• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN

1. Tempat Penelitian

Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan untuk penelitian untuk memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat di SMP Negeri 3 Salatiga.

a. Sejarah Singkat Berdirinya SMP Negeri 3 Salatiga

SMP Negeri 3 Salatiga yang berlokasi di Jl. Stadion No. 4 dulunya berasal dari SMEP Negeri Salatiga, SMP Negeri Salatiga didirikan pada tanggal 1 Agustus 1954 dengan kepala sekolah pertama Bp Soedjas (Alm ). SMP Negeri Salatiga mulai berdiri sampai akhir tahun 1972 tempatnya selalu berpindah-pindah, terakhir di SPG Negeri Salatiga Jl. Kartini.

Pada Tahun 1972 Bp. D Sucipto, BA Kepala Sekolah II mendapatkan surat kawat dari Kanwil Semarang yang isinya SMEP Negeri Salatiga diminta untuk pindah dari SPGN Salatiga. Karena SMEP belum mempunyai lokasi sendiri akhrinya Bp. D Sucipto, BA (Alm) menghadap Walikota Salatiga untuk minta disediakan lahan tanah, permintaan tersebut dikabulkan dengan diberi tanah di sebelah barat kampung Kridanggo dan juga Walikota memerintahkan untuk segera membangun sekolahan di lokasi tersebut.

56

Dana pembangunan diperoleh dari Kabag Ekonomi Kanwil dan dari dana POM (Persatuan Orangtua Murid) yang sekarang dikenal dengan istilah Komite Sekolah berujud kayu. Sehingga jumlah lokal yang tadinya hanya 6 lokal bertambah menjadi 8 lokal. Masing-masing 1 kantor, 1 ruang guru dan 6 kelas. Seseudah bangunan di Kridanggo jadi maka sejak tanggal 1 April 1973 SMP Negeri pindah ke gedung sendiri yaitu di Jalan Kridanggo (sekarang Jalan Stadion). Karena ruang saat itu belum mencukupi maka siswa masuk pagi dan siang.

Pada pertengahan tahun 1979/1980 SMEP Negeri Salatiga integrasi menjadi SMP Negeri 3 Salatiga

Personil kepala sekolah SMEP ~ SMP Negeri 3 Salatiga :

1. Soedjas (1960-969)

2. D Soetjipto, BA (1969-1974)

3. R Soehardi, BA (1974-1989)

4. Ani Sri Suratni (1989-1991)

5. Wardoyo (1991-1994) 6. Siswanto, BA (1994-2000) 7. Sri Maryati (2000-2003) 8. Purwadi Antoro, S.Pd (2003-2007) 9. Arief Haryanto, S.Pd (2007-2009) 10. Drs. Bambang Subiyakto, M.Pd (2009-2015) 11. Suyudi, M.Pd (2015 s.d sekarang)

57

SMP Negeri 3 Salatiga termasuk sekolah yang memiliki kualitas baik di bidang akademik dan administrasi. Dalam pengelolaannya SMP Negeri 3 Salatiga menerapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, keterbukaan dan akuntabilitas. Secara riil manajemen tersebut tercermin transparasi pembiayaan dan partisipasi aktif guru/karyawan dan komite sekolah dalam penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS-2).

Peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 3 Salatiga diantaranya ditunjukkan dengan meningkatkan prestasi baik akademik maupun non akademik. Di bidang akademik prestasi tersebut dapat dilihat dengan peningkatan perolehan NEM yang meningkat dari tahun ke tahun. Sebagai gambaran perolehan NEM 3 tahun terakhir adalah sebagai berikut : 2005/2006 rata UN 6,99 ; tahun 2007/2008 rata-rata UN 7,11 ; tahun 2007/2008 rata-rata-rata-rata UN 6,60. Dari analisis situasi pendidikan sekolah saat ini sangatlah layak SMP Negeri 2 Salatiga yang saat ini merupakan Sekolah Potensi menuju Sekolah Standar

Nasional.

b. Keadaan Lingkungan Sekolah

1) Jenis bangunan yang mengelilingi sekolah : a) Sebelah selatan : Rumah Warga

58

b) Sebelah barat : Rumah Warga

c) Sebelah timur : Stadion d) Sebelah utara : RSUD 2) Kondisi lingkungan sekolah

Lingkungan sangat berpengaruh pada proses pembelajaran. Dengan lingkungan yang kondusif, maka kegiatan baik siswa maupun guru dapat berjalan dengan lancar.

