• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KETERSEDIAAN SUMBER DAYA MANUSIA (DOSEN) PADA JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS POLITEKNIK NEGERI

2. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia adalah selalu merupakan unsur penting untuk kesuksesan organisasi. Manusia mendisain, mengoperasikan, memperbaiki teknologi, manusia mengontrol sumber-sumber keuangan, dan manusia memanaj manusia lain pada semua organisasi. Menurut Hariandja (2009), sumber daya manusia merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam suatu perusahaan disamping faktor lain seperti modal. Sumber daya manusia adalah manusia yang dipekerjakan atau bekerja pada suatu organisasi, yang memiliki kemampuan untuk memberikan jasa dalam proses pelaksanaan kegiatan di suatu organisasi. Sonny Sumarsono (2003) menyatakan bahwa sumber daya manusia adalah jasa atau usaha kerja yang dapat diberikan manusia dalam proses produksi. Manusia mampu bekerja dapat diartikan mampu melakukan segala kegiatan yang bernilai ekonomis. Oleh sebab itulah, sumber daya manusia dikatakan sebagai komponen yang sangat penting untuk dikelola secara efektif dan efisien untuk memuaskan kebutuhan pribadi dan pekerjaannya dan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.

Untuk mencapai tujuan Politeknik Negeri Manado, yaitu untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mampu bersaing di dunia kerja dan dunia usaha, sumber daya manusia (dosen) adalah salah satu elemen penting yang bertanggung jawab atas pencapaian tujuan tersebut. Dosen adalah pendidik profesional yang bekerja di satuan pendidikan tinggi tertentu. Dosenlah yang akan mentransformasikan ilmu pengetahuan dan teknologi kepada masyarakat. Dosen yang akan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan digunakan masyarakat. Karena itu, manajemen terhadap dosen

ANALISIS KETERSEDIAAN SUMBER DAYA MANUSIA (DOSEN) PADA JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS POLITEKNIK NEGERI MANADO Selfy Manueke1, Meiske Wisye Manopo2

harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya agar ketersediaan dan kecukupan dosen dalam menyelenggarakan kegiatan perguruan tinggi dapat dipertahankan.

2.2 Pengertian dan Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

Ada beberapa pengertian manajemen sumber daya manusia menurut para ahli.

Hariandja, 2009 menyatakan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan program, aktivitas untuk mendapatkan sumber daya manusia, mengembangkan, memelihara, dan mendayagunakannya, untuk mendukung organisasi untuk mencapai tujuan. Menurut Armstrong dalam Kaswan (2012) manajemen sumber daya manusia adalah suatu pendekatan terhadap manajemen manusia yang berdasarkan empat prinsip dasar (perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian). Sedangkan Edy Sutrisno (2012) lebih spesifik mengatakan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan kegiatan perencanaan, pengadaan, pengembangan, pemeliharaan, serta penggunaan sumber daya manusia untuk mencapai tujuan baik secara individu maupun organisasi. Selanjutnya, Mangkunegara (2013) mengatakan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan suatu perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, pelaksanaan, dan pengawasan terhadap pengadaan, pengembangan, pemberian balas jasa, pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemisahan tenaga kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi. Menurut Flippo, Edwin B, Manajemen sumber daya manusia adalah perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atas pengadaan tenaga kerja, pengembangan, kompensasi, integrasi, pemeliharaan, dan pemutusan hubungan kerja dengan sumber daya manusia untuk mencapai sasaran perorangan, organisasi, dan masyarakat (Sundah, 2018). Menurut Hasibuan 2019, manajemen sumber daya manusia adalah ilmu dan seni mangatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat. Dari beberapa pengertian diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa manajemen sumber daya manusia adalah pengelolaan sumber daya manusia yang dimulai dari merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, mengarahkan, memberikan pelatihan dan pengembangan, memberikan kompensasi, memelihara/mempertahankan dan mengendalikan/mengawasi.

Adapun, fungsi manajemen sumber daya manusia dikategorikan dalam 2 bagian, yaitu fungsi manajerial dan fungsi operasional. Fungsi manajerial terdiri dari beberapa

ANALISIS KETERSEDIAAN SUMBER DAYA MANUSIA (DOSEN) PADA JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS POLITEKNIK NEGERI MANADO Selfy Manueke1, Meiske Wisye Manopo2

fungsi (Sundah, 2018), yaitu perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian. Sedangkan fungsi operasional sumber daya manusia adalah pengadaan sumber daya manusia. Pengadaan sumber daya manusia termasuk perencanaan sumber daya manusia, penarikan sumber daya manusia, seleksi dan penempatan, pelatihan dan pengembangan; kompensasi. Integrasi; pemeliharaan; dan pemutusan hubungan kerja.

2.3 Perencanaan Sumber Daya Manusia

Perencanaan sumber daya manusia merupakan salah satu bagian dari fungsi operasional manajemen sumber daya manusia yang utama dan penting yaitu pengadaan sumber daya manusia (Sundah, 2018) karena fungsi ini adalah upaya yang dilakukan untuk mendapatkan jumlah sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh organisasi/institusi agar tujuan dapat tercapai. Perencanaan sumber daya manusia adalah proses perencanaan yang terstruktur guna mengoptimalkan sumber daya manusia sebagai asset utama yang penting untuk kelancaran dan keberhasilan suatu usaha (Sondang 2003).

Ada beberapa langkah yang harus ditempuh ketika proses perencanaan sumber daya manusia akan dilakukan. Proses perencanaan sumber daya manusia menurut Hasibuan (2019) terdiri dari beberapa langkah yaitu 1) Menetapkan secara jelas kualitas dan kuantitas sumber daya manusia; 2) Mengumpulkan data dan informasi yang lengkap mengenai sumber daya manusia; 3) Mengelompokkan data dan informasi tersebut, kemudian menganalisisnya; 4) Menetapkan beberapa alternative; 5) Memilih yang terbaik dan alternatif yang ada menjadi rencana; 6)Menginformasikan rencana kepada karyawan untuk direalisasikan. Menurut Maria Juwita, 2018 langkah-langkah perencanaan sumber daya manusia sebagai berikut: 1) Mengkaji Persediaan Tenaga Kerja /sumber daya manusia saat ini. Dalam memulai perencanaan SDM, langkah paling awal yang bisa dilakukan yaitu menilai ketersediaan sumber daya manusia yang ada di perusahaan/organisasi. Penilaian ini termasuk studi yang komprehensif dari berbagai aspek sumber daya manusia, seperti jumlah, skill, kompetensi, kualifikasi, pengalaman, usia, jabatan, kinerja, kompensasi, dan lain sebagainya. Pada tahap ini, bagian Sumber Daya Manusia juga bisa melakukan wawancara dengan tim manager untuk memahami tantangan dari sisi sumber daya manusia yang sedang dihadapi, serta kualifikasi yang dirasa penting untuk dimiliki oleh karyawan tim tersebut. 2) Kebutuhan Sumber Daya Manusia di Masa Mendatang; Langkah perencanaan sumber daya manusia ini yaitu

ANALISIS KETERSEDIAAN SUMBER DAYA MANUSIA (DOSEN) PADA JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS POLITEKNIK NEGERI MANADO Selfy Manueke1, Meiske Wisye Manopo2

menganalisa kebutuhan tenaga kerja/SDM di masa mendatang; 3) Perkiraan Permintaan Sumber Daya Manusia; Bagian sumber daya manusia bisa mencocokkan tenaga kerja/SDM yang ada saat ini dengan perkiraan kebutuhan sumber daya manusia di kemudian hari dan membuat demand forecast (perkiraan permintaan). Pada langkah ini, penting juga untuk mengetahui strategi dan objektif bisnis jangka panjang, agar perkiraan permintaan bisa sesuai untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. 4) Strategi dan Implementasi Pencarian Sumber Daya Manusia; Setelah mengetahui kekurangan yang dibutuhkan dari evaluasi supply dan demand sumber daya manusia, Bagian Sumber Daya Manusia bisa mengembangkan strategi berdasarkan perkiraan permintaan sumber daya manusia yang sudah dibuat. Strategi yang dibuat tentunya harus bisa memberikan solusi bagi kekurangan masalah sumber daya manusia di perusahaan/organisasi. Bagian Sumber Daya Manusia bisa melakukan relokasi, rekrutmen, outsourcing, pelatihan, manajemen sumber daya manusia, hingga melakukan perubahan kebijakan terkait sumber daya manusia. Perusahaan/organisasi juga bisa menggunakan jasa konsultan untuk meminimalisir reaksi negatif, terutama mengenai masalah hukum dan legal.

Dalam hal manajemen sumber daya manusia, perencanaan sumber daya manusia sangat erat hubungannya dengan analisis kebutuhan sumber daya manusia. Analisis kebutuhan sumber daya manusia menurut Peraturan Pemerintah No. 97 Tahun 2000 (pasal 4 ayat 2) dilakukan berdasarkan jenis pekerjaan; sifat pekerjaan; analisis beban kerja dan perkiraan kapasitas seorang Pegawai Negeri Sipil dalam jangka waktu tertentu;

prinsip pelaksanaan pekerjaan; dan peralatan yang tersedia. Berbagai penelitian terdahulu yang relevan mengenai analisis kebutuhan pegawai dan analisis kebutuhan dosen telah dilaksanakan oleh para peneliti. Untuk analisis kebutuhan pegawai telah dilaksanakan oleh para peneliti antara lain Herdiansyah, Y. T., & Aulawi, H. (2018) tentang analisis beban kerja untuk menentukan jumlah kebutuhan tenaga kerja divisi administrasi umum di PT. Indonesia Power Unit PLTP Darajat; dan oleh Dewi, D. S.

(2019) tentang analisis kebutuhan pegawai pada badan kepegawaian daerah Kota Malang (studi di kantor badan kepegawaian daerah Kota Malang. Penelitian-penelitian tersebut telah menghasilkan analisis kebutuhan pegawai bagi organisasi mereka. Untuk analisis kebutuhan dosen telah dilakukan oleh beberapa peneliti diantaranya Anwar. H (2016) dengan judul proyeksi kebutuhan dosen pada prodi Manajemen Pendidikan Islam;

Hamidi D. Zainuddin (2017) tentang analisis jumlah kebutuhan dosen tetap di perguruan

ANALISIS KETERSEDIAAN SUMBER DAYA MANUSIA (DOSEN) PADA JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS POLITEKNIK NEGERI MANADO Selfy Manueke1, Meiske Wisye Manopo2

tinggi melalui pendekatan forecasting jumlah mahasiswa; dan Matra, A.., Giatman, M.

2019. Analisis Kebutuhan Dosen Dengan Pendekatan Forecasting Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Negeri Padang,. Penelitian-penelitian tersebut telah menghasilkan analisis kebutuhan dosen bagi institusi mereka.

Di Politeknik Negeri Manado, penelitian tentang analisis kebutuhan sumber daya manusia (dosen) dalam rangka mengantisipasi ketidakcukupan dosen tetap dalam jangka waktu tertentu belum dilakukan, untuk itu sebagai langkah awal, penelitian dengan judul Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Sumber Daya Manusia (Dosen) untuk Mempertahankan Kecukupan Dosen Tetap dilaksanakan pada Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Manado. Penelitian ini dapat menjadi baseline untuk penelitian selanjutnya pada tingkat institusi Politeknik Negeri Manado. Disamping itu, penelitian ini dapat berkontribusi pada penelitian dibidang manajemen sumber daya manusia di institusi yang lain. Dalam penulisan ini, langkah awal yang dilakukan adalah menganalisis ketersediaan dosen tetap di Jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Manado.

3. METODE PENELITIAN

Penelitian ini dilaksanakan di Jurusan Administrasi Politeknik Negeri Manado dengan objek penelitian dosen pada Jurusan Administrasi Bisnis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Menurut Sugiyono (2016) metode penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah dimana peneliti adalah sebagai instrumen kunci. Metode kualitatif digunakan untuk mengembangkan analisis naratif yang meyakinkan berdasarkan kesempurnaan, kekompleksan, dan terinci dibandingkan dengan logika statistik (Baker and Edwards, 2012). Data kualitatif diperoleh melalui wawancara, observasi dan analisis dokumen. Untuk menganalisis data kualitatif yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan analisis dokumen, alat analisis yang digunakan adalah naratif description (deskripsi naratif) yang digunakan dalam menganalisis ketersediaan sumber daya manusia (dosen). Dalam penelitian kualitatif, penentuan fokus dalam penelitian lebih didasarkan pada tingkat kebaruan informasi yang akan diperoleh dari situasi sosial (lapangan). Pada penelitian ini Tim Peneliti menetapkan fokus penelitian pada analisis ketersediaan sumber daya manusia (dosen tetap) pada Jurusan Administrasi Bisnis

ANALISIS KETERSEDIAAN SUMBER DAYA MANUSIA (DOSEN) PADA JURUSAN ADMINISTRASI BISNIS POLITEKNIK NEGERI MANADO Selfy Manueke1, Meiske Wisye Manopo2

Politeknik Negeri Manado. Partisipan yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah pimpinan jurusan dan dosen tetap pada Jurusan Administrasi Bisnis. Dosen tetap berjumlah 43 dosen dimana pimpinan jurusan sudah termasuk pada ke 43 dosen tersebut maka tidak dilakukan sampling.