• Tidak ada hasil yang ditemukan

INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL

II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Teori Pertumbuhan Ekonom

Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi juga dapat diartikan sebagai penjelasan mengenai faktor-faktor yang menentukan kenaikan output per kapita dalam jangka panjang, dan penjelasan mengenai interaksi faktor-faktor tersebut satu sama lain sehingga terjadi proses pertumbuhan (Boediono, 1989:2). Perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan apabila jumlah balas jasa riil terhadap penggunaan faktor-faktor produksi pada tahun tertentu lebih besar daripada tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi didalam konteks pembangunan ekonomi hanya merupakan salah satu aspek yang lebih menekankan pada peningkatan output agregat khususnya output agregat per kapita atau dapat dikatakan bahwa keberhasilan pertumbuhan ekonomi lebih bersifat kuantitatif yang ditunjukkan dengan adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan. Terdapat banyak teori pertumbuhan ekonomi, akan tetapi, tidak satu teori pun yang komprehensif yang dapat menjadi standar yang baku, karena masing-masing teori memiliki kekhasan sendiri-sendiri sesuai dengan latar belakang teori tersebut.

Adapun beberapa indikator yang digunakan untuk menghitung tingkat pertumbuhan ekonomi, yaitu :

a. Tingkat Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) b. Tingkat Pertumbuhan Produk Nasional Bruto (PNB)

Dalam praktek angka, PNB kurang lazim digunakan, sebaliknya yang paling populer digunakan adalah PDB, karena angka PDB hanya melihat batas wilayah dan terbatas pada negara yang bersangkutan.

Beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi, yaitu : a. Faktor Sumber Daya Manusia

Sama halnya dengan pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh sumber daya manusia (SDM). Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauh mana sumber daya manusia selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.

b. Faktor Sumber Daya Alam

Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembangunan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampuan sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud diantaranya adalah kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan, dan kekayaan laut.

c. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas, dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan ekonomi.

d. Faktor Budaya

Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi, dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya adalah sikap kerja keras dan cerdas, jujur, ulet, dan sebagainya. Adapun budaya yang bersifat sebagai penghambat pembangunan diantaranya adalah sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.

e. Faktor Sumber Daya Modal

Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah sumber daya alam, serta meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

Teori klasik juga membahas tentang petumbuhan ekonomi dengan penekanan pada akumulasi kapital yang dapat meningkatkan output. Teori klasik

ini mengasumsikan bahwa fleksibilitas harga dan upah menciptakan kesempatan kerja penuh (full employement). Faktor utama model ini adalah pertumbuhan output total dan pertumbuhan penduduk. Adam Smith dalam bukunya yang berjudul “An Iquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations” dengan menyebutkan teorinya “The Invisible Hands” beranggapan bahwa peningkatan output atau pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan dengan tiga metode, yaitu peningkatan spesialisasi kerja, sistem pembagian kerja dan penggunaan mesin untuk meningkatkan produktivitas. Apabila ketiga metode tersebut dilakukan maka peningkatan akumulasi kapital akan terjadi, yaitu :

Y = f (K, L) … … . … … … …

Dimana K adalah kapital dan L adalah tingkat produktivitas per pekerja. Hal ini mengandung arti bahwa mekanisme pasar yang tidak memiliki intervensi pemerintah akan meningkatkan kegiatan ekonomi, dengan demikian akumulasi kapital dan pertumbuhan output dapat berlangsung. Dengan kata lain, dalam mekanisme pasar, tanpa adanya intervensi pemerintah menyebabkan pertukaran barang dan jasa dalam masyarakat akan menghasilkan adanya pembagian kerja dan spesialisasi, yang akhirnya akan meningkatkan produktivitas.

2.1.1 Definisi Produk Domestik Bruto (PDB)

Produk Domestik Bruto (PDB) merupakan salah satu indikator terbaik dalam mengetahui kinerja perekonomian nasional. Definisi dari Poduk Domestik Bruto itu sendiri menurut McEachern (2000:146) adalah megukur nilai pasar dari barang dan jasa akhir yang diproduksi oleh sumber daya yang berada dalam suatu negara selama jangka waktu tertentu, biasanya satu tahun. PDB juga biasanya

digunakan untuk membandingkan perekonomian suatu negara dari waktu ke waktu. Terdapat dua tipe dari PDB itu sendiri, antara lain :

1. Produk Domestik Bruto dengan harga berlaku atau PDB nominal, yaitu nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam suatu tahun yang dinilai menurut harga yang berlaku pada tahun tersebut.

2. Produk Domestik Bruto dengan harga tetap atau PDB riil, yaitu nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam suatu tahun dinilai menurut harga yang berlaku pada suatu tahun tertentu yang seterusnya digunakan untuk menilai barang dan jasa yang dihasilkan pada tahun- tahun lainnya.

Perubahan PDB yang terjadi mencerminkan perubahan kuantitas output produksi secara riil. Hal inilah yang dalam keseharian disebut dengan pertumbuhan ekonomi. Jadi, pengertian pertumbuhan ekonomi tidak lain mengacu kepada peningkatan nilai total barang dan jasa yang diproduksi suatu negara dalam sebuah perekonomian.

Manfaat dengan adanya PDB mengacu kepada peran pemerintah, dalam hal ini, PDB dapat digunakan untuk mengukur dan membandingkan kinerja perekonomian serta melihat seberapa besar dampak, efisiensi, dan efektifitas intervensi pemerintah terhadap perekonomian nasional. Pemerintah berkepentingan untuk memantau fluktuasi pendapatan nasional, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

Terdapat dua macam pendekatan yang digunakan dalam perhitungan PDB menurut McEachern(2000:147), yaitu :

1. Pendekatan pengeluaran adalah dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran agregat terhadap seluruh barang dan jasa akhir yang diproduksi selama satu tahun. Terdapat empat komponen dalam perhitungan PDB dengan menggunakan pendekatan ini yaitu, konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, dan ekspor netto dengan persamaan sebagai berikut :

Y = C + I + G + (X-M)… . … … … … . . . . … … … Dimana Y merupakan PDB atau pengeluaran agregat, C merupakan konsumsi, I merupakan investasi, G merupakan pengeluaran pemerintah, dan (X-M) merupakan ekspor netto yang diperoleh dari selisih antara X yang merupakan nilai ekspor dan M merupakan nilai impor.

2. Pendekatan pendapatan adalah dengan menjumlahkan seluruh pendapatan agregat yang diterima selama satu tahun oleh mereka yang memproduksi output tersebut. Jika diimplikasikan kedalam persamaan menunjukkan bahwa :

Pengeluaran agregat = PDB = Pendapatan agregat… … … . Dengan kata lain, perhitungan PDB berdasarkan pendekatan pendapatan ini sama dengan penjumlahan semua pendapatan yang diterima pemilik sumber daya dalam perekonomian karena sumber dayanya digunakan dalam proses produksi.

Dokumen terkait