BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.3 Karakteristik Perubahan Pemanfaatan Ruang
4.3.5 Tipe 5 (Membuat Ruang Baru di Lahan Bukan Terbangun dan
Jumlah ruang usaha dilihat dari aktivitas ekonomi/ kepemilikan usaha sebelum dan sesudah terjadinya perubahan. Rata-rata jumlah usaha yang dimiliki responden sebanyak 1-2 jenis usaha, sehingga perubahan ruang usaha tidak lebih dari 2 ruang. Namun, ada beberapa jenis usaha yang membutuhkan banyak ruang, misalnya usaha mebel dan rumah kos yang ruang usahanya dihitung sesuai dengan jumlah kamar yang disediakan, sehingga perubahan ruang untuk ruang usaha pada tipe ini sebanyak 1 hingga 5 ruang usaha.
Berikut merupakan rincian perubahan jumlah dan luas ruang untuk ruang usaha dengan penambahan dan pembagian ruang.
Tabel 4.24 Perubahan Ruang Usaha Pada Tipe 5
Perubahan
Sumber : Hasil Analisis, 2018
Berdasarkan Tabel 4.24 dapat diketahui bahwa perubahan ruang yang terjadi dilihat dari dua perubahan fungsi bangunan, yaitu fungsi bangunan rumah tinggal menjadi rumah produktif dan rumah produktif menjadi rumah produktif. Pada tipe ini, untuk perubahan ruang usaha pada fungsi bangunan rumah tinggal menjadi rumah produktif awalnya tidak memiliki ruang untuk usaha (nol), yaitu sebanyak 5 responden dengan total luas kavling 372 m2. Setelah adanya perubahan fungsi bangunan menjadi rumah produktif,
7 2 terjadi perubahan ruang usaha sebanyak 1 ruang usaha (0 1) dengan persentase
perubahan ruang usaha sebesar 12%. Sehingga proporsi ruangnya adalah 12% ruang usaha, 77% ruang hunian (lihat pada Tabel 4.25) dan sisanya adalah ruang hijau.
Perubahan luas ruang usaha untuk rumah tinggal menjadi rumah produktif dapat dilihat pada kolom rata-rata luas ruang usaha, dimana ketika masih berupa rumah tinggal, luas ruang usaha sebesar 0 (nol) dan setelah menjadi rumah produktif memiliki luas ruang usaha sebesar 9,20 m2.
Sedangkan untuk responden yang pada mulanya sudah memiliki usaha rumahan, secara keseluruhan jumlah ruang usaha yang dimiliki sebanyak 1 hingga 3 ruang usaha dengan rata-rata luas ruang usaha sebesar 154,50 m2 sebanyak 3 responden. Kemudian responden tersebut merubah jenis usahanya, diantaranya yaitu perubahan ruang usaha sebanyak 2 ruang usaha (1 2) dengan persentase perubahan ruang usaha sebesar 44%
yang dilakukan oleh 1 responden. Sehingga proporsi ruangnya adalah 44% ruang usaha, 52% ruang hunian (lihat pada Tabel 4.25) dan sisanya adalah ruang hijau. Selain itu untuk perubahan ruang usaha sebanyak 3 ruang usaha (2 3) dengan persentase perubahan ruang usaha sebesar 35% yang dilakukan oleh 1 responden. Sehingga proporsi ruangnya adalah 35% ruang usaha, 61% ruang hunian (lihat pada Tabel 4.25) dan sisanya adalah ruang hijau. Sedangkan untuk perubahan ruang usaha sebanyak 5 ruang usaha (3 5) dengan persentase perubahan ruang usaha sebesar 56% yang dilakukan oleh 1 responden.
Sehingga proporsi ruangnya adalah 56% ruang usaha, 44% ruang hunian (lihat pada Tabel 4.25) tanpa adanya ruang hijau.
Perubahan luas ruang usaha dapat dilihat pada kolom rata-rata luas ruang usaha, dimana ketika sudah menjadi rumah produktif secara keseluruhan luas ruang usaha untuk yang pada awalnya sudah memiliki usaha rumahan adalah sebesar 69,50 m2 dan setelah menambah usaha baru luas ruang usaha sebesar 154,50 m2. Hal ini dikarenakan adanya penambahan ruang usaha pada halaman rumah dan pembagian ruang hunian menjadi ruang usaha sehingga luas ruang usaha bertambah dan luas ruang hunian berkurang (lihat pada Tabel 4.25).