Berdasarkan observasi yang telah peneliti lakukan, SMP Negeri 3 Salatiga ini terletak pada posisi yang cukup kondusif dan strategis untuk kegiatan pembelajaran. Letaknya berada di Jl.Stadion No.4 Salatiga, kira-kira dapat ditempuh sekitar 5 menit dari Jalan Raya Solo-Semarang dan dapat mudah diakses dari berbagai jurusan. Sistem keamanan sekolah ini pun cukup baik dengan adanya penjaga gerbang sekolah yang sudah menjalankan tugasnya dengan baik.

Selain itu, adanya beberapa petugas kebersihan sangat membantu sehingga tingkat kebersihannya tergolong baik. Pengaturan sanitasi pun cukup baik. Di sekolah ini pun sudah bisa ditemukan adanya iklim kedisiplinan akan tata tertib dengan didukung pula dengan interaksi yang baik antara individu sehingga sangat kental dengan prinsip kekeluargaan.

59 1) Visi Sekolah

Visi SMP Negeri 3 Salatiga adalah :“Kejar prestasi, pelopor dalam iptek yang dilandasi imtaq, teladan dalam besikap, bertindak, berwawasan kebangsaan dan lingkungan untuk terwujudnya SMP Negeri 3 Salatiga nan SEGAR (Santun energik gembira arif reevaluasi)”.

2) Misi Sekolah

Misi SMP Negeri 3 Salatiga adalah: a) Menggiatkan minat belajar b) Mewujudkan kualitas kelulusan

c) Membentuk generasi yang cerdas, terampil, dan kreatif berdedikasi dan cinta tanah air.

d) Mewujudkan semangat dan prestasi kerja yang dilandasi dengan kekeluargaan dan keteladanan

e) Menciptakan keselarasan, keseimbangan emosi, intelektual, dalam mewujudkan situasi yang kondusif menuju terwujudnya tujuan pendidikan nasionaal.

d. Kurikulum Sekolah

SMP Negeri 3 Salatiga terletak di Jl.Stadion No.4 Kecamatan Salatiga Kabupaten Semarang Propinsi Jawa Tengah. Secara geografis SMP Negeri 3 Salatiga ada pada tempat yang strategis

60

yaitu berada pada sisi Jalan Raya Salatiga Solo Km 07 kira-kira dapat di tempuh sekitar 7 menit dari Kota Salatiga dan dapat mudah diakses dari berbagai jurusan.

Sekolah Menengah Pertama merupakan bagian dari jenjang pendidikan dasar. Wajib belajar pendidikan dasar meliputi pendidikan di Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dimana pada pendidikan dasar merupakan jenjang pendidikan berikutnya. Dalam situasi perkembangan pendidikan yang semakin kompetitif, maka kualitas jenjang pendidikan dasar sangat menentukan untuk berkompetisi guna melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya. SMP Negeri 3 Salatiga sadar benar dengan kompetisi tersebut sehingga selalu berupaya meningkatkan layanan pendidikan guna mempertinggi kompetensi lulusannya.

Sebagai peningkatan mutu pendidikan di SMP Negeri 3 Salatiga maka berbagai aspek unsur internal sekolah dikembangkan seoptimal mungkin. Diantara aspek-aspek tersebut adalah Proses Belajar Mengajar (PBM), SDM Sekolah, sarana prasarana , kompetensi peserta didik, kurikulum, manajeman, dll.

Proses Belajar Mengajar (PBM) di SMP N 3 Salatiga saat ini menggunakan dasar Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan struktur kurikulum terdiri dari 10 mata pelajaran sesuai dengan kurikulum nasional dan 2 mata pelajaran muatan lokal.

