KETUA RAPAT
F. TNI/POLRI (SYAMSUL MA'ARIF)
Saya sependapat dengan Bu Aisyah dan memang sesuatu dalam universal itu selalu saja ada yang particularistik. J adi barangkali serta mampu mengatasi segala bentuk kejahatan yang disarankan tadi, yang mengancam, mengganggu dan menghambat jalannya apa-apa sampai mencapai tujuan nasional, mengapa saya katakan demikian? karena di dalam peran Kepolisian Negara R.I. sesuai dengan TAP MPR RI Nomor VII itu jelas-jelas bahwa Polri merupakan alat negara yang
berperan dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat dan seterusnya sampai dengan pelayanan terhadap masyarakat. J adi kenapa kita hams ngotot terhadap ancaman itu? Saya tadi sependapat dengan rekan dari F. PG yang mana justru ancaman berbentuk apa yang kaitannya dengan peran polisi sampai dengan tercapainya tujuan nasional. Itu barangkali juga sebagai modal awal yag tentu saja nanti masih perlu_
diadakan pendalaman agak lebih tenang pada Panja. Terima kasih.
KETUA RAPAT :
Baik, saya kira kita semua sepakat masuk di Panja, itu yang pertama.
Yang kedua, di Panja kita akan merumuskan dengan modal awal seperti ini. Yang ketiga, kalaupun ada pengembangan, pengembangan dalam rangka tugas kepolisian bukan tugas yang lain-lain. Sepakat? Baik ..
Sejak pagi baru 3 DIM Pak ini muism paceklik rupanya, masih ada waktu 10 menit. DIM Nomor 26 ada usul perbaikan dari F. PDIP, silakan. Mengenai kepentingan umum.
F. PDIP (FIRMAN JAYA DAELY, S.H.)
Terima kasih Pak Ketua, forum Pansus yang kami hormati, Ada usul perbaikan dari F. PDIP setelah perubahan yaitu butir 7 kepentingan umum adalah kepentingan bangsa dan negara dan/
atau kepentingan masyarakat luas demi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat serta tercapainya tujuan nasional berdasarkan Hak Asasi Manusia dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Forum yang kami hormati, yang menjadi alasan dan pertimbangan F. PDIP memang bahwa ini hams satu paket dengan pendekatan kita terhadap HAM dan juga peraturan perundang-undangan yang lainnya.
Jadi kepentingan umum itu adalah kepentingan bangsa dan negara dalam rangka terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi yang menjadi parameter juga sekaligus satu paket dengan ukurannya adalah pengakan kita juga terhadap HAM dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, jangan sampai upaya untuk memelihara keamanan dan ketertiban kita juga tidak menegakkan HAM dan tidak menghargai peraturan perundang-undangan yang lain. Demikian penjelasan kami Pak Ketua
KETUA RAPAT :
Baik, dari F. Reformasi karena orangnya tidak ada, mpanya hanya memutar balik saja, kepentingan masyarakat didahulukan daripada kepentingan bangsa. Dan di Polri ada masalah penulisan apa mau disampaikan atau bagaimana? Sehingga dengan demikian yang menyangkut substansi hanya satu penambahan kata-kata hak asasi manusi
dan peraturan pemndang-undangan yang berlaku. Sedangkan usul dari--·---F. TNI/Polri dan dari--·---F. Reformasi mungkin nanti dari ahli bahasa. Silakan
F. PPP. F. PPP ingin didrop, kenapa ingin didrop?
F. PPP (DRS. H. A. CHOZIN CHUMAIDY)
F. PPP mengusulkan ini didrop karena menurut pengamatan sementara dari F.PPP bahwa tentang kepentingan umum ini hanya ada dalam Pasal 18, apakah ini juga layak kalau itu juga dimasukkan di dalam ketentuan umum menumt tata cara penyusunan perundang-undangan, maka seyogianya ini didrop saja artinya tidak perlu ada ketentuan umum tentang kepentingan umum itu sendiri.
