• Tidak ada hasil yang ditemukan

Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Materi Thaharah dengan Media Audio Visual pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Karanggede Semester Gasal Tahun Pelajaran 2017/2018 - Test Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Materi Thaharah dengan Media Audio Visual pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Karanggede Semester Gasal Tahun Pelajaran 2017/2018 - Test Repository"

Copied!
165
0
0

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI

THAHARAH

DENGAN MEDIA

AUDIO VISUAL

PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2

KARANGGEDE SEMESTER GASAL TAHUN

PELAJARAN 2017/2018

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan

Oleh

YUDHA ANGGIA UTOMO

NIM 11113259

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

SALATIGA

(2)
(3)

PENINGKATAN HASIL BELAJAR

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATERI

THAHARAH

DENGAN MEDIA

AUDIO VISUAL

PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2

KARANGGEDE SEMESTER GASAL TAHUN

PELAJARAN 2017/2018

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan

Oleh

YUDHA ANGGIA UTOMO

NIM 11113259

JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM

FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI

SALATIGA

(4)
(5)
(6)
(7)
(8)

MOTTO

Jika Kau Berpikir Untuk Menyerah

(9)

PERSEMBAHAN

Teruntuk Orangtuaku Tercinta (Syamsudin dan Suprapti),

Keluarga Besarku,

Keluarga Besar IAIN Salatiga,

(10)

KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang atas

karunia-Nya, pada kesempatan ini penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul

“Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam MateriThaharahdengan Media

Audio Visual pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Karanggede Semester Gasal

Tahun Pelajaran 2017/2018” yang merupakan tugas dan syarat wajib yang harus

dipenuhi guna memperoleh gelar kesarjanaan Pendidikandi IAIN Salatiga.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Nabi

Muhammad SAW, yang menjadi suri tauladan bagi seluruh umat di jagat raya ini.

Beliau adalah pembawa dan penyampai risalah Islam yang penuh dengan ilmu

pengetahuan, khususnya ilmu-ilmu ke-Islaman, yang dapat menjadi bekal hidup

manusia di dunia dan di akhirat kelak.

Terselesaikannya penulisan skripsi ini tentu tidak lepas dari bimbingan, bantuan,

serta motivasi dari berbagai pihak. Maka dari itu, penulis menyampaikan ucapan

terimakasih kepada semua pihak yang telah memberikan bantuannya, khususnya

kepada:

1. DR. H. Rahmat Hariyadi, M. Pd., selaku Rektor IAIN Salatiga

2. Suwardi, M.Pd., selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu KeguruanIAIN

Salatiga

3. Siti Rukhayati, M. Ag. selaku Ketua Jurusan Pendidikan Agama

(11)

4. Dr. Winarno M.Pd. selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan saran,

bimbingan, dan arahan serta keikhlasan dan kebijaksanaan meluangkan

waktu, tenaga, dan pikiran untuk memberikan bimbingan pada penulisan

skripsi ini

5. Segenap Dosen serta Staff Karyawan di lingkup jurusan PAI

6. Djikan, S.Pd, M.Si., selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Karanggede, yang

telah memberikan izin kepada penulis untuk melaksanakan penulisan di

sekolah tersebut

7. Daryati S.Pd.I selaku Guru mata pelajaran PAI yang menjadi narasumber

utama dan membantu penulis selama melakukan penulisan

8. Segenap Guru serta Staff Karyawan SMP Negeri 2 Karanggede yang telah

membantu penulis selama melakukan penulisan

9. Orangtua tercinta Syamsudin dan Suprapti yang telah mencurahkan kasih

sayang,support,dan doa demi keberhasilan penulis

10. Adik-adik tercinta Selva Ningtyas Utami dan Faris Agil Utomo, yang selalu

menghibur dan memberikan semangat serta doa kepada penulis

11. Sahabatku Nurul L. H. S.Pd., yang selalu memberikan bantuan dan support

kepada penulis

12. Sahabatku S. Muna S.Pd yang selalu memberikan semangat kepada penulis

13. Kakakku Nurhayati S.Pd.I yang selalu memberikan semangat kepada penulis

(12)

15. Semua pihak yang telah membantu penulis menyelesaikan skripsi ini, baik

secara langsung maupun tidak langsung.

Atas jasa mereka, penulis hanya dapat memohon doa semoga amal mereka

mendapat balasan yang lebih baik serta mendapat kesuksesan baik di dunia maupun

di akhirat. Penulis dalam hal ini mengharapkan saran dan kritik dari pembaca untuk

menyempurnakan skripsi ini. Dan akhirnya penulis berharap semoga skripsi ini dapat

bermanfaat bagi penulis pada khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.

Salatiga, 10 Agustus 2017

(13)

ABSTRAK

Utomo, Yudha Anggiya. 2017. Peningkatan Hasil Belajar PAI Materi Thaharah Dengan Media Audio Visual Pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 2 Karanggede Semester Gasal Tahun Pelajaran 2017/2018. Skripsi. IAIN Salatiga.Pembimbing: Dr. Winarno, M.Pd.

Kata Kunci:Hasil belajar dan media audio visual

Kegiatan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umumnya disampaikan dengan metode ceramah. Hal ini menyebabkan kegiatan pembelajaran menjadi kurang bervariasi dan berkurangnya perhatian siswa dalam mengikuti pembelajaran, sehingga hasil belajar siswa belum maksimal. Pemanfaat media audio visual dirasa dapat mengatasi masalah-masalah tersebut. Penelitian ini adalah upaya untuk meningkatkan hasil belajar PAI materi thaharah dengan media audio visual. Pertanyaan utama yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah: apakah melalui media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PAI materi

Thaharah pada siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Karanggede Semester Gasal Tahun Ajaran 2017/2018?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka peneliti menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Data dikumpulkan melalui observasi, tes dan dokumentasi, lalu dianalisis mengunakan teknik analisis data kuantitatif dan kualitatif.

(14)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL... i

LEMBAR BERLOGO ... ii

JUDUL ... iii

PERSETUJUAN PEMBIMBING... iv

PENGESAHAN KELULUSAN ... v

PERNYATAAN KEASLIAN TULISAN ... vi

PERNYATAAN PUBLIKASI SKRIPSI... vii

MOTTO ... viii

PERSEMBAHAN ... ix

KATA PENGANTAR ... xiii

ABSTRAK ... xii

DAFTAR ISI... xiv

DAFTAR TABEL... xvii

DAFTAR GAMBAR ... xviii

DAFTAR LAMPIRAN... xix

BAB I PENDAHULUAN... 1

A. Latar Belakang Masalah... 1

(15)

D. Hipotesis Tindakan dan Indikator Keberhasilan ... 5

E. Kegunaan Penelitian... 6

F. Definisi Operasional... 8

G. Metode Penelitian... 10

1. Rancangan Penelitian ... 10

2. Subjek Penelitian ... 11

3. Langkah-Langkah Penelitian... 11

4. Instrumen Penelitian ... 14

5. Pengumpulan Data... 16

6. Analisis Data ... 18

H. Sistematika Penulisan ... 22

BAB II KAJIAN PUSTAKA ... 24

A. Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam ... 24

1. Pengertian Hasil Belajar... 24

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar ... 30

B. Pendidikan Agama Islam MateriThaharah... 33

1. Pendidikan Agama Islam ... 33

2. PengertianThaharah... 34

3. Alat Bersuci... 35

4. Thaharahdari Hadas ... 37

5. Thaharahdari Najis ... 51

C. MediaAudio Visual... 54

1. Pengertian MediaAudio Visual... 54

2. Manfaat Media dalam Pembelajaran ... 55

3. Keuntungan dan KelemahanVideo... 55

4. Langkah PenggunaanVideo... 57

(16)

A. Gambaran Umum SMP Negeri 2 Karanggede... 59

1. Profil Sekolah ... 59

2. VisiSekolah... 59

3. Misi Sekolah... 60

4. Tujuan Sekolah ... 60

5. Bagan Organisasi... 64

6. Data Guru dan Pembagian Tugas Guru... 65

7. Jumlah Siswa ... 66

B. Kondisi Awal (Pra-Siklus) ... 66

C. Deskripsi Pelaksanaan Siklus I ... 69

D. Deskripsi Pelaksanaan Siklus II ... 77

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN... 85

A. Deskripsi Per Siklus ... 85

1. Kondisi Awal (Pra Siklus)... 85

2. Deskripsi Siklus I ... 88

3. Deskripsi Siklus II ... 91

B. Pembahasan ... 93

BAB V PENUTUP... 97

A. Kesimpulan ... 97

B. Saran ... 98

(17)

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 Pedoman Penskoran Pengelolaan Pembelajaran Guru... 20

