• Tidak ada hasil yang ditemukan

Telaahan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih

Dinas Perikanan, kelautan dan Pertanian Kota Bontang mempunyai peran dan posisi penting baik dalam upaya menyukseskan visi dan misi pemerintah Kota Bontang maupun pencapaian tugas pokok dan fungsi seperti yang tertuang dalam Peraturan Walikota No 29 Tahun 2008 tentang tugas pokok dan fungsi Dinas Perikanan, Kelautan dan Pertanian Kota Bontang. Berdasarkan tupoksinya, maka dilakukan penyusunan rencana strategi yang berbasis pada isu-isu strategis yang diidentifikasi dari adanya kondisi nyata saat ini, capaian kinerja pada periode rentsra sebelumnya dan target capaian kinerja pada renstra 5 tahun mendatang (2011 – 2016), sehingga rencana strategis lebih realistis.

Analisis isu-isu strategis merupakan salah satu bagian penting dokumen rencana strategis dan sangat menentukan dalam penyusunan renstra bidang pembangunan perikanan kelautan dan pertanian untuk melengkapi tahapan-tahapan yang telah dilakukan sebelumnya. Identifikasi isu yang tepat dan bersifat strategis meningkatkan akseptabilitas prioritas pembangunan sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan etika birokrasi. Oleh karena itu penyajian analsis adalah untuk menjelaskan butir-butir penting isu-isu strategis yang akan menentukan kinerja pembangunan dalam 5 (lima) tahun mendatang. Penyajian isu-isu strategis meliputi permasalahan pembangunan bidang perikanan kelautan dan pertanian dan isu strategis. Kepala daerah terpilih menyampaikan 10 isu-isu strategis pembangunan kota Bontang sebagai berikut:

1) Kependudukan 2) Pendidikan 3) Kesehatan 4) Ketenagakerjaan 5) Kesejahteraan sosial 6) Lingkungan hidup 7) Perikanan dan kelauatan 8) Parawisata

9) Energy listrik 10) Air minum

Adapun telaah terhadap isu-isu strategis daerah Kota Bontang yang berkaitan dengan Perikanan, Kelautan dan Pertanian adalah sebagai berikut :

Isu No 5 : Kesejahteraan Sosial

Aspek kesejahteraan sosial sangat memegang peranan penting dalam menentukan angka kemiskinan. Pada tahun 2010, angka kemiskinan di wilayah Kota Bontang masih tinggi sebesar 19%, berada di atas target penurunan angka kemiskinan nasional sebesar 3%. Tingginya tingkat kemiskinan ni tidak terlepas dari kondisi masyarakat petani dan nelayan yang masih berada pada kondiski kesejahteraa sosial yang relatif rendah, sehingga memberikan sumbangan yang signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Jumlah petani yang termasuk dalam kategori keluarga miskin sebanyak 803 jiwa, sedangkan nelayan miskin sejumlah 701 orang. Pada tahun 2011 – 2016, diupayakan secara maksimal pencapaian peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat nelayan, pembudidaya ikan, pengolah, petani dan peternak, terutama yang berada di wilayah pesisir dan laut. Berbagai program pembangunan yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial terus diwujudkan selama periode tersebut, baik dalam hal bantuan sarana produksi perikanan pertanian, peningkatan kapasitas infrastruktur wilayah (listrik dan air bersih serta jembatan) pemukiman nelayan, pembudidaya ikan, pengolah, petani dan peternak, peningkatan skill nelayan, pembudidaya ikan, pengolah, petani dan peternak, pembentukan jaringan pemasaran dan kemitraan untuk pengembangan usaha dibidang perikanan, kelautan, pertanian, peternakan dan kehutanan.

Isu No 6. Lingkungan hidup

Kondisi lingkungan hidup di Kota Bontang saat ini mengalami kerusakan, baik akibat ulah manusia maupun akibat pencemaran lingkungan. Secara umum ekosistem mangrove Kota Bontang terus mengalami degradasi akibat pembukaan lahan dan pemanfaatan kayu. Mangrove dimanfaatkan untuk keperluan kayu bakar, alat tangkap belat, bahan bangunan rumah. Sementara itu, kondisi terumbu karang di perairan laut Kota Bontang secara umum mempunyai kualitas sedang, artinya hanya beberapa lokasi saja yang mempunyai kondisi cukup bagus.

