Timur dan Barat adalah salah datu dari bentuk dualisme ego (Ana)dan yang lain pada level konfrontasi seperti yang terlihat dalam penjajahan modern. Afghani menggambarkan dua gambar untuk Timur dan Barat, menegaskan karakteristik keduanya yang menjadikan Barat menjajah Timur dan Timur menerima penjajahan Barat. Ia mengambil Inggris sebagai contoh dari Barat. Inggris itu negara yang tidak pintar dan kuat pendiriannya, sangat tamak dan kejam, kerasa kepala dan sombong, kebalikan dari Arab yang pintar. Ini jelas sekali bahwa sifat-sifat itu adalah harapan bukan berdasarkan analisa, lebih
130 Eropa dan Islam, al-a’mal, hal: 326-327, lihat kajian
kita “Metodologi Tafsir dan Maslahat Umat” dalam “Agama dan Revolusi di Mesir, juz 7, Kanan dan Kira dalam
terlihat ke-Romawiannya daripada ke-Yunaniannya. Ia mengambil Arab sebagai contoh dari Timur. Arab atau Timur lebih pintar daripada Inggris, tetapi tidak mempunyai pendirian tetap, tidak sabar dan selalu gelisah. Sifat- sifat tiur merupakan kebalikan dari sifat-sifat argumentatif, kekurangannya adalah kurangnya kemauan, gelisah, tidak punya pendirian, tidak sabar dan kurang ambisius. Hal yang wajar, jika Barat menjajah Timur.
Penjajahan adalah kemauan yang tanpa logika. Inggris berpendirian pada yang salah dan Timur tidak berpendirian pada yang benar. Inggris dapat melebihi Arab karena keteguhannya. Arab atau Timur jadi pihak yang rugi karena ketidak teguhannya dan ketidak sabarannya. Barat menjajah Timur karena keteguhan Barat dan karena keragu-raguan Timur. Ini adalah salah satu sifat kemauan, baik itu positif maupun negatif.
Afghani hidup pada masa Nietzsche. Ia meninggal tiga tahun sebelumnya. Dalam al-Qur’an banyak sekali disebutkan tentang sabar, “bersabarlah kamu dan kuatkan
kesabaranmu”,(Ali ‘Imran:200) “Dan orang-orang yang
bersabar”,(Ar-Ra’d: 34) “Kalau mereka hendak bersabar”
(Al-Hujurat:5)dan “Berilah kabar gembira pada orang-orang
yang sabar” (Al-Baqarah:155).
Bangsa Arab khususnya, dan kaum muslimin pada umumnya merupakan pihak yang paling membutuhkan kesabaran dan keteguhan hati. Mereka lebih percaya pada janji-janji bohong dan rela menerimanya, tetapi mereka tidak sabar dengan janji yang benar. Afghani tidak mendiagnosa penyakitnya, tetapi ia menunjukkan obatnya. Barangkali sekarang telah berubah, setelah kesabaran menjadi penyakit bukan obat.
Orang-orang Mesir khususnya dan orang-orang Timur pada umumnya, saat mereka bertemu dengan orang Inggris atau Barat, mereka seperti orang yang meninggalkan harta
benda dan kekayaan serta mewariskannya kepada orang-orang yang bodoh yang akan menghabiskannya. Maka syariat melarangnya diberikan kepada ahli waris. Ahli waris yaitu Barat.
Perbedaan antara larangan syariat yang dapat dihilangkan dan wasiat Barat yang tetap selamanya, berubah menjadi penjajahan dan perbudakan. Barat menjadikan alasan menjaga hak-hak Sultan, atau memberantas fitnah melawan Sultan, atau menyelamatkan surat-surat berharga yang berhutang, atau menjaga hak-hak Nasrani, atau minoritas, atau hak-hak orang asing, atau mempertahankan kebebasan rakyat yang tertindas, atau mengajarkan prinsip-prinsip kemerdekaan, atau pemberian kepada rakyat akan hak-haknya secara bertahap dari pemerintahan otonom, atau menjadikan kaya rakyat miskin dengan mengawasi sumber-sumber kekayaannya.
Orang Timur taat pada orang Barat dan menunggu terwujudnya janji-janji tersebut, sedangkan Barat sendiri menganggap Timur lengah dan bodoh. Tanah-tanahnya subur, barang tambangnya banyak, proyek-proyeknya besar dan udaranya tropis.
