• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Temuan Khusus

Deskripsi yang berkaitan dengan hasil penelitian ini, disusun berdasarkan pertanyaan-pertanyaan dalam penelitian melalui wawancara dan pengamatan langsung dilapangan.

Untuk mendeskripsikan strategi kepala madrasah dalam pengambilan keputusan ( decision Making ) melalui analisis SWOT, berikut disajikan hasil wawancara dalam penelitian, selain itu peneliti juga akan mendeskripsikan data dari hasil observasi dan dokumentasi.

1. Strategi Kepala Madrasah Dalam Pengambilan Keputusan (Decision Making) Melalui Analisis Swot Di MAS Ma’arif As-Sa’adiyah Batu Nan Limo Koto Tangah Simalanggang.

Pengambilan keputusan merupakan peran terpenting dari seorang pemimpin. Pengambilan keputusan tidak bisa dipisahkan dari kepemimpinan. Pengambilan keputusan adalah bagian kunci kegiatan pemimpin dan menggambarkan proses melalui serangkaian kegiatan yang dipilih sebagai penyelesaian suatu masalah dan juga peningkatan mutu pendidikan sehingga proses dan strategi dalam pengambilan keputusan harus benar-benar diperhatikan keefektifitannya. Dalam pengambilan keputusan tentu kepala madrasah memiliki strategi masing-masing dalam pengambilan keputusan, yang mana strategi yang sering digunakan yaitu menggunakan analisis SWOT, yang mana dalam analisis SWOT tersebut kita menganalisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari instansi yang kita miliki sehingga nantinya dalam pengambilan keputusan bisa melihat dan menganalisa keadaan kedepan sehingga masalah-masalah yang akan terjadi dapat diminimalisir. Tentunya seorang kepala madrasah sebagai pembuat keputusan harus mengatahui strategi dalam pengambilan keputusan tersebut sehingga keputusan yang diambil bisa dijalankan dan diterima dengan baik.

Penulis melakukan wawancara dengan kepala madrasah Bapak Ahmad Maulid, S.Pd yang menjelaskan proses pengambilan keputusannya di MAS Ma’arif As-Sa’adiyah Batu Nan Limo Koto Tangah Simalanggang. Adapun hasil wawancara kepala madrasah pada tanggal 12 Februari 2019 tersebut terangkum sebagai berikut:

“Dalam prose pengambilan keputusan, saya sebagai kepala madrasah terkadang mengambil keputusan tanpa musyawarah dan terkadang juga melakukan musyawarah, jika dalam pengambilan keputusan tersebut saya melakukan musyawarah maka nantinya dilihat masalahnya terlebih dahulu seperti apa terus dilihat bagaimana kekuatan yang dimiliki, kelamahan yang dimiliki, peluang dan ancaman yang juga akan terjadi, setelah itu barulah keputusan diambil.”(Ahmad Maulid, S.Pd, wawancara 12 Februari 2019)

Dari hasil penelitian dan observasi yang peneliti lakukan bahwasanya kepala madrasah melakukan pengambilan keputusan melalui tahapan dengan strategi analisis SWOT sebagai berikut:

a. Menganalisis masalah yang ada

Dengan adanya masalah-masalah yang ada di MAS Ma’arif As-Sa’adiyah Batu Nan Limo Koto Tangah Simalanggang yang menjadi kelemahan dan ancaman bagi madrasah tersebut, sebelum mengambil sebuah keputusan kepala madrasah terlebih dahulu menganalisis masalah yang terjadi tersebut. Contoh masalah yang terjadi yaitu peminat yang sangat minim, kurangnya tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, adanya ancaman dari luar seperti banyaknya sekolah-sekolah yang maju dan bermutu disekitan madrasah.

b. Mencari sebab masalah

Setelah masalah dianalisis oleh kepala madrasah maka kepala madrasah dengan semua stakeholder yang ada mencari sebab permasalahan tersebut, apa yang menyebabkan masalah tersebut

terjadi. Dari masalah yang terjadi diatas, maka kepala madrasah dan stakeholder menemukan sebab masalahnya yaitu karena kurangnya sarana dan prasarana, dan mutu madrasah yang masih belum bagus hal tersebut dibuktikan dengan akreditasi madrasag masih C.

c. Mencari alternatif/ mengumpulkan alternatif serta menggunakan analisis SWOT sebagai strategi pengambilan keputusan.

