ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
B. TELAAHAN VISI, MISI DAN PROGRAM BUPATI DAN WAKIL BUPATI BANDUNG
Visi yang diarahkan oleh Bapak Bupati Bandung yang kemudian ditetapkan sebagai visi Pemerintah Kabupaten Bandung dan dituangkan dalam RPJMD tahun 2010 – 2015 adalah “Terwujudnya Kabupaten Bandung yang Maju, Mandiri dan Berdaya Saing, melalui Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Pemantapan Pembangunan Perdesaan, Berlandaskan Religius, Kultural dan Berwawasan Lingkungan”.
Yang dimaksud dengan maju adalah kondisi sumber daya manusia Kabupaten Bandung yang memiliki kepribadian baik, berakhlak mulia dan berkualitas pendidikan yang tinggi. Mandiri, kondisi masyarakat Kabupaten Bandung yang mampu memenuhi kebutuhan sendiri, untuk lebih maju serta mampu mewujudkan kehidupan yang sejajar dan sederajat dengan daerah lain yang telah maju, dengan mengandalkan kemampuan dan kekuatan sendiri. Berdaya saing, kondisi masyarakat Kabupaten Bandung yang memiliki kemampuan untuk bersaing dengan sehat dalam lingkup regional maupun nasional, yang mencakup berbagai aspek yaitu : aspek kesejahteraan masyarakat, aspek pelayanan umum dan aspek daya saing daerah, yang pada akhirnya dapat meningkatkan pembangunan Kabupaten Bandung.
Tata kelola pemerintahan yang baik, kondisi penyelenggaraan Pemerintahan Kabupaten Bandung yang dilakukan secara terpadu dan bertanggung jawab, dengan menjaga sinergitas interaksi yang bersifat konstruktif diantara tiga domain utama, yaitu pemerintah, swasta dan masyarakat, serta memperhatikan tingkat efisiensi, efektivitas, partisipatif yang berlandaskan hukum, menjunjung tinggi keadilan, demokratisasi, transparan, responsif, serta berorientasi pada konsensus, kesetaraan dan akuntabel.
Pemantapan pembangunan perdesaan, kondisi pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Bandung memberikan perhatian yang besar dan sungguh-sungguh terhadap pengembangan perdesaan, peningkatan kualitas SDM kelembagaan perdesaan, peningkatan ketersediaan infrastruktur perdesaan, penyediaan sistem transportasi perdesaan yang memadai, peningkatan produk pertanian yang berdaya saing, pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat serta pemberdayaan masyarakat perdesaan.
Perubahan Renstra DISHUB Kab. Bandung Tahun 2010 – 2015 III-4
Religius, kondisi masyarakat Kabupaten Bandung yang memiliki nilai-nilai, norma, semangat dan kaidah agama, khususnya Islam yang diyakini dan dianut serta menjadi karakter dan identitas mayoritas Kabupaten Bandung, yang harus menjiwai, mewarnai dan menjadi ruh atau pedoman bagi seluruh aktivitas kehidupan, termasuk penyelengaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan, dengan tetap menjunjung tinggi toleransi dan kerukunan hidup beragama. Kultural, kondisi masyarakat Kabupaten Bandung yang memiliki nilai-nilai budaya sunda yang baik, melekat dan menjadi jati diri, yang harus terus tumbuh dan berkembang seiring dengan laju pembangunan, serta menjadi perekat bagi keselarasan dan kestabilan sosial. Pengembangan budaya sunda tersebut dilakukan dengan tetap menghargai pluralitas kehidupan masyarakat secara proporsional.
Berwawasan lingkungan, kondisi masyarakat Kabupaten Bandung memiliki pengertian dan kepedulian yang tinggi terhadap keseimbangan alam dan kelestarian lingkungan yang didasari oleh kesadaran akan fungsi strategis lingkungan terhadap keberlangsungan hidup manusia. Daya dukung dan kualitas lingkungan, harus menjadi acuan utama segala aktivitas pembangunan, agar tercipta tatanan kehidupan yang seimbang, nyaman dan berkelanjutan.
