BAB V PENUTUP A. KESIMPULAN
KAJIAN PUSTAKA A. Guru PNS
D. Tinjauan Kinerja Guru 1. Pengertian Kinerja
Mangkunegara (2004: 67) mendefinisikan kinerja adalah hasil kerja yang secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Sulistiyani dan Rosyidah (2003: 223) menyatakan kinerja seseorang merupakan kombinasi dari kemampuan, usaha, dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanya.
Secara definitif Bemandin dan Russell dalam Sulistiyani dan Rosidah (2003) juga mengemukakan kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan, serta waktu. Penilaian kinerja adalah menilai rasio hasil kerja nyata dari standar kualitas maupun kuantitas yang dihasilkan setiap karyawan. (Hasibuan, 2005: 87).
Menurut Andrew F. Sikula dalam Hasibuan (2005), penilaian kinerja adalah evaluasi yang sistematis terhadap pekerjaan yang telah dilakukan oleh karyawan dan ditujukan untuk pengembangan.
Kineija guru adalah kemampuan dan usaha guru untuk melaksanakan tugas pembelajaran sebaik-baiknya dalam perencanaan program pengajaran, pelaksanaan kegiatan pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran. Kineija guru yang dicapai harus berdasarkan standar kemampuan profesional selama melaksanakan kewajiban sebagai guru di sekolah.
Berkaitan dengan kineija guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, terdapat Tugas Keprofesionalan Guru menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 pasal 20 (a) Tentang Guru dan Dosen yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
Kinerja Guru yang baik tentunya tergambar pada penampilan mereka baik dari penampilan kemampuan akademik maupun kemampuan profesi menjadi guru artinya mampu mengelola pengajaran di dalam kelas dan mendidik siswa di luar kelas dengan sebaik-baiknya. Unsur-unsur yang perlu diadakan penilaian dalam proses penilaian kineija guru menurut Siswanto (2003: 234) adalah sebagai berikut: a. Kesetiaan
Kesetiaan adalah tekad dan kesanggupan untuk menaati, melaksanakan dan mengamalkan sesuatu yang ditaati dengan penuh kesabaran dan tanggung jawab.
b. Prestasi Keija
Prestasi keija adalah kineija yang dicapai oleh seorang tenaga keija dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya.
c. Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah kesanggupan seorang tenaga keija dalam menyelesaikan tugas dan pekeijaan yang diserahkan kepadanya dengan sebaik-baiknya dan tepat waktu serta berani membuat resiko atas keputusan yang diambilnya. Tanggung jawab dapat merupakan keharusan pada seorang karyawan untuk melakukan secara layak apa yang telah diwajibkan padanya. (Westra 1997: 291).
Untuk mengukur adanya tanggung jawab dapat dilihat dari:
1) Kesanggupan dalam melaksanakan perintah dan kesanggupan kerja.
2) Kemampuan menyelesaikan tugas dengan tepat dan benar. 3) Melaksanakan tugas dan perintah yang diberikan sebaik-baiknya. d. Ketaatan
Ketaatan adalah kesanggupan seseorang untuk menaati segala ketetapan, peraturan yang berlaku dan menaati perintah yang diberikan atasan yang berwenang.
e. Kejujuran
Kejujuran adalah ketulusan hati seorang tenaga keija dalam melaksanakan tugas dan pekeijaan serta kemampuan untuk tidak menyalahgunakan wewenang yang telah diberikan kepadanya.
f. Kerja sama
Kerja sama adalah kemampuan tenaga keija untuk bekeija bersama-sama dengan orang lain dalam menyelesaikan suatu tugas dan pekeijaan yang telah ditetapkan sehingga mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-besarnya.
g. Prakarsa
Prakarsa adalah kemampuan seseorang tenaga keija untuk mengambil keputusan langkah-langkah atau melaksanakan suatu tindakan yang diperlukan dalam melaksanakan tugas pokok tanpa menunggu perintah dan bimbingan dari atasan.
h. Kepemimpinan
Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat dikerahkan secara maksimal untuk melaksanakan tugas pokok. Kepemimpinan yang dimaksud adalah kemampuan kepala sekolah dalam membina dan membimbing guru untuk melaksanakan KBM terutama kegiatan merencanakan, melaksanakan proses pembelajaran, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran mengarah pada tercapainya kompetensi dasar yang harus dikuasai siswa terkait dengan
pengetahuan, keterampilan dan sikap serta nilai yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak setelah mengikuti kegiatan pembelajaran.
