• Tidak ada hasil yang ditemukan

Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi

BAB III PERMASALAHAN DAN ISU-ISU STRATEGIS DINAS

3.3. Telaahan Renstra K/L dan Renstra Provinsi

Visi Kementerian Pertanian adalah “Terwujudnya Sistem Pertanian-Bioindustri Berkelanjutan yang Menghasilkan Beragam Pangan Sehat dan Produk Bernilai Tambah Tinggi Berbasis Sumberdaya Lokal untuk Kedaulatan Pangan dan Kesejahteraan Petani”.

Renstra Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru Tahun 2017-2022 49 | Tabel 3.1. Pokok-pokok Visi Kementerian Pertanian

Pokok-pokok

Visi Makna Visi

Sistem pertanian bioindustri

Menyediakan bahan baku industri dengan meningkatkan pemanfaatan biomassa sebagai bagian upaya meningkatkan manfaat dan diversifikasi produk turunan.

Berkelanjutan Melanjutkan kebijakan, program dan kegiatan utama dari rencana strategis sebelumnya, dengan memperhatikan aspek kelestarian daya dukung lahan maupun lingkungan dan pengetahuan lokal sebagai faktor penting dalam perhitungan efisiensi.

Beragam Mengoptimalkan pemanfaatan keanekaragaman sumberdaya, mengoptimalkan peluang pasar, mengurangi potensi dampak resiko, memenuhi meningkatnya preferensi konsumen akibat kenaikan pendapatan dan selera.

Pangan sehat Menyediakan produk yang aman, sehat dan halal.

Produk bernilai tambah tinggi

Menciptakan produk pertanian yang mensejahterakan pelaku/petani, mendorong dihasilkannya aneka produk segar, produk olahan, produk turunan, produk samping, produk ikutan dan limbah.

Sumberdaya lokal

Mengoptimalkan pemanfaatan keunggulan kompetitif dan komparatif wilayah dan komoditas, meningkatkan efisiensi.

Kedaulatan pangan

Hak negara dan bangsa yang secara mandiri menentukan kebijakan pangan yang menjamin hak atas pangan bagi rakyat dan yang memberikan hak bagi masyarakat untuk menentukan sistem pangan yang sesuai dengan potensi sumberdaya lokal.

Kesejahteraan petani

Petani dan keluarganya hidup layak dari lahan dan usaha yang digelutinya.

Dalam rangka mewujudkan visi tersebut, maka Misi Kementerian Pertanian adalah :

1. Mewujudkan kedaulatan pangan.

2. Mewujudkan sistem pertanian bioindustri berkelanjutan.

3. Mewujudkan kesejahteraan petani.

4. Mewujudkan reformasi birokrasi.

Sebagai penjabaran dari Visi dan Misi Kementerian Pertanian, maka Tujuan Pembangunan Pertanian Periode 2015-2019 yang ingin dicapai yaitu:

1. Meningkatkan ketersediaan dan diversifikasi untuk mewujudkan kedaulatan pangan.

2. Meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pangan dan pertanian.

3. Meningkatkan ketersediaan bahan baku bioindustri dan bioenergi.

4. Meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

5. Meningkatkan kualitas kinerja aparatur pemerintah bidang pertanian yang amanah dan profesional.

Sasaran strategis merupakan indikator kinerja Kementerian Pertanian dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Sasaran yang ingin dicapai dalam periode 2015-2019 adalah :

1. Swasembada padi, jagung dan kedelai serta peningkatan produksi daging dan gula.

Renstra Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru Tahun 2017-2022 50 | 2. Peningkatan diversifikasi pangan.

3. Peningkatan komoditas bernilai tambah, berdaya saing dalam memenuhi pasar ekspor dan substitusi impor.

4. Penyediaan bahan baku bioindustri dan bioenergi.

5. Peningkatan pendapatan keluarga petani.

6. Akuntabilitas kinerja aparatur pemerintah yang baik.

Tabel 3.2. Keterkaitan Visi, Misi, Tujuan dan Sasaran Pembangunan Pertanian Tahun 2015-2019

3.3.2. TELAAHAN RENSTRA KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN

Visi Kementerian Kelautan dan Perikanan adalah “Mewujudkan Sektor Kelautan dan Perikanan Indonesia yang Mandiri, Maju, Kuat dan Berbasis Kepentingan Nasional”.

