• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

B. Pendidikan Agama Islam Materi Thaharah

4. Thaharah dari Hadas

Dalam hal ini yaituthaharahdari hadas ada tiga aspek, yaitu wudu, mandi, dan tayamum. Untuk lebih jelasnya penulis akan membahasnya

secara lebih terperinci.

a. Wudu

1) Pengertian Wudu

Menurut bahasa, wudu berasal dari katawada’ahyang berarti

kebersihan, kecantikan, keindahan, dan cahaya. (Salim, 2009:61)

2) Syarat Wudu

a) Islam.

b) Mumayiz, yaitu dapat membedakan baik buruknya sesuatu.

c) Tidak berhadas besar.

d) Dengan air suci dan mensucikan.

e) Tidak ada yang menghalangi sampainya air ke kulit (anggota

wudu).

f) Mengetahui syarat dan sunah wudu

3) Rukun Wudu

Yaitu perkara-perkara yang harus dipenuhi dalam wudu ada 6

yaitu:

a) Niat, yaitu menyatakan di dalam hati “saya niat menghilang hadas kecil sebagai kewajiban karena Allah” atau “saya niat melaksanakan kewajiban berwudu karenaAllah”.

b) Membasuh Muka

Batasan muka dari atas ke bawah adalah antara tempat

tumbuh rambut hingga ujung dagu, dan dari samping antara

kedua telinga. Diharuskan membasuh muka dengan melewati

batasan dia atas dan tidak terdapat sesuat yang menghalangi air

mengenai seluruh kulit muka telah terbasuh.

c) Membasuh dua tangan hingga siku.

Dalam membasuh kedua tangan ini harus diyakini

bahwa air basuhan mengenai seluruh bagian tangan dari ujung

jari sampai siku dan tidak boleh terdapat sesuatu yang

menghalanginya bahkan kotoran yang terdapat di bawah kuk

apabila keberadaanya menghalangi air sampai ke ujung jari ia

harus dibersihkan, kalau tidak dibersihkan maka wudunya

menjadi tidak sah yang mengakibatkan salatnya tidak sah.

d) Mengusap sebagian kepala atau rambut dengan tangan yang

telah dibasahi.

Batas rambut yang diusap ialah rambut yang berada

dibagian kepala, bukan rambut yang berada di luar batas kepala

bagi pemilik rambut yang panjang.

Rasjid (2006:25) memberikan keterangan mengenai

mengusap sebagian kepala, bahwa sebaiknya tidak kurang dari

selebar ubun-ubun, baik yang disapu itu kulit kepala ataupun

e) Membasuh dua kaki hingga dua mata kaki.

Sebagaimana halnya dengan tangan kaki terdapat

kuku-kuku jari kaki yang terkadang menyimpan kotoran. Kotoran

tersebut harus dibersihkan agar air basuhan mengenai

ujung-ujung jari kaki yang terletak di bawah kuku, kalau tidak maka

wudunya menjadi tidak sah yang berakibat solatnya tidak sah

pula.

f) Tertib, yaitu berurutan dalam melaksanakan basuhan-basuhan

sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

4) Sunnah Wudu

Menurut Nasution (1987: 17-23), ada beberapa hal yang

sunnah dilakukan dalam mengerjakan wudu yaitu:

a) Membaca basmalah pada awalnya

b) Membasuh kedua telapak tangan sampai ke pergelangan

sebanyak tiga kali sebelum berkumur

c) Madhmadhah (berkumur) yaitu memasukkan air ke mulut sambil menggoocangkannya, kemudian membuangnya.

d) Istinsyaq, yaitu memasukkan air ke hidung kemudian membuangnya

Hal ini berdasarkan hadits nabi yang diriwayatkan oleh

Barang siapa berwudu hendaklah ia menaruh air

dihidungnya kemudian menghembuskan.

e) Menyapu seluruh kepala

f) Menyapu kedua telinga

Setelah selesai menyapu kedua kepala, disunnahkan

menyapu kedua daun telinga luar dan dalamnya dengan

g) Menyela-nyela janggut dengan jari

h) Mendahulukan yang kanan atas yang kiri

i) Membasuh setiap anggota tiga kali

j) Muwalah atau berturut-turut, yakni melakukan perbuatan wudu

secara berurutan, tidak berselang lama antara satu dengan yang

lainnya

k) Menghadap kiblat

l) Menggosok anggota-anggota wudu khususnya bagian tumit.