Orang Barat lebih berhak menikmati ini semua daripada orang Timur, maka ia membuat rencana untuk menguasainya demi kehidupan yang lebih baik. Ini semua dilakukannya dengan menggunakan banyak cara, diantaranya; Melenyapkan setiap rakyat yang kemungkinan akan terang- terangan meminta hak-hak negaranya; Mendekati orang-orang yang sudah tidak mempunyai harapan; Menjauhkan dari tuntutan-tuntutan hak mereka; Memecah negara pada kelompok-kelompok dan mendukung salah satu kelompok hingga diantara mereka terjadi perselisihan, sehingga
setiap kelompok berusaha mendekati orang asing, meminta perlindungan dan dukungan atas kelompok yang lain.131
Harapan untuk merdeka tidak akan terlaksana kecuali dengan peningkatan diri melalui keilmuan yang benar, mengetahui titik-titik kelemahan, mengetahui kewajiban- kewajiban, bagaimana mencapai tujuan, orang lemah meminta hak qishas dari orang kaya dan membentuk persatuan.
Barat maju dengan ilmu dan amal, sedangkan Timur mundur dengan kebodohan dan kemalasan. Penyakit itu masih terkubur dalam tubuh Timur yang harus diketahui sebelum mencari obatnya. Obatnya adalah al-Izzah (punya harga diri). Sebagaimana dikatakan oleh penyair:
“Hiduplah dengan mulia atau matilah dengan terhormat- hidup antara tertikam menjadi budak dan selalu berdebar karena peraturan.
Orang yang tinggi derajatnya tidak akan menyerahkan kemuliaanya karena kesulitan-sampaipun ia harus mengucurkan darahnya.
Ini adalah obat yang diambil orang-orang Barat yang membuat mereka besar dan berkuasa, ditemukan juga oleh orang-orang Timur dengan pahit dan dibuangnya. Seperti yang dikatakan seorang penyair:
Ia tidak tinggal pada kehinaan yang diinginkannya-tetapi kehinaan membuat remeh hidup dan tiang pancang (moral).
sastrawan di Timur mati ketika hidup dan hidup setelah mati, para sastrawan dalam hidupnya orang yang paling miskin tetapi setelah mereka mati, mereka menjadi elegi dan perayaan-perayaan pujian untuk orang yang sudah
131 Barat dan Timur, al-A’mal, hal: 453-458. Pendapat
Afghani tentang Inggris, menjelaskan kedudukan Inggris dan Arab, filsafat keduanya dalam penolakan yang legal terhadap orang yang bodoh, bentuk pelaksanaannya sekarang pada orang-orang Timur oleh orang-orang Barat, Khatirat, hal: 122/394.
meninggal menjadi orang yang paling kaya. Orang Arab tidak berpaling ke para pembesarnya kecuali setelah mereka mati.
Timur membutuhkan perbuatan baru, generasi baru, ilmu yang benar, pemahaman yang baru tentang hakekat makna kekuasaan pada jasmani dan rohani yaitu agama, menyatukan kecerai-beraian pemeluk agama, berani mati untuk hidup bangsa. Telah dibentuk lembaga-lembaga swasta unuk membentuk generasi baru, yang tidak meminta belas kasihan penguasa, kemauan dan ketetapan hatinya tidak lemah, tidak tergoda dengan janji kedudukan, perdagangan dan penghasilan dan berani menghadapi kesulitan demi kesalamatan bangsa. Afghani mentakwilkan hadits Nabi “Kuatkanlah dalam menghadapi krisis maka kamu akan terbebas”. Krisis tersebut adalah kemauan keras yang mendorong orang-orang Timur, ini adalah ketatapan Allah pada makhluk-Nya dan alat untuk menggerakkan sejarah, seperti yang dikatakan seorang penyair:
“Bagaimanapun berat bencana yang menimpanya, ia pasti akan hilang- segelap apapun dunia ini, fajar pasti akan datang.”
Kamauan keras ini yang menjadikan kemuliaan orang- orang dulu di Irak, Syam, Andalusia melawan ruh keputusasaan. Barat telah berusaha berkali-kali lipat dari orang Timur dan secara bertahap membunuh pengajaran nasional, mendorong untuk menghina bahasa nasional, menuduh ketidakmampuannya untuk mencapai kreasi Eropa hingga orang Timur lari dari bahasa dan kesusastraannya, masuk dalam jargon asing dan mengemis kedudukan dari orang Barat. Untuk menghadapinya dengan melalui pengajaran nasional, dimulai dari negara, medianya negara dan tujuannya adalah negara.
