Menurut (Senjaya, 2008), pengembangan adalah kegiatan tindak lanjut penelitian untuk memanfaatkan hasil – hasil penelitian dan mendapatkan informasi tentang cara – cara menggunakan teori dan proses untuk tujuan-tujuan praktis dan kegunaan.
Pengembangan adalah kegiatan ilmu pengetahuan dan teknologi yang bertujuan memanfaatkan kaidah dan teori ilmu pengetahuan yang telah terbukti kebenarannya untuk meningkatkan fungsi, manfaat, dan aplikasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada, atau menghasilkan teknologi baru (UU RI Nomor 18 Tahun 2002).
Pengembangan ubi jalar diarahkan kepada pencapaian target untuk aspek produksi, sosial ekonomi, dan kelembagaan. Penerapan pengembangannya diupayakan bersinergi antar aspek dan berbasis daya dukung lingkungan dan pranata budaya. Pengembangan ubi jalar berdasarkan aspek produksi diarahkan kepada pencapaian target produksi antara permintaan dengan produksi. Target pengembangan ubi jalar untuk aspek sosial ekonomi diantaranya adalah peningkatan status ubi jalar sebagai bahan pangan, posisi tawar petani produsen dan peningkatan pendapatan rumah tangga petani produsen. Sedangkan target pengembangan ubi jalar diarahkan kepada peningkatan kinerja kelompok tani, penyuluh pertanian, kerjasama antar sektor terkait dan terbentuknya lembaga sumber dana pedesaan untuk mendorong usahatani komersial (Suyamto et al,2011).
Prospek pengembangan ubi jalar dapat diukur berdasarkan aspek produksi antara lain (a) perluasan areal tanam dengan laju 1,5 % per tahun melalui penerapan pola rotasi padi-ubi jalar dan padi-padi-ubi jalar yang didukung oleh penerapan rehabilitasi infrastruktur irigasi untuk meningkatkan produktivitas dengan laju 3,5 % per tahun, (b) pengembangan usahatani komersil,(c) penggunaan varietas unggul spesifik agroteknologi dan toleran cekaman lingkungan biotik dan abiotik, berkadar serat pangan tinggi, (d) pengembangan industri skala kecil.
52
Aspek sosial ekonomi meliputi : (a) peningkatan produksi secara intensifikasi dan ekstensifikasi ,(b) sosialisasi dan promosi ubi jalar sebagai sumber pangan fungsional dan berkadar gizi lengkap, (c) pengembangan industry tepung dan industri pangan berbahan baku varietas unggul sesuai permintaan pasar, (d) pengembangan system integrasi tanaman padi-ubi jalar-ternak yang didukung oleh bantuan kredit pengadaan ternak untuk mendorong peningkatan pendapatan petani dan penyediaan pupuk organik untuk memperbaiki fisik dan kimia tanah.
Sedangkan aspek kelemagaan meliputi :(a) fasilitas untuk meningkatkan kinerja penyuluhan pertanian, (b) pembinaan dan fasilitas kelompok tani agar proses alih teknologi dapat optimal dan petani dapat memilih teknologi inovatif yang secara ekonomi menguntungkan sesuai dengan kondisi agriteknologi, (c) perbaikan system pemasaran produk melalui pola kemitraan antara petani pemasok bahan baku dengan industri berbahan ubi jalar segar berbasis kuota, Faktor- faktor pengembangan usahatani ubi jalar terdiri dari : (Suyamto et al, 2011),
a. Faktor Internal
Lingkungan internal terdiri dari variabel-variabel (kekuatan dan kelemahan) yang ada didalam organisasi tetapi biasanya tidak dalam pengendalian jangka pendek dari manajemen puncak. Variabel-variabel tersebut merupakan bentuk suasana dimana pekerjaan dilakukan. Variabel-variabel ini meliputi struktur, budaya, dan sumber daya organisasi (Hunger Wheelen, 2003).
