• Tidak ada hasil yang ditemukan

Al-Kitab dalam Perspektif al-Quran

E. Antara Pengaruh Kristen Pada Masyarakat Barat dan Pengaruh Islam Pada Kemunculan

3. Toleransi dan Kerukunan Hidup Antarsesama Manusia

Kepedulian Islam kepada toleransi dan kerukunan untuk hidup saling berdampingan dengan berbagai umat lain juga turut menunjang progresivitas peradaban Islam. Islam menghormati hak-hak umat minoritas serta menyerukan kepada umat Islam agar bersikap santun kepada mereka dan berlaku adil dalam hubungan sosial.

Allah Swt berfi rman, …dan janganlah kamu berdebat dengan Ahlulkitab, melainkan dengan cara yang terbaik.37

Rasulullah saw bersabda, “Aku memusuhi orang yang mengusik seorang dzimmi (nonmuslim yang jiwa dan hartanya dilindungi oleh Islam) dan di hari kiamat aku akan membalasnya.”38

Undang-Undang Islam39 menetapkan bahwa pemerintahan Islam harus menjaga jiwa, harta, martabat dan kehormatan kaum minoritas; seperti melindungi gereja dan tempat-tempat peribadatan nonmuslim, serta memberi mereka kebebasan menunaikan ritus-ritus keagamaannya. Pemerintahan Islam tidak boleh melarang mereka berdakwah di kalangan mereka sendiri. Selain itu, dari segi hukum, mereka juga diperkenankan menyelesaikan persoalan dan sengketa antarmereka melalui pengadilan milik mereka sendiri.

Jika mereka tidak memiliki pengadilan dan terlibat perkara dengan warga muslim, maka mereka dipersilakan untuk menyelesaikan perkaranya di pengadilan Islam. Hakim pengadilan Islam pun juga

37 QS. al-Ankabut [29]:46.

38 Dikutip dari Ja’far Subhani, Mabani-e Hukumat-e Islami, hal.529.

39 Lihat, QS. Mumtahanah [60]:8; QS. al-Ankabut [29]:46; Nahj al-Balaghah, Khotbah 26.

Pustaka

Syiah

harus memutuskan perkara berdasar keadilan. Warga nonmuslim bahkan bisa memperkarakan pejabat pemerintahan Islam, sebagaimana pernah terjadi pada Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib as.

Kearifan umat Islam dalam memperlakukan nonmuslim turut menunjang proses terbentuknya peradaban Islam. Kearifan ini membuat umat nonmuslim bersedia membuka diri di hadapan umat Islam. Mereka berkenan membuka gerbang kota-kota mereka untuk umat Islam. Sekadar contoh, ketika prajurit muslim di bawah komando Abu Ubaidah al-Jarrah masuk ke wilayah Yordania, warga Kristiani di sana melayangkan surat kepada umat Islam dengan isi kurang lebih sebagai berikut:

“Wahai umat Islam, kalian di mata kami lebih mulia daripada orang-orang Romawi. Meskipun mereka seagama dengan kami, namun kalian terbukti lebih tulus, santun, adil dan baik kepada kami.

Sedangkan orang-orang Romawi, mereka tidak saja menguasai kami tapi juga menjarah40 rumah dan harta benda kami.”

Sebagian pemikir Eropa bahkan berterus terang mengatakan bahwa jika sekarang nama Yahudi masih ada maka itu adalah berkat kearifan dan kesantunan umat Islam. Kalau bukan karena kearifan ini, umat Kristiani tentu sudah membantai mereka secara massal!”41

Dengan demikian, toleransi dan kerukunan hidup antarumat beragama adalah bagian dari karakter peradaban Islam. Islam menyerukan toleransi dan kerukunan antarumat

40 Ja’far Subhani, Mabani-e Hukumat-e Islami, hal.532.

41 Marcel Boisard, Islam wa Huquq-e Thabi’i Insan (terjemahan L’Humanisme de l’Islam), hal.49.

Pustaka

Syiah

beragama dan gigih berjuang untuk mewujudkannya.42

Anjuran Islam terhadap kaum muslim supaya menjaga kesehatan serta kebersihan jasmani dan ruhani, menepati janji, menegakkan perdamaian, ketentraman dan keamanan, menggalang pembangunan dan kemakmuran, menggairahkan dunia bisnis dan perdagangan, gigih bekerja, memelihara moral dan berlaku santun kepada sesama, dan karakter konstruktif Islam lainnya, semua itu menjadi faktor kunci di balik menjulangnya mercusuar peradaban Islam. Ketika umat Islam mulai mengambil jarak dari nilai-nilai Islam tersebut, peradaban Islam perlahan-lahan mengalami kemunduran. Tetapi kini, umat Islam sudah menunjukkan tanda-tanda untuk memulihkan jatidirinya dan mulai tumbuh harapan untuk dapat membangun kembali suatu peradaban di mana semua dimensi harkat manusia mendapat perhatian secara seksama dan seimbang.

Dengan demikian, mereka praktis dapat mendakwahkan ajaran universal Islam dengan amal dan perilaku mereka.

Terakhir, silakan membandingkan ajaran agama-agama lain, termasuk ajaran Kristen dan perlakuan gereja terhadap para ilmuwan, dengan ajaran Islam yang sedemikian sarat motivasi untuk umatnya agar menyerap ilmu pengetahuan, menegakkan keadilan, membumikan akhlak mulia dan memelihara toleransi antarsesama umat beragama.