m) Menggunakan air dengan hemat

Sabiq (1973:94) menambahkan sunah wudu:

a) Menggosok gigi atau siwak

b) Menyilang-nyilangi anak-anak jari, baik jari-jari tangan maupun

jari-jari kaki.

c) Berdoa pada setiap basuhan anggota wudu.

d) Berdoa selesai berwudu.

5) Hal-Hal yang Membatalkan Wudu

Menurut Rasjid (2006:30) ada empat hal yang

dapatmenyebabkan batalnya wudu, yaitu:

a) Keluar sesuatu dar dubur atau qubul, atau dari salahsatunya,

baik berupa benda padat, cair, maupun angin, baikyang biasa

maupun yang tidak biasa, seperti darah, baikyang keluar itu

najis ataupun suci, seperti ulat.

b) Hilang akal, baik disebabkan karena gila, mabuk, ataupuntidur

dengan tempat keluar angin tidak tertutup (tidakdalam posisi

duduk).

c) Bersentuhan kulit laki-laki dengan kulit perempuan yangbukan

mahram dan keduanya telah baligh. Hal ini adalahpendapat

imam syafi’i.

d) Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan, baikkemaluannya

sendiri ataupun orang lain, baik kemaluanorang dewasa

maupun kemaluan anak-anak.

6) Hikmah Wudu

Salah satu hikmah wudu adalah sebagai pembersihan diri

dan penyempurnaan nikmat Allah yang diberikan kepadamanusia.

   

   

   

  

  

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendakmengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmusampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh)kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junubMaka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalananatau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuhperempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Makabertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulahmukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendakmenyulitkan kamu, tetapi dia hendak membersihkan kamu danmenyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

a) Bermanfaat bagi kesehatan

(1) Membasuh tangan hingga pergelangan.

Tangan adalah salah satu media yang sangatrentan

benda atau tangan orang lain, makapotensi berpindahnya

kuman besar terjadi, seperti padapenyakit batuk, pilek, diare

dan lain-lain.

Dengan membasuh tangan, maka tangan menjadi

bersih, sehat dan suci. Sensasi rasa segar pada syaraf-syaraf

tangan membuat kita merasa santai dan pikiran menjadi

kendor dan tenang setelah bekerja atau melakukan aktifitas

keseharian. Membasuh tangan dilakukan dengan sempurna

dengan menyilangkan jari-jari kanan dengan jari-jari kiri.

Bacalah bismillah di permulaan membasuh tangan. Selingilah

dengan berdzikir atau beristighfar mengingat nikmat Allah.

rasakan kesejukan air mengalir dalam batin anda. Ini adalah

pintu menuju sholat khusyuk.

Dan baru-baru ini penelitian yang dilakukan Great Lakes Recruits Command Center Angkatan Laut Amerika Serikat di Illinois membuktikan mencuci tangan secara

teratur dapat memperlambat penyebaran virus demam serta

penyakit inveksi lain (Musbikin, 2008:93).

Mulut adalah tempat makanan dikunyah.Adanya

sisa-sisa pencernaan, menjadikan mulut sebagaitempat

bersarangnya bibit penyakit, mulut juga tampatkeluar

kata-kata buruk, ghibah dan fitnah yangmenyakiti orang

lain.

Mencuci mulut dengan cara berkumur-kumurdan

menggosok gigi dapat membersihkan bibit penyakitdan

simbol penyucian diri dari hal-hal yang dilarangagama.

Baduweilan dalam Musbikin

(2008:17)menyebutkan bahwa berkumur ketika berwudu

ternyatadapat mencegah penyakit pilek sebanyak 30%.

(3) Mencuci lubang hidung.

Allah telah memberi kita nikmat berupa bulu-bulu

hidung yang menyaring kotoran dari udara yang kita hirup.

