27. Tahap Pelaksanaan
BAGAN LATIHAN TEMBAK TEMPUR SERANGAN (TTS) MALAM
13) Tembak Tempur Reaksi Pertempuran Perjumpaan (Purpa)
Petembak
Skema Baksi Lorong Hantu
Gambar – 69
13) Tembak Tempur Reaksi Pertempuran Perjumpaan (Purpa).
a) Persyaratan medan yang digunakan. Mengingat latihan ini cukup berbahaya maka sebaiknya medan Baksi Purpa dipilih pada suatu tempat yang jarang atau tidak pernah dilalui penduduk.
(1) Medan tertutup / semi tertutup.
(2) Terdapat lorong yang dapat dilalui satu atau dua orang.
(3) Pembuatan lorong hendaknya merupakan setengah lingkaran dan penempatan lesan diarahkan ke satu arah ke kiri dan ke kanan sehingga lintasan peluru cukup aman.
(4) Bila terdapat lembah yang sempit dan kiri kanannya terdapat tanggul penahan peluru maka sasaran dapat ditempatkan di kiri, kanan, depan dan di atas pohon.
(5) Panjang lorong antara 100 m s.d. 300 m.
b) Lesan timbul tenggelam dan bergerak. Jumlah dan penempatannya disesuaikan dengan betuk medan yang digunakan ( + 25 m dari titik tembak ).
(1) Lesan tubuh rebah tegak
(2) Lesan ½ tubuh rebah tegak dan rebah samping. (3) Lesan dada rebah tegak dan jendela.
(4) Lesan bentuk orang berjalan kesamping. (5) Lesan bentuk orang merayap.
c) Jumlah peluru 10 butir.
d) Sikap berdiri atau sikap tembak serbuan. e) Batas lulus minimal perkenaan 8 butir.
f) Yang mempengaruhi penilaian. Tidak menembak ke sasaran sampai radius 25 m / 90° dianggap diskualifikasi dan perkenaan dikurangi 2 butir.
g) Urut-urutan Kegiatan.
(1) Kegiatan di DP.
(a) Koordinator menerima pelaku, kegiatan yang dilaksanakan:
i) Tindakan keamanan.
ii) Pemeriksaan personel dan materiil dilanjutkan dengan berdoa.
iii) Menjelaskan tentang mekanisme kegiatan yang akan dilaksanakan.
iv) Memberikan penjelasan tentang keharusan dan larangan yang harus di taati oleh pelaku selama kegiatan latihan.
v) Menyerahkan pelaku/peserta latihan kepada Pelatih Pibak.
(b) Pelatih Pibak memberikan penjelasan tentang: i) Teori/Materi kegiatan yang akan dilaksanakan.
ii) Mengarahkan Pelaku dari DP menuju ke pemeriksaan senjata kemudian diterima oleh pelatih pemeriksa senjata.
(2) Kegiatan di tempat pemeriksaan senjata.
(a) Petugas Rikjat melaksanakan pemeriksaan senjata.
(b) Petugas Rikjat melaksanakan pecatatan apabila terdapat senjata yang rusak.
(c) Petugas Rikjat melaksanakan penggantian senjata cadangan kepada pelaku apabila terdapat senjata yang rusak berat.
(d) Petugas Rikjat melaporkan dan mencatat kepada pimpinan apabila terdapat kendala di pemeriksaan senjata.
(e) Petugas Rikjat mengarahkan pelaku latihan dari tempat pemeriksaan senjata menuju ke tempat pengambilan munisi.
(3) Kegiatan di tempat pembagian munisi.
(a) Pelayan munisi membagikan munisi kepada pelaku sesuai dengan materi yang akan dilaksanakan, selanjutnya pelaku setelah menerima munisi memeriksa jumlah munisi yang sudah diterima.
(b) Pelayan munisi mencatat munisi yang telah dibagikan kepada pelaku.
(c) Pelayan munisi mengarahkan pelaku latihan dari tempat pembagian munisi menuju ke kedudukan tembakan.
(4) Kegiatan di kedudukan penembakan.
(a) Wasjur mengarahkan pelaku untuk menempati kedudukan tembak agar tidak terjadi kesalahan lajur. (b) Setelah Pelaku menempati kedudukan dengan benar, meletakkan senjata dan berdiri satu langkah dibelakang senjata.
