• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh pendapatan petani ikan air tawar terhadap pendidikan anak di Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh pendapatan petani ikan air tawar terhadap pendidikan anak di Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor"

Copied!
136
0
0

Teks penuh

(1)

Skripsi

Diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Mencapai

Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh Ega Pratiwi NIM 1110015000045

PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVESRITAS ISLAM NEGERI (UIN)

SYARIF HIDAYATULLAH

(2)

Skripsi

Diajukan Kepada Fakultas ilmu Tarbiyah dan Keguruan untuk Memenuhi Syarat-Syarat Guna Meraih Gelar Sarjana pendidikan

Oleh: Eqa Pratiwi

NIM: 1110015000045

Di Bawah Bimbingan

Pembimbing

eC-A

Anisa Windarti M.Sc

NIP: 19820802

20lt0t

2 005

PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH

JAKARTA

(3)

1110015000045, diajukan kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN

Syarif Hidayatullah Jakarta dan telah dinyatakan lulus dalam ujian Munaqasah pada tanggal 05 Februari 2015 di hadapan dewan penguji. Karena itu, penulis berhak memperoleh gelar Sarjana 51 (S.Pd) dalam bidang Pendidikan IPS.

J akarta, 05 Februari 201 5

Panitia Uj ian Munaqasah

Ketua Panitia (Ketua Jurusan/ Program Studi)

dan

Tanggal

,rf

or'f

Dr. Iwan Purwanto. M.Pd.

NIP. 19730424200801

|

0t2

Sekretaris (Sekretaris Jurusan/ Prodi)

Drs. Syaripulloh. M.Si NIP. 19670909 20070t

I

033 Penguji I

Dr. Ulfa Fajarini. M.Si NrP. 196708281 1993032006 Penguji

II

Drs. A. Banadjid

NIP. 1 954 1 224t98t03 t004

n/t5

/oz

Mengetahui,

D.ekan F4kt{tas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

,--/-Dra. Nurlefra. M.A. Ph.D.

(4)

Nama

: Ega Pratiwi No. Induk

Mahasiswa

: 1110015000045

Fakultas

: Ilmu Tarbiyah dan Keguruan

Jurusan

: Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial

Dengan ini menyatakan bahwa dalam penelitian skripsi ini, saya:

1.

Tidak menggunakan ide orang lain tanpa mampu mengembangkan dan mempertanggungi awabkan

2.

Tidak melakukan plagiat terhadap naskah karya orang lain

3.

Tidak menggunakan karya orang lain tanpa menyebutkan sumber asli atau tanpa izin pemilik karya

4.

Tidak melakukan pemanipulasian dan pemalsuan data

5.

Mengerjakan sendiri karya

ini

dan mampu bertanggung jawab atas karya ini

Jikalau di kemudian hari ada tuntutan dari pihak lain atas karya saya, dan telah melalui pembuktian

yang

dapat dipertanggungjawabkan, ternyata memang ditemukan bukti bahwa saya telah melanggar pernyataan di atas, maka saya siap untuk dikenai sanksi berdasarkan aturan yang berlaku di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Demikian Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya.

Jakarta, Februari 2015 Yang menyatakan,

9E6B8ACF5575451

ilt

(5)

iv

PENGARUH PENDAPATAN PETANI IKAN AIR TAWAR TERHADAP PENDIDIKAN ANAK DI DESA BABAKAN KECAMATAN CISEENG

KABUPATEN BOGOR Oleh:

EGA PRATIWI 1110015000045

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pendapatan Petani Ikan Air Tawar Terhadap Pendidikan Anak di Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian bersifat kuantitatif dan metode analisis data menggunakan regresi sederhana dengan pengujian asumsi dasar.

Berdasarkan hasil uji korelasi pendapatan petani ikan air tawar (X) dengan pendidikan anak Y diperoleh nilai korelasi regresi r = 0,603, nilai ini menunjukan hubungan yang kuat positif. Pendapatan petani ikan air tawar secara signifikan berpengaruh terhadap pendidikan anak di Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor sebesar R2 = 36,3%.

Berdasarkan hasil uji regresi, maka didapatkan persamaan regresi Y = 62,57 + 11,56 X yang digunakan sebagai dasar untuk memperkirakan tingkat pendidikan yang dipengaruhi oleh pendapatan petani ikan air tawar.

Berdasarkan uji t pendapatan petani ikan air tawar memiliki pengaruh signifikan terhadap pendidikan anak berdasarkan nilai (thitung = 6,671 > ttabel =

1,991). Kemudian berdasarkan hasil uji dengan teknik probabilitas hasil angka uji tersebut 0,00 < 0,05, yakni mempunyai hasil yang sama. Hal ini menyatakan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara Pendapatan Petani Ikan Air Tawar Terhadap Pendidikan Anak di Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor.

(6)

v

THE INFLUENCE OF FISH FARMER’S INCOME AGAINST CHILDREN’S EDUCATION IN BABAKAN VILLAGE, CISEENG, BOGOR.

By: EGA PRATIWI

1110015000045

ABSTRACT

The purpose of this reseaech is to know about the influence of fish farmer’s income against children’s education in Babakan Village, Ciseeng, Bogor. This research is using quatitave and simple regration method as the basic assumption test.

Based on correlation test. The income of fish farmer (X) and children’s education (Y) obtained regretion correlation point r = 0,603, this point shows that the relation is positively strong. The income of fish farmer’s significantly contribute against children’s education in Babakan Village, Ciseeng, Bogor by R2= 36,3%

Based on regretion test result, it shows Y = 62,57 + 11,56x that used as the basic for predicting education’s level which is influenced by fish farmer’s income.

Based on T test, the income of fish farmer has influenced significatly to children’s education based on (tcount = 6,671 > ttable = 1,991) point. Then, based on

probability technique result test, the result is 0,00 < 0,05, which is shows us that it has the same result as the T test. Ho is disapproved and Ha is approved. This said that there is significant influence between fish farmer’s income and children’s education in Babakan Village, Ciseeng, Bogor.

(7)

vi

Assalamu’alaikum wr.wb.

Segala puji bagi Allah swt. yang telah mengkaruniakan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Pendapatan Petani Ikan Air Tawar Terhadap Pendidikan Anak di Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor”.

Penyusunan skripsi ini dimaksudkan untuk memenuhi sebagai syarat-syarat guna mencapai gelar Sarjana Pendidikan di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.

Pada kesempatan ini, peneliti mengucapkan rasa syukur atas rahmat dan karunia Allah swt. sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini serta tak lupa pula peneliti menghanturkan terimkasih kepada:

1. Dra. Nurlena, MA., Ph.D. selaku dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.

2. Dr. Iwan Purwanto, M.Pd selaku Ketua Jurusan Pendidikan IPS. 3. Drs. Syaripulloh, M.Si selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan IPS.

4. Anissa Windarti, M.Sc. selaku dosen pembimbing yang begitu telaten dan sabar dalam membimbing saya, memberikan pengarahan dan masukan dalam penulisan skripsi ini, serta sudah meluangkan banyak waktunya untuk memberikan ilmu, bimbingan, nasihat, serta saran dari awal hingga akhir penulisan skripsi ini.

5. Seluruh Bapak/Ibu Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang telah mencurahkan dan mengamalkan ilmunya, serta seluruh Karyawan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan.

6. Petugas Perpustakaan UIN Syarif Hidayatullah, Perpustakaan Nasional, dan Perpustakaan UI

(8)

vii

berjuang dikehidupan nyata, yang selalu mendo’akan setiap langkah yang saya tempuh, Terima kasih atas do’a yang tiada henti-hentinya dipanjatkan. 9. Kakak saya Yoeda Pramana S.ikom dan Didi Pramana dan seluruh keluarga

besar saya yang senantiasa mendukung dan mendo’akan saya.

10.Sahabat seperjuangan saya BEBONG (Denara Nurul, Retno Oktakarina, Diah Novarida, Ayu Nissa, dan Eka Prasetya) yang selalu memberikan warna-warni selama perkulian saya beserta memberikan dorongan dan semangat tiada henti.

11.Sepupu saya Ulan Dari, Sri Handayani dan Annisa Nurpriani yang selalu membantu memberikan semangat. Teman yang selalu memberikan dukungan Nina Roslina S.Pd dan Ninna Aristiyaningsih S.Pd

12.Teman-teman Assalam, teman Pendidikan IPS 2010 dan khususnya teman-teman saya di konsentrasi Pendidikan Ekonomi.

13.Mungkin saya tidak dapat menuliskan semua nama teman-teman disini, tapi saya selalu menulis nama kalian di lubuk hati saya. Serta untuk semua teman yang telah dengan bersemangat mendukung saya, terima kasih atas semangat dan kebersamaannya.