KETUA RAPAT :
Artinya karena. tidak berkali-kali maka · dia tidak perlu masuk.
Sebelum Pemerintah silakan Fraksi-fraksi mau menyampaikan. F. PDIP?
Tanggapan terhadap F. PPP yang yang mau ngedrop, atau dianggap karena F. PPP mengajukan usul pembahan, E PDIP mengajukan usul pembahan, berarti F. PDIP mempertahankan ini. Silakan Pemerintah.
PEMERINTAH :
Memang sebenamya kata hak asasi manusia itu ditempatkan di mana dan peraturan pemndang-undangan yang berlaku dimana, itu memang hams kita tempatkan pada posisi yang tidak setiap saat langsung semua kata hak asasi manusia itu muncul karena bahwa semangatnya memang hams.
Dengan ditambahkan tanpa penulisan hal tersebut sebenamya sudah merupakan asas dari seluruh undang-undang ini yang harus dipedorriani, sebenarnya sudah ada itu. !\arena ada resiko tugas-tugas kepolisian ini pekerjaan yang dilakukan oleh anggota atau pejabat yang bersangkutan hams mempertanggung jawabkannya secara pribadi.
Sebaliknya kalau pekerjaan itu didasarkan pada kepentingan umum maka tanggung jawabriya ada pada institusi, itulah tentu juga mengandung
konsekuensi karena kalau melanggar HAM tentu juga akan mendapat resiko.? Dan sekarang bukan tabu lagi bahwa tuntutan-tuntutan itu pasti ada. J adi Pmerintah berpendapat tanpa dimasukkan kata-kata berdasarkan HAM dan peraturan perundang-undangan yang berlaku memang sudah menjadi kewajiban yag menjiwai. Kemudian usu F. PPP untuk mendrop.
Untuk mendrop tentu perlu ada alasan khusus karena di belakang itu ada Pasal 18 dengan Bab II itu berbicara tentang kepentingan umum. Jadi batasan pengertian umum atau kepentingan umum ini memang perlu karena batasan tersebut ada sesuatu yang mutlak sebagai keabsahan wewenang kepolisian dan pertanggungjawaban institusi Polri.
Selain itu terminologi ini akan banyak ditemukan di berbagai pasal khususnya yang saya sebutkan tadi. Saya kira demikian Pak Pimpinan, mungkin ada tambahan.
KETUA RAPAT :
Pemerintah menganggap pasal ini penting, cuma kata-kata tambahan HAM dan ketentuan perundang-undangan nantilah di tempat yang layak, tidak setiap pasal harus ada. Sekarang dari Fraksi-fraksi, F. TNI/Polri.
F. TNIJPOLRI (SLAMET SUPRIADI, S.IP., M.S.c., M.M) : Dari F. TNI/Polri hanya menyarankan perubahan redaksi, yaitu menambahkan kepentingan bangsa, ditambah dan saja, dan negara, dan sebagainya Pak. Namun disamping itu ingin kami garis bawahi bahwa rumusan kepentingan umum memang perlu di dalam undang-undang ini, sebab kita acapkali melihat di beberapa undang-undang yang mencantumkan rumusan kepentingan umum misalnya. Tapi kepentingan umum di situ menurut persepsinya dari undang-undang itu sendiri yang lebih banyak diwamai kepentingan sektoral.
Lalu dengan adanya rumusan kepentingan umum ini, kita nanti sudah jelas kepentingan umum dalam rangka tugas Polri di dalam peran tadi.
Hanya ada satu ganjalan Pak barangkali, merupakan pertanyaan dari kami kalau rumusannya demikian ini nanti apakah juga tidak tumpang tindih dengan pengertian kepentingan nasional yang pada waktu di dalam Undang-Undang Pertahanan juga disarankan untuk dimasukkan di dalam ketentuan umum. Sebab kepentingan nasional, di sini kalau kita lihat kepentingan umum seolah-olah lebih tinggi dari kepentingan nasional.
