• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN

4.5. Tindakan Responden

4.5.1. Tindakan Responden Terhadap Penyakit Malaria

Tabel 4.19. Distribusi Frekuensi Jawaban Responden Pada Pernyataan Tindakan Terhadap Penyakit Malaria

No Pernyataan Jawaban Total Ya (%) Tidak (%)

1 Menghindari gigitan nyamuk dengan menyemprot rumah 86 (90,5) 9 (9,5) 95 (100)

2 Anda dan keluarga memasang kawat kasa pada ventilasi rumah Anda.

62 (65,3) 33 (34,7) 95 (100) 3 Anda dan keluarga menggunakan obat

nyamuk bakar (oles)

85 (89,5) 10 (10,5) 95 (100)

4 Anda dan keluarga menggunakan kelambu sewaktu tidur. 92 (96,8) 3 (3,2) 95 (100)

5 Anda dan keluarga memakai baju panjang untuk melindungi dari gigitan nyamuk.

33 (34,7) 62 (65,3) 95 (100)

6 Anda mengikuti kegiatan gotong royong yang diadakan lingkungan.

87 (91,6) 8 (8,4) 95 (100)

7 Anda mengeringkan tempat air tergenang di rumah dan sekitar rumah.

37 (38,9) 58 (61,1) 95 (100) 8 Anda melakukan pembersihan lingkungan

rumah. 89 (93,7) 6 (6,3) 95 (100)

9 Anda menghadiri kegiatan penyuluhan yang diadakan di lingkungan Anda.

49 (51,6) 46 (48,4) 95 (100) 10 Jika Anda, keluarga dan tetangga ada yang

terkena penyakit malaria, Anda mengan-jurkan berobat ke tenaga kesehatan.

92 (96,8) 3 (3,2) 95 (100)

Berdasarkan tabel 4.19. di atas, pada pernyataan tindakan nomor 1

menghindari gigitan nyamuk dengan menyemprot rumah, sebagian besar responden

menjawab ya yaitu 86 orang (90,5%), selebihnya menjawab tidak yaitu 9 orang

(9,5%).

Pada pernyataan tindakan nomor 2, anda dan keluarga memasang kawat

kasa pada ventilasi rumah Anda, sebagian besar menjawab ya yaitu 62 orang

(65,3%), dan yang menjawab tidak yaitu 33 orang (34,7%).

Pada pernyataan tindakan nomor 3, anda dan keluarga menggunakan obat

nyamuk bakar (oles), sebagian besar menjawab ya yaitu 85 orang (89,5%),

selebihnya menjawab tidak yaitu 10 orang (10,5%).

Pada pernyataan tindakan nomor 4, anda dan keluarga menggunakan

kelambu sewaktu tidur, sebagian besar responden menjawab ya yaitu 92 orang

(96,8%), sebagian kecil menjawab tidak yaitu 3 orang (3,2%).

Pada pernyataan tindakan nomor 5, Anda dan keluarga memakai baju

panjang untuk melindungi dari gigitan nyamuk, sebagian besar responden

menjawab tidak yaitu 62 orang (65,3%), selebihnya menjawab ya yaitu 33 orang

(34,7%).

Pada pernyataan tindakan nomor 6, Anda mengikuti kegiatan gotong royong

yang diadakan lingkungan, sebagian besar menjawab ya yaitu 87 orang (91,6%),

selebihnya menjawab tidak yaitu 8 orang (8,4%).

Pada pernyataan tindakan nomor 7, Anda mengeringkan tempat air

tergenang di rumah dan sekitar rumah, sebagian besar responden menjawab ya yaitu

Pada pernyataan tindakan nomor 8, Anda melakukan pembersihan

lingkungan rumah, sebagian besar responden menjawab ya yaitu 89 orang (93,7%),

dan selebihnya menjawab tidak yaitu 6 orang (6,3%).

Pada pernyataan tindakan nomor 9, Anda menghadiri kegiatan penyuluhan

yang diadakan di lingkungan Anda, sebagian besar responden menjawab ya yaitu

49 orang (51,6%), selebihnya menjawab tidak yaitu 46 orang (48,4%).

Pada pernyataan tindakan nomor 10, Jika Anda, keluarga dan tetangga ada

yang terkena penyakit malaria, Anda pergi dan menganjurkan berobat ke tenaga

kesehatan, sebagian besar responden menjawab ya yaitu 92 orang (96,8%), dan

selebihnya menjawab tidak yaitu 3 orang (3,2%).