Tabel 1.2 Kriteria Hasil Analisis Aktivitas Guru... 21

Tabel 1.3 Pedoman Penskoran Pengelolaan Pembelajaran Siswa ... 21

Tabel 1.4 Kriteria Hasil Analisis Aktivitas Siswa ... 22

Tabel 3.1 Pembagian Tugas Guru dalam Proses Belajar Mengajar Dan Bimbingan Konseling Semester 1 Tahun Pelajaran 2017/2018 ... 65

Tabel 3.2 Jumlah Siswa dan Rombel Tahun 2017-2018... 66

Tabel 3.3 Nilai Hasil Pra Siklus Mata Pelajaran PAI Kelas 7D SMP Negeri 2 Karanggede ... 67

Tabel 3.4 Lembar Pengamatan Guru Siklus I ... 73

Tabel 3.5 Lembar Pengamatan Guru Siklus I ... 74

Tabel 3.6 Lembar Pengamatan Siswa Siklus II ... 81

Tabel 3.7 Lembar Pengamatan Guru Siklus II... 82

Tabel 4.1 Nilai Hasil Pra Siklus... 86

Tabel 4.2 Nilai Hasil Siklus I... 89

Tabel 4.3 Nilai Hasil Siklus II... 92

(18)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Bagan Penelitian Tidakan Kelas ... 12

(19)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Nilai Hasil Pra Siklus ... 90

Lampiran 2 RPP Siklus I... 92

Lampiran 3 Nilai Hasil Siklus I ... 100

Lampiran 4 Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Siklus 1 ... 102

Lampiran 5 Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Siklus 1 ... 105

Lampiran 6 RPP Siklus II ... 107

Lampiran 7 Nilai Hasil Siklus II ... 115

Lampiran 8 Lembar Pengamatan Aktivitas Guru Siklus II... 117

Lampiran 9 Lembar Pengamatan Aktivitas Siswa Siklus II ... 120

Lampiran 10 Dokumentasi Foto Kegiatan ... 122

Lampiran 11 Surat Pembimbing Skripsi ... 125

Lampiran 12 Surat Permohonan Izin Penelitian ... 126

Lampiran 13 Surat Telah Melakukan Penelitian... 127

Lampiran 14 Daftar Surat Keterangan Kegiatan ... 128

(20)
(21)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Masalah pendidikan dan pengajaran merupakan masalah yang

cukup kompleks dimana banyak faktor yang ikut mempengaruhinya. Salah

satu faktor tersebut adalah guru. Guru merupakan komponen pengajaran

yang memegang peranan penting dan utama, karena keberhasilan proses

belajar-mengajar sangat ditentukan oleh guru. Tugas guru adalah

menyampaikan materi pelajaran kepada siswa melalui proses interaksi dan

komunikasi antara guru dan siswa. Ketidakoptimalan dalam

berkomunikasi dan cara penyampaian informasi membawa akibat pesan

atau materi yang disampaikan guru tidak tersampaikan dengan sempurna.

Metode dan media pembelajaransaat ini telah berkembang dengan

pesat. Berbagai macam jenis mulai dari yang tradisional hingga yang

modern berbasis teknologi dan internet bermunculan. Memilih metode dan

media yang tepat dapat menghantarkan guru dan siswa untuk mencapai

tujuan pembelajaran dengan lebih efektif dan efisien.

Dunia pendidikan saat ini sedang mengalami tren penggunaan

metode dan media pembelajaran berbasis teknologi, karena perkembangan

teknologi yang sangat cepat. Menurut Hamid (2014:29) pada beberapa

tahun terahir, filsafat pendidikan telah bergeser dari pengajaran yang

berpusat padaguru atau metode yang pengajaran tradisional menjadi

(22)

langsung. Pengimplementasian perubahan ini didukung dengan

penggunaan media pembelajaranmodern seperti komputer, proyektor,tape

recorder, media audio-visual dan internet.Media telah menunjukkan

keunggulannya yaitu membawa para guru dan staf pengajar lebih cepat

dan lebih mudah dipahami dalam menyampaikan materi pembelajaran

kepada para siswa (Asnawir dan Basyirudin, 2002:VII).

Sehubungan dengan hal ini, peran media pembelajaran sangat

dibutuhkan dalam menyampaikan materi pembelajaran. Sudah seharusnya

guru menjadi kreatif dengan mengunakan media pembelajaran meskipun

hanya media pembelajaran yang murah dan mudah dicari, tentunya

pembelajaran akan berlangsung menyenangkan, siswa akan lebik aktif dan

kreatif. Sebenarnya, media memiliki kekuatan yang positif dan sinergis

yang mampu merubah sikap dan tingkah laku siswa kearah perubahan

yang kreatif dan dinamis. Dalam perkembangan saat ini media bukan lagi

dipandang sekedar alat bantu tetapi merupakan kegiatan yang integral

dalam sistem pendidikan dan pembelajaran (Asnawir dan Basyirudin,

2002:VII).

Problematika yang terjadi dalam pembelajaran (khususnya dalam

mata pelajaran pendidikan Agama Islam) adalah masih kurang optimalnya

hasil belajar siswa. Hal tersebut dikarenakan masih kurang maksimalnya

penggunaan media pembelajaran yang relevan dengan materi

pembelajaran. Terlebih penyampaian materi pembelajaran masih

(23)

Berkaitan dengan masalah tersebut, penulis mengadakan penelitian

di salah satu sekolah menengah pertama di kecamatan Karanggede

kabupaten Boyolali yakni di SMP N 2 Karanggede. Sebagaimana yang

penulis temui, metode dan media dalam kegiatan belajar mengajar(KBM)

di sekolah ini telah diterapkan secara variatif. Akan tetapi, terdapat media

yang penggunaanya belum dioptimalkan secara menyeluruh yaitu

berkaitan dengan media audio visual. Dalam hal ini, yang dimaksud

dengan media audio visual ialah media pembelajaran yang menggunakan

komputer, LCD dan audio.Penulis mengamati, pembelajaran hanya

menggunakan metode konvensional yakni ceramah khususnya pada mata

pelajaran pendidikan Agama Islam materi pelajaran thaharah kelas VII.

Sehingga pembelajaran dirasa kurang variatif dan terasa membosankan.

Dan dapat diamati dari minimnya perhatian dan respon siswa dalam

mengikuti pembelajaran.

Berdasarkan dokumentasi peneliti terhadap nilai mata pelajaran

pendidikan Agama Islam materi thaharah di kelas VII SMP N 2

Karanggede, siswa yang memperoleh nilai di atas kriteria ketuntasan

minimum (KKM) hanya mencapai nilai rata-rata 66,31 atau 56,52% dari

23 siswa. Sedangkan yang lainnya masih jauh di bawah kriteria ketuntasan

minimal (KKM). Informasi tersebut diperoleh dari hasil observasi

langsung dan wawancara langsung dengan Ibu Daryati S.Pd.I yang

menjadi guru pendidikan Agama Islam. Beliau menuturkan bahwa dalam

(24)

aktivitas dan kreatifitas serta hasil prestasi dalam belajar. Hal tersebut

disebabkan kurang menarik minat siswa atau guru kurang tepat dalam

menggunakan media dan strategi yang sesuai dengan karakteristik konsep

materi yang disampaikan.

Peneliti mempunyai pandangan bahwa pembelajaran dengan

memanfaatkan media audio visual akan lebih dapat meningkatkan hasil

belajar siswa khususnya pada mata pelajaran pembelajaran pendidikan

Agama Islam materithaharahdi kelas VII SMP N 2 Karanggede. Dengan

menggunakan media audio (tape) dan visual berupa gambar yang bergerak

(video) diharapkan materi yang disampaikan akan lebih jelas dan konkrit

diterima oleh para siswa. Sehingga siswa mempunyai pemahaman dalam

bentuk yang realistis dan tidak terkesan mengawang-awang. Sebagaimana

menurut Rahman (1999:89) menyatakan bahwa audio visualadalah suatu

peralatan yang dipakai oleh guru dalam menyampaikan konsep, gagasan

dan pengalaman yang ditangkap oleh indra pandang dan pendengaran.

Dari latar belakang diatas, penulis tertarik untuk membuat skripsi

dengan judul “PENINGKATAN HASIL BELAJARPENDIDIKAN

AGAMA ISLAM MATERI THAHARAH DENGAN MEDIAAUDIO VISUAL PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 2 KARANGGEDE

SEMESTER GASAL TAHUN PELAJARAN 2017/2018”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan pada latar belakang masalah tersebut, maka rumusan

(25)

“Apakah melalui media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar

mata pelajaran pembelajaran Pendidikan Agama Islam materi Thaharah

pada siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Karanggede

Semester Gasal Tahun Pelajaran 2017/2018?”

C. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan

prestasi belajar siswa pada mata pelajaran pembelajaran pendidikan

Agama Islam materi Thaharah pada siswa kelas VII Sekolah Menengah

Pertama Negeri 2 Karanggede Semester Gasal Tahun Pelajaran

2017/2018.

D. Hipotesis Tindakan Dan Indikator Keberhasilan

Menurut Margono (2009:67),hipotesis adalah jawaban sementara

terhadap masalah penelitian yang secara teoritis dianggap paling mungkin

atau paling tinggi tingkat.

Menurut Muliawan (2014:7), hipotesis dari gabungan 2 katahipo

berarti ‘sebelum’ dan tesa atau tesis yang berarti ‘pendapat’. Hipotesis

berarti dasar pikir sebelum berpendapat. Hipotesis lebih dipahami sebagai

jawaban sementara terhadap akar persoalan yang akan diteliti. Hipotesis

yang baik dan benar selalu dibuat dan disusun berdasarkan hasil diagnosa

yang diperoleh sebelumnya.

Adapun hipotesis dalam penelitian ini adalah penggunaan media

audio visual pada materi thaharah dapat meningkatkan prestasi belajar

(26)

Karanggede semester gasal tahun pelajaran 2017/2018. Penggunaan

media audio visual ini dikatakan efektif apabila indikator yang

diharapkan tercapai. Adapun indikator yang dirumuskan adalah sebagai

berikut:

1. Penelitian akan dinyatakan berhasil apabila sekurang-kurangnya 85%

siswa telah mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) secara

klasikal, sedangkan secara individual siswa telah mencapai nilai lebih

dari atau sama dengan 70.

2. Aktivitas belajar dan hasil belajar siswa meningkat apabila 80% dari

jumlah siswa telah aktif mengikuti pelajaran PAI melalui penggunaan

media audio visual sesuai dengan aspek aktivitas belajar dalam

kegiatan belajar mengajar yang diamati dan meningkatnya prestasi

belajar siswa di tiap akhir siklus.

E. Kegunaan Penelitian

Penelitianini diharapkan dapat memberikan maanfaat, antara lain:

1. Manfaat Teoritis

a. Penelitian ini diharapkan menghasilkan sebuah informasi dan

pengetahuan yang dapat dijadikan bahan pertimbangan

menggunakan media belajar yang efektif untuk meningkatkan hasil

belajar siswa.Penelitianini terfokus pada mata pelajaran PAI dalam

materithaharahdi sekolah menengah pertama.

b. Sebagai bahan rujukan peneliti-peneliti lain di masa mendatang

(27)

2. Manfaat Praktis

a. Meningkatkan semangat belajar serta aktif dalam mengikuti

pelajaran PAI khususnya pada materithaharahdi sekolah menengah

pertama.

b. Penelitian ini dapat bermanfaat sebagai upaya meningkatkan prestasi

belajar siswa dalam mata pelajaran PAI khususnya pada materi

thaharahdi sekolah menengah pertama.

c. Dapat memperbaiki kinerja guru ketika menyampaikan materi ajar

khususnya materi thaharah pada mata pelajaran PAI dengan

menggunakan mediaaudio visual.

d. Dapat menciptakan inovasi baru dalam proses mengajar dengan

menggunakan mediaaudio visual.

e. Dapat menjadikan masukan terhadap rekan guru sehingga dapat

memotivasi meningkatkan kreativitas dalam pembelajaran PAI.

f. Sebagai masukan serta sumbangan yang baik pada sekolah dalam

rangka memperbaiki sistem pembelajaran serta meningkatkan mutu

pendidikan sehingga dapat mengantarkan peserta didik ke arah yang

(28)

F. Definisi Operasional

Definisi operasional merupakan penjelasan atas konsep penelitian

yang ada dalam judul penelitian Wahidmurni(2008:17). Definisi

operasional sangat berguna untuk memberikan pemahaman dan batasan

yang jelas agar penelitian ini tetap terfokus pada kajian yang diinginkan.

Adapun beberapa istilah yang perlu didefinisikan antara lain:

1. Hasil Belajar

Surya (2004:75) menjelaskan bahwa prestasi belajar adalah

hasil belajar atau perubahan tingkah laku yang menyangkut ilmu

pengetahuan, keterampilan dan sikap setelah melalui proses tertentu,

sebagai hasil pengalaman individu dalam interaksi dengan

lingkungannya.

Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia

(http://kbbi.web.id/prestasi) didefinisikan bahwa, “Hasil belajar adalah

penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan

melalui mata pelajaran, lazimnya ditujukan dengan nilai yang

diberikan oleh guru”. Sejalan dengan hal tersebut, keberhasilan yang

dimaksud adalah hasil nilai yang bersumber dari tes kognitif yang

dikerjakan oleh siswa.

2. Pendidikan Agama Islam MateriThaharah

Mata pelajaran yang dipelajari oleh siswa SMP N 2

(29)

Syafaat (2008: 11) pendidikan agama merupakan kata majemuk dari

kata “pendidikan” dan “agama”. Sedangkan menurut kamus bahasa

Indonesia, pendidikan berasal dari kata didik, dengan diberi awalan

“pe” dan ahiran “an”, yang berarti proses perubahan sikap dalam

usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan latihan.

Adapun materi yang dipelajari dalam mata pelajaran PAI diantaranya

adalah al-Quran dan hadis, keimanan, akhlak, fiqh, dan sejarah

peradaban Islam.

Pada penelitian ini, peneliti melakukan penelitian tindakan

kelas pada mata pelajaran PAI khususnya dalam mater Fiqh

babthaharah. Menurut Abdurrahman dan Bakhri (2006:24), “secara

bahasa, thaharah berati bersih atau suci, sedangkan dalam tinjauan

agama berarti mengerjakan sesuatu yang menyebabkan seseorang

diperbolehkan mengerjakan shalat”. Jadi penguasaan siswa tentang

materi thaharah adalah kemampuan siswa dalam memahami dan

mendalami apa yang disampaikan dalam pembelajaran, sehingga

siswa dapat mempraktekkan tata cara bersuci dalam kehidupan nyata.

3. MediaAudio Visual

Menurut Asnawir dan Usman (2002:1) media merupakan

sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat merangsang

pikiran, perasaan, dan kemampuan siswa. Media audio visual

merupakan media perantara atau penggunaan materi dari penyerapan

(30)

yang dapat membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan,

keterampilan, atau sikap.

Pada penelitian ini, peneliti menerapkan media pembelajaran

PAI dengan menggunakan media audio visual diam dan gerak.

Adapun media audio visual diam berupa Microsoft power point dan

media audio visual gerak adalah video. Media tersebut ditampilkan

dengan menggunakan LCD, proyektor, Laptop, danspeaker.

G. Metode Penelitian

1. Rancangan Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah

Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research).

Penelitian Tindakan Kelas merupakan sebuah kegiatan penelitian

yang bertujuan untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan yang

terdapat dalam pembelajaran di kelas, yaitu dengan cara melakukan

tindakan-tindakan tertentu agar dapat memperbaiki serta

meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran

yang diharapkan tercapai. (Rochiati, 2007: 12)

Menurut Arikunto, dkk. (2006:104),penelitian tindakan

kelas terdapat empat tahap utama kegiatan yaitu, perencanaan

tindakan (planning), pelaksanaan tindakan (action), pengamatan

(observation), dan refleksi (reflecting) dan seterusnya sampai

perbaikan atau peningkatan yang diharapkan tercapai (kriteria

(31)

2. Subjek Penelitian

Subjek yang diteliti oleh peneliti yaitu peserta didik kelas

VIISMP N 2 Kecamatan Karanggede Kabupaten Boyolali tahun

ajaran 2017/2018 yang berjumlah 23 orang peserta didik yang

terdiri dari 10 laki-laki dan 13 perempuan.

3. Langkah-Langkah Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK)

yang menggunakan data pengamatan langsung terhadap jalannya

media pembelajaran yang sudah digunakan untuk menyampaikan

materi thaharah di kelas.Dalam pelaksanaannya peneliti akan

berkolaborasi dengan guru kelas VII SMP N 2 Karanggede yaitu

guru kelas VII. Peneliti sebagai pelaku penelitian sedangkan guru

kelas bertindak sebagai pengamat.

Model penelitian secara garis besar terdapat empat tahapan

yang lazim dilalui dan dimulai dari tahap perencanaan,

pelaksanaan tindakan pengamatan dan refleksi yang diikuti dengan

perencanaan ulang. Adapun model dan penjelasan untuk

(32)

Gambar 1.1

Penelitian Tindakan Kelas

Gambar 1.1 . Penelitian Tindakan Kelas, (Hopkins, 1993), dalam

(Arikunto 2008: 16)

Penjelasan alur gambar 1.1

a. Perencanaan

Dalam tahap ini peneliti menjelaskan tentang apa,

mengapa, kapan, dimana, oleh siapa dan bagaimana tindakan

dilakukan.

