• Tidak ada hasil yang ditemukan

TOURISM OBJECT

Dalam dokumen smk11 UsahaJasaPriwisata Wardhani (Halaman 180-185)

PAKET WISATA LOMBOK 4 HARI/3MALAM (Tailor made)

TOURISM OBJECT

Gunung Karakatau sebagai objek wisata

Penjemputan wisatawan dari bandara/stasiun KA menuju hotel (transfer in) dan mengantar wisatawan dari hotel menuju bandara/stasiun KA setelah selesai melaksanakan wisata. Penggunaan jasa transfer in/out ini perlu memperhatikan berapa jumlah wisatawan untuk menentukan pilihan kendaraan apa yang akan digunakan dan menggunakan transportasi apa , pukul berapa kedatangan, waktu check in bandara saat kembali kenegara / tempat asal. Negosiasikan juga berapa harga sewa sesuai dengan market (corporate rate) serta untuk memastikan ketersediaan / aksesabilitas, manfaat, potensi laba.

Pertimbangkan berapa jumlah wisatawan, tujuan perjalanan, kondisi jalan menuju obyek, kemungkinan dapat masuknya kendaraan besar (bus), kekuatan menanjak pada jalan yang naik (hiily), keharusan menggunakan AC, perlunya audio visual dalam bus, keharusan menggunakan microphone, kondisi tempat duduk (recycling) dan jarak antar tempat duduk untuk keleluasaan kaki, dan yang lebih utama kelayakan pengemudi. Negosiasikan juga berapa harga sewa sesuai dengan market (corporate rate) serta untuk memastikan ketersediaan / aksesabilitas, manfaat, potensi laba.

Memilih hotel sesuai dengan daya beli dan siapa yang melakukan wisata atau sesuai dengan pesanan pengguna jasa. Lakukan “hotel inspection” terlebih dahulu untuk meyakinkan bahwa fasilitas hotel sesuai dengan kondisi yang dijanjikan dalam klasifikasi hotel. Occupancy hotel pada saat tamu akan datang, yakinkan bahwa room sudah status OK (confirmed) dengan bukti pesanan.

1. Transfer in dan Transfer Out

2. Alat Transportasi

3. Akomodasi (Hotel)

Selain itu pertimbangkan jarak yang layak dari hotel ke bandara dan obyek wisata.

Negosiasikan juga berapa room rate sesuai dengan market (corporate rate), serta untuk memastikan ketersediaan / aksesibilitas, manfaat, potensi laba.

Bermacam -macam jenis tujuan wisata, antara lain

− Wisata untuk menikmati perjalanan (Pleasure Tourism)

− Rekreasi (Recreation Tourism)

− Wisata alam dan lingkungannya (Eco Tourism)

− Wisata bahari / laut (Marine Tourism)

− Wisata untuk kebudayaan (Cultural Tourism), wisata ini bukan berarti misi kebudayaan, tetapi wisatawan dating untuk menikmati budaya.

− Wisata untuk olah raga (Sport Tourism): wisata yang melibatkan kegiatan fisik; wisatawan datang bukan hanya untuk menghadiri atau menonton even-even olah raga, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam aktivitas-aktivitas oleh raga itu sendiri.

− Wisata Petualangan ( Adventure Tour)., wisata untuk menjelajah alam dengan relak dan senang nati, bukan berarti penjelajahan untuk penelitian.

− Wisata Konvensi (Convention Tourism)

− Wisata tujuan pendidikan (Education Tour)

− Wisata kuliner (Culinary Tour), wisata sambil menikmati makanan- makanan unggulan (tradisional dan disajikan secara tradisional)

− Wisata sambil Belanja ( Shopping Tour )

− Dan lain-lain.

Dalam menentukan pilihan obyek yang akan ditawarkan, perlu memperhatikan kelompok usia, sosial, kesehatan dan motivasi dalam mengikuti wisata. Yakinkan bahwa obyek wisata yang akan dikunjungi sudah / masih beroperasi, dalam perbaikan, atau sudah ditutup.

Jarak dan waktu tempuh antara obyek wisata dengan akomodasi juga menjadi kunci utama dari kelancaran perjalanan wisata. Negosiasikan juga berapa biaya masuk (entrance fee) sesuai dengan market (harga

rombongan/discount) serta untuk memastikan ketersediaan / aksesabilitas, manfaat, potensi laba.

\

Memilih atraksi / pertunjukan / performance perlu memperhatikan apakah wisatawan respect terhadap seni tradisional, apakah selalu ada pertunjukan secara rutin di sebuah gedung kesenian, ataukah akan “menyewa” suatu group seni dan mendatangkannya ke hotel (biaya penyelenggaraan ini, rata-rata mahal biayanya).