61

Waktu tatap muka meliputi 6 hari perminggu dengan durasi jam pembelajaran 40 menit per jam pelajaran dimulai pukul 07.00 WIB dan berakhir pukul 12.50 WIB. Proses belajar mengajar yang dilaksanakan sebagian besar sudah menerapkan pilar-pilar CTL. Kurikulum KTSP ini diterapkan pada kelas 8 (delapan) dan 9 (sembilan). Sedangkan untuk yang kelas 7 (tujuh) sudah menerapkan kurikulum 2013.

e. Keadaan Guru dan Siswa

1) Jumlah guru dan sebarannya menurut mata pelajaran

SMP Negeri 3 Salatiga mempunyai 46 guru yang terdiri dari 40 guru mata pelajaran yang berstatus pegawai negeri sipil, 6 guru yang berstatus honorer. Masing-masing guru terbagi dalam 13 mata pelajaran.

2) Jumlah siswa dan sebarannya tiap kelas.

Jumlah siswa pada SMP Negeri 3 Salatiga yaitu 700 siswa, terdiri dari kelas VII sebanyak 244 siswa, kelas VIII sebanyak 227 siswa sedangkan kelas XI sebanyak 229 siswa.

3) Jumlah staf tata usaha dan karyawan

Jumlah staf dan tata usaha yang ada di SMP Negeri 3 Salatiga adalah sebanyak 16 orang yang terdiri dari kepala TU, staf, pembantu staf, perpustakaan, keamanan, dan lain-lain.

62 f. Interaksi Sosial

1) Kepala Sekolah dengan Guru

Hubungan kepala sekolah dengan guru sangat baik. Terlihat dengan adanya dukungan dan persetujuan dari kepala sekolah terhadap program-program yang dibuat oleh guru. Kepala sekolah selalu memantau kinerja guru dalam proses belajar mengajar. Setiap satu bulan sekali, kepala sekolah dan guru mengadakan pengajian rutin yang bertempat di rumah guru secara bergantian. Bertujuan untuk mempererat tali silaturahim antara kepala sekolah dan guru.

2) Guru dengan Guru

Hubungan guru dengan guru sangat baik, terlihat dengan adanya koordinasi dan kerjasama yang mendukung proses pembelajaran yang ada di sekolah. Sebagai contoh kerjasama antara konselor sekolah, guru mata pelajaran, dan wali kelas. Guru mata pelajaran mengkonsultasikan pada guru pembimbing dan wali kelas mengenai peserta didik yang mengalami permasalahan dalam menerima dan penguasaan materi pelajaran yang disampaikan. Melihat hal tersebut konselor sekolah dan wali kelas segera memberikan tindak lanjut mengenai masalah yang dihadapi siswa. Sehingga dapat teratasinya permasalahan yang dihadapi siswa, kemudian siswa menjadi termotivasi dan prestasinya menjadi lebih baik.

63

3) Siswa dengan siswa

Latar belakang siswa-siswa di SMP Negeri 3 Salatiga berasal dari golongan kelas ekonomi menengah ke atas. Kondisi ekonomi dan sosial sekitar wilayah SMP Negeri 3 Salatiga termasuk baik. Rasa kekeluargaan yang tinggi serta hampir tak pernah terjadi permasalahan sosial. Demikian juga dengan keadaan ekonomi masyarakat wilayah kota Salatiga. Umumnya, sebagian besar golongan masyarakat menengah keatas. Hal itu terlihat dari orang tua peserta yang mengajukan keringanan biaya sekolah hanya sekitar 6,5% dari total siswa. Dengan demikian sekitar 17,9% yang termasuk dalam keluarga pra sejahtera. Dimana secara nasional masyaraktat kita yang masih termasuk keluarga masyarakat pra sejahtera lebih dari 40%. Untuk mempererat hubungan di antara siswa, maka di bentuk Organisasi Intra Sekolah atau yang lebih dikenal dengan OSIS. Organisasi dibawah bimbingan Wakil Kepala Sekolah bidang kesiswaan. OSIS adalah organisasi induk yang mengelola unit-unit kegiatan ekstrakurikuler dan memperoleh dana OSIS yang berasal dari siswa dan dibantu oleh anggaran dari sekolah. Dana ini sangat mendukung berbagai aktifitas dan unit-unit kegiatan ini sering kali mengharumkan nama SMP Negeri 3 Salatiga. Dengan berbagai prestasi pada perlombaan tinggkat lokal maupun daerah, terutama dibidang non akademik. OSIS diberi keleluasaan bergerak namun tetap dibawah pengawasan pihak

64

sekolah. SMP Negeri 3 Salatiga juga memiliki berbagai macam kegiatan ekstrakurikuler.

4) Guru dengan Siswa

Siswa di SMP Negeri 3 Salatiga termasuk siswa yang patuh dan menghormati guru-gurunya. Hal tersebut dapat dilihat dari keseharian disekolah, siswa yang selalu menghargai gurunya dengan cara cium tangan saat pelajaran selesai dan bila berpapasan dijalan mereka menyempatkan berhenti sejenak untuk memberi salam serta menyapa. Selain itu kedekatan guru dan siswa juga terlihat saat jam ekstrakurikuler yang berlangsung di sore hari. Dari hal tersebut diatas dapat disimpulkan kedekatan atau hubungan guru dengan siswa tergolong baik.

5) Guru dengan Staf TU

Di SMP Negeri 3 Salatiga, hubungan antara guru dengan staf tata usaha baik, terlihat adanya kerjasama antara keduanya dalam hal presensi dan jadwal piket serta kegiatan lain yang terbilang cukup erat. Adapun yang dilakukan oleh staf TU di SMP Negeri 3 Salatiga, antara lain:

a) Penyusunan program tata usaha sekolah b) Pengelolaan keuangan sekolah

c) Penyusunan administrasi pegawai, guru dan siswa

d) Pembinaan dan pengembangan karir pegawai tata usaha sekolah

65

e) Penyusunan administrasi perlengkapan atau fasilitas sekolah f) Penyusunan dan penyajian data statistik sekolah

g) Mengkoordinasi guru dengan wali murid dalam

melaksanakan Bimbingan dan Konseling

h) Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan pengurus

ketatausahaan secara berkala.

Tugas dari tata usaha TU tersebut selalu dilaksanakan dan dari pihak Bimbingan dan Konseling juga ikut membantu. Hubungan yang terjalin sangat erat antara konselor sekolah dengan staf TU. Seluruh kegiatan-kegiatan yang ada di tata usaha dilaksanakan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Masing-masing bagian menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan tertib dan teratur, serta kerja sama yang terjalin cukup erat. Tata cara penyusunan surat masuk maupun surat keluar yang dipergunakan di SMP Negeri 3 Salatiga pada prinsipnya telah sesuai dengan teori yang sudah ditentukan.

g. Hubungan secara Keseluruhan

Seperti yang dipaparkan diatas, pada dasarnya hubungan antara guru dengan keseluruhannya meliputi hubungan dengan kepala sekolah, guru, TU, siswa dan orang tua siswa serta yang berkaitan dengan sekolah dapat disimpulkan baik. Disekolah ini terdapat semboyan SEGAR (santun, energik, gembira, arif, reevaluasi), yang sangat diperhatikan serta dijalankan oleh seluruh warga

66

sekolah sehingga tercipta hubungan kekeluargaan yang erat antar warga sekolah maupun tamu dan instansi lain yang terkait dengan SMP Negeri 3 Salatiga. Tetapi baik bukan berarti sempurna, masih perlu banyak diperbaiki dan diperhatikan. Terutama hubungan dengan siswa diharapkan guru setidaknya memahami dan mengerti tentang siswa.

Dalam hal ini tidak hanya dengan guru saja tetapi kepala sekolah juga berperan penting dalam memperhatikan kesejahteraan sekolahnya, baik fisik maupun non fisik. Karena dengan adanya pemahaman dari kepala sekolah tentang kesejahteraan sekolahnya, maka sekolah tersebut dapat bangkit dan dapat menjadi seperti yang diharapkan

Dokumen terkait