• Tidak ada hasil yang ditemukan

L P JML L P JML

8 4 12 2 - 2 14 14

Tabel 4.4 : Jumlah Guru Non PNS/GTT Menurut Ijazah JUMLAH GURU PNS MENURUT IJAZAH

S1 S2 JML TOTAL

L 2

P 5

JML 7

L -

P -

JML

- 7 7

Table 5 dan 6 diatas menginditifikasi bahwa tenaga pendidik yang ada di SMP Negeri 2 Pattallassang sudah representative dalam rangka meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata guru di SMP Negeri 2 Pattallassang adalah lulusan sarjana (S1).

Tabel 4.7 : Jumlah Pegawai / Tata Usaha

Jumlah Pegawai / Tata Usaha

Pegawai PNS Pegawai NON PNS total

L P JML L P JML (L+P)

10 4 14 2 5 7 12+9=21

52 B. HASIL PENELITIAN

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di Smp Negeri 2 Pattallassang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa, maka dapat disimpulkan sebagai berikut yaitu:

Pembelajaran pendidikan agama islam membawa pengaruh yang begitu besar terhadap ketaatan dan tiap perilaku anak didik. Selain itu pendidikan agama islam yang diperoleh di sekolah membawa dampak positif yang begitu besar dalam kehidupan sehari-hari terutama di lingkungan keluarga yaitu kepatuhan terhadap orang tua.

1. Bentuk-bentuk pembinaan akhlak yang dilakukan di Smp Negeri 2 Pattallassang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa yaitu:

Dengan mendidik melalui keteladanan dengan upaya ini maka kebiasaan anak terbentuk dimana awalnya siswa yang malas melakukan shalat berjamaah akan berubah dengan rajin.

Table 4.8 Pelaksanakan shalat berjamaah

No. Alternative jawaban N f %

1 Sering

52

21 40

2 Kadang-kadang 12 23

3 Tidak pernah 19 37

Jumlah 52 100

Sumber : Hasil analisis angket no. 7

Tabel tersebut diatas menunjukkan tentang pelaksanaan siswa dalam menjalankan shalat berjamaah dan sering melaksanakannya sebanyak 58% dan yang kadang-kaang sebanyak 23% sedangkan yang

53

tidak pernah sebanyak 19%. Jadi rata siswa sering melaksanakan shalat berjamaah bersama-sama.

Table: 4.9 kemampuan siswa dalam membaca dan menghafal beberapa ayat al-Qur’an.

No. Alternative jawaban N f %

1 Lancar

52

20 39

2 Sedang 23 44

3 Tidak lancer 9 17

Jumlah 52 100

Sumber : Hasil analisis angket no. 5

Tabel 4.9 tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam membaca dan menghafal al-qur’an yang lancar sebanyak 39%, sedang sebanyak 44% dan yang tidak lancar dalam membaca Al-Qur’an sebanyak 17%.

kemudian yang kedua melalui metode curhat yaitu seorang memberikan kesempatan pada anak untuk mengungkapkan persaaanya dalam dirinya sehingga terjadi hubungan yang baik terhadap guru dan siswanya. karena itu guru memberikan arahan yang sesuai dengan ajaran islam, yang ketiga yaitu melalui pembiasaan. Pelaksaan shalat berjamaah jika tidak dibiasakan maka anak akan malas melakukannya sama halnya dengan membaca al-Qur’an dalam tiap pertemuaan siswa dibiasakan untuk mengaji oleh karena itu hafalan ayat al-Qur’an anak bertambah.

Pembiasaan salam ketika masuk dan keluar di ruangan serta ketika bertemu dengan gurunya merupakan salah satu pembentukan akhlak anak yang baik.

54

Kemudian pemberian nasehat, guru memberikan nasehat sebelum dan dan ketika mengakhiri pelajaran adalah salah metode yang digunakan dalam membina akhlak anak baik yang masih kurang ataupun pada anak yang baik. Metode nasihat ini diberikan untuk menyentuh hati anak Tujuannya yaitu agar siswa yang belum memahami dampak dari perbuatannya dapat ia perbaiki terutama pada table 4.11 dan 4.13.

selanjutnya yaitu dengan kasih sayang mendidik anak dengan metode ini berhubungan dengan hati yaitu mengajak siswa dengan lembut untuk memperbaiki sikap dan perilakunya. Kemudian dengan pemberian metode bercerita, dalam metode ini guru bercerita dengan mengangkat sebuah kisah. Cerita tersebut mengandung beberapa nilai moral dan agama yang menyangkut tentang bagaimana bersikap, mengubah sikap yang malas sehinnga akhlak anak terbina dengan baik.

