• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

5.2 Saran

Melihat pada kesimpulan penulis di atas memberi saran berikut ini: tenaga kesehatan sebagai petugas pelayanan kesehatan hendaklah memiliki wawasan, keterampilan yang banyak dan dapat bekerjasama untuk tim kesehatan yang lain dalam memberikan asuhan keperawatan pada keluarga pada masalah kesehatan Gout Arthritis.

5.2.1 pendidikan atau wawasan perawat secara lebih lanjut perlu di tingkatkan baik formal maupun tidak formal terkhusus pada bidang pengetahuan.

5.2.2 Kembangkan serta tingkatkan pengetahuan tenaga kesehatan tentang pada konsep manusia secara komprehensif agar mampu menerapkan asuhan keperawatan secara benar.

5.2.3 Untuk meningkatan mutu pelayanan, dengan adanya penyuluhan pada keluarga dengan masalah kesehatan Gout Arthritis seperti memberikan penjelasan seputar asam urat serta diit apa yang harus dijalani agar dapat mempercepat penurunan kadar asam urat, serta dapat meningkatkan mutu pelayanan asuhan perawatan.

DAFTAR PUSTAKA

Aru W, Sudoyo. 2009. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, jilid II, edisi V. Jakart:

Interna Publishing.

Fitriana, Rahmatul. 2015. Cara Cepat Usir Asam Urat. Yogyakarta:Medika.

Johnstone, A. 2005. Gout: The Disease and Non-Drug Treatment. Hospital pharmachist. 12: 391-393

Krisnatuti,2006. Perencanaan Menu Untuk Penderita Gangguan Asam Urat,edisi 12.

Misnadiarly. (2007). Obesitas Sebagai Faktor Resiko Beberapa Penyakit, Jakarta:

Obor popularJakarta: Penebar swadaya

Nasrul E, dan Sofitri. 2012. Hiperuresemia pada Pradiabetes. Jurnal Kesehatan Aandalas, Volume 1, Nomor 2. http://jurnal.fk.unand.ac.id diakses pada tanggal 30 oktober 2017

Nurarif & Kusuma.(2015). Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa dan NANDA NIC-NOC. Edisi Revisi Jilid 1. Yogyakarta

PPNI, T. P. (2017). Standart Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI): definisi dan Indikator Diagnostik ((cetakan III) 1 ed.). Jakarta: DPP PPNI.

PPNI, T. P. (2018). Standart Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI): Definisi dan Tindakan Keperawatan ((cetakan II) 1 ed.). Jakarta: DPP PPNI

PPNI, T. P. (2019). Standart Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI): Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan ((cetakan II) 1 ed.). Jakarta: DPP PPNI

Susanto, T., 2013. Asam Urat Deteksi, pencegahan, pengobatan. Yogyakarta: Buku Pintar.hal.16

Sjaifoellah, Noer. 2004. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid 1. Edisi III. Edisi IV. Jakarta: FKUI

Sutrani, Lanny, Alam, Syamsir, dan Hadibroto, Iwan. 2004. Asam Urat. Jakarta:

PT Gramedia Pustaka Utama

Setiabudi, H. (2012). Deteksi Dini, pengobatan, pencegahan, dan pengobatan asam urat. Edisi 1. Yogyakarta: Mantra Books.

Setiadi,(2008).konsep dan proses keperawatan keluarga. Yogyakarta: Graha Ilmu.

INFORMED CONSENT

Judul “STUDI KASUS PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH KESEHATAN GOUT ARTHRITIS DI DESA KEBONAGUNG KECAMATAN PORONG SIDOARJO”

Tanggal pengambilan studi kasus bulan tahun 2022

Sebelum tanda tangan dibawah, saya telah mendapatkan informasi tentang tugas pengambilan studi kasus ini dengan jelas dari mahasiswa yang bernama Sri Untari proses pengambilan studi kasus ini dan saya mengerti semua yang telah dijelaskan tersebut.

Saya setuju untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan studi kasus ini dan saya telah menerima salinan dari form ini.

