• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS

6. Teori Kebutuhan

Dalam setiap masyarakat selalu akan terdapat keinginan yang relatif tidak terbatas untuk menikmati berbagai jenis barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat itu sendiri.

Kebutuhan masyarakat yang dimaksudkan adalah keinginan masyarakat untuk memperoleh dan mengkonsumsikan barang dan jasa. 19 Keinginan ini dapat dibedakan dalam dua bentuk, yaitu keinginan yang disertai dengan kemampuan seseorang dalam pencapaian kebutuhan barang atau jasa, dan keinginan yang tidak disertai dengan kemampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhannya.

Menurut Drs. Lukman dan Indoyama Nasarudin, “Kebutuhan manusia (needs) adalah keluasan jangkauan kebutuhan hidup berbeda setiap manusia karena perkembangan kebutuhan sangat dipengaruhi oleh

lingkungan dan budaya manusia sendiri,” 20

secara umum jenis kebutuhan manusia dapat dikelompokkan menjadi:

1. Kebutuhan Pokok (Basic Needs)

Merupakan kebutuhan kebendaan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup, yang merupakan kubutuhan paling dasaryang harus dipenuhi seperti, sandang, pangan dan papan.

2. Kebutuhan Adat Istiadat (Conventional Needs)

Merupakan kebutuhan manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang merupakan jati diri / sebagai ciri khas suatu kehidupan bermasyarakat seperti, pakaian adat penganten

3. Kebutuhan Pekerjaan (Occupational Needs)

19

Sadono Sukirno, Pengantar Teori Mikroekonomi , Ed.2, Cet.7 , (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1997)., h. 5

20

Lukman dan Indoyana Nasarudin, Pengantar Teori Mikro Ekonomi. (Jakarta: UIN Jakarta Perss, 2007), h. 2

Merupakan kebutuhan manusia akan pekerjaan dan alat-alat yang diperlukan dan digunakan untuk menghasilkan pemenuhan kebutuhan yakni barang-barang dan jasa untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, seperti jadi pegawai / karyawan.

4. Kebutuhan Pribadi / Tabiat (Personality Needs)

Merupakan jenis kebutuhan pengakuan terhadap keberadaan diri dan kepribadian seperti status sosial, hobi, tabiat dan pendididkan.

Menurut Suherman Rosyidi, sebenarnya kebutuhan manusia itu ada pula batasnya. Hanya saja untuk sebagian terbesar penduduk penduduk setiap negara, bahkan penduduk dunia sebagai suatu keseluruhan, keinginan dan kebutuhan itu adalah sedemikian banyaknya sehingga jauh melampaui jumlah barang dan jasa yang dengan keduanya itulah keinginan dan kebutuhan mereka

terpenuhi.” 21

Ilmu ekonomi bertugas untuk mempertemukan atau menggabungkan antara dan keinginan manusia yang tiada berbatas dengan barang dan jasa yang langka dan terbatas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan tersebut.

Ada beberapa tingkatan kebutuhan manusia menurut Suherman Rosyidi:22

a. Kebutuhan Primer (Primary Needs), yaitu kebutuhan pada tingkat yang pertama untuk membutuhkan sandang (pakaian), pangan (makanan), dan papan (tempat tinggal).

b. Kebutuhan Sekunder (Secondary Needs), yaitu kebutuhan pada tingkat kedua, kebutuhan ini muncul karena telah terpenuhinya kebutuhan tingkat pertama maka muncullah kebutuhan sekunder

21

Suherman Rosyidi, Pengantar Teori Ekonomi Pendekatan Kepada Teori Ekonomi Mikro dan Makro. (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2011), h. 50

22

yang merupakan kebutuhan akan barang-barag perlu antara lain, kebutuhan sepatu, sepeda, pendidikan, dan sebagainya.

c. Kebutuhan Tersier (Tertiary Needs), yaitu kebutuhan tingkat ketiga yang berisi kebutuhan akan barang mewah yang dipenuhi setelah kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder telah terpenuhi seperti, mobil mewah, piano, berlian dan sebagainya.

d. Kebutuhan Kuarter (Quartiary Needs), yaitu kebutuhan tingkat keempat yang berisi kebutuhan akan barang yang benar-benar mubazir (yang sebenarnya tidak diperlukan sama sekali), dan seterusnya.