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru
Kinerja Guru akan menjadi optimal, bilamana diintegrasikan dengan komponen sekolah baik kepala sekolah, fasilitas kerja, guru, karyawan, maupun anak didik. Pidarta (1995) dalam Saerozi (2005: 2) mengemukakan ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya yaitu :
a. Kepemimpinan kepala sekolah, b. Fasilitas kerja,
c. Harapan-harapan, dan
d. Kepercayaan personalia sekolah. 3. Prinsip-Prinsip Dalam Mengajar
Mengajar bukanlah tugas yang ringan bagi seorang guru. Mengingat tugas yang berat, maka seorang indvidu harus memiliki prinsip. Dalam hal ini terdapat beberapa macam prinsip dalam mengajar, namun di sini penulis menguraikan lima prinsip diantaranya adalah:
a. Perhatian
Dalam mengajar seorang guru dapat membangkitkan perhatian anak terhadap pelajaran yang telah diberikan. Perhatian ini dapat teijadi secara lengsung maupun tidak langsung. Dikatakan secara langsung karena pada anak sudah ada kesadaran akan tujuan dan
kegunaan akan pelajaran yang telah diperoleh. Sedangkan perhatian yang tidak secara langsung akan muncul bila dirangsang oleh guru yaitu dengan penyajian pelajaran yang menarik, serta menggunakan media yang merangsang anak berfikir. Bila perhatian kepada pelajaran itu ada maka pelajaran yang diterimanya akan dihayati sehingga mengakibatkan anak dapat membandingkan, membedakan dan menyampaikan dari pengetahuan yang telah diterimanya.
b. Appersepsi
Setelah menguraikan tentang prinsip yang pertama yaitu perhatian maka prinsip yang kedua yaitu menghubungkan pelajaran yang akan diberikan dengan pengetahuan yang telah dimiliki siswa. Hal ini akan lebih melancarkan jalannya guru dalam mengajar.
c. Korelasi
Hasil dari kegiatan belajar mengajar akan sukses apabila di dalam mengajar guru selalu memperhatikan dan memikirkan hubungan diantara setiap mata pelajaran karena semua ilmu pengetahuan itu saling berkaitan. Jadi dalam mengajar guru harus selalu memperhatikan apakah yang diajarkan guru berkorelasi atau tidak, dapat diterima akal, dapat dimengerti, yang bertujuan untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan baik guru maupun siswa itu sendiri.
d. Individualisasi
Setiap siswa satu dengan yang lain pastinya memiliki bermacam- macam perbedaan, seperti perbedaan inteligensi, minat, bakat, hobi, tingkah laku, watak maupun sikapnya dan berbeda pula dalam hal latar belakang kebudayaan sosial ekonomi dan keluarga. Tugas di sini adalah menyelidiki dan memahami perbadaan dari masing-masing siswa, yaitu dengan cara membuat perencanaan secara klasikal maupun individual,
e. Evaluasi
Kegiatan belajar mengajar perlu dievalusai, untuk mengetahui seberapa besar keberhasilan seorang guru dalam mengajar, yang dapat diperoleh dari hasil penilaian, maka guru dituntut harus bisa mengevaluasi atau menilai. Fungsi dari evaluasi ini guru dapat mengetahui prestasi dan kemajuan siswa sehingga dapat bertindak tepat apabila siswa mengalami kesulitan belajar. Selain dapat menggambarkan kemajuan siswa, evaluasi dapat menjadi bahan umpan balik bagi guru sendiri.
4. Faktor-faktor yang mempengaruhi loyalitas mengajar
Paradigma pendidikan berbasis kompetensi yang mencakup kurikulum, pembelajaran, dan penilaian, menekankan pada pencapaian hasil belajar sesuai dengan standar kompetensi. Kurikulum berisi bahan ajar yang diberikan kepada siswa melalui proses pembelajaran. Proses pembelajaran dilaksanakan dengan menggunakan prinsip-prinsip
pengembangan pembelajaran yang mencakup pemilihan materi, strategi, media, evaluasi, dan sumber atau bahan pembelajaran. Tingkat keberhasilan belajar yang dicapai siswa dapat dilihat pada kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas yang harus dikuasai sesuai dengan standar prosedur tertentu.