Kemudian yang terakhir yaitu pemberian hukuman dan penghargaan. Pada tabel penelitian terdapat beberapa frekuensi yang masih kurang, salah satu faktornya yaitu karena kemalasan dan kurang pahamnya anak. Salah satu upaya yang digunakan guru yaitu pemberian hukuman bagi yang malas melakukan ibadah dan mengikuti pelajaran agama islam yaitu agar anak dapat belajar dari kesalahannya dan tahu dampak dari perbuatannya.

Dan pemberiaan penghargaan pada siswa yang rajin dan patuh pada guru, serta selalu melaksanakan kegiatan beribadah,

55

tujuannya penghargaan tersebut agar anak termotivasi untuk berbuat lebih baik dan sesuai dengan harapan guru ataupun orang tuanya di rumah.

2. Faktor- faktor yang mempengaruhi

Adapun beberapa faktor yang ikut mempengaruhi akhlak anak dalam penelitian ini yaitu:

a. Insting (naluri), faktor tersebut berasal dari luar seperti lingkungan pergaulannya pada temannya dan juga pada masyarakat. Anak yang hidup ditengah masyarakat yang agamanya baik maka mempengaruhi akhlak baik siswa, sebaliknya pada siswa yang kurang mendukung lingkungan keluarganya ataupun masyarakat disekitarnya perubahan sikapnya masih lambat berubah lebih baik.

b. Kebiasaan, siswa yang menjadikan shalat dan baca Al-Qur’an adalah kebiasaan maka mempermudah anak untuk menerima pelajaran yang berhubungan dengan pembinaan akhlak kemudian

c. Keturunan, juga dapat mempengaruhi perilaku positif anak, jika anak hidup dalam keluarga harmonis maka anak dapat terpengaruh dalam kehidupan yang lebih baik pula.

Table 4.10: kerajinan siswa dalam mengikuti pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan baik.

No. Alternative jawaban N f %

1 Selalu

52

24 46

2 Kadang-kadang 16 31

3 Tidak 12 23

Jumlah 52 100

Sumber : Hasil analisis angket no. 1

56

Tabel diatas menunjukkan tingkat keikutsertaan siswa dalam mengikuti pelajaran Pendidikan Agama Islam yang selalu mengikuti pelajaran tersebut sebanyak 46% yang kadang-kadang 31% dan tidak sebanyak 23 %. Jadi rata semua siswa rajin mengikuti pelajaran tersebut.

Table 4.11 Keikutsertaan Siswa Dalam Melaksanakan Shalat Berjamaah

No. Alternative jawaban N f %

1 Ya

52

29 56

2 Tidak 7 13

3 Kadang-kadang 16 31

Jumlah 52 100

Sumber : Hasil analisis angket no. 2

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang dampak dari pembelajaran pendidkan agama islam terhadap akhlak siswa, maka akan disajikan tabel sebagai berikut:

Table diatas menunjukkan tingkat keikutsertaan siswa dalam melaksanakan shalat berjamaah yaitu siswa yang selalu ikut shalat berjamaah sebanyak 31%, kemudian siswa tidak pernah shalat berjamaah sebanyak 13 % dan siswa yang kadang-kadang melakukannya sebanyak 56 %. Jadi rata siswa SMP1 Pattallassang rajin melakukan shalat berjamaah.

Table 4.12 : Hukumnya menjalankan shalat 5 waktu dan hukumnya apabila ditinggalkan.

No. Alternative jawaban N f %

1 Sudah tahu

52

29 56

2 Tidak 7 13

3 Kadang-kadang 16 31

57

Jumlah 52 100

Sumber : Hasil analisis angket no. 3

Tabel diatas menunjukkan pengetahuan siswa tentang hukum menjalankan shalat 5 waktu dan yang sudah tahu terdapat 56%, belum tahu 13 % dan tidak tahu sebanyak 31 %, jadi rata-rata siswa sudah mengetahui hukum menjalankan shalat.

3. Pengaruh pendidikan agama islam dalam pembinaan akhlak

Pendidikan agama islam membawa dampak positif yang begitu besar terhadap akhlak siswa di Smp Negeri 2 Pattallassang Kecamatan Pattallassang Kabupaten Gowa seperti kerajinan siswa dalam ikut melaksanakan shalat berjamaah, dalam pelajaran agama islam menuntut kita untuk melakukannya karena mengkaji pelajaran agama maka anak bisa merasakan dampak dari pelaksanaan shalat tersebut.

Hubungan anak dengan temannya terjalin harmonis karena dalam agama islam mengajarkan kita tentang bersosialisasi yatiu bagaimana menyayangi sesama dan menghormati yang lebih tua.