Tidaklah bermanfaat ucapan dan hati di Timur selama moral raja dan rakyat, amir dan rakyat miskin, orang
berilmu dan bodoh, baik di dunia yang tidak nyata sebelum penciptaan materi, selama orang Timur berpendapat bahwa dalam hakekat itu ada kepahitan, dalam kelemahan itu ada kenikmatan, dalam kehinaan ada kebahagiaan, dalam mencari keluhuran dan kebanggaan ada kepayahan. Masalahnya di Timur adalah masalah politik, tuan dan budak, pemimpin dan yang dipimpin. Selama belum dapat menghilangkan dualisme ini, dualisme atas dan bawah, konsepsi penting tentang dunia, kediktatoran Timur, berakhirnya setiap pembaharuan di Timur pada jalan yang buntu. Orang-orang Timur tetap menjadi korban ilusi, Timur akan tetap tidak lurus selam penguasanya tidak lurus, jika penguasa lurus maka Timur pun lurus. Maka tidaklah berlaku bagi orang- orang Timur “Seperti apapun kamu, ia akan berbalik kepadamu”. Tetapi berlaku “Seperti apapun ia berbalik kepadamu, kamu akan seperti itu”. Bukan karena penguasa dari jenis yang dikuasai tetapi yang dikuasai dari jenis yang menguasai. Pertama adalah cara demokratis dan syura, kedua cara dictator.132 Seperti yang dijelaskan Ibnu Khaldun bahwa yang kalah sangat suka mengikuti yang menang.
Oposisi antara Timur dan Barat, ketamakan Barat pada Timur. Ketamakan Barat berlanjut pada seluruh negeri Timur, sampai para raja Timur dan rakyatnya terancam bahwa tempat kembalinya adalah seperti tempat kembalinya Mesir dan pendudukan. Pendudukan adalah factor kesemrawutan, melakukan kejahatan dan pencurian. Tali telah dipancangkan dan kejatuhan dekat kecuali jika umat Timur bangkit dan menyatukan kekuatannya, mengaktifkan akalnya dan berbuat dengan ketetapan yang penuh, menjaga unsure-unsur pokok kebebasan dan kemerdekaan. Sejelek- jeleknya penyakit orang Timur adalah perbedaan mereka untuk bersatu, dan kesatuan mereka untuk berbeda. Setelah
negara Turki Utsmani terbagai menjadi sepuluh Khudiu, masing-masing mempunyai hak otonom, tidak sentralis. Sekarang Iran, Afghanistan dan India meminta perlindunga ke pusat dari keinginan Barat hingga Timur dapat kembali untuk orang-orang Timur. Tujuan Afghani adalah membangkitkan kaum muslimin dan orang Timur dengan argumentasi-argumentasi, menjelaskan hilangnya kekuasaan mereka untuk menjelaskan kepada mereka sebab-sebab perbudakan dan kehinaan bagi mereka yang belum jatuh pada cengkraman penjajah atau untuk memperlambatnya dan menyatukan kekuatannya. Tetapi kehancuran kerajaan- kerajaan Timur tidak bisa diberhentikan, karena jauhnya dari agama. Obat ketahanannya tidak mencukup penyakit dan kematiannya. Matinya orang mati lebih baik dari matinya orang hidup, disini Afghani melihatnya sebagai kepastian sejarah dalam jatuh dan bangkit.
Bukanlah orang yang mati itu istirahat dengan kematiannya-tetapi mati yang sebenarnya adalah mati saat hidup.