Misi Kabupaten Bandung dirumuskan sebanyak 7 (tujuh) misi dalam rangka pencapaian Visi Kabupaten Bandung. Misi pertama: “meningkatkan profesionalisme birokrasi” dengan meneladani 4 (empat) karakter kepemimpinan Rasulullah SAW siddiq (benar), tabligh (menyampaikan), amanah (jujur), fathonah (cerdas). Misi kedua: “meningkatkan kualitas SDM (pendidikan dan kesehatan) yang berlandaskan Iman dan takwa serta melestarikan budaya sunda”, karakter masyarakat sunda yang boga wani,
wanoh, wiwaha tur wijaksana bekerja secara sabilulungan, dengan pengertian sareundeuk, saigel, sabobot sapihanean, rempug jukung sauyunan, rampag gawe babarengan (kerjasama satu tujuan). Misi ketiga: “memantapkan pembangunan
perdesaan”. Mayoritas wilayah Kabupaten Bandung adalah perdesaan, oleh karena itu tumpuan pembangunan, salah satunya diarahkan pada wilayah perdesaan melalui peningkatan infrastruktur perdesaan, peningkatan kapasitas dan kapabilitas pemerintahan desa, peningkatan keswadayaan dan kegotongroyongan masyarakat desa, peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat, perkuatan lembaga-lembaga keuangan mikro di desa, peningkatan pendapatan asli daerah desa, peningkatan peran
Perubahan Renstra DISHUB Kab. Bandung Tahun 2010 – 2015 III-5
serta kelembagaan masyarakat dalam kelancaran distribusi, kestabilan harga dan akses pangan, serta pengembangan teknologi pengolahan pangan non beras. Perwujudan tersebut akan mengurangi beban dan kewajiban wilayah perkotaan dalam menyediakan sistem pelayanan.
Misi keempat : “meningkatkan keamanan dan ketertiban wilayah”. Misi kelima: “meningkatkan ketersediaan infrastruktur dan keterpaduan tata ruang wilayah”. Ketersediaan infrastruktur sebagai penunjang utama pencapaian visi, akan mempengaruhi tingkat pendidikan, kesehatan dan daya beli masyarakat. Selain itu, ketersediaan infrastruktur menjadi katalisator pencapaian pembangunan pada bidang lainnya. Upaya untuk melaksanakan misi ini di anataranya adalah peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur dasar wilayah, pengaturan pola penggunaan lahan pada wilayah yang berkembang pesat, peningkatan pelayanan pengendalian pemanfaatan ruang kepada masyarakat, peningkatan kualitas SDM perhubungan serta peningkatan sarana dan prasarana perhubungan. Misi keenam: “meningkatkan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing”, di antaranya penerapan konsep ekonomi perdesaan melalui One
Village One Product (OVOP), pembangunan dan pengembangan kawasan agropolitan;
pembangunan dan pengembangan kawasan wisata serta penataan pedagang kaki lima dan asongan.
Misi ketujuh: “memulihkan keseimbangan lingkungan dan menerapkan pembangunan berkelanjutan”. Kabupaten Bandung merupakan wilayah yang rawan bencana, baik bencana banjir, longsor/gerakan tanah dan gempa. Pemulihan keseimbangan lingkungan setelah terjadinya bencana serta penerapan pembangunan yang berkelanjutan merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Kegiatan-kegiatan penunjang misi ini di antaranya pengawasan pelaksanaan kebijakan bidang lingkungan hidup, peningkatan sarana dan prasarana pemantauan lingkungan, pengembangan sistem informasi lingkungan, penyusunan data dan informasi dalam rangka identifikasi dan interpretasi daerah potensi bencana.
