4.2 Deskripsi Data
4.2.3 Temuan Lapangan
Temuan lapangan yang peneliti hendak paparkan merupakan data dan fakta yang peneliti dapatkan langsung dari lapangan serta disesuaikan dengan teori yang peneliti gunakan yaitu dengan menggunakan teori segitiga strategis yang dikemukakan oleh Moore. Pada dasarnya, penggunaan teori segitiga strategis peneliti gunakan untuk mengetahui bagaimana penyusunan strategi program Kirab Pemuda, bukan untuk mengukur apakah program tersebut berhasil atau tidak. Berikut merupakan paparan dengan dimensi yang dikemukakan oleh Moore dalam teori segitiga strategis;
1. Public Value Outcomes (Menciptakan Nilai Publik)
Dalam penelitian ini, peneliti perlu mengetahui bagaimana program Kirab Pemuda disusun untuk menciptakan nilai publik yang hendak dicapai melalui program tersebut. Dalam dimensi pertama ini, peneliti membaginya ke dalam 4 indikator terkait menciptakan nilai publik, yakni program memiliki tujuan yang jelas, program memiliki maksud yang jelas, menetapkan sasaran program dengan tepat dan menetapkan misi dalam program yang akan diselenggarakan.
a. Memiliki tujuan program yang jelas
Dalam indikator pertama, telah dilakukan wawancara dengan I1, Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda (Key Informan),
sehingga pertanyaan pertama perihal tujuan program Kirab Pemuda (Q1) akan dideskripsikan sebagai berikut;
“Tujuannya untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan pemuda,
keberagaman, kebhinekaan dan wawasan kebangsaan. Sekaligus
mempromosikan kualitas pemuda, dengan kreativitas mereka.” (6
Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Adapun jawaban serupa disampaikan oleh I2 sebagai Kabid yang bertanggung jawab pada program Kirab Pemuda perihal tujuan program, sebagai berikut;
“Tujuannya jadi untuk meningkatkan rasa persatuan di pemuda pemuda ini mas, supaya ga terjadi perpecahan dan lain lain” (6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Hal yang sama juga diterangkan oleh I3 yang menjabat sebagai Kasubid pada Asdep terkait, yakni sebagai berikut;
“Menurut Bundo (panggilan narasumber) memang kirab pemuda
ini dibuat untuk meningkatkan rasa kebersamaan antar pemuda di
Indonesia” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas
Pemuda)
Dalam wawancara yang dilakukan oleh peneliti, I4 sebagai Bendahara Pengeluaran Pembantu juga menerangkan hal serupa, sebagai berikut;
“Kamu lihat di juklak itu sudah lengkap sudah, memang kita ini
tujuannya untuk agar pemuda ini tidak terpecah belah” (6 Juni
Adapun I5 yang menjabat sebagai sekretaris pada Asdep terkait menyampaikan hal yang mendukung jawaban jawaban sebelumnya sebagai berikut;
“Menurut mba sih, untuk mempersatukan pemuda jadi supaya mereka saling kenal keunikan daerah daerah masing masing” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Hal yang sama juga disampaikan oleh I6 sebagai perwakilan
Organisasi Kepemudaan di Lingkungan Kemenpora, yaitu sebagai berikut;
“Kalau dilihat dari programnya sih kayanya tentang mempersatukan pemuda ya, mengingatkan lagi gitu tentang
keberagamaan Indonesia” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Pernyataan serupa juga dikemukakan oleh I7 yang merupakan
Pendamping Peserta Kirab Pemuda Zona 1 yakni sebagai berikut; “Pemuda sekarang itu kan rasanya kurang nasionalismenya, pengetahuan keberagaman, jadi tujuan program ini ya untuk
mengatasi itu (persatuan dan keberagaman)” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Sebagai I8 yang merupakan Pendamping Peserta Kirab Pemuda
Zona 2, Informan menyatakan sebagai berikut;
“Kalau yang gue liat si ini dhan, tentang gimana supaya pemuda ini meningkat rasa persatuannya, pengetahuan soal Indonesia,
budaya gitu gitu” (6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Jawaban yang sama juga dikemukakan oleh I9 yakni Ketua Zona 1 Kirab Pemuda, paparannya sebagai berikut;