Upaya konservasi dan rehabilitasi lingkungan pesisir, laut dan pulau-pulau kecil dengan kandungan sumberdaya ekosistem mangrove, padang lamun dan terumbu karang, terus diupayakan agar mampu memberikan daya dukung maksimal terhadap produktivitas sumberdaya alam perikanan yang terkandung didalamnya. Rehabilitasi dan konservsi sumberdaya mangrove memberikan arti penting bagi terjaganya kondisi yang baik bagi sumberdaya padang lamun (sea grass) dan terumbu karang. Terjaganya kondisi sumberdaya ini secara langsung maupun tidak, dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas sumberdaya ikan dan biota laut lainnya, sehingga sangat mendukung usaha perikanan yang dilakukan nelayan seperti usaha budidaya (marikultur rumput laut dan ikan), dan penangkapan. Peningkatan produktivitas kedua jenis usaha ini akan mampu meningkatkan produktivitas usaha pengolahan yang menjadi kunci pencapaian visi dinas. Ekosistem yang terdapat dikawasan hutan lindung dan TNK juga perlu dilakukan upaya rehabilitasi dan konservasi melalui pendekatan pemberdayaan masyarakat dengan pola hutan kemasyarakatan, yang memperhatikan keseimbangan aspek sosial ekonomi dan ekologi/lingkungan. Isu No 7. Perikanan dan Kelautan

Ikan-ikan hasil tangkapan hasil tangkapan nelayan hanya memenuhi kebutuhan lokal sedangkan kebutuhan pasar regional dan internasional hanya dapat dipenuhi dalam jumlah kecil. Diperlukan upaya peningkatan produktivitas usaha yang dijalankan oleh nelayan baik dalam hal budidaya (terutama marikultur) maupun penangkapan ikan dan biota laut lainnya. Konsep migrasi nelayan ke wilayah penangkapan Kabupaten tetangga (Kukar, Kutim, Berau), dapat dilakukan melalui kerjasama regional antar pemerintah dan masyarakat. Usaha

perikanan rakyat perlu terus didukung dengan memberikan bantuan penguatan modal (kapital, skill dan pengetahuan) dan pasar, terutama melalui pola kemitraan usaha nelayan, pembudidaya ikan dan pengolah dengan usaha menengah/besar secara menguntungkan dan berkelanjutan, yang difasilitasi oleh pemkot. pengembangan wilayah penangkapan dalam sistem zonasi (WPP 713 dan WPP 716) terus ditingkatkan agar dapat menghasilkan kapasitas produksi yang optimal dan berkelanjutan.

Pola kemitraan yang dapat berjalan dengan baik akan mampu meningkatkan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya perikanan hingga ke perairan selat Makassar, secara optimal berdasarkan aspek sosekbud dan lingkungan. Hal ini dapat meringankan beban pemerintah dalam hal pemberian bantuan modal usaha (kapital dan non kapital) kepada nelayan, pembudidaya ikan, pengolah, petani, dan peternak, dengan demikian fenomena ketergantungan mereka terhadap pemerintah dapat diminimalisasi. Tujuan pengelolaan sumberdaya perikanan yaitu peningkatan pendapataan masyarakat (pelaku usaha perikanan) dan pendapatan regional Bontang dapat tercapai secara maksimal

Isu No 8 Pariwisata

Wilayah Kota Bontang memiliki sumberdaya pesisir dan laut (mangorve, lamun, terumbu karang, pantai, biota laut dan ikan) yang potensial dikembangkan sebagai tujuan wisata pantai dan bahari. Keberadaan pulau-pulau kecil yang dihuni oleh masyarakat nelayan yang mengusahakan kegiatan penangkapan, marikultur, pengolahan dan pengawetan hasil perikanan menjadi faktor penarik bagi wisatawan dalam dan luar Kota Bontang.