Setelah sebab masalah ditemukan maka kepala madrasah bersama semua stakeholder mencari alternatif untuk memecahkan masalah tersebut dengan menggunakan analisis SWOT dalam mencari alternatif pemecahan masalah tersebut, yaitu dengan melihat kekuatan yang ada, yang mana kakuatan yang dimiliki oleh madrasah yaitu memiliki tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang berbakti dan solid, setelah itu melihat kelemahan yang ada yaitu akreditasi sekolah yang masih C, sarana dan prasarana terbatas, setelah itu melihat peluang yang ada yang mana peluang yang dimiliki oleh MAS Ma’arif As-Sa’adiyah yaitu berada disekitaran masyarakat yang agamis serta melihat ancaman-ancaman yang akan terjadi masa sekarang dan masa yang akan datang agar nantinya terhindar dari ancaman yang akan mengahadang, ancaman yang sekarang yang terlihat yaitu banyaknya sekolah-sekolah yang bermutu dan berkualitas di sekitaran madrasah. d. Memilih alternatif dan mengambil keputusan.

Setelah alternatif dikumpulkan dengan menggunakan analisis SWOT maka ditemukan alternatif untuk menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan. Keputusan yang diambil oleh kepala madrasah dalam mengatasi masalah tersebut yaitu dengan mengecilkan biaya sekolah dari madrasah-madarsah yang lain, serta menyediakan asrama dan panti asuhan bagi santri yang kurang mampu.

e. Menjalankan keputusan. Setelah keputusan diambil maka keputusan yang diambil dijalankan secara bersama-sama.

Hal senada juga disampaikan oleh wakil kurikulum sekaligus majelis guru di MAS Ma’arif As-Sa’adiyah bu Yosi Armi, S.Pd.I pada tanggal 18 Februari 2019. Adapun hasil wawancaranya sebagai berikut:

“ Kepala madrasah dalam pengambilan keputusannya terlebih dahulu melihat bagaimana masalah yang terjadi setelah itu nantinya dibicarakan secara bersama dan setelah itu barulah keputusan diambil.”(Yosi Armi, S.Pd.I, wawancara 18 Februari 2019)

Dari hasil wawancara diatas maka dapat dilihat bawasanya kepala madrasah menggunakan analisis SWOT sebagai strategi dalam pengambilan keputusannya, kita lihat bagaimana strategi analisis SWOT yang digunakan oleh kepala madrasah MAS Ma’arif As-Sa’adiyah Batu Nan Limo Koto Tangah Simalanggang, sebagai berikut:

a. Kekuatan (Strength)

Kekutan adalah unsur-unsur yang dapat diunggulkan oleh madrasah tersebut seperti halnya keunggulan dalam produk yang dapat diandalkan, memiliki keterampilan dan berbeda dengan produk lain, sehingga dapat membuat lebih kuat dari madrasah lainnya.

Kekuatan adalah sumber daya, keterampilan, atau keunggulan lain relatif terhadap madrasah lain dan kebutuhan ingin dilayani oleh madrasah. kekuatan adalah kompetensi khusus yang menberikan keunggulan komparatif bagi madrasah dilingkungannya. Kekuatan terdapat pada sumber daya, keuangan, nilai, kepemimpinan, hubungan sekolah dengan masyarakat dan faktor-faktor lain.

Sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan Kepala madrasah Bapak Ahmad Mauli S.P.d, yang mana hasil wawancaranya sebagai berikut:

“Kekuatan yang dimiliki oleh MAS Ma’arif As-Sa’adiyah Batu Nan Limo Koto Tangah Simalanggang yaitu memiliki guru-guru yang berbakti kepada madrasah, kekuatan tersebut dalam pengambilan

keputusan digunakan dikarenakan peran guru-guru sangat berpengaruh terhadap madrasah.” (Ahmad Maulid, S.Pd, wawancara 12 Februari 2019)

Dari hasil wawancara diatas bahwasanya kepala madrasah menggunakan kekuatan tersebut dalam pengambilan keputusannya. Dengan kekuatan tersebut maka keputusan yang diambil oleh kepala madrasah yaitu dengan melibatkan semua stakeholder dalam pengambilan keputusannya, sehingga keputusan yang diambil dapat didukung dan dijalankan secara bersama.

b. Kelemahan (Weaknesses)

Kelemahan adalah kekurangan atau keterbatasan dalam hal sumber daya yang ada pada madrasah, baik itu keterampilan atau kemampuan yang menjadi penghalang bagi kinerja organisasi. Keterbatasan atau kekurangan kepala madrasah dalam mengguanakan strategi untuk mengambil keputusan ataupun kurangnya keterampilan kepala madrasah dalam mengambil sebuah keputusan.

Peneliti melakukan wawancara dengan Kaut TU MAS Ma’arif As-Sa’adiyah Batu Nan Limo Koto Tangah Simalanggang dan juga merupakan salah satu guru ibu Elvi Mitra Sari, S.Pd.I terkait dengan kelemahan yang ada, hasil wawancara yang dilakukan terangkum sebagai berikut:

“Kelemahan-kelemahan yang ada di MAS Ma’arif As-Sa’adiyah Batu Nan Limo Koto Tangah Simalanggang yaitu seperti sarana prasarana yang masih kurang, jumlah peminat yang sangat minim untuk sekolah di MAS Ma’arif As-Sa’adiyah Batu Nan Limo Koto Tangah Simalanggang, manajemen sekolah yang masih belum beraturan, dengan kelemahan-kelemahan yang ada sangat sulit untuk mengambil sebuah keputusan

oleh kepala madrasah.”(Elvi Mitra Sari, S.Pd.I, wawancara 18 Februari 2019)

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala MAS Ma’arif As-Sa’adiyah Batu Nan Limo Koto Tangah Simalanggang, yang mana hasil wawancara yang dilakukan sebagai berikut:

“dikarenakan madrasah ini swasta sangat banyak kelemahan yang ada yaitu seperti administarsi yang masih belum teratur, sarana prasarana yang sangat minim, dan juga peminat sangat minim, sehingga setiap keputusan yang diambil sangat sulit untuk merealisasikannya.”(Ahmad Maulid, S.Pd, wawancara 12 Februari 2019)

Hal tersebut menjelaskan bahwa banyaknya kelemahan-kelemahan yang ada, kepala madrasah sebagai pengambil keputusan tentunya harus bisa bagaimana dengan kelemahan-kelemahan yang tersebut dapat menciptakan sebuah peluang.

Dari kelemahan-kelemahan tersebut, kepala madrasah mengambil keputusan dengan merendahkan biaya sekolah dari madrasah-madrasah yang lain, dan menyedikan panti asuhan bagi santri yang kurang mampu sehingga dapat meminimalisir kelemahan-kelemahan yang ada tersebut dan dapat menjadikan keputusan tersebut sebagai kekutan madrasah.

c. Peluang (Opportunity)

Peluang adalah berbagai hal dan situasi yang menguntungkan bagi suatu lembaga pendidikan, serta kecenderungan-kecenderungan yang merupakan salah satu sumber peluang dimasyarakat atau eksternal lembaga pendidikan islam.

