• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINGKAT PARTISIPASI PESERTA PROGRAM DAN HUBUNGANNYA DENGAN KARAKTERISTIK INDIVIDU

PESERTA PROGRAM CSR WASH PT AGM CITEREUP

Pada bab ini akan dibahas mengenai tingkat partisipasi peserta program. Partisipasi peserta program dilihat dari sejauh mana keterlibatannya pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.Sedangkan tingkat partisipasi peserta program dikategorikan menjadi tiga besar derajat partisipasi yaitu non-partisipasi, tokenisme, dan citizen power. Setelah itu, akan dibahas mengenai tingkat partisipasi peserta program dan hubungannya dengan karakteristik individu peserta program CSR WASH PT AGM Citereup. Tingkat partisipasi peserta program CSR WASH diduga dipengaruhi oleh karakteristik individu peserta programnya.Karakteristik individu peserta program meliputi yang umur, jenis kelamin, status pernikahan, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan dan pengalaman berkelompok.

Tahap Perencanaan

Tahap perencanaan dalam penelitian ini adalah tahap awal dalam menyusun tujuan, maksud, dan target yang hendak dicapai dalam pelaksanaan program CSR WASH PT AGM Citereup. Pada tahap perencanaan ini dapat diketahui sejauh mana keterlibatan partisipan dalam merencanakan suatu program. Tabel 25 Jumlah dan persentase peserta program menurut tingkat partisipasinya pada tahap perencanaan program CSR WASH PT AGM Citereup pada tahun 2013

Tabel 25 menunjukkan bahwa sebagian besar peserta program memiliki tingkat partisipasi yang rendah pada tahap perencanaan program. Sebagian besar peserta program hanya mengetahui tentang rencana pelaksanaan program WASH tanpa ikut terlibat dalam usaha-usaha merencanakan program. Hal tersebut disebabkan sebagian besar peserta program lebih mempercayakan segala urusan perencanaan pembangunan sarana dan prasarana air bersih kepada perangkat desa. Umumnya peserta program yang terlibat dalam proses perencanaan merupakan orang-orang yang memiliki jabatan yaitu sebagai tetua masyarkat ataupun perangkat desa. Peserta program hanya diminta persetujuannya mengenai program WASH yang akan dilaksanakan di wilayah mereka dan perencanaan keuangan yang diperlukan selama proses pelaksanaan program. Dalam perencanaan program bukan berarti mereka bebas menentukan semua yang berkaitan dengan

Tahap Perencanaan Jumlah (jiwa) Total (%) Rendah Sedang Tinggi 45 11 4 75.0 18.3 6.7 Total 60 100.0

56

program WASH yang akan dilaksanakan. Wewenang penuh tetap ada pada PT AGM, termasuk dalam menentukan tahapan pelaksanaan program, waktu pelaksanaan program, dan menentukan keuangan pembangunan secara pasti melalui rapat internal perusahaan. Setelah kesepakatan internal perusahaan telah didapat, kemudian diadakan pertemuan warga untuk membahas rencana pelaksanaan program CSR WASH.

Tahap Pelaksanaan

Tahap pelaksanaan dalam penelitian ini adalah tahap dimana program CSR WASH PT AGM Citereup diimplementasikan. Pada tahap pelasanaan ini dapat diketahui sejauh mana keterlibatan peserta program dalam menyumbangkan apapun yang mereka miliki, seperti pikiran, tenaga, dana ataupun yang lainnya saat program diimplementasikan.

Tabel 26 Jumlah dan persentase peserta program menurut tingkat partisipasinya pada tahap pelaksanaan program CSR WASH PT AGM Citereup pada tahun 2013

Tabel 26 menunjukkan bahwa mayoritas peserta program memiliki tingkat partisipasi yang rendah pada tahap pelaksanaan program. Hal tersebut dikarenakan sebagian besar peserta program yang memiliki kesibukan kerja hanya memiliki waktu luang yang sedikit selama dilaksanakannya pembangunan sarana dan prasarana air bersih, sehingga mereka tidak dapat terlibat langsung selama pelaksanaan program CSR WASH. Perusahaan juga tidak menyesuaikan waktu pelaksanaan program dengan jam luang yang dimiliki peserta program. Akibatnya, sangat sedikit peserta program yang benar-benar terlibat langsung selama pelaksanaan program. Selain itu, perusahaan juga sudah menyediakan jasa kuli bangunan untuk melakukan pembangunan sarana dan prasarana air bersih, sehingga kontribusi peserta menjadi semakin rendah karena tenaganya tidak lagi dibutuhkan.