Konsep ekowisata bagi masyarakat umum dan peneliti merupakan hal yang bisa diterapkan dalam pengembangan ke depan. Hasil perikanan tangkap maupun marikultur yang diolah secara tradisional dan khas daerah menjadi sajian utama kuliner bagi wisatawan, begitu pula halnya dengan hasil olahan perikanan yang dapat dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan. Produktivitas usaha pembudidaya dan nelayan perlu ditingkatkan dalam mendukung kegiatan wisata tersebut. Peningkatan sektor pariwisata terutama dari wisata bahari dan pantai, akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat dan ekonomi regional Kota Bontang. Urusan kepariwisataan ini bukanlah

merupakan tugas pokok dan fungsi dari Dinas Perikanan, Kelautan dan Pertanian, namun demikian, secara tidak langsung, dinas memiliki peran vital dalam menyukseskan tujuan pembangunan kepariwisataan yang ingin dicapai oleh Pemerintah Kota Bontang.

Berdasarkan isu-isu strategis tersebut, maka dirumuskan Visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Bontang 2011 – 2016 yaitu

“Terwujudnya Masyarakat Kota Bontang yang Berbudi Luhur, Maju, Adil dan Sejahtera”.

Visi ini diharapkan akan mewujudkan, keinginan dan amanat masyarakat Kota Bontang dengan tetap mengacu pada pencapaian tujuan nasional seperti diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945 khususnya bagi masyarakat Kota Bontang dan selaras dengan RPJM Nasional 2009-2013 serta RPJMD Provinsi Kalimantan Timur 2008 – 2013 serta RPJPD Kota Bontang 2005 - 2025.

Adapun telaah terhadap makna dari butir-butir visi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

 Berbudi Luhur dimaksudkan sebagai suatu karakter masyarakat yang berbudi luhur dan memiliki sikap budaya bangsa sesuai dengan nilai-nilai agama dan Pancasila. Masyarakat nelayan, pembudidaya ikan, pengolah, petani, dan peternak yang memiliki karakteristik kepribadian yang keras diharapkan dapat menjalankan makna dari visi ini dengan meningkatkan solidaritas dalam masyarakat, menerima dengan baik semua pihak yang bertujuan untuk membangun daerah demi kepentingan negara dan bangsa, dan mengembangkan nilai-nilai kearifan luhur yang tidak bertentangan dengan agama dan negara, terutama nilai-nilai kearifan lokal dibidang usaha perikanan, kelautan dan pertanian yang cenderung lebih mengakar dalam kehidupan sosial masyarakat.

 Maju dimaksudkan sebagai suatu kondisi wilayah dan masyarakat yang memiliki daya saing dan unggul baik dalam skala regional maupun nasional dalam berbagai bidang pembangunan. Wilayah pemukiman masyarakat petani dan nelayan yang umumnya berada di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil haruslah menjadi wilayah utama yang merepleksikan tercapainya butir ini. Penataan lingkungan pemukiman nelayan, pembudidaya ikan, dan pengolah yang berada di kawasan pesisir serta pemukiman petani dan peternak menjadi pilar utama keberhasilan perwujudan visi. Masyarakat nelayan, pembudidaya ikan,

pengolah, petani, dan peternak harus memiliki daya saing yang tinggi terhadap dunia luar (regional dan internasional) dalam hal produk perikanan dan pertanian yang dihasilkan, manajemen usaha dan sosial kapital (manajemen dan solidaritas kelompok)

 Adil dimaksudkan sebagai suatu kondisi masyarakat yang memiliki kesamaan hak dalam hukum dan pelayanan kemasyarakatan, pemerintahan dan pembangunan yang dapat mewujudkan pemerataan distribusi dan akses terhadap sumberdaya dan hasil-hasil pembangunan. Sasaran pembangunan tidak hanya dititikberatkan pada wilayah industri, pertokoan, kantor dan jasa saja, tetapi lebih diarahkan pada wilayah sentra produksi pertanian dan perikanan, yang sebagian besar terletak di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, dengan demikian masyarakat yang bermukim di wilayah tersebut dapat menikmati sumberdaya –sumberdaya yang dimiliki daerah serta hasil pembangunan yang diciptakan. Perlakuan yang sama dalam hal pemberian hak hukum dan pelayanan terhadap semua komponen masyarakat tidak terkecuali nelayan, pembudidaya ikan, pengolah, petani, dan peternak, menjadi pilar utama dari butir misi ini

 Sejahtera dimaksudkan sebagai suatu kondisi wilayah dan masyarakat Kota Bontang yang secara lahiriah dan batiniah mendapatkan rasa aman dan makmur dalam menjalankan kehidupan. Peningkatan kesejahteraan sosial bagi masyarakat nelayan, pembudidaya ikan, pengolah, petani, dan peternak menjadi bagian penting pada butir visi ini. Secara faktual, masyarakat nelayan, pembudidaya ikan dan pengolah yang umumnya berada pada kondisi geografis yang relatif terisolir dari daratan masih berada pada kondisi kesejahteraan sosial yang relatif rendah, begitu pula halnya dengan petani dan peternak. Pelaku usaha mikro ini membutuhkan penanganan kesejahteraan pada aspek pendidikan, kesehatan, sumberdaya ekonomi produktif dan kemananan.

