• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA A. Landasan Teori

1. Keuntungan

Setiap manusia memiliki dorongan yang berupa keinginan untuk

memenuhi kebutuhan hidup, yaitu bisa dengan cara membuka usaha,

bertani, berdagang, berternak, dan berkebun. Untuk melakukan usaha

kita harus memikirkan keuntungan yang maksimal dengan modal

tertentu. Karena keuntungan merupakan hal terpenting dalam melakukan

usaha. Keuntungan bisa di artikan sebagai laba. Untuk mendorong

kegiatan ekonomi tetap berjalan maka dibutuhkan keuntungan yang

diperoleh maksimal. Keuntungan merupakan tujuan dari kegiatan

ekonomi/ berdagang. Laba atau keuntungan adalah salah satu hal yang

paling penting dalam sebuah perusahaan, laba terdiri atas beberapa jenis.

Menurut Suwardjono (2008), mengemukakan jenis-jenis laba dalam

hubungannya dengan perhitungan laba dan Fungsi laba yaitu :

a. Jenis-jenis Laba

1) Laba kotor

Laba kotor yaitu selisih dari hasil penjualan dengan harga

pokok penjualan atau perbedaan antara pendapatan bersih dan

2) Laba operasional

Laba operasional merupakan hasil dari aktivitas-aktivitas yang

termasuk rencana perusahaan kecuali ada perubahan-perubahan

beras dalam perekonomiannya, dapat diharapkan akan dicapai

setiap tahun atau bisa di sebut juga selisih antara laba kotor

dengan total beban biaya.

3) Laba sebelum dikurangi pajak atau EBIT (Earning Before Tax)

Laba sebelum dikurangi pajak merupakan laba operasi

ditambah hasil dan biaya diluar operasi biasa. Bagi pihak-pihak

tertentu terutama dalam hal pajak, angka ini adalah yang

terpenting karena jumlah ini menyatkan laba yang pada akhirnya

dicapai perusahaan.

4) Laba Bersih

Laba bersih yaitu angka terakhir dalam perhitungan laba

rugi dimana untuk mencarinya laba operasi bertambah

pendapatan lain-lain dikurangi oleh beban lain-lain.

b. Fungsi laba yaitu:

1) Laba yang tinggi adalah pertanda bahwa konsumen

menginginkan output yang lebih dari industri/perusahaan.

Sebaiknya, laba yang rendah atau rugi adalah pertanda bahwa

konsumen menginginkan kurang dari produk/ komoditi yang

2) Ditinjau dari konsep koperasi, fungsi laba bagi koperasi

tergantung pada besar kecilnya partisipasi ataupun transaksi

anggota dengan koperasinya. Semakin tinggi partisipasi

anggota, maka idealnya semakin tinggi manfaat yang diterima

oleh anggota.

c. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya keuntungan adalah:

1) Modal sendiri

Salah satu faktor produksi yang tidak kalah pentingnya

adalah modal, sebab didalam suatu usaha masalah modal

mempunyai hubungan yang sangat kuat dengan berhasil

tidaknya suatu usaha yang telah didirikan. Modal adalah semua

bentuk kekayaan yang dapat digunakan secara langsung atau

tidak langsung, dalam kaitannya untuk menambah output, lebih

khusus dikatakan bahwa kapital terdiri dari barang-barang yang

dibuat untuk penggunaan produk pada masa yang akan datang.

(Irawan dan Suparmoko, 1992).

2) Besarnya pinjaman

Menurut Kasmir (2008), setiap orang yang menjalankan

bisnis atau usaha selalu ingin mengembangkan bidang usaha

yang dimiliki, namun adakalanya dibatasi oleh kemampuan di

bidang permodalan. Bantuan kredit yang diberikan oleh bank

akan dapat mengatasi kekurangmampuan para pengusaha di

sehingga para pengusaha akan dapat meningkatkan usahanya

dengan begitu keuntungan pengusaha akan bertambah.

3) Biaya operasional

Penekanan biaya produksi merupakan cara yang biasa di

lakukan oleh pengusaha untuk menambah keuntungan. Karena

keuntungan bersih berasal dari keuntungan kotor di kurangi

biaya-biaya, salah satunya biaya produksi. Jadi semakin rendah

biaya produksi maka semakin bertambah keuntungan yang di

peroleh, dengan ketentuan harga tetap, dan tanpa mengurangi

kualitas barang (Mulyadi, 2005).