Tahap Evaluasi

Tahap evaluasi dalam penelitian ini adalah tahap penilaian terhadap program CSR WASH yang telah diimplementasikan oleh PT Aqua Golden Mississippi. Pada tahap ini, dapat diketaui sejauh mana masyarakat dilibatkan dalam memberikan masukan ataupun umpan balik agar perusahaan dapat melakukan perbaikan pada program yang akan datang.

Tahap Pelaksanaan Jumlah

(jiwa) Total (%) Rendah Sedang Tinggi 44 12 4 73.3 20.0 6.7 Total 60 100.0

57 Tabel 27 Jumlah dan persentase peserta program menurut tingkat partisipasinya pada tahap evaluasi program CSR WASH PT AGM Citereup pada tahun 2013

Tabel 27 menunjukkan bahwa mayoritaspeserta program memiliki tingkat partisipasi yang rendah pada tahap evaluasi program CSR WASH PT AGM Citereup. Hal tersebut dikarenakan PT AGM belum melibatkan peran serta peserta program dalam mengevaluasi program WASH yang telah diimplementasikannya di Desa Cicadas karena kurangnya sumberdaya manusia dari kalangan internal PT AGM untuk melakukan evaluasi program di lapang. Kurangnya sumberdaya internal perusahaan disebabkan hanya terdapat satu orang pengurus CSR yang mengurus program WASH secara penuh. Sedangkan, anggota CSR perusahaan lainnya hanyalah karyawan-karyawan perusahaan yang dengan kerelaannya ingin membantu proses pelaksanaan program. Sehingga ketika evaluasi program WASH dilaksanakan, tidak ada team yang secara pasti dibentuk oleh perusahaan untuk menilai efektifitas program WASH di lapang. Padahal dalam merekrut staf CSR, perusahaan seharusnya mampu menempatkan orang-orang yang memang sudah memiliki kompetensi khusus dibidang CSR itu sendiri. Selain itu, tidak dilibatkannya LSM selama program direncanakan hingga dievaluasi, semakin memberatkan tugas perusahaan dalam mengevaluasi program WASH. Akibatnya, perusahaan hanya mengevaluasi secara umum saja tentang program seperti ada atau tidaknya permasalah yang terjadi pasca dilaksanakannya program CSR WASH PT AGM Citereup.

Tingkat Partisipasi Program CSR WASH PT AGM Citereup

Partisipasi ialah proses aktif dimana inisiatif diambil oleh masyarakat sendiri, dibimbing oleh cara berpikir mereka sendiri, dengan menggunakan sarana dan proses (lembaga dan mekanisme) dimana mereka dapat melakukan kontrol secara efektif (Nasdian 2006). Arnstein (1969) menjelaskan terdapat delapan tangga atau tingkatan partisipasi masyarakat, yaitu manipulation, therapy, informing, concultation, placation, partnership, delegated power dan citizen control. Selanjutnya ke delapan tangga tersebut dikelompokkan menjadi tiga besar derajat partisipasi yaitu non-partisipasi, tokenisme, dan citizen power.