42 Bandingkan kesantunan Islam terhadap Ahlulkitab ini dengan perangai kaum Zionis terhadap umat Islam Palestina serta pembantaian massal terhadap warga muslim di Bosnia Herzegovina.

Pustaka

Syiah

Bahan Kajian:

1. Dalam penggalian-penggalian arkeologi telah ditemukan peninggalan-peninggalan yang menunjukkan bahwa keyakinan kepada agama dan alam gaib sangat mengakar dalam diri manusia sejak dahulu kala. Telitilah dan kajilah sebagian di antaranya.

2. Kajilah sebab-sebab terjadinya pembaharuan kenabian dan syariat, dan kajilah pula rahasia di balik kelanggengan syariat Islam.

3. Lakukan studi komparatif antara al-Kitab (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) dengan al-Quran, dalam mencitrakan para nabi as.

4. Telitilah pandangan al-Quran tentang Yahudi dan Kristen.

5. Galilah perspektif al-Quran tentang para nabi, termasuk Nabi Isa as, yang telah menyerukan monoteisme (tauhid).

Sejak kapankah paham Trinitas dan ketuhanan Isa Masih tersisip dalam ajaran Kristen, dan argumentasi apa saja yang dapat menepis paham tersebut?

6. Kajilah tujuan dan peranan agama dalam kehidupan manusia.

7. Kajilah beberapa hukum yang bertolak belakang dengan kaidah akal dan fi trah pada ajaran Kristen dan Yahudi (yang sudah mengalami penyimpangan).

8. Sebagian pemikir menilai peradaban manusia masa kini adalah berkat munculnya peradaban Islam dan dunia Timur.

Telitilah data-data yang mendukung penilaian ini.

Pustaka

Syiah

Referensi Untuk Riset dan Pengembangan

1. Ja’far Subhani, Manshur-e Javid (“Risalah Abadi”: tafsir tematik pertama dalam bahasa Persia), juz 12 (analisa sejarah hidup para nabi, dari Syu’aib as hingga Isa as), Qum, Mu’assasah Imam Shadiq as, 1382 HS (Hijriah Syamsiah).

2. Abdul Husain Zarrin Kub, Karnameh-e Islam (Prestasi Islam), Tehran, Amir Kabir, 1369 HS.

3. Abdullah Jawadi Amuli, Wahy va Nubuvvat (Wahyu dan Kenabian: Tafsir tematik al-Quran), juz 3, Qum, Markaz-e Nasyr-e Isra’, 1381 HS.

4. Abdullah Jawadi Amuli, Sireh-e Payambaran dar Qur’an (Riwayat Hidup Para Nabi dalam al-Quran), juz 7, Qum, Markaz-e Nasyr-e Isra’, 1376 H.

5. Abdullah Nashri, Entezar-e Basyar az Din (Harapan Manusia terhadap Agama), Tehran, Mu’assasah-e Farhang-e Danesh va Andisyeh Mu’ashir, 1379 HS.

6. Ali Akbar Velayati, Puyai-e Farhang va Tamaddun-e Islam va Iran (Dinamika Budaya dan Peradaban Islam dan Iran), Tehran, Markaz-e Chab va Entesyarat-e Vizarat-e Umur-e Kharejeh, 1383 HS.

7. Muhammad Arastehkhu, Vamdar-e Gharb Nisbat beh Syarq (Hutang Budi Barat Terhadap Timur), Tehran, Muasseseh-e Farhang-e Danesh va Andisyeh Mu’ashir, 1379 HS.

8. Muhammad Husain Thabathaba’i, Tafsir al-Mizan, juz 1, terjemahan bahasa Persia oleh Muhammad Baqir Musavi Hamadani, Qum, Daftar-e Entesyarat-e Islami, 1380 HS.

Pustaka

Syiah

9. Muhammad Reza Kashefi , Farhang va Masihiyyat dar Gharb (Kebudayaan dan Kristianitas di Barat), Tehran, Mu’assasah-e Farhang-e Danesh va Andisyeh Mu’ashir, 1380 HS.

10. Murtadha Muthahhari, Majmu’eh-e Atsar (“Kumpulan Karya”:

Interaksi Antara Islam dan Iran), juz 14, Tehran, Sadra, 1375 H.

11. Roderick Ninian Smart, Tajrebeh-e Dini-e Basyar (Pengalaman Religius Manusia), jilid 1, terjemahan bahasa Persia oleh Morteza Gudarzi, Tehran, Semat, 1383 HS.

12. Roderick Ninian Smart, Tajrebeh-e Dini-e Basyar, jilid 2, terjemahan bahasa Persia oleh Dr. Mohammad Rezai dan Dr. Abul Fazl Mahmoudi, Tehran, Semat, 1383 HS.

13. William James Durant, Tarikh-e Tamaddun (Sejarah Kebudayaan), jilid 1 (Timur, Tempat Lahirnya Peradaban), terjemahan bahasa Persia oleh Ahmad Aram, A. Yasya’i dan Amir Husain Aryanpour, Tehran, Entesyarat-e Ilmi Farhan-gi, 1381 HS.

14. Henry Lukas, Tarikh-e Tamaddun (Sejarah Peradaban), terjemahan Dr. Abdul Husain Adzarang, Tehran, Sukhan,

1382 HS. []

Pustaka

Syiah

TUJUAN, DIMENSI &