G. Instrument Penelitian
1. Tes Pemahaman Konsep Matematis
Teknik tes adalah suatu cara yang digunakan untuk memberikan tes atau semacam ulangan bagi peserta didik yang mengalami proses belajar pada pelajaran matematika. Dengan demikian, tes yang digunakan pada penelitian ini untuk mengetahui kemampuan pemahaman konsep peserta didik terhadap materi yang telah diajarkan. Untuk menguji kebenaran hipotesis, perlu dikumpulkan data yang berbentuk angka-angka atau nilai
dengan teknik tes berupa soal uraian (essay) dan harus dijawab oleh peserta didik untuk mengetahui kemampuan belajar mereka dalam pemahaman konsep.
Penilaian tes berpedoman pada hasil tertulis peserta didik terhadap indikator-indikator kemampuan pemahaman konsep. Sebelum digunakan, soal tersebut di uji cobakan terlebih dahulu untuk mengetahui validitas dan reliabilitas.
2. Kuesioner (Angket) Motivasi Belajar
Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis
kepada responden untuk dijawabnya.41 Langkah-langkah penyusunan
angket sebagai berikut :
a. Menjabarkan variabel bebas
b. Menyusun tabel kisi-kisi angket
c. Menyusun butir pertanyaan angket berdasarkan indikator42
Metode angket digunakan untuk memperoleh data tentang motivasi belajar peserta didik yang disusun berdasarkan indikator motivasi belajar peserta didik. Skala pengukuran angket yaitu dengan menggunakan
skala likert dengan 5 pilihan.43
41Ibid, hlm 199.
42 Budiyono, Statistik Untuk Penelitian, (Sebelas Maret University Pers:Surakarta. 2004) hlm 47.
3. Dokumentasi
Teknik ini merupakan cara mengumpulkan data berupa peninggalan tertulis seperti arsip data sekolah, catatan-catatan, transkrif dan lain-lain
yang berhubungan dengan permasalahan penelitian.44Metode dokumen
pada penelitian ini digunakan untuk pengambilan nilai ulangan matematika peserta didik kelas VII mata pelajaran matematika sebagai data awal penelitian. Peneliti mengumpulkan data melalui sumber petugas tata usaha dan guru di sekolah yang bersangkutan. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui keadaan sekolah, peserta didik dan lainnya untuk mendukung penelitian.
4. Wawancara
Wawancara merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang lain, pelaksanaan dapat dilaksanakan secara langsung berhadapan dengan yang di wawancarai, dan dapat juga secara tidak langsung, seperti memberikan daftar pertanyaan untuk dijawab pada kesempatan lain. Instrumen dapat
berupa pedoman wawancara atau checklist.45Peneliti menggunakan
wawancara yang tidak terstruktur, dalam artian wawancara yang bebas dimana peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah
tersusun sistematis dan lengkap untuk pengumpulan data nya.46
44 Abdurrahmat Fathoni, Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi (Rineka Cipta:Jakarta) hlm 112.
45Sugiyono, Metode Penelitian Managemen (Alfabeta:Bandung), hlm 85 46 Sugiyono Op.Cit, hlm 197
Pelaksanaan wawancara yang dilakukan peneliti mengambil sumber terhadap guru dan peserta didik. Wawancara dilakukan untuk memudahkan mendapatkan sumber informasi yang jelas untuk kebutuhan penelitian, seperti untuk mengetahui penggunaan model pembelajaran dan lain-lain yang sering dilakukan di kelas.
9) Variabel Penelitian
Variabel penelitian ini adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Adapun Variabel dalam penelitian ini adalah:
1. Variabel bebas (x) yaitu variabel yang mempengaruhi atau menjadi sebab timbulnya variabel terikat.
Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah Model Pembelajaran SFAE (Student Facilitator And Explaining) dan ditinjau dari motivasi belajar peserta didik untuk kelas eksperimen. Serta model pembelajaran ekspositori untuk kelas kontrol.
2. Variabel terikat (y) yaitu variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah pemahaman konsep matematis.
10)Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan
hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap, dan sistematis sehingga lebih mudah diolah.47Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah instrumen tes. Instrumen jenis tes merupakan tes kemampuan pemahaman konsep.
1. Tes Pemahaman Konsep Matematis
Tes kemampuan pemahaman konsep matematis yang diberikan kepada siswa berupa tes tertulis uraian sebagai alat ukur kemampuan pemahaman konsep matematis peseta didik, dengan jumlah tes yaitu 5 soal. Oleh karena itu, tes disusun berdasarkan indikator kemampuan pemahaman konsep matematis. Jenis tes dalam penelitian ini yaitu tes tertulis. Tes kemampuan pemahaman konsep ini digunakan untuk memperoleh data kuantitatif berupa kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal pemahaman konsep. Tes yang digunakan berupa soal uraian yang mana terdiri dari sebagian soal untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep peserta didik. Sesuai dengan desain penelitian hanya terdapat satu penelitian tes yang dilakukan yaitu Post test diberikan setelah perlakuan pembelajaran SFAE (Student Facilitator And Explaining).
Penyusunan tes diawali dengan membuat kisi-kisi tes yang mencangkup pokok bahasan, aspek kemampuan yang diukur, indikator serta banyaknya butir tes. Setelah itu dilanjutkan dengan menyusun tes
47Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, jakarta, Rineka Cipta, 2010, hlm 203
beserta kunci jawaban dan pedoman pemberian skor masing-masing butir tes.
Sebelum tes kemampuan pemahaman konsep matematis diberikan kepada peserta didik, terlebih dahulu dilakukan uji coba instrumen kepada peserta didik diluar sampel yang telah mempelajari materi yang akan diajarkan pada kelas eksperimen uji coba instrumen dilakukan kepada siswa kelas VIII hasil tes kemampuan siswa diberi skor sesuai kriteria penskoran. Pemberian skor pada tes pemahaman konsep matematis mengadopsi penskoran pemahaman konsep yang disadur oleh Sumardyono dan dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam melakukan penyekoran pembelajaran pemahaman konsep.48
Penskoran untuk kemampuan pemahaman konsep peserta didik dalam penelitian ini menggunakan pedoman Holistic Storing Rubrics disajikan pada Tabel 3 berikut ini:
48Suharsimi, Arikunto Op.Cit, hlm 214
Tabel 3.1
Kriteria Penskoran Pemahaman Konsep Matematis
Berdasarkan Holistic Storing Rubrics
Kriteria penskoran di atas memiliki skala 0-4, sehingga skor yang diperoleh masih berupa skor mentah. Skor mentah yang diperoleh tersebut ditransformasikan menjadi nilai dengan skala 0-100 dengan menggunakan aturan sebagai berikut:49
Nilai = Skor Maksimum IdealSkor Mentah x 100.