baik dari pemerintah pusat maupun daerah untuk penyediaan prasarana dan sarana pembangunan pertanian. 2. Pengelolaan lahan dan air sesuai
prinsip konservasi lingkungan -Kemampuan masyarakat tani dalampengelolaan dan pemanfaatan lahan dan air sesuai prinsip pembangunan berkelanjutan dan berwawasan lingkungan masih sangat terbatas.
- Tersedia dukungan anggaran baik dari pusat maupun daerah guna peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian.
3. Penyediaan pupuk yang tepat dosis,
mutu dan waktu -Belum lancarnya distribusi pupuksampai ke tingkat petani. - Tersedia dukungan anggaran baikdari pusat maupun daerah guna pelaksanaan pengawasan distribusi. 4. Pengelolaan alat mesin pertanian -Pemenuhan kebutuhan alsintan
masih kurang dan pemanfaatan belum maksimal
- Tersedia dukungan anggaran baik dari pusat maupun daerah guna pelaksanaan pemenuhan kebutuhan alsintan.
5. Pengelolaan pembiayaan pertanian -Pemanfaatan sumber pembiayaan oleh petani/kelompok tani belum maksimal
- Tersedia dukungan anggaran baik dari pusat maupun daerah guna pelaksanaan sosialisasi dan pemenuhan kebutuhan pembiayaan. 4.Program Peningkatan
Penyuluhan Pertanian dan Kelembagaan Tani
1. Pengelolaan penyuluhan pertanian -Dukungan penyuluhan untuk pembangunan pertanian belum maksimal
- Peningkatan kompetensi penyuluh pertanian.
2. Pembinaan kelembagaan tani -Klasifikasi dan kemampuan lembaga
tani yang masih terbatas - Peningkatan pembinaan menuju lembaga tanikemampuan dan yang mandiri.
3.3. Telaah Rencana Strategi Kementerian Pertanian Republik