Pelaksanaan

Perencanaan Pengamatan

Siklus I

Refleksi

Pelaksanaan

Siklus II Pengamatan Perencanaan

Refleksi

(33)

b. Pelaksanaan

Penelitian tindakan adalah pelaksanaan yang merupakan

implementasi atau penerapan isi rancangan, yaitu mengenakan

tindakan kelas.

c. Pengamatan (observasi)

Pengamatan (observasi) adalah suatu pengamatan langsung

terhadap peserta didik dengan memperhatikan tingkah lakunya

secara teliti (Farikhah, 2006:10). Observasi dimaksudkan untuk

melihat atau mengamati serta mendokumentasikan

pengaruh-pengaruh yang muncul sebagai akibat dari tindakan yang

dilakukan. Disini penulis melakukan pengamatan aktivitas siswa

selama kegiatan belajar mengajar berlangsung, mengukur

ketercapaian indikator serta menganalisis dampak yang timbul

dari media gambar.

d. Refleksi

Refleksi dalam penilaian tindakan kelas dipahami sebagai

kegiatan analisis sintesis, pemaknaan, penjelasan, dan evaluasi

terhadap informasi yang diperoleh dalam pelaksanaan tindakan.

Pelaksanaan tindakan tidak hanya dilakukan diakhir tindakan,

melainkan dilakukan pada saat merancang tindakan, saat

tindakan dilakukan dan saat setelah tindakan berakhir. Kegiatan

(34)

konteks pembelajaran yang dilakukannya, termasuk siswa dan

lingkungannya.

4. Instrumen Penelitian

Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut:

a. Soal Tes

Soal tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat

lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan

intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu

atau kelompok (Arikunto, dkk, 2006:150).

Menurut Muliawan (2014:191), tes adalah teknik

pengumpulan data dimana objek yang diteliti diminta

mengerjakan tugas atau pekerjaan tertentu yang diberikan

peneliti.Tes dilakukan sebagai alat ukur untuk mengukur

pemahaman siswa terhadap materi yang sudah dipelajari. Dalam

hal ini tes yang peneliti lakukan bentuknya berupa soal pilihan

ganda dan esai.

b. Lembar Observasi

Lembar observasi merupakan lembar yang berisi pedoman

dalam melaksanakan pengamatan di dalam kelas, terdiri dari

beberapa butir yang digunakan pengamat untuk menilai proses

(35)

monitoringdan evaluasi setiap tindakan agar kegiatan observasi

tidak terlepas dari konteks permasalahan dan tujuan penelitian.

c. Lembar Kegiatan Siswa

Lembar kegiatan siswa merupakan lembar yang

memfasilitasi siswa untuk dapat menemukan pengetahuan dan

latihan sesuai dengan kompetensi dasar yang diharapkan dalam

rencana pembelajaran.

d. RPP

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana

yang menggambarkan prosedur pengorganisasian pembelajaran

untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam

standar isi dan dijabarkan dalam silabus. Maka ringkasnya RPP

adalah rencana operasional kegiatan pembelajaran atau beberapa

KD dalam setiap tatap muka di kelas. Lingkup RPP paling luas

mencakup 1 (satu) kompetensi dasar yang terdiri atas 1 (satu)

indikator atau beberapa indikator untuk 1 (satu) kali pertemuan

atau lebih.

RPP harus berupa kegiatan konkret setapak demi setapak

yang dilakukan oleh guru di kelas dalam mendamingi siswa.

Satu hal yang sangat penting dalam menyusun RPP adalah

bahwa kegiatan pembelajaran harus diarahkan agar berfokus

pada siswa, sedangkan guru berperan sebagai pendamping,

(36)

materi, pengalaman belajar, interaksi belajar mengajar harus

memungkinkan peserta didik berinteraksi dan aktif, sedang guru

memfasilitasi dan mendampinginya.

e. Silabus

Silabus adalah rencana pembelajarn pada suatu kelompok

mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar

kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran,

kegiatan pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan

sumber/bahan/alat belajar. Silabus merupakan penjabaran

standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalam materi

pokok/pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi untuk

penilaian.

5. Pengumpulan Data

Data dalam penelitian ini bersumber dari interaksi antara

guru dengan kolaborator, kepala sekolah, maupun peserta didik

dalam proses pembelajaran PAI. Pengumpulan data dilakukan

dengan beberapa metode berikut ini:

a. Metode Observasi

Metode observasi dapat diartikan sebagai pengamatan dan

pencatatan secara sistematik terhada gejala yang tampak pada

obyek penelitian. Pengamatan dan pencatatan yang dilakukan

(37)

sehingga observasi berada bersama obyek yang diteliti atau

diselidiki (Margono, 2000:158).

Penelitian ini menggunakan alat pengumpulan data yang

berupa pedoman pengamatan dan observasi partisipasi dengan

tujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan pembelajaran

PAI di kelas VII SMP N 2 Karanggede. Adapun cara yang

digunakan adalah mengadakan observasi secara langsung

pembelajaran PAI di kelas VII, dengan cara melihat mendengar

dan pengindraan lainnya.

Dalam pelaksanaan observasi ini, peneliti dibantu oleh Ibu

SD.selaku guru kelas VIISMPN 2 Karanggede sekaligus sebagai

kolaborator peneliti.

b. Soal Tes

Soal tes digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman

siswa terhadap materi yang telah dipelajari. Dalam hal ini tes

yang digunakan berupa tes individu. Tes dilakukan pada setiap

akhir siklus.

c. Metode Dokumentasi

Metode dokumentasi adalah pendekatan untuk mencari data

mengenai hal-hal berua catatan, surat kabar, majalah,

buku-buku, transkrip, notulen rapat, agenda dan sebagainya.

(38)

Metode dokumentasi ini digunakan sebagai penguat dan

pelengkap data yang tidak diperoleh dari wawancara dan

observasi. Adapun dokumentasi yang digunakan berupa tugas

siswa, daftar nilai siswa. Selain itu dokumentasi yang digunakan

yaitu hasil kerja siswa, baik dalam tugas individu maupun

kelompok, dan hasil tes formatif siswa pada setip siklus.

6. Analisis Data

Secara umum, studi ini bertujuan untuk mencari data dan

informasi yang kemudian dianalisis dan ditata secara sistematis

dalam rangka menyajikan gambaran yang semaksimal mungkin

tentang penerapan media audio visualdalam upaya meningkatkan

hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI dengan materi

Thaharahdi kelas VIISMP N 2 Karanggede Kabaupaten Boyolali.

Data disajikan secara diskriptif kualitatif dan diskripsi kuantitatif.

Data kualitatif berua catatan lapangan dan tugas siswa. Sedangkan

data kuantitatif adalah hasil tes siswa selama kegiatan belajar

mengajar dan setelah selesai materi diajarkan (pre test-post

test).Pre-test adalah suatu test yang dilaksanakan oleh pendidik

terhadap peserta didik sebelum seluruh rangkaian penelitian

dimulai sedangkan yang dimaksud dengan post-test adalah sustu

test yang dilaksanakan oleh pendidik terhadap warga didik setelah

seluruh rangkaian pelatihan berakhir. Pertanyaan yang berada

(39)

post-test. Tujuannya adalah untuk mengetahui tingkat penyeraapan

informasi dari siswa selama proses pembelajaran.

Adapun teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini

adalah sebagai berikut:

a. Teknik Analisis Data Kuantitatif

Data kuantitatif berupa hasil belajar dari aspek kognitif,

dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif

dengan menentukan presentase ketuntasan belajardan mean

(rerata) kelas.