Analisis lingkungan internal menghasilkan sejumlah informasi tentang kekuatan organisasi dan mengidentifikasi kelemahan-kelemahan yang ada di organisasi (Rahmawati et al, 2012). Menurut (Jauch et al, 2003), lingkungan internal dibagi menjadi lima faktor, antara lain: faktor pemasaran dan distribusi, faktor penelitian dan pengembangan suatu fungsi rekayasa, faktor manajemen produksi dan operasi, faktor sumber daya dan karyawan perusahaan, dan faktor keuangan dan akuntansi.
53
Kekuatan dan kelemahan internal merupakan aktivitas terkontrol suatu organisasi yang mampu dijalankan dengan sangat baik atau buruk. Mereka muncul dalam manajemen, pemasaran, keuangan/akuntansi, produksi/operasi, penelitian dan pengembangan dan aktivitas sistem informasi manajemen suatu bisnis.
Mengidentifikasi serta mengevaluasi kekuatan dan kelemahan organisasional dalam wilayah-wilayah fungisonal suatu bisnis merupakan sebuah aktifitas manajemen strategi yang mampu mengandalkan kekuatan internal sekaligus meniadakan kelemahan internal (David, 2009). Berikut ini faktor-faktor internal yang mempengaruhi dalam pengembangan usahatani ubi jalar, yaitu:
1) Sumberdaya Manusia
Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan asset utama bagi organisasi atau instansi, karena mempunyai peran sebagai motor penggerak organisasi. Ini merupakan suatu hal yang mendasar bagi organisasi/instansi. Oleh karena itu di butuhkan SDM yang berpengetahuan, berkualitas, berkapasitas serta berdaya saing sehingga mampu dalam mengembangkan ataupun mempertahankan posisi organisasi/instansi tersebut dalam suatu lingkungan yang kompetitif (Permatasi, 2010).
Sumber daya manusia (SDM) merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan di samping faktor lain seperti modal. Oleh karena itu, SDM harus dikelola dengan baik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi organisasi, sebagai salah satu fungsi dalam perusahaan (Hariandja, 2002).
Sedangkan, Menurut (Martoyo, 2002), sumber daya manusia adalah pilar penyangga utama sekaligus pengerak roda organisasi dalam usaha mewujudkan visi dan misi dan tujuannya.
Sumber daya manusia merupakan faktor dominan yang menentukan keberhasilan suatu organisasi karena dia satu-satunya
54
unsur organisasi yang memiliki akal, perasaan, keinginan, kebutuhan, pengetahuan, motivasi, dan sabagainya. Sumber daya manusia dipahami sebagai kekuatan yang bersumber pada potensi manusia dan merupakan modal dasar organisasi untuk melakukan aktivitas dalam mencapai tujuan (Rahnawati, 2008).
Menurut (Sulistyani, 2009), mengatakan bahwa sumber daya manusia (SDM) mencakup tiga pengertian. Pertama, manusia yang bekerja di lingkungan suatu organisasi. Kedua, potensi manusiawi sebagai pengerak organisasi dalam mewujudkan eksistensinya. Ketiga, potensi yang merupakan asset yang berfungi sebagai modal dalam organisasi bisnis.
2) Kelembagaan
Petani dibentuk pada dasarnya mempunyai beberapa peran, yaitu : (a) tugas dalam organisasi (interorganizational task) untuk memediasi masyarakat dan Negara, (b) tugas sumberdaya (resource task) mencakup monilisasi sumberdaya local (tenaga kerja, modal, material, informasi) dan pengelolaannya dalam pencapaian tujuan masyarakat, (c) tugas pelayanan (service tasks) mungkin mencakup permintaan pelayanan yang menggambarkan tujuan pembangunan atau koordinasi permintaan masyarakat local, dan (d) tugas antar organisasi (extra-organizational task) memerlukan adanya permintaan lokal terhadap birokrasi atau organisasi luar masyarakat terhadap campur tangan oleh agen-agen luar (Garkovich, 1989).
Dalam kehidupan komunitas petani, posisi dan fungsi kelembagaan petani merupakan bagian pranata sosial yang memfasilitasi interaksi sosial atau social interplay dalam suatu kominitas. Kelembagaan pertanian juga memiliki titik strategis (entry point) dalam menggerakkan sistem agribisnis di pedesaan.
