• Tidak ada hasil yang ditemukan

MEMBACA Al-QUR AN DENGAN LANGGAM JAWA DAN ORCHESTRA (ANALISIS PENERAPAN ILMU TAJWID PADA PELANTUNAN PEMBACAAN AL-QUR AN )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MEMBACA Al-QUR AN DENGAN LANGGAM JAWA DAN ORCHESTRA (ANALISIS PENERAPAN ILMU TAJWID PADA PELANTUNAN PEMBACAAN AL-QUR AN )"

Copied!
117
0
0

Teks penuh

(1)

PEMBACAAN AL-QUR’AN )

Skripsi

Diajukan Untuk Memenuhi Persyaratan memperoleh Gelar Sarjana Theologi Islam (S.Th.I.)

Oleh:

M Mizan Sya’roni 1111034000098

PROGRAM STUDI TAFSIR HADITS FAKULTAS USHULUDDIN DAN FILSAFAT

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

1437 H/2016 M.

(2)

ii

LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini menyatakan bahwa:

1. Skripsi ini merupakan asli karya saya yang diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan memperoleh gelar strata 1 di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

2. Semua sumber yang saya rujuk dalam penulisan skripsi ini telah saya cantumkan sesuai dengan ketentuan yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

3. Jika dikemudian hari terbukti bahwa karya ini bukan hasil karya saya atau merupakan hasil plagiasi dari karya orang lain, maka saya bersedia menerima sanksi yang berlaku di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ciputat, 8 April 2016

M. Mizan Sya’roni

(3)

iii

MEMBACA Al-QUR’AN DENGAN LANGGAM JAWA DAN ORCHESTRA (ANALISIS PENERAPAN ILMU TAJWID PADA PELANTUNAN

PEMBACAAN AL-QUR’AN )

Skripsi

Diajukan kepada Fakultas Ushuluddin Untuk Memenuhi Persyaratan memperoleh Gelar

Sarjana Theologi Islam (S.Th.I)

Oleh:

M Mizan Sya’roni NIM: 1111034000098

Pembimbing:

Dr.Ahsin Sakho M. Asyrofuddin, MA.

NIP:195602211996031001

PROGRAM STUDI TAFSIR HADITS FAKULTAS USHULUDDIN DAN FILSAFAT

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

1437 H/2016 M.

(4)

iv

PENGESAHAN PANITIA UJIAN

Skripsi berjudul Membaca Al-Qur’an Dengan Langgam Jawa Dan Orchestra (Analisis Penerapan Ilmu Tajwid Pada Pelantunan Pembacaan Al-Qur’an telah diujikan dalam sidang munaqasyah Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 18 April 2016. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Theologi Islam (S.Th.I.) pada Program Studi Tafsir-Hadis.

Jakarta, 18 April 2016 Sidang Munaqasyah

Ketua Merangkap Anggota, Sekertaris Merangkap Anggota,

Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA. Dra. Banun Binaningrum, M. Pd.

NIP: 19711003 199903 2 001 NIP: 19680618 199903 2 001

Anggota,

Penguji I Penguji II

Dr. Faizah Ali Sybromalisi, MA. Hasanuddin Sinaga, MA.

NIP: 19550725 200012 2 001 NIP: 19701115 199703 1 002

Pembimbing,

Dr. Ahsin Sakho M. Asyrofuddin, MA NIP: 1956022 1199603 1 001

(5)

v

Motto



























“Maka Apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? kalau kiranya Al-Qur’an itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya”. (QS. al-Nisā[4]: 82)

Kuncinya adalah hati. Hati lebih berfungsi untuk merasakan dan memahami keindahan al-Qur’an. Sedangkan pikiran (otak), lebih berfungsi untuk berpikir, mengingat dan meng analisa. Pikiran atau (otak) ada di dalam kepala, sedangkan hati ada di dalam dada.

(Agus Musthofa, Pusaran Energi Ka’bah)

Bacalah dengan (menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah

menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang

maha Pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia

mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahui. (QS. Al-‘Alaq: 1-5)

(6)

vi

Kanggo:

Buya Cucun Manshur abbas Umi Lilis Faizah

Aa faiz, Dede Wahdah Sampe de Afwan.

Ya Allah, dengan segala kerendahan hati, kami mohon muliakanlah mereka yang telah membantu saya selama masa study, berilah ketenangan hati pada mereka, murahkan rizki dan panjangkan serta berkahkanlah usia mereka, sediakanlah tempat untuk mereka di surga- Mu yaa Rab.. Amin..

Haturuhun

(7)

vii

PEDOMAN TRANSLITERASI

Transliterasi Arab-Latin dalam skripsi ini menggunakan pedoman transliterasi dalam buku Pedoman Akademik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2011-2012.

Padanan Aksara

Huruf Arab Huruf Latin Keterangan

ا

Tidak dilambangkan

ب B Be

ت T T

e

ث Ts Te dan es

ج J Je

ح h dengan titik bawah

خ Kh k dan h

د D De

ذ Dz De dan zet

ر r Er

ز z Zet

س s Es

ش sy es dan ye

ص es dengan titik bawah

ض de dengan titik bawah

ط te dengan titik bawah

ظ zet dengan titik bawah

(8)

viii

ع ‘ Koma terbalik di atas hadap kanan

غ gh ge dan ha

ف f Ef

ق q Ki

ك k Ka

ل l El

م m Em

ن n En

و w We

ه h Ha

ء Apostrop

ي y Ye

Vokal Panjang

Tanda Vokal Arab Tanda Vokal Latin Keterangan

آ ā a dengan topi di atas

يإ ī i dengan topi di atas

وأ ū u dengan topi di atas

Vokal Rangkap

Tanda Vokal Arab Tanda Vokal Latin Keterangan

ai a dan i

ﻭﺃ

au a dan u

(9)

ix Kata Sandang

Kata sandang, yang dalam sistem aksara Arab dilambangkan dengan huruf لا dialihaksarakan menjadi huruf /|/, baik diikuti huruf syamsiyyah maupun huruf qamariyyah. Contoh: al-rijāl bukan ar-rijāl.

Syaddah (Tasyd d)

Syaddah atau tasyd d yang dalam sistem tulisan Arab dilambangkan dengan sebuah tanda (ّ), dalam alih aksara ini dilambangkan dengan huruf, yaitu dengan menggandakan huruf yang diberi tanda syaddah itu. Tetapi itu tidak berlaku jika huruf yang menerima tanda syaddah itu terletak setelah kata sandang yang diikuti oleh huruf-huruf syamsiyyah. Misalnya, kata ةروﺮﻀﻟا tidak ditulis ad-darūrah tapi al- darūrah.

Ta Marbū ah

Kata Arab Alih Bahasa Keterangan

ﺔﻘﻳﺮﻃ

arīqah Ta marbū ah pada kata yang

berdiri sendiri

ﺔﻴﻣ ﻼﺳﻹﺍ ﺔﻌﻣﺎﳉﺍ

Al-jāmi ah al-

Islāmiyyah Diikuti oleh kata sifat

ﺩﻮﺟﻮﻟﺍ ﺓﺪﺣﻭ

Wa dat al-wujūd Diikuti oleh kata benda

(10)

x

PEDOMAN TAJWID TRANSLITERASI AL-QUR’AN A. Mad (Bacaan Panjang)

Mad atau bacaan panjang dikategorikan kepada dua jenis, yaitu bacaan Mad dengan panjang dua harakat dan bacaan Mad dengan panjang lebih dari dua harakat sampai enam harakat.

1. Bacaan mad dengan dua harakat yaitu Mad A li, Mad lāzim Muhkaffaf arfi, Mad Badal, Mad ‘Iwad, Mad ilah Qa īrah dan Mad Tamkīn.

Lambang untuk bacaan dua harakat berupa garis di atas huruf mad a,i,u (ā, ī, dan ū).

Nama huruf dan Lambang

Harakat dan Huruf Nama Huruf dan

Lambang

Nama

ــــــَـــــ

Fat ah dan alif ā a dan garis di atas

ــــــِـــــ

Kasrah dan ya’ ī i dan garis di atas

ـــــُــــــ

ammah dan wawu

ū u dan garis di atas

Contoh Transliterasi Mad Dua Harakat

No Surah Lafal Al-Qur’an Transliterasi Keterangan 1 Fatir: 40

ﺍﻮﹸﻘﹶﻠﺧ ﺍﹶﺫﺎﻣ

mādzā khalaqū Mad A li 2 Ar Rum: 9

ﻭﺮﻴِﺴﻳ ﻢﹶﻟﻭﹶﺍ

awalam yasīrū Mad A li

3 Ta ha: 1

ﻪﻃ

āhā Mad lāzim Muhkaffaf

arfi 4 Al- Baqarah: 178

ﺐﺘﹸﻛ ﺍﻮﻨﻣﺍ

āmanū kutiba Mad Badal 5 Al Insan: 20

ﺎﻤﻴﻌﻧ ﺖﻳﹶﺍﺭ

ra’aita na ‘īmā Mad ‘Iwad 6 An Nisa: 2

ﹶﻥﺎﹶﻛ ﻪﻧﺍ

innahū kāna Mad ilah Qa īrah 7 An Nisa : 86

ﻢﺘﻴﻴﺣ

uyyītum Mad Tamkīn

(11)

xi

2. Bacaan mad dengan panjang lebih dari 2 harakat yaitu Mad jā’iz Munfa il, Mad Wājib Mutta il, Mad ilah awīlah, Mad Farq, Mad Lāzim arfi Musyabba’, Mad ‘Āri li as-sukūn dan Mad Layyin.

Lambang untuk bacaan tersebut berupa: ~ (ekuivalen) di atas huruf mad a, i dan u sehingga menjadi ã, ĩ, dan ũ.