Mean dicari dengan menggunakan rumus:

̅ =

Keterangan

̅= Rata-rata hasil belajar

∑x=Jumlah seluruh nilai tes

n= Jumlah peserta didik (Djamarah, 2000: 264)

Untuk menghitung prosentase ketuntasan belajar siswa,

digunakan rumus sebagai berikut:

P =Ʃ

Ʃ x 100

Keterangan:

P= prosentase ketuntasan klasikal

Ʃ = Frekuensi siswa tuntass KKM

(40)

b. Teknik Analisis Data Kualitatif

Untuk data kualitatif, analisis yang digunakan adalah

analisis diskritif kualitatif, yaitu analisis data yang diwujudkan

bukan dalam bentuk angka-angka, melainkan dalam bentuk laporan

dan uraian diskritif.(Moeleong, 2013:5)

Penilaian lembar pengamatan pengelolaan pembelajaran

guru yang dilakukan oleh observer disesuaikan dengan pedoman

penskoran pada tabel sebagai berikut:

Tabel 1.1

Pedoman Penskoran Pengelolaan Pembelajaran Guru

Skor Kriteria Penilaian

4 Pengelolaan pembelajaran guru sangat baik

3 Pengelolaan pembelajaran guru baik

2 Pengelolaan pembelajaran guru cukup baik

1 Pengelolaan pembelajaran guru kurang baik

(Sugiyono, 2010:141)

Setelah direkapitulasi , skor tersebut dihitungdengan rumus:

Persentase=Ʃ

Ʃ x 100%

Hasil perhitungan kemudian dikonsultasikan dalam kriteria

skor pengelolaan pembelajaran PAI oleh peneliti sebagai berikut:

(41)

Kriteria Hasil Analisis Aktivitas Guru

Tingkat keberhasilan (%) Arti

85 - 100% Sangat baik (SB)

65–84% Baik (B)

55–64% Cukup (C)

0–54% Kurang (K)

(Aqib, 2011:161)

Selanjutnya pedoman penskoran untuk mengamati aktivitas

siswa selama proses pembelajaran PAI dengan menggunakan

mediaaudio visualdapat disesuaikan dengan pedoman penskoran

pada tabel sebagai berikut:

Tabel 1.3

Pedoman Penskoran Aktivitas Belajar Siswa

No Nama Aspek Yang Diamati Jumlah

Minat Siswa Keaktifan

Setelah direkapitulasi , skor tersebut dihitung dan

dirata-rata dengan rumus:

Persentase=Ʃ

Ʃ x 100%

Hasil perhitungan kemudian dikonsultasikan dalam kriteria

(42)

Tabel 1.4

Kriteria Hasil Analisis Aktivitas Siswa

Tingkat keberhasilan (%) Arti

85 - 100% Sangat baik (SB)

65–84% Baik (B)

55–64% Cukup (C)

0–54% Kurang (K)

(Aqib, 2011:161)

H. Sistematika Penulisan

Penulisan skripsi tentang “Peningkatan Hasil Belajar PAI

MateriThaharah dengan Media Audio Visual pada Siswa Kelas VII SMP

Negeri 2 Karanggede Semester Gasal Tahun Ajaran 2017/2018”,secara

keseluruhan terdiri dari limabab.Masing masing bab disusun secara rinci

dan sistematis. Adapun sistematika pembahasan dan penulisannya sebagai

berikut:

BAB I: Merupakan pendahuluan yang berisi tentang latar belakang

masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, hipotesis tindakan dan

indikator keberhasilan, kegunaan penelitian, definisi operasional, metode

penelitian, dan sistematika penulisan.

BAB II: dalam Bab ini penulis mengemukakan kajian pustaka dari

tiap-tiap variabel penelitian dan penelitian yang relevan.

BAB III: Dalam Bab ini Berisikan Pelaksanaan Penelitian yang

(43)

BAB IV: Hasil Penelitian dan Pembahasan yang terdiri dari: Hasil

Penelitian dan Pembahasan Hasil Penelitian.

BAB V: Dalam Bab ini berisikan Penutup, berisikan Kesimpulan

(44)

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

A. Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam

1. Pengertian Hasil Belajar

Menurut Poerwodarminto dalam Ngiryanto (2008:9) bahwa hasil

merupakan prestasi yng telah telah dicapai dari apa yang dilakukan,

dikerjakan dan sebagainya. Sedangkan menurut Tirtonagoro dalam

Ngiryanto (2008:9) bahwa “hasil merupakan usaha yang dilakukan

dengan maksimal dan menghasilkan perubahan dan dinyatakan dalam

bentuk yang menunjukkan kepada anak atas kemampuannya dalam

mencapai prestasi kerja dalam waktu tertentu”. Dari pengertian tersebut

dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil ialah segala sesuatu yang diperoleh

seseorang setelah melakukan sesuatu.

Belajar adalah suatu kata yang identik dengan siswa dan sekolah

karena memang sudah umum jika kegiatan belajar banyak dilakukan oleh

seorang siswa dan bertempat di sekolah. Akan tetapi, belajar sebenarnya

tidak hanya dilakukan di sekolah dan tidak harus seorang siswa, semua

orang dapat belajar dan dimanapun seseorang dapat belajar selama

mempelajari hal-hal yang berguna. Beberapa pakar mengemukakan

pendapatnya mengenai pengertian belajar.

Menurut Samino (2012:199) belajar adalah proses yang harus

(45)

dapat berhasil dengan baik. Sedangkan menurut Marsudi dalam Samino

(2012:23) menyimpulkan pengertian hasil belajar sebagai berikut:

a. Belajar pada dasarnya membawa sesuatu perubahan baik dalam

perubahan perilaku aktual maupun potensial.

b. Perubahan tersebut pada dasarnya diperoleh

pengalaman/kecakapan baru (dari tidak bisa menjadi bisa, dari

tidak mampu menjadi mampu, dari tidak terampil menjadi tidak

terampil, dll).

c. Perubahan tersebut terjadi karena usaha (disengaja).

d. Perubahan cenderung menetap (tidak hilang begitu saja).

e. Perubahan tersebut menyangkut kognitif, afektif dan psikomotorik.

Menurut Depdiknas dalam Ngiryanto (2008:11) “belajar adalah

perubahan yang sedang dialami atau hasil yang telah diperoleh yang

menyebabkan individu berubah dari keadaan semula ke keadaan yang

baru yang sifatnya kuantitatif maupun kualitatif ke taraf yang lebih tinggi

dari semula”.

Dalam belajar dimaksudkan ada perubahan yang bersifat positif

dan bertahan lama atau permanen. Meskipun dalam belajar anak

mendapatkan perubahan tetapi jika perubahan tersebut mengarah pada

sesuatu yang negatif maka hal itu tidak dapat disebut dengan belajar atau

hasil belajar.

Dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu kegiatan yang

(46)

tujuan. Perubahan yang diperoleh dari hasil belajar bersifat positif dan

tidak hilang begitu saja.

Penyelenggaraan pendidikan di Indonesia diatur dalam

undang-undang yang diatur oleh Departemen Pendidikan Nasional. Dalam

undang-undang tersebut mengatur tentang kurikulum, jenjang, jam belajar

sampai pelaksanaan pembelajaran di kelas. Dalam UU No. 20 Tahun

2003 tentang Sisdiknaspasal 58 (1) disebutkan bahwa pengertian hasil

belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses,

kemajuan, dan perbaikan hasil belajar peserta didik secar

berkesinambungan.

Menurut Arikunto (1990:102) yang dimaksud dengan hasil belajar

adalah suatu hasil yang diperoleh siswa setelah mengikuti proses

pengajaran yang dilakukan oleh guru. Hasil belajar ini biasanya

dinyatakan dalam angka, huruf, atau kata-kata baik, sedang, kurang.

Menurut Dengeng dalam Made Wena (2011:6) hasil pembelajaran

adalah semua efek yang dapat dijadikan sebagai indikator tentang nilai

dari penggunaan strategi pembelajaran di bawah kondisi yang berbeda.

Variabel hasil pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi 3, yaitu:

a. Keefektifan pembelajaran, diukur dari tingkat pencapaian siswa, dan

terdapat empat indikator untuk mendiskripsikan, yaitu (1)

kecermatan penugasan perilaku yang dipelajari, (2) kecepatan untuk

(47)

b. Efisiensi pembelajaran, diukur dengan perbandingan antara

keefektifan dan jumlah waktu yang dipakai siswa dan jumlah biaya

yang digunakan dalam pembelajaran.

c. Daya tarik pembelajaran, diukur dengan mengamati kecenderungan

siswa untuk terus belajar.

Sedangkan Bloom dalam Samino (2012:49) membedakan hasil

belajar menjadi tiga ranah, yaitu ranah kognitif (pengetahuan), ranah

afektif (sikap), dan ranah psikomotorik (keterampilan motorik).

a. Ranah kognitif terdiri atas enam perilaku, yaitu:

1) Pengetahuan, mencangkup kemampuan ingatan tentang hal-hal

yang dipelajari dan tersimpan dalam ingatan. Pengetahuan tersebut

dapat berkenaan dengan fakta, peristiwa, pengertian, kaidah, teori,

prinsip, atau metode.

2) Pemahaman, mencangkup kemampuan menangkap inti sari dan

makna hal-hal yang dipelajari.

3) Penerapan, mencangkup kemampuan menerapkan metode, kaidah

untuk menghadapi masalah yang nyata dan baru. Perilaku ini

biasanya nampak dalam menggunakan prinsip.

4) Analisis, mencangkup kemampuanmerinci suatu kesatuan kedalam

bagian-bagian sehingga struktur keseluruhan dapat dipahami

dengan baik.