Waktu pertunjukan juga harus dipertimbangkan untuk dapat mengatur jadwal wisata (itinerary);perlu juga dipertimbangkan jumlah wisatawan yang akan menikmati performance tersebut.

Negosiasikan juga berapa biayanya sesuai dengan market dan jenis atraksi serta untuk memastikan ketersediaan / aksesibilitas, manfaat, potensi laba.

Dalam memilih obyek adat istiadat/budaya, harus memperhatikan apakah budaya yang dimaksud termasuk sejarah pubakala dan peninggalan-peninggalannya. Adat istiadat juga dibedakan antar adat kebiasaan sehari-hari pada suatu golongan / suku tertentu atau adat istiadat yang menyangkut upacara-upacara adat seperti perkawinan, khitanan, dll.

Adat istiadat sehari-hari dapat dilihat langsung tanpa merencanakan secara khusus , tidak dibutuhkan biaya yang mahal. Namun untuk adat istiadat perkawinan, upacara adat yang sudah langka, biasanya perusahaan berupaya mengadakan acara khusus, dengan kerjasama (sponsorship) sehingga perusahaan harus “mengeluarkan biaya yang mahal untuk acara tersebut” agar dapat menyajikan apa yang sudah disepakati dalam paket wisata.

Untuk mendapatkan daftar acara tradisional di daerah tujuan wisata budaya seperti Bali, Jogyakarta, Solo, Padang, Makasar, Menado, Jakarta, Bandung dan daerah lain yang Dinas Pariwisatanya sudah

5. Atraksi Kesenian

Tradisional

6. Budaya/Adat

istiadat

memiliki ”situs” di internet, lebih mudah mencarinya, namun harus tetap dilakukan konfirmasi sebelumnya.

Negosiasikan juga berapa harga sewa sesuai dengan market (corporate rate) serta untuk memastikan ketersediaan / aksesibilitas, manfaat, potensi laba.

Memillih atau menentukan siapa Tour Guide / pemandu wisata, juga harus mem pertimbangkan level dari wisatawan dan kinerja pemandu wisata. Karena peranan pemandu wisata ( yang seringkali berperan sebagai tour leader atau juga tour operator) sangat mempengaruhi kesuksesan suatu perjalanan wisata.

Seorang pemandu wisata yang profesional biasanya adalah mereka yang

smart (cerdas), daya ingatnya harus kuat, harus memiliki kemampuan

beradaptasi yang tinggi, serta mampu mengambil keputusan dalam keadaan darurat dalam perjalanan.

Negosiasikan juga berapa biaya /honor sesuai dengan market dan bahasa yang dibutuhkan serta untuk memastikan ketersediaan / aksesabilitas, manfaat, potensi laba

Memilih menu dan restoran, harus benar-benar dapat dipertanggung jawabkan, terutama dari sisi kebersihan dan kenyaman, walaupun unsur “lezat” adalah subyektif, harus “mencari info” tentang “citra” restaurant tersebut. Lokasi restaurant juga menjadi pertimbangan.

Faktor pilihan dan selera atau kebiasaan menu makanan dari wisatawan juga harus dipertimbangkan, tentunya harus dihindari masakan yang ekstrim rasanya ( sangat pedas /asam dan bau khusus seperti terasi, tauco dll) kecuali bila ada special request (permintaan khusus). Negosiasikan juga berapa harga sesuai dengan jenis meal, jumlah wisatawan dan dan untuk memastikan ketersediaan / aksesabilitas, manfaat, potensi laba.

8. Restaurant / Meal

7. Tour Guide

Peran cinderamata dalam bisnis pariwisata merupakan benda nyata yang dapat memperkuat kesan yang didapat pada saat menikmati jasa layanan perusahaan penyelenggara perjalanan.

Cindermata akan lebih bermakna pada waktu-waktu mendatang ( 3 – 5 atau 10 tahun kemudian) yang juga akan membantu mengingatkan wisatawan pada citra perusahaan.

Memilih cindera mata hendaknya yang ringan, kecil, awet, aman / tidak tajam dan tentunya mewakili daerah tujuan wisata atau seni setempat selain juga harus menarik.

Negosiasikan juga berapa komisi yang diperoleh sesuai dengan jumlah belanja wisatawan ditempat tersebut dan untuk memastikan ketersediaan / aksesibilitas, manfaat, potensi laba

9. Cinderamata/souvenir

Komponen jasa: Accommodation Transport Hire Car Attraction Tours Catering Entertainment Conference facilities Specialist services

Tujuan penyusunan Paket: Paket Konferensi

Acara khusus

Dalam dokumen smk11 UsahaJasaPriwisata Wardhani (Halaman 180-185)

Dokumen terkait