Tabel 4.25 Perubahan Ruang Hunian Tipe 5
Sumber : Hasil Analisis, 2018
Berdasarkan Tabel 4.25 dapat diketahui bahwa jumlah ruang yang dimiliki responden pada tipe ini adalah 6 ruang, 7 ruang, 8 ruang hingga 11 ruang hunian.
Mayoritas jumlah ruang yang terdapat pada tipe ini adalah 7 ruang yaitu sebanyak 5 responden dengan luas ruang hunian secara keseluruhan 118 m2 atau rata-rata luas ruang hunian pada tipe ini adalah 49,15 m2. Rincian ruang hunian untuk 7 ruang terdiri dari 2 kamar tidur, teras, ruang tamu, dapur, kamar mandi dan ruang keluarga.
Jika dilihat secara keseluruhan, untuk luas ruang hunian sebelum dan sesudah adanya usaha terjadi perubahan, yaitu dari 62,53 m2 menjadi 59,24 m2. Hal ini dikarenakan adanya pembagian ruang hunian menjadi ruang usaha, sehingga ruang hunian menjadi berkurang.
Contoh pelaku yang melakukan penambahan ruang baru dan membagi ruang nya dengan adanya batas fisik adalah responden nomor 13 yaitu Ibu Siyati. Ibu Siyati ini merupakan seorang janda dan hanya sebagai ibu rumah tangga. Almarhum suami beliau bekerja sebagai buruh pabrik pada tahun 1989 dan meninggal pada tahun 2000 karena sakit. Sejak itu Bu Siyati menghidupi kedua anaknya seornag diri sebagai pembantu rumah tangga. Pada masa itu merupakan masa yang paling sulit bagi beliau dikarenakan penghasilan yang di dapat jauh dari kata cukup sedangkan kebutuhan keluarga semakin meningkat. Selama 7 tahun beliau bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan sesekali membantu tetangga di tempat laundry. Terkait luas kavling yang beliau miliki adalah 60 m2 dengan proporsi ruangnya 45 m2 untuk ruang hunian dan 15 m2 berupa luas tidak terbangun. Gambar 4.24 berikut merupakan denah rumah milik Ibu Siyati sebelum adanya usaha rumahan pada tahun 1989.
7 2 Gambar 4.24 Denah Rumah Milik Ibu Siyati Tahun 1989
Sumber : Hasil Survei, 2017 Keterangan :
A : Teras E : Dapur dan Ruang makan gbgfbfgnfgbgnfvf
B : Ruang tamu F : Kamar mandi C : Ruang keluarga H : Halaman D : Ruang Tidur
Melihat kawasan sekitar mulai ramai termasuk adanya perumahan formal yang mulai banyak di bangun, beliau merubah rumahnya menjadi rumah produktif dengan usaha laundry kecil-kecilan pada tahun 2007. Modal yang beliau keluarkan sebanyak Rp.
11.000.000 untuk membeli mesin cuci dan Rp. 9.000.000 untuk merenovasi rumahnya.
Sumber modal diperoleh dari tabungan, pinjaman teman dan keluarga dekat serta kredit bank. Sehingga proporsi ruang pada rumah beliau berubah menjadi 41 m2 untuk ruang hunian, 8 m2 untuk ruang usaha, dan 11 m2 berupa luas tidak terbangun. Beliau sengaja hanya membangun usaha laundry kecil-kecilan dan menyisakan lahan kosong dengan alasan keterbatasan modal dan pertimbangan untuk membangun usaha lain melihat perkembangan kawasan yang terjadi ke depannya. Gambar 4.25 berikut merupakan denah rumah milik Ibu Siyati setelah adanya usaha rumahan berupa laundry pada tahun 2007.
Gambar 4.25 Denah Rumah Milik Ibu Siyati Tahun 2007 Sumber : Hasil Survei, 2017
Keterangan :