Orang atau masyarakat akan sampai pada suatu tingkat kebutuhan tertentu hanya setelah tingkat kebutuhan sebelumnya terpenuhi. Bagi masyarakat kaya atau berkecukupan (offluent society), uang tersedia dengan relatif amat mudah. Bagi masyarakat seperti itu, kebutuhan tersier dan kebutuan kuarter sudah mereka penuhi, tetapi uang masih melimpah, lalu muncullah kebutuhan bermacam-macam lainnya.

7. Pemuas Kebutuhan (good & service)

Alat-alat pemuas kebutuhan manusia berupa barang (goods) dan jasa-jasa (services) dan diklasifikasikan meliputi:

a. Benda Ekonomi (Economic Good), yaitu alat pemuas kebutuhan manusia yang dapat berupa barang, jasa dan sumber daya lainnya yang tersedia, dengan ciri-ciri:

1) Langka (Scarcity)

2) Mempunyai nilai guna (Utility)

4) Dapat berpindah atau ditukarkan (Transferable)

5) Membutuhkan pengorbanan

b. Barang-barang bebas (free good), merupakan alat pemuas kebutuhan manusia yang bebas dan tersedia dalam perekonomian dalam jumlah yang lebih besar daripada kebutuhan manusia, dengan ciri mudah diperoleh dan tidak mempunyai harga pasar, seperti air sungai, oksigen.

c. Barang Masyarakat / Umum (Public Goods) yaitu alat pemuas kebutuhan manusia yang penyediaannya dilakukan oleh pemerintah, barang ini bersifat ekonomi bagi si penyedia dan bersifat barang bagi si pemakai, seperti PLTA, PAM dimana kepada masyarakat dibebankan biaya ganti rugi terhadap investasi yang dilakukan pemerintah. 23

8. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan

Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan manusia adalah sebagai berikut:

a. Faktor Ekonomi

Kondisi ekonomi sangat mempengaruhi jenis kebutuhan dan cara memenuhi kebutuhan seseorang. Kebutuhan orang kaya cenderung lebih banyak daripada orang miskin. Contohnya kebutuhan orang kaya yang membutuhkan mobil mewah, rumah mewa, sedangkan orang miskin tidak memerlukan barang barang tersebut. Perbedaan ini terjadi karena orang kaya mampu memenuhi kebutuhan dengan mudah, sedangkan orang miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok saja sangat sulit.

b. Faktor Lingkungan Sosial Budaya

Naluri manusia untuk mempertahankan hidup menuntut manusia memenuhi kebutuhan biologis berupa makanan, minuman, dan pakaian. Alat pemuas kebutuhan tersebut diambil di lingkungan

23

sekitar tempat inggal. Dengan demikian kondisi lingkungan suatu daerah sedikit banyak mempengaruhi cara hidup dan kebutuhan manusia yang tinggal di dalamnya.

c. Faktor Fisik

Manusia diciptakan Tuhan dalam bentuk fisik yang berbeda-beda. Ada laki-laki ada perempuan. Ada yang berpostur tinggi dan ada yang berpotur rendah, hal ini otomatis menyebabkan kebutuhan manusia berbeda-beda.

d. Faktor Pendidikan

Tinggi rendahnya seseorang akan mempengaruhi jenis dan jumlah kebutuhan. Semakin tinggi tingkat pendidikan semakin banyak pulaa biaya yang dikeluarkan tetapi semakin tinggi pendidikan semakin besar pula kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

e. Faktor Bencana

Apabila terjadi bencana, baik bencana alam maupun karena kecerobohan manusia, maka akan timbul keinginan manusia untuk mengatasinya. Oleh sebab itu muncul keinginan memenuhi kebutuhan akan barang guna mengatasi bencana.

