• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan Pengaruh Musik bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Dalam dokumen 2. LANDASAN TEORI DAN IDENTIFIKASI DATA (Halaman 25-30)

Terapi musik diberikan kepada anak berkebutuhan khusus untuk memperkaya para terapi karena banyak mengandung unsur bersenang-senang.

Tetapi yang diberikan untuk anak berkebutuhan khusus sangat berbeda dengan cara bermain pada anak normal. Oleh karena itu, dalam memberikan suatu permainan, harus diperhatikan tingkat kecerdasan anak.

Pemahaman mengenai pengaruh musik bagi anak berkebutuhan khusus digunakan untuk mempelajari fungsi produk sehingga membantu memperlancar merumuskan strategi yang tepat untuk mengkomunikasikan keunggulan produk kepada target.

Mendengarkan musik merupakan kegiatan yang mengasyikkan dan tidak terbatas pada orang dewasa saja. Anak kecil pun sangat menyukai musik, dan tentunya irama dan lirik lagu yang mudah dicerna. Sejak dulu, musik digunakan sebagai salah satu media penyembuhan atau terapi. Orang dewasa yang sedang merasa sumpek hatinya terkadang perlu rela ksasi dengan mendengarkan musik (Prasetyono 196-197).

Beberapa penelitian menunjukkan adanya hubungan kuat antara kecerdasan dengan musik, terutama musik klasik. Anak dalam kandungan, bila sering diperdengarkan musik klasik, maka jiwanya semakin tenang. Bila keadaan jiwanya tenang, maka anak lebih mudah berkonsentrasi menerima berbagai pelajaran melalui bermain. Oleh karena itu, tujuan terapi musik adalah untuk mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan psikomotorik dan isiomotorik secara optimum. Dengan kata lain, melalui terapi musik, seorang anak autis yang kesulitan melakukan gerak atau geraknya tidak teratur diharapkan dapat bergerak secara terarah sehingga anak dapat belajar dengan baik (Prasetyono 197) .

Musik yang digunakan sebagai media terapi secara khusus harus memperhatikan karakteristik anak. Berikut ini adalah ruang lingkup terapi musik (Prasetyono 197-198) :

a. Menggerakkan tubuh untuk mengikuti irama. Gerakan tubuh meliputi gerak motorik kasar, motorik halus, keseimbangan, dan kombinasi gerak

b. Mendengarkan bunyi atau suara yang sering mendengar sehari-hari, misalnya bunyi kendaraan, bunyi hewan (sapi, kerbau, kambing, atau burung berkicau), bunyi bel atau alarm (telepon, bel rumah, dan jam), bunyi radio dan televisi, bunyi buatan dari mulut, bunyi dari tangan (tepuk tangan dan petik jari), bunyi langkah kaki, dan bunyi instrumen musik (gitar, organ, piano, harmonika, flute, atau gendang)

c. Memainkan bunyi-bunyian secara sendiri atau bersama -sama, baik alat yang dibuat sendiri, seperti botol yang diisi beras atau rangkaian tutup botol, maupun instrumen musik

d. Menyanyi sendiri atau bersama -sama dengan lirik lagu yang mudah dicerna dan diucapkan

e. Gerak dan tari untuk mengikuti irama musik atau nyanyian

Sepintas terapi musik untuk anak berkebutuhan khusus ini tidak jauh berbeda dengan kegiatan bermain anak normal. Akan tetapi, dalam pelaksanaan terapi musik, ada beberapa hal yang perlu dip erhatikan, antara lain (Prasetyono 198-201) :

a. Kondisi anak

Mengetahui karakter dan perilaku anak dalam melaksanakan terapi musik adalah hal yang penting. Hal ini karena keadaan anak berkebutuhan khusus berbeda satu sama lainnya dan tergantung dari berat ringannya gangguan yang dideritanya.

b. Bahasa yang digunakan

Bahasa yang digunakan dalam terapi autis harus sederhana, mudah dipahami, dan sering didengar oleh anak. Hal ini penting mengingat bahwa kemampuan berkomunikasi anak autis sangat lambat.