Namun karena polusi yang berlebihan, kuman masih dapat

bersarang di hidung. Dengan mencuci hidung, bibit-bibit

penyakit pilek, batuk, flu, cacar air dan TBC dapat

dihindarkan masuk ke dalam tubuh kita. Pernafasan

menjadi lancar sehingga baik bagi paru-paru kita. Sertailah

dengan berdzikir atau beristighfar mengingat nikmat Allah.

Menghirup air ke hidung satu kali

dalamrongga hidung. Dan jika seseorang menghirup air

kehidung sebanyak tiga kali dapat membersihkan

seluruhkuman yang ada di rongga hidung

(Al-Bantanie,2010:58)

(4) Membasuh muka

Membasuh dan disertai gosokan lembut padawajah,

akan membersihkan kotoran yang melekat danmenyegarkan

kulit wajah. Selain peredaran darahmenjadi lancar, wajah

akan terlihat bersih dan segar.

Muka adalah tempat mata. Mata terkadang

melakukandosa-dosa kecil baik yang sengaja maupun yang

tidakkita sengaja yang perlu disucikan. Basuhlah

sambilberdzikir dan beristighfar kepada Allah.

(5) Membasuh kedua tangan dan sampai siku

Membasuh tangan disertai gosokan lembutdapat

memulihkan fisik yang kelelahan, bahkan

mampumengatasii pembengkakan di daerah tangan, lengan

dansiku. Tangan juga terkadang melakukan atau

mengantarkita pada perbuatan dosa- dosa kecil sehingga

perludisucikan. Basuhlah kedua tangan dan hingga

(6) Membasuh kepala

Membasuh kepala baik sebagian kepala

ataukeseluruhan kepala bahkan sampai ke tengkuk

dapatmenurunkan suhu badan. Membasuh kepala sangat

baikuntuk menurunkan stress dan tekanan darah tinggi

sertamelancarkan darah ke otak. Basuhlah sambil

berdzikirdan beristighfar kepada Allah. Kita berdo’a agar dosadosaakibat pikiran-pikiran kita yang buruk

kepadaorang lain dapat dihapuskan dan tidak kita ulangi.

(7) Mengusap telinga

Membasuh telinga sambil memijit-mijit

dapatmenjadi terapi untuk menurunkan emosi. Di saat

kitategang atau marah, terasa kuping menjadi panas

danmemerah. Usapan air pada telinga akan

mampumenghilangkan ketegangan ini. Telinga juga tempat

kitaterkadang mendengar hal-hal buruk tentang orang

lainatau suara/bunyi maksiat yang menjadikan kita

berdosakarenanya perlu kita sucikan. Basuhlah bagian

dalamdan luar telinga sambil berdzikir dan

(8) Mencuci kaki hingga mata kaki.

Mencuci kaki dapat melancarkan peredarandarah,

menguatkan kaki dan memberikan efekmenenangkan dan

membuat kita tidur nyenyak. Kakiterkadang juga dapat

membawa kita pada hal-hal yangdilarang oleh agama

sehingga perlu disucikan. Basuhlahsambil berdzikir dan

beristighfar kepada Allah.

b. Mandi Wajib

1) Pengertian Mandi Wajib

Mandi wajib disebut juga mandi besar, mandi junub atau

mandi janabat, adalah salah satu cara bersuci dengan

caramengalirkan air ke seluruh tubuh dengan niat

menghilangkanhadats besar Baqir (2008:81).

Daradjat (1995:54) memberikan pengertian bahwa

yangdimaksud dengan mandi wajib adalah meratakan air yang

sucipada seluruh badan disertai dengan niat.

Dari dua pengertian tersebut penulis dapat

memberikanpengertian, bahwa mandi wajib adalah bersuci dengan

caramengalirkan air ke seluruh tubuh dengan menggunakan airyang

2) Hal-Hal yang Mewajibkan Mandi

a) Bersetubuh atau melakukan hubungan seksual baik keluarmani

ataupun tidak.

b) Keluar mani, baik itu disengaja ataupun tidak.

c) Meninggal dunia.

d) Haid.

Apabila seseorang telah berhenti dari haid, ia wajib mandi

agar ia dapat salat dan dapat bercampur dengan suaminya.

e) Melahirkan.

f) Orang yang masuk Islam.