Dari hasil wawancara dan hasil pengamatan yang peniliti lakukan bahwasanya MAS Ma’aris As-Sa’adiyah tersebut memiliki banyak kelemahan ataupun kekurangan, tentunya kepala madrasah sebagai pengambil keputusan harus bisa meminimalisir

masalah-masalah yang terjadi dengan menjadikan kelemahan tersebut menjadi peluang untuk mencapai tujuan dari keputusan yang diambil. Kepala MAS Ma’arif As-Sa’adiyah bapak Ahmad Maulid, S.Pd.I mengatakan ketika peneliti melalukan wawancara sebagai berikut:

“dengan kelemahan-kelemahan yang masih banyak di MAS Ma’aris As-Sa’adiyah ini tentunya, saya sebagai pengambil keputusan harus bisa menjadikan kelemahan tersebut sebagai peluang dalam pengambilan keputusan, akan tetapi dengan kelemahan yang begitu banyak sangat sulit menjadikannya sebagai peluang, contohnya sampai saat ini peminat masyarakat untuk sekolah di MAS Ma’aris As-Sa’adiyah ini masih sangat minim, hal tersebut dikarenakan banyaknya santri yang tidak tahan akan aturan yang diberlakukan di MAS Ma’aris As-Sa’adiyah meskipun demikian dengan kekuatan yang saya sebagai kepala madrasah mengambil keputusan dengan menggerakkan humas sekolah agar lebih bijak dalam mempromosikan madrasah .”(Ahmad Maulid, S.Pd, wawancara 20 November 2019)

Dari hasil wawancara peneliti dengan kepala madrasah diatas, bahwasanya kelemahan yang dimiliki masih sangat banyak sehingga sulit untuk menjadikan kelemahan tersebut sebagai peluang, dan dicontohkan dengan peminat yang masih sangat minim hal tersebut dikarenakan dengan tidak betahnya santri dengan kebijakan atau aturan yang berlaku, disini kepala madrasah menganalisis masalah tersebut,identifikasi masalah, selanjutnya adakan rapat atau musyawarah dengan stakeholder untuk mencari alternatif-alternatif dalam pemecahan masalah tersebut, dan

gunakan analisis SWOT dalam menganaslisis masalah dan mencari alternatif untuk pemecahan masalah tersebut, sehingga nantinya ada beberapa alternatif-alternatif yang ada, setelah adanya beberapa alternatif barulah diambil sebuah keputusan, alternatif yang mana yang akan diputuskan dan akan dijalankan untuk mencapai tujuan tersebut, kepala MAS Ma’arif As-Sa’adiyah mengambil keputusan yaitu dengan meningkatkan peran Humas madrasah untuk mempromosikan madrasah ke masyarakat dengan kekuatan yang dimiliki.

d. Ancaman (Treats)

Ancaman adalah faktor-faktor lingkungan yang tidak menguntungkan dalam madrasah jika tidak diatasi maka akan menjadi hambatan bagi madrasah yang bersangkutan baik masa sekarang maupun yang akan datang. Ancaman merupakan pengganggu utama bagi posisi madrasah.

Dari hasil pengamatan dan wawancara penulis dengan kepala madrasah, wakil kurikulum, kaur Tu sekaligus merupakan majelis guru di MAS Ma’aris As-Sa’adiyah tersebut, sangat banyaknya kelemahan-kelemahan yang ada, sehingga hal tersebut akan menjadi ancaman bagi madrasah, hal ini disampaikan oleh kepala madrasah dalam wawancara yang peneliti lakukan yaitu sebagai berikut:

“Dengan kelemahan-kelemahan yang ada di MAS Ma’aris As-Sa’adiyah Batu Nan Limo Koto Tangah Simalanggang, banyaknya ancaman yang akan menghadang, seperti sarana prasarana yang kurang di MAS Ma’aris As-Sa’adiyah hal ini akan menjadi ancaman bagi madrasah dikarenakan banyaknya sekolah yang bermutu dengan sarana dan prasarana yang yang lengkap.” (Ahmad Maulid, S.Pd, wawancara 20 November 2019)