Mandiri dimaksudkan ke depan Indonesia dapat mengandalkan kemampuan dan kekuatan sendiri dalam mengelola sumberdaya kelautan dan perikanan, sehingga sejajar dan sederajat dengan bangsa lain. Maju dimaksudkan dapat mengelola sumberdaya kelautan dan perikanan dengan kekuatan SDM kompeten dan iptek yang inovatif dan bernilai tambah, untuk mencapai kesejahteraan masyarakat yang tinggi dan merata. Kuat diartikan memiliki kemampuan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dari pengelolaan potensi sumberdaya kelautan dan perikanan dan menumbuhkan

Renstra Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru Tahun 2017-2022 51 | wawasan dan budaya bahari. Berbasis kepentingan nasional dimaksudkan adalah mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat.

Mengacu pada tugas, fungsi dan wewenang yang telah dimandatkan oleh peraturan perundang-undangan kepada KKP dan penjabaran dari misi pembangunan nasional, maka terdapat 3 pilar yang menjadi misi KKP, yaitu : 1. Kedaulatan (Sovereignty), yakni mewujudkan pembangunan kelautan

dan perikanan yang berdaulat, guna menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan sumberdaya kelautan dan perikanan, dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai Negara kepulauan.

2. Keberlanjutan (Sustainability), yakni mewujudkan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

3. Kesejahteraan (Prosperity), yakni mewujudkan masyarakat kelautan dan perikanan yang sejahtera, maju, mandiri, serta berkepribadian dalam kebudayaan.

Kedaulatan diartikan sebagai kemandirian dalam mengelola dan memanfaatkan sumberdaya kelautan dan perikanan dengan memperkuat kemampuan nasional untuk melakukan penegakan hukum di laut demi mewujudkan kedaulatan secara ekonomi. Keberlanjutan dimaksudkan untuk mengelola dan melindungi sumberdaya kelautan dan perikanan dengan prinsip ramah lingkungan sehingga tetap dapat menjaga kelestarian sumberdaya. Kesejahteraan diartikan bahwa pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan adalah untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Dalam kaitan ini, KKP senantiasa memberikan perhatian penuh terhadap seluruh stakeholders kelautan dan perikanan, yakni nelayan, pembudidaya ikan, pengolah/pemasar hasil perikanan, petambak garam, dan masyarakat kelautan dan perikanan lainnya.

Ketiga hal di atas dilakukan secara bertanggungjawab berlandaskan gotong royong, sehingga saling memperkuat, memberi manfaat dan menghasilkan nilai tambah ekonomi, sosial dan budaya bagi kepentingan bersama.

Menjabarkan misi pembangunan kelautan dan perikanan, maka tujuan pembangunan kelautan dan perikanan adalah :

Renstra Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru Tahun 2017-2022 52 | Kedaulatan (Sovereignty), yakni :

1. Meningkatkan pengawasan pengelolaan sumberdaya kelautan dan perikanan.

2. Mengembangkan sistem perkarantinaan ikan, pengendalian mutu, keamanan hasil perikanan, dan keamanan hayati ikan.

Keberlanjutan (Sustainability), yakni :

3. Mengoptimalkan pengelolaan ruang laut, konservasi dan keanekaragaman hayati laut.

4. Meningkatkan keberlanjutan usaha perikanan tangkap dan budidaya.

5. Meningkatkan daya saing dan sistem logistik hasil kelautan dan perikanan.

Kesejahteraan (Prosperity), yakni :

6. Mengembangan kapasitas SDM dan pemberdayaan masyarakat.

7. Mengembangkan inovasi iptek kelautan dan perikanan.

Sasaran strategis pembangunan kelautan dan perikanan merupakan kondisi yang diinginkan dapat dicapai oleh KKP sebagai suatu outcome/

impact dari beberapa program yang dilaksanakan. Dalam penyusunannya, KKP menjabarkan 3 misi yakni “Kedaulatan”, “Keberlanjutan”, dan

“Kesejahteraan” dan menggunakan pendekatan metoda Balanced Scorecard (BSC) yang dibagi dalam empat perspektif, yakni stakeholders prespective, customer perspective, internal process perspective, dan learning and growth perspective, sebagai berikut:

1. Stakeholders Prespective

Menjabarkan misi “Kesejahteraan”, maka sasaran strategis pertama (SS-1) yang akan dicapai adalah “Terwujudnya kesejahteraan masyarakat KP”, dengan Indikator Kinerja :

a. Indeks Kesejahteraan Masyarakat Kelautan dan Perikanan dari 40,5 pada tahun 2015 menjadi 51 pada tahun 2019.

b. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Perikanan dari 7% pada tahun 2015 menjadi 12% pada tahun 2019.