Adapun faktor penghambat dan pendorong pelayanan DISHUB Kab. Bandung yang dapat mempengaruhi pencapaian visi dan misi tersebut di atas adalah sebagai berikut.
1. Perencanaan dan pengembangan sistem transportasi di Kabupaten Bandung sebagai tugas fungsi pokok DISHUB Kab. Bandung menjadi pendukung utama untuk pencapaian visi Kabupaten Bandung yang mandiri dan berdaya saing, pemantapan
Perubahan Renstra DISHUB Kab. Bandung Tahun 2010 – 2015 III-6
pembangunan perdesaan melalui penyediaan sistem transportasi perdesaan yang memadai.
2. Sejalan dengan isu global tentang climate change dan sustainable development (pembangunan yang berkelanjutan), maka paradigma sustainable transport system (sistem transportasi yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan) dan transit
oriented development (pembangunan yang berorientasi kepada optimalisasi
pelayanan angkutan umum), seharusnya menjadi acuan utama dalam pelaksanaan tugas fungsi bidang perhubungan di Kabupaten Bandung, agar tercipta tatanan kehidupan yang seimbang, nyaman dan berkelanjutan.
3. Data kepegawaian yang tersaji di BAB I menunjukkan bahwa DISHUB Kab. Bandung kurang memiliki strength (kekuatan) untuk melaksanakan misi pertama: “meningkatkan profesionalisme birokrasi” dengan meneladani 4 (empat) karakter kepemimpinan Rasulullah SAW siddiq (benar), tabligh (menyampaikan), amanah (jujur), fathonah (cerdas).
4. Budaya sunda yang boga wani, wanoh, wiwaha tur wijaksana bekerja secara
sabilulungan, dengan pengertian sareundeuk, saigel, sabobot sapihanean, rempug jukung sauyunan, rampag gawe babarengan (kerjasama satu tujuan) merupakan
solusi bagi isu multi stakeholders yang menuntut intensif kooordinasi.
5. Target misi ketiga: “memantapkan pembangunan perdesaan”, akan mengurangi beban dan kewajiban wilayah perkotaan dalam menyediakan sistem pelayanan. Hal ini sejalan dengan solusi permasalahan transportasi, di mana untuk meminimalisir perjalanan maka setiap wilayah termasuk perdesaan harus mampu melayani kebutuhan dasar penduduknya, sehingga tidak harus menempuh perjalanan menuju wilayah lain, terutama perkotaan.
6. Misi kelima: “meningkatkan ketersediaan infrastruktur dan keterpaduan tata ruang wilayah” menjadi penguat tugas fungsi pelayanan DISHUB Kab. Bandung dalam penyediaan dan peningkatan sarana prasarana perhubungan sebagai katalisator pencapaian pembangunan pada bidang lainnya.
7. Target sasaran misi keenam: “meningkatkan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing”, seperti konsep ekonomi perdesaan One Village One Product, pengembangan kawasan agropolitan, pembangunan dan pengembangan kawasan wisata serta penataan pedagang kaki lima dan asongan, menjadi faktor penghambat sekaligus
Perubahan Renstra DISHUB Kab. Bandung Tahun 2010 – 2015 III-7
pendorong pelaksanaan tugas fungsi DISHUB Kab. Bandung dalam hal manajemen rekayasa lalu lintas dan angkutan jalan.
8. Secara eksplisit, target pelaksanaan misi ketujuh: “memulihkan keseimbangan
lingkungan dan menerapkan pembangunan berkelanjutan” cenderung
menitikberatkan pada interpretasi potensi bencana yang kerap terjadi di Kabupaten Bandung (banjir, longsor/gerakan tanah dan gempa). Namun pun demikian, faktor pendorong pelayanan DISHUB Kab. Bandung berupa pemahaman global dan nasional tentang peran penting angkutan umum sebagai moda masa depan, solusi kemacetan, serta solusi konservasi lingkungan dalam sektor transportasi, dapat mempengaruhi pencapaian misi ini.