Semoga semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan skripsi ini mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT. Peneliti menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih banyak kekurangan. Dengan segala kerendahan hati peneliti memohon maaf dan mengharapkan kritik dan saran yang membangun bagi perbaikan peneliti dan bermanfaat bagi semua.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Jakarta, Februari 2015

(9)

viii

Lembar Pengesahan Skripsi... i

Lembar Pengesahan Ujian Skripsi... ii

Lembar Pernyataan Keaslian Karya Ilmiah... iii

Abstrak... iv

Abstract... v

Kata Pengantar... vi

Daftar Isi... viii

Daftar Tabel... xii

Daftar Bagan... xiii

Daftar Gambar... xiv

Daftar Lampiran... xv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang... 1

B. Identifikasi Masalah... 10

C. Pembatasan Masalah... 10

D. Perumusan Masalah... 10

E. Tujuan Penelitian... 10

F. Manfaat Penelitian... 10

1. Manfaat Teoritis... 10

a. Masyarakat... 10

b. Peneliti... 11

c. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta... 11

2. Manfaat Praktis... 11

a. Masyarakat... 11

b. Peneliti... 11

c. UIN Syarif Hidyatullah... 11

(10)

ix

2. Faktor-faktor Pendidikan... 15

3. Tujuan Pendidikan... 17

4. Pengertian Pendapatan... 19

5. Jenis-jenis Pendapatan... 20

6. Teori Kebutuhan... 22

7. Pemuas Kebutuhan... 24

8. Faktor-Faktor Kebutuhan... 25

9. Petani Ikan Air Tawar... 29

B. Penelitian Relevan... 31

C. Kerangka Berpikir... 32

D. Hipotesis Penelitian... 33

BAB III METODOLOGI PENELITIAN A. Tempat dan Waktu Penelitian... 35

B. Metode Penelitian... 35

C. Populasi dan Sampel... 36

D. Jenis dan Sumber Data... 37

E. Teknik Pengumpulan Data... 37

1. Observasi... 37

2. Kuesioner... 37

3. Wawancara... 38

F. Instrumen Penelitian... 38

G. Teknik Analisis Data... 43

1. Proses Editing... 43

2. Proses Coding... 43

3. Proses Scoring... 44

4. Proses Tabulasi... 44

H. Definisi Variabel... 44

(11)

x

a. Uji Validitas... 45

b. Uji Reliabilitas... 45

2. Uji Asumsi Dasar... 46

a. Uji Normalitas... 46

1). Metode Kolmogorov-Smirnov... 46

2). Menghitung Uji Normalitas Manual... 47

b. Uji Homogenitas... 47

c. Uji Linearitas... 47

3. Analisis Regresi Linear Sederhana... 48

a. Uji Parsial (Uji t)... 48

b. Koefisien Determinasi... 49

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Tempat Penelitian... 50

1. Tempat dan Waktu Penelitian... 50

2. Sejarah Profil Tempat Penelitian... 50

a. Data Jumlah Penduduk... 51

b. Data Jumlah Lembaga Pendidikan... 52

c. Data Responden... 53

1). Pendapatan... 53

2). Pendidikan... 54

B. Hasil Analisis dan Pembahasan... 56

1. Uji Instrumen Kuesioner... 56

a. Uji Validitas... 56

b. Uji Reliabilitas... 57

2. Uji Asumsi Dasar... 58

a. Uji Normalitas... 58

b. Uji Homogenitas... 60

(12)

xi

4. Hasil Wawancara... 70

5. Hasil Observasi... 73

C. Pembahasan Hasil Penelitian... 76

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan... 80

B. Implikasi... 81

C. Saran... 82

DAFTAR PUSTAKA... 84

LEMBAR UJI REFERENSI... 86

(13)

xii

1.1 Fasilitas Pendidikan yang tersedia di Kabupaten bogor ... 5

2.1 Jumlah Penduduk Miskin Per Kecamatan... 27

3.1 Susunan Waktu Penelitian... 35

3.2 Kisi-kisi Instrumen Observasi... 49

3.3 Kisi-kisi Instrumen Angket... 41

3.4 Kisi-kisi Instrumen Wawancara... 42

4.1 Lembaga Pendidikan... 52

4.2 Tabel Rekapitulasi Uji Validitas... 55

4.3 Tabel Hasil Uji Reabilitas... 57

4.4 Tabel Rekapitulasi Hasil Uji Normalitas... 58

4.5 Tabel Hasil Uji Homogenitas... 60

4.6 Tabel Hasil Uji Liniaritas... 61

4.7 Tabel Anova... 62

4.8 Tabel Descriptive Statistic... 63

4.9 Tabel Kolerasi... 63

4.10 Tabel Hasil Uji Determinasi... 64

4.11 Tabel Hasil Uji F... 65

4.12 Tabel Koefisien... 66

[image:13.595.110.518.164.587.2]
(14)

xiii

(15)

xiv

1.1 Alokasi Anggaran Depdiknas... 3

1.2 Realisasi Belanja Pemerintah Pusat tahun 2005-2008 dan APBN 2009... 4

4.1 Tingkat Pendapatan Responden... 53

4.2 Tingkat Pendidikan Anak Responden... 55

(16)

xv

2. Hasil Pengolahan Data SPSS... 91

3. Hasil Dokumentasi Penelitian... 100

4. Tabel Product Moment... 103

5. Tabel T-Student... 104

[image:16.595.112.518.124.600.2]
(17)

1

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan salah satu modal dasar yang diharapkan untuk dapat meningkatkan harkat dan martabat manusia serta peningkatan kualitas SDM (Sumber Daya Manusia). Pendidikan juga sangat berpengaruh terhadap kecapakan perilaku serta sikap seseorang dalam perannya di lingkungan masyarakat. Semakin baik perilaku dan sikap seseorang maka semakin baik dirinya dimata masyarakat sekitarnya, tentu semua ini didasari oleh pendidikan yang diperoleh pada diri seseorang. Maka dari itu, perlunya kesadaran tingkat pendidikan terutama pendidikan yang akan sangat berpengaruh di masa yang akan datang. Pendidikan yang ditempuh oleh anak merupakan tanggungjawab keluarga, masyarakat dan pemerintah. Oleh karena itu, diperlukan kerjasama antara ketiga lembaga tersebut untuk menunjang kualitas pendidikan serta tercapainya semua tujuan yang diharapkan.

(18)

Pendidikan (SPP), Biaya Operasional Pendidikan (BOP), Sumbangan Pengembangan Akademik (SPA) yang sangat variatif nilai nominalnya, bahkan sampai pada biaya yang sudah tidak wajar dalam dunia akademis dan bukan standar biaya yang telah ditentukan oleh masing-masing institusi.

Menurut Data Pokok APBN-P 2008 dan APBN 2009, pada tahun 2005 alokasi anggaran Depdiknas ini mencapai Rp 23.117,4 miliar atau 19,23% dari total APBN. Selanjutnya terus mengalami kenaikan, pada tahun 2006 mencapai Rp 37.095,1 miliar atau 22,44% dari total APBN, Rp 40.476,8 miliar atau 18,95% dari total APBN pada tahun 2007, dan pada tahun 2008 mencapai Rp 45.296,7 miliar atau 16,67% dari total APBN. Pada tahun 2009, alokasi anggaran Depdiknas dalam belanja pemerintah pusat mencapai Rp 62.098,3 miliar atau 19,76% dari total APBN. 1

Grafik di bawah ini menunjukkan bahwa anggaran pendidikan selalu mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Pemerintah sudah mengupayakan agar 20% APBN dialokasikan untuk pendidikan, bahkan penyerapan anggaran pendidikan pada tahun 2006 telah melebihi angka 20%, yaitu 22,44%. Namun realisasi atau penyerapan dana pendidikan untuk tahun 2008 hanya 16,67%, dan perlu dicari tahu mengapa penyerapannya cuma sejumlah itu. Untuk tahun 2009, dana yang dialokasikan untuk sektor pendidikan juga mendekati 20% dari total APBN.

1

Ibnu Purna, Hamidi dan Elis, Anggaran Pendidikan dalam APBN, 2009

[image:18.595.110.517.221.652.2]
(19)
[image:19.595.108.517.161.599.2]

Gambar 1.1

Alokasi Anggaran Depdiknas dalam Belanja Pemerintah Pusat

Keseriusan Pemerintah untuk memenuhi amanat UUD 45 juga dapat dilihat dari angka-angka yang dijabarkan dalam tabel di bawah ini2. Alokasi anggaran untuk sektor pendidikan selalu menempati urutan pertama, dengan persentase 16,67% - 22,44%.

2

(20)

Gamabar 1.2

Realisasi Belanja Pemerintah Pusat Tahun 2005-2008 dan APBN 2009 Untuk Sektor 8 yang Mengambil Alokasi Terbesar

Tambahan alokasi anggaran pendidikan ini tentu saja bukan merupakan capaian akhir, melainkan merupakan langkah awal atau tambahan amunisi untuk meningkatkan mutu pendidikan kita dan memperluas cakupannya sehingga dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan yang terpencil. Selanjutnya, pengelolaan yang transparan dan akuntabel juga merupakan salah satu kunci kesuksesan untuk mencapai target yang dicita-citakan. Tetapi pada kenyataannya anggaran pendidikan di Indonesia tidak selalu sesuai dengan apa yang telah direncanakan sesuai dengan anggaran APBN.