2. Customer Perspective

Menjabarkan misi “Kedaulatan”, maka sasaran strategis kedua (SS-2) yang akan dicapai adalah “Terwujudnya kedaulatan dalam pengelolaan SDKP”, dengan Indikator Kinerja :

Renstra Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru Tahun 2017-2022 53 | a. Persentase Kepatuhan (Compliance) Pelaku Usaha Kelautan dan

Perikanan terhadap Ketentuan Peraturan Perundang-undangan yang Berlaku, dari 70% pada tahun 2015 menjadi 87% pada tahun 2019.

b. Jumlah pulau-pulau kecil yang mandiri dari 5 pulau pada tahun 2015 menjadi 31 pulau pada tahun 2019.

Selanjutnya, menjabarkan misi “Keberlanjutan”, maka sasaran strategis ketiga (SS-3) yang akan dicapai adalah “Terwujudnya pengelolaan SDKP yang partisipatif, bertanggung jawab dan berkelanjutan”, dengan Indikator Kinerja :

a. Nilai Pengelolaan Wilayah Kelautan dan Perikanan yang Berkelanjutan dari 0,20 pada tahun 2015 menjadi 0,65 pada tahun 2019.

b. Nilai Peningkatan Ekonomi Kelautan dan Perikanan, dari 0,59 pada tahun 2015 menjadi 1,0 pada tahun 2019.

c. Produksi perikanan, dari 24,12 juta ton pada tahun 2015 menjadi 39,97 juta ton pada tahun 2019.

d. Produksi garam rakyat, dari 3,3 juta ton pada tahun 2015 menjadi 4,5 juta ton pada tahun 2019.

e. Nilai ekspor hasil perikanan, dari USD 5,86 miliar pada tahun 2015 menjadi USD 9,54 miliar pada tahun 2019.

f. Konsumsi ikan, dari 40,9 kg/kapita/thn pada tahun 2015 menjadi 54,49 kg/kapita/thn pada tahun 2019.

g. Persentase peningkatan PNBP dari sektor KP dari 5.

3. Internal Process Perspective

Sasaran strategis pada perspektif ini adalah merupakan proses yang harus dilakukan oleh KKP, yakni :

a. Sasaran strategis keempat (SS-4) yang akan dicapai adalah

“Tersedianya Kebijakan Pembangunan KP yang Efektif”, dengan Indikator Kinerja Indeks efektivitas kebijakan pemerintah, dari 6 pada tahun 2015 menjadi 8 pada tahun 2019.

b. Sasaran strategis kelima (SS-5) yang akan dicapai adalah “Terse-lenggaranya Tata Kelola Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan yang Adil, Berdaya Saing dan Berkelanjutan”, dengan Indikator Kinerja Efektivitas Tata Kelola Pemanfaatan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan yang Adil, Berdaya Saing dan Berkelanjutan, dari 70% pada tahun 2015 menjadi 95% pada tahun 2019.

Renstra Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru Tahun 2017-2022 54 | c. Sasaran strategis keenam (SS-6) yang akan dicapai adalah

“Terselenggaranya Pengendalian dan Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan yang partisipatif”, dengan Indikator Kinerja :

• Persentase penyelesaian tindak pidana KP secara akuntabel dan tepat waktu dari 56,6% pada tahun 2015 menjadi 83,36% pada tahun 2019.

• Tingkat Keberhasilan Pengawasan di Wilayah Perbatasan dari 70% pada tahun 2015 menjadi 87% pada tahun 2019.