Nama huruf dan Lambang

Huruf dan Lambang Nama

ã a dan a dan lambang ekuivalen di atas nya

ĩ idan i dan lambang ekuivalen di atas nya ũ u dan u dan lambang ekuivalen di atas

nya

Contoh Transliterasi Mad Lebih Dua Harakat

No Surah Lafal Al-

Qur’an

Transliterasi Keterangan 1 At-Tahrim: 6

ﻢﹸﻜﺴﹸﻔﻧﹶﺍ ﺁﻮﹸﻗ

qũ an^fusakum Mad jā’iz

Munfa il 2

Al-Fath:29

ﻰﹶﻠﻋ ُﺀﺁﺪﺷﹶﺍ ﹺﺭﺎﱠﻔﹸﻜﹾﻟﺍ

asyiddã’u ‘alal kuffāri

Mad Wājib Mutta il 3 Al-Baqarah:

255

ﻪﹺﻧﹾﺫﺎﹺﺑ ﱠﻻﺍ ﻩﺪﻨﻋ

‘in^dahũ illā

bi’idznih

Mad ilah awīlah 4 Al-An’am: 143

ﹺﻦﻳﺮﹶﻛﱠﺬﻟﺁﺀ ﹾﻞﹸﻗ

ãdzadzaakaraini qul

Mad Farq 5

Yunus :91

ﺖﻴﺼﻋ ﺪﹶﻗﻭ ﻦﹶﺌﹾﻟﹶﺍ

ãl’āna waqad

‘a aita

Mad Lāzim Mukhaffaf

Kilmi 6

Al-An’am: 77

ﻦﻴﱢﻟﺎﻀﻟﺍ ﹺﻡﻮﹶﻘﹾﻟﺍ ﻦﻣ

minal qaumi ãllīn

Mad Lāzim Mu aqqal

Kilmi 7

Al- A’raf :1

ﺺﻤﹶﻟﺍ

alif lãm mĩm ãd Mad Lāzim arfi Musyabba’

8 Al-Ankabut :66

ﹶﻥﻮﹸﻠﻤﻌﻳ ﻑﻮﺴﹶﻓ

fasaufa ya’malũn Mad ‘Āri lissukūn 9 Quraysh: 4

ﻑﻮﺧ ﻦﻣ

min khaũf Mad Layyin B. Idgām

1. Idgām bi Gunnah

(12)

xii

Huruf nun sakin atau tanwin pada Idgām bi Gunnah ditransliterasi dengan bunyi huruf dan atau bunyi bacaannya sebagai huruf lebur, dan huruf- huruf tersebut diberi lambang berupa titik (.) di atas huruf m, n, y, w pertama yang menandakan sebagai bacaan Idgām bi Gunnah.

Nama huruf dan Lambang

Huruf dan harakat Nama Huruf dan

Lambang

Nama

ي ن م ـــــــ ْن ـٌــــٍـــًـــ و

Huruf nun mati atau tanwin bertemu dengan mim, nun, ya’, dan wau.

, , , dan Em, en, ye, dan we dengan titik di atas

Contoh Transliterasi Idgām bi Gunnah

No Surah Lafal Al-

Qur’an

Transliterasi Keterangan 1 As-Saffat: 62

ﹰﻻﺰﻧﺮﻴﺧ

khairu nuzulā

Idgām bi Gunnah 2 Al-Baqarah: 8

ﹸﻝﻮﹸﻘﻳ ﻦﻣ

ma yaqūlu

2. Idgām bila Gunnah

Huruf nun sakin atau tanwin pada Idgām bila Gunnah ditransliterasi dengan bunyi huruf dan atau bunyi bacaannya sebagai huruf lebur, dan huruf-huruf tersebut tidak diberi lambang.

Contoh Transliterasi Idgām bilā Gunnah

No Surah Lafal Al-Qur’an Transliterasi Keterangan 1 Al-Maidah 44

ﻢﹸﻜﺤﻳ ﻢﱠﻟ ﻦﻣﻭ

wa mal lam

ya kum Idgām bilā Gunnah 2 Al-Baqarah 173

ﻢﻴﺣﺭ ﺭﻮﹸﻔﹶﻏ

gafūrur ra īm

3. Idgām Mimi

Pasangan huruf-huruf sakin yang sama yaitu mim (م) dengan mim(م) ditransliterasi dengan bunyi huruf dan atau bunyi bacaannya sebagai huruf lebur, dan huruf tersebut diberi lambang berupa titik (.) di atas huruf m pertama yang menandakan sebagai bacaan Idgām mimi.

Contoh Transliterasi Idgām Mimi

(13)

xiii

Surah Lafal Al-Qur’an Transliterasi Keterangan Saba’ 30

ﺩﺎﻌﻴﻣ ﻢﹸﻜﹶﻟ

laku mī ‘ād Em titik di atas 4. Idgām Mutamāsilain

Pasangan huruf-huruf sakin yang sama yaitu ba (ب) dengan ba (ب) dan dza (ذ) dengan dza (ذ), ditransliterasi dengan bunyi huruf dan atau bunyi bacaannya sebagai huruf lebur, dan huruf-huruf tersebut tidak diberi lambang.

Contoh Transliterasi Idgām Mutamāsilain

No Surah Lafal Al-Qur’an Transliterasi Keterangan 1 Al-Baqarah: 60

ﻙﺎﺼﻌﺑ ﺏﹺﺮﺿﺍ ﺎﻨﹾﻠﹸﻘﹶﻓ

faqulna rib bi

‘a āka

Idgām Mutamāsilain 2 Al-Anbiya’: 87

ﺐﻫﱠﺫﹾﺫﺍ

idz dzahaba

3 Saba’:30

ﻢﹸﻜﱠﻟ ﹾﻞﹸﻗ

qul lakum

5. Idgām Mutajānisain

Pasangan huruf-huruf Idgām Mutajānisain yang sakin yaitu tsa (ث) dengan dza (ذ) dan da (د) dengan ta (ت),ta (ت) dengan da (د),dza (ذ) dengan z (ظ),ta (ت) dengan a (ط), a (ط) dengan ta (ت),ba (ب) dengan mim (م) ditransliterasi dengan bunyi huruf kedua dan atau bunyi bacaannya sebagai huruf lebur, dan huruf-huruf tersebut tidak diberi lambang.

Contoh Transliterasi Idgām Mutajānisain

No Surah Lafal Al-Qur’an Transliterasi Keterangan 1 Al-A’raf :176

ﻚﻟﹶﺫ ﹾﺚﻬﹾﻠﻳ

yalhats dzālika

Idgām Mutamāsilain 2 At-Taubah :117

ُﷲﺍ ﺏﺎﺗ ﺪﹶﻘﹶﻟ

laqat tāballāhu

3 Yunus 89

ﺎﻤﹸﻜﺗﻮﻋﺩ ﺖﺒﻴﹺﺟﹸﺍ

qad ujībad da

‘watukumā 4 An-Nisa’ :64

ﺍﻮﻤﹶﻠﱠﻇﹾﺫﺍ

idz alamū 5 As-Saf: 14

ﹲﺔﹶﻔﺋﺎﱠﻃ ﺖﻨﻣﹶﺎﹶﻓ

fa āmanat ã’ifatun

6 Al-Ma’idah: 28

ﺖﹾﻄﺴﺑ ﻦﺌﹶﻟ

la’i basa ta 7

Hud: 42

ﺎﻨﻌﻣ ﺐﹶﻛﺭﺍ ﻲﻨﺒﻳ

bunaiyyarka ma ‘anā 6. Idgām Mutaqāribain

(14)

xiv

Pasangan huruf-huruf Idgām Mutaqāribain yang sakin yaitu lam (ل) dengan ra’ (ر),qaf (ق) dengan kaf (ك), ditransliterasi dengan bunyi huruf kedua dan atau bunyi bacaannya sebagai huruf lebur, dan huruf-huruf tersebut tidak diberi lambang.

Contoh Transliterasi Idgām Mutaqāribain

No Surah Lafal Al-Qur’an Transliterasi Keterangan 1 Al Kahfi :22

ﻲﺑﺭ ﹾﻞﹸﻗ

Qur rabbi

Idgām Mutaqāribain 2 An-Nisa :158

ُﷲﺍ ﻪﻌﹶﻓﺭ ﹾﻞﺑ

‘anhullāhu bar rafa

3 Al-Mursalat: 20

ﻢﱡﻜﹾﻘﹸﻠﺨﻧ ﻢﹶﻟﹶﺍ

nakhlukkum alam

C. Iqlāb

Huruf nun sakin atau tanwin pada Iqāb ditransliterasi dengan lafal bunyi huruf mim sebagai bunyi lebur huruf nun mati atau tanwin dan diberi lambang berupa titik(.) di atas huruf m yang menandakan sebagai bacaan iqlab.

Nama huruf dan Lambang

Huruf dan harakat Nama Huruf dan

Lambang

Nama

ـٌــــٍـــًـــ ﺏ ـــــــ ﹾﻥ

Huruf nun mati atau tanwin bertemu dengan ba’

em dengan titik di atas

Contoh Transliterasi Iqāb

No Surah Lafal Al-Qur’an Transliterasi Keterangan 1 Al-Baqarah: 27

ﺪﻌﺑ ﻦﻣ

mi ba ‘di

Iqāb 2 Al-Baqarah: 95

ﺎﻤﹺﺑ ﺍﺪﺑﹶﺍ

abada bimā

D. Ikhfā’

Huruf nun sakin atau tanwin pada ikhfā’ ditransliterasi dengan huruf n. Di antara huruf n dengan huruf ikhfā’ yang mengikutinya diberi lambang ujung busur (^)yang menandakan sebagai bacaan ikhfā’.

(15)

xv

Bentuk Lambang

Huruf dan harakat Nama Huruf dan

Lambang

Nama

ـٌــــٍـــًـــ ﺕ ـــــــ ﹾﻥ

ﺫ ﺩ ﺝ ﺙ ﺹ ﺵ ﺱ ﺯ

ﻙ ﻕ ﻑ ﻅ ﻁ ﺽ

Huruf nun mati atau tanwin bertemu salah satu dari lima belas huruf ikhfā’

^ Ujung busur

Contoh Transliterasi Ikhfā’

No Surah Lafal Al-

Qur’an

Transliterasi Keterangan 1

Al-Ghashiyah: 7

ﻦﻣ ﻲﹺﻨﻐﻳ ﹶﻻﻭ ﹴﻉﻮﺟ

walā yugnī min^jū

‘in

Ikhfā’

2 Al-Isra’: 23

ﺎﻤﻳﹺﺮﹶﻛ ﹰﻻﻮﹶﻗ

qaulan^karīman 3 An-Nas: 4

ﹺﺱﺍﻮﺳﻮﹾﻟﺍ ﺮﺷ ﻦﻣ

min^syarril

waswāsi 4 Al-Zalzalah: 8

ﺍﺮﺷ ﺓﺭﹶﺫ

dzarratin^syarran 5 Al-Bayyinah: 3

ﹲﺔﻤﻴﹶﻗ ﺐﺘﹸﻛ ﺎﻬﻴﻓ

kutubun^qayyimah Fihā

E. Idzhār

Huruf nun sakin atau tanwin pada idzhār ditransliterasi sesuai dengan bunyi tulisan dan tidak diberi lambang.

Contoh Transliterasi Idzhār

No Surah Lafal Al-

Qur’an

Transliterasi Keterangan 1 An-Nisa’: 157

ﱠﻻﺍ ﹴﻢﹾﻠﻋ ﻦﻣ

min ‘ilmin illā

Idzhār 2 Al-Baqarah: 104

ﻢﻴﻟﹶﺍ ﺏﺍﹶﺬﻋ

‘adzābun alīmun

F. Gunnah

Huruf mim dan nun bertasydid ditransliterasikan dengan m atau n yang diberi lambang dengan titik di atas ( , ) huruf pertama.

Nama huruf dan Lambang

(16)

xvi

Huruf dan harakat Nama Huruf dan

Lambang

Nama

ّن ّم

Huruf mim dan nun yang bertasydid

, em dan en

dengan titik di atas

Contoh Transliterasi Gunnah

No Surah Lafal Al-Qur’an Transliterasi Keterangan 1 Al-Kahfi 88

ﻦﻣ ﺎﻣﹶﺍﻭ

wa a mā man

āmana Gunnah

2 Al-Baqarah 187

ﺱﺎﺒﻟ ﻦﻫ

hu na libāsun

G. Waqaf

Waqaf dikelompokkan kepada dua, yaitu :

1. Tanda waqaf dalam Mushaf Al-Qur’an yang menggunakan (huruf) م , ﻰﻠﻗ

,

ج di beri tanda titik (.).

2. Waqaf yang menggunakan ﻰﻠﺻ ,ﻻ tidak diberi tanda, sedang di akhir ayat diberi tanda titik (.) apapun tanda waqafnya. Bunyi huruf atau harakat pada akhir kata yang diwaqafkan dihilangkan atau dimunculkan dalam tanda kurung.

Waqaf mu’anaqah yang dalam Mushaf Al-Qur’an menggunakan titik tiga (

  

) hanya dibolehkan berhenti pada salah satunya. Bunyi huruf akhir pada dua tanda waqaf tersebut diletakkan di dalam tanda kurung.

Contoh Penulisan tanda waqaf

No Surah Lafal Al-Qur’an Transliterasi Keterangan

1 Al-Baqarah: 26

ﱡﻞﻀﻳ ﹰﻼﹶﺜﻣ

ma alā.

yu illu atau ma alā (n).

yu illu

Huruf akhir dihilangkan atau dalam tanda kurung 2 Ar-Ra’d: 26

ﺭﺪﹾﻘﻳﻭ

wa yaqdir.

atau wa yaqdir (u).

3 Al-Baqarah: 37

ﻪﺑﺭ ﻦﻣ

mir rabbih.

atau mir rabbih (ī).

4 Al-Baqarah: 163

ﻮﻫ ﱠﻻﺍ

illā atau huw. illā

huw(a).

5 Al-Baqarah: 70

ﺮﹶﻘﺒﹾﻟﺍ ﱠﻥﺍ ﻲﻫﺎﻣ

innal-baqara hiya 6 Al-Baqarah: 87

ﺎﻨﻴﺗﹶﺍﻭ ﹺﻞﺳﺮﻟﺎﹺﺑ

bir-rusuli

(17)

xvii

wa ātainā

7 Al-Baqarah: 2

ﻦﻴﻘﺘﻤﹾﻠﱢﻟ ﻯﺪﻫ

hudal lil- muttaqīn.

atau hudal lil-

muttaqīn(a).

Huruf akhir dihilangkan atau dalam tanda kurung Contoh Transliterasi Waqaf Mu ‘anaqah

Surah Lafal Al-Qur’an Transliterasi Keterangan Al-Baqarah 2 

Lā raib(a). Fihi

hudan atau Waqaf pada tanda yang pertama Lā raiba fih(i).

hudan

Waqaf pada tanda yang kedua ABSTRAK

M Mizan Sya’roni

Membaca Al-Qur’an Dengan Langgam Jawa Dan Orchestra (Analisis Penerapan Ilmu Tajwid Pada Pelantunan Pembacaan Al-Qur’an).

Penelitian ini hadir karena : Mengingat begitu pentingnya tartil dan tajwid dalam membaca ayat al quran. Sejalan dengan firman allah surat al muzzamil ayat 4 warottil al-Qur’an tarila Allah memerintahkan umat islam untuk membaca al- Qur’an dengan tartil pengertian tartil adalah tajwīd al-huruf wa marifat al-wuquf : yaitu membaguskan huruf dan mengenal tentag waqof.

Adapun Ilmu tajwid adalah ilmu yang digunakan untuk mengetahui aturan-aturan dalam membaca al-Qur’an berdasarkan sifat huruf, tempat keluarnya huruf, panjang pendeknya, serta bacaan-bacaannya, sehingga tidak ada perubahan makna pada saat membacanya dan sesuai sebagaimana mestinya.

Penelitian ini menggunakan Metode analisis deskriptif kualitatif. penulis download dan dikumpulkan di transkip, di translitrasi, diberi tanda tajwid, kemudian penulis analisa menggunakan ilmu tajwid. Dalam Penelitian ini penulis ingin mengetahui tentang penerapan ilmu tajwid dalam lagu membaca al-Qur’an (analisis pada pelantunan pembacaan al-Qur’an di media sosial). dengan menggunakan kaidah ilmu tajwid yang telah disepakati oleh ahli tajwid.

Objek yang diteliti, penulis memilih dua video. pada langgam daerah Jawa yang dibacakan oleh dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Muhammad Yaser Arafat pada peringatan Isra Mi'raj di Istana Negara Jakarta dan langgam orchestra oleh Farman Purnama Di Aula Simfonia Jakarta Pusat.

Berdasarkan hasil penelaahan penulis pada kasus pembacaan al-Qur’an langgam Jawa dan Orchestra, Untuk kasus Langgam Jawa ketidak sesuaian dengan aturan ilmu tajwid berjumlah 64 dari 121 yang seharusnya bisa dibaca dengan ilmu tajwid.

Adapun hasil penelaahan penulis pada kasus pembacaan al-Qur’an langgam Orchestra, Maka ditemukan ketidak sesuaian dengan pembacaan ilmu tajwid berjumlah 79 dari 89 yang seharusnya bisa dibaca dengan ilmu tajwid.

(18)

xviii

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan al amdulillāhi rabbi al-‘ālamīn sebagai bentuk rasa syukur penulis kehadirat Allah swt, atas karunia Rahmat, Hidayah serta Maunahnya, sehingga dalam waktu yang relatif singkat penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan penuh kesabaran, ketabahan dan ke ikhlasan. Dalam proses perjalanan penulisan skripsi ini tentu banyak hal yang menyebabkan kegalauan dan kegundahan yang dialami oleh penulis. Hal ini karenakan banyak faktor, antara lain: Desakan dari keluarga agar mempercepat menyelesaikan segala tugas yang menjadi syarat wisuda, penulis paham betul dengan maksud mereka. Melihat sebagian teman-teman yang sudah selesai lebih awal juga menjadi salah satu sebab kegelisahan penulis, sehingga penulis harus segera menyelesaikan penulisan skripsi ini. Adik-adik junior yang hampir setiap ketemu menanyakan “kapan wisuda bang”? ini juga menjadi alasan bagi penulis untuk tetap semangat.

(19)

xix

Shalawat serta salam penulis sampaikan kepada reformis dunia yang telah melakukan banyak perubahan selama ia di utus sebagai seorang Rasul di muka bumi ini. Dari yang negatif ke yang positif, dari kegelapan pada cahaya, dari yang tidak manusiawi pada yang manusiawi. Seorang Nabi yang menjadi suri tauladan bagi umat manusia, sabdanya menjadi hukum dan akan terus dikaji sampai akhir zaman nanti. Beliau adalah Nabi Muhammad SAW.

Berbagai hambatan selalu datang menghampiri penulis, dari awal hingga akhir penulisan skripsi ini, baik internal maupun eksternal. Berbagai macam kesulitan juga dapat penulis rasakan, hal ini mungkin dikarenakan minimnya pengetahuan penulis tentang apa yang dibahas dalam skripsi ini.

Penulis menyadari bahwa selesainya penulisan skripsi ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan banyak pihak. Oleh karenanya, dengan segala ketulusan, kerendahan hati dan keikhlasan penulis menghaturkan banyak terimakasih yang tak terhingga kepada:

1. Segenap civitas akademika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada, MA, selaku Rektor Universitas Negeri Syarif Hidayatullah.

2. Prof. Dr. Masri Mansoer, MA. Selaku Dekan Fakultas Usuluddin dan Filsafat, juga sebagai dosen Metode Penelitian pada semester VII.

3. Dr. Lilik Ummi Kaltsum, MA. Sebagai Ketua Jurusan Tafsir Hadits, sekaligus dosen pada mata kuliah Praktikum Penulisan Karya Ilmiyah pada semester VII.

4. Dra. Banun Binaningrum, M.Pd Sebagai sekretaris jurusan tafsir hadits yang selalu melayani mahasiswa termasuk penulis dalam urusan surat

(20)

xx

menyurat,yang juga termasuk dosen bahasa inggris pada semester I dan Dosen pembimbing KKN.

5. Dr.Ahsin Sakho M. Asyrofuddin, MA. Dosen pembimbing yang selalu meluangkan waktu dan tempatnya untuk penulis, terimakasih yang sebesar- besarnya penulis sampaikan kepada beliau serta keluarga, Jazāhumullāh khairan katsira.

6. Eva Nugraha, MA. Sebagai dosen yang selalu meluangkan waktu dan tempatnya untuk penulis, bahkan tidak cuma itu, penulis juga di arahkan oleh beliau dari nol dan menyelesaikan skripsi ini di rumah beliau. terimakasih yang sebesar-besarnya penulis sampaikan kepada beliau serta keluarga, karena telah menerima penulis untuk tinggal di rumahnya selama penulisan skripsi ini dengan segala fasilitasnya. Jazāhumullāh khairan katsira.

7. Seluruh dosen di Fakultas Usuluddin khususnya kepada dosen pembimbing akademik, Dr. Abdul Moqsith Ghazali, MA, dan Rifqi Muhammad Fatkhi, MA dan dosen-dosen di jurusan Tafsir Hadits yang telah banyak berbagi ilmu kepada penulis, sehingga penulis mendapatkan setetes air dari samudera ilmu pengetahuan. (Jazāhumullāh wanafa ‘anā bi ‘ulūmihim).

8. Kedua orang tua Penulis Buya Kh. Cucun Manshur Abbas dan Umi Hj.Lilis faizah yang selalu mendo’akan dengan segala ketulusan hatinya, menasehati, memperhatikan kesehatan dan selalu mengingatkan penulis pada shalat sebagai salah satu ajaran Islam. Juga kepada kakak penulis M.Faiz Thonthowi S.Pd.i,dan semua adik-adik penulis Wahdah Farhati S.ud, Alm. M.Fuad Al abbasi, M.Nashiruddin, Nida Nadia, M.Hanan Said, Inayah Maulida, M.Syauqi, M. Afwan Mushoffan terimakasih atas segala perhatian dan

(21)

xxi

pengertiannya serta dukungannya baik berupa materil maupun moril. Kalian luar biasa. (Allāhumma ir amhumā kamā rabbayānī aghīrā, wa awwil

‘umūrahumā fi ā ‘atik).

9. Segenap keluarga besar Pondok Pesantren Daarul Rahman, KH, Syukron Makmun, Gus Faiz Lc SM, Gus Ridho SM, Ust Qosim susilo M.pd, Ust Dhofir, Ust Sidup, Ustzh Rahma Thohir S.Pd.i, Ust Syatiby S.Th.i, dan dewan guru sekalian yang telah menggembleng dan memeberikan nasehat selalu pada penulis hingga penulis mampu mengamalkan ilmu yang telah diajarkan.

10. Segenap keluarga besar Pondok Pesantren Luhur Sabilussalam Prof.Dr. H.

Hidayat MA, Prof.Dr. Suwito, MA, Dr. Ujang Tholib, MA, Dr. Muslih, Lc, Ah Azharuddin latif, MA, Dr. Dede Abdul fatah, MA, Ahmad Lutfhi, MM, H Asep Anwar, S.pd, Abdurrahman S.Th,i, Nurzen efendi S.pd.i, Ust Badru SQ.

dan lain-lain.

11. Keluarga besar Pondok Miftahuttholibin Kh. Kukung Abdul Manaf Abbas, Kh. Hulaemi, Hj. oom, Hj. Ero Romlah, Hj. Endah Hamidah SQ, Maksum MA, shodik S.pd.i, Ceu uud, Ceu enok dan lain-lain.

12. Sahabat-sahabat Tafsir Hadist seperjuangan yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu, terutama teman-teman TH kelas D. Kalian adalah lawan dalam diskusi dan teman dalam berpikir. Kita telah berjuang bersama, semoga kita masih bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Amin..

13. Teman-teman S-11 pondok pesantren Mahasantri Sabilussalam yang telah menemani selama masa study. Bang sufyan syafi’i, Mas udy hariyanto, Ari Armadi, Tiflen, Angga renong, Badruttamam,dll. Berjuang bersama, lapar

(22)

xxii

bersama, dan mengabdi bersama. Penulis akan merindukan canda tawa kalian. Suasana masak bersama hingga makan bareng akan menjadi kenangan indah diantara kita, dan akan menjadi cerita yang menarik pada anak cucu kita nanti.Terimakasih buat kalian semua.

14. Segenap keluarga Ibu Romsiah, bapak Rustam zaini Ust. Ahmad Haitami S.pd.i, Ust.Abdul Kaafi, Teteh Hani royhani S.Th.i, Revi, Husna, boby, di rumah bunda bahagia. Dan Hj.Muzaro’ah M.pd. yang selalu menasehati, membimbing penulis agar cepat selesai.

15. Teman harapan penulis yang tak luput dari do’a di setiap sembah sujud penulis, Rizka Arfheinia binti Drs. H. Anwar Saadi, MA, yang selalu mendukung, memotivasi penulis, menemani penulis dan menjadi dorongan yang kuat bagi penulis untuk menyelesaikan penilitian ini.

Kepada mereka semua penulis tidak bisa membalas apa-apa kecuali ungkapan terimakasih yang sedalam-dalamnya serta do’a yang tulus kepada Allah swt, agar semua kebaikannya dibalas dengan pahala yang setimpal, jazākumullāh khairan katsīra, serta diberkati kehidupan yang penuh bahagia, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Semoga apa yang telah penulis lakukan, berupa penelitian ini bermanfaat bagi diri sendiri serta masyarakat umum. Amin.

Ciputat, 8 April 2016 1 Rajab 1437

M.Mizan Sya’roni NIM: 1111034000098

(23)

xxiii DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ...

LEMBAR PERNYATAAN ...

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ...

LEMBAR PENGESAHAN ...

HALAMAN MOTTO ...

HALAMAN PERSEMBAHAN ...

HALAMAN TRANSLITERASI ARAB-INDONESIA ...

HALAMAN TRANSLITERASI TAJWID AL-QUR’AN...

ABSTRAK ...

KATA PENGANTAR ...

DAFTAR ISI...

DAFTAR TABEL...

BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah...

B. Identifikasi, Pembatasan dan Perumusan Masalah...

C. Tujuan dan Manfaat Penelitian...

D. Metodologi Penelitian...

E. Tinjauan Pustaka...

i ii iii iv v vi vii x xvii xviii xxiii

xxv

1 5 7 7 9

(24)

xxiv

F. Sistematika Penulisan...

BAB II. TINJAUAN TEORITIS TENTANG ILMU TAJWID

A. Pengertian Ilmu Tajwid...

B. Tujuan Mempelajari Ilmu Tajwid...

C. Dasar Mempelajari Ilmu Tajwid ...

D. Tempo Bacaan ...

E. Penyimpangan Kaidah Tajwid Ketika Membaca Al-Qur’an...

F. Tempat Keluarnya Huruf...

G. Hukum Bacaan dalam Ilmu Tajwid ...

H. Tanda Tajwid dan Tajwid Warna ...

BAB III. HAL IHWAL TENTANG NAGHĀM AL-QUR’AN

A. Pengertian Naghām Al-Qur’an...

B. Taghanni Dalam Membaca al-Qur’an...

C. Sejarah Pertumbuhan Naghām al-Qur’an...

D. Maqamat lagu-lagu al-Qur’an ...

E. Macam- Macam Langgam ...

F. Sejarah Langgam Jawa dan Orchestra dalam Seni Baca Al-Qur’an...

BAB IV. ANALISIS PEMBACAAN AL-QUR’AN LANGGAM JAWA DAN ORCHESTRA

A. Lantunan Muhammad Yaser Arafat di Istana Negara...

B. Lantunan Farman Purnama di Aula Simfonia Jakarta Pusat...

12

15 17 18 20 23 29 30 36

40 44 49 52 55 57

59 69

(25)

xxv BAB V. PENUTUP

A. Kesimpulan ...

B. Saran-Saran ...

Daftar Pustaka ...

80 81

82

DAFTAR TABEL

1. Tabel 2.1 La n

Jaliy...

2. Tabel 2.2 La n

Jaliy...

3. Tabel 2.3 La n

Jaliy...

4. Tabel 2.4 La n

Jaliy...

5. Tabel 2.5 La n

Jaliy...

6. Tabel 2.6 La n

Jaliy...

7. Tabel 2.7: Contoh La n Khafiy

...

8. Tabel 2.8: Contoh La n Khafiy

...

9. Tabel 2.9: Pembagian ketukan Mad...

10. Tabel 4.1 Koding Akun Pengunggah...

11. Tabel 4.2 Koding Video Langgam Jawa...

22 23 23 23 23 23 27 27 32 60 61 64 65 67 68 70 71 74 76

(26)

xxvi

12. Tabel 4.3 Analisis Video Langgam Jawa...

13. Tabel 4.4 Analisis Video Langgam Jawa...

14. Tabel 4.5 Analisis Video Langgam Jawa...

15. Tabel 4.6 Analisis Video Langgam Jawa...

16. Tabel 4.7 Koding Akun Pengunggah...

17. Tabel 4.8 Koding Video Langgam Orchestra...

18. Tabel 4.9 Analisis Video Langgam Orchestra...

19. Tabel 4.10 Analisis Video Langgam Orchestra...

20. Tabel 4.11 Analisis Video Langgam Orchestra...

21. Tabel Lampiran Tajwid Surat Al Hujurāt Ayat 13 22. Tabel Lampiran Tajwid Surat Al Isrā’ Ayat 1 23. Tabel Lampiran Tajwid Surat An Najm Ayat 1-7 24. Tabel Lampiran Tajwid Surat An Najm Ayat 7-15

78

(27)

1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Membaca al-Qur’an dengan memperhatikan hukum-hukum bacaan tajwid adalah wajib. Menurut Syekh Muhammad Al-Mahmud rahimahullah, tujuan mempelajari Ilmu Tajwīd ialah agar dapat membaca ayat-ayat al- Qur’an secara betul (fasih) sesuai dengan yang diajarkan oleh nabi SAW.

Dengan kata lain, agar dapat memelihara lisan dari kesalahan-kesalahan ketika membaca kitab Allah Ta’ālā.1

Hukum membaca al-Qur’an dengan menggunakan aturan tajwid atau Tartil ialah far u ‘ain atau merupakan kewajiban pribadi, karenanya apabila seseorang membaca al-Qur’an dengan tidak menggunakan ilmu tajwīd maka hukumnya berdosa.2

Menurut Ahmad Fathoni dalam bukunya Metode Maisura mengatakan bahwa Allah menjelaskan dalam al-Qur’an dalam surah al-Muzzammil ayat 4, yang mengisyaratkan akan hal ini3:

ﹺﻞﺗﺭﻭ ﺎﹰﻠﻴﺗﺮﺗ ﹶﻥﺁﺮﹸﻘﹾﻟﺍ .

﴿ ﺳ ﻞﻣﺰﳌﺍ ﺓﺭﻮ :

4

Artinya: “Dan bacalah al-Qur’an dengan tartil yang optimal.” (Q.S. al- Muzzammil/73: 4)

Ibn Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al- ‘A im menerangkan bahwa maksud ayat ini adalah agar kita membaca al-Qur’an dengan perlahan-lahan

1 Acep Iim Abdurrohim, Pedoman Ilmu Tajwid Lengkap (Bandung: CV. Penerbit Diponegoro, 2003), h. 5.

2 Moh Wahyudi, Ilmu Tajwid Plus (Surabaya: Halim Jaya 2008) c. II, h. 6.

3 Ahmad Fathani, Petunjuk Praktis Tahsīn Tartīl Al-Quran: Metode Maisura (Jakarta:

Fakultas Usuluddin Institut PTIQ Jakarta dan Pesantren Takhasus IIQ Jakarta 2014) h. 1.

(28)

sehingga membantu pemahaman dan perenungan terhadap al-Qur’an demikian cara Nabi membaca al-Qur’an sebagaimana di jelaskan ‘ isyah Ra bahwa Rasulullah saw. membaca al-Qur’an dengan tartīl sehingga bacaan yang seharusnya di baca panjang memang dibaca panjang.4 Sayyidina Alī ibn Abī ālib Ra berkata: Tartīl itu membaguskan huruf dan mengenal tentang waqaf. Maksudnya: tartīl dalam makna yang lebih khusus adalah tajwid atau berarti membaguskan hukum-hukum dalam membaca al-Qur’an. 5

Selain tartīl dalam hadis Rasūlullah menganjurkan agar memperindah bacaan al-Qur’an:

ﹺﻦﺑ ﹺﻦﻤﺣﺮﻟﺍ ﺪﺒﻋ ﻦﻋ ﹶﺔﺤﹾﻠﹶﻃ ﻦﻋ ﹺﺶﻤﻋَﻷﺍ ﹺﻦﻋ ﺮﻳﹺﺮﺟ ﺎﻨﹶﺛﺪﺣ ﹶﺔﺒﻴﺷ ﻰﹺﺑﹶﺃ ﻦﺑ ﹸﻥﺎﻤﹾﺜﻋ ﺎﻨﹶﺛﺪﺣ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﹶﻝﺎﹶﻗ ﹴﺏﹺﺯﺎﻋ ﹺﻦﺑ ِﺀﺍﺮﺒﹾﻟﺍ ﹺﻦﻋ ﹶﺔﺠﺳﻮﻋ ﻪﱠﻠﻟﺍ ﹸﻝﻮﺳﺭ

- ﻢﻠﺳﻭ ﻪﻴﻠﻋ ﷲﺍ ﻰﻠﺻ -

» ﹶﻥﺁﺮﹸﻘﹾﻟﺍ ﺍﻮﻨﻳﺯ

ﻢﹸﻜﺗﺍﻮﺻﹶﺄﹺﺑ

« .

﴾ ﺩﺅﺩ ﻮﺑﺃ ﻩﺍﻭﺭ﴿

Artinya: “Telah menceritakan kepada Kami Utsman bin Abū Syaibah, telah menceritakan kepada Kami Jarīr, dari Al-Amasy, dari Thalhah, dari Abdurrahmān bin ‘Ausajah, dari Al-Bara’ bin ‘Āzib, ia berkata; Rasūlullāh Saw bersabda: “Perindahlah al-Qur’an dengan suara kalian”. (H.R. Abū Dāud)6

Berdasarkan hadist tersebut pengajaran tentang memperindah bacaan al-Qur’an berkembang pesat, ada beberapa lagu yang berkembang di Indonesia dan merupakan lagu popular di dunia yaitu: ijāzi (Mekah dan Madinah), Menurut para ahli lagu ijāzi ada tujuh macam, yaitu: Banjakah, Hirāb, Mayyā, Rakbī, Jiharkah, Sikah, dan Dukkāh.dan aliran Mi rī (Mesir),

4 Abū Al-Fida Ismaīl Ibn Amir Ibn Katsīr, Tafsir Al-Quran Al-Adzim juz 8 (Kairo: Dār abiah Li An-Nasyr Wa At-Tauzi’ 1999), h. 250.

5 Supain, Ilmu-Ilmu Al-Quran Praktis (Jakarta: Gaung Persada Press 2012), h. 85.

6 Abū Dāwūd Sulaiman Ibn Asy’ats As-Sijistani, Sunan Abū Dāwūd juz 1 (Beirut: Dār Al-Kitab Al-‘Arabi t.t), h. 548 .

(29)

lagu Mi rī seperti : Bayyātī, abā, Nahāwand, ijāz, Rast, Sikah, dan Jiharka.7

Perkembangan tersebut juga terjadi di Negara-negara lain salah satunya adalah Indonesia. Langgam yang tersebar dan populer di masyarakat Indonesia adalah langgam Mesir atau Mi rī. Kuatnya pengaruh budaya masyarakat Indonesia juga mempengaruhi perkembangan langgam bacaan al- Qur’an di Indonesia. Langgam yang tersebar di Indonesia adalah langgam Jawa .

Pada peringatan Isra Mi’raj di Istana Negara Jakarta Jumat, 15 Mei 2015 Muhammad Yaser Arafat melantunkan bacaan al-Qur’an dengan langgam Jawa. Hal tersebut menuai beberapa komentar dan perdebatan dari masyarakat mengenai kesalahan pelafalan tajwid pada ayat yang dibacakan oleh Yaser Arafat.8

Sebelum langgam Jawa di lantunkan, al-Qur’an di bacakan ke dalam lagu Orchestra, Orchestra adalah sekelompok pemain berbagai macam alat musik, yang bergabung untuk memberikan pagelaran. Jumlah instrumen setiap kelompok tergantung pada komposisi.9 terjadi pada acara konser

"Symphony of my life" 20 tahun Avip Priatna berkarya diselenggarakan di Aula Simfonia Kemayoran Jakarta Pusat pada 3 Desember 2011 oleh Tenor, Tenor adalah Suara pria yang paling tinggi.10 Farman Purnama dan di

7 Ahmad Syahid, Sejarah dan Pengantar Ilmu Naghām dalam Muhaimin Zen dan Ahmad Mustafid ed,. Bunga Rampai Mutiara al-Qur’an (Jakarta: Pimpinan Pusat Jamiyatul Qara Wal Huffadzh, 2006), h. 27-32.

8 Saiful Bahri, “Baca Alquran Langgam Jawa, MUI: Jangan Nekat,”artikel di akses pada 18 Mei 2015 dari http: http://www.dakwatuna.com/2015/05/18/68773/baca-alquran-langgam- jawa-mui-jangan-nekat/#axzz3iZ6XqoQm.

9 Latifah Kodijat Marzuki, Istilah- Istilah Musik (Jakarta: Jambatan 2004), h. 70.

10 Marzuki, Istilah- Istilah Musik , h. 101.

(30)

iringi oleh Jakarta Concert Orchestra, Batavia Madrigal Singer, Paduan Suara Universitas Katolik Parahyangan yang berdurasi 11:51 detik, Di uploud oleh orang yang mempunyai akun youtube Al faedah dengan tema “ Kesesatan Ummah : Bila al quranul karim di “Koir”kan” di terbitkan tanggal 14 Mei 2014. Terdapat 66 komentar pada awal komentar menyebutkan Pencabulan atas Surah al-Hujurāt (49) Ayat 13.11

Abdul Aziz Muslim dalam artikelnya “Hukum Melagukan Al-Quran”

yang dimuat pada buku “Bunga Rampai Mutiara al-Qur’an” mengatakan bahwa melagukan al-Qur’an tidak pernah lepas dari tajwid. Hukum-hukum tajwid yang digunakan untuk membaca al-Qur’an tentunya memiliki tujuan yaitu agar al-Qur’an dibaca dengan bagus. Bagus dalam hal ini memiliki beberapa arti: 1. Bagus bacaannya, 2. Bagus tajwidnya, 3. Bagus suaranya, 4.

Bagus lagu dan variasinya, 5. Bagus pengaturan nafasnya, 6. Bagus mimik mukanya (penyesuaian makna dari ayat yang dibaca). Menurut Abdul Aziz bacaan bagus seperti yang telah disebutkan termasuk pada kategori bacaan yang mujawaad dan tartil.12

Pada umumnya kaum muslim di seluruh dunia membaca al-Qur’an dengan qirāat imam ‘Ashim riwayat af arīq as-sya ībiyyah begitupun di Indonesia. Namun kaum Muslimin di Indonesia khususnya, bacaan imam af yang menjadi sandaran masih perlu adanya perbaikan. Karena fenomena yang ada masih tumpang tindih dalam arīq (tarqīb a - urūq), salah satu contoh, bacaan mad jāiz munfa il dua harakat, tiga harakat, empat

11 Komentar selangkapnya bisa di lihat di: https: //www.youtube.com/ watch?v=xKgfkk 5QTGU.

12 Abdul Aziz Muslim, Hukum Melagukan Al-Qur‘an dalam Muhaimin Zen dan Ahmad

Mustafid ed,. Bunga Rampai Mutiara al-Qur’an (Jakarta: Pimpinan Pusat Jamiyatul Qara Wal Huffadzh, 2006), h. 11-12.

(31)

harakat, lima harakat bahakan enam harakat.tanpa memperhatikan qirā ‘at, riwayat, dan arīq dari bacaan itu sendiri. Walaupun secara garis besar bacaan tersebut tidak salah (boleh) diperaktekan, namun jangan lupa bahwa disana terdapat pola tertentu yang wajib difahami.13

Atas dasar itu maka jelaslah bahwa perintah membaca al-Qur’an tidak hanya indah saja tapi penting juga membaca dengan tartīl yaitu dengan kaidah-kaidah yang telah ditetapkan oleh ahli qirā ‘at. Maka pada skripsi ini penulis akan menganalisa bacaan al-Qur’an dengan langgam jawa dan orchestra, dan ingin mengetahui langgam baca al-Qur ‘an yang sesuai dengan al-Qur ‘an dan hadis.

Berangkat dari permasalahan di atas, dalam rangka mengatasi masalah serta mengantisipasi agar lebih semangat membaca al-Qur ‘an dengan baik, benar dan berkualitas serta tidak mengandung kerancuan dikalangan muslim khususnya muslim Indonesia. maka penulis tertarik untuk meneliti permaslahan-permaslahan tersebut dalam bentuk Skripsi dengan judul

“Membaca Al-Qur’an Dengan Langgam Jawa Dan Orchestra (Analisis Penerapan Ilmu Tajwid Pada Pelantunan Pembacaan Al-Qur’an )”.

B. Identifikasi, Pembatasan dan Perumusan Masalah 1. Identifikasi, Pembatasan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat diidentifikasi beberapa masalah, diantaranya:

1. Adanya ketidak sesuaian dalam pembacaan al-Qur’an dalam langgam Jawa dan langgam Orchestra. Apakah bacaan al-Qur’an

13 Supain, Ilmu-Ilmu Al-Qur‘an Praktis (Jakarta: Gaung Persada Press 2012), h. 1.

(32)

dalam langgam Jawa dan langgam Orchestra sesuai dengan kaidah tajwid ?

2. Adanya langgam Jawa dan langgam Orchestra yang tidak sesuai dengan langgam Mu’tabarah yang tersebar diberbagai belahan dunia Muslim yang disepakati oleh para qari. Apakah orang Indonesia harus mengikuti tujuh langgam yang telah disepakati?

Apakah orang Arab juga harus mengikuti langgam tersebut?

Sedangkan langgam tersebut datang bukan dari arab.

3. Adanya ayat al-Qur’an yang dilagukan dengan senandung lagu pop dan jazz merujuk pada hadis “

ﻥﺁﺮﹸﻘﹾﻟﺎﹺﺑ ﻦﻐﺘﻳ ﻢﹶﻟ ﻦﻣ ﺎﻨﻣ ﺲﻴﹶﻟ

”.

Apakah melagukan al-Qur`an dengan lagu pop atau jazz termasuk yang diperbolehkan atau tidak?

Pada Proposal Skripsi ini Penulis hanya akan membatasi penelitian pada point pertama yaitu langgam Jawa dan orchestra pada hukum Mad saja dalam kaidah tajwid.

2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka terbentuklah rumusan masalah :“Bagaimana penerapan ilmu tajwid dalam pembacaan al-Qur’an dengan menggunakan langgam Jawa dan Orchestra” ?

(33)

C. Tujuan Dan Manfaat Penelitian

Berdasarkan batasan dan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian yang hendak dicapai adalah menguji langgam Jawa dan Orchestra dari segi mad dalam kaidah Ilmu Tajwid.

Berdasarkan tujuan penelitian di atas, maka manfaat dari penelitian ini adalah:

1. Manfaat Teoritis

Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi berarti bagi pembaca, tokoh masyarakat. dan lembaga-lembaga yang berkepentingan sebagai bahan pemikiran dan perbandingan, serta untuk menambah wawasan keilmuan dalam bidang naghām dan mujawwad.

2. Manfaat Praktis

Secara praktis, penelitian dapat memberikan sumbangan dan masukan bagi praktisi ilmu naghām tentang strategi yang praktis dalam baca al-Qur’an, dan sebagai masukan bagi Masyarakat awam dan para Sajrana.

D. Metodologi Penelitian 1. Sumber Data

Dalam membahas proposal ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, yaitu penulis berusaha memperoleh data- data dan informasi melalui literatur-literatur kepustakaan. semua bahan yang dibutuhkan akan dikumpulkan berkaitan dengan topik yang akan

(34)

dibahas, sebagai sumber primer penulis menggunakan audiovisual yang

ada pada youtube dengan alamat

https://www.youtube.com/watch?v=huiQAw23A9I, https:

//www.youtube.com/ watch?v=xKgfkk5QTGU, dan https:/

/www.youtube.com/watch?v= oYvspo NzjP A, yang penulis download dan dikumpulkan di transkip, di translitrasi, diberi tanda tajwid, kemudian penulis analisa menggunakan ilmu tajwid. Kemudian yang menjadi sumber sekunder adalah tulisan-tulisan tentang langgam baca al-Quran dan fatwa-fatwa ulama terkait langgam bacaan al-Quran.

2. Analisis data

Dalam penelitian ini penulis menganalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif data dianalisis dengan menggunakan kaidah ilmu tajwid yang telah disepakati oleh ahli qirā ‘at. Apakah sesuai dengan tajwid? Dan kemudian memberi kesimpulan.

3. Teknik Penulisan

Adapun teknik penulisan skripsi ini penulis berpedoman pada Pedoman Penulisan Skripsi dalam buku Pedoman Akademik Strata 1 2011/2012. 14 Dan untuk penulisan ayat al-Qur’an Penulis menggunakan Quran in word versi 1.3,15 Pedoman Tajwid Sistem Warna,16 Pedoman Tajwid Translitasi Al-Qur’an.17

14 Hamid Nasuhi dkk, Pedoman Akademik Strata 1 2011/2012 (Jakarta: UIN Syarif Hidayatullah, 2011), h. 351

15 Mohamad Taufiq, Quran in word versi 1.3 TaufiqProduct di unduh dari http://www.geocities.com/mtaufiq.rm/quran.html.

16 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMA), Pedoman Tajwid Sistem Warna (Jakarta: LPMA, 2011)

17 Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an, Pedoman Tajwid Translitasi Al-Qur’an (PTTQ), (Jakarta:Departemen Agama RI, 2007).

(35)

E. Tinjauan Pustaka

Berdasarkan penelusuran yang penulis lakukan, terdapat beberapa karya-karya terdahulu yang relevan dengan penelitian ini diantaranya karya tersebut adalah:

Pertama, skripsi yang ditulis oleh Empuk Kartika, mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah, fakultas ilmu tarbiyah dan keguruan tahun 2013, yang berjudul “ Meningkatkan Pembelajaran Ilmu Tajwid Dalam Bacaan Mat ābi’i, Mad Wajib Muta il, dan Mad Jāiz Munfa il Dengan Metode Drill Di Kelas III MI Parung Kuda Sukabumi”. Pada skripsi ini empuk kartika menarik kesimpulan bahwa pelaksanaan tindakan pembelajaran ilmu tajwid dengan metode drill pada materi bacaan mad ābi’iy, mad wajib mutta il, dan mad jāiz munfa il dapat meningkatkan kemampuan siswa pada materi tersebut dengan baik.18 Persamaannya dengan skripsi yang akan penulis tulis adalah pada pembelajaran tajwid yang merupakan rumusan dalam membaca al-Qur’an. Sedangkan perbedaannya adalah pada skripsi ini penulis akan membahas penerapan ilmu tajwid dalam langgam jawa yang dibacakan oleh dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Muhammad Yaser Arafat dan bacaan al-Qur’an dengan Orchestra yang tersebar di media sosial.

Kedua, skripsi yang ditulis oleh Cintia Indriani mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah, tahun 2014, Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan yang berjudul “ Korelasi Antara Pengetahuan Ilmu Tajwid Dengan Kelancaran Membaca Al-Qur’an Siswa di SMA Negeri 34 Jakarta”. Pada skripsi ini

18 Empuk Kartika, “Meningkatkan Pembelajaran Ilmu Tajwid Dalam Bacaan Mat Tabi’i, Mad Wajib Mutasil, dan Mad Jaiz Munfassil Dengan Metode Drill Di Kelas III MI Parung Kuda Sukabumi” (skripsi S1 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2013), h. 78.

(36)

Cintia membahas tentang hubungan mempelajari tajwid dengan kelancaran membaca al-Qur’an dengan kesimpulan bahwa mempelajari ilmu tajwid tidak menjamin kelancaran seluruh siswa dalam membaca al-Qur’an, walaupun ada beberapa siswa yang baik dalam memahami tajwid dan lancar dalam membaca al-Qur’an karena motivasi diri, lingkungan dan keluarga juga merupakan faktor lain yang mempengaruhi kelancaran siswa dalam membaca al-Qur’an. Persamaannya dengan skripsi ini adalah pada skripsi ini penulis juga membahas tentang penerapan tajwid dalam membaca al-Qur’an.19 Sedangkan perbedaannya adalah pada skripsi ini penulis akan membahas penerapan ilmu tajwid dalam langgam jawa yang dibacakan oleh dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Muhammad Yasser Arafat dan bacaan al-Qur’an dengan Orchestra yang tersebar di media sosial.

Ketiga, Tesis yang ditulis oleh M Husni Thamrin dengan judul

"Naghām AI-Qur`an. Telaah atas kemunculan dan Perkembangan Naghām di Indonesia". UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2009, jurusan tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin. Tesis ini menjelaskan perkembangan naghām al-Qur’an di Indonesia terbentang dalam periode klasik periode lagu makkawi dan periode lagu Mi rī. Berawal dari bentuk yang sederhana dan tanpa nama.

kemudian mulai diberi nama oleh qari-qari yang datang dengan ragam variasi nada dan kemudian menjadi disiplin ilmu yang dipelajari di Pesantren dan perguruan tinggi. Selanjutnya perkembangan sejarah berupa respon positif yang ditunjukkan oleh masyarakat Indonesia terhadap naghām al-Qur’an.

Akhirya apapun yang terkait dengannya seperti Musabaqah tilawah al-Qur’an

19 Cintia Indriani, “Korelasi Antara Pengetahuan Ilmu Tajwid Dengan Kelancaran Membaca Al-Qur’an Siswa di SMA Negeri 34 Jakarta” (skripsi S1 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2014), h. 90.

(37)

yang secara rutin pesantren dan lembaga pendidikan al-Qur’an sebagai tempat bernaung yang menentramkan bagi masyarakat dan menghilangkan ketakutan dan keraguan terhadap keberadaan naghām al-Qur’an.20 Adapun persamaannya dengan skripsi ini terletak pada pembahasan tentang naghām al-Qur’an. Sedangkan perbedaannya adalah pada skripsi ini penulis akan membahas tentang membaca al-Qur’an diluar langgam mu’tabar.

Keempat, Skripsi Abu Haris Akbar, Musikalitas al-Qur’an (Kajian Unsur Keindahan bunyi Internal dan Eksternal) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2009, Jurusan Tafsir Hadis Fakultas Ushuluddin. ia meneliti dua unsur musikalitas. Unsur musikal internal al-Qur’an bersifat esensial. karena unsur tersebut berasal dari al-Qur’an itu sendiri, yang pada tahap selanjutnya menyusun karakter unik bunyi dan melahirkan fenomena serta wacana resepsi estetis atau i'jaz al-Qur’an dalam segi keindahan bunyi. Berbeda dengan unsur selanjutnya. yakni musikalitas eksternal. yang posisinya bersifat ornamental. Artinya, unsur ini didatangkan dan luar atau bukan berasal dan al-Qur’an, oleh karena itu ia lebih berperan sebagai penghias tambahan saja.

Unsur ini juga tidak menjadi faktor penentu kemukjizatan bunyi dalam kesejarahan maupun literatur kajian al-Qur’an.21 Adapun persamaannya dengan skripsi ini terletak pada unsur musikalitas yang menghaasilkan keindahan pada bunyi al-Qur’an. Sedangkan perbedaannya adalah pada

20 M Husni Thamrin, "Naghām Al-Qur’an. Telaah atas kemunculan dan Perkernbangan Naghām di Indonesia". (Tesis S2 Fakultas Ushuluddin jurusan Tafsir Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2009), h. 123.

21Abu Haris Akbar, “Musikalitas al-Qur’an (Kajian Unsur Keindahan bunyi Internal dan Eksternal)” (skripsi S1 Fakultas Ushuluddin Jurusan Tafsir Hadis UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2009), h. 89.

(38)

skripsi ini penulis akan membahas tentang melagukan al-Qur’an dengan langgam daerah.

Kelima, Skripsi yang ditulis oleh Nurlaelah, mahasiswi UIN Syarif Hidayatullah, tahun 2005, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang berjudul “Penerapan Ilmu Tajwid terhadap seni baca al-Qur’an di pondok pesantren Daar el-Qolam Gintung Jayanti Tanggerang,22 petugas perpustakaan utama tidak menemukan file-Nya.

Muhsin Salim, dengan judul: Ilmu Naghām Al-Qur’an Belajar Membaca Al-Qur’an Dengan Lagu, di dalam buku tersebut membahas kaidah kaidah seni baca al-Qur’an seperti ilmu lagu-lagu dalam al-Qur’an (ilmu naghām). dan macam-macam lagu dengan tangga nada.23

Dari penelitian yang terdahulu penulis melihat bahwa semuanya mengangkat suatu permasalahan dari sisi realita dan pentingnya penerapan tajwid dalam membaca al-Qur’an.

F. Sistematika Penulisan

Untuk memudahkan penyusunan proposal ini, penulis membagikan pembahasan menjadi beberapa bab yang diuraikan dalam sistematika sebagai berikut :

Bab pertama, Pendahuluan, dalam bab ini menjelaskan latar belakang masalah , perumusan dan pembatasan masalah, tujuan dan manfaat penelitian, metodologi penelitian, kajian pustaka serta sistematika penulisan, tujuan dari bab ini adalah untuk menjelaskan sebab, manfaat dari penulisan ini, dan pada

22 Nurlaelah, “Penerapan Ilmu Tajwid terhadap seni baca al-Qur’an di pondok pesantren Daar el-Qolam Gintung Jayanti Tanggerang” (skripsi S1 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2005).

23 Muhsin Salim, Ilmu Naghām Al-Qur`an Belajar Membaca al-Quran dengan Lagu (Metode SBA Teotik) (Jakarta: YATAQI Pusat Jakarta 2008), h. 8.

(39)

bab ini juga penulis mencantumkan beberapa penelitian atau tulisan terdahulu terkait dengan pembahasana yang akan penulis teliti agar tidak ada pengulangan atau kesamaan dengan penelitian terdahulu.

Bab kedua, Tinjauan Teoritis Tentang Ilmu Tajwid, menjelaskan pengertian ilmu tajwid, tujuan mempelajari ilmu tajwid, dasar mempelajari ilmu tajwid, Tempo bacaan, penyimpangan kaidah tajwid ketika membaca al- Qur’an, tempat keluarnya huruf, hukum bacaan dalam ilmu tajwid, tanda tajwid dan tajwid warna. Bab dua ini penulis gunakan untuk membantu analisa penulis pada bab empat. Maka dari itu, pada bab ini penulis mencoba mengumpulkan teori-teori tentang tajwid yang tentunya talah disepakati oleh para ulama.

Bab ketiga, Sejarah Naghām Al-Qur’an penulis menjelaskan, Perkembangan Naghām Al-Qur’an, Taghanni Dalam Membaca al-Qur’an, Sejarah Pertumbuhan Naghām al-Qur’an, Maqamat lagu-lagu al-Qur’an, Macam-macam Langgam, Sejarah Langgam Jawa dan Orchestra dalam Seni Baca Al-Qur’an, semua ini bertujuan untuk membantu penulis dalam mencari data-data terdahulu yang valid untuk mendukung penelitian ini dan membandingkannya dengan langgam yang baru-baru ini muncul dikalangan masyarakat indonesia seperti langgam jawa dan lagu orchestra dll.

Bab keempat, Analisis Pelantunan Pembacaan Al-Qur’an di Media Sosial pada bab ini penulis mencoba menganalisis bacaan Surah Al Isra Ayat 1 dan An Najm Ayat 1-15 Muhammad Yaser Arafat Di Istana Negara dan bacaan Surah Al- Hujurat Ayat 13 oleh Farman Purnama Di Aula Simfonia

(40)

Jakarta Pusat , menggunakan kaidah tajwid yang telah disepakati oleh ahli qira’āt guna mendapatkan kesimpulan dari skripsi ini.

Bab lima, Penutup, yang terdiri dari kesimpulan dari penelitian yang telah penulis lakukan dan saran-saran penulis bagi peneliti-peneliti selanjutnya yang tertarik membahas hal yang berkaitan dengan langgam seni baca al-Quran dan tajwid. Pada bagian terakhir ini juga memuat daftar pustaka dan lampiran-lampiran.

(41)

15 BAB II

TINJAUAN TEORITIS TENTANG ILMU TAJWID

A. Pengertian Ilmu Tajwid

Tajwid secara bahasa adalah

ﻦﻴِﺴﺤﺘﻟﺍ

yang artinya membaguskan atau memperbaiki.24 Kata Tajwid, di ambil dari kata

ﺍﺪﻳﹺﻮﺠﺗ – ﺩﻮﺠﻳ – ﺩﻮﺟ

yang

artinya membaguskan atau membuat jadi bagus. Dan pengertian yang lain menurut lughah (bahasa), Tajwid dapat juga di artikan :

ﺪﻴﺠﹾﻟﺎﹺﺑ ﹸﻥﺎﻴﺗﻻﹶﺍ .

“Segala sesuatu yang mendatangkan kebajikan”.

Sedangkan pengertian Tajwid menurut istilah adalah:

ﻗﺮﺘﻟﺎﹶﻛ ﻚﻟﹶﺫ ﹺﺮﻴﹰﻏﻭ ﺩﻭﺪﻤﹾﻟﺍﻭ ﺕﺎﹶﻔﺼﻟﺍ ﻦﻣ ﻪﱠﻘﺤﺘﺴﻣﻭ ﻪﱠﻘﺣ ﻑﺮﺣ ﱢﻞﹸﻛ ُﺀﺎﹶﻄﻋﺍ ﻪﹺﺑ ﻑﺮﻌﻳ ﻢﹾﻠﻋ ﹺﻖﻴ

ﺎﻤﻫﹺﻮﺤﻧﻭ ﹺﻢﻴﺨﹾﻔﺘﻟﺍﻭ .

Artinya:“Ilmu yang memberikan segala pengertian tentang huruf, baik hak-hak huruf (haqqul huruf) maupun hukum-hukum baru yang timbul setelah hak-hak huruf (musta aqqul uruf) di penuhi, yang terdiri atas sifat- sifat huruf, hukum-hukum mad, dan sebagainya. Sebagai contoh adalah tarqīq, tafkhīm, dan semisalnya.”25

Dalam matan al-Jazāriyyah, di jelaskan bahwa Ilmu Tajwid adalah:

ﺎﻬﱠﻘﺣ ﻑﻭﺮﺤﹾﻟﺍ ُﺀﺎﹶﻄﻋﺍ ﻮﻫﻭ .

ﺎﻬﱠﻘﺤﺘﺴﻣﻭ ﺎﻬﹶﻟ ﺔﹶﻔﺻ ﻦﻣ .

Artinya: “ Ilmu yang memberikan pengertian tentang hak-hak dari sifat huruf dan musta aqqul uruf.”26

24 Yusup Nawan Al-Akyas, Metode Syamilah Panduan Komprehensip Ta sin Tilāwah Al-Qur`an (Jakarta: Pembela Islam Media,2012), h. 5.

25 Syekh Muhammad al Mahmud, Hidāyatul Mustafīd fi a kamit Tajwid (T.tp: Daar at tarbiyah,tth), h. 5.

26Muhammad Ibn Muhammad Ibn Ali Ibn Yusuf Ibn Al Jazari, Muqoddimah fīmā yajibu ala qārī al-Qur`an an y’alamah (Jeddah: Dār nur Maktabāt, 2006), h.4.

(42)

Imam Jalāluddīn as-Suyutī (rahimahullah) memberikan pengertian Tajwid sebagai berikut:

ﹺﺑ ﹺﻖﹾﻄﻨﻟﺍ ﻒﻴﻄﹾﻠﺗﻭ ﻪﻠﺻﹶﺍﻭ ﻪﹺﺟﺮﺨﻣ ﻰﹶﻟﺍ ﻑﺮﺤﹾﻟﺍ ﺩﺭﻭ ﺎﻬﺒﻴﺗﺮﺗﻭ ﺎﻬﹶﻗﻮﹸﻘﺣ ﻑﻭﺮﺤﹾﻟﺍ ُﺀﺎﹶﻄﻋﺍ ﻮﻫ ﻪ

ﹶﻻﻭ ﻒﺴﻌﺗﹶﻻﻭ ﻑﺍﺮﺳﺍ ﺮﻴﹶﻏ ﻦﻣ ﻪﺘﹶﺌﻴﻫ ﹺﻝﺎﻤﹶﻛ ﻰﹶﻠﻋ

ﻒﱡﻠﹶﻜﺗ ﹶﻻﻭ ﻁﺍﺮﹾﻓﺍ

27

.

Artinya: “Memberikan huruf akan hak-haknya dan tertibnya, mengembalikan huruf kepada makhraj dan asal (sifatnya) serta menghaluskan pengucapan dengan cara yang sempurna tanpa berlebih- lebihan, serampangan, tergesa-gesa dan dipaksakan.”

Yang dimaksud dengan hak huruf adalah sifat yang senantiasa menempel pada huruf. Seperti al-jahr, isti’la’ dan lain-lain. Sedangkan yang dimaksud mustahaq huruf adalah sifat yang nampak sewaktu-waktu seperti tafkhim, tarqiq, ikhfā’, idhgam dan lain-lain.28

Jadi ilmu Tajwid adalah ilmu yang digunakan untuk mengetahui aturan- aturan dalam membaca al-Qur’an berdasarkan sifat huruf, tempat keluarnya huruf, panjang pendek, serta bacaan-bacaannya, sehingga tidak ada perubahan makna pada saat membacanya dan sesuai sebagaimana mestinya.

Berdasarkan pengertian di atas, maka dapat difahami bahwa sumber Ilmu Tajwid adalah al-Qur’an dan sunnah, sebagaimana Rasūlullah allallahu ‘alaihi wasallam membaca al-Qur’an, serta para sahabat, tābi’in, dan tābi’ut tābi’in demikian seterusnya. Dan cara-cara membaca al-Qur’an seperti yang dicontohkan Rasūlullah Shallallahu ‘alaihi wasallam itulah yang kemudian dinamakan Ilmu Tajwid.

27 Jalaluddin as-Suyu ī, Al-Itqon Fii Ulumil Qur`an (Beirut: Ar Risalah, 2008), h. 212.

28 Ummi Rif’ah Ishaq , Pedoman Tilawah Al-Qur’an Ilmu Tajwid (Bekasi: Syukur Press 2015), h. 13.

(43)

Menurut Abu Ya’la Kurnaedi dalam bukunya Tajwid lengkap Asy- Syafi’i peletak dasar Ilmu Tajwid dari sisi ‘amaliyah (praktik), peletak ilmu ini adalah Rasulullah SAW. Karena al-Quran turun kepada beliau dari Allah dengan tajwid. Beliau mengambilnya langsung dari Malaikat Jibril, begitu juga para Sahabat mengambil langsung dari lisan beliau yang mulia, begitu juga para Tabi’in mengambilnya dari para Sahabat, dan seterusnya sehingga sampai kepada kita. Realitas ini tidak dipungkiri oleh seluruh umat Islam.

Dari sisi nadzhariah (teori) adalah para imam qiraah. Para ulama qiraah berbeda pendapat tentang siapa yang pertama kali meletakkan dasar-dasarnya.

Di antara mereka ada yang mengatakan Abū al-Aswad al-Duali. Ada juga yang berkata Abū Ubaid al-Qāsim ibn Salām. Ada juga yang berpendapat al- Khalīl ibn A mad, dan pendapat yang paling kuat untuk peletak dasar ilmu tajwid adalah Abū Muzahim Mūsā ibn Ubaidillāh al-Khaqani yang wafat pada tahun 325 H.29

B. Tujuan Mempelajari Ilmu Tajwid

Tajwid memiliki tujuan yang mengacu pada pengertian di atas, di antaranya :

1. Agar dapat melafalkan huruf dengan baik dan benar sesuai dengan makhraj dan sifatnya.

2. Agar dapat memelihara kemurnian bacaan al-Qur’an dari kesalahan dan perubahan makna

29 Abu Ya’la Kurnaedi, Tajwid Lengkap Asy-Syafi’i (Jakarta: Pustaka Imam Asy-Syafi’i, 2013), h. 41.

(44)

3. Menjaga lisan pembacanya agar tidak terjadi kesalahan dalam membacanya.30

Untuk memahami tujuan mempelajari Ilmu tajwid, Syekh Muhammad Mahmud menerangkan di dalam kitab Hidāyatul Mustafid :

ﺼﹾﻓﹶﻻﺍ ﺔﻳﹺﻮﺒﻨﻟﺍ ﺓﺮﻀﺤﹾﻟﺍ ﻦﻣ ﻲﱢﻘﹸﻠﺗ ﺎﻣ ﻰﹶﻠﻋ ﻥﹶﺍﺮﹸﻘﹾﻟﺍ ﻆﹾﻔﹶﻟ ﻥﺎﹶﻘﺗﺍ ﻰﻓ ﺔﻳﺎﻬﻨﻟﺍ ﹸﻍﻮﹸﻠﺑ ﻪﺘﻳﺎﹶﻏ ﹶﻞﻴﻗﻭ ﺔﻴﺤ

ﹾﻟﺍ ﹺﻦﻋ ﻥﺎﺴﱢﻠﻟﺍ ﹸﻥﻮﺻ ﻪﺘﻳﺎﹶﻏ ﻰﹶﻟﺎﻌﺗ ِﷲﺍ ﹺﺏﺎﺘﻛ ﻰﻓ ِﺀﺎﹶﻄﺨ

.

31

Artinya : “Tujuan (mempelajari Ilmu Tajwid) adalah agar dapat membaca ayat-ayat al-Qur’an secara betul (Fasih) sesuai dengan yang diajarkan oleh Rasūlullah saw, juga agar dapat memelihara lisan dari kesalahan-kesalahan ketika membaca kitab Allah ta’ala (al-Qur’an).

C. Dasar Mempelajari Ilmu Tajwid

Al-Qur’an diturunkan Allah SWT sepada Rasulullah SAW melalui perantara Malaikat Jibril as dengan bertajwid, sungguh penetapannya berdasarkan dalil-dalil Al-Qur’an, al-Hadits serta Ijma’ para ulama . Diantara dalil-dalil tersebut adalah :

a. Dalil Al-Qur’an:

ﹰﻼﻴﺗﺮﺗ ﹶﻥﺁﺮﹸﻘﹾﻟﺍ ﹺﻞﺗﺭﻭ .

)

ﺰﳌﺍ ﻞﻣ : 4 (

Artinya: “Dan bacalah al-Qur’an dengan tartil.” (Q.S. al- Muzzammil: 4)

Ayat ini memerintahkan agar membaca al-Qur’an dengan perlahan- lahan sehingga membantu pemahaman dan perenungan terhadap al- Qur’an. Demikianlah cara Nabi pergunakan dalam membaca al-Qur’an sebagaimana yang dijelaskan ‘ isyah ra bahwa Rasūlullah saw membaca

30M.Misbahul Munir, Pedoman Lagu-Lagu Tilawatil Qur`an dan di Lengkapi dengan Tajwid dan Qasidah (Surabaya: Apollo, 1997), h.152.

31 Syekh Muhammad al Mahmud, Hidāyatul Mustafīd fī ahkamit Tajwid (T.tp.:Dār al tarbiyah,tth), h. 5.

Gambar

Tabel 2.1: Contoh La n jaliy
Tabel 2.3: Contoh La n jaliy
Tabel 2.6: Contoh La n jaliy
Tabel 2.7: Contoh La n Khafiy
+2

Referensi

Dokumen terkait

ilmu tajwid yang siswa dapatkan dari pembelajaran Al- Qur‟an yang menjadi bekal untuk dapat membaca Al- Qur‟an dengan baik dan benar, maka penulis ingin

dapat membantu siswa yang kurang atau lambat kemampuan daya tangkapnya. Merinci bahan yang disampaikan, dengan menghubungkan materi dengan contoh-contoh yang

Untuk menjadikan peserta didik manusia yang beriman, bertaqwa dan berakhlaq mulia serta mewujudkan upaya dalam mencipatakan genarasi anak yang mahir dalam membaca

Ilmu tajwid merupakan salah satu pelajaran yang diajarkan pada Taman Pendidikan Al-Qur’an Diniyah, Ta’miliyah dan Awaliyah (DTA) At-Taqwa, dimana metode yang

Hubungan Antara Penguasaan Ilmu Tajwid dengan Kemampuan Membaca dan Menghafal Al Qur’an Surat Pendek Santri Putri Kelas VII Pondok Modern Darul Hikmah Tawangsari Tulungagung.. Warson