(c) Wasjur melaksanakan pemeriksaan pelaku di kedudukan tembak baik personel maupun materiilnya.
(d) Wasjur melaksanakan pencatatan identitas pelaku.
(e) Pelatih Pibak memberikan aba-aba menghitung kepada pelaku, selanjutnya pelaku menghitung sesuai dengan lajurnya masing-masing. (f) Wasjur melaksanakan pemeriksan sesuai dengan lajur dan gelombang yang telah ditentukan. (g) Wasjur melaporkan kepada Wastak bahwa pelaku siap melaksanakan menembak.
(h) Wastak melaporkan kepada pimpinan penembakan bahwa penembakan siap dimulai.
(i) Pelatih Pibak memberikan aba-aba penembakan sesuai dengan materi yang akan dilaksanakan.
(j) Pelaku melaksanakan menembak sesuai dengan sasarannya masing-masing.
ii) Pibak memberikan aba-aba ” Pasang magasen isi senjata terkunci” Petembak mengikuti, melaksanakan dan laporan ”Lapor... Siap”
iii) Pibak memerintahkan petembak ”Maju” kemudian petembak bergerak maju menelusuri lorong diikuti oleh 1 Wasjur dan 1 penilai.
iv) Pada saat petembak bergerak dan melihat sasaran, yang muncul tiba-tiba maka petembak segera bereaksi dengan mengarahkan senjatanya ke sasaran, kemudian menembak 1 butir, selanjutnya kegiatan sama.
(k) Wasjur mengawasi dan membantu mengatasi gangguan apabila terjadi gangguan senjata yang tidak dapat diatasi oleh pelaku.
(l) Wasjur melaksanakan penggantian munisi apabila terjadi munisi yang kets atau rusak.
(m) Pelaku yang telah selesai melaksanakan menembak berdiri mundur satu langkah dibelakang senjata kemudian laporan dari tempat “Lapor lajur ... selesai menembak”.
(n) Setelah seluruh pelaku selesai melaksanakan menembak Pelatih Pibak memerintahkan kosongkan senjata “Sikap berlutut kosongkan senjata”.
(o) Wasjur melaksanakan pemeriksaan kamar senjata sesuai dengan lajurnya masing-masing.
(p) Pibak memerintahkan pelaku berdiri hadap kiri/kanan menuju ke tempat pemeriksaan senjata akhir dengan pembawaan senjata laras mengarah keatas, tangan kanan memegang pistol grip, jari
telunjuk berada diluar picu, magasen terlepas dari rumah magasen.
(5) Kegiatan di tempat pemeriksaan senjata akhir.
(a) Petugas Rikjat menerima pelaku untuk melaksanakan pemeriksaan senjata akhir.
(b) Petugas Rikjat memerintahkan pelaku untuk melaksanakan tindakan keamanan dengan aba-aba “Siap gerak” – “Periksa kamar – gerak” pelaku melaksanakan kegiatan periksa kamar.
(c) Petugas Rikjat memeriksa kamar senjata pelaku satu persatu dengan cara melihat dan meyakinkan bahwa kamar benar-benar aman/kosong.
(d) Petugas Rikjat memerintahkan hadap kanan/kiri menuju ke TB akhir.
(6) Kegiatan di TB akhir.
(a) Petugas TB akhir menerima pelaku ditempatkan sesuai tempat yang telah ditentukan.
(b) Petugas TB akhir memerintahkan pelaku untuk menempatkan senjata pada rak yang telah disiapkan. (c) Setelah meletakkan senjata pelaku menuju ke tempat yang telah disiapkan.
(d) Selama kegiatan di TB akhir kedudukan pelaku dan senjata terpisah.
(e) Selama kegiatan di TB akhir pelaku diberikan bimbingan dan asuhan dari Petugas TB akhir yang telah selesai dilaksanakan.
(f) Selama kegiatan di TB akhir pelaku tidak dibenarkan meninggalkan tempat tanpa seijin pelatih.
Skema Baksi Pertempuran Perjumpaan Gambar - 70 - Sikap berdiri - Munisi 10 btr @ 2 btr - Waktu 2 btr 2” - Petembak berjalan
- Sasaran timbul tenggelam
- Panjang lapangan minimal 50m - Lebar lapangan mempunyai sektor sudut 30˚ s.d 120 ˚
- Batas lulus 8 btr Petembak