f. Faktor Mode

Masyarakat cenderung ingin memenuhi kebutuhannya sesuai dengan mode terbaru/mutakhir. Misalnya untuk rumah, sepeda motor, hand phone, mobil, jenis pakaian.

g. Faktor Peradaban

Kebutuhan manusia selalu mengikuti perkembangan zaman. Makin tinggi peradaban manusia semakin banyak pula kebutuhannya, baik dalam hal kualitas maupun kuantitas.

h. Faktor Agama

Agama merupakan kebutuhan rohani yang penting bagi manusia. Setiap agama memiliki peraturan peribadatan sendiri-sendiri yang berbeda-beda.

i. Mata Pencaharian

Dalam memenuhi kebutuhan, manusia dipengaruhi oleh mata pencahariannya. Petani lebih membutuhkan alat bercocok tanam, misal cangkul, pupuk, bibit unggul dan lain-lain. Sedangkan nelayan lebih membutuhkan perahu, jala, umpan dan lain-lain.

Banyak kebutuhan manusia yang harus terpenuhi, karena jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka manusia tidak akan bisa melakukan aktivitasnya bahkan tidak bisa hidup. Macam-macam kebutuhan tersebut jelas mempunyai dampak terhadap manusia dan lingkungannya, namun karena sumber ekonomi yang langka dan kebutuhan manusia yang tak terbatas, maka terjadi kelangkaan dimana-mana, artinya banyak kebutuhan yang tak terpenuhi. Kebutuhan manusia yang satu tidak selalu sama dengan kebutuhan manusia lainnya. Hal ini terkait dengan tingkat kesejahteraan manusia, semakin tinggi tingkat kesejahteraannya maka akan semakin tinggi pula tingkat kebutuhan yang akan dipenuhi, misalnya kebutuhan rumah mewah dan kendaraan mewah ini tidak akan terjadi pada seseorang yang tingkat kesejahteraannya rendah. Kebutuhan yang akan dipenuhinya sangat berbeda.

Tabel 2.1

Jumlah Penduduk Miskin per kecamatan

Nama Kecamatan Jumlah Keluarga Miskin Nama Kecamatan Jumlah Keluarga Miskin Nanggung 6,189 Tanjungsari 3,57 Leuwiliang 12,255 Jonggol 7,074 Leuwisadeng 7,762 Cileungsi 5,731 Pamijahan 12,028 Klapanunggal 4,444

Ciampea 7,974 Citeureup 7,973

Tenjolaya 4,68 Cibinong 7,481

Dramaga 7,306 Bojong Gede 7,271

Ciomas 5,99 Tajurhalang 3,99

Tamansari 5,647 Kemang 5,549

Cijeruk 6,503 Rancabungur 4,165

Cigombong 6,49 Parung 4,67

Caringin 7,968 Ciseeng 5,852

Ciawi 6,777 Gunung Sindur 5,644

Cisarua 5,368 Rumpin 8,009

Megamendung 4,477 Cigudeg 8,624

Sukaraja 6,872 Sukajaya 5,628

Babakan Madang 4,679 Jasinga 9,713

Sukamakmur 6,398 Tenjo 5,188

Cariu 3,085 Parung Panjang 5,98

Sumber: Bappeda Kabupaten Bogor24

Berdasarkan tabel di atas, menunjukan jumlah penduduk miskin per Kecamatan di Kabupaten Bogor, jumlah penduduk miskin yang tertera pada tabel di atas terdapat 5,852 penduduk miskin di Kecamatan Ciseeng. Kondisi ini sangat berpengaruh pada tingkat pendidikan anak di Kecamatan Ciseeng. Kesejahteraannya masih sangat rendah dengan terbukti jumlah penduduk miskin 5,852. Kebutuhan akan pendidikan juga sangat berpengaruh terhadap pendapatan seseorang. Kebutuhan apa yang harusnya diutamakan juga berpengaruh terhadap tingkat pendapatan seseorang atau suatu keluarga. Karena kebutuhan apa yang seharusnya diutamakan dengan kemampuan dari perolehan pendapatan.

24

Dokumen terkait