“Jadi tujuannya itu gimana kita kita (peserta) ini bisa
menyebarkan semangat kebersamaan ke daerah dhan, yaaa
supaya gaada lagi lah itu perpecahan perpecahan” (7 Juni 2018, Lapangan Kemenpora)
Adapun Ketua Zona 2 Kirab Pemuda yang merupakan I10 juga menjawab hal serupa, sebagai berikut;
“Tujuannya biar kita kita ini yang masih muda masih sehat bisa
menyebarkan semangat persatuan dan ngasih tau ke daerah daerah bahwa perbedaan itu indah dan jangan sampai terpecah
belah” (6 Juni 2018, Gedung Graha Kemenpora)
Perwakilan dari Staf Protokoler Kemenko PMK yang menjadi I11 juga menyatakan hal serupa dalam wawancara, yakni sebagai berikut;
“Sama sama kita ketahui dan dishare juga pas rapat bahwa ini
tujuannya untuk gimana pemuda ini meningkat rasa
persatuannya, kebersamaannya, kebhinekaan itu loh mas” (7 Juni 2018, Ruang Rapat Anggrek Wisma Kemenpora)
Begitupula dengan jawaban yang diberikan oleh I12 , pemuda dari perwakilan masyarakat yang terlibat di acara Kirab Pemuda menyatakan sebagai berikut;
“Kurang tau sih lengkapnya gimana tapi kayanya sih tentang kebangsaan gitu bang, gimana pemuda ini sebagai penggerak
untuk persatuan bangsa ini” (9 Juni 2018, Plaza Festival, Kuningan, Jakarta Selatan”
Pernyataan-pernyataan di atas kemudian diperkuat dengan dokumentasi terkait tujuan Kirab Pemuda yang terdapat pada Petunjuk Pelaksanaan Kirab Pemuda;
Gambar 4.2
Tujuan Program Kirab Pemuda dalam Petunjuk Pelaksanaan Program
Sumber: Petunjuk Pelaksanaan Program Kirab Pemuda, 2017
Dalam indikator pertama, telah dilakukan wawancara dengan I1, Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda (Key Informan), sehingga pertanyaan kedua perihal proses penetapan tujuan program Kirab Pemuda (Q2) akan dideskripsikan sebagai berikut;
“Jadi kita melibatkan dispora provinsi, kementerian lembaga lain dengan kemenpora sebagai leaning centernya, nanti kita rakornis, yang kita jadikan tujuan itu ya merespon isu isu sosial saat ini, tentang isu sara, disintegrasi bangsa, jadi nanti kita diskusi untuk menentukan tujuan tujuan apa yang mau dicapai, dan tujuan itu juga harus disesuaikan dengan karateristik tiap daerah, jangan
sampai acara ini malah menjadi sumber masalah baru” (6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Adapun jawaban serupa disampaikan oleh I2 sebagai Kabid yang
bertanggung jawab pada program Kirab Pemuda perihal program tersebut, sebagai berikut;
“Biasanya kita tentukan di rapat, bersama dengan asdep asdep
lain dan teman teman (satu ruangan) juga, berangkatnya ya tentu dari masalah masalah nasional tentang perpecahan, disintegrasi
bangsa, ya hal hal seperti itu yang kita gapengen terjadi” (6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Hal yang sama juga diterangkan oleh I3 yang menjabat sebagai Kasubid pada Asdep terkait, yakni sebagai berikut;
“Kita rapat nanti itu kita bahas apa apa yang penting dan menjadi
tujuan yang harus dicapai, bersama kawan kawan (pegawai) yang lainnya juga, tujuannya juga kita sesuaikan dengan citra daerah
titik singgah itu” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Dalam wawancara yang dilakukan oleh peneliti, I4 sebagai
Bendahara Pengeluaran Pembantu juga menerangkan hal serupa, sebagai berikut;
“Lewat rapat itu nanti bersama yang lain lain (pegawai) juga, pak
asdep, kita tentukan sesuai dengan isu nasional” (6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Adapun I5 yang menjabat sebagai sekretaris pada Asdep terkait
menyampaikan hal yang mendukung jawaban jawaban sebelumnya sebagai berikut;
“Kita biasanya rapat bareng sama pak asdep, orang (pegawai) ruangan lain juga, di awal tahun itu biasanya kita rumusin programnya mau kaya gimana gimana” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Pernyataan serupa juga dikemukakan oleh I7 yang merupakan
