• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil Penelitian

3. Tingkat Kecemasan Ibu Nifas

Untuk pertanyaan tingkat kecemasan ibu nifas terdiri 20 pernyataan. Dalam

penelitian ini menggunakan ukur kecemasan menggunakan Zung-Self Rating Scale yang terdiri atas 20 kelompok gejala, masing – masing kelompok gejala diberi penilaian antara 1- 4 dengan penilaian sebagai berikut :

1 : Tidak pernah

2 : Kadang-kadang

3 : Sebagian waktu

4 : Hampir setiap waktu

Rentang penilaian 20-80, dengan pengelompokkan antara lain :

Nilai (score) skor 20-44 = normal/tidak cemas 45-59 = kecemasan ringan

75-80 = kecemasan berat

G. Uji Validitas dan Reliabilitas 1. Uji Validitas

Uji Validitas dimaksudkan agar pernyataan yang termuat dalam kuesioner

bisa mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh instrumen atau kuesioner

tersebut. Suatu pernyataan dikatakan valid dan dapat mengukur variabel

penelitian yang dimaksud jika nilai koefisien validitasnya (CVI > 0,75 ). Uji

validitas dilakukan dengan content validity oleh dosen dari Fakultas

keperawatan Universitas Sumatra Utara. Untuk nilai CVI pernyataan dukungan suami didapatkan hasilnya 0,755 dan untuk pernyataan tingkat

kecemasan tidak dilakukan uji validitas karena pernyataan kecemasan

mengggunakan Zung Self-Rating Scale.

2. Uji Reliabilitas

Reliabilitas ialah indeks yang menunjukkan sejauh mana suatu alat

pengukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Hal ini berarti menunjukkan

sejauh mana hasil pengukuran itu tetap konsisten atau asas (ajeg) bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama, dengan

menggunakan alat ukur yang sama. Dengan interpretasi nilai reliabilitas

alpha Cronbach’s yaitu ≥0,6

H. Prosedur Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan dengan memakai kuesioner sebagai instrumen

penelitian. Adapun prosedur pengumpulan data sebagai berikut :

1. Peneliti mengajukan permohonan izin pelaksanaan penelitian pada Fakultas

Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara kemudian peneliti

memberikan surat permohonan izin lagi kepada Direktur Rumah Sakit

Umum Sundari Medan, untuk melaksanakan penelitian

2. Setelah peneliti mendapatkan izin untuk meneliti, peneliti mengucapkan

salam kemudian menjelaskan tujuan penelitian serta meminta persetujuan

untuk menjadi responden, menjelaskan cara mengisi kuesioner dan

mendampingi ibu saat mengisi kuesioner.

3. Peneliti mengingatkan kembali pengisisan kepada responden secara teliti dan

cermat dalam pengisian sesuai data dirinya dan tidak melihat dari responden

lainnya serta menanyakan langsung kepada peneliti jika ada yang kurang

jelas atau tidak mengerti.

4. Setelah mengisi kuesioner, kemudian peneliti mengumpulkan dan

memeriksa kembali kelengkapan kuesioner bila ada yang kurang lengkap

maka saat itu juga responden melengkapinya sehingga dalam pengolahan

data tidak terjadi kesalahan.

I. Pengolahan Data

Setelah data terkumpul, maka langkah yang akan dilakukan berikutnya

adalah pengolahan data. Proses pengolahan data ini terdiri atas langkah-langkah

sebagai berikut :

1. Editing (Penyuntingan)

Upaya untuk memeriksa kembali kabenaran data yang diperoleh atau

dikumpulkan. Editing dapat dilakukan pada tahap pengumpulan data atau

setelah data terkumpul.

Kegiatan pemberian kode numerik (angka) terhadap data yang terdiri dari

beberapa kategori. Pemberian kode ini sangat penting bila pengolahan dan

analisa data menggunakan komputer.

3. Data Entry (Memasukkan data)

Kegiatan memasukkan data yang telah dikumpulkan kedalam master tabel atau

database komputer, kemudian membuat distribusi frekuensi sederhana atau dengan membuat tabel kontigensi (Hidayat, 2010 : 95).

