SITUASI SUMBER DAYA KESEHATAN
B. Tenaga Kesehatan
Kesehatan merupakan hak asasi manusia, artinya, setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan. Kualitas pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan terjangkau juga merupakan hak seluruh masyarakat Indonesia. Dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam rangka melakukan upaya kesehatan tersebut perlu didukung dengan sumber daya kesehatan, khususnya Tenaga kesehatan yang memadai, baik dari segi kualitas, kuantitas, maupun penyebarannya.
Sumber daya manusia kesehatan (SDMK) merupakan salah satu sub sistem dalam sistem kesehatan nasional yang mempunyai peranan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui berbagai upaya dan pelayanan kesehatan. Upaya dan pelayanan kesehatan harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang bertanggung jawab, memiliki etik dan moral tinggi, keahlian, dan berwenang.
Menurut Undang–undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang tenaga kesehatan menyebutkan bahwa tenaga kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan/atau keterampilan melalui
Profil Kesehatan Kab. Donggala Tahun 2016 pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan.
Tenaga kesehatan dikelompokkan ke dalam 12 jenis tenaga yaitu tenaga medis, tenaga psikologi klinis, tenaga keperawatan, tenaga kebidanan, tenaga kefarmasian, tenaga kesehatan masyarakat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga gizi, tenaga keterapian fisik, tenaga keteknisian medis, tenaga teknik biomedika, tenaga kesehatan tradisional dan tenaga kesehatan lainnya.
Tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor yang sangat penting dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan yang berkualitas harus didukung oleh SDM yang berkualitas disamping ketersediaan sumber daya yang lain.
Hal yang penting diperhatikan dalam pengadaan SDM adalah jumlah, jenis, distribusi tenaga kesehatan dan rationya terhadap jumlah penduduk.
Penguatan sumber daya dalam mendukung pengembangan dan pemberdayaan Tenaga Kesehatan dilakukan melalui peningkatan kapasitas Tenaga Kesehatan, penguatan system informasi Tenaga Kesehatan, serta peningkatan pembiayaan dan fasilitas pendukung lainnya. Namun dengan semakin tingginya pendidikan dan kesejahteraan masyarakat, tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan semakin meningkat. Untuk itu dibutuhkan penambahan tenaga kesehatanyang terampil dan siap pakai sesuai dengan karateristik dan fungsi tenaganya. Sampai saat ini kebutuhan tenaga kesehatan masih belum sepenuhnya terpenuhi. Hal tersebut dapat dilihat dari usulan permintaan kebutuhan tenaga kesehatan baik di UPT Puskesmas, RSUD Kabelota dan Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala.
1. Jumlah dan Ratio Tenaga Kesehatan Menurut Jenis Tenaga Per 100.000 Penduduk
Pada tahun 2016, jumlah tenaga kesehatan yang bekerja di Kabupaten Donggala sebanyak 686 orang yang tersebar antara lain Dinas Kesehatan 92 orang, RSUD Kabelota 116 orang, UPTD Puskesmas 448 orang dan AKPER Donggala 30 orang. Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan tahun 2015 sebanyak 573 orang.
Berdasarkan grafik 5.2, jumlah tenaga kesehatan menurut jenis tenaga yang paling banyak adalah Bidan sebanyak 215 orang kemudian perawat sebanyak 201 orang dan kesehatan lingkungan 38 orang.
Grafik 5.2
Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Jenis Tenaga Kabupaten Donggala
Profil Kesehatan Kab. Donggala Tahun 2016 Tahun 2016
Sumber : Bidang SDMK dan Kepegawaian. Dinkes Kab. Donggala. RSUD Kabelota.
AKPER Kab. Donggala, 2016.
Metode ratio terhadap nilai adalah metode perhitungan yang diperkirakan untuk menghitung kebutuhan tenaga kesehatan di suatu wilayah berdasarkan ratio terhadap penduduk. Perhitungan kebutuhan tenaga kesehatan dalam penyusunan Dokumen Data dan Informasi PPSDM Kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala dengan menggunakan ratio kebutuhan per 100.000 penduduk perjenis tenaga kesehatan. Untuk menghitung kekurangan perjenis tenaga menggunakan perhitungan jumlah kebutuhan dikurangi jumlah tenaga yang ada saat ini.