4. Learning and Growth Perspective (Input)

Untuk melaksanakan pencapaian sasaran strategis sebagaimana tersebut di atas, dibutuhkan input yang dapat mendukung terlaksananya proses untuk menghasilkan output dan outcome KKP. Terdapat 4 sasaran strategis yang akan dicapai yakni :

a. Sasaran strategis ketujuh (SS-7) yakni “Terwujudnya Aparatur Sipil Negara (ASN) KKP yang Kompeten, Profesional, dan Berkepribadian”, dengan Indikator Kinerja Indeks Kompetensi dan Integritas dari 65 pada tahun 2015 menjadi 85 pada tahun 2019.

b. Sasaran strategis kedelapan (SS-8) yakni “Tersedianya Manajemen Pengetahuan yang Handal, dan Mudah Diakses”, dengan Indikator Kinerja Persentase unit kerja yang menerapkan sistem manajemen pengetahuan yang terstandar dari 40% pada tahun 2015 menjadi 100% pada tahun 2019.

c. Sasaran strategis kesembilan (SS-9) yakni “Terwujudnya Birokrasi KKP yang Efektif, Efisien, dan Berorientasi pada Layanan Prima”, dengan Indikator Kinerja Utama nilai kinerja Reformasi Birokrasi (RB) KKP dari BB pada tahun 2015 menjadi AA pada tahun 2019.

d. Sasaran strategis kesepuluh (SS-10) yakni “Terkelolanya Anggaran Pembangunan secara Efisien dan Akuntable”, dengan Indikator Kinerja Nilai Kinerja Anggaran KKP dari Baik pada tahun 2015 menjadi Sangat Baik pada tahun 2019 dan Opini BPK-RI atas Laporan Keuangan KKP Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Renstra Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru Tahun 2017-2022 55 | 3.3.3. TELAAHAN RENSTRA DINAS PERTANIAN DAN PETERNAKAN

PROVINSI RIAU

Visi Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau adalah

“Terwujudnya Pertanian dan Peternakan Riau yang Maju, Berdaya Saing Tinggi dan Berkelanjutan Menuju Petani dan Peternak yang Sejahtera dengan Dukungan Aparatur yang Andal”.

Pengertian dari kata kunci pada Visi diatas adalah :

1. Maju : Tersedianya sarana dan prasarana pelayanan dan pembangunan yang baik dan berkualitas serta berteknologi tinggi yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

2. Berdaya saing tinggi : Suatu kondisi Pemerintahan dan Masyarakat yang tangguh, unggul dan memiliki kemampuan untuk tumbuh dan berkembang terhadap dinamika perubahan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai budaya, tatanan sosial yang agamis.

3. Berkelanjutan : mampu eksis dalam menghadapi dinamika perubahan lingkungan staregis dengan menggunakan sumber daya yang terbarukan.

4. Sejahtera : Terciptanya kondisi insan pertanian dan peternakan yang makmur, aman dan nyaman serta merata daris egala aspek ekonomi, sosial, politik, hokum dan keamanan.

5. Aparatur yang andal : Aparatur yang menjalankan tugas dan fungsinya secara efektif, efisien, inovatif, dan mempunyai etos kerja tinggi.

Untuk mewujudkan Visi diatas, telah ditetapkan Misi Pembangunan Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau, sebagai berikut :

1. Mengembangkan infrastruktur pertanian dan peternakan.

a. Tujuan : Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana dalam rangka mendukung peningkatan produksi, produktivitas dan mutu hasil pertanian dan peternakan.

b. Sasaran : Meningkatnya ketersediaan sarana dan prasarana pertanian dan peternakan guna mendukung aktivitas usaha tani ternak.

2. Menumbuhkembangkan agribisnis pertanian dan peternakan yang maju dengan dukungan teknologi dan pemanfaatan sumberdaya lokal secara berkelanjutan.

Renstra Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru Tahun 2017-2022 56 | a. Tujuan : Meningkatkan kesempatan kerja di bidang agribisnis

pertanian dan peternakan.

b. Sasaran : Berkurangnya tingkat kemiskinan di Provinsi Riau.

3. Meningkatkan produksi dan mutu hasil pertanian dan peternakan secara efisien dan efektif.

a. Tujuan :

 Meningkatkan ketersediaan pangan daerah yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan.

 Meningkatkan kualitas hasil pertanian dan peternakan serta efisiensi usaha.

 Menjamin Ketersediaan Produk Asal Hewan (PAH).

 Meningkatkan Status Kesehatan Hewan.

b. Sasaran :

 Meningkatnya ketersediaan dan jaminan pangan masyarakat yang aman, sehat, utuh dan halal (ASUH).

 Tersedianya hasil pertanian dan peternakan yang beragam, berkualitas memenuhi syarat Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) dan memiliki nilai tambah.

 Terbebasnya Provinsi Riau dari penyakit hewan menular.

4. Meningkatkan kapasitas SDM, penyusunan dan penyebaran informasi pertanian dan peternakan.

a. Tujuan :

 Meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan sikap SDM pertanian dan peternakan.