Menurut Zainal Aqib (2002), Pada dasarnya merupakan faktor penentu bagi keberhasilan pendidikan. Dalam kaitan ini, guru mempunyai keterkaitan yang erat dengan kualitas dan hasil pendidikan. Untuk mewujudkan kinerja guru yang profesional dalam reformasi pendidikan, secara ideal ada beberapa karakteristik citra guru yang diharapkan, antara lain:
a. Guru yang memiliki semangat juang yang tinggi disertai dengan kualitas keimanan dan ketakwaan yang mantap.
b. Guru yang mampu mewujudkan dirinya dalam keterkaitan dan padanan dengan tuntutan lingkungan dan perkembangan IPTEK
c. Guru yang mempunyai kualitas kompetensi pribadi dan profesional yang memadai disertai atas kerja yang kuat.
d. Guru yang memiliki kualitas kesejahteraan yang memadai.
e. Jumlah guru dengan kecakapan akademik yang baik cenderung menurun di masa yang akan datang, sepanjang secara material sosial, jabatan guru tidak menarik dan menjanjikan bagi generasi muda yang
Faktor-faktor yang mempengaruhi kineija guru sangat banyak sekali diantaranya adalah faktor tingkat pendidikan guru, pengalaman mengajar, kesejahteraan/gaji, hubungan antara guru/pegawai, kondisi keija, pengawasan, kedisiplinan, kecerdasan emosi, budaya, motivasi, kompetensi, dan tingkat pendapatan.
Kinerja guru adalah wujud dari keija keras dan jerih payahnya dalam mengabdikan diri dan kesetiaan terhadap profesinya. Loyalitas mengajar sangatlah erat kaitannya dengan kinerja, maka dalam hal ini penulis memberikan penjelasan bahwasannya loyalitas seorang guru dapat diketahui dari kinerjanya.
5. Wujud Loyalitas Dalam Mengajar
Kidisiplinan ilmu dan taat peraturan adalah suatu wujud kepatuhan seorang guru dalam menjalankan tugas mulianya. Suatu sistem atau sikap menghormati dan mentaati terhadap peraturan dan sistem tata tertib yang ada dan sanggup menjalankan dalam tugas pekerjaan sehari-hari. Disamping itu juga harus patuh terhadap aturan, dengan melaksanakan dan mengikuti perintah dan arahan dari lembaga pendidikan dan jika melakukan pelanggaran bersedia diberi sanksi.
Adapun kdisiplinan tersebut dapat diketahuai dengan: a. Ketaatan pada peraturan yang berlaku di sekolah b. Ketaatan terhadap sistem sekolah
c. Ketaatan pada peraturan kegiatan belajar mengajar (KBM)
dan diteladani), berarti guru harus memiliki:
a. Penguasaan pengetahuan dan keterampilan. Seorang guru harus mempersiapkan diri sedini mungkin, jangan sampai ia kerepotan ketika berhadapan dengan siswa. Penguasaan materi sangat penting, jangan sampai pengetahuan seorang guru jauh lebih rendah dibandingkan siswa, dan seorang guru harus terampil tatkala proses kegiatan belajar berjalan.
b. Kemampuan profesional yang baik. Seorang guru harus menjadikan, tanggung jawabnya merupakan pekerjaan yang digandrungi. Tidak bisa seorang guru hanya mengandalkan, mengajar merupakan sebagai pelarian dan adem ayem ketika menerima gaji di habis bulan.
c. Idealisme dan pengabdian yang tinggi. Hakikat seorang guru adalah pengabdian, dedikasi seorang guru harus tinggi, serta harus mampu menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan dengan tujuan mendidik, membina, mengayomi anak didiknya.
d. Memiliki keteladanan untuk diikuti dan dijadikan teladan. Keteladanan seorang guru merupakan perwujudan dari realisasi kegiatan belajar mengajar, serta menanamkan sikap kepercayaan terhadap siswa. . Seorang guru berpenampilan baik dan sopan akan sangat berpengaruh terhadap sikap siswa. Sebaliknya seorang guru yang berpenampilan premanisme, akan berpengaruh buruk terhadap sikap dan moral siswa.