Menurut Undang-undang Dasar Negara Indonesia yang baru, bahwa biaya pendidikan secara nasional seharusnya semakin murah. Sebab, bila sebelumnya anggaran pendidika nasional tidak pernah lebih dari 8% dari seluruh Anggaran Pendapatan Belanja Negara, maka berdasarkan UUD yang baru tersebut, pemerintah diharuskan mengalokasikan dana minimal sebesar 20%. Namun, semua itu hanya bagaikan mimpi siang bolong. 3

Pembiayaan pendidikan tersebut, mengakibatkan warga masyarakat yang ingin mengikuti pendidikan di Indonesia mengalami hambatan dan kesulitan yang luar biasa, tidak hanya pada pembiayaan pendidikan tetapi juga pada kesempatan untuk berpartisipasi di dalamnya. Karena terbukti

3

(21)
[image:21.595.112.515.191.757.2]

pendidikan nasional belum dapat dirasakan secara merata oleh semua lapisan masyarakat. Tak terkecuali pada masyarakat petani ikan air tawar Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor. Dengan hanya mengandalkan pendapatan dari hasil budidaya ikan air tawar untuk pembiayaan pendidikan anak-anak mereka, tidak semua masyarakat petani ikan tersebut dapat merasakan pendidikan secara merata.

Tabel 1.1

Fasilitas Pendidikan yang tersedia di Kabupaten Bogor

Nama Kecamatan

Jumlah Sarana Pendidikan

Umum Agama

SD SMP SMA SMK MI MTs MA

Nanggung 46 8 1 0 17 7 2

Leuwiliang 60 22 6 5 29 10 6

Leuwisadeng 30 9 1 4 19 7 4

Pamijahan 45 17 6 5 32 9 3

Cibungbulang 43 22 6 7 19 8 1

Ciampea 49 11 7 7 20 10 3

Tenjolaya 20 8 1 3 15 5 3

Dramaga 34 8 3 2 1 3 0

Ciomas 42 10 3 8 9 8 3

Tamansari 29 9 2 1 5 3 0

Cijeruk 39 7 1 1 8 6 1

Cigombong 46 13 5 4 4 6 3

Caringin 34 14 5 9 29 11 5

Ciawi 30 17 7 8 10 6 1

Cisarua 36 7 2 4 8 4 0

(22)

Sukaraja 47 12 3 5 17 14 1

Babakan Madang 50 11 4 3 9 5 2

Sukamakmur 30 10 7 4 17 11 3

Cariu 28 7 2 2 8 3 0

Tanjungsari 26 9 2 1 13 3 1

Jonggol 56 14 6 3 11 12 2

Cileungsi 72 27 7 16 5 8 3

Klapanunggal 32 9 2 4 11 5 1

Gunung Putri 85 28 14 7 17 11 2

Citeureup 62 21 5 15 14 10 2

Cibinong 85 40 18 24 30 21 6

Bojong Gede 48 23 1 14 29 15 5

Tajurhalang 23 12 1 7 13 5 1

Kemang 36 18 5 12 12 3 0

Rancabungur 22 6 2 4 7 4 1

Parung 35 10 7 4 17 11 3

Ciseeng 36 10 3 5 11 11 3

Gunung Sindur 40 14 5 5 10 9 3

Rumpin 63 11 3 3 16 10 2

Cigudeg 54 15 2 3 19 8 2

Sukajaya 29 3 1 0 8 4 0

Jasinga 60 14 2 3 2 4 1

Tenjo 34 12 3 1 9 5 1

Parung Panjang 50 14 5 5 16 8 4

Sumber : Bappeda Kabupaten Bogor4

4

(23)

Pada tabel fasilitas pendidikan yang tersedia di Kabupaten Bogor tersebut, menunjukkan bahwa fasilitas pendidikan di Kecamatan Ciseeng terdapat fasilitas pendidikan umum yaitu 36 unit Sekolah Dasar, 10 unit Sekolah Menengah Pertama, 3 unit Sekolah Menengah Atas, 5 unit Sekolah Menengah Kejuruan dan terdapat fasilitas pendidikan berbasis Agama yaitu 11 unit Madrasah Ibtidaiyah, 11 unit Madrasah Tsanawiyah, 3 unit Madrasah Aliyah. Dengan adanya fasilitas pendidikan yang tertera di atas, peran pemerintah dalam menangani masalah pendidikan khususnya pendidikan di Kecamatan Ciseeng belum menuaikan hasil yang maksimal. Hal ini dikarenakan jumlah ketersediaan fasilitas pendidikan masih jauh dari jumlah yang dibutuhkan serta biaya pendidikan yang melambung tinggi dan juga perolehan pendapatan para petani ikan air tawar yang rendah disebabkan kurangnya pengetahuan dan masih dengan cara yang sangat sederhana.

Dapat diketahui bahwasannya, usaha ikan air tawar di Indonesia merupakan bisnis yang menggiurkan dengan perolehan pendapatan keuntungan yang luar biasa, baik usaha ikan air tawar berupa ikan hias maupun ikan untuk konsumsi. Prospek bisnis ikan hias di Indonesia cukup cerah. Faktor pendukungnya adalah jenis ikan yang beragam, air yang cukup, lahan yang masih sangat luas dan iklim yang cocok.5

Menurut Badan Pangan PBB tahun 2011 Potensi usaha ikan air tawar akan semakin menggiurkan, pada tahun 2021 konsumsi ikan perkapita penduduk dunia akan mencapai 19,6 kg per tahun. Memang, sebagian besar konsumsi ikan saat ini masih dipasok oleh hasil perikanan tangkap atau ikan laut. Namun diramalkan pada tahun 2018 produksi ikan air tawar akan menyalip produksi perikanan tangkap. Bahkan tahun 2021 kebutuhan ikan air tawar akan menyentuh angka 172 juta ton per tahun, naik lebih dari 15 persen dari kebutuhan rata-rata saat ini. Angka-angka tersebut.6

5

Deden Daelami A.S, Usaha Pembenihan Ikan Hias Air Tawar (Jakarta: PT Penebar Swadaya, 2001), h. 3.

6

(24)

Dengan meningkatnya kebutuhan ikan air tawar untuk konsumsi tersebut, ini merupakan peluang besar bagi petani ikan air tawar di Desa Babakan untuk melebarkan usaha ikan air tawar baik ikan air tawar hias maupun ikan untuk dikonsumsi agar menghasilkan pendapatan yang cukup tinggi karena atas peningkatan permintaan kebutuhan ikan air tawar yang melonjak tajam.

Tidak salah jika Kecamatan Ciseeng ditunjuk sebagai salah satu kawasan minapolitan. Wilayah ini memang terkenal dengan potensi budidaya berbagai macam ikan, baik itu ikan konsumsi maupun ikan hias. Kolam-kolam ikan hias tersebar di sejumlah halaman rumah warga dan menjadi pertanda keseriusan warga Ciseeng memelihari ikan hias. Budi daya ikan hias air tawar dapat dijadikan alternatif usaha yang dapat memberikan keuntungan. Di samping peluang pasarnya sangat terbuka di dalam maupun di luar negeri, usaha ini bisa dilakukan pada lahan terbatas dengan teknologi sederhana. Seperti yang dilakukan warga Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor.

Dengan potensi yang sangat menjanjikan dalam berbisnis ikan air tawar yang dapat memberikan keuntungan tersebut. Seharusnya warga petani ikan air tawar Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor dapat memperoleh kesempatan dalam memberikan anak-anaknya dalam pendidikan. Tidak hanya pendidikan di lembaga sekolah tetapi juga sampai pada bangku Universitas atau ke jenjang yang lebih tinggi. Dengan perolehan pendapatan keuntungan yang besar seharusnya petani Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor lebih memperhatikan dan memberikan kesempatan pada anak mereka di Dunia pendidikan, tentu dengan pertimbangan biaya pendidikan di lembaga yang ada.

(25)

menjadi masalah yang melekat pada petani ikan air tawar Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor yang tidak memberikan pendidikan tinggi pada anak mereka khususnya pada pendidikan di jenjang perguruan tinggi.

Pendapatan yang diperoleh pada tiap-tiap keluarga di Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor dari hasil usaha ikan air tawar mempengaruhi tingkat pendidikan anak-anak petani tersebut semakin besar pendapatan yang akan diperoleh maka semakin tingki tingkat pendidikan anak petani ikan air tawar Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor.

Bertitik tolak dari berbagai kenyatan di atas penulis sangat tertarik untuk melakukan penelitin ini, dengan mengajukan judul “PENGARUH

PENDAPATAN PETANI IKAN AIR TAWAR TERHADAP

(26)

B. Identifikasi Masalah

1. Tingginya biaya pendidikan anak

2. Rendahnya fasilitas pendidikan di Kecamatan Ciseeng

3. Pendapatan yang diperoleh petani ikan air tawar Desa Babakan 4. Rendahnya tingkat pendidikan anak petani ikan air tawar

C. Batasan Masalah

Adapun batasan masalah pada penelitian ini sebatas meneliti pengaruh pendapatan yang diperoleh petani ikan air tawar terhadap pendidikan anak di Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor.

D. Rumusan Masalah

Adakah Pengaruh pendapatan petani ikan air tawar terhadap pendidikan anak di Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor?

E. Tujuan Penelitian

Untuk menganalisis pengaruh pendapatan petani ikan air tawar terhadap pendidikan anak di Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor.

F. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Menambah pengetahuan, dan wawasan serta bahan dalam penerapan metode penelitian khususnya mengenai pengaruh pendapatan petani terhadap pendidikan anak dan dapat dijadikan bahan untuk perbandingan sebagai penelitian selanjutnya.

a. Untuk Masyarakat

(27)

b.Untuk Peneliti

Dari hasil penelitian ini peneliti bisa menambah pengetahuan dan wawasan dalam ilmu pendidikan dan ekonomi yang nantinya ilmu tersebut bisa bermanfaat bagi orang lain khususnya anak didiknya nanti semoga peneliti tidak ada kata habis atau selesai dalam belajar dan meneliti.

c. Untuk UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi sumbangan pemikiran dan bahan kajian bagi pengembangan ilmu pengetahuan.

2. Manfaat Praktis

Dapat dijadikan sebagai bahan peningkatan dalam mempratikkan kualitas pendidikan anak bagi petani ikan air tawar.

a. Untuk Masyarakat

Dari hasil penelitian ini diharapkan masyarakat di Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor khususnya bagi petani ikan air tawar tidak hanya sekedar mengetahui namun juga mempraktikannya secara berkelanjutan dan terus menerus agar dapat meningkatnya kualitas pendidikan anak.

b. Untuk Peneliti

Dari hasil penelitian ini diharapkan peneliti juga dapat mempraktikan dan memperhatikan pendidikan yang ada, agar lebih terciptanya pendidikan yang berkualitas bagi anak.

c. Untuk UIN Syarif Hidayatullah

(28)
(29)

13

BAB II

KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS

A. Deskripsi Teori

1. Pengertian Pendidikan

Kata pendidikan sering kali diartikan bermacam-macam. Dalam kehidupan sehari-hari kata pendidikan diartikan dengan lembaga pendidikan dan adakalanya diartikan dengan hasil pendidikan.1 Misalnya pendidikannya Sekolah Dasar (SD) berarti sekolah atau lembaga pendidikan. Pendidikannya lulusan SMA berarti menunjukan hasil pendidikan.

Dalam arti sederhana pendidikan sering diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan.2 Pendidikan yang tercipta dengan adanya nilai-nilai dalam masyarakat dan kebudayaan memberikan individu sebuah kepribadian yang terpengaruh oleh nilai yang berlaku di masyarakat itu sendiri. Pada dasarnya pendidikan bukan saja pada lembaga namun pada lingkungan masyarakat yang mempunyai nilai-nilai dan norma yang baik agar kita mempunyai kebiasaan yang baik pula.

Menurut Dictionary of Education: (1) “The Agregate of all the process by which a person develops ability, attitudes, and other forms of behavior of practical values, in the society in which his lives, (2) The social process by which people are subjected to the influence of selected and controlled environment (especially that of the school) so that they may obtain social competence and optimum individual development” 3

1

Alisuf Sabri, Pengantar Ilmu Pendidikan, (Jakarta: UIN Jakarta Perss, 2005), h. 5. 2

Hasbullah, Dasar-dasar Ilmu Pendidikan, ed:revisi ke 5, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006), h.1.

3

(30)

Berdasarkan kamus pendidikan tersebut, pendidikan diartikan:

a. Serangkaian proses dengannya seseorang/ anak mengembangkan kemampuan, sikap dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya yang bernilai/ berguna di masyarakat.

b. Proses sosial dimana orang-orang atau anak-anak dipengaruhi dengan lingkungan yang (sengaja) dipilih dan dikendalikan (misalnya oleh guru di sekolah) sehingga mereka memperoleh kemampuan-kemampuan sosial dan perkembangan individual yang optimal.

Pengertian pendidikan menurut para ahli:

a. Lengeveld: mendidik ialah mempengaruhi anak dalam upaya membimbingnya agar menjadi dewasa. Usaha membimbing haruslah usaha yang disadari dan dilaksanakan dengan sengaja. Oleh karena itu pendidikan hanya terdapat dalam pergaulan yang disengaja antara orang dewasa dengan anak yang diarahkan kepada tujuan pendidikan.

b. Ki Hajar Dewantara: mendidik ialah menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya4.

c. Jhon Dewey: Pendidikan adalah proses pembentukan kecakapan-kecakapan fundamental secara intelektual dan emosional ke arah alam dan sesama manusia.

d. J.J Rouseau: Pendidikan adalah memberi kita perbekalan yang tidak ada pada masa kanak-kanak, akan tetapi kita membutuhkannya pada waktu dewasa

4

(31)

e. Ahmad D. Marimba: pendidikan adalah bimbingan atau pimpinan secara sadar oleh si pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama. 5

Dari beberapa pengertian pendidikan yang dikemukakan oleh beberapa ahli tersebut, walaupun memiliki perbedaan tetapi secara essensial terdapat kesatuan unsur-unsur atau faktor-faktor yang terdapat di dalamnya yaitu, bahwa pengertian pendidikan tersebut menunjukan suatu proses bimbingan, tuntunan atau pimpinan yang di dalamnya mengandung unsur-unsur seperti pendidik, anak didik dan sebagainya.

2. Faktor-faktor Pendidikan

Menurut Ki Hajar Dewantara, keluarga, sekolah dan masyarakat merupakan faktor lingkungan disebut “Tri Pusat Pendidikan” yaitu tiga pusat lingkungan pendidikan.

a. Keluarga

Anggota keluarga terdiri dari suami, istri atau orang tua (ayah dan ibu) serta anak. Ikatan dalam keluarga tersebut didasarkan kepada cinta kasih sayang dalam anggota keluarga. Oleh karena itu hubungan pendidikan dalam keluarga adalah didasarkan atas adanya hubungan kodrati antara orang tua dan anak.6

Keluarga disebut sebagai lingkungan pertama karena dalam keluarga anak pertama kalinya mendapatkan pendidikan dan bimbingan. Keluarga juga disebut sebagai lingkungan pendidikan yang utama karena sebagian besar hidup anak berada dalam keluarga, maka pendidikan yang paling banyak diterima oleh anak adalah di dalam keluarga.

5

Hasbullah, op. cit., h. 3-4. 6

(32)

Dalam keluarga akan terjadinya pembentukan karakter dan kepribadian anak, kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh oarang tua secara terus menerus akan selalu diamati anak dan ditiru. Oleh karena itu kehidupan dalam keluarga jangan sampai memberikan pengalaman-pengalaman atau meninggalkan kebiasaan-kebiasaan yang tidak baik yang akan merugikan perkembangan hidup anak kelak di masa yang akan datang.

b. Sekolah

Sekolah sebagai lembaga/ institusi masyarakat, didirikan oleh masyarakat guna memenuhi kebutuhan dan kemajuan masyarakat, yaitu terutama dalam rangka mempersiapkan anggota masyarakat sebagaimana yang diharapkan oleh masyarakat. 7

Masyarakat yang dimaksud di sini di dalamnya termasuk pemerintah/ negara, lembaga-lembaga pemberi kerja, serta lembaga-lembaga sosial lainnya yang berkepentingan dengan hasil pendidikan seperti yayasan dan sebagainya. Oleh karena itu fungsi sekolah terikat dengan target atau sarana-sarana yang dibutuhkan oleh masyarakat tersebut.

Pendidikan di sekolah itu sebenarnya adalah bagian pendidikan dalam keluarga yang sekaligus merupakan lanjutan dari pendidikan keluarga dan kehidupan di sekolah merupakan jembatan bagi anak yang akan menghubungkan kehidupan dalam keluarga dengan kehidupan dalam masyarakat kelak. Melalui sekolah inilah seorang anak kelak diharapkan menjadi orang dewasa sebagai warga negara dan warga masyarakat yang baik dan produktif. 8

7

Ibid., h. 27. 8

(33)

c. Masyarakat

Masyarakat adalah sekumpulan orang atau sekelompok manusia yang hidup bersama di suatu wilayah dengan tata cara berfikir dan bertindak yang relatif sama yang membuat warga masyarakat itu menyadari diri mereka sebagai suatu kelompok. 9

Lingkungan masyarakat yang dimaksud bukan hanya dari segi kumpulan orang-orangnya, tetapi dari segi hasil karya yang dihasilkan oleh masyarakat sekitar. Seperti, manusianya, budayanya serta organisasi masyarakat yang baik. Yang akan mempengaruhi perkembangan jiwa anak dan orang-orang sekitarnya yang pengaruhnya dapat bersifat positif atau negatif.

Pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial, yang tidak dapat hidup sendirian tanpa bantuan orang lain. Kebutuhan fisik (sandang, pangan, papan), kebutuhan sosial (pergaulan, pengakuan, sekolah, pekerjaan) dan kebutuhan psikis termasuk rasa ingin tahu, rasa aman, perasaan religiositas, tidak mungkin terpenuhi tanpa adanya bantuan orang lain. 10 Maka disini lah peran penting dari Masyarakat dengan lingkungan sekitarnya, kesadaran terhadap lingkungan tidak hanya bagaimana menciptakan sesuatu yang indah dan bersih saja, akan tetapi sudah menjadi kewajiban manusia untuk menghormati hak-hak orang lain. Dengan cara memperhatikan dan membantu peran pemerintah dalam mengatasi masalah kualitas pendidikan lingkungan sekitarnya.