5) Sintetis, mencangkup kemampuan membentuk pola baru, misal

(48)

6) Evaluasi, mencangkup kemampuan membentuk pendapat tenatang

beberapa hal berdasarkan kriteria tertentu. Sebagai contoh menilai

hasil karangan.

b. Ranah afektif terdiri dari lima jenis perilaku, yaitu:

1) Penerimaan, yang mencangkup kepekaan tentang hal-hal tertentu

dan kesediaan memperhatikan hal tersebut.

2) Partisipasi, yang mencangkup kerelaan. Kesediaan memperhatikan

dan berpartisipasi dalam suatu kegiatan.

3) Penilaian dan penentuan sikap, mencangkup penerimaan terhadap

suatu nilai, menghargai, mengakui, dan menentukan sikap.

4) Organisasi, yang mencangkup kemampuan membentuk suatu nilai

sebagai pedoman dan pegangan hidup.

5) Pembentukan pola hidup, yang mencangkup kemampuan

menghayati nilai, dan membentuknya menjadi pola nilai

kehidupan pribadi.

c. Ranah psikomotorik terdiri dari tujuh perilaku atau kemampuan

psikomotorik, yaitu:

1) Persepsi, yang mencangkup kemampuan memilah-milahkan

(mendeskripsikan) sesuatu secara khusus dan menyadari adanya

perbedaan antar sesuatu tersebut.

2) Kesiapan, yang mencangkup kemampuan menempatkan diri

(49)

rangkaian gerakan. Kemampuan ini mencangkup aktivitas jasmani

dan rohani (mental).

3) Gerakan terbimbing, yaitu mencangkup kemampuan melakukan

gerakan contoh, atau sesuai peniruan.

4) Gerakan terbiasa, yang mencangkup kemampuan melakukan

gerakan-gerakan tanpa contoh.

5) Gerakan kompleks, yang mencangkup kemampuan melakukan

gerakan atau keterampilan yang terdiri dari banyak tahap secara

lancar, efisiendan tepat.

6) Penyesuaian pola gerakan, yang mencangkup kemampuan

melahirkan pola-pola gerak-gerik yang baru atas dasar prakarsa

sendiri.

7) Kreatifitas, yang mencangkup kemampuan melahirkan pola-pola

gerak-gerik yang baru atas dasar prakarsa sendiri.

Menurut Gagne dan Dricoll dalam Ekawarna (2013:70) hasil

belajar bukan merupakan hasil tunggal, melainkan proses yang luas dan

dibentuk oleh pertumbuhan dan perkembangan tingkah laku, dimana

tingkah laku tersebut merupakan hasil dari efek kumulatif dari belajar.

Dari beberapa pengertian yang telah dikemukakan sebelumnya,

dapat diambil kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan hasil belajar

adalah hasil yang diperoleh seserang setelah melakukan kegiatan belajar

(50)

2. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Hasil Belajar

Menurut Samino (2012:56) belajar merupakan proseskegiatan

untuk mendapatkan perubahan tingkah laku bagi peserta didik atau subjek

belajar. Akan tetapi, dalam kenyataanya banyak faktor yang ikut

mempengaruhi, yang biasa dibagi menjadi faktor internal peserta didik dan

faktoreksternal peserta didik.

a. Faktor Internal

Faktor internal pada dasarnya dapat dilihat dari dua sisi yaitu dari

sisi fisiologisdan sisi psikologis. Pada sisifisiologis terletak pada kondisi

peserta didik. Faktor psikologis memiliki peranan penting yang dapat

dipandang sebagai berfungsinya pikiran peserta didik dalam hubunganya

dengan pemahaman bahan pelajaran, sehingga penguasaan terhadap bahan

pelajaran lebih mudah dan lebih efektif.

Thomas F.Staton dalam Samino (2012:57) menguraikan 6 macam

faktor psikologis, yaitu (a) motivasi, (b) konsentrasi, (c) reaksi, (d)

organisasi, (e) pemahaman, dan (f) ulangan.

1) Motivasi

Peserta didik berhasil belajarnya manakala dalam dirinya

terdapat keinginan untuk belajar. Keinginan atau dorongan tersebut

disebut dengan motivasi. Motivasi dalam hal ini meliputi dua hal

yaitu: (1) mengetahui apa yang ingin dipelajari, dan (2) memahami

(51)

berdampak pada kegiatan belajar mengajar yang sulit untuk

berhasil.

2) Konsentrasi

Konsentrasi dimaksudkan memusatkan segenap kekuatan

perhatian pada situasi belajar. Unsur motivasi dalam hal ini sangat

membantu tumbuhnya prses pemusatan perhatian. Dalam

konsentrasi ini, keterlibatan mental secara detail sangat diperlukan

sehingga tidak “perhatian” sekedarnya. Dalam belajar dapat terjadi

perhatian sekedarnya sehingga tidak konsentrasi, materi pelajaran

yang masuk dalam pikiran akan samar-samar didalam kesadaran.

3) Reaksi

Dalam kegiatan belajar diperlukan keterlibatan unsur fisik

maupun mental, sebagai suatu wujud reaksi. Pikiran dan

otot-ototnya harus dapat bekerja secara harmis sehingga subjek belajar

itu bertindak atau melakukannya.

4) Organisasi

Belajar juga dapat dikatakan sebagai kegiatan

mengorganisasikan, menata atau menempatkan bagian-bagian

bahan pelajaran kedalam suatu kesatuan pengertian. Perbedaan

belajar yang berhasil dengan kebingungan, kemungkinan besar

hanya perbedaan antara cara penerimaan dan pengaturan fakta, ide

dalam pikiran peserta didikyang belajar. Maka diperlukan

(52)

kompetensi dasar. Dengan demikian akan terjadi prses belajar yang

logis, efektif dan terorganisir.

5) Pemahaman

Pemahaman atau comprehension dapat diartikan menguasai

sesuatu dengan pikiran. Maka dari itu belajar berarti harus mengerti

secara mental makna filosofisnya, maksud dan implikasinya serta

aplikasinya, sehingga menyebabkan siswa dapat memahami suatu

situasi.

6) Ulangan

Dalam proses pembelajaran banyak diketahui bahwa tidak

semua peserta didik dapat mengingat semua pembelajaran dengan

baik. Karena pada umumnya setiap manusia termasuk peserta didik

memiliki sifat lupa, tetapi semua menyadari bahwa tidak berlebihan

dalam lupa itu.

b. Faktor Eksternal

Keberhasilan belajar siswa disamping dibentuk oleh faktor internal

juga ditentukan oleh faktor eksternal, yaitu sebagai faktor yang ada diluar

diri siswa yang memberikan pengaruh terhadap aktivitas dan hasil belajar

yang dicapai oleh siswa.

Faktor-Faktor eksternal yang mempengaruhi aktivitas belajar siswa

(53)

1) Lingkungan sosial

Yang termasuk lingkungan sosial antara lain: linkungan sosial

sekolah, lingkungan sosial siswa, dan lingkungan sosial yang lebih

banyak mempengaruhi kegiatan belajar ialah orang tua dan keluarga

siswa itu sendiri.

2) Lingkungan Non Sosial

Faktor-faktor yang mempengaruhi lingkungan non sosial

adalah gedung sekolah dan letaknya rumah tempat tinggal keluarga

siswa dan letaknya, alat-alat belajar, keadaan cuaca dan waktu

belajar yang digunkan siswa.

B. Pendidikan Agama Islam MateriThaharah

1. Pendidikan Agama Islam

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti merupakan pendidikan

yang secara mendasar menumbuhkembangkan akhlak siswa melalui

pembiasaan dan pengamalan ajaran Islam secara menyeluruh (kaffah).

Oleh karena itu, Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti sebagai suatu

mata pelajaran diberikan pada jenjang SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, dan

SMK/MAK, baik yang bersifat kokurikuler maupun ekstrakurikuler.

(Kemendikbud, 2017:1)

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti dikembangkan dengan

tujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam hal keimanan dan

(54)

Tujuan pendidikan ini kemudian dirumuskan secara khusus dalam

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti sebagai berikut:

a. menumbuhkembangkan aqidah melalui pemberian, pembinaan, dan

pengembangan pengetahuan, penghayatan, pengamalan, pembiasaan,

serta pengalaman siswa tentang Agama Islam sehingga menjadi

muslim yang terus berkembang keimanan dan ketakwaannya kepada

Allah Swt; dan

b. mewujudkan manusia Indonesia yang taat beragama dan berakhlak

mulia yaitu manusia yang berpengetahuan, rajin beribadah, cerdas,

produktif, jujur, adil, etis, berdisiplin, bertoleransi (tasamuh),

menjaga keharmonisan secara personal dan sosial serta

mengembangkan budaya agama dalam kehidupan sebagai warga

masyarakat, warga negara, dan warga dunia. (Kemendikbud, 2017:3)

2. PengertianThaharah

Menurut Abdurrahman (2006:24), secara bahasa, thaharah berarti

bersih atau suci, sedangkan dalam tinjauan agama berarti mengerjakan

sesuatu yang menyebabkan seseorang diperbolehkan untuk mengerjakan

shalat. Begitu juga dengan Al-Mahfani (2008:1) memberikan pengertian

thaharah secara bahasa adalah bersih atau bersuci. Sedangkan menurut

istilah fiqh, yang dimaksud dengan thaharah adalah bersuci dengan

alat-alat dan cara-cara yang telah ditetapkan oleh syara’ untuk menghilangkan

(55)

Tharah dalam hukum Islam menduduki tempat yang paling penting

karena salah satu syarat diterimanya ibadah sholat adalah dengan bersuci

terlebih dahulu.