Pendamping Peserta Kirab Pemuda Zona 1 yakni sebagai berikut;
“Diskusi kita di rapat rapat kita bahas, nanti dikaji lagi lalu diambil keputusannya ini ini ini gitu” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Sebagai I8 yang merupakan Pendamping Peserta Kirab Pemuda Zona 2, Informan menyatakan sebagai berikut;
“Rapat itu biasanya di ruang bawah (ruang rapat anggrek) , nanti
ada dari asdep asdep lain juga nyampein masukan masukan, dasarnya ya itu dari latar belakang yang di juklak, soal perpecahan isu sara lain lain” (6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Adapun Ketua Zona 2 Kirab Pemuda yang merupakan I10 juga
menjawab hal serupa, sebagai berikut;
“Mereka (Pegawai Asdep 1.5) pasti kan udah nentuin isu isu strategis apa sebelumnya terus dibahas di rapat kayanya abis itu
dibuatlah program program, menurut gue sih gitu” (6 Juni 2018, Gedung Graha Kemenpora)
Perwakilan dari Staf Protokoler Kemenko PMK yang menjadi I11
juga menyatakan hal serupa dalam wawancara, yakni sebagai berikut;
“Kita rapatkan ya, saya beberapa kali menyampaikan masukan juga di rapat sesuai arahan bu Puan (Menko PMK)” (7 Juni 2018, Ruang Rapat Anggrek Wisma Kemenpora)
Dalam indikator pertama, telah dilakukan wawancara dengan I1,
Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda (Key Informan), sehingga pertanyaan ketiga perihal Pertimbangan apa saja yang dilakukan untuk menetapkan tujuan program Kirab Pemuda (Q3) akan dideskripsikan sebagai berikut;
“Macam macam, mulai dari lokasi lokasi titik singgah, biaya dan kesiapan daerah titik singgah juga, sehingga berjalan lancar semua, zero accident, budaya daerah juga yang harus dihormati itu perlu diketahui, supaya acaranya ga menimbulkan konflik tapi jadi acara yang nendang begitu” (6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Adapun jawaban serupa disampaikan oleh I2 sebagai Kabid yang
bertanggung jawab pada program Kirab Pemuda perihal program tersebut, sebagai berikut;
“Supaya lancar jadi kita harus hitung matang matang mulai dari biaya dan hal lain juga, sampai asuransi peserta gitu mas, lalu apakah memang tujuan ini sesuai dengan kondisi nasional apa
program ini benar dibutuhkan atau ngga” (6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Hal yang sama juga diterangkan oleh I3 yang menjabat sebagai
Kasubid pada Asdep terkait, yakni sebagai berikut;
“Lokasinya, biayanya ada banyak pokoknya jadi supaya tujuan
itu benar benar tepat, sesuai sama apa yang dibutuhkan pemuda saat ini, di kondisi ini” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Dalam wawancara yang dilakukan oleh peneliti, I4 sebagai Bendahara Pengeluaran Pembantu juga menerangkan hal serupa, sebagai berikut;
“Karena saya BPP (Bendahara pengeluaran pembantu) jadi tentu bagian saya itu mempertimbangkan soal biaya, ada juga pertimbangan lain soal lokasi, akomodasi anak anak, esensi
programnya juga harus ada” (6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Adapun I5 yang menjabat sebagai sekretaris pada Asdep terkait menyampaikan hal yang mendukung jawaban jawaban sebelumnya sebagai berikut;
“Kalau yang mba kerjain sih biasanya ya itu, tentang gimana nanti pulang pergi panitia, kesiapan dispora daerahnya, terus tujuan yang dibuat ini tuh pas apa ngga itu harus ada nota
dinasnya sesuai keputusan pak asdep” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Hal yang sama juga disampaikan oleh I6 sebagai perwakilan
Organisasi Kepemudaan di Lingkungan Kemenpora, yaitu sebagai berikut;
“Menurut saya sih pasti seputar bagaimana program itu akan
diselenggarakan, pertimbangan biaya, akomodasi peserta dan
lain lain” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Pernyataan serupa juga dikemukakan oleh I7 yang merupakan Pendamping Peserta Kirab Pemuda Zona 1 yakni sebagai berikut;