c. Pemahaman terapis

Pelaksanaan terapi musik akan baik hasilnya jika anda telah memahami anak berkebutuhan khusus yang juga mengerti musik. Dasar-dasar musik hendaknya juga harus anda kuasai. Hal ini mengingat terapi musik tidak sama dengan belajar musik bagi anak normal. Terapi musik bagi anak berkebutuhan khusus bertujuan agar anak bisa mengembangkan dan memperbaiki keadaan isik, intelektual, emosi, dan sosial.

d. Tempat dan alat terapi

Terapi musik bisa dilakukan di ruangan biasa. Hal yang terpenting adalah bukan tempatnya, tetapi kemauan anak untuk diajak mengikuti terapi musik. Alat musik yang digunakan untuk terapi bisa menggunakan alat sederhana jika bertujuan untuk mengembangkan koordinasi motorik.

Mengetuk meja, menghentakkan kaki, atau bertepuk tangan sudah dianggap sebagai musik terapi. Karena, kegiatan itu tidak memerlukan ruangan yang luas.

Alat-alat untuk menghasilkan bunyi-bunyian dapat dibuat sendiri atau dibeli. Anda bisa memanfaatkan botol bekas air mineral atau minuman suplemen dan diisi dengan biji-bijian (beras, kacang hijau, atau keledai).

Selain itu, dapat juga membuat alat musik dari tutup botol yang dipipihkan seperti yang digunakan pengamen jalanan, atau botol air mineral ukuran galon, yang apabila dipukul bagian bawahnya akan mengeluarkan bunyi seperti bunyi gendang. Alat yang dibeli, misalnya, harmonika, gitar, dan

organ. Keyboard sederhana juga bisa digunakan sebagai terapi musik karena alat ini dapat mengeluarkan bunyi secara serentak.

e. Pendekatan

Tidak ada pendekatan khusus untuk terapi musik, tetapi terapi musik akan lebih efektif jika diberikan secara indivisual karena mengingat kondisi dan kemampuan anak. Berikut ini metode pengajaran terapi musik : (a) perlihatkan cara memainkan salah satu alat musik dan mintalah anak mengikutinya; (b) mintalah anak melakukan latihan bermain musik sesuai dengan kemampuannya; (c) lakukan latihan secara berulang-ulang sampai anak mampu memainkan alat musik; dan (d) mintalah anak memainkan alat musik secara bergantian, sehingga membentuk irama.

f. Evaluasi penilaian

Evaluasi penelitian dilakukan saat terapi selesai. Keberhasilan anak dapat dilihat dari apa yang dilakukan, sedangkan tingkat kemajuan anak dapat dilihat dari perbandingan dengan hari sebelumnya.

Secara umum, latihan terapi musik yang diberikan meliputi latihan kemampuan motorik halus dan kasar, kemampuan persepsi, konsentrasi, menyanyikan lagu, gerak dan lagu, dan menggunakan alat musik. Berikut ini beberapa tujuan latihan terapi musik (Prasetyono 201-205) :

a. Melatih kemampuan motorik halus dan kasar

Terapi musik bertujuan untuk mengfungsikan anggota tubuh, sehingga si anak dapat mengendalikan anggota tubuhnya secara halus atau kasar. Di antara latihan yang bermanfaat untuk melatih gerakan motorik halus adalah memetik jari atau relaksasi dengan membuka tutup jari jemari. Latihan yang bermanfaat untuk melatih motorik kasar seperti bertepuk tangan, menghentak-hentakkan kaki, atau berjalan sesuai dengan irama musik. Kombinasi gerakan dari halus ke kasar atau sebaliknya dengan mengikuti irama sangat berguna untuk melenturkan otot-otot dan fungsi anggota tubuh.

b. Kemampuan persepsi

Latihan kemampuan persepsi meliputi latihan mendengarkan dan menirukan bunyi atau suara. Bimbinglah anak mendengarkan suara-suara di sekitarnya, seperti suara kendaraan, burung, atau hewan ternak. Kemudian,

mintalah anak menirukan bunyi-bunyi tersebut dan menyebutkan nama sesuai dengan bunyi yang diderngarnya. Selain itu, tunjukkan sebuah gambar, kemudian berilah contoh suara sesuai dengan gam bar yang anda tunjukkan.