3. Tujuan Pendidikan

Pendidikan yang kini menjadi harapan mengarahkan pada kehidupan yang lebih baik hendaknya selalu berangkat dari tujuan yang akan dicapai.

9

Ibid., h. 30 10

(34)

Apabila tujuan yang akan diapai sudah jelas, maka langkah selanjutnya dapat diteruskan dengan memikirkan perangkat lain yang mendukung pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.

Plato mengatakan bahwa tujuan pendidikan sesungguhnya adalah penyadaran terhadap self knowing dan self realization kemudian inquiry dan reasoning and logic.11 Jadi, di sini jelas bahwa tujuan pendidikan memberikan penyadaran terhadap apa yang telah diketahuinya, kemudian pengetahuan yang telah didapat direalisasikan sendiri dan selanjutnya mengadakan penelitian serta mengetahui hubungan kausal, yakni alasan dan alur pikirnya.

Aristoteles menngatakan bahwa, tujuan pendidikan penyadaran terhadap self realization, yaitu kekuatan efektif (virtue) kekuatan menghasilkan (efficacy) dan potensi untuk mencapai kebahagiaan hidup melalui kebiasaan dan kemampuan berpkir rasional. Dan menurut Dewey, tujuan pendidikan ialah mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh peserta didik sehingga dapat berfungsi secara individual dan berfungsi sebagai anggota masyarakat melalui penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran yang bersifat aktif, ilmiah, dan memasyarakat serta berdasarkan kehidupan nyata yang dapat mengembangkan jiwa, pengetahuan, rasa tanggung jawab, keterampilan, kemauan dan kehalusan budi pekerti.12

Dalam Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3 menyatakan bahwa “Pendidikan nasional bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. 13

Hal ini berarti tujuan pendidikan itu sangat luas karena menyangkut perbaikan sikap dan perilaku anak didik. Manfaatnya terkait dengan

11

M. Sukardjo dan Ukim Komarudin, Landasan Pendidikan Konsep dan Aplikasinya, (Jakarta: Rajawali Perss, 2009), h. 14.

12 Ibid.,

13

(35)

seluruh kehidupan manusia itu sendiri baik sebagai pribadi maupun sebagai anggota masyarakat.

4. Pengertian Pendapatan

Pendapatan (Reveneus) adalah meningkatkan ekuitas pemilik setelah barang atau jasa dikirimkan kepada pelanggan. 14 Harta yang diperoleh atau dimiliki sang pemilik usaha atau perusahaan barang maupun jasa yang telah diberikan kepada sang pelanggan disebut pendapatan.

Menurut Standar Akuntansi Keuangan NO.23 mendefinisikan pendapatan sebagai berikut : Pendapatan adalah arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu periode bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal. 15

Penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pendapatan hanya terdiri dari arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang diterima perusahaan itu sendiri, di luar dari pernyataan di atas yang tidak memiliki manfaat ekonomi dalam peningkatan ekuitas bagi perusahaan dikeluarkan dari pendapatan.

Saat menentukan pendapatan diakui dapat ditinjau dari besar kemungkiman manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke perusahaan dapat diukur dan diprediksikan dengan normal.

Pendapatan adalah seluruh penerimaan seseorang atau kelompok baik berupa uang maupun barang, baik dari hasil sendiri maupun dari pihak lain yang dinilai dengan uang atas harga yang berlaku dalam jangka waktu tertentu, pendapatan seseorang atau kelompok yang lebih dikenal dengan pendapatan masyarakat dapat dibagi dalam dua bentuk yaitu:

14

Charles T. Horngren dan Walter T. Harrisson, Akutansi Jilid 1 Edisi 7 (Jakartas: Erlangga, 2007), h.11

15

(36)

a. Pendapatan berupa uang adalah penghasilan berupa uang yang diterima sebagai balas jasa karena prestasi.

b. Pendapatan berupa barang adalah segala pendapatan yang nilainya sama dengan harga barang tersebut dan diterima dalam bentuk barang.

Menurut assauri, pendapatan dari kegiatan akan mendorong pengusaha mengalokasikannya dalam berbagai keperluan, seperti biaya produksi periode selanjutnya, tabungan dan keperluan lain. Pendapatan dalam kegiatan produksi merupakan selisih antara biaya total yang dikeluarkan dengan penerimaan yang diperoleh dalam satu kegiatan produksi di lapangan. Pendapatan juga dapat digambarkan sebagai balas jasa dari faktor-faktor produksi yang dihitung dalam jangka waktu tertentu.16

5. Jenis-Jenis Pendapatan

Terdapat beberapa jenis pendapatan, diantaranya:

a. Pendapatan Penjualan (sales revenues), yaitu memperoleh pendapatan penjualan dengan menjual barang dagangan kepada pembeli atau pelanggan.

b. Pendapatan Jasa (service revenues), yaitu memperoleh pendapatan jasa atas pelayanan jasa yang telah diberikan kepada pengguna jasa.

c. Pendapatan Bunga (interest revenues), Pendapatan bunga yang diperoleh atas deposito bank dan atas uang yang dipinjamkan kepada orang lain.

d. Pendapatan Deviden ( deviden revenues), Pendapatan yang diperoleh atas investasi dalam saham perusahaan.17

16 Rezi Nurmansyah, “Analisis Pendapatan, Nilai Tambah dan Kombinasi Produk

Optimal Pada Pengolahan Ikan Lele Menjadi Ikan Asap dan Kerupuk Ikan” (Studi Kasus Industri Rumah Tangga di Kel. Purwodadi Kec. Kota Argamakmur Kab. Bengkulu Utara) Skripsi pada Sarjana Universitas Bengkulu, Bengkulu, 2013. h. 11, tidak dipublikasikan

17

(37)

Dari beberapa jenis pendapatan diatas bahwasannya pendapatan terbagi menjadi pendapatan penjualan yakni dari perolehan atas penjualan barang dagangan yang berbagai jenis dan macamnya, pendapatan jasa yaitu pendapatan atas perolehan pelayanan jasa terhadap pelanggan, pendapatan bunga yaitu perolehan bunga atas simpanan pada Bank atau atas uang yang dipinjamkan kepada orang lain, dan selanjutnya pendapatan devinden yaitu perolehan pendapatan atas investasi seseorang dalam saham perusahaan.

Hubungan antara pendapatan dan pendidikan menurut JJ Rousseau yang dikutip oleh Abu Ahmadi dan Nur Uhbiayati, 18 pendidikan adalah memberi kita perbekalan yang tidak ada pada masa anak-anak, akan tetapi kita membutuhkannya di masa dewasa. Pendidikan dibutuhkan oleh setiap manusia untuk melanjutkan kehidupan di masa yang akan datang. Sedangkan faktor pendidikan dan pendapatan merupakan faktor yang dapat mempengaruhi masyarakat dalam melakukan perekonomian. Kerena faktor pendidikan dan pendapatan saling berkaitan erat satu dengan yang lainnya, dengan pendidikan yang lebih tinggi seseorang akan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi pula, dibandingkan dengan seseorang yang pendidikannya lebih rendah, akan mendapatkan pendapatan lebih rendah.

Melalui pendapatan pula seseorang dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Begitupun sebaliknya, bila pendapatan yang rendah maka pendidikan yang diperoleh juga rendah. Dengan kata lain pendidikan dan pendapatan sangat berkaitan erat satu dengan yang lainnya, maka manusia tidak dapat meninggalkan salah satu dari keduanya.

18

(38)

6. Teori Kebutuhan

Dalam setiap masyarakat selalu akan terdapat keinginan yang relatif tidak terbatas untuk menikmati berbagai jenis barang dan jasa yang dapat memenuhi kebutuhan masyarakat itu sendiri.

Kebutuhan masyarakat yang dimaksudkan adalah keinginan masyarakat untuk memperoleh dan mengkonsumsikan barang dan jasa. 19 Keinginan ini dapat dibedakan dalam dua bentuk, yaitu keinginan yang disertai dengan kemampuan seseorang dalam pencapaian kebutuhan barang atau jasa, dan keinginan yang tidak disertai dengan kemampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhannya.

Menurut Drs. Lukman dan Indoyama Nasarudin, “Kebutuhan manusia (needs) adalah keluasan jangkauan kebutuhan hidup berbeda setiap

manusia karena perkembangan kebutuhan sangat dipengaruhi oleh lingkungan dan budaya manusia sendiri,” 20

secara umum jenis kebutuhan manusia dapat dikelompokkan menjadi:

1. Kebutuhan Pokok (Basic Needs)

Merupakan kebutuhan kebendaan yang sangat penting bagi kelangsungan hidup, yang merupakan kubutuhan paling dasaryang harus dipenuhi seperti, sandang, pangan dan papan.