Tahap Evaluasi Jumlah

(jiwa) Total (%) Rendah Sedang Tinggi 57 2 1 95.0 3.3 1.7 Total 60 100.0

58

Tabel 28 Jumlah dan persentase peserta program menurut tingkat partisipasinya dalam program CSR WASH PT AGM Citereup pada tahun 2013

Tabel 28 menunjukkan bahwa jumlah peserta program yang memiliki tingkat non-partisipasi berjumlah lebih banyak dibandingkan jumlah peserta program yang memiliki tingkat partisipasi tokenisme dan citizen power. Para peserta program yang berada ditingkat non-partisipasi tersebut berarti keterlibatannya dalam program dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi masih rendah. Secara umum, kontrol secara penuh terhadap pengimplementasian program WASH belum dapat dilakukan oleh peserta program. Rendahnya partisipasi mereka dalam program CSR WASH PT AGM Citereup disebabkan oleh banyak hal, diantaranya ialah: (1) peserta program cenderung memberikan kepercayaan pelaksanaan program pada perangkat desa tanpa terlibat langsung dalam upaya perencanaan program, (2) minimnya waktu luang yang dimiliki peserta program menjadi alasan mereka untuk tidak ikut terlibat dalam program dan disisi lain perusahaan juga tidak memperhatikan jam luang peserta program selama proses pelaksanaan program, dan (3) tidak dilibatkannya peserta program dalam evaluasi program yang dilakukan oleh perusahaan.

Hubungan Karakteristik Individu Peserta Program dengan Tingkat Partisipasi Peserta Program CSR WASH PT AGM Citereup

Hubungan Umur dengan Tingkat Partisipasi

Hubungan umur peserta program dengan tingkat partisipasi peserta program CSR WASH PT AGM Citereup diuji dengan menggunakan uji statistik korelasi non-parametrik Rank Spearman karena kedua variabel tersebut memiliki data dengan skala ordinal. Berikut hipotesis dalam penelitian ini:

H0= Tidak terdapat hubungan positif antara umur peserta program dengan tingkat partisipasi program CSR WASH PT AGM Citereup

H1= Umur peserta program berhubungan positif dengan tingkat partisipasi program CSR WASH PT AGM Citereup

Dari hasil uji statistik tersebut diperoleh nilai korelasi antara variabel umur dengan tingkat partisipasi sebesar -0.008, artinya hubungan kedua variabel adalah lemah. Selain itu, diperoleh juga nilai signifikan hitung sebesar 0.951>α (0.05), sehingga H0 diterima dan H1 ditolak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan positif antara umur peserta program dengan tingkat pengetahuan peserta program CSR WASH PT AGM Citereup.

Tingkat Partisipasi Jumlah (jiwa) Total (%) Non-Partisipasi Tokenisme Citizen Power 57 2 1 95.0 3.3 1.7 Total 60 100.0

59 Tabel 29 Jumlah dan persentase peserta program menurut umur dan tingkat partisipasi peserta program CSR WASH PT AGM Citereup pada tahun 2013

Tabel 29 menunjukkan bahwa jumlah peserta program yang berumur produktif tua dan memiliki tingkat partisipasi tinggi (citizen power) lebih banyak dibandingkan peserta program yang berumur produktif menengah dan muda serta terdapat kecenderungan bahwa responden yang berumur produktif tua memiliki tingkat partisipasi yang tinggi terhadap program CSR WASH PT AGM Citereup. Hal tersebut dikarenakan responden yang berada pada umur produktif tua cenderung memiliki waktu yang lebih luang untuk ikut terlibat dalam pengimplementasian program CSR WASH PT AGM Citereup. Waktu luang yang dimiliki mereka didapat karena bidang pekerjaanya tidak menuntut waktu khusus untuk bekerja sesuai dengan aturan jam kerja yang ditentukan oleh tempatnya bekerja, seperti pernyataan yang diungkapkan oleh Bapak RYF, peserta program CSR WASH PT AGM Citereup:

“...kalo disini mah neng yang orang tua malah justru sering ikut kumpul warga soalnya selain kerjanya usaha dirumah kalo mau kumpul juga enak waktunya...”-Bapak RYF.

Hal ini berbeda dengan pernyataan yang dikemukakan oleh Tamarli dalam Febriana (2008) bahwa semakin tua seseorang, relatif berkurang kemampuan fisiknya dan keadaan tersebut akan mempengaruhi partisipasi sosialnya. Pada pengimplementasian program CSR WASH PT AGM Citereup di Desa Cicadas justru peserta program yang berumur produktif tua lah yang memiliki keterlibatan aktif.