Demikian hal-hal yang menyebabkan orang

diwajibkanuntuk mandi menurut pendapat Daradjat (1995:54).

Pendapattersebut juga dikuatkan oleh Baqir (2008:81).

3) Rukun dan Tatacara Mandi Wajib

Rukun mandi wajib ada dua hal, yaitu:

a) Niat

b) Mengalirkan air ke seluruh tubuh

Cara mandi seperti itu sudah cukup untuk

mengangkathadats besar. Akan tetapi demi kesempurnaannya

disunahkanmengikuti tatacara mandi Rasulullah saw

sebagaimana ditulisoleh Baqir (2008:86) berikut ini:

1) Sebelum mandi terlebih dahulu membasuh kedua telapak

2) Membasuh kemaluan.

3) Berwudu secara sempurna (sebelum mengalirkan air

keseluruh badan.

4) Menyiramkan air ke kepala sebanyak tiga kali

sambilmemasukkan air dengan jari-jari tangan ke sela-sela

rambutsehingga membasahi kulit kepala.

5) Mengalirkan air ke seluruh tubuh dengan memulai sisikanan

sebelum sisi kiri sambil menggosok-gosok bagianyang sulit

terkena air.

4) Hikmah Mandi

Allah Yang Maha Bijaksana telah mewajibkan mandi setelah

keluarnya mani dan tidak mewajibkannya setelah keluarnya air

seni. Sementara kdua macam air ini sama-sama keluar dari tempat

da organ yang sama. Hal ini karena adanya hikmah yang dalam dan

rahasia yang mengagumkan.

Ditulis oleh Al-Jarjawi (2006:109) bahwa mandidengan air

akan mengembalikan kekuatan badan yang telahhilang yang

disebabkan keluarnya mani. Selain itu juga dapatmengilangkan bau

yang tidak sedap yang dapat membahayakantubuh seseorang dan

tubuh pasangannya yang ia gauli.

As-Sayyid (2007:254) menjelaskan bahwa hikmahmandi

adalah agar seorang muslim menghadiri salat jum’atdengan badan yang harum, sehingga tidak mengganggu jamaahlain dengan bau

badannya, juga tidak mengganggu paramalaikat yang menyaksikan

salat jum’at. Sebab, malaikatterganggu dengan apa yang mengganggu bani adam.

c. Tayamum

1) Pengertian Tayamum

Tayamum secara bahasa adalah menyengaja, sedangkan

menurut agama adalah mengusapkan debu yang suci ke wajahdan

kedua tangan sebagai ganti wudu, mandi, atau membasuh anggota

(Abdurrahman, 2006:32)

Pengertian tayamum menurut Daradjat (1995:63) ialahmenuju

kepada tanah untuk menyapukan dua tangan dan mukadengan niat

agar dapat mengerjakan salat dan sebagainya.

Dari pengertian diatas dapat diambil satupengertian bahwa

tayamum adalah bersuci dari hadats kecilataupun besar

menggunakan debu sebagai pengganti air karenaalasan tertentu

yang ditetapkan oleh syari’at dengan caramenyapukan debu ke

muka dan dua tangan untuk mengerjakansalat dan sebagainya.

Adapunhalangan yang dibolehkan untuk bertayamum adalah:

a) Sakit, dan jika ia menggunakan air akan memperparahsakitnya.

b) Bepergian jauh.

c) Tidak ada air, atau ada air tetapi ia lebih membutuhkannyauntuk

2) Syarat Tayamum

Adapun syarat tayamum adalah:

a) Sudah masuk waktu salat

b) Sudah berusaha mencari air tetapi tidak

mendapatkannya,sedangkan waktu salat sudah tiba.

c) Menggunakan debu yang suci.

d) Menghilangkan najis terlebih dahulu jika terkena najis.

3) Rukun Tayamum

a) Niat

b) Mengusap muka atau wajah.

c) Mengusap tangan sampai siku.

d) Tertib.

4) Hal-Hal yang Membatalkan Tayamum

a) Segala sesuatu yang membatalkan wudu.

b) Melihat adanya air.

5. Thaharahdari Najis

Dokumen terkait