Untuk itu segala sumberdaya yang ada di pedesaan perlu
55
diarahkan atau diprioritaskan dalam rangka peningkatan profesionalisme dan posisi tawar petani (kelompok tani). Saat ini potret petani dan kelembagaan petani di Indonesia diakui masih belum sebagaimana yang diharapkan (Suradisastra, 2008).
Kelembagaan kelompok petani merupakan sarana sekaligus sasaran penyuluhan pertanian (Albrecht,1989). Sehingga keberadannya sangat diperlukan. Penyuluh pertanian baik pegawai pemerintah maupun swasta merupakan anggota atau staf dari institusi yang menugaskannya sehingga tidak jarang dalam melakukan pekerjaannya lebih berorientasi pada kepentingan dinas daripada kepentingan petani. Berkaitan dengan situasi ini, penguatan kapasitas kelembagaan kelompok petani memerlukan komitmen bagi kelembagaan penyuluhan, terutama kelembagaan penyuluhan pertanian pemerintah, untuk melaksanakan tugas yang semestinya.
3) Manajemen
Manajemen adalah suatu kegiatan organisasi, sebagai suatu usaha dari sekelompok orang yang bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan tertentu yang mereka taati sedemikian rupa sehingga diharapakan hasil yang akan dicapai sempurna, yaitu efektif dan efisien (Salam, 2007). Manajemen menurut (Terry et al, 2005), adalah suatu proses atau kerangka kerja, yang melibatkan bimbingan atau pengarahan suatu kelompok orang kearah tujuan-tujuan organisasional atau maksud-maksud yang nyata. Manajemen bergerak dalam suatu organisasi, dimana manajemen tersebut mempunyai peranan yang sangat penting dalam mencapai tujuan yang nyata.
Manajemen adalah serangkaian aktivitas (termasuk perencanaan dan pengambilan keputusan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian yang diarahkan pada
sumber-56
sumber daya organisasi (manusia, finansial, fisik, dan informasi) dengan maskud untuk mencapai tujuan organisasi secara efisien dan efektif (Griffin, 2004).
Menurut (Simamora,1999), manajemen (management) adalah proses pendayagunaan bahan baku dan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan. Proses ini melibatkan organisasi, arahan, koordinasi, dan evaluasi orang-orang guna mencapai tujuan-tujuan tersebut. Sedangkan, menurut (Couter, 2004), manajemen adalah proses mengkoordinasi dan mengintegrasi kegiatan-kegiatan kerja agar diselesaikan secara efisien dan efektif dengan dan melalui orang lain.
4) Keuangan
Keuangan merupakan ilmu dan seni dalam mengelola uang yang mempengaruhi kehidupan setiap orang dan setiap organisasi.
Keuangan berhubungan dengan proses lembaga, pasar, dan instrument yang terlibat dalam transfer uang dimana antara individu maupun antara bisnis dan pemerintah (Sundjaja et al, 2002). Sedangkan Menurut (Martono et al, 2002) keuangan atau dalam literature lain disebut pembelanjaan adalah sebagai aktivitas perusahaan yang berhubungan dengan bagaimana dana, menggunakan dana, dan mengelola asset sesuai tujuan perusa,haan secara menyeluruh.
Keuangan merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi sebuah perusahaan untuk dapat memperlancar kegiatan operasinya. Menurut Pusat Bahasa Sepdiknas Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Jakarta (2008) pengertian keuangan adalah sebagai beriku: a) Segala sesutau yang bertalian dengan uang, b) seluk beluk uang, c) urusan uang, dan d) keadaan uang.
57
5) Produksi
Produksi adalah kegiatan yang mentransformasikan masukan (input) menjadi keluaran (output), tercakup semua aktivitas atau kegiatan yang menghasilkan barang atau jasa, serta kegiatan-kegiatan lain yang mendukung atau menunjang usaha untuk menghasilkan produk tersebut yang berupa barang-barang atau jasa (Assauri, 2004). Sedangkan menurut (Harsono, 2000), produksi adalah setiap usaha manusia atau kegiatan yang membawa benda ke dalam suatu keadaan sehingga dapat dipergunakan untuk kebutuhan manusia dengan lebih baik.