 Menyusun dan menyebarkan informasi pertanian dan peternakan.

b. Sasaran:

 Meningkatnya pengetahuan, keterampilan dan sikap SDM pertanian dan peternakan.

 Tersusun dan tersebarnya informasi pertanian dan peternakan.

5. Meningkatkan partisipasi swasta dan lembaga keuangan dalam bidang pertanian dan peternakan.

a. Tujuan : Meningkatkan partisipasi swasta/ lembaga keuangan dalam kegiatan agribisnis pertanian dan peternakan.

b. Sasaran: Meningkatnya partisipasi swasta/ lembaga keuangan dalam kegiatan agribisnis pertanian dan peternakan.

Renstra Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru Tahun 2017-2022 57 | Penjelasan misi tersebut diatas adalah sebagai berikut :

1. Misi 1 dimaksudkan dengan ketersediaan infrastruktur pertanian dan peternakan, merupakan sarana pendukung dalam mendorong usaha pertanian dan peternakan yang berdaya saing dan berkelanjutan.

2. Misi 2 dimaksudkan mampu eksis dalam menghadapi dinamika perubahan lingkungan strategis dengan menggunakan sumberdaya terbarukan.

3. Misi 3 dimaksudkan melalui peningkatan produksi dan mutu hasil pertanian dan peternakan secara efisien dan efektif yang berwawasan agribisnis diharapkan dapat menjamin ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat dalam jumlah yang cukup dan sekaligus mendukung ketahanan pangan baik regional maupun nasional. Serta mampu menghasilkan keluaran berkualitas unggul secara kompetitif dan komparatif.

4. Misi 4 dimaksudkan untuk dapat mewujudkan SDM pertanian dan peternakan yang berkualitas dan profesional didukung oleh ketersediaan informasi yang memadai dalam pelaksanaan kerja serta memiliki penguasan ilmu dan teknologi, berakhlak mulia berdasarkan iman dan takwa, serta menjalankan tugas dan fungsinya secara efektif, efisien, inovatif, dan mempunyai etos kerja tinggi.

5. Misi 5 dimaksudkan dalam rangka meningkatkan peranan swasta dalam mengembangkan komoditas pertanian dan peternakan baik dalam bentuk usaha core bisnis maupun dalam rangka pengembangan masyarakat sekitar perusahaan.

Renstra Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru Tahun 2017-2022 58 |

3.3.4. TELAAHAN RENSTRA DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN PROVINSI RIAU

Tabel 3.3. Tujuan dan Sasaran dan Indikator Pembangunan Perikanan dan Kelautan Provinsi Riau Tahun 2014-2018

No. Tujuan Sasaran Cara Mencapai tujuan dan Sasaran

Uraian Indikator Kebijakan Program

1. Meningkatkan kualitas dan Kesesejahteraan Pelaku Perikanan dan Kelautan.

Peningkatan luas areal budi-daya.

Nilai Tukar Nelayan (NTN) dan Nilai Tukar sub Sektor Perikanan (NTP-Pi) dari nilai 102 pada tahun 2013 menjadi, 105,10 pada tahun 2018.

Intensifikasi dan Ekstensi-fikasi budidaya perikanan.

Pengembangan Kawasan Budidaya Laut, Air Payau dan Air Tawar tahun 2013 meningkat menjadi 141.900,00 ton pada tahun 2018.

Meningkatkan fasilitas sarana dari 55.932 RTP pada tahun 2013 menjadi 57.057 RTP pada tahun 2018 pada BBI lokal yang ada di Kabupaten-Kota.

Pengembangan Budidaya Perikanan

Fasilitasi sarana produksi KPR Pengembangan Budidaya Perikanan

Fasilitasi Sarana Produksi Pokdakan

Pengembangan Budidaya Perikanan

Renstra Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru Tahun 2017-2022 59 |

Persentase IUU di perairan Riau menurun.

Sebanyak 210 orang pada 7 kabupaten-kota mengikuti

Peningkatan konsumsi ikan. Konsumsi ikan meningkat dari 38,37 kg/kapita/th tahun 2013

Renstra Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru Tahun 2017-2022 60 |

4. Meningkatnya Sarana dan Prasarana Perikanan dan Kelautan

Meningkatkan fungsi Sarana dan Prasarana Perikanan dan Kelautan

UPT Perikanan berfungsi dan operasional 12 bulan/th. sebanyak 10 kali selama 5 tahun.