Saya, Nyonya……….., dengan ini saya memberikan kesediaan setelah mengerti semua yang telah dijelskan oleh peneliti terkait dengan proses pengambilan studi kasus ini dengan baik. Semua data dan informasi dari saya sebagai partisipan hanya akan digunakan untuk tujuan dari studi kasus ini.

Tanda tangan………partisipan (……….)

Tanda tangan………saksi (……….)

Tanda tangan………peneliti (……….)

INFORMED CONSENT

Judul “STUDI KASUS PENERAPAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN MASALAH KESEHATAN GOUT ARTHRITIS DI DESA KEBONAGUNG KECAMATAN PORONG SIDOARJO”

Tanggal pengambilan studi kasus bulan tahun 2022

Sebelum tanda tangan dibawah, saya telah mendapatkan informasi tentang tugas pengambilan studi kasus ini dengan jelas dari mahasiswa yang bernama Sri Untari proses pengambilan studi kasus ini dan saya mengerti semua yang telah dijelaskan tersebut.

Saya setuju untuk berpartisipasi dalam proses pengambilan studi kasus ini dan saya telah menerima salinan dari form ini.

Saya, Nyonya……….., dengan ini saya memberikan kesediaan setelah mengerti semua yang telah dijelaskan oleh peneliti terkait dengan proses pengambilan studi kasus ini dengan baik. Semua data dan informasi dari saya sbagai partisipan hanya akan digunakan untuk tujuan dari studi kasus ini.

Tanda tangan………partisipan (……….)

Tanda tangan………saksi (……….)

Tanda tangan………peneliti (……….)

SATUAN ACARA PENYULUHAN ASAM URAT ( GOUT ARTHRITIS)

Oleh : Sri Untari

1901011

PROGRAM DIII KEPERAWATAN

POLITEKNIK KESEHATAN KERTA CENDEKIA SIDOARJO

2022

SATUAN ACARA PENYULUHAN ASAM URAT ( GOUT ARTHRITIS)

Topik : Penyakit asam urat

Sub topik : Penyuluhan tentang Penyakit asam urat

Penyuluh : Mahasiswa tingkat 3, Poltekkes Kerta Cendekia Sidoarjo Sasaran : Keluarga 1 dan Keluarga 2

Hari/ Tanggal : Sabtu, 18 Juni 2022

Tempat : kebonagung rt 33 rw 06 porong sidoarjo Waktu : 25 menit

A. Latar Belakang

Asam urat merupakan salah satu masalah kesehatan yang berhubungan dengan persendian dan pergerakan. Oleh karenanya apabila persendian terkena asam urat maka pergerakan menjadi terbatas,dan lama-kelamaan bila dibiarkan akan menjadi tofi dimana terjadi penumpukan kristal-kristal disekitar jaringan sehingga kalau dilihat dari luar seperti ada daging yang menonjol terutama pada daerah persendian. hal ini biasanya terjadi pada orang dewasa. Kelebihan asam urat bisa disebabkan karena proses pemasukan makanan yang banyak mengandung purin atau karena proses pengeluaran purin lewat urin yang kurang.

B. Tujuan Umum

Setelah mengikuti penyuluhan pasien dan keluarga pasien mampu memahami tentang penyakit asam urat.

C. Tujuan Khusus

Setelah mengikuti penyuluhan pasien dan keluarga pasien diharapkan dapat menjelaskan tentang :