Sebab ketamakan ini adalah motif moral untuk menumbuhkan penjajahan dan perluasan wilayah kerajaan Eropa. Mereka membuat variasi dalam peperangan dan penyarangan atau dalam kelicikan, pepatah, kelembutan dan tipu daya. Keduanya telah mengantarkan pada penjajahan, merubah kerajaan-kerajaan Timur kepada daerah-daerah jajahan dan merubah para penguasanya menjadi penjajah. Kata “penjajahan” (kolonialisme, imrealisme, isti’mar) adalah dari kata yang berlawanan yaitu menurut derivasinya adalah a’mar (hidup, kehidupan, umur) dan ta’mir (membangun) tetapi realitasnya adalah pengrusakan dan perbudakan. Tidak akan dijajah suatu negeri kecuali negeri yang kaya akan kekayaan alam, barang tambang dan tanahnya kerena kebodohan penduduknya. Tidaklah bermanfaat perlawanan kecil dihadapan persenjataan
modern. Dan kadang imprealisme masuk dengan permainan perang, membantu seorang amir atau mengukuhkan seorang raja atau memadamkan revolusi dengan alasan persahabatan dan cinta rakyat dan kemajuannya. Imprealisme penguasaan negeri dan bangsa yang kuat terhadap negari dan bangsa yang lemah dan bodoh. Kekuatan dan ilmu adalah sebab penyebab gerakan bangsa dan sejarah menuju wilayah lemah dan bodoh. Ini adalah hokum sejarah yang tetap. Negeri- negeri itu semuanya tunduk pada hokum kehidupan, jatuh dan bangun, bangkit dan hancur, itu adalah hokum kehidupan dan kematian. Yang lemah takut dari yang kuat, yang kuat menghinakan dan memperbudak yang lemah. Inggris menjajah orang-orang Amerika, lalu orang Amerika mengadakan revolusi melawan Inggris, mereka bebas dari imprealisme tanpa harus mengeluh. George Washington adalah yang memimpin kemerdekaan mereka, sebagaimana disebutkan dalah sebuah syair:
“Pedang, berita yang lebih terpercaya daripada buku- pedang dalam ketajamannya, ada kesungguhan dan permainan.
Sebagaimana merdekanya wilayah-wilayah Daulah Utsmaniah, Yunani, Arab, Jabal Aswad, Bulgaria dan Romania, yaitu negara-negara kecil yang mempertahankan kebebasan dan kemerdekaan. Afghani tidak membedakan antara penjajahan Inggris pada Amerika atau penjajahan Turki Utsmani pada negara-negara Timur Eropa. Ia menyamakan yang dijajah (jajahan) walaupun dari orang- orang Nasrani melawan penjajah sampai pun penjajah tersebut dari kaum muslimin. Kehadiran Ali Utsman di negara-negara Balkan bukan sebagai pembebas seperti kaum muslimin pertama yaitu hadirnya keadilan, persamaan dan arabisasi tetapi kehadirannya sebagai penjajah asing, hadirnya kedhaliman, pemaksaan dan eksploitasi.133
133 Penjajahan, Al-A’mal, hal 337-451, pendapatnya tentang
Afghani menganalisi lebih rinci kadang berulang- ulang dan tidak teratur tentang politik Inggris di Timur, penjajahannya atas Mesir, India dan Sudan. Ia memadamkan revolusi Arab di Mesir, revolusi Al-Mahdi di Sudan serta mengalahkan emperium Mongolia kemudian revolusi-revolusi di India yang banyak sejak abad lalu. Afghani memulainya dengan bentuk yang artistik sebagai seorang orator revolusi “Cemas dengan apa yang ada dirumah maka lebih cemaslah karena pintu tertutup, kemudian telepaslah daun penutup pintunya dan rubuhlah dinding setelahnya”. Inilah kondisi Inggris di India dan terusan Suez. Inggris ingin pintu yang aman, kemudian pintu terlepas dan dinding juga rubuh. Inggris ingin setelah mendudukinya, Mesir masuk dibawah penjagaanya, tentara Inggris diganti dengan tentara Mesir. Di Sudan dibentuk pemerintahan independen, agar orang-orang Mesir puas untuk mengatur harta mereka dan untuk menenangkan ketakutan Turki Utsmani. Lalu ia membagi kerajaan-kerajaan di India, pada setiap bagian dibentuk penjagaan hingga ia menguasai India seluruhnya dibawah kebaikan Inggris dan penghormatan Utsmaniah dengan apa yang terjadi di Mesir dan India.
Kemudian muncul dakwah Mahdiah di Sudah, Inggris cepat-cepat ikut campur atas Mesir sebagai jalan untuk India. Mengalirlah darah di sepanjang pantai laut merah. Munculah kebencian pada Inggris. Mulailah ketakutan muncul di Maroko, Tripoli Barat dan Timur Islam. Semenanjung Arab adalah pintunya India, Inggris mengirim Gordon Pasha ke Sudan untuk memecah belah kekuatan orang- orang yang berperang, mereka dibubarkan dengan dhalim. Ia mengambil para pendeta Protestan dari Swedia untuk menyebarkan ajaran Kristen diantara kaum muslimin untuk walaupun ia kuat dan mampu. Khathirat, hal. 12 . bahwa orang-orang Barat berusaha dengan ketamakannya untuk menguasasi Timur. Khathirat hal.11.