Laba merupakan selisih antara penerimaan total dan biaya-biaya

produksi untuk tenaga kerja, bahan-bahan, penyusutan dan sebagainya.

Sedangkan laba usaha (operasi) perusahaan perdagangan adalah laba

kotor dikurangi dengan beban usaha (operasi), laba kotor adalah

penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan,dan untuk laba bersih

mencerminkan hak pemilik setelah semua kewajiban yang terkait dengan

beban (biaya) dan pajak terselesaikan. Ada aspek yang mendasari

pentingnya laba usaha menurut Prihadi (2010), yaitu: laba usaha

mengambarkan hanya laba yang diperoleh dari aktivitas operasi, laba

usaha memfokuskan kepada laba keseluruhan tidak hanya pemegang

saham dan laba usaha hanya melaporkan bisnis yang sedang berjalan

terus. Laba merupakan faktor pendorong dalam kegiatan ekonomi.

berasal dari pengurangan harga pokok produksi, biaya lain dan kerugian

dari penghasilan atau penghasilan operasi. Terlihat bahwa laba adalah hal

penting yang harus di dapat dalam usaha. Beberapa kemungkinan yang

dapat dilakukan untuk meningkatkan keuntungan menurut Mulyadi

(2005) yaitu sebagai berikut :

1. Meningkatkan Volume Penjualan

Penerimaan dari penjualan sangat di perlukan, karena sangat

berpengaruh terhadap keuntungan. Jika semakin banyak barang yang

terjual maka akan bertambah pula keuntungan yang di dapat. Begitu

sebaliknya jika barang yang di jual menurun maka keuntungan yang

diperoleh juga menurun. Untuk meningkatkan penjualan barang

dagangan juga ditentukan oleh beberapa faktor.

2. Menaikan Harga Penjualan

Dengan cara meningkatkan harga jual maka akan meningkat

pula keuntungan yang didapat. Hasil dari meningkatkan atau

kelipatan dari keuntungan harga jual produksi akan menambah

keuntungan yang di peroleh.

3. Mengurangi atau menekan biaya.

Penekanan biaya produksi merupakan cara yang biasa di

lakukan oleh pengusaha untuk menambah keuntungan. Karena

keuntungan bersih berasal dari keuntungan kotor di kurangi

biaya-biaya, salah satunya biaya produksi. Jadi semakin rendah biaya

dengan ketentuan harga tetap, dan tanpa mengurangi kualitas barang.

Sedangkan menurut Suwardjono (2008), laba dimaknai sebagai

imbalan atas upaya perusahaan menghasilkan barang dan jasa. Ini berarti

laba merupakan kelebihan pendapatan diatas biaya (biaya total yang

melekat dalam kegiatan produksi dan penyerahan barang/jasa). Laba

merupakan elemen yang paling menjadi perhatian pemakai karena angka

laba diharapkan cukup kaya untuk merepresentasi kinerja perusahaan

secara keseluruhan.

Dari sudut pandang perekayasa akuntansi, konsep laba

dikembangkan untuk memenuhi tujuan menyediakan informasi tentang

kinerja perusahaan secara luas. Sementara itu, pemakai informasi

mempunyai tujuan yang berbeda-beda. Teori akuntansi laba menghadapi

dua pendekatan: satu laba untuk berbagai tujuan atau beda tujuan beda

laba. Teori akuntansi diarahkan untuk memformulasi laba dengan

pendekatan pertama. Konsep dalam tataran semantik meliputi pemaknaan

laba sebagai pengukur kinerja, pengkonfirmasi harapan investor, dan

estimator laba ekonomik. Meskipun akuntansi tidak harus dapat

mengukur dan menyajikan laba ekonomik, akuntansi paling tidak harus

menyediakan informasi laba yang dapat digunakan pemakai untuk

mengukur laba ekonomik yang gilirannya untuk menentukan nilai

2. Besarnya Modal sendiri

Faktor permodalan merupakan hal terpenting dalam sebuah

perusahaan atau suatu usaha. Modal menjadi hal penting karena

merupakan Inti dasar dari suatu perusahaan dapat menjalankan kegiatan

usahanya adalah dengan adanya modal. Modal merupakan faktor

produksi terpenting. Bagi perusahaan yang baru berdiri modal digunakan

untuk menjalankan kegiatan usaha sedangkan bagi perusahaan yang

sudah berdiri lama modal digunakan untuk mengembangkan usaha dan

memperluas pangsa pasar. Besarnya modal yang dimiliki oleh suatu

perusahaan baik dalam bentuk modal sendiri ataupun yang berbentuk

hutang, dapat mencerminkan keadaan yang sesungguhnya tentang

kondisi pengelolaan suatu perusahaan.