Hubungan Jenis Kelamin dengan Tingkat Partisipasi

Hubungan jenis kelaminpeserta program dengan tingkat partisipasi peserta program CSR WASH PT AGM Citereup diuji dengan menggunakan uji statistik non-parametrik Chi-Square. Berikut hipotesis dalam penelitian ini:

H0= Tidak terdapat hubungan antara jenis kelamin peserta program dengan tingkat partisipasi peserta program CSR WASH PT AGM Citereup H1= Jenis kelamin peserta program berhubungan dengan tingkat partisipasi

peserta program CSR WASH PT AGM Citereup Tingkat Partisipasi Umur Produktif Muda n (%) Produktif Menengah n (%) Produktif Tua n (%) Non-partisipasi Tokenisme Citizen Power 7 (87.5) 1 (12.5) 0 (0) 30 (85.7) 5 (14.3) 0 (0) 15 (88.2) 1 (5.9) 1 (5.9) Total n (%) 8 (100.0) 35 (100.0) 17 (100.0)

60

Dari hasil uji statistik tersebut diperoleh nilai korelasi antara variabel jenis kelamin dengan tingkat partisipasi sebesar 3.649, artinya hubungan kedua variabel adalah kuat. Selain itu, diperoleh juga nilai Asymp.Sig (2-sided) sebesar 0.161>α (0.05), sehingga H0 diterima dan H1ditolak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara jenis kelaminpeserta program dengan tingkat partisipasi peserta program CSR WASH PT AGM Citereup.

Tabel 30 Jumlah dan persentase peserta program menurut jenis kelamin dan tingkat partisipasi peserta program CSR WASH PT AGM Citereup pada tahun 2013

Tabel 30 menunjukkan bahwa jumlah peserta program laki-laki yang memiliki tingkat partisipasi tinggi (citizen power) lebih banyak dibandingkan peserta program perempuan dan terdapat kecenderungan bahwa peserta program laki-laki memiliki tingkat partisipasi yang tinggi terhadap program CSR WASH PT AGM Citereup. Hal tersebut disebabkan peserta program laki-laki cenderung memiliki minat, pengetahuan, dan pengalaman yang lebih terhadap program yang berkaitan dengan pembangunan dibandingkan peserta program perempuan. Mereka juga memiliki jaringan kerja yang lebih kuat dalam hal program pembangunan diwilayah tempat tinggalnya. Peserta program perempuan biasanya lebih memberi kepercayaan kepada peserta program laki-laki sejak program direncanakan hingga diimplementasikan. Peserta program perempuan juga lebih memilih mengurus hal-hal lain yang berkaitan dengan kepentingan dan keperluan rumah tangga, seperti memasak, membersihkan rumah, mengurus anak, dan lain- lain ketimbang harus ikut terlibat langsung dalam pengimplementasian program CSR WASH PT AGM Citereup.

Hubungan Status Pernikahan dengan Tingkat Partisipasi

Hubungan status pernikahan peserta program dengan tingkat partisipasi peserta program CSR WASH PT AGM Citereup diuji dengan menggunakan uji statistik non-parametrik Rank Spearman karena kedua variabel tersebut memiliki data dengan skala ordinal. Berikut hipotesis dalam penelitian ini:

H0= Tidak terdapat hubungan positif antara status pernikahan peserta program dengan tingkat partisipasi peserta program CSR WASH PT AGM Citereup

H1= Status pernikahan peserta program berhubungan positif dengan tingkat partisipasi peserta program CSR WASH PT AGM Citereup

Tingkat Partisipasi Jenis Kelamin Perempuan n (%) Laki-laki n (%) Non-partisipasi Tokenisme Citizen Power 17 (100.0) 0 (0) 0 (0) 35 (81.4) 7 (16.3) 1 (2.3) Total n (%) 17 (100.0) 43 (100.0)

61 Dari hasil uji statistik tersebut diperoleh nilai korelasi antara variabel status pernikahan dengan tingkat partisipasi sebesar -0.051, artinya hubungan kedua variabel adalah lemah. Selain itu, diperoleh juga nilai signifikan hitung sebesar 0.699>α (0.05), sehingga H0 diterima dan H1ditolak. Hasil tersebut menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan positif antara status pernikahan peserta program dengan tingkat partisipasi peserta program CSR WASH PT AGM Citereup.