memadamkan revolusi. Ia ingin memberikan al-Mahdi gelar Amir Kardovan, tetapi ia gagal dalam usahanya. Maka kekuatan Inggris dibawah pimpinan Jendral Graham pergi ke pantai laut merah untuk mengambalikan kehormatan Beker dan Hose dari perwira Inggris yang dikalahkan oleh pendukung Mahdi. Mereka melawan tiga ribu orang dari orang Sudan yang tidak bersenjata. Delapan ratus dari mereka terbunuh dari orang baduy dan itu tidak membuat kecut para kabilah, yang terus menerus berperang. Al- Mahdi telah membunuh sepuluh ribu tentara Ingris dan membunuh dua ribu lima ratus tentara lain, semuanya dibawah pimpinan perwira Inggris yang terkenal. Tetapi sebagian pendukungnya mengalami kekalahan. Inggris mengira bahwa ia telah berhasil dan semua negara memberikan selamat atas kemenangannya, tetapi ketenangan itu hanya sebentar dan karena orang Turki Utsmani dan Mesir yang merasa kasihan pada Al-Mahdi.
Inggris cukup menjaga pintu India dengan dukungan Turki Utsmani dan Mesir. Tetapi ia mengalihkan untuk memperkuat pintu India sebelah utara, Afghanistan dan Pakistan. Pintu tidak dibutuhkan karena gedungnya sudah hancur semuanya. Turkoman mengambil jlan di Moro ke Rusia setelah mereka merdeka. Turkoman diikkuti oleh Sarkhas dan bergabung ke Parsi, mereka berbeda madzhab dengan orang parsi, dengan begitu pintu ke Rusia terbuka, ke Farh, ke Quin kemudian ke Sagistan dan ke India. Terdapat juga kabilah-kabilah Afghanistan yang jemu dengan pemerintahnya lalu mereka mengikuti sepupunya dari Turkoman. Juga kabilah-kabilah yang lain telah keluar dari Afghan melawan kekuasaan Ahlussunah, mereka ikut juga dalam perang terakhir melawan Inggris. Mereka melampaui Rusia karena Rusia berjanji kepada mereka, maka kekuasaan Rusia makin jauh ke utara India dan mengancam India, dan barangkali dapat sampai ke terusan Suez. Jatuh
ke kabilah-kabilah Afghanistan dan berbeda pendapat dalam memerintah setelah mereka dekat ke jerman dan Austria. Lalu diadakanlah perjanjian untuk menjaga perdamaian di Eropa hingga Rusia dapat berkonsentrasi di Asia. Apakah mungkin Inggris paham bahaya dekat, jika tidak mereka akan jatuh dalam permasalahan Mesir. Mereka takut dari Rusia dan menjadi sekutunya, Inggris tidak mampu melawan Rusia kecuali dengan bantuan orang-orang Utsmaniah dan sebagian Mesir?. Jelaslah bahwa Afghani menetapkan untuk mengalahkan Inggris dengan Rusia dan mengalahkan Rusia dengan Inggris. Permainannya adalah karena kepentingan yang saling bertentangan antara dua kekuatan besar di zamnnya, menakuti Inggris dengan Rusia dan menakuti Rusia dengan Inggris. Selama perang dingin terjadi antara Uni- Sovyet dan Amerika, munculnya gerakan-gerakan pembebasan nasional dan para pemimpin dunia ketiga khususnya Abdul Naser memanfaatkan pertentangan antara dua kekutan militer yang bersengketa untuk kepentingan kemerdekaan negera untuk rakyat yang bebas.134
Dengan itu, Afghani lebih menyukai Rusia sebagaimana sikap Abdul Naseer setelah itu, lebih membenci pada penjajahan Barat yang terlihat pada Inggris, Abdul Naser juga membenci imprealisme Barat dibawah pimpinan Amerika Serikat. Britania membuka negara dan membuat kemarahan penduduknya karena ikut campur dalam urusan Timur, menjajah India dan Mesir, memperbudak penduduknya. Inggris sendiri adalah umat yang paling tinggi, yang tahu keadilan dari dalam tetapi ia melakukan kedhaliman di luar. Manusia mempunyai hak untuk hidup, yaitu untuk Inggris dan yang lainnya kematian. Di dunia ini hanya ada
134 Politik Inggris di Timur, Al-A’mal, hal 360-464,
Inggris dan Islam, Al-‘urwah, hal. 68-71. pendapatnya tentang Inggris dan keterangan Inggris dan Arab,
Allah dan hak Inggris. Ketamakan adalah pendorongnya. Semua dunia membutuhkan Inggris. Maka yang keluar dari mereka di luar adalah kedhaliman, caranya adalah makar dan tipu daya. Adalah hal yang bodoh, orang-orang Timur meminta Inggris untuk adil dan peduli karena makna adil adalah melepaskan negara jajahan dan ini sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh Inggris. Afghani menemukan standar ganda Inggris dalam keadilan di dalam dan kedhaliman di luar. Berbicara tentang keadilan sebagai prinsip umum kemudian mengkhususkan dirinya dalam menjaga manusia.