“Oh banyak sekali, mulai biaya, hotelnya nanti gimana anak
anak, apakah rame apa ngga acaranya itu pasti dipikirin, karena
kalau itu terhambat kan tujuannya ga tercapai pula” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Sebagai I8 yang merupakan Pendamping Peserta Kirab Pemuda Zona 2, Informan menyatakan sebagai berikut;
“Pertama mungkin apakah acara itu sesuai sama kondisi
nasional, terus titik singgahnya mau dimana, uangnya ada apa
ngga” (6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Jawaban yang sama juga dikemukakan oleh I9 yakni Ketua Zona 1 Kirab Pemuda, paparannya sebagai berikut;
“Pasti mereka mikirin kita sih ini peserta gimana makannya,
transport, apakah pesannya sampai” (7 Juni 2018, Lapangan Kemenpora)
Adapun Ketua Zona 2 Kirab Pemuda yang merupakan I10 juga
menjawab hal serupa, sebagai berikut;
“Banyak sih ya pasti, apalagi program gede kaya gini, mulai dari
koordinasi sama daerah, gimana gerakin pemuda pemudanya” (6 Juni 2018, Gedung Graha Kemenpora)
Perwakilan dari Staf Protokoler Kemenko PMK yang menjadi I11 juga menyatakan hal serupa dalam wawancara, yakni sebagai berikut;
“Kita sebagai pengawas juga kan koordinator yang penting itu
semua diperhitungkan, jangan sampai ada apa apa di lapangan, semua mulai dari pakaian makanan hotel itu harus disiapkan, lebih jauh lagi ya kita harus pahami apakah tujuan yang ditetapkan ini sesuai sama kondisi masyarakat, apakah akan menimbulkan konflik nantinya atau ngga” (7 Juni 2018, Ruang Rapat Anggrek Wisma Kemenpora)
Begitupula dengan jawaban yang diberikan oleh I12 , pemuda dari
perwakilan masyarakat yang terlibat di acara Kirab Pemuda menyatakan sebagai berikut;
“Hmm, mungkin mereka kan harus nentuin ya apakah perlu
program ini diadakan, pentingnya apa buat masyarakat” (9 Juni
2018, Plaza Festival, Kuningan, Jakarta Selatan”
Dalam indikator pertama, telah dilakukan wawancara dengan I1,
Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda (Key Informan), sehingga pertanyaan keempat perihal Mengapa meningkatkan persatuan dan penghormatan terhadap pluralisme dijadikan tujuan program Kirab Pemuda (Q4) akan dideskripsikan sebagai berikut;
“Jadi itu diawali dengan isu isu strategis, tentang wawasan kebangsaan, tentang isu perlunya keberagaman, jadi kita khawatir nanti ada disintegrasi bangsa dan radikalisme, sehingga perlu ada program seperti ini” (6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Adapun jawaban serupa disampaikan oleh I2 sebagai Kabid yang
bertanggung jawab pada program Kirab Pemuda perihal program tersebut, sebagai berikut;
“Itu tadi, karena memang isu isu atau ancaman terhadap keberagaman kita nilai sedang marak terjadi di Indonesia”(6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Hal yang sama juga diterangkan oleh I3 yang menjabat sebagai
Kasubid pada Asdep terkait, yakni sebagai berikut;
“Kita kan bisa lihat juga ya di berita bahwa sekarang isu isu
perpecahan ini lagi ramai, jadi kita merasa, negara merasa perlu
hadir begitu” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Dalam wawancara yang dilakukan oleh peneliti, I4 sebagai Bendahara Pengeluaran Pembantu juga menerangkan hal serupa, sebagai berikut;
“Karena isu nasional itu, kita ini sedang dipolarisasi, jadi dirasa
negara perlu hadir untuk itu” (6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Adapun I5 yang menjabat sebagai sekretaris pada Asdep terkait
menyampaikan hal yang mendukung jawaban jawaban sebelumnya sebagai berikut;
“Menurut mba nih ya, memang kita kan sekarang lagi kaya ada isu isu sara perpecahan gitu jadi program program kaya gini tuh muncul” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Hal yang sama juga disampaikan oleh I6 sebagai perwakilan Organisasi Kepemudaan di Lingkungan Kemenpora, yaitu sebagai