4. Tabulating

Yakni membuat tabel-tabel data, sesuai dengan tujuan penelitian atau yang

diinginkan oleh peneliti (Notoatmodjo, 2010)

J. Analisis Data

1. Analisis Univariat (Analisis Deskriptif)

Analisis univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripkan setiap

variabel penelitian. Analisis data univariat dalam penelitian ini adalah data

demografi responden yang terdiri dari usia, pendidikan, pekerjaan, dukungan

suami,dan tingkat kecemasan kemudian ditampilkan dalam bentuk tabel

distribusi frekuensi dan dicari persentasenya.

2. Analisis Bivariat

Analisa penelitian ini dilakukan untuk melihat hubungan antara dua

variabel independent yaitu dukungan suami dan dependent yaitu tingkat

kecemasan ibu nifas dalam perawatan bayi baru lahir. Untuk mengetahui

hubungan antara kedua variabel tersebut peneliti menggunakan uji parametrik

namun sebelumnya dilakukan uji normalitas terlebih dahulu apakah data

berskala ordinal berdistribusi normal atau tidak, apabila berdistribusi normal uji

berdistribusi normal maka digunakan uji kolerasi Rank Spearman dengan nilai signifikan syarat probabilitas (p) < 0,05 yang artinya Ha diterima dan Ho di

tolak berarti ada hubungan dukungan suami dengan tingkat kecemasan ibu

nifas dalam perawatan bayi baru lahir, dan bila nilai signifikan syarat

probabilitas (p) > 0,05 maka hipotesa menyatakan tidak ada hubungan

dukungan suami dengan tingkat kecemasan ibu nifas dalam perawatan bayi baru

BAB V

HASIL DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian yang berjudul “Hubungan Dukungan Suami

dengan Tingkat Kecemasan Ibu Nifas dalam Perawatan Bayi Baru Lahir di Rumah

Sakit Umum Sundari Medan Tahun 2015”, terhadap 56 responden, didapat hasil

distribusi responden berdasarkan umur, pendidikan, pekerjaan, dukungan suami dan

tingkat kecemasan ibu nifas dalam perawatan bayi baru lahir yang selanjutnya

dilakukan analisa pembahasan dengan menggunakan rumusan sebagai berikut :

1. Karakteristik Responden

Distribusi karakteristik responden berdasarkan umur, pendidikan dan pekerjaan

dapat dilihat pada tabel 5.1 berikut ini :

Tabel 5.1

Distribusi Frekuensi Karakteristik Responden di Rumah Sakit Umum Sundari Medan

Tahun 2015 (n=56) Karakteristik Responden Frekuensi Persentase (%) Umur 16-20 6 10,7 21-25 41 73,2 26-30 8 14,3 >30 1 1,8 Pekerjaan IRT 24 42,9 Pedagang 8 14,3 Wiraswasta 13 23,2 PNS 11 19,6 Pendidikan SD 1 1,8 SMP 12 21,4 SMA 23 41,1 PT 20 35,7

BerdasarkanTabel 5.1 dapat diketahui bahwa dari 56 responden mayoritas

ibu rumah tangga sebanyak 24 orang (42,9%), mayoritas responden berpendidikan

SMA sebanyak 23 orang (41,1%).

2. Dukungan Suami

Distribusi responden berdasarkan dukungan suami dapat dilihat pada tabel

5.2 berikut ini :

Tabel 5.2

Distribusi Jawaban berdasarkan Dukungan Suami di Rumah Sakit Umum Sundari Medan

Tahun 2015 (n=56) No

Pernyataan Ya Tidak

f % f %

Dukungan emosional

1. Suami menyakinkan ibu bahwa ibu bisa memandikan bayi dengn mandiri walaupun bayi pertama.

46 82,15 10 17,85

2. Suami menyarankan ibu untuk menyusui bayi. 53 94,65 3 5,35

3. Suami semakin rajin merawat bayi termasuk menggendong bayi

46 82,15 10 17,85

4. Suami mengingatkan ibu apabila popok bayi sudah basah.

49 87,5 7 12,5

5. Suami perhatian dengan perawatan bayi baru lahir dan menyuruh ibu istirahat ketika bayi sedang tidur.

45 80,35 11 19,65

Dukungan informasional

6. Suami memberikan bacaan tentang perawatan bayi baru lahir misalnya buku, majalah, tabloid dll.

18 32,14 38 67,86

7. Suami memberikan informasi tentang

menyusui bayi sampai usia 6 bulan secara Eksklusif tanpa makanan tambahan.