Pengertian produksi lainnya yaitu hasil akhir dari proses atau aktivitas ekonomi dengan memanfaatkan beberapa masukan atau input. Dengan pengertian ini dapat dipahami bahwa kegiatan produksi diartikan sebagai aktivitas dalam menghasilkan output dengan menggunakan teknik produksi tertentu untuk mengolah atau memproses input sedemikian rupa (Sukirno, 2002).
Menurut (Gaspersz, 2004), sistem produksi memiliki beberapa karakteristik sebagai berikut: a) Mempunyai komponen-komponen atau elemen-elemen yang saling berkaitan satu sama lain dan membentuk satu kesatuan yang utuh. Hal ini berkaitan dengan komponen struktural yang membangun sistem produksi itu, b) mempunyai tujuan yang mendasari keberadaannya, yaitu menghasilkan produk (barang dan/atau jasa) berkualitas yang dapat dijual dengan harga kompetitif di pasar, dan c) mempunyai aktivitas berupa proses trasnformasi nilai tambah input menjadi output secara efektif dan efisien.
6) Pemasaran
Menurut (Kotler et al, 2008), pemasaran adalah suatu proses sosial dan manajerial dimana individu dan kelompok memperoleh apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan,
58
menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk dan jasa yang bernilai dengan pihak lain. Konsep pemasaran bertujuan untuk memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen. Kegiatan perusahaan yang berdasar pada konsep pemasaran ini harus diarahkan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Secara khusus dapat dikatakan bahwa konsep pemasaran adalah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi kelangsungan hidup perusahaan (Swatha, 1996).
Dalam rencana strategi pemasaran perusahaan terdapat landasan strategi di dalam pemasaran perusahaan, yang dikenal dengan strategi produk-pasar (product-market strategy), yaitu produk yang akan dipasarkan perusahaan dan pasar yang dilayani perusahaan (Assauri, 2007). Dari landasan strategi ini dapat ditetapkan alternative strategi pemasaran, yaitu: a) Strategi Penetrasi Pasar. Strategi ini bertujuan untuk meningkatkan posisi perusahaan yang dihubungkan dengan produk dan pasar yang sedang dilayani perusahaan sekarang ini, b) strategi Pengembangan Produk. Strategi ini menekankan pada peningkatan (mutu dan lain-lain) dari produk yang dipasarkan perusahaan pada saat ini dengan sasaran pasar yang dituju (target market) yang sama, c) Strategi Perluasan/Pengembangan Pasar.
Strategi ini ditujukan untuk mendapatkan pasar atau kelompok konsumen yang baru melalui perbaikan produk yang ada, dan d) Strategi Penggantian Produk. Strategi ini menekankan pada penggantian produk yang ada dengan produk yang lebih baik secara terus-menerus.
b. Faktor Eksternal
Lingkungan eksternal terdiri dari variabel-variabel (peluang dan ancaman) yang berada diluar organisasi dan tidak secara khusus ada
59
dalam pengendalian jangka pendek dari manajemen puncak. Variabel-variabel tersebut membentuk keadaan dalam organisasi dimana organisasi ini hidup. Ligkungan eksternal memiliki dua bagian yaitu lingkungan kerja dan lingkungan sosial (Hunger Wheelen, 2003).
Lingkungan eksternal adalah suatu kekuatan yang berada di laur perusahaan dimana perusahaan tidak mempunyai pengaruh sama sekali terhadapnya (uncontrollable) sehingga perusahaan-perusahaan yang terjadi pada lingkungan ini akan mempengaruhi kinerja semua perusahaan dalam industri tersebut. Lingkungan eksternal terdiri dari tiga macam lingkungan operasional (Wahyudi, 2004). Lingkungan eksternal dapat memberikan dampak positif ataupun negatif bagi organisasi yang 4 artinya faktor lingkungan eksternal tersebut dapat memberikan peluang namun sebaliknya dapat memberikan ancaman juga bagi organisasi tersebut (Rahmawati et al, 2012).