“Kalau dilihat dari kegiatannya sih pasti program ini merespon situasi nasional saat ini, macam macam ya mulai dari isu sara, isu kubu kubuan politik kayanya juga jadi viral” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Pernyataan serupa juga dikemukakan oleh I7 yang merupakan
Pendamping Peserta Kirab Pemuda Zona 1 yakni sebagai berikut;
“Kita kan bisa lihat sekarang anak muda banyak yang terjerumus,
ya narkoba lah apa rokok segala macam, jadi perlu diingatkan
kembali tentang persatuan ini” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Sebagai I8 yang merupakan Pendamping Peserta Kirab Pemuda
Zona 2, Informan menyatakan sebagai berikut;
“Karena itu tadi, pemuda ini dirasa sekarang kelakuannya udah menyimpang lah gitu, kurang rasa nasionalismenya apalagi
sering main gadget juga kan akhirnya kemakan hoax” (6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Jawaban yang sama juga dikemukakan oleh I9 yakni Ketua Zona
1 Kirab Pemuda, paparannya sebagai berikut;
“Kayanya mereka ngeliat isu yang lagi rame sih ya, kan semenjak pilkada itu kayanya heboh soal perpecahan ini” (7 Juni 2018, Lapangan Kemenpora)
Adapun Ketua Zona 2 Kirab Pemuda yang merupakan I10 juga menjawab hal serupa, sebagai berikut;
“Diliat dari situasi sekarang kayanya emang itu yang jadi
permasalahan sih, di sosmed apalagi kan ada kubu ini kubu itu”
Perwakilan dari Staf Protokoler Kemenko PMK yang menjadi I11 juga menyatakan hal serupa dalam wawancara, yakni sebagai berikut;
“Kita menyadari bersama bahwa dampak Pilkada DKI itu kan
merembet kemana mana, ada perpecahan di masyarakat, nah ini pemuda ini harus dimanfaatkan untuk menyebarkan bahwa
keberagaman itu indah loh gitu mas” (7 Juni 2018, Ruang Rapat Anggrek Wisma Kemenpora)
Begitupula dengan jawaban yang diberikan oleh I12 , pemuda dari
perwakilan masyarakat yang terlibat di acara Kirab Pemuda menyatakan sebagai berikut;
“Kalau yang gue liat sih mereka ini mencoba mengingatkan lagi
bahwa Indonesia itu luas, terus beragam” (9 Juni 2018, Plaza
Festival, Kuningan, Jakarta Selatan”
Dalam indikator pertama, telah dilakukan wawancara dengan I1,
Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda (Key Informan), sehingga pertanyaan kelima perihal apakah tujuan yang ditetapkan dirasa tepat atau tidak (Q5) akan dideskripsikan sebagai berikut;
“saya kira tepat sudah dengan apa yang menjadi permasalahan bangsa saat ini” (6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Adapun jawaban serupa disampaikan oleh I2 sebagai Kabid yang bertanggung jawab pada program Kirab Pemuda perihal program tersebut, sebagai berikut;
“Sejauh ini dan melihat hasil evaluasi sih sudah tepat, memang
ada kurang di sana sini wajar tapi hal hal kecil” (6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Hal yang sama juga diterangkan oleh I3 yang menjabat sebagai
Kasubid pada Asdep terkait, yakni sebagai berikut;
“Sudah sudah, sudah mantap tujuan ini bundo rasa” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Dalam wawancara yang dilakukan oleh peneliti, I4 sebagai
Bendahara Pengeluaran Pembantu juga menerangkan hal serupa, sebagai berikut;
“Sangat tepat, sangat tepat” (6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Adapun I5 yang menjabat sebagai sekretaris pada Asdep terkait
menyampaikan hal yang mendukung jawaban jawaban sebelumnya sebagai berikut;
“Menurut mba sih tepat ya, karena kondisinya kan sekarang lagi
kaya gini (ada isu perpecahan)” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Hal yang sama juga disampaikan oleh I6 sebagai perwakilan
Organisasi Kepemudaan di Lingkungan Kemenpora, yaitu sebagai berikut;
“Tepat atau ngganya saya kurang yakin sih, tapi kalau dari tujuan tertulisnya saya rasa tepat sebagai respon untuk masalah bangsa
ini” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Pernyataan serupa juga dikemukakan oleh I7 yang merupakan Pendamping Peserta Kirab Pemuda Zona 1 yakni sebagai berikut;
