DESKRIPSI SUPERVISI AKADEMIK KEPALA SEKOLAH
A. Supervisi Kelas
3. Tindak Lanjut Supervisi
a.SMP VIP Al Huda
Tindak lanjut merupakan bagian akhir dari proses supervisi, tindak lanjut yang dimaksud disini adalah bagian dari supervisi setelah melakukan perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan/penilaian dari supervisi, tindak lanjut yang dilakukan oleh kepala sekolah adalah dengan memberikan catatan dan masukan kepada guru, dan mengajak mereka diskusi di ruang kepala sekolah setelah selesai melaksanakan supervisi, atau bertanya kepada siswa atau guru lain bagaimana saat mereka mengajar. Seperti yang disampaikan oleh kepala sekolah:
“Biasanya selesai mensupervisi ada catatan perbaikannya setelah itu mereka selesai mengajar biasanya saya ajak guru untuk mengobrol, atau saya undang hari ini atau besoknya atau hari lain, untuk mengetahui ada perubahan saya tanya kepada siswa atau guru yang lain”73
Hal senada juga diungkapkan oleh guru PAI VIP Al Huda berikut: Setelah saya disupervisi, sehari atau dua hari sesudahnya saya diapanggil ke kantor oleh kepala sekolah. Beliau menyampaiakan hasil supervisi kepada saya, dan membahas solusi dan langkah selanjutnya dalam pelaksanaan mengajar, kepala sekolah juga mendengarkan apa yang menjadi kendala saya, serta memberi support agar saya dapat mengembangkan metode ataupun media yang saya gunakan. Adapun kekurangan dari perangkat pembelajaran kepala sekolah menyarankan agar kedepan bisa dilengkapi.74
Kepala sekolah juga melakukan evaluasi dengan menanya kepada siswa atau guru yang lain, setelah itu kepala sekolah melihat apakah ada perubahan yang lebih
73Wawancara kepala sekolah SMP VIP Al Huda bpk farhanudin tanggal 28 Mei 2017
baik atau sama saja. Kepala sekolah melakukan pembinaan kepada guru dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan kelas sebagaimana jadwal terlampir. Dengan melakukan pembinaan guru dapat meningkatkan pengelolaan kelas, pengelolaan kelas yang baik akan meningkatkan efektivitas pengelolaan kelas. Sebagaimana yang diungkapkan oleh salah satu guru SMP VIP Al Huda berikut:
“Tentunya kemampuan guru dalam menjalankan pembelajaran, meningkatkan kemampuan pengelolaan kelas, kemampuan guru dalam membuat RPP, dan pastinya 4 kompetensi guru itu, kalau sudah menguasai sudah hebat, selain guru juga sarana dan prasarana, sarana itu untuk mempermudah dan merupakan faktor pendukung guru dalam melakukan proses pembelajaran”.75
Jadi, pembinaan yang dilakukan oleh kepala sekolah untuk guru sangat penting untuk meningkatkan pengelolaan kelas yang baik, karena guru merupakan fasilitator yang tugasnya mengkondisikan anak pada saat pelajaran, misalnya saat anak merasa jenuh atau ngantuk pada saat pelajaran guru boleh melakukan cerita yang lucu, setelah anak sudah tidak merasa ngantuk barulah melanjutkan pelajaran. Tetapi kepala sekolah juga mempunyai hambatan dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan kelas seperti faktor guru, faktor siswa, tetapi faktor sarana di sekolah ini sudah termasuk lengkap hambatannya mungkin dari faktor guru, misalnya suaranya pelan itu dari sifatnya, hambatan dari siswa juga ada, di kelas pemikiran anak-anak bermacam-macam, ada yang lambat, ada yang sedang, ada yang cepat, dan sarana dan prasarananya.
Dari hasil wawancara kesimpulan yang saya dapat adalah peran supervisi akademik kepala sekolah SMP VIP Al-Huda yaitu supervisi akademik dilaksanakan dua kali dalam satu tahun, supervisi dilakukan tidak hanya di kelas
saja tetapi kepala sekolah juga sering mengajak guru-guru untuk berdiskusi tentang masalah dan kendala di kelas, dan kepala sekolah juga sering bertanya kepada siswa dengan masalah yang dihadapi oleh siswa di kelas misalnya dengan hasil ujian atau pelajaran yang tidak dimengerti.