Hal senada juga disampaikan oleh Wakil Kurikulum ibu Yosi Armi, S.Pd.I dan juga merupakan salah seorang guru di MAS Ma’aris As-Sa’adiyah, yang mana hasil wawancaranya sebagai berikut:

“Dengan kelemahan-kelemahan yang ada, banyak sekali ancaman yang akan dihadapi oleh MAS Ma’aris As-Sa’adiyah ini, seperti dalam akreditasi sekolah yang masih C, hal ini tentunya akan menjadi ancaman bagi madrasah, karena pada saat ini orang memilih sekolah untuk melanjutkan pendidikannya ke sekolah yang bermutu hal itu dilihat dari akreditasinya, tentunya dalam mengatasi hal ini diperlukan strategi kepala madrasah dalam pengambilan keputusan.” (Yosi Armi, S.Pd.I wawancara 20 November 2019)

Dari hasil wawancara dan hasil pengamatan yang peneliti lakukan bahwasanya dengan kelemahan yang terjadi tentunya akan banyak ancaman yang akan menghadang, dalam hal tersebut kepala madrasah melakukan solusi dengan merendahkan biaya sekolah, dan memberikan bantuan kepada siswa yang kurang mampu untuk mengurangi kelemahan yang ada serta memanfaatkan peluang dengan meningkatkan peran Humas madarsah untuk mempromosikan madrasah, hal itu dilakukan agar nantinya ancaman-ancaman yang akan terjadi dapat diminimalisir itulah keputusan yang diambil oleh kepala madrasah untuk menghindari ancaman, dengan kekuatan yang ada dan peluang yang ada.

e. Analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman

Agar keputusan yang diambil dapat dijalankan dan mencapai tujuan, kepala madrasah perlu mengumpulkan dan mengklasifikasikan semua kekuatan, kelemahan, peluang, dan

ancaman MAS Ma’arif As-Sa’adiyah Batu nan limo, Berikut data analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman:

Tabel VII

Data kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman Internal

Kekuatan

 Memiliki tenaga pendidik dan tenaga kependidika yang berbakti kepada madrasah dan solid

 Memiliki panti asuhan Mitra

 Biaya sekolah yang lebih murah dari madrasah lain.

Kelemahan

 Terbatasnya sarana dan prasarana

 Minimnya sumber dana

 Kurangnya pergerakan kepala madrasah  Minimnya santri  Kurang termanagenya pengelolaan pendidikan  Administrasi yang belum beraturan Eksternal Peluang  Berada disekitar masyarakat yang agamis Ancaman  Lambatnya pertumbuhan madarsah.  Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi  Banyaknya madrasah dan sekolah yang elit dan unggul.

Dari data kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman dari MAS Ma’arif As-Sa’adiyah Batu Nan Limo Koto Tangah Simalanggang tersebut dapat disimpulkan bahwa tahapan pengambilan keputusan serta strategi yang digunakan kepala madrasah yaitu sebagai berikut: a. menganalisis masalah yang ada

Dengan adanya masalah-masalah yang ada di MAS Ma’arif As-Sa’adiyah Batu Nan Limo Koto Tangah Simalanggang yang menjadi kelemahan dan ancaman bagi madrasah tersebut, sebelum mengambil sebuah keputusan kepala madrasah terlebih dahulu menganalisis masalah yang terjadi tersebut. Contoh masalah yang terjadi yaitu peminat yang sangat minim, kurangnya tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, adanya ancaman dari luar seperti banyaknya sekolah-sekolah yang maju dan bermutu disekitan madrasah.

b. mencari sebab masalah

Setelah masalah dianalisis oleh kepala madrasah maka kepala madrasah dengan semua stakeholder yang ada mencari sebab permasalahan tersebut, apa yang menyebabkan masalah tersebut terjadi. Dari masalah yang terjadi diatas, maka kepala madrasah dan stakeholder menemukan sebab masalahnya yaitu karena kurangnya sarana dan prasarana, dan mutu madrasah yang masih belum bagus hal tersebut dibuktikan dengan akreditasi madrasag masih C.

c. mencari alternatif/ mengumpulkan alternatif serta menggunakan analisis SWOT sebagai strategi pengambilan keputusan.