1. Pengertian Asam Urat 2. Penyebab Asam Urat

3. Tanda dan gejala Asam Urat 4. Komplikasi Asam Urat

5. Makanan yang dianjurkan untuk penderita Asam dan Makanan yang harus dihindari untuk penderita Asam Urat.

D. Materi

1. Pengertian Asam Urat 2. Penyebab Asam Urat

3. Tanda dan gejala Asam Urat 4. Komplikasi Asam Urat

5. Makanan yang dianjurkan untuk penderita Asam Urat dan Makanan yang harus dihindari untuk penderita Asam Urat.

6. Penatalaksanaan penyakit asam urat.

E. Metode 3 Ceramah 4 Diskusi 5 Tanya jawab F. Media

1. Leaflet 2. Materi SAP

G. Kegiatan Pembelajaran

No Kegiatan Penyuluhan Respon Peserta 1 Pendahuluan

- Memberi salam

- Menyampaikan pokok bahasan

- Menyampaikan tujuan Melakukan presepsi

- Menjawab salam - Menyimak - Menyimak

Melakukan presepsi

2 Isi

- Penyampaian materi - Memperhatikan

3 Penutup

- Diskusi - Kesimpulan - Evaluasi

- Memberikan salam penutup

Menyampaikan jawaban -Mendengarkan

-Menjawab salam

H. Evaluasi

1. Kegiatan : jadwal, tempat, alat bantu/media, pengorganisasian, proses penyuluhan.

2. Hasil penyuluhan : memberi pertanyaan pada pasien dan keluarga pasien tentang :

a. Apa pengertian, penyebab asam urat ?

b. Bagaimana tanda dan gejala penderita asam urat ? c. Apa saja komplikasi yang mungkin terjadi ?

d. Makanan yang dianjurkan untuk penderita Asam Urat dan Makanan yang harus dihindari untuk penderita Asam Urat?

MATERI PENYULUHAN KESEHATAN ASAM URAT ( GOUT ARTHRITIS)

A. Definisi

Pengertian Asam Urat Asam urat adalah suatu penyakit yang sering menyerang bagian persendian terutama sendi jari kaki, jari tangan, tumit, dengkul, siku, dan pergelangan tangan. Jangan dikira bahwa nyeri yang ditimbulkan asam urat adalah nyeri biasa. Nyeri sendi yang diakibatkan asam urat sangatlah hebat dan membuat bagian yang diserang tampak bengkak dan meradang. Penyakit asam urat atau sering disebut Artritispirai (gout) merupakan kelainan metabolic akibat deposisi kristal monosodium urat pada jaringan atau akibat super saturnasi asam urat di dalam cairan ekstra seluler. Asam urat merupakan produk akhir dari

metabolik purin. Penyakit asam urat ditandai dengan serangan mendadak dan berulang yang terasa sangat nyeri. Penyakit ini umumnya menyerang pria dari pada perempuan. Hal ini dikarenakan perempuan memiliki hormon estrogen yang ikut membantu pembuangan asam urat melalui urin (Anonim, 2007; Mansjoer, 2004;

Messwati, 2007).

B. Etiologi

Hiperurisemia pada penyakit gout ini terjadi karena:

1. Pembentukan asam urat yang berlebihan

a. Gout primer metabolik, disebabkan oleh sintesis langsung yang bertambah b. Gout sekunder metabolik, disebabkan oleh pembentukan asam urat berlebihan karena penyakit lain.

2. Kurangnya pengeluaran asam urat melalui ginjal

a. Gout primer renal, terjadi karena adanya gangguan ekskresi asam urat di tubuli distal ginjal yang sehat.

b. Gout sekunder renal, disebabkan oleh kerusakan ginjal 3. Perombakan dalam usus yang berkurang (Mansjoer, 2004).

C. Tanda dan Gejala

Tanda dan Gejala Menurut (Sapti 2019), tanda dan gejala yang biasa dialami oleh penderita penyakit arthritis gout adalah:

a) Kesemutan dan linu.

b) Nyeri terutama pada malam atau pagi hari saat bangun tidur.

c) Sendi yang terkena arthritis gout terlihat bengkak, kemerahan, panas, dan nyeri luar biasa.

d) Menyerang satu sendi dan berlangsung selama beberapa hari, gejalanya menghilang secara bertahap dimana sendi kembali berfungsi dan tidak muncul gejala hingga terjadi serangan berikutnya.

e) Urutan sendi yang terkena serangan gout berulang adalah ibu jari kaki (padogra), sendi tarsal kaki, pergelangan kaki, sendi kaki belakang, pergelangan tangan, lutut, dan bursa elekranon pada siku.

f) Nyeri hebat dan akan merasakan nyeri pada tengah malam mejelang pagi.

g) Sendi yang terserang gout akan membengkak dan kulit biasanya akan berwarna merah atau kekuningan, serta terasa hangat dan nyeri saat digerakkan serta muncul benjolan pada sendi (tofus). Jika sudah agak lama (hari kelima), kulit di atasnya akan berwarna merah kusam dan terkelupas (deskuamasi).