Yang membantu Barat menjajah Timur adalah membongkar cacar umat Islam dan memutus hubungan antara kaum seperti Afghanistan dan orang-orang Iran. Revolusi India telah terjadi tahun 1860, tetapi beritanya tidak sampai ke Iran dan Afghanistan kecuali setelah Inggris mampu memadamkannya. Juga orang-orang India tidak tahu berita saudara-saudaranya kaum muslimin. Orang Turki, Maroko, Tunis, Al-Jazair dan Marakish tahu bahwa ada kota kecilnamanya India, padanya terdapat kaum muslimin India. Orang-orang India tahu bahwa di muka bumi ini ada negara Islam Utsmani, mereka senang dengan kesenangannyaa. Maka dari itu setiap umat tidak tahu kondisi umat yang lain, seseorang tidak tahu berita tentang India kecuali bahwa ia dibawah jajahan Inggris. India adalah mutiara yang mahal di Asia, yang menjadi tujuan para pembebas sejak dulu, menjadi aspirasi pandangan para raja dan sultan. Iskandar Agung memasukinya sebagai pembebas dari arah utara seperti ketika dibebaskan oleh pasukan Al-Hajjaj juga dari utara, dari Bukhara dan Kabul. Kemudian kembali dibebaskan oleh Sultan Mahmud Al-Ghaznawi. Tentaranya kehausan di jalan, lalu pelayan sultan memberinya satu botol air dan ditumpahkannya di depan tentara “Tidak ada lagi kebaikan dalam hidup jika tentara hancur”, dan ia
lebih mendahulukan mati jika dalam kematian ada keselamatan pasukan, maka para tentara menjadi bersemangat, terus berjalan hingga sampai di tempat air kemudian mereka dapat menyerang benteng India, menghancurkannya dengan meriam. Kemudian dibebaskan oleh Timor Lank, lalu Nadir Syah al-Irani dan mengambil harta dan simpanannya. India setelah itu dibebaskan beberapa kali dengan peperangan dan kerugian yang banyak.
Sedangkan Inggris memiliki sepertiga dunia tanpa ada rintangan, darah dan harta, mereka menggunakan senjata tipu muslihat, kelicikan. Mereka memperkenalkan diri mereka sebagai pelayan yang jujur dan penasehat, menyeru pada keamanan, stabilitas, menguatkan para amir, melakukan dekrit, dan mendukung sultan. Jika mereka dihadang oleh raja Timur yang pintar, mereka mengganggunya, menghasut rakyat untuk berontak, menyebarkan kedengkian padanya dan mendukung penggantinya dari orang yang bodoh. Mereka meminta untuk mendukungnya atau bersepakat untuk mencopotnya, lalu mengangkat amir yang lemah dan bodoh atau anak yang yang belum baligh dari anak atau kerabat raja. Mereka lakukan itu di India.
Mereka datang menyebar sebagai pedagang, mereka memecah belah kekuatan para raja, meminta mereka agar merdeka dan terlepas dari negara Taimuriah untuk membagi India menjadi kerajaan-kerajaan kecil. Setiap rajanya dirayu, jika membutuhkan harta, mereka membantunya, kadang dengan emas dan kadang dengan pedang. Para raja dijauhkan dari pasukannya dan dituduh lemah, pengecut dan berkhianat. Mereka meminta agar Inggris menggantikan posisi mereka karena Inggris memiliki kekkuatan, keberania, berdisiplin. Pimpinan Inggris dengan beberapa tentara India. Mereka menempatkan pada setiap ibu kota