2. Kebutuhan Adat Istiadat (Conventional Needs)

Merupakan kebutuhan manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang merupakan jati diri / sebagai ciri khas suatu kehidupan bermasyarakat seperti, pakaian adat penganten

3. Kebutuhan Pekerjaan (Occupational Needs)

19

Sadono Sukirno, Pengantar Teori Mikroekonomi , Ed.2, Cet.7 , (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1997)., h. 5

20

(39)

Merupakan kebutuhan manusia akan pekerjaan dan alat-alat yang diperlukan dan digunakan untuk menghasilkan pemenuhan kebutuhan yakni barang-barang dan jasa untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya, seperti jadi pegawai / karyawan.

4. Kebutuhan Pribadi / Tabiat (Personality Needs)

Merupakan jenis kebutuhan pengakuan terhadap keberadaan diri dan kepribadian seperti status sosial, hobi, tabiat dan pendididkan.

Menurut Suherman Rosyidi, sebenarnya kebutuhan manusia itu ada pula batasnya. Hanya saja untuk sebagian terbesar penduduk penduduk setiap negara, bahkan penduduk dunia sebagai suatu keseluruhan, keinginan dan kebutuhan itu adalah sedemikian banyaknya sehingga jauh melampaui jumlah barang dan jasa yang dengan keduanya itulah keinginan dan kebutuhan mereka terpenuhi.” 21

Ilmu ekonomi bertugas untuk mempertemukan atau menggabungkan antara dan keinginan manusia yang tiada berbatas dengan barang dan jasa yang langka dan terbatas untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan tersebut.

Ada beberapa tingkatan kebutuhan manusia menurut Suherman Rosyidi:22

a. Kebutuhan Primer (Primary Needs), yaitu kebutuhan pada tingkat yang pertama untuk membutuhkan sandang (pakaian), pangan (makanan), dan papan (tempat tinggal).

b. Kebutuhan Sekunder (Secondary Needs), yaitu kebutuhan pada tingkat kedua, kebutuhan ini muncul karena telah terpenuhinya kebutuhan tingkat pertama maka muncullah kebutuhan sekunder

21

Suherman Rosyidi, Pengantar Teori Ekonomi Pendekatan Kepada Teori Ekonomi Mikro dan Makro. (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 2011), h. 50

(40)

yang merupakan kebutuhan akan barang-barag perlu antara lain, kebutuhan sepatu, sepeda, pendidikan, dan sebagainya.

c. Kebutuhan Tersier (Tertiary Needs), yaitu kebutuhan tingkat ketiga yang berisi kebutuhan akan barang mewah yang dipenuhi setelah kebutuhan primer dan kebutuhan sekunder telah terpenuhi seperti, mobil mewah, piano, berlian dan sebagainya.

d. Kebutuhan Kuarter (Quartiary Needs), yaitu kebutuhan tingkat keempat yang berisi kebutuhan akan barang yang benar-benar mubazir (yang sebenarnya tidak diperlukan sama sekali), dan seterusnya.

Orang atau masyarakat akan sampai pada suatu tingkat kebutuhan tertentu hanya setelah tingkat kebutuhan sebelumnya terpenuhi. Bagi masyarakat kaya atau berkecukupan (offluent society), uang tersedia dengan relatif amat mudah. Bagi masyarakat seperti itu, kebutuhan tersier dan kebutuan kuarter sudah mereka penuhi, tetapi uang masih melimpah, lalu muncullah kebutuhan bermacam-macam lainnya.

7. Pemuas Kebutuhan (good & service)

Alat-alat pemuas kebutuhan manusia berupa barang (goods) dan jasa-jasa (services) dan diklasifikasikan meliputi:

a. Benda Ekonomi (Economic Good), yaitu alat pemuas kebutuhan manusia yang dapat berupa barang, jasa dan sumber daya lainnya yang tersedia, dengan ciri-ciri:

1) Langka (Scarcity)

(41)

4) Dapat berpindah atau ditukarkan (Transferable) 5) Membutuhkan pengorbanan

b. Barang-barang bebas (free good), merupakan alat pemuas kebutuhan manusia yang bebas dan tersedia dalam perekonomian dalam jumlah yang lebih besar daripada kebutuhan manusia, dengan ciri mudah diperoleh dan tidak mempunyai harga pasar, seperti air sungai, oksigen.

c. Barang Masyarakat / Umum (Public Goods) yaitu alat pemuas kebutuhan manusia yang penyediaannya dilakukan oleh pemerintah, barang ini bersifat ekonomi bagi si penyedia dan bersifat barang bagi si pemakai, seperti PLTA, PAM dimana kepada masyarakat dibebankan biaya ganti rugi terhadap investasi yang dilakukan pemerintah. 23

8. Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan

Beberapa faktor yang mempengaruhi kebutuhan manusia adalah sebagai berikut:

a. Faktor Ekonomi

Kondisi ekonomi sangat mempengaruhi jenis kebutuhan dan cara memenuhi kebutuhan seseorang. Kebutuhan orang kaya cenderung lebih banyak daripada orang miskin. Contohnya kebutuhan orang kaya yang membutuhkan mobil mewah, rumah mewa, sedangkan orang miskin tidak memerlukan barang barang tersebut. Perbedaan ini terjadi karena orang kaya mampu memenuhi kebutuhan dengan mudah, sedangkan orang miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok saja sangat sulit.

b. Faktor Lingkungan Sosial Budaya

Naluri manusia untuk mempertahankan hidup menuntut manusia memenuhi kebutuhan biologis berupa makanan, minuman, dan pakaian. Alat pemuas kebutuhan tersebut diambil di lingkungan

23

(42)

sekitar tempat inggal. Dengan demikian kondisi lingkungan suatu daerah sedikit banyak mempengaruhi cara hidup dan kebutuhan manusia yang tinggal di dalamnya.

c. Faktor Fisik

Manusia diciptakan Tuhan dalam bentuk fisik yang berbeda-beda. Ada laki-laki ada perempuan. Ada yang berpostur tinggi dan ada yang berpotur rendah, hal ini otomatis menyebabkan kebutuhan manusia berbeda-beda.

d. Faktor Pendidikan

Tinggi rendahnya seseorang akan mempengaruhi jenis dan jumlah kebutuhan. Semakin tinggi tingkat pendidikan semakin banyak pulaa biaya yang dikeluarkan tetapi semakin tinggi pendidikan semakin besar pula kemampuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

e. Faktor Bencana

Apabila terjadi bencana, baik bencana alam maupun karena kecerobohan manusia, maka akan timbul keinginan manusia untuk mengatasinya. Oleh sebab itu muncul keinginan memenuhi kebutuhan akan barang guna mengatasi bencana.

f. Faktor Mode

Masyarakat cenderung ingin memenuhi kebutuhannya sesuai dengan mode terbaru/mutakhir. Misalnya untuk rumah, sepeda motor, hand phone, mobil, jenis pakaian.

g. Faktor Peradaban

Kebutuhan manusia selalu mengikuti perkembangan zaman. Makin tinggi peradaban manusia semakin banyak pula kebutuhannya, baik dalam hal kualitas maupun kuantitas.

h. Faktor Agama

(43)

i. Mata Pencaharian

Dalam memenuhi kebutuhan, manusia dipengaruhi oleh mata pencahariannya. Petani lebih membutuhkan alat bercocok tanam, misal cangkul, pupuk, bibit unggul dan lain-lain. Sedangkan nelayan lebih membutuhkan perahu, jala, umpan dan lain-lain.

[image:43.595.113.513.186.752.2]

Banyak kebutuhan manusia yang harus terpenuhi, karena jika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, maka manusia tidak akan bisa melakukan aktivitasnya bahkan tidak bisa hidup. Macam-macam kebutuhan tersebut jelas mempunyai dampak terhadap manusia dan lingkungannya, namun karena sumber ekonomi yang langka dan kebutuhan manusia yang tak terbatas, maka terjadi kelangkaan dimana-mana, artinya banyak kebutuhan yang tak terpenuhi. Kebutuhan manusia yang satu tidak selalu sama dengan kebutuhan manusia lainnya. Hal ini terkait dengan tingkat kesejahteraan manusia, semakin tinggi tingkat kesejahteraannya maka akan semakin tinggi pula tingkat kebutuhan yang akan dipenuhi, misalnya kebutuhan rumah mewah dan kendaraan mewah ini tidak akan terjadi pada seseorang yang tingkat kesejahteraannya rendah. Kebutuhan yang akan dipenuhinya sangat berbeda.