Melakukan temu usaha, Optimalisasi Pengolah-an dan Pemasaran Produk Hasil Perikanan.

Berperan aktif pada pameran di tingkat Provinsi dan Nasional sebanyak 15 kali selama 5 tahun.

Berperan aktif pada even-even

Persentase IUU di perairan Riau menurun. reha-bilitasi hutan mangrove

Pengembangan Konser-vasi ku-antitas ABK Kapal Pengawas.

Peningkatan Sumber Daya

Persentase IUU di perairan Riau menurun. perencanaan 10 kali selama 5 tahun, dan evaluasi program selama 5 kali selama 5 tahun.

Melakukan koordinasi kegiat-an dkegiat-an program dengkegiat-an DKP, dan Dinas Perikanan dan Kelautan serta yang terkait di kabupaten-Kota.

Peningkatan Sumber Daya Manusia Perikanan dan Kelautan.

Renstra Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru Tahun 2017-2022 61 | Telaahan Renstra K/L dan Renstra OPD Provinsi ditujukan untuk menilai keserasian, keterpaduan, sinkronisasi, dan sinergitas indikator sasaran pelaksanaan Renstra Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru terhadap Renstra Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau serta Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau sesuai dengan urusan yang menjadi kewenangan, tugas dan fungsi masing-masing.

Tabel 3.4. Komparasi Sasaran Renstra Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru Terhadap Sasaran Renstra Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Riau, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Riau, Kementerian Pertanian serta Kementerian Kelautan dan Perikanan

-3.3.5. PENENTUAN ISU-ISU STRATEGIS DINAS PERTANIAN DAN PERIKANAN KOTA PEKANBARU

Analisis isu-isu strategis merupakan bagian penting dan sangat menentukan dalam proses penyusunan rencana pembangunan daerah untuk

Renstra Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru Tahun 2017-2022 62 | melengkapi tahapan-tahapan yang telah dilakukan sebelumnya. Identifikasi isu yang tepat dan bersifat strategis meningkatkan akseptabilitas prioritas pembangunan, dapat dioperasionalkan dan secara moral serta etika birokratis dapat dipertanggungjawabkan dan menjawab persoalan nyata yang dihadapi dalam pembangunan.

Isu-isu strategis berdasarkan tugas dan fungsi SKPD adalah kondisi yang menjadi perhatian dalam perencanaan pembangunan karena dampaknya yang signifikan bagi SKPD di masa mendatang. Suatu kondisi/kejadian yang menjadi isu strategis adalah keadaan yang apabila tidak diantisipasi akan menimbulkan kerugian yang lebih besar. Sebaliknya, apabila tidak dimanfaatkan akan menghilangkan peluang untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat dalam jangka panjang.

Berdasarkan hasil analisis terhadap isu strategis dalam perencanaan pembangunan daerah di Kota Pekanbaru dapat diidentifikasi beberapa hal sebagai berikut :

1. Peningkatan Produksi Hasil Pertanian, Peternakan dan Perikanan.

Program peningkatan produktivitas pertanian dapat dilakukan melalui empat cara, yaitu intensifikasi pertanian, ekstensifikasi pertanian, diversifikasi pertanian, dan rehabilitasi pertanian. Upaya untuk meningkatkan produktivitas pertanian melalui intensifikasi pertanian dapat dilakukan dengan menerapkan formula pancausaha tani dan melalui ekstensifikasi pertanian dengan memperluas lahan pertanian.

Diversifikasi pertanian dapat dilakukan dengan cara penganekaragaman tanaman, misalnya dengan sistem tumpang sari.

Sedangkan rehabilitasi pertanian merupakan upaya peningkatan produksi pertanian dengan cara pemulihan kemampuan produkivitas daya pertanian yang sudah kritis. Timbulnya lahan kritis disebabkan karena adanya penanaman yang terus-menerus dan penggunaan bahan-bahan kimia (pupuk dan pestisida) yang berlebihan. Perlu dikembangkannya kegiatan optimalisasi program pertanian organik secara menyeluruh dan memanfaatkan lahan tidur untuk pertanian yang produktif dan ramah lingkungan.