Pengertian modal ditinjau dari beberapa aspek dalam buku Tohar

(2006), dari segi ekonomi adalah kekayaan yang di masukkan dalam

proses produksi untuk memperoleh kekayaan yang tergabung secara

bersama-sama dan saling melengkapi, agar dapat menghasilkan suatu

barang dalam suatu proses produksi harus ada hubungan satu dengan

yang lain, dari segi pengusaha modal adalah totalitas assets

(barang-barang modal) pada suatu perusahaan untuk menjalankan usahanya.

Sedangkan menurut Prof. Bakker pengertian modal diartikan baik berupa

barang-barang konkrit yang masih ada dalam rumah tangga perusahaan

yang terdapat dineraca sebelah debet, maupun berupa daya beli atau nilai

tercatat di sebelah debet dari neraca disebut “ Modal konkrit” dan yang tercatat disebelah kredit disebut “modal abstrak”.

a. Macam-macam Modal

1) Modal Sendiri

Menurut Kwartono (2009) mengatakan modal sendiri

umumnya berasal dari sisa gaji dan hasil penjualan aset (barang

berharga, kendaraan, tanah, rumah). Dari sisa gaji dan penjualan

aset, sebagaian atau seluruhnya untuk membiayai usaha yang

akan dimulai. Sedangkan menurut Tohar (2006) modal sendiri

adalah modal yang berasal dari pemilik perusahaan yang

ditanam dalam perusahan untuk jangka waktu tidak tertentu.

Modal sendiri terdiri dari tabungan, sumbangan, hibah, saudara,

dan lain sebagainya. Kelebihan modal sendiri adalah:

a) Tidak ada biaya seperti biaya bunga atau biaya administrasi

sehingga tidak menjadi beban perusahaan

b) Tidak tergantung pada pihak lain, artinya perolehan dana

diperoleh dari setoran pemilik modal.

c) Tidak memerlukan persyaratan yang rumit dan memakan

waktu yang relatif lama.

d) Tidak ada keharusan pengembalian modal, artinya modal

masalah seandainya pemilik modal mau mengalihkan ke

pihak lain.

Kekurangan modal sendiri adalah:

a) Jumlahnya terbatas, artinya untuk memperoleh dalam

jumlah tertentu sangat tergantung dari pemilik dan

jumlahnya relatif terbatas.

b) Perolehan modal sendiri dalam jumlah tertentu dari calon

pemilik baru (calon pemegang saham baru) sulit karena

mereka akan mempertimbangkan kinerja dan prospek

usahanya.

c) Kurang motivasi pemilik, artinya pemilik usaha yang

menggunakan modal sendiri motivasi usahanya lebih

rendah dibandingkan dengan menggunakan modal asing.

2) Modal Asing (Pinjaman)

Modal asing atau modal pinjaman adalah modal yang

bersifat sementara, yang diperoleh dari luar perusahaan. Bagi

perusahaan modal tersebut merupakan hutang yang pada suatu

saat harus dibayar kembali. Keuntungan modal pinjaman adalah

jumlahnya yang tidak terbatas, artinya tersedia dalam jumlah

banyak. Di samping itu, dengan menggunakan modal pinjaman

biasanya timbul motivasi dari pihak manajemen untuk

mengerjakan usaha dengan sungguh-sungguh. Sumber dana dari

a) Pinjaman dari dunia perbankan, baik dari perbankan

swasta maupun pemerintah atau perbankan asing.

b) Pinjaman dari lembaga keuangan seperti perusahaan

pegadaian, modal ventura, asuransi leasing, dana pensiun,

koperasi atau lembaga pembiayaan lainnya.

c) Pinjaman dari perusahaan non keuangan.