b. SMP MIBS Kebumen
Tindak lanjut dari hasil kegiatan supervisi akademik merupakan akhir dari pelaksanaan kegiatan supervisi. Didalam kegiatan tindak lanjut ini sangat diharapkan terjadi perubahan perilaku yang positif seorang guru yang pernah disupervisi. Perubahan-perubahan itu akan membawa seorang guru menjadi profesional dalam mengajar dan mutu pendidikan akan meningkat. Kita sadari bahwa kepala sekolah jarang, bahkan tidak pernah melakukan tindak lanjut dari hasil supervisi. Padahal banyak sekali masalah yang perlu disampaikan kepada guru, tetapi semua itu hanya menjadi dokumen saja di lemari arsip kepala sekolah. Sehingga tujuan dan manfaat dari supervisi akademik akan dapat dirasakan oleh guru dalam upaya meningkatkan kompetensi yang dimilikinya. Hasil supervisi perlu ditindak lanjuti agar memberikan dampak yang nyata untuk meningkatkan profesionalisme guru. Dampak nyata ini diharapkan dapat dirasakan masyarakat maupun stakeholders. Tindak lanjut tersebut dapat berupa: penguatan dan penghargaan diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar, teguran yang bersifat mendidik diberikan kepada guru yang belum memenuhi standar, dan guru diberi kesempatan untuk mengikuti pelatihan/penataran lebih lanjut. Menurut Bapak khamim mustofa kepala MIBS menjelaskan :
“Setelah melakukan supervisi saya memanggil guru untuk di ajak bersama berdiskusi tentang proses dalam kebiatan belajar mengajar sehingga di situ terjadi komunikasi untuk perbaikan atau kekurangan dalam melaksanakan tugas mengaja”76
Konsep tindak lanjut supervisi akademik merupakan pemanfaatan dari hasil analisis supervisi yang telah dilakukan. Isi dari konsep tindak lanjut hasil supervisi berupa pembinaan, baik pembinaan langsung maupun pembinaan tidak langsung. Pembinaan langsung adalah pembinaan yang dilakukan terhadap hal-hal bersifat. khusus, yang perlu perbaikan dengan segera dari hasil analisis supervisi. Dan pembinaan tidak langsung adalah pembinaan yang dilakukan terhadap hal-hal bersifat umum yang perlu perbaikan dan perhatian setelah memperoleh hasil analisis supervisi. Beberapacara yang dapat dilakukan oleh kepala sekolah dalam membina guru untuk meningkatkan proses pembelajaran adalah antara lain menggunakan secara efektif buku petunjuk bagi guru, menggunakan buku teks secara efektif, mengembangkan teknik-teknik pembelajaran yang telah dimiliki, menggunakan metodologi yang luwes (fleksibel), menggunakan lingkungan sekitar sebagai media atau alat bantu pembelajaran, mengevaluasi siswa dengan lebih akurat, teliti, dan seksama, dapat bekerja sama dengan guru lain agar lebih berhasil, kemudian memperkenalkan teknik pembelajaran modern untuk inovasi dan kreativitas layanan pembelajaran, dan menciptakan suasana pembelajaran yang kondusif. Selain dari pembinaan untuk kegiatan tindak lanjut ada juga pemantapan instrumen supervisi. Kegiatan untuk memantapkan instrumen supervisi dapat dilakukan dengan cara diskusi kelompok oleh para supervisor tentang instrumen supervisi akademik maupun instrumen supervisi non akademik.
Kegiatan tindak lanjut di SMP MIBS Kebumen berjalan dengan efektif, dalam hal ini ialah terdapat tindak lanjut yang baik dari kepala sekolah. Tindak lanjut yang dilaksanakan di SMP MIBS Kebumen langsung ditangani oleh kepala sekolah dan tidak diwakilkan oleh guru yang lain atupun guru piket, dikarenakan rombel kelas yang terdapat di SMP MIBS hanya satu rombel dalam setiap angkatan.
Kepala sekolah SMP MIBS Kebumen sangat menguasai ilmu pengetahuan dalam berbagai macam disiplin ilmu pendidikan, baik pendidikan agama maupun pendidikan umum, karena kepala sekolah SMP MIBS Kebumen, merupakan alumni dari Pondok Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo Jawa Timur. Kepala sekolah SMP MIBS sangatlah bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas yang diamanahkan, kepala sekolah selalu memantau kegiatan supervisi secara rutin, sehingga administrasi guru selalu terpantau dan motivasi dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran selalu ada.
B. PROGRAM PENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL GURU