Misaln ya, anda menunjukkan gambar kuda, makan anda harus bisa memberi contoh suara kuda. Kemudian, mintalah pada anak untuk menirukan bunyi seperti yang anda contohkan itu sambil menunjukkan sebuah gambar. Cara ini lebih efektif karena apa yang dilihat dan didengar anak bisa langsung membekas di benaknya.

c. Melatih konsentrasi

Melatih anak berkebutuhan khusus untuk berkonsentrasi adalah hal yang tidak mudah. Hal ini mengingat kemampuan anak dalam mencerna suatu objek sangat kurang. Latihan pertama yang mudah dilakukan adalah berjalan dengan mengikuti pola santai dan irama. Selanjutnya, anak berjalan sesuai dengan ketukan. Anda memberi contoh berjalan dengan mengikuti pola lantai dan anak mengikutinya dari belakang atau anak diminta memperhatikan contoh yang anda berikan. Kemudian, anak mencobanya dan akhirnya anak bisa melakukannya sendiri. Setelah itu, anak dapat berjalan pada pola lantai sesuai dengan ketukan.

d. Melatih anak menyanyikan lagu

Menyanyikan lagu anak-anak harus dilakukan dengan suasana gembira.

Pilihlah lagu anak yang paling mudah diingat. Bimbinglah anak untuk mendengarkan lagu yang anda nyanyikan atau dari kaset, dan mintalah anak untuk mengikuti. Jika anak belum mampu menyanyikan, baik mengingat lirik maupun nada dan irama lagu, anda bisa membimbingnya dengan cara bersenandung. Ajarkan anak menyanyikan keseluruhan lagu, terlepas dari kemampuan anak untuk mengingat. Anak diminta untuk mencontoh, lalu menyanyikan sendiri.

e. Memainkan alat musik sederhana

Alat musik yang digunakan untuk latihan tidak harus berharga mahal dan rumit untuk dimainkan. Semua alat musik sederhana bisa anda buat sendiri, seperti gendang, terompet, rebana, atau alat musik perkusi. Ajari anak untuk memainkan alat-alat musik sederhana sebelum meningkat pada alat

musik spesifik, seperti drum, seruling, atau alat musik yang lainnya. Mainkan alat-alat musik tersebut dengan suasana gembira meskipun suara yang dikeluarkan tidak beraturan, tetapi secara bertahap bimbinglah anak untuk mengikuti irama dan memainkan nada.

f. Melakukan gerak dan lagu

Mengajarkan anak melakukan gerak dan lagu bisa dilakukan dengan bersenam. Cara seperti ini lebih efektif dibandingkan melatihnya secara langsung dalam bentuk pelajaran. Menari poco-poco bisa menimbulkan suasana gembira dan melatih anak untuk melakukan gera kan tertentu sesuai irama musik. Berikut ini latihan gerak dan lagu poco-poco :

• Ajarkan anak gerakan maju mundur; ke samping kanan dan kiri, sambil mengikuti irama lagu

• Lakukan dengan gerakan kombinasi, misalnya dengan tepuk tangan, tangan ke atas, atau menghentakkan kaki

• Anak mengikuti contoh terlebih dahulu, kemudian anak melakukannya sendiri sesuai dengan nyanyian dan gerak-gerak kombinasi

g. Latihan improvisasi

Latihan improvisasi adalah dengan mengikuti gerakan-gerakan benda, seperti hewan, pesawat terbang, mobil, atau motor, karena benda -benda tersebut bisa ditiru gerakannya. Misalnya, perlihatkan gambar pesawat terbang atau kupu-kupu, dan tanyakan kepada anak bagaimana gerakan terbangnya.

2.2. Identifikasi Data Perusahaan

Dalam dokumen 2. LANDASAN TEORI DAN IDENTIFIKASI DATA (Halaman 25-30)

Dokumen terkait