Tabel 31 Jumlah dan persentase peserta program menurut status pernikahan dan tingkat partisipasi peserta program CSR WASH PT AGM Citereup pada tahun 2013

Tabel 31 menunjukkan bahwa jumlah peserta program yang berstatus menikah dan memiliki tingkat partisipasi tinggi (citizen power) lebih banyak peserta program yang berstatus cerai mati dan terdapat kecenderungan bahwa responden yang berstatus menikah memiliki tingkat partisipasi yang tinggi terhadap program CSR WASH PT AGM Citereup. Hal tersebut disebabkan peserta program yang berstatus menikah akan lebih mudah untuk memutuskan siapa yang akan turut terlibat dalam pengimplementasian program atau dalam hal ini terdapat anggota keluarga yang dapat dijadikan perwakilan pada program dibandingkan mereka yang berstatus cerai mati. Jumlah anggota keluarga juga akan mempengaruhi partisipasi peserta program di dalamnya. Peserta program yang berstatus menikah juga akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan informasi terkait program WASH. Informasi tersebut secara tidak langsung akan mempengaruhi pola pikir mereka untuk ikut atau tidak berpartisipasi dalam perencanaan dan pelaksanaan program CSR WASH PT AGM Citereup.

Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Tingkat Partisipasi

Hubungan tingkat pendidikan peserta program dengan tingkat partisipasi peserta program CSR WASH PT AGM Citereup diuji dengan menggunakan uji statistik korelasi non-parametrik Rank Spearman karena kedua variabel tersebut memiliki data dengan skala ordinal. Berikut hipotesis dalam penelitian ini:

H0= Tidak terdapat hubungan positif antara tingkat pendidikan peserta program dengan tingkat partisipasi program CSR WASH PT AGM Citereup Tingkat Partisipasi Status Pernikahan Cerai Mati n (%) Menikah n (%) Non-partisipasi Tokenisme Citizen Power 1 (100.0) 0 (0) 0 (0) 51 (86.4) 7 (11.9) 1 (1.7) Total n (%) 1 (100.0) 59 (100.0)

62

H1= Tingkat pendidikan peserta program berhubungan positif dengan tingkat partisipasi program CSR WASH PT AGM Citereup

Dari hasil uji statistik tersebut diperoleh nilai korelasi antara variabel tingkat pendidikan dengan tingkat partisipasi sebesar 0.152, artinya hubungan kedua variabel adalah lemah. Selain itu, diperoleh juga nilai signifikan hitung

sebesar 0.245>α (0.05), sehingga H0 diterima dan H1ditolak. Hasil tersebut

menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan positif antara tingkat pendidikan peserta program dengan tingkat partisipasi peserta program CSR WASH PT AGM Citereup.

Tabel 32 Jumlah dan persentase peserta program menurut tingkat pendidikandan tingkat partisipasi peserta program CSR WASH PT AGM Citereup pada tahun 2013

Tabel 32 menunjukkan bahwa jumlah peserta program yang berpendidikan tinggi (Tamat SMA/PT) dan memiliki tingkat partisipasi tinggi (citizen power) lebih banyak dibandingkan yang berpendidikan menengah dan rendah. Terdapat kecenderungan bahwa peserta program yang berpendidikan tinggi (Tamat SMA/Perguruan Tinggi) memiliki tingkat partisipasi yang juga tinggi terhadap program CSR WASH PT AGM Citereup. Peserta program yang berpendidikan tinggi cenderung memiliki pengalaman belajar yang lebih lama dibandingkan lainnya, sehingga akan semakin mudah menerima hal-hal baru yang terjadi di sekitarnya, termasuk dalam hal berpartisipasi pada program CSR WASH PT AGM Citereup.

