GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
B. Tingkat Inflasi
Melemahnya nilai rupiah menyebabkan harga barang pokok produksi menjadi naik. Kenaikan harga barang pokok produksi tersebut salah satunya disebabkan oleh inflasi yang berfluktuasi setiap tahun. Peningkatan inflasi ini merupakan ancaman bagi perusahaan. Untuk mengetahui mengenai perkembangan inflasi di Indonesia dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10. Inflasi Di Indonesia Pada Tahun 2005-2008
Tahun Inflasi (%) Laju Pertumbuhan (%)
2005 17,11 -
2006 6,60 -61,43
2007 6,59 -0,15
2008 11,10 68,44
Sumber: BPS, Tahun (2008)
Berdasarkan Tabel 10, dapat diketahui bahwa pada tahun 2008, inflasi mengalami peningkatan sebesar 11,10 persen dibandingkan pada tahun 2006 dan 2007 yang hanya mengalami inflasi sebesar 6,60 persen dan 6,59 persen.
Walaupun inflasi pada tahun 2008 tidak sebesar pada tahun 2005 yaitu sebesar 17,11 persen, tetapi sektor usaha Franchise teh terkena dampak langsung dari situasi tersebut. Dampak yang dirasakan dengan adanya kenaikan inflasi tersebut adalah harga bahan baku teh mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan oleh kenaikan harga pupuk. Sehingga dengan terjadinya kenaikan inflasi menjadi ancaman bagi pelaku usaha yang bergerak pada usaha Waralaba minuman teh.
2. Faktor Alam
Alam berkaitan erat dengan kegiatan produksi perusahaan. Pemasar harus mewaspadai ancaman dan peluang yang berhubungan dengan keempat dalam lingkungan alam, yaitu iklim, cuaca, peningkatan tingkat polusi, dan bencana.
Faktor alam tidak bisa dihilangkan akan tetapi bisa dikurangi dengan
mengantisipasi hambatan-hambatan yang sudah terjadi dan mencari pencegahan selanjutnya. Faktor alam mempunyai dampak langsung terhadap kelangsungan usaha Waralaba minuman teh, dalam hal hujan yang turun secara terus-meneris dapat mengakibatkan penjualan menurun dan berdampak pada laba perusahaan.
3. Faktor Teknologi
Peran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam setiap bidang usaha cukup penting. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan tuntutan dari setiap manusia untuk mengefisienkan setiap pekerjaan. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tidak hanya dirasakan oleh perusahaan-perusahaan besar yang telah menggunakan teknologi modern. Namun, dilain pihak setiap bidang usaha telah turut merasakan dampak perkembangan teknologi tersebut.
Perusahaan harus melakukan inovasi agar produk yang akan dipasarkan dapat dengan cepat diketahui dan dikonsumsi oleh konsumen. Adaptasi teknologi yang kreatif dapat membuka kemungkinan terciptanya produk baru, penyempurnaan produk yang sudah ada. Suatu terobosan teknologi dapat memberikan peluang yang baik, seperti waktu produksi yang semakin cepat, sehingga membuat efisiensi waktu agar produk yang dihasilkan dapat cepat di salurkan kepasar dan dapat menambah pangsa pasar dan produk yang semakin baik dengan teknologi yang semakin canggih.
Salah satu contoh adalah perkembangan teknologi pada aspek pemasaran, yaitu perkembangan teknologi di bidang telekomunikasi, informasi dan transportasi. Adanya perkembangan teknologi dalam bidang komunikasi, seperti adanya telepon dan handphone maka mempermudah komunikasi antara pelaku usaha dengan pelanggan ketika melakukan pemesanan produk atau antara pelaku usaha dengan pemasok bahan baku. Perkembangan teknologi dalam bidang informasi seperti adanya internet. Adanya internet dapat memudahkan pelaku usaha untuk memperkenalkan dan mempromosikan produknya secara lebih luas.
Perkembangan teknologi dalam bidang transportasi seperti adanya pesawat terbang dapat mempercepat pendistribusian produk dari produsen ke konsumen.
Untuk mendukung pemasaran produknya, PT Semestaguna Food and Beverage memanfaatkan perkembangan teknologi dalam bidang telekomunikasi, informasi dan transportasi.
4. Faktor Politik dan Hukum
Politik dan hukum yang terdiri dari undang-undang, kebijakan pemerintah, lembaga pemerintah dan kelompok berpengaruh pada keputusan penyusun strategi perusahaan. Di negara Indonesia, lingkungan politik memiliki pengaruh riil terhadap keberhasilan dan kegagalan melalui peluang dan ancaman bisnis yang ditimbulkan. Berikut ini merupakan beberapa peraturan dan kebijakan pemerintah yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan usaha Waralaba di Indonesia.
A. Peraturan pemerintah Nomor 42 Tahun 2007
Peraturan pemerintah nomor 42 tahun 2007 berisi tentang pemerintah dan pemerintah daerah melakukan pembinaan waralaba dengan cara pendidikan dan pelatihan waralaba, rekomendasi untuk memanfaatkan sarana perpasaran, rekomendasi untuk mengikuti pameran waralaba didalam negeri maupun luar negeri, pemberian penghargaan kepada waralaba terbaik, dan bantuan perkuat permodalan.
B. Keputusan Menteri perdagangan dan perindustrian nomor 259/MPP/Kep/7/2007
Keputusan ini berisi tentang pelaksanaan dan aturan pendirian usaha waralaba, sehingga para pewaralaba memiliki aturan hukum yang jelas dan pasti dalam menjalankan usahanya.
5. Faktor Sosial
Lingkungan sosial merupakan kekuatan luar yang mempengaruhi suatu perusahaan. Perilaku sekelompok masyarakat dalam suatu komunitas dapat merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan, tetapi disisi lain dapat berupa ancaman yang harus dihindari.
Keadaan sosial masyarakat terlihat dari gaya hidup dalam masyarakat tersebut. Gaya hidup merupakan bagian terpenting yang dapat mempengaruhi keputusan seseoarang untuk membeli suatu produk atau jasa. Gaya hidup masyarakat dapat diketahui dari berbagai macam faktor, salah satunya adalah dari mengkonsumsi suatu produk, walaupun sebenarnya produk tersebut belum tentu memberikan secara langsung bagi orang tersebut.
Gaya hidup masyarakat Indonesia saat ini cenderung mengarah ke sifat alamiah (back to nature). Masyarakat Indonesia lebih senang mengkonsumsi produk yang sifatnya alamiah tanpa penggunaan bahan-bahan kimia,
mementingkan adanya manfaat kesehatan dalam produknya, dan teh merupakan salah satu produk yang sedikit menggunakan bahan-bahan kimia dalam proses produksinya. Sehingga dengan adanya perubahan pola konsumsi masyarakat Indonesia yang mengarah ke sifat alamiah, menjadi peluang bagi para pelaku usaha pewaralaba minuman teh untuk mengembangkan usahanya.
Disuatu Negara maju, dengan meminum teh dapat memberikan manfaat yang cukup banyak, diantaranya dapat mencegah infeksi, dapat memutihkan gigi, perkuat tulang, mencegah kanker dan mengurangi terkena serangan jantung dan stroke.
5.5.2 Analisis Lingkungan Industri 1. Ancaman Masuk Pendatang Baru
Masuknya pendatang baru dalam suatu industri menimbulkan sejumlah implikasi bagi perusahaan yang ada, yaitu perebutan pasar, perebutan sumberdaya produksi dan peningkatan kapasitas. Adanya persaingan yang semakin ketat, maka diperlukan strategi yang paling baik agar dapat mengurangi adanya ancaman masuk pendatang baru. Dengan demikian PT Semestaguna Food &
Beverage harus memiliki keunggulan dan strategi-strategi yang baik agar dapat bersaing dipasar. Ancaman masuknya pendatang baru sangat tergantung pada hambatan dalam memasuki status industri yaitu skala ekonomis, diferensiasi produk, kebutuhan modal, akses saluran distribusi, dan peraturan pemerintah.