Kelebihan modal pinjaman adalah:

a) Jumlahnya tidak terbatas, artinya perusahaan dapat

mengajukan modal pinjaman ke berbagai sumber. Selama

dana yang diajukan perusahaan layak, perolehan dana

tidak terlalu sulit. Banyak pihak berusaha menawarkan

dananya keperusahaan yang dinilai memiliki prospek

cerah.

b) Motivasi usaha tinggi. Hal ini merupakan kebalikan dari

menggunakan modal sendiri. Jika menggunakan modal

asing, motivasi pemilik untuk memajukan usaha tinggi, ini

disebabkan adanya beban bagi perusahaan untuk

mengembalikan pinjaman. Selain itu, perusahaan juga

berusaha menjaga image dan kepercayaan perusahaan

yang memberi pinjaman agar tidak tercemar.

Kekurangan modal pinjaman adalah:

a) Dikenakan berbagai biaya seperti bunga dan biaya

sudah pasti disertai berbagai kewajiban untuk membayar

jasa seperti: bunga, biaya administrasi, biaya provisi dan

komisi, materai dan asuransi.

b) Harus dikembalikan. Modal asing wajib dikembalikan

dalam jangka waktu yang telah disepakati. Hal ini bagi

perusahaan yang sedang mengalami likuiditas merupakan

beban yang harus ditanggung.

c) Beban moral. Perusahaan yang mengalami kegagalan atau

masalah yang mengakibatkan kerugian akan berdampak

terhadap pinjaman sehingga akan menjadi beban moral

atas utang yang belum atau akan dibayar (Kasmir, 2007).

3) Modal Patungan

Selain modal sendiri atau pinjaman, juga bisa

menggunakan modal usaha dengan cara berbagai kepemilikan

usaha dengan orang lain. Caranya dengan menggabungkan

antara modal sendiri dengan modal satu orang teman atau

beberapa orang (yang berperan sebagai mitra usaha). Dari segi

asalnya, menurut Tohar (2006), sumber modal dibedakan

menjadi sumber modal intern dan sumber modal ekstern

a) Sumber intern adalah modal atau dana yang diperoleh dari

dalam perusahaan itu sendiri. Komponen - komponen

i) Laba yang ditahan

Laba yang ditahan diperoleh dari keuntungan

suatu perusahaan yang tidak dibagikan pada akhir

tahun. Hal ini dimaksudkan untuk membentuk modal

cadangan agar perusahaan tersebut dapat menjalankan

usahanya dengan baik dan lancar.

ii) Cadangan penyusutan

Cadangan penyusutan diperoleh dari hasil

penyusutan alat-alat produksi tahan lama yang

disusutkan tiap tahun berdasarkan peraturan yang

berlaku pada perusahaan. Maksud diadakannya

cadangan penyusutan adalah untuk menjaga modal

yang telah ditetapkan dan untuk menjamin kebutuhan

modal agar dapat meningkatkan kegiatan usahanya

sewaktu akan mengganti mesin tersebut karena telah

habis umur teknisnya.

b) Sumber ekstern

Sumber ekstern adalah modal yang diperoleh dari

luar perusahaan baik diambil dari pemilik maupun dari

para kreditur. Hutang yang diperoleh dari pihak kreditur

merupakan hutang bagi perusahaan yang dikenal sebagai

modal asing. Dengan demikian sumber ekstern terdiri dari

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa modal usaha

adalah harta yang dimiliki untuk digunakan dalam menjalankan kegiatan

usaha dengan tujuan memperoleh laba yang optimal sehingga diharapkan

bisa meningkatkan pendapatan pengusaha dari anggota CU Satu Hati.

Modal merupakan salah satu komponen penting dalam kegiatan

industri karena modal digunakan sebagai sarana untuk memperoleh

bahan baku dan membayar biaya-biaya yang diperlukan dalam kegiatan

industri. Modal dalam jumlah besar akan memberikan keleluasaan bagi

pengusaha dalam usaha meningkatkan hasil produksinya baik dari segi

kualitas maupun kuantitas. Kesempatan untuk memupuk lebih banyak

modal lebih besar sehingga mudah bagi pengusaha untuk

mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatannya.

3. Besarnya Pinjaman

Saat ini setiap orang terus menerus mencari kesempatan untuk

memulai suatu usaha, baik usaha yang berskala besar maupun usaha yang

berskala kecil, tetapi kebanyakan dari mereka yang terbentur oleh

masalah kesulitan modal. Sehingga banyak lembaga yang memberikan

pinjaman kepada para pengusaha untuk menutupi kekurangan modalnya.