Kepentingan umum adalah kepentingan bangsa dan negara dan/atau
kepentingan rnasyarakat luas sehingga supaya tidak tirnbul adanya suatu kekaburan pengertian Pak. Dan kepentingan nasional kalau tidak salah ada di GBHN juga, curna tidak ada definisinya yang jelas kepentingan nasional bangsa kita itu apa. Sekarang kepentingan urnurn ini yang bisa dipakai sebagai pengertian sebuah bangs a ini di dalarn · rnernaharni
kehidupan kenegaraan ini, ini perlu Pak kita mrnuskan. Curna yang karni___ _ ___ _ rnaksudkan ini hams ada perbedaan antara kepentingan urnurn dengan
kepentingan nasional dan kepentingan negara. · Demikian terirna kasih.
KETUA RAPAT :
Baik, F.TNI/Polri sepakat ada definisi rnengenai kepentingan urnurn, tapi diusulkan agar definisi itu cakupannya lebih kecil dari definisi kepentingan nasional dan kepentingan negara. Silakan F. PG.
F. PG (DRS. AGUN GUNANDJAR SUDARSA) :
Terirna kasih, F. PG dalarn DIM nya itu retap, narnun karni juga rnerasa berkewajiban untuk rnemberikan sikap dan pandangannya terhadap usulan yang disarnpaikan oleh Fraksi-fraksi lainnya. Menyangkut masalah apa yang diusulkan oleh F. PDIP, kami bisa menangkap bahwa esensinya sebetulnya kalau masalah redaksi kami pikir itu persoalan teknis. Itu bisa dibahas di Timus. Namun karni bisa rnenangkap pesan yang terkandung di dalarnnya sebetulnya juga tidak jauh berbeda dengan apa yang digagas yang dipikirkan oleh pembicara terakhir dari F. TNI/Polri, artinya bahwa kami juga sepakat dan sependapat bahwa oleh karena itu karni menyatakan tetap. Bahwa pemmusan DIM ini bicara rnasalah kepentingan urnum ini hams dalam Undang-Undang Kepolisian, hams rnasuk.
Artinya bahwa namun yang hams lebih diwujudkan kalau itu dipertanyakan dan diusulkan oleh F. PDIP walaupun menumt pendapat F. PG ini sudah cukup jelas buat karni ini, terang benderang, tidak ada hal yang karni tafsirkan lain-lain, bl.sa dipahami ini, bisa dirnengerti.
Narnun apabila mernang ingin lebih dikonkritkan kami juga tidak keberatan dan bahkan mungkin ini akan lebih baik, artinya bahwa nimusan kepentingan urnum dalam undang-undang ini kelak itu yang pada akhimya nanti serta rnerta dipakai, digunakan secara operasional di lapangan dengan alasan, pijakan untuk kepentingan urnurn rnaka bisa dilakukan
tindakan kepolisian sebagaimana berikut a, b, c, d, kan itu yang dimaksudkan.
Tinggal persoalan sekarang rumusan kepentingan umum itu kalau memang dituntut dikehendaki supaya lebih operasional mohon rumusan ini saya setuju ditentukan kembali, yang tentunya rumusannya katakanlah bagaimana kepentingan umum yang ingin dicapai lalu kepentingan umum dalam bentuk apa sehingga tindakan kepolisian itu harus segera bergerak segera melakukan langkah-langkah, inikan tidak boleh menjadi sesuatu ...
jangan serta merta karena kepentingan umum misalkan mengambil tindakan kepolisian yang mungkin sebetulnya tidak kepentingan umum di situ, kan bisa juga ditafsirkan seperti itu. Oleh ~ena itulah menyangkut rnasalah-masalah tersebut secara substansial kami dapat menyetujui substansi-substansi ini. Adapun kalau menyangkut rumusannya tetmasuk ingin mencantumkan hak asasi, peraturan perundang-undangan, kami tidak keberatari sebab itu bisa dikerjakan di Timus. Terima kasih.