Jumlah tenaga yang ada saat ini dihitung tenaga kesehatan yang ada di unit pelayanan kesehatan yaitu puskesmas dan rumah sakit daerah seperti tabel 5.2 berikut.
Tabel 5.2
Target Ratio (per 100.000 penduduk) Tenaga Kesehatan Yang Berada di UPT Puskesmas dan RSUD Kabelota
Kabupaten Donggala Tahun 2016
No Jenis Tenaga Kesehatan Jumlah Rasio 1 Dokter Spesialis
Profil Kesehatan Kab. Donggala Tahun 2016
Sumber
:
Sekretariat - Bagian Kepegawaian dan Umum, Dinkes Kab. Donggala, 2016.
2. Pendidikan Tenaga Kesehatan
Salah satu unsur yang berperan dalam percepatan pembangunan kesehatan adalah tenaga kesehatan yang bertugas disarana pelayanan kesehatan dimasyarakat. Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat tersebut tenaga diharuskan untuk memiliki kemampuan melaksanakan upaya kesehatan dengan paradigma sehat, yang mengutamakan upaya peningkatan, pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit.
Untuk menghasilkan tenaga kesehatan yang berkualitas maka dibutuhkan pendidikan yang berkualitas, salah satu caranya dengan mengikuti tugas belajar. Setiap tahun terdapat tenaga kesehatan yang mengikuti Tubel dengan jenjang pendidikan yang berbeda–beda. Jenjang pendidikan yang paling banyak diikuti tenaga kesehatan adalah pendidikan Diploma III (DIII) kesehatan. Tenaga kesehatan tersebut berasal dari unit-unit kesehatan, seperti UPT Puskesmas Se-Kabupaten Donggala, RSUD Kabelota Donggala, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala. Adapun jumlah tenaga kesehatan yang mengikuti Tubel berdasarkan jenjang pendidikannya dapat dilhat pada tabel 5.3 berikut.
Tabel 5.3
Jumlah Tenaga Kesehatan yang Mengikuti Tugas Belajar Kabupaten Donggala
10 Tenaga Teknis Kefarmasian
21 11 Apoteker 7,5
1 12 Tenaga Fisioterapis
11
3,7
13 Tenaga Teknisi Medis
2
0,7
Profil Kesehatan Kab. Donggala Tahun 2016
Sumber : Bidang Pengembangan SDMK. Dinkes Kab. Donggala. 2012 – 2016.
Berdasarkan tabel 5.3 menunjukkan bahwa sepanjang 5 tahun terakhir, jumlah tenaga kesehatan yang mengikuti tugas belajar sebanyak 51 orang yang terdiri dari jenjang pendidikan Diploma III (DIII) mencapai 5 orang, Diploma IV (DIV) sebanyak 1 orang, Sarjana Satu (S1) sebanyak 21 orang, Strata Dua (S2) sebanyak 14 orang, dan Spesialis sebanyak 10 orang.
Berdasarkan Renstra Kemenkes Tahun 2015-2019, dimana pelaksanaan pendidikan tinggi dan peningkatan mutu SDM Kesehatan memiliki sasaran jumlah peserta baru penerima bantuan pendidikan sebanyak 5.000 orang, jadi jumlah penerima bantuan pendidikan setiap tahunnya sebanyak 1.000 orang. Apabila diestimasikan terhadap 34 propinsi di Indonesia, maka jumlah penerima bantuan pendidikan setiap propinsi adalah 29 orang.
Sehingga apabila dibandingkan dengan Kabupaten Donggala, maka jumlah tenaga kesehatan yang mengikuti Tugas belajar tergolong meningkat termasuk yang berkaitan dengan peningkatan mutu SDM Kesehatan.