Pinjam meminjam modal sangatlah berperan dalam dunia usaha. Sebagai

upaya membangun sektor keuangan yang tangguh, efisien, dan mampu

mendukung kebutuhan pembangunan di masa mendatang, maka

khususnya yang mengatur tentang perkreditan dan selanjutnya dikenal

dengan Pakjan 29, yang mengatur tentang penyempurnaan sistem

perkreditan, diantaranya program perkreditan untuk usaha kecil.

Pinjaman merupakan sesuatu yang dipinjamkan bisa berupa barang,

uang, dan jasa. Meminjamkan adalah memberikan atau mengizinkan

barang-barang dan sebagainya untuk dipinjamkan. Pinjaman adalah

orang yang meminjam sedangkan peminjaman adalah proses, cara atau

pembuatan pinjaman. Pinjaman angsuran merupakan pinjaman yang

dibayar secara berkala sedangkan pinjaman bersyarat adalah pinjaman

yang diberikan kepada perusahaan untuk jangka waktu tertentu biasanya

antara 1-10 tahun dan pembeliannya dapat dicicil.

Mengapa Seseorang memerlukan kredit? Karena manusia adalah

homo economic dan setiap manusia selalu berusaha untuk memenuhi

kebutuhannya. Kebutuhan manusia yang beraneka ragam selalu

meningkat, sedangkan kemampuan untuk mencapai sesuatu yang

diinginkan terbatas. Hal ini menyebabkan manusia memerlukan bantuan

untuk memenuhi keinginan dan cita-citanya. Dalam hal ini, ia berusaha,

maka untuk meningkatkan usahanya atau untuk meningkatkan daya guna

sesuatu barang, ia memerlukan bantuan dalam bentuk permodalan.

Dengan adanya bantuan pinjaman dari lembaga- lembaga perkreditan

seperti pegadaian, leasing, koperasi, maupun dari bank dalam bentuk

Kata kredit berasal dari bahasa latin yaitu Credere, yang

diterjemahkan sebagai kepercayaan atau credo yang berarti saya percaya.

Menurut Fahmi (2010), Kredit dan kepercayaan (trust) adalah ibarat

sekeping mata uang logam yang tidak dapat dipisahkan. Karena tidak

akan mungkin adanya pemberian pinjaman tanpa adannya bangunan

kepercayaan. Pihak yang terkait dalam hal kredit ada dua macam, yaitu

pihak pemberi kredit (kreditor) dan pihak penerima kredit (debitur).

Kredit menurut UU No. 10 1998 tentang perubahan UU No. 7

tahun 1992 yaitu penyediaan uang atau tagihan-tagihan yang dapat

dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan atau kesepakatan

pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak

meminjam melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan

pemberian bunga. Pemberian suatu fasilitas kredit mempunyai tujuan

tertentu. Sedangkan menurut Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia

(PAPI) 2011, kredit sebagai penyediaan uang atau tagihan yang dapat

dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan

pinjam–meminjam antara bank dan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi hutangnya setelah jangka waktu tertentu

dengan jumlah bunga, imbalan atau pembagian hasil keuntungan.

Menurut Kasmir (2008) tujuan utama pemberian kredit antara lain:

a. Mencari keuntungan, yaitu bertujuan untuk memperoleh hasil dari

bunga yang diterima oleh bank sebagai balas jasa dan biaya

administrasi kredit yang dibebankan kepada nasabah.

b. Membantu usaha nasabah, bertujuan untuk membantu nasabah

yang memerlukan dana, baik dana investasi maupun dana untuk

modal kerja. Dengan dana tersebut, maka pihak debitur akan

mengembangkan dan meningkatkan usahanya.

c. Membantu pemerintah, semakin banyak kredit yang disalurkan

oleh pihak perbankan, maka semakin baik mengingat banyaknya

kredit berarti adanya peningkatan pembangunan di berbagai sektor.

Keuntungan (profitability) merupakan tujuan dari pemberian kredit

yang terjelma dalam bentuk bunga yang diterima. Dan karena pancasila

adalah sebagai dasar dan falsafah negara kita, maka tujuan kredit tidak

semata-mata mencari keuntungan, melainkan disesuaikan dengan tujuan

negara yaitu untuk mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan

pancasila. Dengan demikian maka tujuan kredit yang diberikan oleh

suatu bank, khususnya bank pemerintah yang akan mengembangkan

tugas sebagai agent of development adalah untuk turut menyukseskan

program pemerintah dibidang ekonomi dan pembangunan, meningkatkan

aktivitas perusahaan agar dapat menjalankan fungsinya guna menjamin

terpenuhinya kebutuhan masyarakat dan memperoleh laba agar

kelangsungan hidup perusahaan terjamin, dan dapat memperluas

Adapun unsur-unsur kredit, jenis-jenis kredit dan fungsi kredit

menurut Fahmi (2010) adalah sebagai berikut:

