BAB III ISU – ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
3.2. Telahaan Visi, Misi, dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih
Dalam rangka membangun Visi dan Misi Pembangunan Kota Bontang lima tahun kedepan 2016-2021, selain melihat kondisi realitas di lapangan dan kondisi lingkungan strategis dengan berbagai tantanganya baik nasional maupun internasional, kami juga melihat visi dan misi Kota Bontang yang tertuang dalam RPJP Kota Bontang 2006-2025 yang merupakan arah dan landasan berpijak pembangunan Kota Bontang sampai tahun 2025.
Visi yang tertuang dalam dalam RPJP Kota Bontang 2006-2025 adalah
“Kota Maritim Berkebudayaan Industri Yang Berwawasan Lingkungan Dan Mensejahterakan Masyarakat“. Filosofi yang tertuang dalam dalam Visi RPJP tersebut adalah bagaimana mewujudkan kota Bontang sebagai Kota Maritim dengan karakteristik wilayah yang kurang lebih 70% wilayahnya perairan laut dengan tetap mengembangkan kegiatan industri yang berwasan lingkungan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Bontang. Seperti yang diamanatkan dalam RPJPD Kota Bontang 2006-2025, maka untuk periode pembangunan 2016-2021 merupakan tahapan penguatan dalam dua periode tahapan pembangunan sebelumnya yaitu kualitas SDM baik bidang kesehatan mapun pendidikan semakin baik, pemerataan hasil pembangunan, prasarana dan sarana dasar pembangunan telah tercapai dan pemerintahan berjalan makin efisien, efektif, dan transparan, penataan ruang menjadi acuan pokok pembangunan wilayah, serta kualitas lingkungan hidupterkendali Dengan latar belakang di atas, maka VISI pembangunan kota Bontang lima tahun kedepan, sebagai periode pembangunan RPJP tahun ketiga yaitu tahun periode 2016-2021 adalah :
60 | “ M e n g u a t k a n B o n t a n g s e b a g a i K o t a M a r i t i m B e r k e b u d a y a a n
”MENGUATKAN KOTA BONTANG SEBAGAI KOTA MARITIM BERKEBUDAYAAN INDUSTRI YANG BERTUMPU
PADA KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA DAN
LINGKUNGAN HIDUP UNTUK KESEJAHTERAAN
MASYARAKAT”
Rumusan Visi tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut :
Kota Maritim adalah Kota Bontang sebagai entitas wilayah administratif dan ekologis didominasi oleh wilayah pesisir dan laut sehingga unsur kemaritiman menjadi salah satu penciri kuat (city icon) bagi Kota Bontang. Mewujudkan Bontang sebagai kota maritim pada prinsipnya merupakan keyakinan akan potensi utama kewilayahan yang memang sangat didominasi oleh pesisir dan laut. Dimensi kemaritiman ini mencakup domain fungsional ekonomi dan industri kelautan yaitu jasa-jasa kelautan, kepelabuhanan, transportasi laut, perikanan tangkap, perikanan budidaya, industry pengolahan hasil laut, industri penyedia jasa kemaritiman, perdagangan maritim, eksplorasi, eksploitasi dan pengolahan minyak-gas di laut (offshore) an wilayah pesisir (on-shore). Fokus pengembangan potensi maritime ini juga sejalan dengan RPJMN 2015-2019 khususnya dimensi pembangunan sektor unggulan yang salah satu fokusnya adalah kemaritiman dan kelautan.
Berkebudayaan industri adalah Sektor Industri merupakan sektor utama yang telah menjadi cikalbakal tumbuh dan terbentuknya Kota Bontang sebagai daerah otonom. Oleh karena itu budaya industri telah sangat mewarnai dinamika pembangunan daerah Kota Bontang. Dalam kontek pembangunan Bontang sebagai sebuah kota, pengembangan sektor industri merupakan keniscayaan dan pilihan rasional mengingat berkembangnya industry merupakan salah satu indikator utama kemajuan. Budaya industri yang sangat dinamis mewakili sebuah nilai sistem profesional berbasis pada nilai-nilai keragaman lokal dan nasional yang mampu mendorong dan menopang perekonomian di sektor industri maritim pada khususnya dan industri lain pada umumnya. Sebagai elemen visi yang secara filosofis menggambarkan
cita-cita pembangunan ekonomi daerah masa depan, berkebudayaan industri bermakna bahwa indusri baik industri maritim maupun industri petrokimia akan berkembang dan semakin mapan dalam perannya mendukung pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan
Kualitas Sumber daya Manusia mempunyai arti bahwa Sumber daya manusia merupakan salah satu elemen kunci dalam rangka mewujudkan cita-cita mulia yang ingin diwujudkan dalam pernyataan visi RPJMD Kota Bontang 2016-2021. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia merupakan investasi untuk masa depan yang akan menjadi salah satu pemicu efektifnya pencapaian dimensi pembangunan lainnya. Oleh karena itu pembangunan pendidikan dan peningkatan pelayanan kesehatan sebagai elemen utama peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu ditingkatkan baik dari sisi akses maupun kualitasnya.