35 62,5 21 37,5

8. Suami memberi informasi dari tenaga

kesehatan kepada ibu tentang cara perawatan tali pusat.

42 75 14 25

9. Suami menyarankan ibu untuk memandikan bayi dengan menggunakan air hangat.

44 78,57 12 21,43

10. Suami memberi informasi dari tenaga

kesehatan kepada ibu tentang pemberian imunisasi pada bayi.

38 67,86 18 32,14

Dukungan instrumental

11 Suami mau mengganti popok bayi saat buang air besar ataupun buang air kecil.

30 53,57 26 46,43

12. Suami mau melakukan perawatan tali pusat pada bayi.

13. Suami mau menemani ibu menyusui walaupun tengah malam

35 62,5 21 37,5

14. Suami mau memfasilitasi ibu ketika

memandikan bayi misalnya mempersiapkan pakaian bayi.

43 76,78 13 23,22

15. Suami mau menemani ibu ke ruangan bayi untuk mengimunisasi bayi.

44 78,57 12 21,43

Dukungan penilaian

16. Suami memberikan kata-kata pujian kepada ibu saat menyusui bayi.

47 83,92 9 16,08

17. Suami memberikan penghargaan positif

kepada ibu dalam perawatan bayi baru lahir.

49 87,5 7 12,5

18. Suami mengatakan ibu melakukan perawatan bayi baru lahir dengan baik.

45 80,5 11 19,65

19. Suami menanyakan ibu keluhan-keluhan yang ibu rasakan dalam perawatan bayi baru lahir.

47 83,2 9 16,08

20. Suami setuju dengan pendapat ibu dalam perawatan bayi baru lahir.

49 87,5 7 12,5

Berdasarkan Tabel 5.2 dapat diketahui bahwa dari pernyataan dukungan

emosianal mayoritasresponden yang menjawab ya pada pernyataansuami

menyarankan ibu untuk menyusui sebanyak 53 orang (94,65%). Pernyataan

dukungan informasional mayoritas responden yang menjawab ya pada pernyataan

suami menyarakan ibu untuk memandikan bayi menggunakan air hangat sebanyak

44 orang (78,57%). Pernyataan dukungan instrumental mayoritas responden yang

menjawab ya pada pernyataan suami mau menemani ibu ke ruangan bayi untuk

mengimunisasi bayi sebanyak 44 orang (78,57%). Pernyataan dukungan penilaian

mayoritas responden yang menjawab ya pada suami memberikan penghargaan

positif kepada ibu dalam perawatan bayi baru lahir 49 sebanyak 11 orang (87,5%).

Tabel 5.3

Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Dukungan Suami di Rumah Sakit Umum Sundari Medan

Tahun 2015 (n=56)

Dukungan Suami Frekuensi Persentase (%)

Tidak Mendukung 19 33,9

Berdasarkan Tabel 5.2 dapat diketahui bahwa dari 56 responden,

mayoritassuami mendukung yaitu sebanyak 37 orang (66,1%).

3. Tingkat Kecemasan Ibu Nifas

Distribusi responden berdasarkan tingkat kecemasan ibu nifasdapat dilihat

pada tabel 5.4 berikut ini :

Tabel 5.4

Distribusi Jawaban Tingkat Kecemasan Ibu Nifas dalam Perawatan Bayi Baru Lahir di Rumah Sakit Umum Sundari Medan

Tahun 2015 (n=56)

No Pernyataan

Tingkat Kecemasan Tidak ada Kadang-

Kadang Sering

Sering Sekali

f % f % F % f %

1 Saya merasa lebih cemas dari biasanya saat saya merawat bayi baru lahir.

8 14,2 32 57,2 14 24 2 3,6

2 Saya merasa takut tanpa

alasan sama sekali ketika bayi saya akan diimunisasi.