D. Komplikasi - Komplikasi

Tidak jarang, penderita menjadi depresi karena kualitas dan produktivitasnya menurun drastis. Yang harus diwaspadai adalah komplikasi di kemudian hari, seperti benjolan pada bagian tubuh tertentu, kerusakan tulang dan sendi sehingga dapat pincang,peradangan tulang,kerusakan ligamen dan tendon (otot ), batu ginjal, kerusakan ginjal, dan tekanan darah tinggi (hipertensi).

E. Makanan yang harus dihindari dan yang di anjurkan oleh penderita asam urat.

MAKANAN YANG DIAJURKAN PADA PENDERITA ASAM URAT

1. Konsumsi makanan yang mengandung potasium tinggi seperti kentang, yogurt, danpisang

2.Konsumsi buah yang banyak mengandung vitamin C, seperti jeruk, pepaya dan strawberry

3.Contoh buah dan sayuran untuk mengobati penyakit asam urat: buah naga, belimbingwuluh, jahe, labu kuning, sawi hijau, sawi putih, serai dan tomat

4.Perbanyak konsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi, singkong, roti dan ubi 5.Kurangi konsumsi karbohidrat sederhana jenis fruktosa seperti gula, permen, arum manis, gulali dan sirup

6.Jangan minum aspirin

7.Jangan bekerja terlalu keras / kelelahan

8.Pada orang yang kegemukan (obesitas), biasanya kadar asam urat cepat naik tapi pengeluaran sedikit, maka sebaiknya turunkan berat badan dengan olahraga yang cukup

9.Sesuaikan asupan energi dengan kebutuhan tubuh, berdasarkan tinggi dan berat badan

MAKANAN YANG HARUS DIHINDARI PADA PENDERITA ASAM URAT a. Jeroan: ginjal, limpa, babat, usus, hati, paru dan otak.

b. Seafood: udang, cumi-cumi, sotong, kerang, remis, tiram, kepiting, ikan teri, ikan sarden.

c. Ekstrak daging seperti abon dan dendeng.

d. Makanan yang sudah dikalengkan (contoh: kornet sapi, sarden).

e. Daging kambing, daging sapi, daging kuda.

f. Bebek, angsa dan kalkun.

g. Kacang-kacangan: kacang kedelai (termasuk tempe, tauco, oncom, susu kedelai), kacang tanah, kacang hijau, tauge, melinjo, emping.

h. Sayuran: kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur kuping, daun singkong, daunpepaya, kangkung.

i. Keju, telur, krim, es krim, kaldu atau kuah daging yang kental.

j.Buah-buahan tertentu seperti durian, nanas dan air kelapa.

k. Makanan yang digoreng atau bersantan atau dimasak dengan menggunakan margarin/mentega.

l. Makanan kaya protein dan lemak.

m. Selain beberapa pantangan di atas, penderita penyakit asam urat juga harus selalu banyak minum air putih apalagi bagi mereka yang mempunyai penyakit batu ginjal.

Dengan banyak minum air putih akan sangat membantu ginjal untuk mengeluarkan kristal asam urat dari dalam tubuh melalui urine.

F. Pengobatan

Pengobatan pada penderita asam urat dapat dengan edukasi,pengaturan diet, istirahat sendi dan pengobatan (kolaboratif) dengan pemberian akupresur.

G. Daftar Pustaka

Mansjoer, A.. 2004 Kapita Selekta Kedokteran. Edisi Ketiga, Jilid Satu. Jakarta :Media Aeskulapius

Saraswati S., 2009. Diet Sehat untuk Penyakit Asam Urat, Diabetes, Hipertensi dan Stroke, Cetakan 1, Jogjakarta : A Plus Books

Smeltzer, SC & Bare, BG, 2002, Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Brunner

&

Suddarth, Edisi 8 Vol 2, EGC, Jakarta.

Lampiran

Lampiran

Dokumen terkait