Hubungan Jenis Pekerjaan dengan Tingkat Partisipasi

Hubungan jenis pekerjaan peserta program dengan tingkat partisipasi peserta program CSR WASH PT AGM Citereup diuji dengan menggunakan uji statistik non-parametrik Rank Spearman karena kedua variabel tersebut memiliki data dengan skala ordinal. Berikut hipotesis dalam penelitian ini:

H0= Tidak terdapat hubungan positif antara jenis pekerjaan peserta program dengan tingkat partisipasi peserta program CSR WASH PT AGM Citereup

H1= Jenis pekerjaan peserta program berhubungan positif dengan tingkat partisipasi peserta program CSR WASH PT AGM Citereup

Dari hasil uji statistik tersebut diperoleh nilai korelasi antara variabel jenis pekerjaan dengan tingkat partisipasi sebesar 0.125, artinya hubungan kedua Tingkat Partisipasi Tingkat Pendidikan Tidak Sekolah/ Tamat SD (Rendah) n (%) Tamat SMP (Sedang) n (%) Tamat SMA/Perguruan Tinggi (Tinggi) n (%) Non-partisipasi Tokenisme Citizen Power 21 (67.7) 9 (29.0) 1 (3.3) 9 (69.2) 3 (23.0) 1 (7.8) 9 (56.2) 5 (31.2) 2 (12.6) Total n (%) 31 (100.0) 13 (100.0) 16 (100.0)

63 variabel adalah lemah. Selain itu, diperoleh juga nilai signifikan hitung sebesar

0.342>α (0.05), sehingga H0 diterima dan H1ditolak. Hasil tersebut menunjukkan

bahwa tidak terdapat hubungan positif antara jenis pekerjaan dengan tingkat partisipasi peserta program CSR WASH PT AGM Citereup.

Tabel 33 Jumlah dan persentase peserta program menurut jenis pekerjaan dan tingkat partisipasi peserta program CSR WASH PT AGM Citereup pada tahun 2013

Tabel 33 menunjukkan bahwa jumlah peserta program yang bekerja sebagai petani dan ibu rumah tangga dan memiliki partisipasi yang tinggi (citizen power) lebih banyak dibandingkan yang bekerja sebagai wiraswasta dan buruh industri. Terdapat kecenderungan bahwa peserta program yang bekerja sebagai petani dan ibu rumah tangga dan memiliki partisipasi yang tinggi terhadap program CSR WASH PT AGM Citereup. Hal tersebut dikarenakan responden yang bekerja sebagai petani dan ibu rumah tangga cenderung memiliki waktu yang luang lebih bebas dan tidak terikat dalam pekerjaannya, sehingga waktu mereka lebih fleksibel untuk dapat ikut terlibat dalam pengimplementasian program CSR WASH PT AGM Citereup dibandingkan peserta program lainnya. Hubungan Pengalaman Berkelompok dengan Tingkat Partisipasi

Hubungan pengalaman berkelompok peserta program dengan tingkat partisipasi peserta program CSR WASH PT AGM Citereup diuji dengan menggunakan uji statistik korelasi non-parametrik Rank Spearman karena kedua variabel tersebut memiliki data dengan skala ordinal. Berikut hipotesis dalam penelitian ini:

H0= Tidak terdapat hubungan positif antara pengalaman berkelompok peserta program dengan tingkat partisipasi program CSR WASH PT AGM Citereup

H1= Pengalaman berkelompokpeserta program berhubungan positif dengan tingkat partisipasi program CSR WASH PT AGM Citereup

Dari hasil uji statistik tersebut diperoleh nilai korelasi antara variabel pengalaman berkelompok dengan tingkat partisipasi sebesar 0.312, artinya hubungan kedua variabel adalah lemah. Selain itu, diperoleh juga nilai signifikan hitung sebesar 0.015<α (0.05), sehingga H0 ditolak dan H1diterima. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengalaman berkelompok peserta program berhubungan

Tingkat Partisipasi Jenis Pekerjaan Wiraswasta n (%) Buruh Industri n (%)