12 21,5 30 53,5 10 17,8 4 7,2

3 Saya ketakutan ketika saya melakukan perawatan mata, hidung, dan telinga akan dapat membahayakan bayi ibu.

15 26,7 24 42,9 15 26,7 2 3,7

4 Saya merasa panik disaat saya memberikan ASI malam hari pada bayi.

18 32,1 23 41,1 13 23,2 2 3,6

5 Saya merasa semuanya baik- baik saja dan merasa tidak ada hal buruk akan terjadi pada bayi saya.

21 37,5 19 33,9 7 12,5 9 16,1

6 Lengan dan kaki saya gemetar saat saya akan menyusui bayi saya.

21 37,5 23 41,1 11 19,6 1 1,8

7 Saya terganggu oleh nyeri kepala leher dan nyeri punggung pada saat saya melakukan perawatan tali pusat.

26 46,7 19 33,9 10 17,8 1 1,8

8 Saya merasa lemah dan mudah lelah saat saya mengganti popok bayi saya.

15 26,7 26 46,5 12 21,5 3 5,3

9 Saya merasa tenang dan dapat duduk diam dengan mudah

saat saya menyusui bayi saya. 10 Saya merasakan jantung saya

berdebar-debar saat bayi saya akan diimunisasi.

15 26,7 27 42,3 8 14,2 6 10,8

11 Saya merasa pusing saat saya saat saya mengganti popok bayi saya.

18 32,2 26 46,4 12 21,4 0 0

12 Saya merasa seakan-akan saya pingsan pada saat bayi saya akan dimandikan.

33 58,9 14 25 7 12,5 2 3,6

13 Saya dapat bernafas dengan mudah saat saya melakukan perawatan mata pada bayi saya.

16 28,5 13 23,3 11 19,7 16 28,5

14 Saya merasa jari-jari tangan saya dan kaki saya mati rasa dan kesemutan disaat saya menyusui bayi saya.

24 42,8 15 26,8 15 25,8 2 3,6

15 Saya terganggu dengan nyeri lambung saat saya melakukan perawatan alat kelamin bayi saya.

22 39,2 23 41,1 10 17,8 1 1,8

16 Saya sering buang air kecil saat melakukan perawatan tali pusat

16 28,5 23 41,1 16 28,6 1 1,8

17 Tangan saya biasanya kering dna hangat saat mengganti popok bayi

18 32.2 20 35,7 11 19,6 7 12,5

18 Wajah saya terasa panas dan merah merona saat melakukan perawatan bayi baru lahir

23 41,2 26 46,4 6 10,7 1 1,8

19 Saya mudah tertidur dan dapat beristirahat malam dengan baik

13 23,2 24 42,8 6 10,7 13 23,3

20 Saya mimpi buruk tentang bayi saya karena

ketidakmampuan saya merawatnya.

29 51,7 10 33,9 8 14,3 9 16,1

Berdasarkan Tabel 5.4 dapat diketahui bahwa mayoritas responden

menjawabtidak ada pada pernyataan saya merasa seakan-akan saya pingsan pada saat

bayi saya akan dimandikan sebanyak 33 orang (58,9%), mayoritas responden yang

menjawab kadang-kadang pada pernyataan saya merasa lebih cemas dari biasanya

yang menjawab sering pada pernyataan saya sering buang air kecil saat melakukan

perawatan tali pusat sebanyak 16 orang (28,6%), dan mayoritas responden yang

menjawab sering sekali pada pernyataan saya dapat bernafas dengan mudah saat

saya melakukan perawatan bayi saya sebanyak 16 orang (28,6%).

Tabel 5.5

Distribusi Frekuensi Responden berdasarkan Tingkat Kecemasan Ibu Nifas di Rumah Sakit Umum Sundari Medan

Tahun 2015 (n=56)

Tingkat Kecemasan Frekuensi Persentase (%)

Tidak ada 34 60,7

Kecemasan Ringan 18 32,1

Kecemasan Sedang 4 7,1

Berdasarkan Tabel 5.5diketahui bahwa dari 56 responden mayoritas

responden tidak mengalami kecemasan yaitu sebanyak 34 orang (60,7%),

4. Hubungan Dukungan Suami dengan Tingkat Kecemasan Ibu Nifas

Dokumen terkait