Tabel 2.1

Jumlah Penduduk Miskin per kecamatan

Nama Kecamatan

Jumlah Keluarga

Miskin

Nama Kecamatan

Jumlah Keluarga

Miskin

Nanggung 6,189 Tanjungsari 3,57

Leuwiliang 12,255 Jonggol 7,074

Leuwisadeng 7,762 Cileungsi 5,731

Pamijahan 12,028 Klapanunggal 4,444

(44)

Ciampea 7,974 Citeureup 7,973

Tenjolaya 4,68 Cibinong 7,481

Dramaga 7,306 Bojong Gede 7,271

Ciomas 5,99 Tajurhalang 3,99

Tamansari 5,647 Kemang 5,549

Cijeruk 6,503 Rancabungur 4,165

Cigombong 6,49 Parung 4,67

Caringin 7,968 Ciseeng 5,852

Ciawi 6,777 Gunung Sindur 5,644

Cisarua 5,368 Rumpin 8,009

Megamendung 4,477 Cigudeg 8,624

Sukaraja 6,872 Sukajaya 5,628

Babakan Madang 4,679 Jasinga 9,713

Sukamakmur 6,398 Tenjo 5,188

Cariu 3,085 Parung Panjang 5,98

Sumber: Bappeda Kabupaten Bogor24

Berdasarkan tabel di atas, menunjukan jumlah penduduk miskin per Kecamatan di Kabupaten Bogor, jumlah penduduk miskin yang tertera pada tabel di atas terdapat 5,852 penduduk miskin di Kecamatan Ciseeng. Kondisi ini sangat berpengaruh pada tingkat pendidikan anak di Kecamatan Ciseeng. Kesejahteraannya masih sangat rendah dengan terbukti jumlah penduduk miskin 5,852. Kebutuhan akan pendidikan juga sangat berpengaruh terhadap pendapatan seseorang. Kebutuhan apa yang harusnya diutamakan juga berpengaruh terhadap tingkat pendapatan seseorang atau suatu keluarga. Karena kebutuhan apa yang seharusnya diutamakan dengan kemampuan dari perolehan pendapatan.

24

(45)

9. Petani Ikan Air Tawar

Petani ikan air tawar merupakan petani yang berkecimpung membudidayakan ikan air tawar jenis ikan hias seperti ikan koi, ikan mas koki, ikan cupang, ikan mempis, ikan aligator dan ikan air tawar yang untuk dikonsumsi seperti ikan bawal, ikan lele, ikan mujair, ikan mas dan lain-lain.

Budidaya ikan menjadi tren bisnis pada beberapa tahun terakhir ini. Banyak pembisnis atau pengusaha lain beralih ke usaha budidaya ikan karna tidak terlepas dari faktor keuntungan yang menjanjikan. Hampir diseluruh wilayah Indonesia banyak sekali warga masyarakat yang melakukan usaha pengembangan budidaya ikan air tawar. Pada tahun 2010 produksi perikanan indonesia berada pada tingkat ke-13 terbesar di Dunia. Ini membuktikan bahwa negara kita sangat potensial untuk pengembangan budidaya ikan. Ikan merupakan hewan yang menjadi salah satu dari sekian banyak bahan makanan yang dibutuhkan oleh manusia, ikan sangat bermanfaat bagi manusia sebab didalamnya terdapat bermacam-macam zat yang dibutuhkan oleh tubuh manusia sebagai sumber penghasil protein. Selain untuk konsumsi, banyak pula yang menjadikan ikan sebagai mahluk seni yang bernilai tinggi, Mengingat pentingnya ikan bagi manusia, tak heran bila manusia berusaha mendapatkan ikan dalam jumlah yang mencukupi, antara lain dengan melakukan pencarian pada sumbernya. Ciseeng merupakan salah satu pusat perikanan ikan air tawar terbesar di Kabupaten Bogor-Jawa Barat. 25

Warga Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor yang mayoritas mata pencahariannya adalah sebagai petani ikan air tawar, banyak yang memanfaatkan halaman rumah mereka dijadikan lahan atau kolam ikan. Dengan pemanfaatan kolam kecil 3 m x 5 m di depan halaman rumah warga. Ada sebagian warga Desa Babakan yang membuat lahan

25

Boay, Pusat Ikan Ciseeng, 2013, (http://www.pusatikanvillage.wordpress.com)

(46)
(47)

B. Hasil Penelitian Relevan

Dalam pencarian judul dan beberapa kajian pustaka, peneliti menemukan beberapa hasil yang relevan yang berkaitan dengan penelitian ini, yaitu :

1. Skripsi milik Sifa Fauziah, Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2012 dengan judul “Pengaruh Pendapatan Keluarga dan Pendidikan Perempuan Terhadap Perencanaan Keuangan Keluarga (Studi Pada Masyarakat RW 04 Kuningan Barat)”. Penelitian ini meneliti apakah pengaruh pendapatan keluarga dan pendidikan perempuan terhadap perencanaan keuangan keluarga pada masyarakat Kuningan Barat. Persamaan penelitian ini ialah sama-sama membahas pendapatan dan pendidikan yang ada di suatu wilayah pada masyarakat. Perbedaannya ada objek dan subjek atas penelitian.26

2. Skripsi milik Andi Angger Sutawijaya, mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2012 dengan judul “Analisis Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Ikan Hias Air Tawar di Kelurahan Cipedak Kecamatan Jagakarsa Kota Madya Jakarta Selatan”. Penelitian meneliti tentang tingkat pendapatan yang berkaitannya dengan tingkat kesejahteraan rumah tangga petani ikan hias air tawar di Kelurahan Cipedak. Persamaan penelitian ini adalah sama-sama membahas pendapatan para petani ikan air tawar. Perbedaannya adalah penelitian ini memfokuskan pada tingkat kesejahteraan petani ikan hias air tawar. 27

26

Sifa Fauziah, “Pengaruh Pendapatan Keluarga dan Pendidikan Perempuan Terhadap Perencanaan Keuangan Keluarga (Studi Pada Masyarakat RW 04 Kuningan Barat)”. SKRIPSI Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2012

27

(48)

3. Skripsi milik Marissa, mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2010 dengan judul “ Analisis Pendapatan Usaha Tani Tebu (Studi kasus: PT. PG Rajawali II Unit PG Tersana Baru, Babakan, Cirebon, Jawa Barat)”. Peneliti meneliti tentang pendapatan pada petani tebu pada PT. PG Rajawali II. Persamaan penelitian ini adalah sama-sama membahas pendapatan petani. Perbedaannya adalah pada objek dan subjek penelitian28.

C. Kerangka Berpikir

Pendidikan di zaman sekarang ini akan memerlukan biaya yang tidak sedikit, lembaga pendidikan yang ada di Indonesia berlomba-lomba menaikan biaya pendidikannya, dengan masalah tersebut diperlukannya pendapatan bagi kalangan masyarakat. Dengan pendapatan yang dihasilkan dari penghasilan petani ikan air tawar akan mempengaruhi tingkat pendidikan anak. Semakin besar hasil pendapatan seorang petani ikan air tawar maka hubungannya semakin besar tingkat pendidikan anak.

28

(49)

Bagan 2.1 Kerangka Berpikir

D. Hipotesis Penelitian

Hipotesis atau dugaan sementara penelitian ini adalah:

Terdapat Pengaruh Pendapatan Petani Ikan Air Tawar terhadap Pendidikan Anak di Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor.

Petani Ikan Air Tawar

Pendapatan

Usaha Ikan Hias Usaha Ikan Konsumsi

Pendapatan usaha ikan hias dan ikan konsumsi

Pendapatan petani ikan air tawar tawar

Biaya Pendidikan

Tingkat Pendidikan Anak

(50)

Ho: Tidak terdapat pengaruh signifikan antara pendapatan petani ikan air tawar terhadap pendidikan anak di Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor.

(51)

35

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini mengenai analisis pengaruh pendapatan petani ikan air tawar terhadap pendidikan anak dilaksanakan di Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (Purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor merupakan salah satu sentra penyedia ikan air tawar se-Jabodetabek.

[image:51.595.76.550.207.624.2]

Waktu penelitian ini akan mulai dilaksanakan pada bulan Februari-Oktober 2014 jika tidak ada kendala.

Tabel 3.1

Susunan Waktu Penelitian

B. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Dengan pengumpulan data primer dan sekunder dari beberapa sampel dan populasi

Keterangan Waktu Penelitian tahun 2014

Februari maret April Mei Juni Juli Agustus September oktober

Revisi Proposal

Penyusunan Bab I

Penyusunan Bab II

Penyusunan Bab III

Melakukan wawancara

dan pengisian kuesioner

Penyusunan Bab IV

Pengambilan kesimpulan

dan Penyusunan Bab V

Penulisan Abstrak dan

(52)

C. Populasi dan Sampel.

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang diterapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Sampel adalah bagian dari jumlah karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.1

Populasi merupakan kumpulan individu atau objek penelitian yang memiliki kualitas serta ciri-ciri yang telah ditetapkan. Penelitian ini menggunakan Petani Ikan Air Tawar yang ada di Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor sebagai populasi penelitiannya.

Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah non probability sampling, yaitu metode pengambilan sampel yang tidak

memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel karena pertimbangan tertentu. Yang menjadi syarat pertimbangan dalam non probability sampling pada penelitian ini adalah petani ikan air tawar di Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor. Sedangkan teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini berupa purposive sampling yaitu pemilihan sekelompok seubjek dalam purposive sampling, didasarkan atas ciri-ciri tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan populasi yang diketahui sebelumnya. Dengan syarat yang menjadi sampel ialah warga Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor yang membudidayakan ikan air tawar. Dengan kata lain, unit sampel yang dihubungi disesuaikan dengan kriteria-kriteria tertentu yang diterapkan berdasarkan tujuan penelitian2. Dalam pengambilan sampel pada penelitian ini maka peneliti memerlukan 80 responden Petani ikan air tawar di Desa Babakan Kecamatan Ciseeng Kabupaten Bogor.