Peluang dan ancaman eksternal merujuk pada peristiwa dan tren ekonomi, sosial, budaya, demografi, lingkungan, politik, hokum, pemerintah, teknologi, dan persaingan yang dapat meguntungkan atau merugikan suatu organisasi secara berarti dimasa depan. Peluang dan ancaman sebagian besar di luar kendali suatu organisasi. Perusahaan harus merumuskan strategi untuk memanfaatkan peluang-peluang eksternal dan untuk menghindari atau mengurangi dampak ancaman eksternal (David, 2009). Berikut ini faktor-faktor ekternal yang mempengaruhi dalam pengembangan ubi jalar, yaitu:
1) Konsumen
Konsumen berarti setiap orang yang berstatus sebagai pemakai barang dan/atau jasa. Istilah “orang” sebetulnya menimbulkan keraguan, apakah hanya orang individual yang lazim disebut natuurlijke person atau termasukjuga badan hokum (rechtspersoon) (Sidharta, 2000). Sedangkan, menurut (Suryani, 2003), konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan/atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri
60
sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan.
Menurut (Nasution, 2001), menegaskan beberapa batasan konsumen, yakni : a) Konsumen adalah setiap orang yang mendapatkan barang atau jasa dugunakan untuk tujuan tertentu, b) konsumen antara adalah setiap orang yang mendapatkan barang dan/atau jasa untuk digunakan dengan tujuan membuat barang/jasa lain atau untuk diperdagangkan (tujuan komersial), dan c) konsumen akhir, adalah setiap orang alami yang mendapat dan menggunakan barang dan/atau jasa untuk tujuan memenuhi kebutuhan hidupnya pribadi, keluarga dan atau rumah tangga dan tidak untuk diperdagangkan kembali (nonkomersial).
2) Pesaing Bisnis
Persaingan berasal dari bahasa inggris yaitu competition yang artinya persaingan itu sendiri atau kegiatan bersaing, pertandingan, kompetisi. Sedangkan dalam kamus manajemen, persaingan adalah usaha-usaha dari 2 pihak atau lebih perusahaan yang masing-masing bergiat “memperoleh pesanan: dengan menawarkan harga atau syarat yang paling menguntungkan.
Persaingan ini dapat terdiri dari beberapa bentuk pemotongan harga, iklan atau promosi, variasi dan kualitas, kemasan, desain, dan segmentasi pasar (Marbun, 2003).
Persaingan merupakan semacam upaya untuk menduduki posisi yang lebih tinggi di dalam dunia usaha. Bila jumlah pesaing cukup banyak dan seimbang, persaingan akan tinggi sekali karena masing-masing perusahaan memiliki sumber daya yang relative sama. Bila jumlah pesaing sama tetapi terdapat perbedaan sumber daya, maka terlihat sekali mana yang akan menjadi market leader, dan perusahaan mana yang merupakan pengikut (Jusuf, 2008).
Menurut (Widjaja, 1999), persaingan merupakan suatu proses dimana masing-masing perusahaan berupaya memperoleh pembeli
61
atau pelanggan bagi produk yang dijualnya, antara lain dapat dilakukan dengan : a) menekan harga (price competition), b)persaingan bukan harga (non-price competition), misalnya yang dilkukan melalui diferensiasi produk, pengembangan ha katas kekayaan intelektual, promosi, pelayanan purna jual, dan lain-lain, c) berusaha secara lebih efisien atau tepat guna dan waktu (low cost-production).
3) Keadaan Sosial Ekonomi
Faktor ekonomi memiliki pengaryh langsung terhadap potensi menarik tidaknya berbagai strategi. Pertimbangan ekonomi yang perlu dianalisa dalam pengambilan suatu kebijakan atau keputusan adalah berbagai faktor vital yang harus mendapatkan perhatian perusahaan. Ekonomi pasar yang sedang lemah akan menurunkan konsumsi sehingga pendapatan perusahaan dapat berkurang. Guna menumbuhkan perekonomian sebuah Negara ada juga penganjuran untuk lebih banyak melakukan belanja atau konsumsi dari pada hanya menabung. Salah satu faktor ekonomi yang cukup berpengaruh adalah nilai tukar mata uang. Hal ini akan berdampak pada perusahaan-perusahaan yang mengimpor bahan baku dari luar negeri. Jika nilai tukar dalam negeri menurun maka biaya untuk mendatangkan bahan akan jauh lebih besar.