3. Alat Bersuci

Alat yang digunakan untuk bersuci atau thaharah ada empat

macam, yaitu:

a. Air, yaitu air suci yang mensucikan.

b. Debu yang suci dan bersih dari kotoran.

c. Sama’atau kulit hewan yang telah disucikan.

d. Batu untuk istinja’, dengan syarat satuan, beku dan suci (Al-Faridy,

2009:10)

Al-Mahfani (2008:5) memberikan keterangan mengenai alat

bersuci yaitu:

a. Air

Macam-macam air diantaranya ialah:

1) Air Mutlak, adalah air yang dapat digunakan untuk bersuci, yaitu

air yang suci mensucikan. Artinya air itu suci zatnya dan

mensucikan yang lain. Yang termasuk air mutlak adalah:

a) Air hujan.

b) Air salju.

c) Air embun.

d) Air laut.

(56)

f) Air sumur.

g) Air sungai.

2) Air musta’mal,adalah air yang telah terpakai untuk bersuci.

Namun dalam pendapat lain, air musta’mal bisa

mensucikan jika air tersebut adadua kulah sebagaimana

pendapat Rasjid (2006:15)

3) Air suci akan tetapi tidak mensucikan seperti air dalam

buah-buahan dan air minum.

4) Air bernajis adalah air yang bercampur dengan najis. Dalam hal

ini, jika sifat air tidak berubah, maka air tersebut tetap suci dan

mensucikan.

b. Debu

Debu hanya bisa digunakan bersuci dari hadas, dan tidak dapat

digunakan untuk bersuci dari najis. Oleh sebabitu, jika selesai buang

hajat dan tidak memungkinkan untuk bersuci dengan air, maka bersuci

dahulu dengan benda padat.

c. Benda padat.

yaitu benda selain air dan debu, seperti batu, kayu, tanah kering,

(57)

4. Thaharahdari Hadas

Dalam hal ini yaituthaharahdari hadas ada tiga aspek, yaitu wudu,

mandi, dan tayamum. Untuk lebih jelasnya penulis akan membahasnya

secara lebih terperinci.

a. Wudu

1) Pengertian Wudu

Menurut bahasa, wudu berasal dari katawada’ahyang berarti

kebersihan, kecantikan, keindahan, dan cahaya. (Salim, 2009:61)

2) Syarat Wudu

a) Islam.

b) Mumayiz, yaitu dapat membedakan baik buruknya sesuatu.

c) Tidak berhadas besar.

d) Dengan air suci dan mensucikan.

e) Tidak ada yang menghalangi sampainya air ke kulit (anggota

wudu).

f) Mengetahui syarat dan sunah wudu

3) Rukun Wudu

Yaitu perkara-perkara yang harus dipenuhi dalam wudu ada 6

yaitu:

a) Niat, yaitu menyatakan di dalam hati “saya niat menghilang hadas kecil sebagai kewajiban karena Allah” atau “saya niat

(58)

b) Membasuh Muka

Batasan muka dari atas ke bawah adalah antara tempat

tumbuh rambut hingga ujung dagu, dan dari samping antara

kedua telinga. Diharuskan membasuh muka dengan melewati

batasan dia atas dan tidak terdapat sesuat yang menghalangi air

mengenai seluruh kulit muka telah terbasuh.

c) Membasuh dua tangan hingga siku.

Dalam membasuh kedua tangan ini harus diyakini

bahwa air basuhan mengenai seluruh bagian tangan dari ujung

jari sampai siku dan tidak boleh terdapat sesuatu yang

menghalanginya bahkan kotoran yang terdapat di bawah kuk

apabila keberadaanya menghalangi air sampai ke ujung jari ia

harus dibersihkan, kalau tidak dibersihkan maka wudunya

menjadi tidak sah yang mengakibatkan salatnya tidak sah.

d) Mengusap sebagian kepala atau rambut dengan tangan yang

telah dibasahi.

Batas rambut yang diusap ialah rambut yang berada

dibagian kepala, bukan rambut yang berada di luar batas kepala

bagi pemilik rambut yang panjang.

Rasjid (2006:25) memberikan keterangan mengenai

mengusap sebagian kepala, bahwa sebaiknya tidak kurang dari

selebar ubun-ubun, baik yang disapu itu kulit kepala ataupun

(59)

e) Membasuh dua kaki hingga dua mata kaki.

Sebagaimana halnya dengan tangan kaki terdapat

kuku-kuku jari kaki yang terkadang menyimpan kotoran. Kotoran

tersebut harus dibersihkan agar air basuhan mengenai

ujung-ujung jari kaki yang terletak di bawah kuku, kalau tidak maka

wudunya menjadi tidak sah yang berakibat solatnya tidak sah

pula.

f) Tertib, yaitu berurutan dalam melaksanakan basuhan-basuhan

sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

4) Sunnah Wudu

Menurut Nasution (1987: 17-23), ada beberapa hal yang

sunnah dilakukan dalam mengerjakan wudu yaitu:

a) Membaca basmalah pada awalnya

b) Membasuh kedua telapak tangan sampai ke pergelangan

sebanyak tiga kali sebelum berkumur

c) Madhmadhah (berkumur) yaitu memasukkan air ke mulut

sambil menggoocangkannya, kemudian membuangnya.

d) Istinsyaq, yaitu memasukkan air ke hidung kemudian

membuangnya

Hal ini berdasarkan hadits nabi yang diriwayatkan oleh

(60)

Barang siapa berwudu hendaklah ia menaruh air

dihidungnya kemudian menghembuskan.

e) Menyapu seluruh kepala

f) Menyapu kedua telinga

Setelah selesai menyapu kedua kepala, disunnahkan

menyapu kedua daun telinga luar dan dalamnya dengan

g) Menyela-nyela janggut dengan jari

h) Mendahulukan yang kanan atas yang kiri

i) Membasuh setiap anggota tiga kali

j) Muwalah atau berturut-turut, yakni melakukan perbuatan wudu

secara berurutan, tidak berselang lama antara satu dengan yang

lainnya

k) Menghadap kiblat

l) Menggosok anggota-anggota wudu khususnya bagian tumit.

m) Menggunakan air dengan hemat

Sabiq (1973:94) menambahkan sunah wudu:

a) Menggosok gigi atau siwak

b) Menyilang-nyilangi anak-anak jari, baik jari-jari tangan maupun

jari-jari kaki.

c) Berdoa pada setiap basuhan anggota wudu.

d) Berdoa selesai berwudu.

(61)

5) Hal-Hal yang Membatalkan Wudu

Menurut Rasjid (2006:30) ada empat hal yang

dapatmenyebabkan batalnya wudu, yaitu:

a) Keluar sesuatu dar dubur atau qubul, atau dari salahsatunya,

baik berupa benda padat, cair, maupun angin, baikyang biasa

maupun yang tidak biasa, seperti darah, baikyang keluar itu

najis ataupun suci, seperti ulat.

b) Hilang akal, baik disebabkan karena gila, mabuk, ataupuntidur

dengan tempat keluar angin tidak tertutup (tidakdalam posisi

duduk).

c) Bersentuhan kulit laki-laki dengan kulit perempuan yangbukan

mahram dan keduanya telah baligh. Hal ini adalahpendapat

imam syafi’i.

d) Menyentuh kemaluan dengan telapak tangan, baikkemaluannya

sendiri ataupun orang lain, baik kemaluanorang dewasa

maupun kemaluan anak-anak.

6) Hikmah Wudu

Salah satu hikmah wudu adalah sebagai pembersihan diri

dan penyempurnaan nikmat Allah yang diberikan kepadamanusia.

(62)

   

   

   

  

  

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendakmengerjakan

shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmusampai dengan siku,

dan sapulah kepalamu dan (basuh)kakimu sampai dengan kedua

mata kaki, dan jika kamu junubMaka mandilah, dan jika kamu sakit

atau dalam perjalananatau kembali dari tempat buang air (kakus)

atau menyentuhperempuan, lalu kamu tidak memperoleh air,

Makabertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih);

sapulahmukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak

hendakmenyulitkan kamu, tetapi dia hendak membersihkan kamu

danmenyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

a) Bermanfaat bagi kesehatan

(1) Membasuh tangan hingga pergelangan.

Tangan adalah salah satu media yang sangatrentan

(63)

benda atau tangan orang lain, makapotensi berpindahnya

kuman besar terjadi, seperti padapenyakit batuk, pilek, diare

dan lain-lain.

Dengan membasuh tangan, maka tangan menjadi

bersih, sehat dan suci. Sensasi rasa segar pada syaraf-syaraf

tangan membuat kita merasa santai dan pikiran menjadi

kendor dan tenang setelah bekerja atau melakukan aktifitas

keseharian. Membasuh tangan dilakukan dengan sempurna

dengan menyilangkan jari-jari kanan dengan jari-jari kiri.

Bacalah bismillah di permulaan membasuh tangan. Selingilah

dengan berdzikir atau beristighfar mengingat nikmat Allah.

rasakan kesejukan air mengalir dalam batin anda. Ini adalah

pintu menuju sholat khusyuk.

Dan baru-baru ini penelitian yang dilakukan Great Lakes Recruits Command Center Angkatan Laut Amerika

Serikat di Illinois membuktikan mencuci tangan secara

teratur dapat memperlambat penyebaran virus demam serta

penyakit inveksi lain (Musbikin, 2008:93).

(64)

Mulut adalah tempat makanan dikunyah.Adanya

sisa-sisa pencernaan, menjadikan mulut sebagaitempat

bersarangnya bibit penyakit, mulut juga tampatkeluar

kata-kata buruk, ghibah dan fitnah yangmenyakiti orang

lain.

Mencuci mulut dengan cara berkumur-kumurdan

menggosok gigi dapat membersihkan bibit penyakitdan

simbol penyucian diri dari hal-hal yang dilarangagama.

Baduweilan dalam Musbikin

(2008:17)menyebutkan bahwa berkumur ketika berwudu

ternyatadapat mencegah penyakit pilek sebanyak 30%.

(3) Mencuci lubang hidung.

Allah telah memberi kita nikmat berupa bulu-bulu

hidung yang menyaring kotoran dari udara yang kita hirup.

Namun karena polusi yang berlebihan, kuman masih dapat

bersarang di hidung. Dengan mencuci hidung, bibit-bibit

penyakit pilek, batuk, flu, cacar air dan TBC dapat

dihindarkan masuk ke dalam tubuh kita. Pernafasan

menjadi lancar sehingga baik bagi paru-paru kita. Sertailah

dengan berdzikir atau beristighfar mengingat nikmat Allah.

Menghirup air ke hidung satu kali

(65)

dalamrongga hidung. Dan jika seseorang menghirup air

kehidung sebanyak tiga kali dapat membersihkan

seluruhkuman yang ada di rongga hidung

(Al-Bantanie,2010:58)

(4) Membasuh muka

Membasuh dan disertai gosokan lembut padawajah,

akan membersihkan kotoran yang melekat danmenyegarkan

kulit wajah. Selain peredaran darahmenjadi lancar, wajah

akan terlihat bersih dan segar.

Muka adalah tempat mata. Mata terkadang

melakukandosa-dosa kecil baik yang sengaja maupun yang

tidakkita sengaja yang perlu disucikan. Basuhlah

sambilberdzikir dan beristighfar kepada Allah.

(5) Membasuh kedua tangan dan sampai siku

Membasuh tangan disertai gosokan lembutdapat

memulihkan fisik yang kelelahan, bahkan

mampumengatasii pembengkakan di daerah tangan, lengan

dansiku. Tangan juga terkadang melakukan atau

mengantarkita pada perbuatan dosa- dosa kecil sehingga

perludisucikan. Basuhlah kedua tangan dan hingga

(66)

(6) Membasuh kepala

Membasuh kepala baik sebagian kepala

ataukeseluruhan kepala bahkan sampai ke tengkuk

dapatmenurunkan suhu badan. Membasuh kepala sangat

baikuntuk menurunkan stress dan tekanan darah tinggi

sertamelancarkan darah ke otak. Basuhlah sambil

berdzikirdan beristighfar kepada Allah. Kita berdo’a agar

dosadosaakibat pikiran-pikiran kita yang buruk

kepadaorang lain dapat dihapuskan dan tidak kita ulangi.

(7) Mengusap telinga

Membasuh telinga sambil memijit-mijit

dapatmenjadi terapi untuk menurunkan emosi. Di saat

kitategang atau marah, terasa kuping menjadi panas

danmemerah. Usapan air pada telinga akan

mampumenghilangkan ketegangan ini. Telinga juga tempat

kitaterkadang mendengar hal-hal buruk tentang orang

lainatau suara/bunyi maksiat yang menjadikan kita

berdosakarenanya perlu kita sucikan. Basuhlah bagian

dalamdan luar telinga sambil berdzikir dan

(67)

(8) Mencuci kaki hingga mata kaki.

Mencuci kaki dapat melancarkan peredarandarah,

menguatkan kaki dan memberikan efekmenenangkan dan

membuat kita tidur nyenyak. Kakiterkadang juga dapat

membawa kita pada hal-hal yangdilarang oleh agama

sehingga perlu disucikan. Basuhlahsambil berdzikir dan

beristighfar kepada Allah.

b. Mandi Wajib

1) Pengertian Mandi Wajib

Mandi wajib disebut juga mandi besar, mandi junub atau

mandi janabat, adalah salah satu cara bersuci dengan

caramengalirkan air ke seluruh tubuh dengan niat

menghilangkanhadats besar Baqir (2008:81).

Daradjat (1995:54) memberikan pengertian bahwa

yangdimaksud dengan mandi wajib adalah meratakan air yang

sucipada seluruh badan disertai dengan niat.

Dari dua pengertian tersebut penulis dapat

memberikanpengertian, bahwa mandi wajib adalah bersuci dengan

caramengalirkan air ke seluruh tubuh dengan menggunakan airyang

(68)

2) Hal-Hal yang Mewajibkan Mandi

a) Bersetubuh atau melakukan hubungan seksual baik keluarmani

ataupun tidak.

b) Keluar mani, baik itu disengaja ataupun tidak.

c) Meninggal dunia.

d) Haid.

Apabila seseorang telah berhenti dari haid, ia wajib mandi

agar ia dapat salat dan dapat bercampur dengan suaminya.

e) Melahirkan.

f) Orang yang masuk Islam.

Demikian hal-hal yang menyebabkan orang

diwajibkanuntuk mandi menurut pendapat Daradjat (1995:54).

Pendapattersebut juga dikuatkan oleh Baqir (2008:81).

3) Rukun dan Tatacara Mandi Wajib

Rukun mandi wajib ada dua hal, yaitu:

a) Niat

b) Mengalirkan air ke seluruh tubuh

Cara mandi seperti itu sudah cukup untuk

mengangkathadats besar. Akan tetapi demi kesempurnaannya

disunahkanmengikuti tatacara mandi Rasulullah saw

sebagaimana ditulisoleh Baqir (2008:86) berikut ini:

1) Sebelum mandi terlebih dahulu membasuh kedua telapak

Gambar

Gambar 1.1 . Penelitian Tindakan Kelas, (Hopkins, 1993), dalam
Tabel 1.1
Tabel 1.3
Tabel 1.4
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dari data tersebut dapat di lihat bahwa pada siklus II pertemuan kesatu menuju ke pertemuan kedua memperoleh kenaikan 45% keaktifan siswa dalam proses pembelajaran, dengan

Menindaklanjuti surat dari Pejabat Pembuat Komitmen Tanggal 13 Oktober 2014 Nomor: 003/PPK/APBD/X/RS/2014 Perihal : Pemberitahuan perubahan spesifikasi, maka Pokja I

Struktur yang telah mengalami penipisan diganti dengan material baru dengan penyambungan yang sesuai dengan welding procedure specification (WPS) seperti yang

Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel daya saing usaha kecil dan menengah adalah kuesioner berbentuk skala Likert yang terdiri dari 5 alternatif jawaban dengan

kerja juga dapat menyebabkan stres kerja pada karyawan yang berada

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai bahwa perasan jeruk nipis ( Citrus aurantifolia S ) dengan konsentrasi 40 %v/v, 60%v/v, 80 %.v/v dan

Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui capaian kemampuan komunikasi matematis siswa yang mengikuti strategi TPS dalam PBL; 2) Mengetahui capaian kemampuan

When a file containing shell commands is used as the first non−option argument when invoking Bash (without −c or −s, this will create a non−interactive shell. This shell