1

Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2012), h. 117-118

2

(53)

D. Jenis dan Sumber Data

Dalam penelitian ini data yang digunakan adalah : 1. Data primer

Adalah data yang didapat dari sumber pertama baikdari individu atau perseorangan seperti hasil dari wawancara atau hasil pengisian kuesioner yang biasa dilakukan oleh peneliti.3

2. Data Sekunder

Adalah data yang digunakan dalam penelitian ini berupa studi kepustakaan, jurnal, literatur yang berkaitan dengan permasalahan, majalah-majalah perekonomian, dan informasi dokumentasi lain yang dapat diambil melalui sistem on-line (internet).

E. Teknik Pengumpulan Data

1. Observasi

Observasi atau pengamatan merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan pengamatan langsung terhadap obyek yang diamati.

2. Kuesioner

Dalam melakukan penelitian, data yang dikumpulkan akan digunakan untuk memecahkan masalah yang ada sehingga data–data tersebut harus benar–benar dapat dipercaya dan akurat. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui metode kuesioner yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi kuesioner atau seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden. Dalam kuesioner ini nantinya terdapat rancangan pertanyaan yang secara logis berhubungan dengan masalah penelitian dan tiap pertanyaan merupakan jawaban–jawaban yang mempunyai makna dalam menguji hipotesa. Dibandingkan dengan interview guide, daftar pertanyaan atau kuesioner

3

(54)

lebih terperinci dan lengkap. Peneliti menggunakan skala Likert yang dikembangkan oleh Ransis Likert untuk mengetahui pendidikan anak dengan menentukan skor pada setiap pertanyaan. Skala likert merupakan skala yang dipakai untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang/sekelompok orang tentang fenomena sosial. Skala ini banyak digunakan karena mudah dibuat, bebas memasukkan pernyataan yang relevan, realibilitas yang tinggi dan aplikatif pada berbagai aplikasi. Penelitian ini mengunakan sejumlah statement dengan skala 5

yang menunjukkan setuju atau tidak setuju terhadap statement tersebut. 1 = sangat tidak setuju

2 = tidak setuju 3 = netral (ragu-ragu) 4 = setuju

5 = sangat setuju4

Skala ini mudah dipakai untuk penelitian yang terfokus pada responden dan obyek. Jadi peneliti dapat mempelajari bagaimana respon yang berbeda dari tiap–tiap responden.

3. Wawancara

Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil.

F. Instrumen Penelitian

Instrumen dalam penelitian kuantitatif ini peneliti penggunakan beberapa alat data primer yang bersumber dari hasil observasi, hasil wawancara dan hasil pengisian kuesioner.

4

(55)

Tabel 3.2

Kisi-kisi Instrumen Observasi

Observasi dilakukan untuk mengumpulkan infromasi tentang tingkat pendapatan petani ikan air tawar yang berpengaruh terhadap pendidikan anak. Observasi diperlukan untuk merekam pristiwa-pristiwa selama proses penelitian berlangsung.

Kegiatan Indikator Sumber

Pelaksanaan proses penelitian

Kegiatan awal proses penelitian: a. Mencari data yang

diperlukan

[image:55.595.113.528.196.766.2]

b. Mendokumentasikan data / gambar sekitar penelitian.

Kegiatan selanjutnya:

Melakukan kegiatan penelitian:

1. Pendidikan Anak

a. Keluarga : melaksanakan

peran keluarga dengan baik yaitu membantu proses pendidikan anak dalam keluarga.

b. Sekolah : lembaga formal

dalam dunia pendidikan yang memberikan sarana dan prasana untuk menunjang proses pendidikan.

c. Mayarakat : terciptanya

lingkungan yang baik dengan masyarakat yang memperhatikan dunia pendidikan di lingkungan sekitar baik formal maupun

non-Kelurahan Desa Babakan kecamatan Ciseeng Kabupaten bogor. Masyarakat Petani Ikan Air Tawar Desa Babakan

(56)

formal.

2. Pendapatan

a. Rumah : tempat tinggal

mencirikan perolehan pendapatan suatu keluarga.

b. Usaha budi daya (luas

kolam) : berbudi daya ikan dengan kolam yang mempunyai luas yang berbeda maka akan berbeda pula dalam perolehan pendapatan dari budi daya ikan.

3. Kebutuhan

a. Primer : kebutuhan pokok

yang terdiri dari sandang, pangan papan.

b. Sekunder : kebutuhan kedua

setelah kebutuhan pokok terpenuhi

c. Tersier : kebutuhan yang

ketiga setelah kebutuhan primer dan terseir terpenuhi yakni kebutuhan akan barang mewah.

4. Petani Ikan Air Tawar

a. Usaha budi daya ikan air

tawar sesuai dengan jenis

ikan : membudidayakan

(57)

b. Pengelolaan budi daya

ikan air tawar : dengan

[image:57.595.109.523.113.741.2]

menggelola milik sendiri atau milik orang lain

Tabel 3.3

Kisi-kisi Instrumen Angket

No Aspek Indikator

1 Pendidikan Anak dalam

lingkungan masyarakat petani ikan air tawar.

1. Meperhatikan tingkat pendidikan anak

2. Memberikan kesempatan anak dalam pendidikan

3. Memperhatikan lingkungan masyarakat dalam pendidikan 4. Membantu peran pemerintah

dalam mensejahterakan pendidikan anak.

5. Menciptakan nilai-nilai dan kebudayaan yang baik. 6. Membiasakan dengan

kebiasaan-kebiasan yang baik. 7. Mengutamakan tujuan

pendidikan yakni perbaikan sikap dan perilaku anak. 8. Membentuk karakter dan

kepribadian anak.

2 Pendapatan petani ikan

air tawar

1. Mengetahui pendapatan yang diperoleh dari hasil budidaya ikan air tawar.

(58)

dari hasil budi daya ikan air tawar yang di kelola milik pribadi dengan milik orang lain.

3 Penentuan kebutuhan

masyarakat petani ikan air tawar

1. Mengetahui macam-macam kebutuhan masyarakat. 2. Mengetahui cara memenuhi

kebutuhan yang ada.

3. Memperioritaskan kebutuhan apa saja yang akan dipenuhi. 4. Mengetahui alat pemuas

kebutuhan

5. Faktor yang menentukan kebutuhan masyarakat.

4 Petani budi daya ikan air

tawar

1. Mengidentifikasi budi daya ikan air tawar sebagai mata

pencaharian masyarakat Desa Babakan Kulon.

[image:58.595.109.515.109.739.2]

2. Mengetahui peluang bisnis budi daya ikan air tawar.

Tabel 3.4

Kisi-kisi Instrumen Wawancara

NO ASPEK INDIKATOR

1. Pendidikan anak 1. Tingkat pendidikan anak.

2. Kesempatan anak memperoleh pendidikan fromal.

(59)

4. Tingkat pendapatan 1. Perolehan atas usaha budidaya ikan air tawar.

2. Perolehan setelah pengurangan biaya lainnya.

3. Tingkat Perolehan dari hasil usaha milik sendiri dan orang lain.

5. Pemilihan kebutuhan 1. Mengetahui macam tingkat

kebutuhan Masyarakat.

2. Mengetahui pemilihan kebutuhan masyarakat.

3. Menelaah cara masyarakat memenuhi kebutuhan.

6. Petani ikan air tawar Mengidentifikasi usaha budi daya

ikan air tawar sebagai matapencaharian masyarakat Desa Babakan.

G. Teknik Analisis Data

Kegiatan menganalisis data dalam penelitian ini meliputi beberapa tahap dasar, tahap tersebut diantaranya:

1. P

Gambar

Tabel Rekapitulasi Uji Validitas.............................................
Tabel Product Moment...........................................................
Grafik di bawah ini menunjukkan bahwa anggaran pendidikan selalu
Gambar 1.1
+7

Referensi

Dokumen terkait

Furt her described by Bast ian cit ed by Trimant o Jono (2003: 21), t hat in line w it h t eaching in Indonesia, among t he fundament al problems faced is t he educat

(1990) Poethic of Architecture: Theory of Design, Van Nostrand Reinhold Company , New York.. (2005) Sistem Bangunan Tinggi,

Perunut radioisotop I-131 dalam senyawa NaI diinjeksi- kan pada Zone General Fill I (sumur bor P2, P4, dan P5), Zone Core Fill (sumur bor P1 dan P6), serta di luar Zone General

Lebih lanjut, mikrokontroler merupakan sistem komputer yang mempunyai satu atau beberapa tugas yang sangat spesifik, berbeda dengan PC (Personal Computer) yang

SID merupakan salah satu sumber data yang memuat informasi mengenai status pinjaman oleh debitur di seluruh Indonesia, termasuk lokasi debitur, lokasi usaha, bidang usaha,

Pengembangan Desain Didaktis Geometri Dimensi Tiga Dalam Kelas Inklusif Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu.

Kurangnya pemahaman nasabah serta karakter dari nasabah yang menjadi faktor utama terjadinya pembiayaan bermasalah pada akad ijarah muntahiya bittamlik (IMBT)

bahwa dalam rangka menindaklanjuti Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah dan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara