• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ruang lingkup penelitian atau batasan dalam penelitian bertujuan untuk menjaga konsistensi tujuan dari penelitian, sehingga hasil dan pembahasan menjadi terarah.

Agarpenelitian terarah, maka peneliti membatasi penelitian sebagai berikut:

a. Variabel dan Sub Variabel

yang terdiri dari : Visibility, Credibility, Attraction dan Power serta variabel dependen BRAND AMBASSADOR (X)

1. Visibility (Popularitas) 2. Credibility (Kredibilitas) 3. Attraction (Daya tarik) 4. Power (Kekuatan)

Royan dalam firmansyah (2019:139)

MINAT BELI (Y)

1. Minat Transaksional 2. Minat Referensial 3. Minat Preferensial 4. Minat Eksploratif

Priansa (2017:168)

(Y) Minat Beli yang terdiri dari : Minat Transaksional, Minat Referensial, Minat Preferensial, Minat Eksploratif.

b. Lokasi dan Obyek Penelitian

Penelitian dilakukan di Bandung dengan objek penelitian Konsumen Mie Instan Lemonilo yang berada atau berdomisili di kota Bandung.

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian

Pada penelitian ini, penulis menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Menurut Nanang Martono dalam Sudaryono (2017:92) penelitian kuantitatif merupakan penelitian yang menggunakan metode kuantitatif, yaitu sebuah metode penelitian yang bertujuan menggambarkan fenomena atau gejala sosial secara kuantitatif atau menganalisis bagaimana fenomena atau gejala sosial yang terjadi di masyarakat saling berhubungan satu sama lain. Umumnya penelitian kuantitatif lebih menekankan pada keluasan informasi (bukan kedalaman) sehingga metode ini cocok digunakan populasi dengan variabel yang terbatas.

Menurut Pandoyo dan Sofyan (2018:110) penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

Menurut Sugiyono (2017:24) proses penelitian kuantitatif bersifat deduktif, di mana untuk menjawab rumusan masalah digunakan konsep atau teori sehingga dapat dirumuskan hipotesis. Hipotesis tersebut selanjutnya diuji melalui pengumpulan data lapangan. Untuk mengumpulkan data digunakan instrumen penelitian. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan statistik deskriptif dan inferensial sehingga dapat disimpulkan hipotesis yang dirumuskan terbukti atau tidak. Penelitian kuantitatif pada umumnya dilakukan pada sampel yang diambil secara random, sehingga kesimpulan hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada populasi di mana sampel tersebut diambil.

Menurut Sudaryono (2017:82) penelitian deskriptif adalah penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini dari suatu populasi yang meliputi kegiatan penilaian sikap atau pendapat terhadap individu, organisasi, keadaan ataupun prosedur.

3.1 Operasionalisasi Variabel dan Skala Pengukuran 3.2.1 Operasional Variabel

Menurut Sugiyono (2017:68) variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek, organisasi atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh penulis untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.

Menurut hubungan antara satu varibel dengan variabel yang lain maka macam-macam variabel dalam penelitian dapat dibedakan menjadi:

a. Variabel Independen (X)

Sugiyono (2017:68) variabel ini disebut sebagai variabel stimulus, prediktor, antecedent. Dalam Bahasa Indonesia sering disebut variabel bebas. Variabel bebas adalah merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat). Variabel dalam penelitian ini adalah Brand Ambassador (X1)

b. Variabel Dependen (Y)

Sugiyono (2017:68) variabel ini disebut sebagai variabel output, kriteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variabel terikat.

Variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah minat beli (Y).

Apabila variabel yang diteliti telah ditetapkan pada penelitian ini, selanjutnya dilakukan penyusunan variabel operasional pada tabel 3.1 berikut:

Tabel 3.1

Tingkat Popularitas Ordinal 1 Peringkat Popularitas Ordinal 2 Credibility, berhubungan

Attraction, daya tarik

menarik konsumen Ordinal 10

Minat Beli

Minat Referensial Penilaian konsumen Ordinal 13 Minat Preferensial Memilih produk sesuai

dengan preferensinya Ordinal 14 Minat Exsploratif Mencari informasi

terlebih dahulu mengenai produk

Ordinal 15

3.2.2 Skala Pengukuran

Menurut Sugiyono (2017:157) skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur, sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif. Dalam penelitian ini pengukuran setiap variabel menggunakan skala pengukuran ordinal. Menurut Sekaran dan Bougie (2017:20) skala ordinal adalah mengategorikan variabel-variabel dalam suatu cara untuk menunjukkan perbedaan di antara berbagai kategori, tetapi juga mengurutkannya menjadi beberapa cara yang lebih bermakna. Skala ordinal lebih membedakan kategori dengan cara mengurutkan tingkatannya.

Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan adalah skala Likert. Menurut Sugiyono (2017:158-159) skala Likert merupakan sebuah alat ukur yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang

fenomena sosial. Fenomena sosial yang dimaksud adalah variabel penelitian yang telah ditetapkan oleh penulis.

Hasil dari instrumen yang digunakan pada skala Likert memiliki gradasi dari yang sangat negatif sampai sangat positif, seperti kata-kata pada tabel 3.2:

TABEL 3.2 SKALA LIKERT

Skala Jawaban

5 Sangat Setuju

4 Setuju

3 Cukup Setuju

2 Tidak Setuju

1 Sangat Tidak Setuju

Sumber: Sugiyono (2017:158-159)

3.3 Tahapan Penelitian

Penelitian ini terdapat beberapa tahapan yang dilakukan agar penelitian berjalan secara sistematis. Langkah-langkah yang dilakukan adalah seperti pada gambar 3.1:

Gambar 3.1 Tahapan Penelitian Sumber: Diolah oleh Penulis (2022) Rumusan

Masalah

Landasan Teori

Perumusan Hipotesis

Pengumpulan Data Populasi dan

sampel

Analisis Data

Kesimpulan dan Saran Pengembangan

Instrumen

3.4 Populasi dan Sampel 3.4.1 Pengertian Populasi

Menurut Sugiyono (2019:126) populasi merupakan daerah umum yang terdiri atas:

objek atau subjek yang memiliki kualitas dan karakteristik tersendiri yang telah dipastikan peneliti guna dipelajari yang nantinya akan ditarik kesimpulannya.

Berdasarkan definisi menurut para ahli diatas, populasi merupakan suatu objek atau subjek yang secara umum mempunyai karakteristik tersendiri untuk diteliti lebih dalam dan diambil kesimpulannya. Populasi pada penelitian ini yang dipakai adalah masyarakat Kota Bandung yang pernah membeli produk mie instan lemonilo yang jumlahnya sulit untuk dapat diketahui dengan pasti.

3.4.2 Sampel

A. Pengertian Sampel

Menurut Sugiyono (2018:131) sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi besar, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu.

B. Teknik Sampling

Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah non-probability sampling dengan purposive sampling. Menurut Sugiyono (2019:128) teknik sampling ialah suatu metode dalam pengutipan sampel yang akan digunakan dalam sebuah penelitian.

Dalam menentukan sampel pada sebuah penelitian, terdapat beberapa macam teknik yang dapat dipakai dalam menentukan sampel. Dalam penelitian ini, teknik yang akan dipakai ialah non probability sampling dengan jenis purposive sampling. Menurut Sugiyono (2018:151) Teknik non-probality sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Menurut Sugiyono (2018 : 156) sampling purposive adalah teknik penentu sampel dengan pertimbangan tertentu. Adapun pertimbangan yang dilakukan penulis contohnya responden yang sudah menggunakan produk mie lemonilo. Pada penelitian ini, mengingat jumlah populasi tidak diketahui maka dari itu guna memutuskan jumlah sampel, peneliti menghitung dengan menggunakan rumus Bernoulli. Berikut adalah hasil perhitungan yang diperoleh:

𝑛 β‰₯(π‘π‘Ž/2)2 p. q 𝑒2

Gambar 3.2 Rumus Bernoulli

Keterangan:

n = Jumlah populasi Ξ± = Tingkat ketelitian

Z = Nilai standard distribusi normal p = Probabilitas ditolak

q = Probabilitas diterima (1-p) e = Tingkat kesalahan

Dalam penelitian ini menggunakan tingkat ketelitian (Ξ±) 5%, tingkat kepercayaan 95%

sehingga diperoleh nilai Z = 1,96. Tingkat kesalahan ditentukan sebesar 10% atau 0,1.

Sementara itu, probabilitas kuesioner benar (diterima) atau ditolak (salah) masing-masing adalah 0,5.

𝑛 =[1,96]2 0,5x0,5 0,12

𝑛 =0,9604 0,1 𝑛 = 96,04 β‰ˆ 100

Mengacu pada hasil hitungan sampel dengan menggunakan rumus Bernoulli di atas, didapatkan jumlah sebesar 96,04 untuk jumlah sampel minimum. Namun dilakukan pembulatan bilangan menjadi 100 orang responden dalam pengambilan sampel yang bertujuan untuk memudahkan perhitungan, dan mengurangi kesalahan dalam pengisian kusioner.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Dalam sebuah penelitian memerlukan data dan informasi untuk menunjang penelitian, maka perlu dilakukan pengumpulan data. Pada penelitian ini, pengumpulan data dilakukan berdasarkan sumbernya yaitu dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Menurut Sugiyono (2018:223) sumber primer merupakan sumber data yang

langsung memberikan data kepada pengumpul data. Dalam penelitian ini, data primer menggunakan kuesioner dan sumber data dari responden, sebagai alat untuk memperoleh data atas pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh peneliti. Menurut Sugiyono (2017:142), kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.

Menurut Sugiyono (2018:223) sumber sekunder merupakan sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, yaitu melaluin orang lain.

Sumber data sekunder dalam penelitian ini adalah buku, jurnal, data perusahaan dan penelitian terdahulu.

3.6 Uji Validitas dan Reliabilitas

Penelitian yang sudah dilakukan pengumpulan data maka selanjutnya dilakukan uji validitas dan reliabilitas agar diketahui apakah data yang terkumpul valid atau tidak valid Sujarweni (2015:106). Pada penelitian ini, aplikasi yang digunakan untuk mengukur uji validitas dan reliabilitas adalah Software Statistical Program of Social Science (SPSS) versi 25.

3.6.1 Uji Validitas

Sudaryono (2017:301) mengatakan bahwa validitas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan sejauh mana tes telah mengukur apa yang seharusnya diukur.

Menurut Sugiyono (2019:193) valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Dengan demikian data yang valid adalah data yang memiliki kesamaan antar data yang dilaporkan oleh penulis dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek penelitian (Sugiyono, 2019:192).

Metode analisis korelasi pearson product moment yang digunakan penulis dalam penelitian ini untuk melakukan uji validitas. Menurut Priyatno (2018:24) teknik uji validitas menggunakan korelasi pearson product moment dengan cara mengorelasikan skor item dengan skor totalnya. Jika r hitung β‰₯ r tabel item dapat dikatakan valid, jika r hitung< r tabel item dapat dikatakan tidak valid. Kemudian jika signifikansi < 0,05 item dapat dikatakan valid dan jika signifikansi > 0,05 item dapat dikatakan tidak valid.

3.6.2 Uji Reliabilitas

Pada penelian ini, penulis dalam pengumpulan data menggunakan kuesioner. Menurut Priyanto (2018:25) uji reliabilitas merupakan sebuah pengujian yang digunakan agar

mengetahui konsistensi dari alat ukur bagi para penelitian yang menggunakan kuesioner. Metode yang biasanya digunakan pada alat yang umumnya menggunakan skala Likert adalah Cronbach’s Alpha. Item pada uji reliabilitas yang digunakan hanya pada item yang valid. Item valid dapat diketahui pada uji validitas karena uji reliabilitas dari uji validitas. Instrumen yang digunakan dalam menguji reliabilitas adalah internal consistency dengan cara melakukan penyebaran dengan dilakukan sebanyak satu kali lalu menganalisis data yang dikumpulkan dengan teknik tertentu Sujarweni (2015:110). Untuk mengetahui apakah instrumen yang digunakan menghasilkan reliabel maka dapat diketahui dengan rumus dibawah ini dengan ketentuan nilai 𝛼 > 0,6 maka reliabel.

