BAB IV. ANALISIS PEMBACAAN AL-QUR’AN LANGGAM JAWA DAN ORCHESTRA
DAFTAR TABEL
E. Tinjauan Pustaka
Berdasarkan penelusuran yang penulis lakukan, terdapat beberapa karya-karya terdahulu yang relevan dengan penelitian ini diantaranya karya tersebut adalah:
Pertama, skripsi yang ditulis oleh Empuk Kartika, mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah, fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan tahun 2013, yang berjudul “ Meningkatkan Pembelajaran Ilmu Tajwid Dalam Bacaan Mat ābi’i, Mad Wajib Muta il, dan Mad Jāiz Munfa il Dengan Metode Drill Di Kelas III MI Parung Kuda Sukabumi”. Pada skripsi ini empuk kartika menarik kesimpulan bahwa pelaksanaan tindakan pembelajaran ilmu tajwid dengan metode drill pada materi bacaan mad ābi’iy, mad wajib mutta il, dan mad jāiz munfa il dapat meningkatkan kemampuan siswa pada materi tersebut dengan baik.18 Persamaannya dengan skripsi yang akan penulis tulis adalah pada pembelajaran tajwid yang merupakan rumusan dalam membaca al-Qur’an. Sedangkan perbedaannya adalah pada skripsi ini penulis akan membahas penerapan ilmu tajwid dalam langgam jawa yang dibacakan oleh dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Muhammad Yaser Arafat dan bacaan al-Qur’an dengan Orchestra yang tersebar di media sosial.
Kedua, skripsi yang ditulis oleh Cintia Indriani mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah, tahun 2014, Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan yang berjudul “ Korelasi Antara Pengetahuan Ilmu Tajwid Dengan Kelancaran Membaca Al-Qur’an Siswa di SMA Negeri 34 Jakarta”. Pada skripsi ini
18 Empuk Kartika, “Meningkatkan Pembelajaran Ilmu Tajwid Dalam Bacaan Mat Tabi’i, Mad Wajib Mutasil, dan Mad Jaiz Munfassil Dengan Metode Drill Di Kelas III MI Parung Kuda Sukabumi” (skripsi S1 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2013), h. 78.
Cintia membahas tentang hubungan mempelajari tajwid dengan kelancaran membaca al-Qur’an dengan kesimpulan bahwa mempelajari ilmu tajwid tidak menjamin kelancaran seluruh siswa dalam membaca al-Qur’an, walaupun ada beberapa siswa yang baik dalam memahami tajwid dan lancar dalam membaca al-Qur’an karena motivasi diri, lingkungan dan keluarga juga merupakan faktor lain yang mempengaruhi kelancaran siswa dalam membaca al-Qur’an. Persamaannya dengan skripsi ini adalah pada skripsi ini penulis juga membahas tentang penerapan tajwid dalam membaca al-Qur’an.19 Sedangkan perbedaannya adalah pada skripsi ini penulis akan membahas penerapan ilmu tajwid dalam langgam jawa yang dibacakan oleh dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Muhammad Yasser Arafat dan bacaan al-Qur’an dengan Orchestra yang tersebar di media sosial.
Ketiga, Tesis yang ditulis oleh M Husni Thamrin dengan judul
"Naghām AI-Qur`an. Telaah atas kemunculan dan Perkembangan Naghām di Indonesia". UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2009, jurusan tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin. Tesis ini menjelaskan perkembangan naghām al-Qur’an di Indonesia terbentang dalam periode klasik periode lagu makkawi dan periode lagu Mi rī. Berawal dari bentuk yang sederhana dan tanpa nama.
kemudian mulai diberi nama oleh qari-qari yang datang dengan ragam variasi nada dan kemudian menjadi disiplin ilmu yang dipelajari di Pesantren dan perguruan tinggi. Selanjutnya perkembangan sejarah berupa respon positif yang ditunjukkan oleh masyarakat Indonesia terhadap naghām al-Qur’an.
Akhirya apapun yang terkait dengannya seperti Musabaqah tilawah al-Qur’an
19 Cintia Indriani, “Korelasi Antara Pengetahuan Ilmu Tajwid Dengan Kelancaran Membaca Al-Qur’an Siswa di SMA Negeri 34 Jakarta” (skripsi S1 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2014), h. 90.
yang secara rutin pesantren dan lembaga pendidikan al-Qur’an sebagai tempat bernaung yang menentramkan bagi masyarakat dan menghilangkan ketakutan dan keraguan terhadap keberadaan naghām al-Qur’an.20 Adapun persamaannya dengan skripsi ini terletak pada pembahasan tentang naghām al-Qur’an. Sedangkan perbedaannya adalah pada skripsi ini penulis akan membahas tentang membaca al-Qur’an diluar langgam mu’tabar.
Keempat, Skripsi Abu Haris Akbar, Musikalitas al-Qur’an (Kajian Unsur Keindahan bunyi Internal dan Eksternal) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2009, Jurusan Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin. ia meneliti dua unsur musikalitas. Unsur musikal internal al-Qur’an bersifat esensial. karena unsur tersebut berasal dari al-Qur’an itu sendiri, yang pada tahap selanjutnya menyusun karakter unik bunyi dan melahirkan fenomena serta wacana resepsi estetis atau i'jaz al-Qur’an dalam segi keindahan bunyi. Berbeda dengan unsur selanjutnya. yakni musikalitas eksternal. yang posisinya bersifat ornamental. Artinya, unsur ini didatangkan dan luar atau bukan berasal dan al-Qur’an, oleh karena itu ia lebih berperan sebagai penghias tambahan saja.
Unsur ini juga tidak menjadi faktor penentu kemukjizatan bunyi dalam kesejarahan maupun literatur kajian al-Qur’an.21 Adapun persamaannya dengan skripsi ini terletak pada unsur musikalitas yang menghaasilkan keindahan pada bunyi al-Qur’an. Sedangkan perbedaannya adalah pada
20 M Husni Thamrin, "Naghām Al-Qur’an. Telaah atas kemunculan dan Perkernbangan Naghām di Indonesia". (Tesis S2 Fakultas Ushuluddin jurusan Tafsir Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2009), h. 123.
21Abu Haris Akbar, “Musikalitas al-Qur’an (Kajian Unsur Keindahan bunyi Internal dan Eksternal)” (skripsi S1 Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2009), h. 89.
skripsi ini penulis akan membahas tentang melagukan al-Qur’an dengan langgam daerah.
Kelima, Skripsi yang ditulis oleh Nurlaelah, mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah, tahun 2005, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang berjudul “Penerapan Ilmu Tajwid terhadap seni baca al-Qur’an di pondok pesantren Daar el-Qolam Gintung Jayanti Tanggerang,22 petugas perpustakaan utama tidak menemukan file-Nya.
Muhsin Salim, dengan judul: Ilmu Naghām Al-Qur’an Belajar Membaca Al-Qur’an Dengan Lagu, di dalam buku tersebut membahas kaidah kaidah seni baca al-Qur’an seperti ilmu lagu-lagu dalam al-Qur’an (ilmu naghām). dan macam-macam lagu dengan tangga nada.23
Dari penelitian yang terdahulu penulis melihat bahwa semuanya mengangkat suatu permasalahan dari sisi realita dan pentingnya penerapan tajwid dalam membaca al-Qur’an.