Pemahaman siswa dalam mengetahui makna al-qur’an bertambah sebab dalam pelajaran islam terdapat pembelajaran tentang makna isi dari Al-Qur’an dengan pelajaran tersebut maka siswa akan lebih memahami bagaimana bersifat yang sesuai dengan tuntunan ajaran agama kita.

Table: 4.13 pengaruh pendidikan agama islam terhadap hubungan siswa dengan temannya dan sikap siswa terhadap guru.

No. Alternative jawaban N f %

58 1 Menghormati

52

22 42

2 Saling menghargai 12 23

3 Tidak berpengaruh 18 35

Jumlah 52 100

Sumber : Hasil analisis angket no. 4

Tabel diatas menunjukkan pengaruh agama islam terhadap hubungan siswa dengan temannya dan sikap siswa terhadap guru yang berpengaruh pada siswa yaitu dengan sikapnya yang menghormati sebanyak 42%, yang saling menghargai sebanyak 25% dan yang tidak brpengaruh sebanyak 10%. Jadi rata-rata pendidikan agama islam berpengaruh pada sikap anak.

Table 4.14 pengaruh pendidkan agama islam dalam mengatur hubungan manusia dengan Tuhaannya, manusia dan makhluk lainnya.

No. Alternative jawaban N f %

1 Berpengaruh

52

38 73

2 Tidak 2 4

3 Lumayan berpengaruh 12 23

Jumlah 52 100

Sumber : Hasil analisis angket no. 6

Tabel tersebut menunjukkan pengaruh hubungan manusia dengan Tuhaannya, manusia dan makhluk lainnya dan yang berpengaruh sebanyak 73% sedangkan yang tidak sebanyak 4 dan menunjukkan lumayan berpengaruh sebanyak 23%. Jadi rata pendidikan agama islam berpengaruh terhadap hubungan manusia terutama pada siswa.

Berdasarkan tabel tersebut menunjukkan bahwa pendidikan agama islam sangat mempengaruhi akhlak anak. Terutama pada tabel

59

4.13 yang mengatur hubungan manusia dengan tuhannya, sesama manusia dan makhluk lainnya.

Pendidikan agama islam diajarkan di sekolah dan dijadikan sebagai salah satu dari mata pelajaran dengan tujuan agar sikap moral, serta etika anak dapat terbina dengan baik terutama pada akhlak anak.

Namun beberapa tabel diatas masih terdapat beberapa nilai frekuensi yang masih rendah hal tersebut menunjukkan bahwa masih terdapat beberapa siswa yang belum memahami nilai islam. Terutama yang terdapat pada tabel 4.14 terdapat 37% siswa yang tidak ikut dalam pelaksanaan shalat berjamaah serta yang terdapat pada table 4.11 masih terdapat beberapa siswa yang hubungannya terhadap guru dan temannya.

60 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis data dari hasil penelitian yang telah dilakukan di SMP Negeri 2 Pattallassang Kabupaten Gowa.maka dapat dikemukakan beberapa kesimpulan;

1. Pembelajaran pendidikan agama sangat meberikan pengaruh yang begitu besar terhadap anak. Dalam kegiatan tidak semua siswa menyadari dari dampak positifnya pada hal pengaruhnya terhadap pembentukan akhlak sangat besar. Pelajaran pendidikan agama berperan sebagai motivasi yang mendorong dan menyadarkan siswa terhadap perilakunya yang dapat merusak akhlaknya yang baik.

2. Guru berperan sebagai fasilitator yang selalu memberikan straegi pembelajaran yang baik terutama dalam memilih metode. Dari metode

61

yang diberikan maka perlahan yang sebelumnya jumlah frekuensi dalam tabel masih kurang dapat berubah karena adanya kessadaran dalam diri.agar akhlaknya dapat terbentuk dengan baik.

B. Saran

1. Anak didik adalah tunas bangsa yang akan menjadi penerus dari bangsa, agar mereka dapat menjadi harapan orang tua, guru maka hal yang pertama yang harus dilakukan yaitu membentuk akhlaknya menjadi lebih baik.

2. Sebagai seorang guru hendaknya memilih metode pembelajaran yang baik agar pelajaran agama islam dipahami, serta ditanamankan dalam dirinya dan dapat menjadi pembiasaan dalam kehidupannya sehari-hari.

3. Perlu adanya kerjasama guru dan orang tua dan juga masyarakat agar pembenukan kepribadian anak sesuai dengan harapan.

DAFTAR PUSTAKA

Dokumen terkait