3.7 Teknik Analisis Data 3.7.1 Statistik Deskriptif

Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif menggunakan statistik. Terdapat dua macam statistik yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Tetapi di dalam penelitian ini hanya menggunakan data statistik deskriptif saja. Statistik deksriptif adalah statistik yang digunakan untuk menganalisa data dengan cara mendskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi (Sugiyono, 2017:232).

Teknik ini dilakukan agar mengetahui deskripsi dari variabel Brand Ambassador (X), dan minat beli (Y) yang pada pengumpulan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuesioner yang masing-masing pertanyaan disertai dengan lima kemungkinan jawaban yang harus dipilih oleh responden. Dari jawaban yang didapatkan kemudian disusun kriteria penilaian untuk setiap item pertanyaan. Kriteria penilaian untuk setiap item pertanyaan didasarkan pada persentase dengan langkah-langkah sebagai berikut:

1. Nilai kumulatif adalah jumlah nilai dari setiap pertanyaan yang merupakan jawaban dari 100 responden.

2. Persentase adalah nilai kumulatif item dibagi dengan nilai frekuensinya dikali 100%.

3. Jumlah responden adalah 100 orang dengan nilai skala pengukuran terbesar adalah 5 dan skala pengukuran terkecil adalah 1. Sehingga

diperoleh:

a. Jumlah kumulatif terbesar = 100 x 5 = 500

b. Jumlah kumulatif terkecil = 100 x 1 = 100 c. Nilai persentase terbesar = 100%

d. Nilai persentase terkecil = (100: 500) x 100% = 20%

e. Nilai rentang = 100% - 20% = 80%. Jika nilai rentang dibagi lima skala pengukuran maka didapat nilai interval presentase sebesar 16%.

Berdasarkan perhitungan tersebut, maka dapat diperoleh kriteria interpretasi skor yang dapat dilihat pada tabel 3.3

TABEL 3.3

KRITERIA PENILAIAN BERDASARKAN PERSENTASE

No Persentase Kriteria Penilaian

1 20%-36% Sangat Tidak Baik

2 > 36%-52% Tidak Baik

3 >52%-68% Cukup Baik

4 >68%-84% Baik

5 >84%-100% Sangat Baik

Sumber: Hasil Olahan Penulis (2022)

Berdasarkan dari kategori penilaian tersebut, maka didapatkan garis kontinum untuk setiap perhitungan, sebagai berikut:

Gambar 3.5 Garis Kontinum Sumber: Hasil Olah Data Peneliti (2020)

Setelah dilakukan pembuatan kategori interpretasi skor dan garis kontinum, dilanjutkan dengan melakukan perhitungan skor total dari masing-masing variabel yang digunakan sebagai berikut:

20% 36% 52% 68% 84% 100%

Tidak Baik

Cukup

Baik Baik Sangat

Baik Sangat

Tidak Baik

1. Skor total = (Jumlah responden sangat setuju x skor 5) + (Jumlah responden setuju x skor 4) + (Jumlah responden cukup setuju x skor 3) + (Jumlah responden tidak setuju x skor 2) + (Jumlah responden sangat tidak setuju x skor 1).

2. Skor ideal = (Diasumsikan bahwa semua responden menjawab dengan jawaban sangat setuju) x (Jumlah responden atau skor total).

3.7.2 Method of Successive Interval (MSI)

Skala pengukuran yang digunakan dalam instrumen penelitian ini adalah skala ordinal dengan bentuk skala Likert. Untuk melakukan penelitian ini, penulis menggunakan teknik transformasi yang paling sederhana yaitu Methods Successive Interval (MSI).

Langkah Methods Successive Interval (MSI) menurut Riduwan (2017:30) adalah sebagai berikut:

a. Perhatikan setiap butir jawaban responden dari kuesioner yang disebarkan.

b. Pada setiap butir dibutuhkan berapa orang yang mendapatkan skor 1,2,3, 4 dan 5 yang disebut dengan frekuensi.

c. Setiap frekuensi dibagi dengan banyak responden dan hasilnya disebut dengan proporsi.

d. Tentukan nilai proporsi kumulatif dengan jalan menjumlahkan nilai proporsi secara berurutan per kolom skor.

e. Gunakan tabel distribusi normal, hitung nilai Z untuk setiap proporsi kumulatif yang diperoleh

f. Tentukan nilai densitas untuk setiap nilai Z yang diperoleh (dengan menggunakan tabel densitas).

g. Tentukan nilai skala dengan menggunakan rumus:

𝑁𝑆 = (𝐷𝑒𝑛𝑠𝑖𝑑𝑦 π‘œπ‘“ πΏπ‘œπ‘€π‘’π‘Ÿ πΏπ‘–π‘šπ‘–π‘‘) βˆ’ (𝐷𝑒𝑛𝑠𝑖𝑑𝑦 π‘œπ‘“ π‘ˆπ‘π‘π‘’π‘Ÿ πΏπ‘–π‘šπ‘–π‘‘) (π΄π‘Ÿπ‘’π‘Ž π‘π‘’π‘™π‘œπ‘€ π‘ˆπ‘π‘π‘’π‘Ÿ πΏπ‘–π‘šπ‘–π‘‘) βˆ’ (π΄π‘Ÿπ‘’π‘Ž π΅π‘’π‘™π‘œπ‘€ πΏπ‘œπ‘€π‘’π‘Ÿ πΏπ‘–π‘šπ‘–π‘‘)

h. Nilai transformasi Y0 dengan rumus: Y = NS + NS [1 + NSmin].

3.7.3 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik dilakukan untuk memenuhi syarat analisis regresi linear, yaitu penaksiran tidak bias dan terbaik. Ada beberapa asumsi yang harus terpenuhi agar kesimpulan dari hasil pengujian tidak bias, di antaranya adalah uji normalitas, uji multikolinieritas dan uji heteroskedastisitas.

a. Uji Normalitas Uji Normalitas

Menurut Ghozali (2018:111) uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel independen dan dependennya berdistribusi normal atau tidak. Model regresi dapat dikatakan baik jika distribusi data tidak menyimpang ke kiri atau ke kanan (kurva normal). Pengujian normalitas data menggunakan uji Kolmogrov-Smirnov dengan taraf probabilitas (sig) 0,05.

Kriteria pengujian uji Kolmogrov-Smirnov adalah nilai probabilitas (sig) > 0,05, sehingga data berdistribusi normal, sedangkan nilai probabilitas (sig) < 0,05 data tidak berdistribusi normal.

b. Uji Multikolinearitas

Uji multikoliniearitas bertujuan untuk menguji apakah ditemukan adanya korelasi antar variabel independen atau bebas. Menurut Ghozali (2018:105) tujuan uji multikoliniaritas adalah untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas. Model regresi yang baik memiliki model yang didalamnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Uji multikolinearitas dilihat dari nilai tolerance dan variance inflation factor (VIF).

Apabila nilai VIF < 10, berarti tidak terdapat multikolinearitas. Jika nilai VIF >

10 maka terdapat multikolinearitas dalam data.

c. Uji Heteroskedastisitas

Ghozali (2018:135) mengatakan bahwa uji heteroskedastisitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residul suatu pengamatan ke pengamatan lain. Uji heteroskedastisitas untuk menguji terjadi atau tidaknya heteroskedastisitas dapat dilihat dari nilai koefisien korelasi Rank Spearman antara masing-masing variabel bebas dengan variabel pengganggu. Analisis heteroskedastisitas dapat menggunakan grafik scatterplots dengan ketentuan sebagai berikut: jika ada plot tertentu, seperti titik-titik yang membentuk sesuatu pola yang teratur, maka terjadi heteroskedastisitas. Ketika tidak ada pola yang jelas atau titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka nol (0) pada sumbu Y, sehingga dapat dikatakan tidak akan terjadi heteroskedastisitas.

3.7.4 Analisis Regresi Linier Berganda

Menurut Sugiyono (2017:305) analisis regresi berganda digunakan untuk peneliti, bila peneliti meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variabel dependen

(kriterium), bila dua atau lebih variabel independen sebagai faktor prediktor dimanipulasi (dinaikturunkan nilainya). Analisis regresi berganda akan dilakukan apabila jumlah dari variabel independennya minimal dua. Seperti pada penelitian ini terdapat dua variabel independen dan satu dependennya yaitu pengaruh Brand Ambassador NCT DREAM (X) terhadap Minat Beli konsumen pada produk Mie Instan Lemonilo di Kota Bandung (Y). Kemudian analisis ini dapat digunakan untuk menguji kebenaran hipotesis yang telah diasumsikan pada penelitian ini, seperti rumus berikut ini:

Y = a + bX + e

Keterangan:

Y = Subjek dalam variabel dependen yaitu Minat Beli (Y)

X = Subjek dalam variabel independen yaitu Brand Ambassador (X) a = Bilangan Konstanta

b = Angka arah atau koefisien regresi, yang menunjukkan angka peningkatan ataupun penurunan variabel dependen yang didasarkan pada perubahan variabel independen.

e = residual atau error

3.7.5 Uji Hipotesis Parsial (Uji t)

Hipotesis ditetapkan yaitu nol (Ho) dan Hipotesis Alternatif (Ha). Ho adalah penetapan dugaan tidak ada pengaruh antara variabel X terhadap variabel Y. Uji hipotesis ini digunakan untuk mengatasi apakah pengaruh yang berarti atau tidak antara variabel X dan variabel Y yang didasarkan atas kriteria penolakan atau penerimaan aturan berikut:

Brand Ambassador

a. 𝐻0 : b = 0 Yang berarti variabel Brand Ambbasador NCT DREAM (X) tidak mempunyai hubungan secara signifikan dan terdapat pengaruh terhadap variabel Minat Beli konsumen pada produk Mie Instan Lemonilo di Kota Bandung (Y).

b. 𝐻0 : b β‰  0 Yang berarti variabel Brand Ambassador NCT DREAM (X) mempunyai hubungan secara signifikan dan terdapat pengaruh terhadap variabel minat beli konsumen pada produk Mie Instan Lemonilo di Kota Bandung (Y).

Rumus yang digunakan dalam menguji nilai t memiliki ketentuan yaitu jika nilai ttabel β‰₯ thitung maka H0 diterima dan Ha ditolak namun jika ttabel < thitung maka Ha diterima dengan nilai 𝛼 = 0,05

3.7.6 Uji Hipotesis Simultan (Uji F)

Uji F digunakan untuk menguji signfikan pengaruh variabel bebas (X) secara simultan terhadap variabel terikat (Y). Langkah-langkah dalam uji simultan (F-test) yaitu:

1) Dengan membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel

2) Menentukan tingkatan signifikan apabila nilai probabilitas signifikan lebih besar dari 0,05, maka 𝐻0diterima dan 𝐻1 ditolak

a) Apabila Fhitung lebih besar dari Ftabel, maka 𝐻0 ditolak dan 𝐻1 diterima.

b) Apabila Fhitung lebih kecil dari Ftabel, maka 𝐻0ditolak dan 𝐻1diterima.

3.7.7 Koefisien Determinasi

Menurut Ghozali (2016:95) uji koefisien determinasi bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen.

Menurut Sujarweni (2015:164) digunakan agar dapat diketahui persentase dari perubahan variabel independen disebabkan oleh variabel dependen. Dalam penelitian ini variabel independen Brand Ambbasador NCT DREAM sedangkan variabel dependen adalah Minat Beli (Y). Kesumawati (2017:109) menjelaskan bahwa koefisien determinasi merupakan β€œbesarnya pengaruh nilai suatu variabel terhadap naik/turunnya (variasi) nilai variabel lainnya.” rumus penggunanya sebagai berikut:

𝐾𝐷 = π‘Ÿ2 Γ— 100 Keterangan:

KD = Nilai koefisien determinasi r = Nilai koefisien korelasi

Nilai dari koefisien determinasi adalah 0 < 𝑅2 < 1, semakin kecil nilai koefisien determinasi (mendekati nol) maka variabel independen sama sekali tidak berpengaruh terhadap variabel dependen.

Daftar Pustaka

https://www.lemonilo.com/blog/penuh-warna-hijau-intip-keseruan-nct-dream-di-video-iklan-terbaru-lemonilo

https://www.liputan6.com/showbiz/read/4856183/nct-dream-jadi-brand-ambasador-lemonilo

https://www.tribunnews.com/seleb/2022/01/09/bts-puncaki-boy-grup-k-pop-terpopuler-edisi-januari-2022?page=2

https://yoursay.suara.com/lifestyle/2021/12/12/151000/peringkat-reputasi-brand-boy-grup-desember-2021-ada-bts-hingga-bigbang

https://id.wikipedia.org/wiki/NCT_Dream https://compas.co.id/article/mie-instan-goreng/

Kotler, P., & Keller, K. (2016). Marketing Management (15th Ed). London: Pearson Education Limited.

Priansa, D. J. (2017) Komunikasi Pemasaran Terpadu. Bandung: CV Pustaka Setia Sudaryono. (2016). Manajemen Pemasaran. Yogyakarta: Penerbit Andi

Widyastuti, Sri. 2017. Manajemen Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta Selatan:

FEB-UP Press

Kotler, P. dan Amstrong, G. (2016). Principles of Marketing. New Jersey : Preantice Hall.

Lovelock, Christopher., Jochen Wirtz, Jacky Mussry. (2016). Pemasaran Jasa, Edisi 7, Jilid 2. Erlangga: Jakarta

Tjiptono, F. (2019). Pemasaran Jasa: Prinsip, Penerapan dan Penelitian. Yogyakarta:

ANDI.

Tjiptono, Fandy. 2019. Strategi Pemasaran. Edisi ke-4. Yogyakarta :CV. ANDI OFFSET.

Kertamukti, R. (2015). Strategi Kreatif dalam Periklanan : Konsep Pesan, Media, Branding, Anggaran. Depok: PT Raja Grafindo Persada

Schiffman L G.Dan Kanuk, L, L. (2017). Consumer Behavior (Tenth Edition).

Tsinghua

University Press. China.

Mardiani, A. S., & Wardhana, A. (2018). Pengaruh Brand Ambassador terhadap Minat Beli Bandung Kunafe Cake. eProceedings of Management, 5(2).

NINGRUM, N. S. (2017). Pengaruh Brand Ambassador Terhadap Minat Beli

Konsumen MD Clinic By Lazeta (Studi Pada Mahasiswa Administrasi Bisnis Universitas telkom Angkatan 2013).

Rizan, M., Handayani, K. L., & Rp, A. K. (2015). Pengaruh Citra Merek Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Banding Konsumen Indomie Dan Mie Sedaap). Jurnal Riset Manajemen Sains Indonesia

(JRMSI), 6(1), 457-478.

Putra, J. S., Rachma, N., & Hufron, M. (2019). PENGARUH brand ambassador ANDRE TAULANY TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN β€œINI KERIPIK”. Jurnal Ilmiah Riset Manajemen, 8(07).

Immaculata, M. A., & Utami, L. S. S. (2021). Pengaruh Popularitas Brand Ambassador NCT 127 terhadap Minat Beli Produk Nu Green Tea oleh Konsumen. Prologia, 5(2), 261-266.

Ghozali, I. (2016). Desain penelitian kuantitatif dan kualitatif untuk akuntansi, bisnis, dan ilmu sosial lainnya. Semarang: Yoga Pratama.

Sujarweni, V. W. (2015). Metode Penelitian Bisnis & Ekonomi. In V. W. Sujarweni, Metode Penelitian Bisnis & Ekonomi (p.106). . Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Kesumawati, N. R. (2017). Pengantar Statistika Penelitian . Depok: PT Rajagrafindo Persada.

Riduwan, E. (2017). Cara Menggunakan dan Memakai Path Analysis (Analisis Jalur).

Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

Sudaryono. (2017). METODE PENELITIAN. Depok: PT Rajagrafindo Persada.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

_______. (2018). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:

Alfabeta.

_______. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D Edisi Kedua .

_______. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D Edisi Kedua .

Dokumen terkait