a. Unsur-unsur kredit

1) Kepercayaan (trust) adalah sesuatu yang paling utama dari

unsur kredit yang harus ada karena tanpa ada rasa saling

percaya antara kreditur dan debitur maka sangat sulit

terwujud suatu sinergi kerja yang baik. Karena dalam konsep

sekarang ini kreditur dan debitur adalah mitra bisnis.

2) Waktu (time) adalah bagian yang paling sering dijadikan

kajian oleh pihak analisis finance khususnya oleh analisis

kredit. Hal ini dapat dimengerti karena bagi pihak kreditur

saat ia menyerahkan uang kepada debitur maka juga harus

diperhitungkan juga saat pembayaran kembali yang akan

dilakukan oleh debitur itu sendiri, yaitu limit waktu yang

tersepakati dalam perjanjian yang telah ditandatangani kedua

belah pihak.

3) Resiko, Resiko disini menyangkut persoalan seperti degree of

risk. Pada keadan yang terburuk yaitu pada saat kredit

tersebut tidak kembali atau kredit macet. Ini menyangkut

dengan persoalan seperti lamanya waktu pemberian kredit

yang menyebabkan naiknya tingkat resiko yang timbul,

karena para pebisnis menginginkan adanya ketepatan waktu

pemberian kredit ini tidak terlepas dari berbagai masalah

seperti menyangkut dengan kajian dan analisis apakah kredit

tersebut layak diberikan dan ukuran kelayakannya sejauh

mana untuk pantas dicairkan. Semakin lama kredit diberikan,

maka semakin tinggi pula risikonya, karena sejauh

kemampuan manusia untuk menerobos hari depan itu, maka

masih selalu terdapat unsur ketidaktentuan yang tidak dapat

diperhitungkan. Inilah yang menyebabkan timbulnya unsur

risiko. Dengan adanya unsur risiko inilah maka timbullah

jaminan dalam pemberian kredit.

4) Prestasi, yang dimaksud disini adalah prestasi yang dimiliki

oleh kreditur untuk diberikan kepada debitur. Pada dasarnya

bentuk dari kredit itu sendiri adalah tidak selalu dalam bentuk

uang tetapi juga dalam bentuk barang dan jasa.

5) Kreditur adalah pihak yang memiliki uang, barang dan jasa

untuk dipinjamkan kepada pihak lain, dengan harapan dari

hasil pinjaman itu akan diperoleh keuntungan dalam bentuk

bunga sebagai balas jasa.

6) Debitur adalah pihak yang memerlukan uang, barang dan jasa

dan berkomitmen untuk mampu mengembalikannya tepat

sesuai dengan waktu yang disepakati serta bersedia

sesuai dengan ketentuan administrasi dalam kesepakatan

perjanjian yang tertera.

b. Jenis – jenis kredit

1) Kredit konsumtif (consumtive credit) adalah pinjaman yang

diajukan oleh seorang debitur kepada seorang kreditur guna

memenuhi kebutuhan pribadinya. Seperti sepeda motor, mobil,

perabotan rumah dan perhiasan.

2) Kredit produktif (produktive credit) adalah pinjaman yang

umumnya dipakai atau diajukan oleh mereka yang bergerak

dalam dunia usaha atau mereka yang mempunyai bisnis dan

membutuhkan dana dalam usahanya. Seperti kredit investasi

dan kredit modal kerja.

3) Kredit perdagangan, kredit ini pada umumnya dana yang

dipergunakan untuk keperluan perdagangan. Seperti kredit

perdagangan dalam negeri dan kredit perdagangan luar negeri

yang bisa disebut dengan kredit ekspor dan impor.

c. Fungsi Kredit

Menurut Suyatno (2007), fungsi kredit ada 7 yaitu:

1) Dapat meningkatkan daya guna uanag.

Para pemilik uang/modal dapat secara langsung

meminjamkan uangnya kepada para pengusaha yang

memerlukan untuk meningkatkan produksi atau untuk

menyimpan uangnya pada lembaga-lembaga keuangan, uang

Dokumen terkait