Menurut (Koentjaraningrat,1981), mengatakan untuk melihat kondisi sosial ekonomi keluarga atau masyarakat itu dapat dilihat melalui tiga aspek yaitu pekerjaan, pendidikan, dan penghasilan.
Berdasarkan hal ini maka kelaurga atau kelompok masyarakat itu dapat digolongkan memiliki sosial ekonomi rendah, sedang, dan tinggi. Dari pendapat di atas dapat diketahui bahwa status sosial eokonomi adalah kemampuan seseorang untuk mampu menempatkan diri dalam lingkungannya shingga dapat menentukan sikap berdasarkan atas apa ayng dimilikinya dan
62
kemampuan mengenai keberhasilan menjalankan usaha dan berhasil mencukupi kebutuhan hidupnya.
Menurut (Soejono, 2001), sosial ekonomi adalah posisi seseorang dalam masyarakat berkaitan dengan orang lain dalam arti lingkungan pergaulan, prestasinya, dan hak-hak serta kewajibannya dalam hubungan dengan sumber daya. Sedangkan menurut (Bintarto, 1997), kondisi sosial ekonomi masyarakat adalah suatu usaha bersama dalam suatu masyarakat untuk menanggulangi atau mengurangi kesulitan hidup, dengan lima parameter yang dapat di gunakan untuk mengukur kondisi sosial ekonomi masyarakat yaitu usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, pekerjaan dan tingkat pendapatan.
Menurut (Soekamto, 2003), menjelaskan bahwa hubungan diantara sesama manusia melahirkan proses sosial meliputi aspek:
(1) adanya proses timbal balik antara perorangan atau kelompok dalam berbagai segi kehidupan bersama, (2) adanya hubungan sosial yang dinamis antara perorangan atau kelompok dalam suatu pertemuan, (3) terjadinya interaksi social karena adanya konrak sosial dan adanya komunikasi.
Hubungan interaksi sosial dalam masyarakat menurut (Korten, 1987), yaitu: (1) hubungan antar individu karena ada kepentingan yang sama (cooperatif), (2) hubungan karena adanya persaingan tujuan dan kepentingan (out group), (3) hubungan aktivitas bersama gotong royong, tolong menolong (in group), (4) perjanjian kerjasama (bargaining), (5) penerimaan unsur baru (cooptition), (6) kombinasi antara dua organisasi (coalition), (7) kerjasama dalam proyek ( joint venture).
Menurut (Soetomo, 2009), mengatakan bahwa pemberian peluang kepada masyarakat untuk berpartisipasi dalam pembangunan karena terjadinya kontak sosial dalam masyarakat meliputi : (1) adanya hubungan diantara anggota masyarakat
63
untuk mendapatkan masukan dari masyarakat, (2) terjadinya hubungan individu dalam masyarakat dengan instansi dan sumber informasi, (3) adanya hubungan kelompok masyarakat dengan lembaga lain disekitarnya, (4) adanya peran kewenangan dari anggota kelompok dengan lembaga pemerintah desa, dan (5) pengembangan komunitas masyarakat.
Peran seseorang dalam masyarakat mencakup :(1) peranan dalam norma-norma yang dihubungkan dengan posisi seseorang dalam masyarakat, (2) peranan dalam konsep perihal apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat, (3) peranan sebagai prilaku individu yang penting dalam struktur sosial (Soekamto, 2003).
Menurut (Soekirno, 1999), mengatakan bahwa setiap pemimpin sosial dalam pemberdayaan masyarakat desa, diharapkan dapat menjalankan peran, seperti: (1) mampu menyelesaikan konflik sosial, (2) memberikan pengarahan agar system sosial tersebut berkembang tanpa keluar dari titik keseimbangan dinamis, (3) mendorong dan mengakomodasikan sikap dan hasrat masyarakat yang positif dan mengekang hasrat dan sikap masyarakat yang negative.