Adapun telaah terhadap misi ke 3 dan misi ke 4 dari pembangunan Kota Bontang yang berkaitan dengan Dinas Perikanan, Kelautan dan Pertanian adalah sebagai berikut :

a. Meningkatkan Kualitas Lingkungan Hidup

Merupakan upaya pemerintah dan masyarakat Kota Bontang untuk meningkatan kualitas dan kelestarian lingkungan hidup sebagai upaya untuk mengelola daya

dukung dan memulihkan kualitas daya tampung lingkungan hidup dalam rangka mewujudkan pembangunan di Kota Bontang yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, sehingga seiring dengan meningkatnya kualitas dan keletarian lingkungan hidup Kota Bontang keberlanjutan pembangunan di daerah ini dapat lebih terjamin. Misi ini sangat relevan dengan misi ke 5 dari Dinas Perikanan, Kelautan dan Pertanian Kota Bontang yaitu meningkatkan pelestarian hutan, lahan, ekosistem pesisir, laut dan pulau-puau kecil. Upaya perbaikan/pemulihan lingkungan daratan (pertanian, kehutanan, dan peternakan) serta lingkungan pesisir dan laut perlu terus ditingkatkan dalam mendukung misi ini. Konservasi dan rehabilitasi daratan, lingkungan pesisir dan laut terus diupayakan agar mampu memberikan daya dukung maksimal terhadap kualitas lingkungan hidup dan produktivitas sumberdaya yang terkandung didalamnya, sehingga secara berkelanjutan dapat meningkatkan upaya pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya lingkungan perikanan, kelautan dan pertanian, yang dapat berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat pelaku usaha (nelayan, pembudidaya ikan, pengolah, petani, dan peternak) dan ekonomi regional Bontang.

b. Memperkuat Struktur Ekonomi Dan Mempercepat Pemenuhan Kebutuhan Listrik, Air Bersih Serta Infrastruktur Lainnya.

Misi ini merupakan upaya pemerintah dan masyarakat Kota Bontang meningkatkan kemampuan perekonomian daerah dengan struktur perekonomian yang kokoh, dan mempercepat upaya pemenuhan kebutuhan listrik dan air bersih, pembangunan infrastruktur wilayah secara efektif dan efisien dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat kota dan mendorong investasi serta tumbuh kembangya ekonomi berbasis kerakyatan dan sektor ekonomi basis yang mempunyai daya saing baik ditingkat regional, nasional dan internasional. Misi ini sangat berkaitan erat dengan misi ke 1, 2, 3, dan 4 dari Dinas Perikanan, Kelautan dan Pertanian Kota Bontang. Beberapa upaya yang dilakukan adalah penciptaan lingkungan pemukiman petani nelayan yang higinis dan berestitika sehingga mendukung peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat, produktivitas usaha dan peningkatan daya tarik wilayah bagi pengunjung dalam dan luar daerah Kota Bontang melalui konsep ekowisata bahari dan pantai. Pengadaan infrastruktur jembatan, jalan, air bersih dan listrik merupakan tujuan prioritas bagi

pembangunan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Selain itu pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir dan pantai dapat menambah estetika lingkungan dan mempertahankan serta memulihkan kelestariannya. Penguatan struktur ekonomi daerah dapat dimulai dari fondasi awal perekonomian makro wilayah yaitu meningkatkan kekuatan ekonomi masyarakat pelaku usaha produktif mikro khususnya yang bergerak dibidang usaha pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya alam perikanan, kelautan dan pertanian melalui bantuan sarana produksi bagi nelayan, pembudidaya ikan, pengolah, petani, peternak, pengadaan sarana prasarana pendukung perikanan dan pertanian, dan peningkatan skill nelayan, pembudidaya ikan, pengolah, petani, dan peternak.

Dokumen terkait