• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PEMBAHASAN

B. Ancaman Non-Tradisional

3. Terorisme

Terminologi Terorisme

Peristiwa 9 September 2001, atau 9/11 menjadi hari yang bersejarah bagi Amerika Serikat. Peristiwa tersebut membuat AS menyatakan “War on Terrorism”, dan secara drastis mengubah kebijakan dalam negeri, dan luar negeri mereka. Presiden saat itu, George W.Bush berkali-kali menyebutkan term “terror”,”terrorism”, dan “terrorist” tanpa mendefinisikan apa arti dari pernyataan yang telah ia sebutkan.

Semenjak peristiwa 9/11 , isu-isu terorisme banyak bermunculan, bisa dikatakan orang-orang sudah banyak menggunakan

term Terorisme. Namun, apakah mereka sudah memahami arti dari terorrisme itu sendiri? Lalu sebenarnya apa arti kata dar terorisme itu sendiri?.

Belum ada definisi baku mengenai arti dari Terorrisme itu sendiri, karena banyaknya perbedaan persepsi mengenai Terorrisme itu sendiri. Perbedaan definisi tersebut menimbulkan permasalahan bahwa pernyataan terorisme memiliki unsur politis.

Seperti kasus Israel dan Palestina, Israel dan AS menganggap Palestina adalah terorisme. Dan Palestina menganggap justru Israel dan AS lah yang terorisme, gerakan Palestina adalah gerakan yang menuntut hak untuk berdaulat, bukan aksi terorisme. Bahkan rezim yang berkuasa di suatu Negara, akan menganggap oposisi mereka sebagai ‘terrorist’ pula.61

Banyak yang mengkategorikan kekerasan “violence” termasuk dalam terorisme, padahal itu berbeda. Memang semua terorisme didalamnya pasti ada violence, namun violence tidak semuanya termasuk kategori sebagai terorisme. Seperti penggunaan kekerasan dalam perang, itu tidak termasuk dalam aksi terrorisme.

Lalu seperti apa definisi terorisme sebenarnya? Berikut macam-maca definisi mengenai terrorisme menurut instansi pemerintah ataupun para sarjana yang melakukan riset mengenai terrorisme: DK PBB mendefinisikan:

“Terorisme adalah segala bentuk tindak kejahatan yang ditujukan langsung kepada negara dengan maksud menciptakan bentuk teror terhadap orang-orang tertentu atau kelompok orang atau masyarakat luas.”

Selain itu, Federal Bureau of Investigation (FBI) membagi terorisme menjadi dua, yaitu terorisme domestik, dan terorisme internasional. FBI mendefinisikan terorisme internasional sebagai berikut:

a. Melibatkan tindakan kekerasan atau tindakan berbahaya bagi kehidupan manusia yang melanggar hukum federal atau negara bagian.

b. Bertujuan untuk (i)mengintimidasi atau memaksa penduduk sipil; (ii) untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah dengan intimidasi atau pemaksaan; atau (iii) untuk mempengaruhi perilaku pemerintah dengan penghancuran massal, pembunuhan, atau penculikan.

c. Melampaui batas-batas nasional.

Uni Eropa, selaku organisasi internasional yang berfokus di kawasan regional Eropa, mendefinisikan terorisme sebagai:

“Aksi tersebut memberikan dampak kerusakan yang besar terhadap suatu negara maupun organisasi internasional. Bertujuan untu mengintimidasi masyarakat, membuat suatu pemerintahan maupun organisasi internasional tidak dapat berbuat atau abstain menghadapi suatu masalah. Aksi tersebut merusak, dan membuat kacau sistem pemerintahan, kosntitusi, ekonomi, dan struktur sosial dari suatu Negara atau organisasi internasional”.

Dalam American Heritage Dictionary edisi ke-4:

“Penggunaan kekerasan yang melanggar aturan yang dilakuan oleh individu atau kelompok terorganisir; memberikan ancaman, dan bersifat mengintimidasi serta memaksa”

Walter Laqueur, Chairman of International Reserch Council at Center fo Straetgic and International Studies (CSIS):

“Terrorisme melegalkan penggunaan kekerasan untuk mencapai tujuan politis kelompok tersebut, dengan menjadikan rakyat sipil sebagai target.”

Ayatulla Tashkiri, Iranian religious Scholar:

Terorrisme adalah suatu tindakan untuk mencapai tujuan kelompok tersebut. Menggunakan kekerasan yang mengancam segala aspek keamanan manusia (human security), serta aksi tersebut telah melanggar norma agama dan norma sosial.” Dari berbagai definisi mengenai Terorisme, Alex J. Bellamymenjelaskan bahwa setidaknya suatu aksi dapat dikategorikan sebagai terorisme jika memiliki empat elemen yaitu: (i) bertujuan politis, dengan menggunakan kekerasan, (ii) dilakukan oleh non-state actor, (iii)target mereka adalah non-combatan, dan (iv)bertujuan untuk membuat rasa takut dalam masyarakat.

Definisi mengenai terorisme diatas meskipun secara umum memiliki kesamaan dalam arti. Namun dalam hal kepentingan di dalam pen-definisian tersebut jelaslah berbeda. Karena perbedaan definisi tersebut dikarenakan adanya kepentingan suatu pihak dalam mendefinisikan terorisme itu sendiri.

Secara teknis, aksi terorisme dapat berbentuk: Assasinations, penculikan, hijacking, bom bunuh diri atau bombings, cyber attack, dan penggunaan senjata kimia/biologis, nuklir, dan radiological weapons.

Terorisme menurut cakupan aksinya dapat digolongkan menjadi dua kelompok besar, yakni domestic terrorism dan international terrorism.62

a. Domestic Terrorism adalah aksi terorisme yang dilakukan oleh seseorang atau sekolompok orang yang dilakukan dalam domain satu kawasan negara dengan tujuan tertentu terhadap pemerintahan yang berkuasa.

1) Right-wing terrorism

Terorisme Sayap-Kanan adalah terorisme yang dimotivasi oleh berbagai ideologi kanan, termasuk anti-komunisme, neo-fasisme, neo-Nazisme, rasisme, xenophobia, dan menentang imigrasi. Jenis terorisme ini telah menyebar, dengan sedikit atau bahkan tanpa adanya kerjasama internasional. Koordinasi aksi kelompok ini relatif buruk, dan beberapa organisasi diidentifikasi telah terlibat. Terorisme Sayap-Kanan Modern pertama kali muncul di Eropa Barat pada tahun 1980 dan di Eropa Timur setelah pembubaran Uni Soviet.

Teroris sayap-kanan bertujuan untuk menggulingkan pemerintah dan menggantinya dengan nasionalis atau pemerintahan facis-oriented. Inti dari gerakan ini termasuk skinhead neo-fasis, hooligan paling kanan, simpatisan pemuda dan panduan intelektual yang percaya bahwa negara harus membersihkan diri dari unsur asing untuk melindungi warga negaranya yang sah. Namun, mereka biasanya tidak memiliki ideologi yang baku dan mapan. 2) Left-wing terrorism

62Charles Feer, JD, MPA. 2014. Presentasi di Bakersfield College dengan tema “Terrorist Walk Among Us.”

Terorisme Sayap-Kiri (kadang-kadang disebut terorisme Marxis-Leninis atau revolusioner) adalah tindakan terorisme yang dimaksudkan untuk menggulingkan sistem kapitalis dan menggantinya dengan masyarakat sosialis. 3) Special interest

Kelompok ekstrim yang berusaha menyelesaikan masalah-masalah tertentu, daripada mempengaruhi perubahan politik yang lebih luas. Mereka aktivis ekstrim hak-hak binatang, pro-kehidupan, gerakan politik dan sosial lingkungan, antinuclear dan lainnya.

4) Lone wolf

Individu yang memiliki motivasi dan agendanya sendiri. Ia tidak didukung oleh kegiatan kelompok, tetapi mungkin mengajak beberapa konspirator bersamanya.

b. International Terrorism adalah tindakan koersif yang dilakukan oleh sekelompok orang dari berbagai negara yang domain aksinya melewati batas negara, dilakukan di banyak tempat dengan tujuan politis atau ideologis.

1) Kelompok Al-Qaeda

Sebuah organisasi teroris internasional yang didirikan pada akhir 1980-an, oleh Osama bin Laden dan Muhammad Atef. Mereka membangun kamp pelatihan di berbagai negara seperti Afghanistan, Pakistan, Kenya, dan Arab Saudi.

BAB III

Dalam dokumen ANCAMAN KEAMANAN PASCA PERANG DINGIN ISU (Halaman 33-39)

Dokumen terkait