Menurut (Adjid, 1986), mengatakan bahwa seseorang yang berpikiran maju selalu aktif dengan sifat pribadinya :(1) memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi karena dengan kemampuannya bisa memanfaat kan waktu dan tenaga untuk mengelola dan mengembangkan setiap inovasi yang diterima, (2) kemampuan manajerial dalam penguasaan teknik, kemampuan personal dan kemampuan emosional, (3) percaya diri yang tinggi yakni berupa perpaduan antara sikap dan keyakinan dalam menghadapi tugas atau pekerjaan, (4) berorientasi pada tugas dan hasil yakni selalu mengutamakan nilai-nilai motif berprestasi, berorientasi pada masa depan, tekad dan kerja keras, (5) berorientasi masa depan,
64
yakni kiinginan untuk mencari dan memulai sesuatu yang prospektif dengan melakukan pekerjaan secara tekun dan ketabahan selalu mempunyai dorongan yang kuat, energik dan berinisiatif.
4) Sosial Budaya
Menurut (Enda, 2010), sosial adalah cara tentang bagaimana individu saling berhubungan. Sedangkan menurut (Daryanto, 1998), sosial merupakan sesuatu yang menyangkut aspek hidup masyarakat. Namun jika dilihat dari asal katanya, sosial berasal dari kata socius yang berarti segala sesuatu yang lahir, tumbuh dan berkembang dalam kehidupan secara bersama-sama.
Menurut (Sumarwan, 2004), menjelaskan bahwa ada pengaruh budaya terhadap perilaku konsumen. Produk dan jasa memainkan peranan yang sangat penting dalam mempengaruhi budaya, karena produk mampu membawa pesan makna budaya. Budaya adalah segala nilai, pemikiran, simbol yang mempenagaruhi perilaku, sikap, kepercayaan dan kebiasaan seseorang dan masyarakat.
Kebiasaan mengkonsumsi beras putih yang sudah menjadi kebiasaan bagi masyarakat di Indonesia, seakan sudah menjadi tradisi, ini terjadi karena minimnya informasi tentang jenis beras lainnya. Meski di dunia memiliki tiga macam beras, yakni beras putih, beras merah, dan beras hitam. Namun dalam hal konsumsi, beras putih lebih banyak dikonsumsi orang-orang dibandingkan beras Merah dan Beras Hitam (Calvin, 2015).
5) Lingkungan
Menurut (Sitorus, 2001), mendifinisikan sumberdaya lahan (land resources) sebagai lingkungan fisik terdiri dari iklim, relief, tanah, air dan vegetasi serta benda yang ada di atasnya sepanjang ada pengaruhnya terhadap pengguna lahan. Oleh karena itu sumberdaya lahan dapat dikatakan sebagai ekosistem karena
65
adanya hubungan yang dinamis antara organisme yang ada di atas lahan tersebut dengan lingkungannya (Mather, 1986).
Bidang pertanian khususnya dalam budidaya tanaman, keadaan tanah dan pengolahan merupakan faktor penting yang akan menentukan pertumbuhan dan hasil tanaman yang diusahakan. Hal ini disebabkan karena tanah merupakan media tumbuh bagi tanaman, sebagai gudang dan pensuplai unsur hara.
Tanah berdasarkan ukuran partikelnya merupakan campuran dari pasir, debu, dan liat. Makin halusnya partikel akan menghasilkan luas permukaan partikel per satuan bobot yang makin luas.
Dengan demikian, lait merupakan fraksi tanah yang berpermukaan paling luas dibandingkan 2 fraksi lainnya. Pada permukaan partikel inilah terjadi berbagai reaksi kimawi tanah, yang kemudian mempengaruhi kesuburan tanah (Hanfia, 2005).
Tanah adalah suatu benda alam yang terdapat dipermukaan kulit bumi, yang tersusun dari bahan-bahan mineral sebagai hasil pelapukan batuan, dan bahan-bahan organic sebagai hasil
Tanah adalah suatu benda alam yang terdapat dipermukaan kulit bumi, yang tersusun dari bahan-bahan mineral sebagai hasil pelapukan batuan, dan bahan-bahan organic sebagai hasil