Sejalan dengan visi untuk mewujudkan kota berkebudayaan industri, pengembangan SDM tentu akan diarahkan pada penguatan dan penguasaan bidang industri sehingga pada gilirannya akan siap bersaing dan siap mengisi kebutuhan tenaga kerja baik dalam lingkup lokal, regional, maupun global.
Kualitas lingkungan hidup mempunyai arti bahwa Kota Bontang adalah kota dengan struktur industri yang sangat kuat, disamping menjadi sektor utama penopang perekonomian kota, keberadaan industri tersebut juga berimplikasi pada ancaman terhadap kelestarian lingkungan dan pencemaran.
Oleh karena itu kebijakan pembangunan yang akan dirumuskan harus mampu mengaplikasikan konsep-konsep pembangunan berkelanjutan untuk menjamin keseimbangan antara pencapaian sasaran pembangunan ekonomi dan kelestarian lingkungan hidup. Elemen kualitas lingkungan hidup dalam struktur visi pembangunan RPJMD merupakan bentuk kesadaran akan pentingnya menjamin kelestarian lingkungan hidup sebagai elemen utama untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Kesejahteran Masyarakat merupakan Elemen kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan yang ingin diwujudkan melalui implementasi berbagai program pembangunan. Kesejahteraan masyarakat akan terwujud
62 | “ M e n g u a t k a n B o n t a n g s e b a g a i K o t a M a r i t i m B e r k e b u d a y a a n
melalui pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas, pembangunan industri yang produktif dan berkeadilan, dan terjaminnya kualitas lingkungan hidup yang berkelanjutan. Terwujudnya elemen-elemen pembangunan tersebut diharapkan akan mampu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat yang mencakup aspek kesejahteraan ekonomi dan kesejahteraan sosial baik untuk saat ini maupun masa datang.
Dalam upaya mewujudkan Visi Pembangunan Kota Bontang tersebut, maka Misi Pembangunan Kota Bontang lima tahun kedepan adalah sebagai berikut :
1. Menjadikan Kota Bontang sebagai Smart City melalui peningkatan kualitas sumberdaya manusia
2. Menjadikan Kota Bontang sebagai Green City melaluipeningkatan kualitas lingkungan hidup
3. Menjadikan Kota Bontang sebagai Creative City melalui pengembangan kegiatan perekonomian berbasis sektor maritim.
Dalam urusan Kepemudaan dan Olahraga Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Bontang masuk dalam misi pertama, yaitu “ Menjadikan Kota Bontang sebagai Smart City melalui Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia.” Tujuan 1 : Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia, Sasaran Pembangunan “Meningkatnya Kualitas Kesehatan Untuk Semua.”
Strategi “Membangun iklim kondusif bagi berkembangnya aktifitas kreatif dan olahraga yang kompetitif bagi generasi muda dalam menyalurkan bakat dan prestasi.” Dengan 2 Arah Kebijakan yaitu : 1) Pengembangan event kepemudaan/kepemimpinan dan olah raga. 2) Pengembangan sarana dan prasarana kepemudaan, kepramukaan dan olah raga. Serta 3 Indikator Kinerja ( Outcome ) yaitu : 1) Persentase pemuda dan pramuka yang memperoleh peningkatan SDM. 2) Persentase pelaku olahraga pembibitan, pemasyarakatan dan olah raga prestasi. 3) Rasio jumlah sarana dan prasarana kepemudaan, kepramukaan dan keolahragaan.
Dalam urusan Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Kota Bontang masuk dalam misi ketiga, yaitu “Menjadikan Kota Bontang Sebagai Creative City Melalui Pengembangan Kegiatan Perekonomian Berbasis Sektor Maritim. Tujuan 1 : “Meningkatkan Peran Sektor Non Migas Dalam Struktur Ekonomi Daerah.” Sasaran Pembangunan “ Meningkatnya kegiatan perekonomian berbasis sector maritim.”Dengan 2 Strategi yaitu 1)“
Mengembangkan kegiatan pariwisata pesisir dan modern disertai pembinaan dan pengembangan potensi wisata unggulan.” Dengan 2 arah kebijakan yaitu 1) Peningkatan jumlah kunjungan wisata, 2) Penetapan obyek wisata laut dan pesisir unggulan yang berwawasan lingkungan. Serta 4 Indikator Kinerja (Outcome) yaitu : 1) Banyaknya kunjungan wisatawan, 2) Event pariwisata baharí , 3) Jumlah obyek wisata berwawasan lingkungan, 4) Jumlah obyek wisata yang ditetapkan. Strategi ke 2) “ Mengembangkan Sarana Prasarana Wisata Serta Promosi dan Penyiapan Masyarakat Sadar Wisata.” Dengan 2 arah kebijakan yaitu 1) Peningkatan Fasilitas Ekowisata, Kesenian dan Budaya, 2) Pengembangan Promosi dan Kapasitas SDM kelompok Sadar Wisata Kawasan Ekowisata. Serta 3 Indikator Kinerja (Outcome) yaitu : 1) Jumlah sarana dan prasarana pendukung wisata, 2) Jumlah Pembinaan SDM Kelompok sadar wisata, 3) Jumlah Frekuensi Promosi Pertahun.
3.3 Telaahan Renstra Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik