• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian

E. Instrumen Penelitian

1. Tes Pemahaman Konsep

Tes pemahahaman konsep adalah kumpulan soal-soal yang berhubungan pemahaman siswa pada materi yang akan diujikan. Tes disusun oleh peneliti dengan memperhatikan tingkat kemampuan siswa.

Agar tes pemahaman konsep layak untuk digunakan kepada siswa maka dilakukanlah validasi soal tes. Validasi dilakukan untuk mendapatkan penilaian dan pertimbangan dari beberapa orang ahli.

Dalam menyusun tes sebaiknya lebih memperhatikan petunjuk praktis berikut ini :

a. Materi yang diujikan hendaknya materi yang kurang cocok diukur dengan menggunakan bentuk objektif seperti kemampuan peserta didik untuk menyusun pendapatnya mengenai suatu masalah, hasil pekerjaan anak didik setelah mengadakan kegiatan seperti peninjauan, kerja nyata, dan sebagainya. Perkembangan peserta didik dalam menggunakan bahasa asing. Dan kecakapan peserta didik dalam memecahkan masalah.

63 Riduawan ,Belajar Mudah Penelitian untuk Guru –Karyawan dan Peneliti Pemula(Bandung: Alfabeta CV.2013) hal.78

b. Setiap pertanyaan hendaknya menggunakan petunjuk dan rumusan yang jelas dan mudah dipahami sehingga tidak menimbulkan kebimbangan pada peserta didik.

c. Jangan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk memilih beberapa soal dari sejumlah soal yang diberikan sebab cara demikian tidak memungkinkan untuk memperoleh skor yang adpat dibandingkan.

d. Persoalan yang terkandung dalam tes hendaknya difokuskan pada hal-hal seperti menelaah persoalan, melukiskan persoalan, menjelaskan perosoalan, menjelaskan persoalan, membandingkan dua hal atau lebih, mengemukakan kritik terhadap sesuatu, dan menyusun konsepsi.64

Langkah-langkah yang akan peneliti lakukan dalam penyusunan tes sebagai berikut :

a. Membuat kisi-kisi soal uji coba tes.

b. Menyusun butir-butir soal yang akan diujikan.

c. Validasi soal tes kepada ahli. Disini peneliti yang bertindak sebagai validator adalah dosen matematika dan guru.

d. Melakukan uji coba soal tes.

e. Analisis butir soal tes.

f. Analisis ini dilakukan untuk melihat dan mengidentifikasi soal-soal yang baik, kurang baik dan soal yang tidak baik sama sekali.

Hal yang perlu dilakukan analisis butir soal adalah : 1) Validitas tes.

Validitas berkaitan dengan apakah alat ukur yang dipakai secara tepat untuk mengukur konsep yang ingin diukur.

64Zainal arifin.Evaluasi Pembelajaran Prinsip-Prinsip, Teknik dan Prosedur.(PT Remaja Rosdokarya:Bandung.2017)hal.131

Alat ukur yang mempunyai validitas yang tinggi adalah alat ukur yang secara tepat mengukur apa yang ingin diukur.65

Menurut Grounlund ada tiga faktor yang mempengaruhi validitas yaitu faktor instrumen, evaluasi faktor administrasi evaluasi dan penskoran dan faktor jawaban peserta didik.66 penulis memilih validitas konstruk untuk mengukur validitas instrumen angket. Karena validitas konstruk adalah validitas yang melihat apakah alat ukur disusun atau diturunkan dari suatu kerangka teori tertentu.67 Validitas konstruk banyak dikenal dan digunakan dalam tes-tes psikologis untuk mengukur gejala pelaku yang abstrak, seperti kesetia kawanan, kematangan emosi, sikap, motivasi, minat dan sebagainya.68

Langkah-langkah mengukur Validitas adalah sebagai berikut :

a) Melakukan uji coba kuisioner.

b) Siapkan tabel tarbulansi jawaban.

c) Hitung korelasi antar data pada masing-masing pernyataan dengan skor total.Rumus yang akan digunakan korelasi Produck Moment yaitu :

∑ ∑ ∑

√ ∑ Keterangan :

N : jumlah responden.

X : skor masing-masing item pertanyaan.

Y : skor total masing-masing pertanyaan.69

65Eryanto,Analisis Isi Pengantar Metodologi untuk Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu sosial lainnya,(Jakarta:Kencana.2011)hal.258

66Zaenal Arifin,Evaluasi Pembelajaran.(bandung:PT Remaja Rosdakarya.2009)hal.247

67 Eryanto,Analisis Isi Pengantar Metodologi untuk Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu sosial lainnya,(Jakarta:Kencana.2011)hal.268

68 Zaenal Arifin,Evaluasi Pembelajaran.(bandung:PT Remaja Rosdakarya.2009)hal.257

69Husein umar.Metodologi Penelitian Untuk Skripsi dan Tesis Bisnnis(jakarta:raja wali pers.2013)hal.166

Perhitungan korelasi produk momen dapat juga dilakukan dengan cara menggunakan software SPSS. Ada beberapa langkah yang dilakukan sebagai berikut :

a. Masuk ke program SPSS

b. Klik view pada SPSS data editor.

c. Pada kolom responden masukkan semua responden.

d. Pada kolom A,B, C masukkan semua jawaban responden sesuai dengan kolom masing-masing dan untuk kolom total masukkan total jawaban responden.

e. Klik Analysi, klik cirralate, klik brivriate.

f. Masukkan skor jawaban A,B,C dan total ke Variables.

Kemudian pada correlations ciefficient kli pearson.

g. Setelah pada test of Significance klik two-tailed.

h. Kemudian klik ok70

Maka SPSS akan mengolah dan menampilkan out put perhitungan korelasi product moment.71 Kriteria penafsiran mengenai indeks korelasi product moment sebagai berikut Tabel 3.2. Keeratan Korelasi Untuk Pemahaman Konsep

KK = 0,00 Tidak ada

0,00 < KK < 0,20 Sangat rendah atau lemah sekali 0,20< KK < 0,40 Rendah atau lemah, tetapi pasti 0,40 < KK < 0,70 Cukup berarti atau sedang.

0,70 < KK < 0,90 Tinggi atau kuat 0,90 < KK < 1,00 Sangat tinggi

70Ir.syofyan siregar,Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi Dengan Perbandingan Perhitungan Manual&SPSS. (jakarta:kencana2013). Hal.50-55

71 Eryanto,Analisis Isi Pengantar Metodologi untuk Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu sosial lainnya,(Jakarta:Kencana.2011)hal.368-370

Kk = 1,00 Sempurna 72

Berdasarkan hasil analisis validasi diperoleh r masing-masing item soal kemudian di cocokkan dengan kriteria interpretasi product moment. Hasil analisis ter validasi uji coba dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.3 Hasil Analisis Vaiditas Tes Ujii Coba Pemahaman Konsep Matematika

No soal Keputusan Kriteria 1 0,882

0,3882

Valid Sangat Tinggi

2 0,635 Valid Tinggi

3 0,826 Valid Sangat tinggi

4 0,704 Valid Tinggi

5 0,630 Valid Tinggi

Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa seluruh soal memiliki kriteria. Perhitungan validitas soal uji coba dapat dilihat pada LAMPIRAN VIII halaman 79.

2) Reabilitas tes.

Reabilitas berbeda dengan validitas. Reabilitas melihat pada apakah alat ukur dapat dipercaya menghasilkan temuan yang sama ketika dilakukan oleh orang yang berbeda.

Sedangkan validitas berbicara mengenai apakah alat ukur benar-benar mengukur apa yang akan diukur oleh peneliti. 73

72I‟anatut thoifah.Statistika Pendidikan dan Metode Penelitian Kuantitatif .(Malang:madani. 2015)hal.83-84.

73 Eryanto,Analisis Isi Pengantar Metodologi untuk Penelitian Ilmu Komunikasi dan Ilmu sosial lainnya,(Jakarta:Kencana.2011)hal.302

Uji reabilitas dilakukan dengan menggunakan rumus alpha cronbach. Tahapan perhitungannya sebagau berikut : a. Menentukan deviasi standar setiap butir soal.

(∑ )

b. Menentukan deviasi standar total.

(∑ )

c. Menentukan reabilitas instrumen.

*

+ * + Keterangan :

: reabilitas instrumen.

K : banyak butir pertanyaan.

: devisiasi standar total.

∑ : jumlah devisiasi standar butir.

Kriteria suatu instrumen penelitian dikatakan reabel dengan menggunakan teknik ini bila koefisien reabilitas .74 Untuk mengadakan interpretasi mengenai besarnya koefisien korelasi adalah sebagai berikut :

i. Antara sampai dengan : sangat tinggi ii. Antara sampai dengan : tinggi iii. Antara sampai dengan : cukup iv. Antara sampai dengan : rendah

74 Husein umar.Metode Penelitian untuk Skripsi dan tesis Bisnis.(jkarta:raja wali pers.2013)hal. 170-173.

v. Antara sampai dengan : sangat rendah75 Perhitungan reabilitas juga dibantu dengan SPSS dengan langakah- langakah sebagai berikut :

a) Masuk ke program SPSS.

b) Klik variable view pada SPSS data editor. Lalu beri nama pada kolom yang telah ada.

c) Klik data view pada SPSS editor. Pada kolom responden masukkan semua responden.

d) Pada kolon A,B,C masukkan semua jawaban responden sesuai dengan kolom masing-masing dan untuk kolom total masukkan total jawaban responden.

e) Klik Analysis kemudia scale dan reability analysis.

f) Dari reability analysis masukkan skor jawaban A,B,C dan D ke item.

g) Dan pada model klik Alpha kemudia klik ok76

Setelah dilakukan perhitungan reabilitas soal uji coba pemahaman konsep matematiaka diperoleh nilai

yang diperoleh, kemudian dikonsultasikan dengan tabel korelasi product moment dengan dan , dengan maka diperoleh . Setelah dibandingkan maka diperoleh atau

75Suharsimi Arikunto, dasar-dasar Evaluasi Pendidikan Pendidikan (Jakarta : Bumi Aksara, 1997 ) hal.106hal.71

76 Ir.syofyan siregar,Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi Dengan Perbandingan Perhitungan Manual&SPSS. (jakarta:kencana2013). Hal.78-81

sehingga dapat disimpulkan bahwa tes uji coba pemahaman konsep matematika reliabel dan termasuk pada kategori tinggi. Perhitungan reabilitas dapat dilihat pada LAMPIRAN Xhalaman 82.

3) Tingkat kesukaran.

Tingkat kesukaran soal adalah peluang untuk menjawab benar atau suatu soal pada tingkat kemampuan tetentu yang biasa dinyatakan dengan indeks. Indeks ini dinyatakan dengan proposi yang besarnya antara 0,00 – 1.00. semakin besar indeks tingkat kesukaran erarti soal tersebut semakin mudah. Untuk menghitung tingkat kesukaran dapat menggunakan langah-langkah sebagai berikut :

a) Menghitung rata-rata tiap butir soal dengan rumus:

b) Menghitung tingkat kesukaran dengan rumus :

c) Membandngkan tingkat kesukaran dengan kiteria berikut : – sukar

– sedang – mudah

d) Membuat penafsiran tingkat kesukaran dengan cara membandingkan koefisien tingkat kesukaran ( poin b) dengan kriteria ( poin c).77

Hasil perhitungan tingkat kesukaran tes uji coba pemahaman konsep matematika dilihat pada tabel berikut :

77 Zainal arifin.Evaluasi Pembelajaran Prinsip-Prinsip, Teknik dan Prosedur.(PT Remaja Rosdokarya:Bandung.2017)hal.134-135

Tabel 3.4 Hasil Perhitungan Tingkat Kesukaran Tes Uji Coba Pemahaman Konsep Matematika

No soal Tingkat kesukaran Kriteria

1 0,692 Sedang

2 0,692 Sedang

3 0,692 Sedang

4 0,702 Sedang

5 0,673 Sedang

Berdasarkan tabel diatas tingkat kesukaran semua soal dengan kategori sedang. Dan perhitungan tingkat kesukaran dapat dilihat pada LAMPIRAN VII halaman 78

4) Daya pembeda soal.

Daya pembeda soal adalah kemampuan suatu soal untuk membedakan antara peserta didik yang dapat menguasai materi dengan peserta didik yang kurang dapat mengusai materi. Logikanya adalah peserta didik yang dapat mengusai materi tentu dapat menyelesaikan tes dengan baik dibandingkan dengan peserta didik yang kurang menguasai materi. Indeks daya pembeda soal biasanya dinyatakan dengan proposi. Semakin tinggi proposi itu, maka semakin baik soal tersebut membedakan antara peserta didik yang dapat menguasai materi dengan yang tidak memahami materi.

Untuk menguji daya pembeda soal guru dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut :

a) Menghitung jumlah sor tiap peserta didik.

b) Mengurutkan skor total mulai dari skor terbesar sampai dengan skor terkecil.

c) Menetapkan kelompok atas dan kelompok bawah. Jika jumlah peserta didik banyak diatas 30 maka ditetapkan 27%.

d) Menghitung rata-rata skor untuk masing-masing kelompok .

e) Menghitung daya pembeda soal dengan rumus : ̅ ̅

f) Membandingkan daya pembeda dengan kriteria sebagai berikut pemahaman konsep matematika dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 3.5 Hasil Perhitungan Daya Pembeda Soal Uji Coba Pemahaman Konsep Matematika

No soal Daya pembeda Kriteria

1 0,462 Sangat Baik

2 0,423 Sangat baik

3 0,346 Baik

4 0,327 Baik

5 0,308 Baik

Perhitungan daya pembeda soal uji coba pemahaman konsep matematika siswa dapat dilihat pada LAMPIRAN VI halaman77.

78 Zainal arifin.Evaluasi Pembelajaran Prinsip-Prinsip, Teknik dan Prosedur.(PT Remaja Rosdokarya:Bandung.2017)hal.133

Tabel 3.6 Hasil Analisis Soal Uji Coba Pemahaman Konsep Matematika

no Validita s

Kriteria Reabilitas kriteria TK kriteria DP kriteria keterangan 1 0,882 Sangat pemahaman konsep dapat digunakan dalam tes pemahaman konsep matematika siswa .dapat dilihat pada LAMPIRAN XII halaman 85.

Dokumen terkait