Berdasarkan perhitungan skor tindakan seluruh responden diperoleh rata-rata

nilai 17,73. Dengan nilai rata-rata tersebut, maka responden yang mempunyai

tindakan baik dengan nilai >17,73, sedangkan responden dengan tindakan kurang

dengan nilai <17,73, maka diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 4.20. Distribusi Frekuensi Tindakan Responden Terhadap Penyakit Malaria

No Tindakan Jumlah Persentase (%)

1 2 Baik Kurang baik 45 50 47,4 52,6 Total 95 100,0

Dari tabel 4.20.di atas menunjukkan bahwa sebagian besar responden dengan

BAB V PEMBAHASAN

5.1. Pengetahuan Responden Tentang Penyakit Malaria

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dikelurahan Tanjung Leidong

Kecamatan Kualuh Leidong Kabupaten Labuhan Batu Utara Tahun 2012 yang

meneliti Gambaran Perilaku Masyarakat Tentang Penyakit Malaria menunjukkan

bahwa sebagian besar responden berpengetahuan kurang baik yaitu 48 orang (50,5%),

selebihnya berpengetahuan baik yaitu 47 orang (49,5%).

Sementara itu, hasil penelitian Saragih (2004), yang meneliti Pengetahuan

Tentang Penyakit Malaria di Desa Bagan Asahan mendapatkan hasil bahwa

sebagian besar responden berpengetahuan buruk (52,7%), berpengetahuan sedang

926,4%), dan sebanyak 20,9% responden berpengetahuan baik.

Penelitian Sarumpaet (2006), bahwa kejadian malaria risikonya dengan

pengetahuan kurang lebih besar dibanding dengan yang tidak menderita malaria yaitu

OR adjusted = 5,5 (95% CI:2.6-11,8). Lazano et.al, (1999) pada pnelitiannya di

Meksiko Selatan, mendapatkan bahwa masyarakat yang berpengetahuan rendah

tentang penularan, pencegahan dan pengobatan malaria mempunyai risiko tertular

malaria sebesar 3,3 kali. Demikian pula Maulana (2003) di Kec. Simeulue Timur

mendapatkan pengetahuan yang rendah secara statistik berhubungan bermakna

Hasil penelitian Afridah (2009) mendapatkan hasil yang hampir sama

dengan penelitian ini bahwa tingkat pengetahuan responden tentang penyakit

malaria dominan pada kategori rendah (52,7%), dibandingkan responden yang

mempunyai tingkat pengetahuan tentang penyakit malaria kategori tinggi (47,3%).

Notoatmodjo (2007) menyatakan bahwa pengetahuan merupakan hasil dari

tahu, dan terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu.

Penginderaan meliputi penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba.

Pengetahuan merupakan bagian dari perilaku yang tidak bisa diamati secara langsung

oleh orang lain karena masih terjadi di dalam diri manusia itu sendiri (covert

behavior).

Menurut Taufik (2007), pengetahuan merupakan penginderaan manusia, atau

hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indra yang dimilikinya (mata, hidung,

telinga, dan lain sebagainya). Dengan sendirinya pada waktu penginderaan sampai

dengan menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas

perhatian dan persepsi terhadap objek. Sebagian besar pengetahuan seseorang

diperoleh melalui indra pendengaran (telinga), dan penglihatan (mata).

Pengetahuan masyarakat tentang penyakit malaria dari hasil penelitian ini

menunjukkan masih perlu peningkatan karena sebagian besar masyarakat

berpengetahuan kurang baik. Hal ini dapat terlihat dari jawaban-jawaban responden

dalam kuesioner dengan menggunakan pilihan jawaban dan penilaian secara

bertingkat yaitu skor 1, skor 2, dan skor 3, masyarakat pada beberapa pertanyaan

nyamuk, padahal yang tepat adalah melalui gigitan nyamuk anopheles. Demikian

juga pada pertanyaan tentang tempat nyamuk malaria suka hingga (pertanyaan nomor

7) masyarakat banyak yang menjawab di air tergenang, padahal jawaban yang tepat

adalah di baju yang bergantungan. Pada pertanyaan nomor 10 juga terlihat

masyarakat banyak yang menjawab jenis ikan yang memakan jentik nyamuk

penyebab malaria adalah kepala timah, nila, dan ikan gabus, padahal jawaban yang

tepat yaitu kepala timah, nila,. Gabus, dan mujair.

Masih kurang baiknya pengetahuan masyarakat tentang penyakit malaria hal

ini diduga berkaitan dengan tingkat pendidikan masyarakat di Kelurahan Tanjung

Leidong mayoritas adalah SMP, SMA, SD sedangkan yang berpendidikan perguruan

tinggi hanya 3 orang (3,2%). Rendahnya pendidikan menyebabkan rendahnya tingkat

pengetahuan masyarakat. Masyarakat dengan tingkat pendidikan yang tinggi

kemungkinan besar pengetahuannya tentang penyakit malaria juga semakin baik,

dibandingkan dengan masyarakat yang berpendidikan rendah. Dengan pengetahuan

yang kurang baik, maka kecenderungan masyarakat terkena penyakit malaria menjadi

lebih besar.

Dokumen terkait