“Sangat tepat, sebelum terlalu jauh ini muda muda (pemuda) menyimpang memang perlu diingatkan” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Sebagai I8 yang merupakan Pendamping Peserta Kirab Pemuda
Zona 2, Informan menyatakan sebagai berikut;
“Kalo kata gue sih udah ya, udah pas banget” (6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Jawaban yang sama juga dikemukakan oleh I9 yakni Ketua Zona 1 Kirab Pemuda, paparannya sebagai berikut;
“Udah si karena diliat sama situasi sekarang emang cocok banget”
(7 Juni 2018, Lapangan Kemenpora)
Adapun Ketua Zona 2 Kirab Pemuda yang merupakan I10 juga menjawab hal serupa, sebagai berikut;
“Dibilang tepat ya tepat tepat aja sih” (6 Juni 2018, Gedung Graha Kemenpora)
Perwakilan dari Staf Protokoler Kemenko PMK yang menjadi I11
“Menurut kami tepat sih, sangat tepat” (7 Juni 2018, Ruang Rapat Anggrek Wisma Kemenpora)
Begitupula dengan jawaban yang diberikan oleh I12 , pemuda dari perwakilan masyarakat yang terlibat di acara Kirab Pemuda menyatakan sebagai berikut;
“Dari acara acara kemarin sih tepat ya, nambah pengetahuan juga seru” (9 Juni 2018, Plaza Festival, Kuningan, Jakarta
Selatan”
Dalam indikator pertama, telah dilakukan wawancara dengan I1, Asisten Deputi Peningkatan Kreativitas Pemuda (Key Informan), sehingga pertanyaan keenam perihal sejauh mana tujuan tersebut diukur (Q6) akan dideskripsikan sebagai berikut;
“Sementara kita bisa pake indikator penyebaran manfaat, misal sasarannya berapa orang, namun program kirab ini kan sangat besar, jadi agak sulit diukur, selain itu ya tentu realisasi
anggaran” (6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Adapun jawaban serupa disampaikan oleh I2 sebagai Kabid yang
bertanggung jawab pada program Kirab Pemuda perihal program tersebut, sebagai berikut;
“Penyebaran manfaatnya ya dari kita lihat berapa pemuda yang hadir di titik singgah, antusiasme mereka, capaian anggaran juga” (6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Hal yang sama juga diterangkan oleh I3 yang menjabat sebagai Kasubid pada Asdep terkait, yakni sebagai berikut;
“Kalau diukurnya agak sulit secara pasti ya karena luas dan
banyak juga titik singgahnya, yang pasti nanti untuk laporan ya LS (lump sump) itu urusan pa muslim (BPP pada Asdep terkait)
kalau soal anggaran” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Dalam wawancara yang dilakukan oleh peneliti, I4 sebagai
Bendahara Pengeluaran Pembantu juga menerangkan hal serupa, sebagai berikut;
“Penerima manfaat itu pemuda itu kan mereka nanti kita lihat
seberapa besar manfaatnya, cuma yang dilaporkan ya itu soal
anggaran ini yang saya buat” (6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Adapun I5 yang menjabat sebagai sekretaris pada Asdep terkait
menyampaikan hal yang mendukung jawaban jawaban sebelumnya sebagai berikut;
“Kalau ukuran program semuanya sama sih pakai LS (lump sump) itu yang udah diajukan sebelumnya, jadi dari anggaran itu
kepake apa ngga” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Hal yang sama juga disampaikan oleh I6 sebagai perwakilan Organisasi Kepemudaan di Lingkungan Kemenpora, yaitu sebagai berikut;
“Di kementerian atau dinas dinas biasanya sih menggunakan realisasi anggaran ya (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)”
Pernyataan serupa juga dikemukakan oleh I7 yang merupakan
Pendamping Peserta Kirab Pemuda Zona 1 yakni sebagai berikut;
“Kita melihat antusias pemuda di daerah itu, apakah ramai
mereka apa tidak itu kan jadi tolak ukur juga” (7 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas Pemuda)
Sebagai I8 yang merupakan Pendamping Peserta Kirab Pemuda Zona 2, Informan menyatakan sebagai berikut;
“Nanti itu biasanya di akhir, pa muslim yang ngurus soal resapan anggaran” (6 Juni 2018, Ruangan Asdep Peningkatan Kreativitas