Setelah sebab masalah ditemukan maka kepala madrasah bersama semua stakeholder mencari alternatif untuk memecahkan masalah tersebut dengan menggunakan analisis SWOT dalam mencari alternatif pemecahan masalah tersebut, yaitu dengan melihat kekuatan yang ada, yang mana kakuatan yang dimiliki oleh madrasah yaitu memiliki tenaga pendidik dan tenaga kependidikan

yang berbakti dan solid, setelah itu melihat kelemahan yang ada yaitu akreditasi sekolah yang masih C, sarana dan prasarana terbatas, setelah itu melihat peluang yang ada yang mana peluang yang dimiliki oleh MAS Ma’arif As-Sa’adiyah yaitu berada disekitaran masyarakat yang agamis serta melihat ancaman-ancaman yang akan terjadi masa sekarang dan masa yang akan datang agar nantinya terhindar dari ancaman yang akan mengahadang, ancaman yang sekarang yang terlihat yaitu banyaknya sekolah-sekolah yang bermutu dan berkualitas di sekitaran madrasah.

d. memilih alternatif dan mengambil keputusan.

Setelah alternatif dikumpulkan dengan menggunakan analisis SWOT maka ditemukan alternatif untuk menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan. Keputusan yang diambil oleh kepala madrasah dalam mengatasi masalah tersebut yaitu dengan mengecilkan biaya sekolah dari madrasah-madarsah yang lain, serta menyediakan asrama dan panti asuhan bagi santri yang kurang mampu.

e. menjalankan keputusan. Setelah keputusan diambil maka keputusan yang diambil dijalankan secara bersama-sama.

f. Matriks SWOT

Setelah semua kekuatan, kelemahn, peluang dan ancaman diklasifikasikan, barulah memasukkan data-data tersebut kedalam strategi matriks SWOT.

Tabel VIII Matriks SWOT 1 IFAS EFAS Strengths (S) Memiliki tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang berbakti dan

solid Weaknesses (W) Kurangnya pergerakan kepala madrasah dan akreditasi madrasah masih C Opportunities (O) Berada disekitar masyarakat yang agamis (SO) Mas Ma’arif

As-Sa’adiyah meningkatkan partisipasi dalam pengambilan keputusan dan meningkatkan peran Humas madrasah (WO) Melakukan pelatihan-pelatihan kepemimpinan Threats (T) Banyaknya sekolah

favorit dan unggul yang lebih diminati

(ST) Meningkatkan strategi kepala madrasah dalam melakukan promosi madrasah agar orang tertarik (WT) Kepala madrasah melakukan kerja sama dengan sekolah-sekolah lain dan masyarakat

2. Dampak Strategi Kepala Madrasah Dalam Pengambilan Keputusan (Decision Making) Melalui Analisis Swot Di MAS Ma’arif As-Sa’adiyah Batu Nan Limo Koto Tangah Simalanggang.

Strategi merupakan suatu cara yang dilakukan agar tujuan yang diinginkan tercapai, kepala madrasah sebagai seorang pemimpin seharusnya memiliki strategi dalam pengambilan kaputusannya. Dalam pengambilan keputusan tentunya kita harus berani mengambil resiko terhadap apa yang diputuskan tersebut, untuk mengatasi hal tersebut tentunya kepala madrasah harus jeli dalam strategi pengambilan keputusannya, untuk meminimalisir ancaman-ancaman yang akan terjadi maka kepala madrasah dapat menggunakan analisis SWOT dalam pengambilan keputusannya, sehingga nantinya dapat meminimalisir masalah yang akan terjadi, dan dapat menjadikan kelemahan dan ancaman sebagai peluang. Jika kepala madrasah tidak memiliki strategi dalam pengambilan keputusannya maka akan berdampak buruk terhadap keputusan tersebut, dan jika kepala madrasah mengambil keputusan secara cereboh tanpa menggunakan kekuatan yang ada atau tanpa melibatkan stake holder dalam pengambilan keputusannya tentunya akan menjadi sebuah masalah.

Berikut ini dampak dari strategi kepala madrasah dalam pengambilan keputusan (Decision Making) melalui analisis SWOT di MAS Ma’aris As-Sa’adiyah Batu Nan Limo Koto Tangah Simalanggang: a. Kekuatan (Strength)

Kekutan adalah unsur-unsur yang dapat diunggulkan oleh madrasah tersebut seperti halnya keunggulan dalam produk yang dapat diandalkan, memiliki keterampilan dan berbeda dengan produk lain, sehingga dapat membuat lebih kuat dari madrasah lainnya.

Kekuatan adalah sumber daya, keterampilan, atau keunggulan lain relatif terhadap madrasah lain dan kebutuhan ingin dilayani oleh madrasah. kekuatan adalah kompetensi khusus yang memberikan keunggulan komparatif bagi madrasah dilingkungannya. Kekuatan

terdapat pada sumber daya, keuangan, nilai, kepemimpinan, hubungan sekolah dengan masyarakat dan faktor-faktor lain.

Di MAS Ma’arif As-Sa’adiyah memiliki kekuatan yaitu adanya tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang berbakti kepada madrasah dan solid, sehingga hal ini bisa dijadikan sebagai kekuatan dalam mengambil sebuah keputusan, hal ini sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan kepala madrasah Bapak Ahmad Maulid, S.Pd, yang mana hasil wawancara peneliti dengan kepala madrasah terangkum sebagai berikut:

“Meskipun dengan berbagai kelemahan-kelamahan yang ada, MAS Ma’arif As-Sa’adiyah memiliki kekuatan yaitu memiliki tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang berbakti dan solid sehingga dalam pengambilan keputusan partisipasi bisa dijadikan suatu proses pengambilan keputusan agar nantinya banyak ide-ide yang keluar dan berbagai alternatif yang muncul sehingga keputusan dapat di putuskan secara bersama dan dijalankan secara bersama, tetapi terkadang saya juga jarang melibatkan partisipasi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam pengambilan keputusan, hal ini dikarenakan juga sebab pimpinan yayasan terlalu mengambil tanggungjawab akan hal itu.” (Ahmad Maulid, S.Pd, wawancara 20 November 2019)

Dari hasil wawancara dan hasil penelitian yang peneliti lakukan dapat disimpulkan bahwasanya dampak dari kekuatan yang dimiliki oleh MAS Ma’arif As-Sa’adiyah tersebut dapat memunculkan ide-ide dan berbagai alternatif yang tersedia, meskipun kepala madrasah belum memaksimalkan kekuatan tersebut.

b. Kelemahan (Weaknesses)

Kelemahan adalah kekurangan atau keterbatasan dalam hal sumber daya yang ada pada madrasah, baik itu keterampilan atau

kemampuan yang menjadi penghalang bagi kinerja organisasi. Keterbatasan atau kekurangan kepala madrasah dalam mengguanakan strategi untuk mengambil keputusan ataupun kurangnya keterampilan kepala madrasah dalam mengambil sebuah keputusan.

Dengan berbagai kelemahan-kelemahan yang dimiliki oleh MAS Ma’arif As-Sa’adiyah yaitu seperti sarana prasarana yang kurang,

Dokumen terkait