Lainnya (Petani dan Ibu Rumah Tangga)

n (%) Non-partisipasi Tokenisme Citizen Power 22 (96.0) 1 (4.0) 0 (0) 19 (76.0) 6 (24.0) 0 (0) 11 (91.6) 0 (0) 1 (8.4) Total n (%) 23 (100.0) 25 (100.0) 12 (100.0)

64

positif dengan tingkat partisipasi program CSR WASH PT AGM Citereup. Jadi, semakin tinggi pengalaman berkelompok peserta program, maka akan semakin tinggi tingkat partisipasinya pada program CSR WASH PT AGM Citereup.

Tabel 34 Jumlah dan persentase peserta program menurutpengalaman berkelompokdan tingkat partisipasi peserta program CSR WASH PT AGM Citereup pada tahun 2013

Tabel 34 menunjukkan bahwa jumlah peserta program berpengalaman mengikuti lebih dari 3 kelompok dan memiliki tingkat pasrtisipasi tinggi (citizen power) lebih banyak dibandingkan lainnya dan terdapat kecenderungan bahwa responden yang berpengalaman mengikuti lebih dari 3 kelompok memiliki tingkat partisipasi yang tinggi terhadap program CSR WASH PT AGM Citereup. Hal tersebut dikarenakan mereka lebih sering berinteraksi dan bertukar pikiran dengan orang lain melalui kegiatan perkumpulan. Kegiatan perkumpulan tersebut melatih mereka selalu untuk terlibat aktif dalam kegiatannya, termasuk untuk berpartisipasi selama proses pengimplementasian program CSR WASH PT AGM Citereup.

Ikhtisar

Partisipasi peserta program dalam penelitian ini dilihat seberapa jauh keterlibatan peserta program terhadap pengimplementasian program CSR WASH PT AGM Citereup di Desa Cicadas pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada penelitian ini partisipasi peserta program masih tergolong rendah sejak program direncanakan hingga dievaluasi, sehingga tingkat partisipasi peserta program dikategorikan menjadi non-partisipasi. Selain itu, tingkat partisipasi peserta program juga diduga dipengaruhi oleh karakteristik individu sebagai faktor internal peserta program. Karakteristik individu peserta program meliputi yang umur, jenis kelamin, status pernikahan, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan dan pengalaman berkelompok.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah peserta program yang berumur produktif tua dan memiliki tingkat partisipasi tinggi (citizen power) lebih banyak dibandingkan peserta program yang berumur produktif menengah karena responden yang berumur umur produktif tua cenderung memiliki waktu yang lebih luang untuk ikut terlibat dalam pengimplementasian program CSR WASH PT AGM Citereup. Tabel 30 menunjukkan bahwa jumlah peserta program laki-

Tingkat Partisipasi Pengalaman Berkelompok Tidak Ada (Rendah) n (%) Ikut 1-3 Kelompok (Sedang) n (%) Ikut > 3 Kelompok (Tinggi) n (%) Non-partisipasi Tokenisme Citizen Power 17 (100.0) 0 (0) 0 (0) 35 (83.3) 7 (16.7) 0 (0) 0 (0) 0 (0) 1 (100.0) Total n (%) 17 (100.0) 42 (100.0) 1 (100.0)

65 laki yang memiliki tingkat partisipasi tinggi (citizen power) lebih banyak dibandingkan peserta program perempuan karena peserta program laki-laki cenderung memiliki minat, pengetahuan, dan pengalaman yang lebih terhadap program yang berkaitan dengan pembangunan dibandingkan peserta program perempuan. Tabel 31 menunjukkan bahwa jumlah peserta program yang berstatus menikah dan memiliki tingkat partisipasi tinggi (citizen power) lebih banyak peserta program yang berstatus cerai mati karena peserta program yang berstatus menikah akan lebih mudah untuk memutuskan siapa yang akan turut terlibat dalam pengimplementasian program atau dalam hal ini terdapat anggota keluarga yang dapat dijadikan perwakilan pada program dibandingkan mereka yang