Upaya peningkatan produksi ternak dilakukan melalui hasil pengembangbiakan maupun pertambahan bobot badan ternak pada usaha pembesaran atau penggemukan. Tinggi rendahnya produktivitas itu dipengaruhi oleh faktor genetis ternak itu sendiri dan faktor

Renstra Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru Tahun 2017-2022 63 | lingkungan (iklim, penyakit dan manajemen terhadap ternak itu sendiri).

Faktor genetis diturunkan oleh tetuanya sehingga perlu dilakukannya seleksi terhadap tetua yang bermutu genetis tinggi. Jumlah populasi ternak potong di Pekanbaru perlu ditingkatkan seiring dengan meningkatnya kebutuhan konsumsi daging di masyarakat. Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu melalui peningkatan kemampuan reproduksi ternak dengan teknik IB (Inseminasi Buatan).

Salah satu cara untuk meningkatkan produksi perikanan melalui usaha budidaya, baik untuk ikan tambak, ikan laut, maupun ikan tawar, termasuk ikan hias. Usaha ini akan meningkatkan peluang bersaing dibandingkan dengan usaha penangkapan.

2. Peningkatan Jumlah Pelaku Usaha di Bidang Pertanian, Perkebunan, Peternakan dan Perikanan.

Saat ini populasi penduduk dengan usia produktif lebih banyak dari pada jumlah lapangan kerja yang tersedia. Kondisi ini dapat menjadi salah satu pemicu tumbuhnya pelaku usaha/wirausaha baru, khususnya di bidang pertanian, perkebunan, peternakan dan perikanan yang dapat mendukung pendapatan rumah tangga. Pengembangan ekonomi kerakyatan tersebut harus difasilitasi dengan akses terhadap permodalan, informasi, pasar, teknologi, dan faktor-faktor penunjang usaha lainnya.

3. Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Hewan serta Zoonosis.

Pekanbaru adalah kota besar yang sedang berada dalam proses berkembang ke arah Kota Metropolitan. Untuk wilayah pengembangan peternakan terletak di wilayah pinggiran kota Pekanbaru dimana terdapat peternak yang memelihara ternak berupa sapi, kerbau, kambing maupun babi. Dengan adanya pemeliharaan ternak tersebut tentu diiringi dengan timbulnya penyakit pada ternak yang harus tetap diawasi dan dipantau perkembangan penyakit tersebut sehingga tidak menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak bahkan meresahkan masyarakat. Penyakit tersebut termasuk dalam kategori Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS) yang antara lain terdiri dari : penyakit Helminthiasis, Septichemia epizootica, Toxoplasmosis, Jembrana, Hog Cholera, Orf, Avian influenza, dan lain-lain.

Disamping itu tingginya mobilisasi, tingkat pembangunan dan perkembangan di Pekanbaru menuju kota metropolitan akhir-akhir ini

Renstra Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru Tahun 2017-2022 64 | berlangsung sangat cepat. Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat mengakibatkan lahan-lahan di Kota Pekanbaru sudah banyak yang dibangun menjadi perumahan masyarakat. Banyak pula masyarakat yang memiliki kebiasaan dan hobi memelihara hewan peliharaan, diantaranya berupa anjing, kucing dan monyet. Hewan-hewan peliharaan tersebut harus diperhatikan kesehatannya agar tidak menyebarkan penyakit rabies. Rabies adalah penyakit yang bersifat zoonosis, artinya penyakit tersebut dapat menular dari hewan ke manusia melalui gigitan Hewan Penular Rabies (HPR). Manusia dan semua hewan berdarah panas dapat terinfeksi virus rabies dan berakibat fatal atau berakhir dengan kematian apabila tidak ditangani

Renstra Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru Tahun 2017-2022 64 | berlangsung sangat cepat. Pertumbuhan penduduk yang semakin pesat mengakibatkan lahan-lahan di Kota Pekanbaru sudah banyak yang dibangun menjadi perumahan masyarakat. Banyak pula masyarakat yang memiliki kebiasaan dan hobi memelihara hewan peliharaan, diantaranya berupa anjing, kucing dan monyet. Hewan-hewan peliharaan tersebut harus diperhatikan kesehatannya agar tidak menyebarkan penyakit rabies. Rabies adalah penyakit yang bersifat zoonosis, artinya penyakit tersebut dapat menular dari hewan ke manusia melalui gigitan Hewan Penular Rabies (HPR). Manusia dan semua hewan berdarah panas dapat terinfeksi virus rabies dan berakibat fatal atau berakhir dengan kematian apabila tidak ditangani

Dokumen terkait